Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


IBLIS KELAS ATAS YANG EGOIS

DI TEMPAT YANG SANGAT JAUH

Terlihat di sebuah tempat seperti sebuah bangunan yang rusak berkumpul beberapa orang, terlihat ada seseorang yang membawa tongkat dan sebuah mahkota, seorang wanita kucing, pria yang memakai kacamata dan terlihat seorang pria yang tinggi sedang duduk dengan santai sambil memainkan sebuah batu kecil di tangan nya

''Kenapa dia sangat lama sekali?'' kata wanita kucing bernama Kuroka itu

''Bersabarlah, Vali tidak mungkin gegabah dalam melakukan misi nya'' kata pria berkacamata yang bernama Arthur Pendragon dari keluarga Pendragon yaitu king Arthur

''Aku tahu itu namun dia lama sekali'' kata Kuroka dengan kesal

Bikou kemudian melihat ke arah pria tinggi itu yang terlihat masih bermain-main dengan batu di tangan nya, dia dari tadi terlihat hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada mereka

''Hey tidakkah kau bisa bermain batu itu dari tadi?'' tanya Bikou dengan heran melihat nya

Pria tinggi itu adalah Charlotte Katakuri yang terlihat hanya bersantai, dia kemudian melihat ke arah Bikou

''Sebenarnya aku tidak bisa akrab dengan seseorang'' kata Katakuri ke arah mereka

''Kau tidak perlu kaku seperti itu, kita ini satu organisasi jadi jangan kaku seperti itu'' kata Arthur sambil membetulkan kacamata nya

''Ya, kita harus terlihat lebih akrab'' kata Kuroka

Katakuri terlihat mendesah pasrah mendengar perkataan dari mereka semua, dia kemudian terlihat ingin membicarakan sesuatu

''Hey aku dengar kalau ada anggota organisasi ini yang keluar, apakah itu benar?'' tanya Katakuri

''Yup, nama nya Cao Cao dan dia sepertinya membuat organisasi yang lain untuk dirinya sendiri'' kata Arthur

''Apa nama organisasi nya?'' tanya Katakuri lagi

''Kalau tidak salah namanya organisasi pahlawan'' jawab Arthur

Katakuri terlihat mengangguk mengerti, dia sepertinya harus melawan lawan-lawan yang kuat lagi namun sepertinya dia bisa mengatasi semua lawan-lawan nya itu. Tak lama kemudian datanglah dua orang yang masuk ke dalam bangunan

Terlihat ada Vali dan seorang gadis muda berambut kuning yang bernama Le Fay, dia adalah adik perempuan Arthur. Semua orang terlihat senang karena yang mereka tunggu pun akhirnya datang

''Kenapa kau sangat lama sekali?'' tanya Kuroka kepada Vali

''Seperti yang Ophis duga, ternyata masih ada banyak sekali rintangan yang akan kita lalui. Dari seorang Dewa yang mulai bekerja sama dan sekumpulan organisasi yang baru yang salah satu dari mereka sepertinya mengganggu tujuan kita'' kata Vali dengan menutup mata nya sambil menjelaskan

Le Fay kemudian melihat ke arah anggota baru yang tak lain adalah Katakuri yang sedang bermain batu kerikil di tangan nya, dia kemudian menuju ke arah nya sambil tersenyum.

''Jadi kau anggota baru itu ya, perkenalkan nama ku Le Fay Pendragon'' kata Le Fay memperkenalkan nama nya

Katakuri terlihat hanya terdiam melihat gadis kecil di depan nya ini, dia kemudian mendesah dan melihat ke arah nya lagi

''Nama ku Charlotte Katakuri'' kata Katakuri memperkenalkan nama nya

''Woah nama yang bagus'' kata Le Fay dengan senang

Katakuri hanya diam saja mendengar pujian dari wanita di depan nya ini

''Aku dengar kau bisa melihat masa depan, jadi bisakah kau tahu apa yang akan aku bicarakan?'' tanya Le Fay dengan penasaran

Katakuri kemudian terlihat menggunakan Haki nya untuk melihat apa yang akan dia bicarakan

''Kau akan bertanya 'Apa makanan kesukaan mu?' '' kata Katakuri

Le Fay kemudian terlihat kaget karena jawaban dari Katakuri benar sekali, di pikiran nya dia mau mengatakan itu akan tetapi dia tidak tahu kalau Katakuri mengetahui nya. Dia kaget karena yang di katakan oleh Vali benar sekali kalau orang ini bisa melihat masa depan

''Bagaimana kau melakukan nya?'' tanya Le Fay

''Kau tidak akan mengerti, aku menggunakan kekuatan dari dunia ku'' kata Katakuri dengan santai

''Woah itu sangat hebat dan berguna sekali, aku ingin sekali memiliki kekuatan seperti itu'' kata Le Fay

Vali terlihat hanya terdiam saja melihat mereka berbicara satu sama lain, Ophis melakukan sesuatu yang benar membawa orang ini ke dalam organisasi mereka karena dia cukup patuh dan terlihat memiliki kekuatan yang berguna sekali

''Dia orang yang sangat membantu kan'' kata Kuroka kepada Vali

''Ya, aku senang Ophis melakukan sesuatu yang benar dengan membawa orang itu'' kata Vali

''Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?'' tanya Arthur

''Ophis bilang kita harus melakukan sesuatu kepada Cao Cao yang sepertinya ingin menghalangi jalan kita'' kata Vali

Vali kemudian berpikir untuk memberitahukan ini kepada Cao Cao agar dia tidak terlalu membuat dirinya dan Ophis marah, dia berpikir apakah orang itu bisa melakukan nya, Vali melihat ke arah Katakuri

Katakuri kemudian menyadari kalau ada sesuatu di luar dengan Haki pengamatan nya, dia kemudian melihat kearah Vali dan yang lain nya

''Hey, kalian dengarkan kata-kata ku'' kata Katakuri

Vali dan yang lain nya kemudian melihat ke arah Katakuri dengan tatapan serius karena mereka merasakan kalau Katakuri menyadari sesuatu.

Terlihat di luar ada dua orang dan beberapa orang yang sangat banyak sekali di belakang mereka, terlihat kalau kedua orang itu adalah dua laki-laki yang sepertinya berumur 20 puluhan lebih

''Apakah kau yakin disini tempatnya?'' tanya salah satu pria

''Ya, dan aku yakin mereka ada di dalam'' kata pria di sebelah nya

Pria itu kemudian terlihat mengeluarkan sebuah pedang yang sangat besar di atasnya, pedang itu juga di aliri dengan elemen api yang sangat panas sekali. Dia kemudian menyerang bangunan tempat lain nya berada, bangunan itu kemudian hancur menjadi sangat berkeping karena serangan pedang itu tadi

''Baiklah, sepertinya mereka sudah musnah'' kata lelaki di sebelah nya

Dua orang itu tersenyum karena berpikir kalau Vali dan yang lain nya sudah musnah karena serangan tadi namun kemudian mereka merasakan kalau ada serangan dari samping mereka seperti tembakan laser yang sangat cepat sekali. Mereka berdua terlihat menghindari serangan itu

''Apa tadi itu?'' tanya salah satu lelaki

Terlihat kalau ada seseorang yang menembakan laser tadi yang tidak lain adalah Vali yang terlihat menggunakan Gauntletnya, Vali terlihat menatap kedua laki-laki dengan dengan tatapan tajam

''Tidak kusangka kalau aku akan di ikuti'' kata Vali melihat mereka berdua dan tahu siapa mereka

Terlihat kalau Kuroka mengeluarkan sebuah sihir untuk mereka tadi sebelum serangan tadi mengenai mereka semua

''Sihir teleport yang bagus'' kata Le Fay kepada Kuroka

Kuroka terlihat hanya tersenyum saja mendengar pujian Le Fay, mereka kemudian melihat ke arah para dua pria itu dan para pasukan nya.

''Berkat kekuatan mu kita bisa selamat dari serangan tadi, Katakuri-chan'' kata Kuroka kepada Katakuri yang ada disitu juga

''Aku akui itu kekuatan yang menakjubkan'' kata Arthur sambil terlihat mengeluarkan pedang nya

''Sepertinya kita harus bertarung dengan mereka, ya kan Vali'' kata Bikou

''Hati-hati, mereka berdua itu Dewa'' kata Vali melihat mereka berdua

''Siapa mereka?'' tanya Katakuri

''Mereka Dewa Yunani, Ares dan Apollo'' jawab Vali

Katakuri melihat mereka dan kemudian berpikir untuk hati-hati karena kata Vali kalau mereka adalah Dewa, di dunia ini Dewa adalah salah satu makhluk terkuat jadi dia harus berhati-hati dengan mereka dan mempelajari kekuatan mereka.

Ares tersenyum melihat kalau mereka masih hidup dan berpikir kalau pertarungan ini akan sangat menyenangkan sebagai seorang Dewa perang, Apollo yang melihat Ares terlihat tersenyum senang hanya terlihat mendesah pasrah melihat sifat nya itu

''Untungnya kita membawa pasukan'' kata Apollo

''Ya dan aku yakin mereka pasti kuat-kuat'' kata Ares yang terlihat mengeluarkan dua pedang di kedua tangan nya

''Apa yang harus kita lakukan, Vali? Apakah kita akan bertarung?'' tanya Arthur kepada Vali

Vali hanya tersenyum, dia kemudian melihat ke arah Kuroka dan Le Fay

''Kalian buatlah sihir teleport yang bisa membawa kita pergi dari sini dengan sangat jauh, aku dan yang lain nya akan melawan mereka'' kata Vali yang terlihat mengeluarkan armor naga nya

Arthur dan Bikou terlihat mengerti dan Katakuri terlihat mendesah pasrah karena dia akan melawan mereka. Dia kemudian melihat ke arah dua Dewa itu dan kemudian menyadari kalau salah satu dari mereka terlihat datang menuju ke arah mereka yaitu Ares

''Baiklah, siapa yang akan melawan Dewa penggila perang itu?'' tanya Bikou

''Aku'' kata Vali yang kemudian dengan cepat mengeluarkan sayap nya dan terbang dengan sangat cepat

Vali dan Ares kemudian terlihat beradu satu serangan dengan sangat kuat sekali sehingga membuat area di sekitar mereka terlihat bergetar dan ada yang hancur

''Woah, sang kaisar naga putih. Aku tidak tahu kalau orang sepertimu mendapatkan kekuatan seperti ini'' kata Ares dengan tersenyum

''Jangan sombong hanya karena kau seorang Dewa'' kata Vali yang kemudian mendorong Ares ke depan sangat sangat kuat dan terlihat Ares terpental dengan cukup jauh

Ares kemudian melempar sebuah tombak yang dia ciptakan dari kekuatan sihir nya, Vali menghindari serangan itu dan terlihat mengarahkan tangan nya ke arah Ares dan kemudian menembakan sihir nya. Ares terlihat terpental ke belakang dengan sangat cepat setelah terkena serangan itu

''Woah, seperti yang di harapkan dari kaisar naga putih, kau benar-benar sangat hebat'' kata Ares yang terlihat mengeluarkan armor nya perang nya

Vali hanya tersenyum saja melihat nya. Mereka kemudian terlihat terbang bersama-sama dan kemudian beradu serangan satu sama lain. Tidak jauh dari mereka terlihat ada Bikou yang menggunakan awan nya untuk terbang melawan Apollo dan beberapa pasukan nya

''Woah aku senang sekali melawan seorang Dewa seperti mu'' kata Bikou dengan senang sekali

''Baguslah kalau begitu'' kata Apollo yang kemudian terlihat menembakan sihir cahaya kepada Bikou namun Bikou terlihat menghindari serangan itu dan kemudian menggunakan tongkat

Apollo menggunakan sihir pelindung nya akan tetapi dia kemudian namun dia tidak menyadari kalau tongkat itu sepertinya terlalu kuat untuk sihir nya. Bikou tersenyum melihat tongkat nya berhasil mengenai dan kemudian terjatuh ke bawah

''Hahaha sepertinya yang di harapkan dari Dewa, mereka tidak akan kalah dari satu serangan nya'' kata Bikou

Katakuri terlihat sekarang duduk di salah satu pepohonan yang melihat mereka bertarung, dia tidak membantu mereka karena dia ingin tahu apakah organisasi ini apakah memiliki orang yang kuat dan dia ingin melihat buktinya disini. Katakuri terkadang mengaktifkan Haki pengamatan nya untuk melihat serangan-serangan mereka

''Awas, dia akan menyerang dengan sebuah anak panah'' kata Katakuri memberitahu Bikou

Bikou yang mendengarnya kemudian terlihat terbang ke belakang karena dia tahu kalau Katakuri mengatakan sesuatu yang benar. Terlihat kalau Apollo menembakan sesuatu seperti anak panah yang sangat cepat sekali

''Dia menghindarinya ternyata, aku tidak tahu bagaimana kau bisa tahu'' kata Apollo melihat Bikou

''Apa itu?'' tanya Bikou

''Ini adalah busur perak, aku dan saudariku Artemis memiliki busur ini'' kata Apollo memberitahu

''Betapa baik nya kau memberitahu senjata mu itu kepada musuhmu'' kata Bikou dengan tersenyum melihat nya

''Ya aku juga ingin bertarung dengan adil'' kata Apollo yang terlihat menembakan anak panah lagi dengan busur peraknya ke arah Bikou.

Bikou kaget melihat anak panah dari busur itu terlihat seperti mengikuti dirinya, Bikou kemudian mencboba untuk menghindari semua anak panah Apollo dengan sangat cepat dengan menggunakan awan nya. Apollo juga terlihat menembakan nya ke arah Katakuri akan tetapi terlihat panah nya di tahan oleh sebuah tangan yang terbuat dari mochinya

''Ares, bisakah kau melawan orang itu'' kata Apollo merasa kalau Katakuri sepertinya sangat berbahaya bagi mereka

''Tidak kah kau lihat aku sedang sibuk disini'' kata Ares terlihat menggunakan kapak yang sangat besar menyerang Vali

Armor di tangan Vali terlihat hancur karena kapak perang yang sangat besar milik Ares itu, Vali terlihat menyerap energi sihir yang ada di kapak itu

''Divine Divine Divine'' ucap suara mekanik dari gauntlet milki Vali

Ares melihat kalau perlahan-lahan kapak nya tiba-tiba saja menghilang karena di serap oleh Vali, Ares tersenyum melihat nya dan terlihat mengeluarkan banyak sekali pedang dan kemudian menyerang Vali

Vali menghindari semua serangan dari Ares itu dengan terbang kesan kemari akan tetapi terlihat kalau ada beberapa pedang yang mengenai nya dan membuat armor nya terlihat retak.

''Sudah kuduga kau tidak boleh gegabah, dia memiliki fisik dan sihir yang kuat sebagai seorang Dewa'' kata Albion kepada Vali

''Aku mengerti makan nya kau menyuruh kedua gadis itu untuk membuat sihir teleportasi'' kata Vali yang sekarang terlihat menembakan dua laser ke depan dengan sangat cepat sekali

Ares menggunakan sebuah perisai yang di ciptakan untuk melindungi dirinya dari serangan itu dan kemudian berhasil, Ares kemudian menerobos dengan sangat cepat kedepan dan kemudian mengeluarkan pedang berelemen api dan kemudian menyerang Vali. Vali menghindari serangan itu dengan terbang ke belakang dengan sangat cepat sekali

''Cih armor nya tidak buruk juga'' kata Vali yang melihat kalau armor Ares sangat kuat untuk menahan serangan nya

''Aku dengar kalau Dewa sana ada seorang Dewa pandai besi yang sangat hebat'' kata Albion

''Ya dan aku yakin kalau dia yang membuat armor itu'' kata Vali melihat Ares

''Sebentar lagi sihir teleport nya akan selesai'' kata Kuroka

Le Fay terlihat masih fokus saja menggunakan sihir untuk membuat sihir teleport itu, Arthur terlihat hanya melindungi mereka untuk membuat sihir teleportasi itu. Katakuri kemudian terlihat turun dari pohon itu dan kemudian berjalan ke arah mereka dengan santai sambil menghindari beberapa serangan dari para prajurit dari Yunani itu

Katakuri terkadang membalas mereka dengan melempar beberapa batu kecil ke arah mereka dan kemudian mengenai mereka hingga tembus dan jatuh ke bawah tidak sadarkan diri. Katakuri sampai di tempat mereka bertiga

''Apakah kita tidak membantu mereka?'' tanya Katakuri

''Tidak, kita fokus saja terhadap para prajurit ini'' kata Arthur yang terlihat menebas salah satu prajurit yang ingin menyerang mereka

''Baiklah, aku mengerti'' kata Katakuri

''Jika sihir teleportasi nya sudah selesai, kau cepat tahan kedua Dewa itu dengan kekuatan mu sehingga Vali dan Bikou bisa datang kemari'' kata Arthur

''Ya aku mengerti'' kata Katakuri

Mereka kemudian terlihat menatap pertarungan mereka lagi. Terlihat kalau Apollo ternyata tidak memiliki sihir yang habis-habis sehingga membuat Bikou heran dan kelelahan karena menghindari anak panah milik nya dari tadi

''Sial, kenapa sihir mu tidak habis-habis?'' tanya Bikou

''Aku ini Dewa matahari, aku bisa menyerap sihir cahaya dan menjadikan nya sihir ku'' kata Apollo terlihat menyerap cahaya di area itu dan kemudian menjadikan nya energi sihir nya

Bikou merasa benar-benar sial karena harus menghadapi musuh seperti ini, dia tidak hanya bisa mengendalikan anak panah nya akan tetapi juga bisa menyerap sihir mentah dari alam untuk menjadi sihir nya

Vali dan Ares terlihat bertarung satu sama lain sambil beradu pukulan dan terlihat armor mereka masing-masing terlihat retak dan hancur

''Albion, cepat perbaiki armor yang rusak'' kata Vali

''Aku mengerti'' kata Albion yang kemudian terlihat armor nya Vali terlihat mulai pulih

Ares melihat ke arah Vali dengan tersenyum sadis karena mereka sudah bertarung dari tadi dan terlihat tidak ada yang tumbang sama sekali

''Aku akui kau orang yang kuat, kaisar naga putih. tapi aku tidak akan kalah karena aku Dewa perang'' kata Ares dengan tersenyum sombong

''Tidak hanya satu Dewa perang disini'' kata Vali membalas tersenyum dari dalam helm nya

''Terserahmu, aku akan menjadi Dewa perang nomor satu di dunia'' kata Ares yang tersenyum dengan sombong

''Vali! Semuanya sudah siap!'' teriak Kuroka memanggil mereka berdua

Bikou yang melihat nya kemudian terlihat dengan cepat terbang menuju ke arah Kuroka dan yang lain nya, Apollo tidak membiarkan dia lari, dia kemudian menembakan banyak anak panah menuju ke arah Bikou

Katakuri yang sudah menyadari nya dari tadi kemudian terlihat menaruh tangan nya di tanah.

"Flowing Mochi" ucap Katakuri

Kemudian terlihat tanah di bawah nya bergoyang seperti mochi. Katakuri kemudian terlihat membuat perlindungan di belakang Bikou dengan mochinya sehingga dia tidak terkena anak panah Apollo

Apollo kaget melihat nya karena anak panah dari busur perak nya terlihat di tahan

''Dia bisa menahan seranganku? Benda apa itu?'' tanya Apollo melihat mochi Katakuri

Vali juga terlihat terbang ke arah Kuroka dengan sangat cepat sekali, dia benci untuk kabur akan tetapi dia harus melakukan nya. Ares yang melihat nya terlihat tidak membiarkan itu dan kemudian terlihat melempar banyak sekali pedang ke arah Vali namun seperti biasa Katakuri menggunakan awekening milik nya untuk melindungi Vali juga

Vali kemudian terlihat sampai di tempat mereka dan kemudian terlihat Kuroka langsung mengaktifkan sihir teleport itu, perlahan-lahan mereka kemudian terlihat menghilang

''Tidak akan ku biarkan!'' teriak Ares yang kemudian terlihat terbang dengan sangat cepat ke depan untuk menyerang mereka

Katakuri melihat masa depan dan melihat kalau dia akan mengeluarkan pedang yang sangat banyak untuk menebas mereka semua, dia kemudian terlihat mengangkat tangan kanan nya

"Peerless Donuts"ucap Katakuri dan terlihat muncul sesuatu dari tanah dan kemudian berbentuk bulat seperti donat

Ares dan Apollo kemudian kaget melihat kalau benda itu kemudian berbentuk seperti tangan raksasa yang berwarna hitam.

''Power Mochi!'' ucap Katakuri yang kemudian memukul Ares dengan tangan raksasa yang dia kendalikan dengan sangat cepat sekali

Ares kemudian merasakan sakit yang sangat menyakitkan di perutnya karena pukulan itu dan terlihat armor yang ada di perutnya kemudian hancur. Tidak hanya itu saja, Ares bahkan terpental ke belakang dengan sangat cepat sekali dan menabrak pepohonan dan beberapa bangunan asing yang ada di belakang nya

Apollo kaget melihat saudara nya itu terpental dengan sangat jauh sekali ke belakang dan akhirnya menabrak pohon yang sangat besar dan pohon itu terlihat jatuh karena di tabrak oleh Ares tadi

''Apa tadi itu?'' tanya Apollo dengan kaget

''Woah kekuatan macam apa itu, kau bisa mengendalikan tangan besar ini'' kata Le Fay melihat tangan raksasa yang ada di samping mereka untuk memukul Ares

''Hahahaha itu hebat sekali, bahkan dia terpental ke belakang'' tawa Bikou dengan senang

Vali hanya tersenyum puas melihat Dewa sombong itu terlihat terpental ke belakang dengan sangat cepat sekali

''Sampai jumpa Dewa Greek'' ucap Vali dengan tersenyum

Vali dan yang lain nya kemudian terlihat menghilang dan tangan raksasa yang di buat oleh Katakuri tadi terlihat menjadi terjatuh ke tanah dan kemudian menjadi tanah. Apollo tidak bisa mengatakan apa-apa karena pukulan Katakuri tadi benar-benar sangat kuat, membayangkan mengenai dirinya membuat nya sangat merinding

Dia kemudian terbang menuju ke arah Ares berhenti tadi dan terlihat Ares memuntahkan darah yang sangat banyak keluar dari mulutnya, dia kemudian terlihat mencoba untuk berdiri akan tetapi dia merasa gemetar karena pukulan tadi masih menyakitkan perutnya itu

''Kau tidak apa-apa?'' tanya Apollo

''Bagaimana menurutmu? Apakah aku terlihat baik-baik saja?'' kesal Ares sambil memegang perutnya

''Maaf, tapi aku masih kaget dengan pukulan tadi'' kata Apollo

''Sial, pukulan itu sakit sekali bahkan bisa menghancurkan armor buatan pak tua itu'' kata Ares dengan kesal dan masih merasakan sakit di perutnya

''Mereka berhasil kabur, kita harus kembali'' kata Apollo

''Ayah kita pasti mengejek ku karena ini'' kata Ares dengan kesal

Mereka kemudian terlihat terbang untuk kembali ke tempat mereka yaitu Olympus bersama pasukan mereka yang tersisa

KOUH ACEDEMY

Di akedemi Kouh terlihat ada seorang pria muda yang sedang berjalan bersama teman nya berambut hijau dan ada juga di sebelah nya lagi pria berambut pirang. Mereka terlihat sedang berjalan bersama-sama namun si rambut pirang selalu saja menatap ke arah wanita dan kemudian mendatangi mereka, dia adalah Sanji

''Hey kau!'' teriak Sanji yang kemudian berlari dengan sangat cepat menuju ke salah satu wanita

Wanita itu bingung melihat Sanji memegang tangan nya dan mencium nya sehingga membuat pipi nya memerah

''Kau begitu cantik madam'' kata Sanji dengan mata berbentuk love

Wanita itu hanya bisa terdiam sambil tersenyum kaku, dia bertanya-tanya siapa pria yang ada di depan nya ini.

''Bisakah aku memelukmu!'' teriak Sanji dengan semangat

''Kyaaaaa! Orang mesum!'' teriak murid wanita itu yang menampar Sanji hingga Sanji terpental

Para wanita kendo tiba-tiba saja datang setelah mendengar kata mesum, mereka kemudian melihat ke arah Sanji dan kemudian menghajar Sanji. Sanji terlihat malah kesenangan saat para wanita kendo itu menghajar dirinya itu, tak lama kemudian mereka pun pergi setelah puas menghajar Sanji

''Bagaimana bisa orang mesum di sekolah kita bertambah?'' tanya Katase dengan kesal

Katase dan Murayama sedikit melirik ke arah Luffy dan Zoro yang terlihat menatap mereka

''Apakah kalian ingin di hajar juga?'' tanya Katase

''Tidak, aku tidak melakukan sesuatu yang buruk'' kata Luffy

Zoro terlihat hanya diam saja tidak mengatakan apa-apa

''Kalau aku melihat kalian melakukan hal mesum lagi maka kami akan menghajar kalian'' ucap Murayama yang kemudian pergi bersama para murid wanita lain nya

Luffy hanya tertawa kecil melihat Sanji di hajar oleh mereka semua, Zoro terlihat cemberut kesal melihat Sanji

''Nikmatnya~'' ucap Sanji dengan mata berbentuk love

Mereka kemudian terlihat melanjutkan perjalanan mereka menuju ke sebuah club yaitu club ORC, Luffy mengetuk pintu untuk memanggil Akeno seperti biasa, dan sepert biasa Akeno membuka pintu itu. Luffy dan kedua kru nya kemudian masuk ke dalam seperti biasa

''Halo Rias'' sapa Luffy

''Halo Luffy'' ucap Rias dengan tersenyum ke arah Luffy

Mereka bertiga kemudian mengambil tempat duduk mereka masing-masing, Luffy seperti biasa memakan cemilan Koneko dan Koneko terlihat tidak keberatan. Sanji duduk di dekat Rossweisse, Rossweisse terlihat hanya tersenyum kaku melihat Sanji duduk di sebelah nya

Zoro duduk di samping Xenovia, dan seperti biasa Xenovia hanya tersenyum saja melihat Zoro duduk di sebelah nya. Luffy melihat kalau ternyata ada Lily disitu

''Woah Lily, kapan kau datang?'' tanya Luffy

''Dari tadi, sebelum kau datang'' kata Lily dengan santai meminum teh buatan Akeno

Luffy hanya tersenyum saja, Luffy kemudian melihat ke arah Rias dan bertanya-tanya kenapa dia memanggil mereka bertiga ada ke sini.

''Kenapa kau memanggil kami kesini, Rias?'' tanya Luffy dengan penasaran

''Aku mau menunjukan sebuah rekaman pertarungan Sairaorg dengan Iblis kelas atas'' kata Rias

''Kenapa mereka bertarung?'' tanya Luffy

''Karena Rating Game dan pertarungan pun di menangkan oleh Sairaor'' kata Rias

''Ya, aku dan Zoro sudah bertemu dengan nya dan dia sangatlah kuat'' kata Luffy mengingat pertarungan mereka bersama dengan para Iblis muda di Underworld

Rias tersenyum dan kemudian memulai rekaman nya, terlihat di depan mereka ada sebuah layar seperti TV yang sangat besar sehingga Issei dan yang lain nya bisa melihat juga

Terlihat di layar ada satu orang yang sedang melihat ke arah Sairaorg dengan tatapan kesal, di sebelah mereka terlihat ada beberapa orang yang sepertinya tidak sadarkan diri yang sudah di kalahkan oleh Sairaorg.

''Hey Sairaorg! Ayo kita bertarung satu lawan satu'' kata orang itu sambil menunjuk ke arah Sairaorg

''Tidak masalah, aku siap kapan saja'' kata Sairaorg dengan tersenyum

Iblis muda itu kemudian kesal dan kemudian melempar beberapa serangan sihir kepada Sairaorg, akan tetapi Sairaorg terlihat dengan mudah menangkis semua serangan itu dan kemudian terlihat dengan cepat menuju ke arah Iblis muda itu dan kemudian memukul nya ke atas, dia kemudian memukul nya lagi ke bawah sehingga dia pun terjatuh ke bawah dan menabrak lantai arena.

Iblis muda itu kemudian tidak sadarkan diri setelah di pukul oleh Sairaorg dengan dua pukulan yang sangat kuat sekali, Issei dan yang lain nya terlihat kagum melihat Sairaorg berhasil mengalahkan Iblis muda itu

''Benar-benar Iblis kelas atas'' kata Issei melihat rekaman itu

''Walaupun begitu, orang yang di lawan oleh Sairaorg itu tidak juga lemah'' kata Rias melihat rekaman itu

Luffy hanya melihat nya dengan tatapan biasa dan kemudian tersenyum karena sepertinya dia mempunyai lawan yang bisa melagakan tinjunya, Zoro tersenyum saja melihat nya karena dia tidak kecewa sekarang karena ada lawan yang sangat kuat. Sanji terlihat hanya menghidupkan satu rokok nya dan kemudian menghisap nya

''Jadi bagaimana menurut kalian, Luffy ,Zoro dan Sanji?'' tanya Rias

''Ya dia begitu kuat'' kata Luffy dengan jujur saja

''Namun dia tidak hanya harus melakukan gerakan cepat dan tinju kuat saja'' kata Zoro terlihat memberi suatu penjelasan

Rias dan para peeragenya terlihat tertarik dengan apa yang akan di katakan oleh Zoro

''Kekuatan tidak harus di utamakan, aku menggunakan pedangku bukan hanya kareka kekuatan akan tetapi kecepatan juga. Setiap aku mengayunkan pedangku aku harus secepat mungkin untuk melakukan nya karena kecepatan akan mempengaruhi kekuatan'' kata Zoro terlihat memberi pernjelasan kepada mereka

Rias tersenyum mendengarnya begitu juga Issei yang berpikir untuk menggunakan saran Zoro yang mungkin berguna untuk mereka.

''Begitu juga aku, aku harus menggerakan kaki ku dengan sangat cepat sehingga bisa memunculkan api yang bisa di gunakan untuk membakar lawanku'' kata Sanji

Semua orang tambah kagum dengan kekuatan mereka berdua yang memiliki kekuatan unik masing-masing.

''Aku pernah melawan orang yang lebih kuat dan memiliki trik mereka masing-masing'' kata Luffy sambil terlihat makan

''Trik? Maksudmu buah Iblis mereka?'' tanya Rias

''Yup benar sekali, banyak di dunia ku orang yang memakan buah Iblis yang biasa saja menjadi sangat berbahaya jika di gunakan dengan sangat tepat. Contoh nya lilin yang terlihat tidak berguna sama sekali namun akan sangat berguna jika kekerasan nya di gunakan dengan tepat, dan Mochi yang terlihat lentur akan sangat berbahaya jika di gunakan oleh orang yang jenius'' kata Luffy

''Seperti dirimu'' kata Rias

''Ya tepat sekali, aku bisa memompa pembuluh darah ku sehingga aku memiliki kecepatan yang sangat kuat di dan sangat cepat, aku meniup tulang tangan ku sehingga tanganku menjadi besar dan kemudian bisa menghancurkan sebuah benda yang sangat keras jika di tambah dengan Haki, dan aku juga memiliki Gear 4 dengan banyak variasi'' kata Luffy

Semua orang terlihat kaget mendengar Luffy menceritakan semua trik nya kepada mereka semua

''Variasi? Berapa banyak variasi nya?'' tanya Issei dengan penasaran

''Pertama adalah kekuatan dan pertahanan, yaitu Bounce Man. Aku meniup otot lenganku dan kemudian udara menyebar di sekujur tubuhku, aku memiliki kekuatan dan pertahanan yang sangat hebat saat mode itu dan juga kau bisa memantul'' kata Luffy menjelaskan Gear 4 Bounce Man nya

Rias tertarik dengan trik Luffy yang begitu unik untuk meningkatkan kekuatan nya sendiri

''Kedua adalah pertahanan, yaitu Tank Man. Saat aku melawan salah satu jendral manis dari bajak laut Big Mom. Dia memiliki Haki pertahanan yang lebih kuat dari ku namun daya tahan tubuh nya begitu lebih lemah, aku bersyukur karena ada Nami yaitu kru ku yang membantuku saat itu, aku memakan banyak sekali biskuit, kekuatan orang itu di mana dia bisa membuat biskuit menjadi tentara. Aku bisa membalikan serangan nya dengan meniup otot-otot ku saat aku sangat kenyang sekali'' kata Luffy

Semua orang terlihat tertarik termasuk Lily yang dari tadi terlihat mencoba untuk mengabaikan mereka semua.

''Dan yang ketiga adalah Snake Man'' kata Luffy

''Woah apakah kau menjadi ular?'' tanya Issei dengan penasaran

''Hehehehe tidak, aku menamai nya karena seranganku seperti seekor ular yang bisa mengejar musuhku. Di mode ini aku meningkatkan kekuatan dan kecepatan akan tetapi pertahanan ku lemah sehingga aku bisa terkena serangan musuh dengan cukup muda namun aku bisa menghindari mereka dengan kecepatan ku'' kata Luffy selesai menceritakan Gear 4 nya

''Aku penasaran bagaimana semua bentuk Gear 4 mu itu, Luffy-san'' kata Asia yang merasa kalau bentuk itu sangatlah kuat

''Hahaha aku akan mengeluarkan nya pada saat yang tepat yaitu musuh yang benar-benar kuat'' kata Luffy

''Jadi, apakah Zoro-san dan Sanji-san bisa berubah juga?'' tanya Asia

''Aku tidak tapi marimo bisa yaitu menjadi marimo'' kata Sanji bercanda

''Jangan mengatakan sesuatu yang aneh tentangku!'' teriak Zoro dengan kesal melihat ke arah Sanji

Sanji terlihat hanya tersenyum saja dengan kemenangan karena berhasil mengejek Zoro, semua orang terlihat hanya tersenyum melihat mereka berdua yang selalu saja bertengkar

''Baiklah, aku mengucapkan terima kasih kepada Luffy, Zoro dan Sanji atas informasi nya'' kata Rias dengan tersenyum

Kemudian tiba-tiba saja ada lingkaran sihir di depan mereka, Rias yang melihatnya kaget dan kemudian mengetahui siapa pemiliki lingkaran itu.

''Astaroth'' kata Rias

''Apa?!'' tanya Issei dengan kaget

Kemudian muncul lah seseorang berambut hitam dengan memakai pakaian bangsawan Underworld, dia memakai sebuah jubah di belakang nya. Wajah tersenyum dengan mata yang terpejam akan tetapi seperti nya dia bisa melihat orang yang ada di depan nya

''Akhirnya aku sampai juga'' kata pria itu dengan tersenyum ramah

''Diodora'' kata Rias mengetahui siapa pria itu

''Siapa dia?'' tanya Luffy

''Dia adalah Diodora Astaroth yaitu salah satu Iblis bangsawan'' kata Rias menjelaskan

Luffy hanya mengangguk mengerti sedangkan Zoro terlihat menatap pria itu berpikir kalau dia bukanlah orang baik walaupun wajah nya itu terlihat ramah

''Ah akhirnya kita bertemu lagi, Asia'' kata Diodora yang kemudian menuju ke arah Asia

Asia terkaget melihat dia menuju kearah nya dan kemudian memegang tangan nya itu, Issei dan Sanji terlihat kesal melihat Diodora memegang tangan Asia seperti itu karena terlihat ada mau nya

''Hmmm ano aku masih tidak tahu siapa kau?'' tanya Asia

''Kalian saling mengenal?'' tanya Rias

''Ya, aku dan Asia bertemu dengan nya saat kami jalan-jalan'' kata Issei

Rias terlihat mengangguk mengerti.

''Oh maaf jika kau belum mengenalku, apakah kau ingat saat kau pernah menyelamatkan seorang lblis?'' tanya Diodora

Asia kemudian mencoba untuk mengingat itu dan kemudian ingat kalau dia pernah menyembuhkan Iblis yang terdampar di dunia manusia dan kemudian menyembuhkan nya

''Ya aku ingat'' kata Asia

''Aku adalah Iblis itu'' kata Diodora

''Apa?!'' kaget Asia yang kemudian menyadari wajah Iblis itu dan kemudian ingat sama persis dengan Iblis yang dia selamatkan dulu.

Luffy hanya terkaget dan kemudian tersenyum karena dia adalah Iblis yang di selamatkan oleh Asia, Sanji hanya merasa kagum mengetahui kalau Asia pernah menyelamatkan Iblis dengan hati yang sangat tulus.

''Oh begitu ya, aku bersykur kalau kau baik-baik saja'' kata Asia

''Kalau begitu salam kenal, nama ku Hyoudou Issei'' kata Issei terlihat mengarahkan lengan nya ke depan untuk memegang bahu Diodora

Diodora melihat ke tangan Issei dengan tatapan jijik dan kemudian terlihat mengepas kan nya, semua orang terlihat kaget melihat Diodora menghemaskan tangan Issei dengan merasa jijik

''Jangan pernah menyentuhku, kau Iblis rendahan'' kata Diodora dengan tatapan jijik

Issei yang mendengarnya terlihat kesal karena di panggil seperti itu, Luffy terlihat menatap ke arah Diodora dengan tatapan tajam mendengar perkataan nya itu, Zoro dan Sanji terlihat santai namun mereka memiliki rasa kesal juga, Lily hanya merasa kalau lelaki seperti ini yang dia benci yang tidak menghargai orang lain.

''Kau adalah Iblis rendahan dari makhluk bernama Manusia, kenapa orang mesum sepertimu memiliki kekuatan sang kaisar naga mereka. Sampah sepertimu sama sekali tidak pantas mendapatkan kekuatan itu, kau juga tidak pantas untuk Asia karena telah memperlakukan nya dengan mesum. Seharusnya kau tahu diri, dasar kau Iblis rend-''

Plak!

Kemudian terdengar suara tamparan yang sangat keras sekali, terlihat kalau Asia dengan wajah marah menampar pipi Diodora dengan sangat keras sekali. Semua orang terlihat kaget dengan apa yang di lakukan oleh Asia

''Jangan mengatakan hal jelek seperti itu kepada Issei-san, dia adalah orang yang sangat baik dari yang kau tahu'' kata Asia dengan marah

Issei terlihat kagum dengan Asia yang mengatakan sesuatu sepeti itu, Sanji tersenyum melihat Asia yang begitu berani mengatakan. Rias hanya terlihat kagum dengan peeraga nya itu yang begitu berani

Diodora terlihat memegang pipi nya dan kemudian tersenyum, dia kemudian berbalik dan kemudian berjalan di dekat pintu di depan mereka semua

''Rias Gremory, apakah kau mau menukarkan Bishop mu itu. Aku akan menukarkan nya dengan semua Pion ku'' kata Diodora

Issei terlihat marah mendengarnya karena berpikir kalau Asia seperti seorang benda yang seenaknya saja di tukar, begitu juga Sanji yang merasa kalau pria itu tidak memiliki rasa hormat kepada seorang wanita.

''Tidak, aku tidak akan menukarkan nya'' kata Rias dengan tegas

Issei tersenyum dengan perkataan dari Bucho nya itu, Asia terlihat senang juga. Luffy tersenyum mendengar perkataan dari Rias begitu juga Zoro dan Sanji, Sanji terlihat memandang Rias dengan tatapan love nya

''Benar-benar wanita yang tegas~'' kata Sanji dengan kegirangan

Rias hanya tersenyum mengatakan sesuatu seperti itu. Diodora terlihat mendecih mendengar perkataan dari Rias namun dia kemudian terlihat menatap ke arah Rias lagi.

''Kalau begitu sayang sekali'' kata Diodora dengan terlihat kecewa

Rias hanya berpikir untuk bisa mengalahkan pria di depan nya ini dalam Rating Game

''Jadi Diodora, apakah kau memiliki rencana untuk melawanku?'' tanya Rias

''Tentu saja, dan jika menang aku akan membawa Asia dengan ku'' kata Diodora dengan tersenyum melihat ke arah Asia

Asia terlihat hanya ketakutan di tatap oleh Diodora seperti itu, Issei terlihat melindungi Asia sehingga Asia terlihat merasa aman.

''Kalau begitu aku permisi'' kata Diodora yang kemudian terlihat menghilang dengan sihir teleportasi nya

Semua orang terlihat lega karena dia akhirnya pergi juga, mereka berpikir kalau akan ada kekacauan di tempat yang pastinya akan membuat semua murid dalam berbahaya.

''Apa-apaan orang itu?'' kesal Luffy

''Dia merasa terima kasih namun malah terlihat kurang ajar'' kata Sanji

''Ya begitulah kalau bangsawan yang terlalu tinggi drajatnya, mereka akan merasa jijik dengan orang di bawah mereka'' kata Rias

Rias kemudian terlihat berdiri dan kemudian menghadap ke arah mereka semua dengan tatapan tegas

''Kita akan melawan nya besok, jadi persiapkan diri kalian'' kata Rias kepada peerage nya

''Baik Bucho'' kata semua peerage Rias

Luffy merasa kalau dia ingin menonton pertarungan ini namun dia tidak tahu bagaimana cara nya. Rias melihat ke arah Luffy

''Aku akan mengatakan kepada kakak ku untuk membiarkan kalian menonton Rating Game ini'' kata Rias

Luffy yang mendengarnya terlihat tersenyum dengan senang karena dia bisa menonton pertandingan ini, Zoro dan Sanji juga terlihat senang melihat mereka bisa bertarung dengan Iblis sombong itu

SKIP TIME DI RUMAH AYANO

''Jadi kau akan menonton Rias dalam pertandingan Rating Game itu?'' tanya Ayano

''Benar sekali, aku akan menonton mereka'' kata Luffy

''Sungguh pertandingan yang aneh, aku tidak tahu kalau kaum Iblis memiliki hal seperti itu'' kata Amaterasu dengan santai

''Ya, kami di harus melakukan pertandingan itu untuk menjadi keluarga nomor satu di Underworld'' kata Rias

Amaterasu terlihat hanya mengangguk mengerti dengan kebudayaan mereka, Luffy terlihat makan bersama Lulu sekarang. Eveline sedang berbicara dengan mereka juga

''Jadi, apakah kau bisa menang, Rias?'' tanya Eveline

''Tenang saja, aku akan menang'' kata Rias dengan tegas dan penuh dengan semangat

Eveline terlihat hanya tersenyum saja, di belakang mereka terlihat Levanda sedang mencoba untuk memasak namun terlihat tangan bergetar saat ingin memotong sayuran.

''Ayolah, butuh berapa lama lagi untuk melihat mu momotong sayuran itu'' kata Lily dengan kesal melihat ke arah Levanda

''D-Diamlah, aku sedang f-fokus disini'' kata Levanda dengan gemetaran

''Apakah kau tidak pernah memasak sama sekali?'' tanya Reynare

''Semua masakan di buat oleh para pelayan, aku ingin belajar memasak akan tetapi ibu ku selalu melarangku. Dia mengatakan kalau itu tidak pantas bagi kaum bangsawan'' kata Levanda.

''Apa! itu sangat bodoh sekali. Memasak adalah kegiatan untuk wanita dan itu untuk menunjukan apakah dia bisa menjadi wanita yang baik untuk sang suami'' kata Kalawarner mendengar cerita Levanda

Levanda terlihat hanya kaku melihat pisau di tangan itu, dia merasa kalau pisau itu bisa melukai seseorang jika dia salah memotong sayuran sehingga dari tadi dia terlihat gemetaran.

Soniy hanya mendesah melihat Levanda, dia kemudian terlihat mencoba untuk membantu Levanda

''Aku akan membantu mu, pertama buat posisi sayur mudah untuk di potong'' kata Soniy terlihat mengajari Levanda

Levanda mengikuti ajaran dari Soniy dan kemudian berhasil memotong sayuran itu

''Baiklah saatnya untuk memasak'' kata Soniy

Levanda mengangguk mengerti dan kemudian terlihat mencoba memasak sayuran itu dengan arahan Soniy. Lily yang melihat mereka hanya mendesah karena ternyata rumah ini benar-benar sangat ramai sekali, dia bisa melihat Lulu sedang bermain dengan Mittelt, seorang yang belajar memasak, dan orang yang sedang berbicara tentang Iblis.

Lily merasa kalau ini benar-benar sangat ramai sekali akan tetapi dia menyukai nya karena ini membuat hati nya yang kosong menjadi penuh dengan sebuah tawa dari mereka semua.

''Hey Lily, coba kau cicipi masakan dari Levanda'' kata Reynare memberikan masakan Levanda kepada Lily

Lily yang melihat masakan Levanda merasa kalau masakan itu beracun karena ada hawa mengerikan dari masakan itu.

''Cepat makan'' kata Kalawarner

''Baiklah'' Lily kemudian mengambil sumpit dan kemudian terlihat mencicipi masakan Levanda itu

Levanda terlihat penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Lily nanti, Lily kemudian terlihat terbeku saat mencicipi masakan dari Levanda itu.

''Bagaimana? Apakah enak?'' tanya Reynare dengan tersenyum licik

''Sialan kalian! Ini sangat asin sekali'' kata Lily dengan mencoba untuk meminum air putih begitu banyak untuk mengilang rasa asin di lidah nya itu.

ketiga malaikat jatuh itu terlihat tertawa mendengar perkataan Lily dan terlihat dia merasa keasinan, Soniy kemudian melihat ke arah Levanda yang sedih karena masakan nya gagal

''Jangan bersedih, aku akan mengajari mu lagi nanti'' kata Soniy

Levanda terlihat senang sekali mendengarnya, Lily terlihat masih meminum air dengan banyak sekali namun terlihat rasa asin nya ternyata masih lengket di lidah nya.

Luffy dan yang lain nya di ujung terlihat tertawa melihat tingkah Lily yang di kerjai oleh ketiga malaikat jatuh itu

''Baiklah, saatnya untuk tidur'' kata Ayano memberitahu mereka semua

Para penghuni rumah kemudian terlihat mengangguk mengerti dan kemudian menuju ke kamar mereka masing-masing. Eveline terlihat memegang lengan kanan Luffy

''Aku akan tidur bersamamu, sayang'' kata Eveline

''Hey disini tidak di perbolehkan melakukan sesuatu seperti itu!'' kata Ayano

''Memangnya ada yang salah, kami sudah berkeluarga'' kata Eveline

Ayano terlihat terdiam dengan kesal karena tidak bisa menjawab perkataan dari Eveline, Rias yang melihat nya terlihat tidak bisa membiarkan itu.

''Jika dia tidur bersama Luffy maka aku juga'' kata Rias

''Kami juga!" teriak ketiga malaikat jatuh

Ayano terlihat mendesah pasrah melihat mereka semua yang memperebutkan Luffy, Luffy terlihat hanya bingung melihat mereka semua yang memperebutkan diri nya

Terlihat sekarang Luffy tidur di kasur yang sangat besar bersama para wanita di kasurnya, terlihat Luffy hanya bingung tidak bisa tidur melihat mereka memeluk dirinya itu.

''Tenang saja sayang, aku akan memuaskan mu malam ini'' kata Eveline dengan menggoda dan kemudian terlihat duduk di depan Luffy dengan mendudukinya.

Eveline kemudian menggunakan payudaranya menggesekan nya ke dada Luffy dengan perlahan-lahan, Rias terlihat tidak mau kalah. Dia kemudian terlihat menjilat dada Luffy membuatnya merasa enak.

Luffy hanya merasa aneh dengan mereka semua akan tetapi dia merasakan nikmat juga saat mereka melakukan itu, Kalawarner terlihat ada di belakang Luffy dengan memeluk dirinya. Kalawarner terlihat menghembus telinga Luffy sehingga Luffy terlihat merinding merasakan sensasi dingin di telinga nya, Reynare terlihat mencium leher Luffy membuatnya merasakan sensasi nikmat dengan bibir nya itu.

Luffy hanya bisa terdiam tidak melakukan apa-apa, Eveline kemudian terlihat mencium Luffy tepat di bibir nya dan kemudian memasukan lidah nya ke dalam bermain dengan lidah Luffy. Luffy hanya terlihat diam tidak melakukan apa-apa. Reynare terlihat mencium leher Luffy sehingga meninggalkan bercak merah di lehernya. Luffy kemudian merasakan kalau Kalawarner mengelus belakang nya dengan lembut, Rias kemudian terlihat kesal karena Eveline tidak berhenti mencium Luffy

''Hey aku juga mau'' kata Rias

Eveline kemudian terlihat berhenti berciuman dengan Luffy dan terlihat ada air liur mereka terlihat lengket satu sama lain.

''Aku membutuhkan udara'' kata Luffy terlihat sesak nafas

Namun Luffy terlihat tidak akan bisa menghidup udara karena Rias dengan cepat mencium nya sama dengan apa yang di lakukan oleh Eveline.

Mereka semua terlihat mencoba memuaskan Luffy dengan memberikan nya kenikmatan dunia yaitu wanita kepada Luffy yang sangat polos itu. Luffy terlihat cemberut karena dia tidak bisa tidur saat ini, padahal dia sangat mengatuk sekali.

''Aku mau tidur'' kata Luffy

''Tidak boleh, kau harus membuat kami puas karena kau sudah membuat kami jatuh cinta dengan mu, dan ini adalah hal yang di lakukan oleh raja juga'' kata Eveline dengan tersenyum

''Apa? itu sangat payah sekali'' kata Luffy dengan cemberut

Yang lain nya terlihat tidur bersama Ayano di kamar nya.

''Woah sepertinya sis sangat menyukai manusia itu'' kata Soniy

''Apakah kau juga ingin bergabung?'' tanya Lily

''Entahlah, mungkin saja. Bagaimana dengan mu?'' tanya Soniy dengan tersenyum menggoda

Lily terlihat hanya terdiam tidak mengatakan apa pun, dia kemudian tidur. Soniy hanya tersenyum melihat Lily yaitu seorang Succubus yang membenci pria, dia kemudian memutuskan untuk tidur juga sambil mendengarkan desahan mereka semua.

DI SEBUAH APERTEMEN

''Kenapa dengan mu?'' tanya seorang pria bernama Zoro yang melihat Sanji kesal di kasur nya sendiri

''Aku merasa kalau Luffy sedang melakukan sesuatu yang enak dengan para wanita di rumah nya'' kata Sanji dengan mata melotot tidak bisa tidur

Dia kemudian membayangkan ada seorang wanita dan mereka terlihat berpelukan satu sama lain, Zoro melihat Sanji yang terlihat sedang memeluk bantal guling di samping dengan dengan mesra sekali

Zoro hanya mendesah dan kemudian terlihat memutuskan untuk segera tidur juga, Zoro kemudian memejamkan mata nya

BERSAMBUNG


Akhir bab

Seperti yang ada di jalan cerita, mereka akan melakukan Rating Game dengan Diodora akan tetapi apakah Rating Game itu berjalan dengan baik

Aku juga membuat pertarungan kecil Vali dan kerja sama nya dengan Katakuri, dan seperti yang kalian lihat dia adalah orang yang bisa di handalkan di Khaos Brigade, kira-kira apa yang akan mereka lakukan berikutnya? Apakah mereka akan bertemu saat Issei mengamuk?

Aku membuat Luffy bemain dengan harem nya seperti yang kalian lihat dan aku juga memiliki rencana dengan Zoro yang memiliki janji dengan Kuina akan tetapi dia memiliki janji dengan seseorang di dunia ini juga, kira-kira siapa ya?

Seperti biasa terima kasih yang sudah baca dan review dan jangan lupa tinggalkan review

Sampai jumpa di bab berikut nya

Salam Author