Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


RATING GAME YANG TIDAK BERES

DI RUMAH AYANO

Terlihat Luffy selesai mandi, dia terlihat masih mengantuk sekali karena para wanita tadi malam tiba-tiba saja menggila ingin memperkosa nya. Luffy kemudian memakai pakaian nya dan kemudian bersiap-siap untuk turun ke bawah.

Luffy turun ke bawah dan kemudian melihat kalau Ayano dan yang lain nya sedang menyiapkan sarapan. Luffy pun terlihat senang sekali melihat banyak sekali makanan di atas meja, dia bisa melihat daging dan beberapa bauh-buahan.

''Kau akhirnya bangun juga, mortal. Apakah kau menang tadi malam?'' ejek Amaterasu melihat Luffy

Luffy hanya duduk di depan Amaterasu dan kemudian melihat nya

''Ya, sebenarnya mereka hanya mengelus dan menciumi ku saja'' kata Luffy dengan polos

''Ah aku kira kau melakukan hubungan lebih dari itu'' kata Amaterasu melihat heran laki-laki di depan nya ini

Ayano kemudian menyiapkan beberapa kursi dan piring untuk mereka semua yang ada di rumah itu, dia bersyukur karena ada Soniy yang membantunya dan juga Levanda walaupun sekarang dia terlihat kesulitan untuk mencuci piring.

Soniy menyiapkan sendok dan garpu sedangkan Levanda sekarang terlihat menyiapkan masakan nya lagi. Dia kemudian dengan bahagia menaruh masakan nya di atas meja berharap kalau mereka memakan masakan nya nanti. Tak lama kemudian datanglah para wanita yang terlihat memakai pakaian mereka masing-masing, dan mereka terlihat masih mengantuk

''Sudah bangun para wanita liar?'' tanya Ayano melihat mereka semua

''Ara Ayano, kau terlihat kesal?'' tanya Rias

''Tentu saja aku kesal karena kalian tadi malam ribut sekali, aku hampir tidak bisa tidur'' kata Ayano dengan kesal

''Seharusnya kau bergabung dengan kami tadi malam'' kata Eveline

''Tidak terima kasih, aku masih memiliki pemikiran wanita dewasa'' kata Ayano

''Dewasa? Kau sepertinya tidak tahu pasti tentang wanita dewasa itu, Ayano'' kata Eveline menggoda Ayano

Ayano terlihat hanya mendecih kesal dan kemudian duduk di kursi nya untuk segera sarapan dengan mereka semua, yang lain nya kemudian duduk di tempat mereka masing-masing dan mengambil piring mereka.

''Jadi, nanti malam kalian akan melakukan Rating Game nya?'' tanya Amaterasu

''Ya benar sekali'' jawab Rias

''Oh begitu, bolehkah aku menonton juga?'' tanya Amaterasu

Luffy kemudian melihat ke arah Amaterasu yang ingin sekali melihat pertandingan ini, Luffy terlihat merasa tidak masalah dengan itu akan tetapi apakah Rias akan mempersilahkan dia ikut.

''Hmmm aku rasa itu tidak masalah. Aku rasa kau boleh melihatnya dan lagian ini akan sangat menarik melihat makhluk kelas atas melihat pertandingan ini'' kata Rias dengan merasa tidak masalah.

''Terima kasih, aku merasa bosan sekali saat ini'' kata Amaterasu dengan santai sambil terlihat memakai sebuah daging dengan garpu nya

Lily terlihat hanya diam saja sambil memakan makanan nya, dia juga terlihat tidak bisa tadi karena tadi malam yang begitu berisik sekali. Lily kemudian melihat ada masakan yang membuatnya tertarik, dia kemudian diam-diam memakan masakan itu namun saat ada di lidahnya

''Uwaaaah! Asin!'' teriak Lily dengan terlihat keasinan di lidah nya.

Levanda menyadari kalau Lily sudah memakan masakan nya dan terlihat senang karena Lily sudah memakan nya

''Bagaimana rasa nya?'' tanya Levanda kepada Lily

Lily kemudian melihat ke arah Levanda dengan tatapan kesal karena malah bertanya masakan nya yang sudah pasti asin.

''Apakah kau tidak dengar tadi? Rasa nya sangat asin sekali, kenapa kau menaruh banyak sekali garam'' kata Lily dengan kesal sambil terlihat meminum air dengan sangat banyak sekali agar asin nya hilang.

''Aku kira juga aku memasukan banyak garam maka masakan ku akan enak'' kata Levanda

''Dari mana kau tahu itu, jelas-jelas itu tidak benar'' kata Lily

Levanda terlihat murung mendengar perkataan dari Lily tadi namun dia kemudian semangat lagi entah kenapa

''Aku akan membuat masakan yang enak!'' teriak Levanda dengan semangat yang membara

Lily melihat Levanda yang terlihat terbakar dengan api semangatnya sedangkan Eveline terlihat tersenyum melihat Levanda yang begitu semangat sekali.

Mereka sarapan dengan santai tanpa ada masalah besar dan tentu saja ada masalah kecil yaitu Luffy yang sekali lagi mencoba untuk mencuri makanan mereka semua.

Luffy dan yang lain nya kemudian terlihat bersiap-siap untuk segera pergi ke sekolah. Eveline sudah menyediakan beberapa bengkal untuk Luffy, Luffy kemudian heran melihat Lulu tidak ada

''Di mana Lulu?'' tanya Luffy

''Dia masih tidur, dia memiliki sifat sama sepertimu'' kata Eveline

Luffy terlihat hanya tertawa saja mendengar perkataan dari Eveline, Luffy kemudian menerima bekal Eveline dan kemudian tersenyum ke arah Eveline

''Terima kasih'' kata Luffy

''Sama-sama sayang~'' kata Eveline dengan romantis.

Rias dan para wanita lain nya hanya mendesah melihat mereka berdua yang seperti sepasang suami istri saja namun mereka terlihat merasa tidak menyerah dan malah semakin semangat memperebutkan Luffy dan menguasai hati nya.

''Kami pergi dulu'' kata Luffy

Luffy, Rias, dan Ayano kemudian pergi ke luar untuk segera menuju ke sekolah, Eveline hanya mendesah pasrah melihat mereka semua akhirnya pergi. Soniy dan Levanda terlihat membersihkan bekas sarapan mereka tadi, mereka melihat Amaterasu yang memakai baju kimono nya dan terlihat ingin pergi

''Kau mau kemana?'' tanya Soniy

''Aku akan jalan-jalan, aku merasa bosan disini'' kata Amaterasu yang kemudian berjalan pergi

Dia pun keluar rumah dan terlihat berjalan ke tempat yang sama yang di lalui oleh Luffy dan yang lain nya. Eveline hanya heran melihat dia keluar

''Mau kemana dia?'' tanya Eveline

''Dia mengatakan kalau dia mau jalan-jalan, dia merasa bosan disini'' kata Soniy yang terlihat sekarang mengeringkan piring-piring dan gelas

Eveline mengangguk mengerti dan kemudian berpikir kalau dia tidak akan melakukan sesuatu yang bermasalah nanti yang akan membuat situasi menjadi sangat gawat

Amaterasu terlihat berjalan-jalan di kota ini dan melihat banyak sekali penduduk, dia melihat kalau bangsa manusia benar-benar memiliki kemajuan yang sangat pesat sekali dari yang dulu nya, Mereka sekarang terlihat menggunakan ilmu pengetahuan untuk menutupi kelemahan mereka dan akhirnya mereka berhasil

Mereka menciptakan senjata, perlindungan dan beberapa hal sosial lain nya, Amaterasu melihat kalau ada sekolah di depan nya. Dia kemudian berpikir kalau itu adalah sekolah yang Luffy dan lain nya berada, yaitu sekolah Kouh. Amaterasu kemudian memutuskan untuk ke sekolah itu untuk melihat bagaimana sekolah itu

Di dalam sekolah terlihat ada Luffy, Zoro dan Sanji sedang berjalan bersama-sama. Mereka terlihat sedang menuju ke ruangan club ORC akan tetapi terlihat kalau Sanji malah menuju ke tempat ruang ganti wanita.

''Mau kemana kau?'' tanya Zoro

''Kau pasti sudah tahu'' kata Sanji dengan wajah mesum nya yang kemudian dia pun berlari lagi dengan sangat cepat sekali

Luffy hanya tertawa sedangkan Zoro terlihat terbengong melihat Sanji yang berlari dengan sangat cepat sekali untuk mengintip para wanita yang sedang mengganti baju. Luffy dan Zoro pun melanjutkan kembali perjalanan mereka

Sanji sekarang terlihat berlari dengan sangat cepat sekali namun dia kemudian berhenti memikirkan sesuatu

''Bagaimana cara nya aku bisa melihat mereka semua?'' tanya Sanji dengan rasa penasaran

Sanji kemudian berpikir untuk mengintip mereka dengan mencari jendela di tempat mereka berada, Sanji mencari jendela itu dan kemudian melihat nya di balik semak-semak. Sanji ingin kesana akan tetapi dia melihat kalau ada tiga orang di sana yang sepertinya sedang mengintip juga

Sanji kemudian dengan perlahan-lahan berjalan untuk melihat mereka dan kemudian mengetahui salah satu dari mereka, salah satu nya adalah Issei yang terlihat memakai wajah mesum nya sambil sedang mengintip, dia terlihat bersama kedua teman nya

''Hey kalian!'' panggil Sanji

Mereka bertiga kemudian terlihat kaget dan kemudian ketakutan, mereka berbalik untuk melihat siapa yang memanggil mereka dan berharap kalau mereka tidak ketahuan. Issei terlihat tenagn karena mengenal orang itu

''Sanji-san, sedang apa kau disini?'' tanya Issei

''Justru aku yang bertanya seperti itu, sedang apa kau disini?'' tanya Sanji

''Sssstt jangan berisik, nanti para wanita dengar kalau kita sedang mengintip'' kata Motohama

''Tunggu, wanita? Apakah mereka sudah mengganti pakaian mereka?'' tanya Sanji

''Mereka masih mengganti pakaian mereka'' kata Matsuda

''Kalau begitu minggir kalian, aku mau lihat'' kata Sanji

Sanji kemudian melihat ke dalam jendela dan kemudian melihat kalau ada para wanita yang sedang menggangi pakaian mereka, dia melihat kalau ada Koneko, Asia, Xenovia dan Irina yang ada di dalam, bahkan masih banyak lagi para wanita lain nya disitu.

Sanji terlihat senang sekali melihat ini dan kemudian tersenyum dengan mesum, ketiga trio mesum juga terlihat tidak mau kalah, mereka juga ingin melihat yang ada di dalam ruangan ganti itu.

Asia terlihat memakai pakaian dalam berwarna pink dan terlihat senang sekali melihat pakaian dalam nya, tak lama kemudian datanglah Aika dari belakang Asia dan kemudian memeluknya dari belakang dan memegang payudara Asia

''Kyaaaa!'' teriak Asia

''Ara sepertinya punyamu semakin besar saja, Asia-chan'' kata Aika dengan tersenyum

''Aika-san, apa yang kau lakukan?'' tanya Asia yang berhasil membebaskan dirinya dari Aika

''Hehehe aku hanya mengukur ukuranmu saja, aku ingin melihat apakah ukuran mu semakin besar atau tidak'' kata Aika dengan tersenyum

Xenovia dan Irina mendengarkan pembicaraan mereka dan kemudian tersenyum

''Hehehe, sepertinya kau kurang bekerja keras, Asia. Kau lihatlah tubuhku yang sehat ini'' kata Irina terlihat menyombongkan dirinya

Asia terlihat cemburu melihat kalau ukuran payudara Irina terlihat di atas rata-rata dan dia memiliki tubuh langsing dan juga memiliki kulit putih karena dia sekarang adalah Malaikat. Xenovia terlihat hanya mendesah melihat sahabatnya itu yang sekarang bangga sekali dengan tubuhnya

Xenovia kemudian melihat tubuhnya sendiri dan berpikir apakah tubuhnya sudah di bilang seksi untutk Zoro. Saat dia menggoda Zoro, Zoro selalu saja terlihat tidak peduli sama sekali dengan dirinya. Dia terlihat sedih karena tidak berhasil mendapatkan perhatian Zoro

''Xenovia, apakah kau tidak apa-apa? Apakah kau sedang memikirkan sesuatu?'' tanya Irina melihat Xenovia

Xenovia kemudian tersadar dari lamunan nya

''Ah? Oh aku tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu'' kata Xenovia

''Apakah kau sedang memikirkan Zoro?'' tanya Irina dengan menggoda

Xenovia kemudian terlihat kaget mendengarnya karena perkataan dari Irina benar sekali, dia sedang memikirkan Zoro. Semua wanita kemudian terlihat tertarik dengan perkataan dari Irina tadi

Xenovia kemudian terlihat kaget melihat semua wanita tiba-tiba saja mendekatinya, dia bingung melihat mereka semua.

''Oh jadi kau suka dengan pria keras kepala itu ya?'' tanya Aika dengan tertarik

''Ano hmmmm aku'' terlihat Xenovia bingung

''Hahaha tenang saja Xenovia, hampir semua gadis di sekolah ini juga sama sepertimu'' kata Irina

Xenovia kemudian bingung mendengar perkataan dari Irina

''Sebenarnya banyak sekali menyukai pria dingin itu'' kata Aika

''Apa?'' Xenovia terlihat kaget

''Ya seperti itulah, Zoro yang di sebut sebagai monster dari para pria ternyata adalah pria yang cukup baik juga dengan para wanita, dia terkadang membantu para wanita walaupun itu dia terpaksa. Dia suka membawa dokumen dan juga terlihat pernah menyelamatkan wanita di sekolah ini dari penjahat mesum saat di luar sekolah'' kata Aika yang terlihat tersenyum sambil menceritakan semua itu

Xenovia terlihat hanya senang mendengar kalau Zoro ternyata masih memiliki perasaan lembut kepada para wanita walaupun dia menyembunyikan nya.

''Dia memang dingin ataupun seseorang yang tidak mau bergaul dengan orang lain namun sebenarnya dia adalah pria baik'' kata Irina melihat Xenovia

Xenovia terlihat tersenyum mendengar perkataan dari mereka berdua, dia sekarang terlihat bersemangat sekali lagi untuk mendapatkan perhatian Zoro.

''Dan sepertinya kau akan banyak pesaing, Xenovia'' kata Irina

Xenovia terlihat tidak peduli, dia sekarang benar-benar begitu semangat sekali untuk mendapatkan perhatian Zoro.

Kembali ke keempat pria mesum yang sedang mendengarkan pembicaraan para wanita tadi, Sanji terlihat berhenti mengintip dan kemudian berbalik dan kemudian mengambil salah satu rokok nya sambil melihat langit

''Kau memang selalu saja seperti itu, marimo'' kata Sanji dengan menghisap rokok nya

Para wanita di dalam kemudian melihat kalau ada asap rokok tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan mereka, mereka kemudian melihat asal dari asap rokok itu yang ternyata dari berasal dari jendela, Issei dan kedua teman nya kemudian kaget melihat kalau para wanita sepertinya menyadari mereka

Kemudian tiba-tiba saja jendela pun terbuka dan terlihat para wanita yang membuka jendela itu dan melihat mereka berempat, Sanji, Issei dan kedua sahabatnya itu terlihat kaget melihat kalau mereka akhirnya tertangkap basah.

''Ternyata perasaanku dari tadi benar, kita ternyata sedang di intip'' kata Koneko melihat mereka

''Dasar sialan kalian para pria mesum'' kata salah satu wanita yang ternyata adalah salah satu club kendo

Mereka kemudian mengambil pedang kayu mereka dan kemudian dengan cepat mengejak ke empat pria itu dengan sangat cepat sekali. Sanji kemudian berlari dengan sangat cepat sekali sehingga membuat kaget Issei dan kedua sahabatnya itu

''Woah Sanji-san larinya cepat sekali'' kata Issei

''Dia sepertinya sudah terbiasa untuk lari'' kata Matsuda

Sanji terlihat berlari dengan sangat cepat sekali berharap kalau para wanita tidak menangkapnya namun dia kaget melihat kalau Koneko terlihat berlari dengan sangat cepat juga. Sanji menyadari kalau Koneko adalah Iblis sehingga larinya cepat di tambah dia juga seorang Yokai

''Rasakan ini'' kata Koneko dengan wajah datarnya namun ada rasa kesal di wajah nya itu

Sanji pun di tendang dari belakang dan kemudian dia pun terjatuh ke bawah namun terlihat dia malah senang karena di tendang oleh Koneko

''Koneko-chuaaan~ ayo tendang lagi aku'' kata Sanji yang terlihat terjatuh tapi malah memohon

Para wanita club kendo kemudian menghajar Sanji dengan pedang kayu mereka begitu juga dengan Issei dan kedua sahabatnya yang tertangkap, Issei dan kedua sahabatnya terlihat kesakitan akan tetapi Sanji malah kesenangan melihat kalau mereka masih memakai pakaian terbuka sehingga dia bisa melihat tubuh mereka

Koneko yang menyadari kalau dirinya masih memakai pakaian dalam kemudian menginjak-injak Sanji dengan kesal walaupun wajah nya masih terlihat tidak memiliki emosi sama sekali.

Terlihat sekarang dengan Luffy dan Zoro yang sekarang terlihat berjalan ke ruang klub ORC, mereka pun sampai dan kemudian masuk ke dalam ruangan, Akeno dengan biasa mempersilahkan mereka masuk ke dalam. Luffy duduk bersama Zoro dengan bersampingan

''Jadi apakah kalian sudah bersiap-siap, Rias?'' tanya Luffy kepada mereka

''Ya begitulah Luffy, aku dan peerage ku sudah bersiap-siap untuk sesuatu yang akan terjadi nanti'' kata Rias

Luffy hanya tersenyum dan tertawa dengan tawa khasnya, Rias terlihat heran mendengar ada keributan di luar

''Kenapa di luar sangat ribut sekali?'' tanya Rias

''Aku rasa itu si koki mesum, dia sedang mengintip para wanita dan sepertinya dia ketahuan'' kata Zoro dengan santai

Rias hanya tertawa kaku mendengarnya kecuali Akeno yang terlihat tersenyum berpikir kalau Sanji akan baik-baik saja karena dia sepertinya adalah orang yang kuat. Rias terlihat sedang mengurus sebuah berkas di atas mejanya yaitu pekerjaan sekolah, dia benar-benar sangat kesulitan melakukan pekerjaan sekolah dan persiapan untuk Rating Game nanti

Rias kemudian terlihat mulai mengerjakan dokumen itu, Akeno kemudian menyediakan teh untuk bucho nya agar dia bisa lebih santai dalam mengerjakan tugasnya. Akeno juga menyediakan teh untuk Luffy dan Zoro dan seperti biasa Luffy dan Zoro meminum teh itu karena memang teh itu sangatlah enak.

''Tehmu benar-benar enak seperti biasa nya, Akeno'' puji Luffy

''Terima kasih Luffy-kun, aku sangat senang mendengarnya'' kata Akeno dengan senang mendengar pujian Luffy

Zoro kemudian melihat kalau sepertinya di ruangan ini hanya ada Rias dan Akeno, dia berpikir kalau perempuan lain nya sepertinya sedang menghajar Issei dan Sanji di luar namun dia merasa penasaran dengan peerage baru Rias

''Rias, kemana peerage barumu?'' tanya Zoro

''Oh maksudmu Rossweisse, dia menjadi guru di sekolah ini. Tidak mungkin dia menjadi murid dengan tubuh wanita dewasa seperti itu'' kata Rias memberitahu

Zoro terlihat mengangguk mengerti, Akeno juga terlihat menyediakan cemilan untuk Luffy. Luffy terlihat senang sekali dan kemudian memakan cemilan itu, Akeno hanya tersenyum melihat Luffy memakan cemilan Akeno, dia berpikir apakah Koneko akan menghajar Luffy nanti karena sudah memakan cemilan nya.

Kemudian Rias, Akeno, Luffy dan Zoro kemudian merasakan ada orang baru yang baru masuk di sekolah ini, Rias dan Akeno menyadarinya dengan sihir mereka merasakan ada orang dengan sihir yang sangat kuat masuk ke dalam sekolah sedangkan Luffy dan Zoro merasakan nya dengan haki mereka.

''Luffy, Zoro, kalian merasakan nya kan?'' tanya Rias

''Ya, aku merasakan nya'' kata Luffy dan Zoro secara bersamaan

Rias terlihat melihat ke arah jendela untuk melihat siapa yang barusan datang, dia berharap kalau dia bukanlah musuh yang akan menyerang sekolah ini yang masih ada para murid.

''Kalian merasakanku ya, kalian benar-benar hebat''

Rias dan yang lain nya kemudian melihat ke belakang mereka dan kemudian kaget karena ada wanita yang memakai kimono disitu, Zoro terlihat bersiap-siap mengeluarkan pedangnya dan Akeno terlihat bersiap-siap dengan sihir nya untuk menyerang wanita itu.

''Tenang kalian berdua, dia bukanlah musuh'' kata Rias

Zoro dan Akeno terlihat tenang walaupun mereka masih waspada, Rias dan Luffy melihat wanita di depan mereka ini dan mengenalinya

''Kenapa kau disini, Dewi matahari?'' tanya Rias

''Aku hanya ingin jalan-jalan, dan aku memutuskan untuk menunggu permainan yang bernama Rating Game itu dimulai disini'' kata Amaterasu dengan santai

''Bagaimana kau bisa begitu cepat ada disini?'' tanya Zoro

''Oh itu, aku adalah Dewi matahari, aku memiliki kecepatan cahaya kau tahu'' kata Amaterasu dengan tersenyum memamerkan kekuatan nya.

Itu mengingatkan Luffy dan Zoro kepada salah satu admiral yang memakan buah Iblis cahaya dan memiliki kekuatan cahaya.

''Ha sepertinya sang Dewi memamerkan kekuatan nya'' kata Rias melihat Amaterasu

Amaterasu tersenyum dan kemudian melihat ke arah Akeno, Akeno kaget melihat siapa yang ada di depan nya ini. Dia adalah Amaterasu sang Dewi yang di puja oleh para penganut Shinto, dan ibu nya adalah salah satu pendeta yang selalu memuja Dewi ini.

''Maafkan kelancangan saya'' kata Akeno meminta maaf

''Jangan terlalu merasa canggung seperti itu, aku sudah mengetahui dirimu dari wanita rambut merah itu. Aku meminta maaf karena ibu mu, aku tidak bisa menolongnya'' kata Amaterasu

''Tidak apa-apa, mungkin itu adalah takdirnya'' kata Akeno tersenyum dengan tulus

Amaterasu hanya membalas senyuman dari Akeno, dia kemudian terlihat berjalan dan kemudian duduk di depan Luffy dan Zoro. Luffy dan Zoro melihat pakaian Amaterasu yang terlihat memakai kimono putih dengan ada nya warna merah, dia terlihat memiliki ikat pinggang dengan ada nya lonceng kuning, dan dia terlihat memiliki hiasan seperti selendang di lehernya.

Rias hanya mendesah membiarkan dia melakukan apa yang dia mau karena dia adalah seorang Dewi, dia kemudian terlihat memakan cemilan bersama Luffy

''Jadi, aku ingin bertanya satu lagi?'' tanya Amaterasu kepada Rias

''Apa itu?'' tanya Rias

''Apakah kalian membunuh satu sama lain di Rating Game ini?'' tanya Amaterasu

''Tidak, tentu saja tidak, kami tidak membunuh. Kami hanya mengalahkan musuh sampai dia tidak bisa melawan lagi atau mereka menggunakan sihir khusus yang membuat mereka keluar dari pertandingan saat mereka sudah sangat parah'' kata Rias memperjelas

''Oh begitu, itu bagus. Sepertinya kalian bukanlah bangsa bar bar'' kata Amaterasu terlihat memakan cemilan kentang

Rias terlihat merasa terganggu dengan perkataan dari Amaterasu yang mengatakan kalau mereka bukan bangsa bar bar.

''Sebenarnya apa yang terjadi dengan dunia ini? Kenapa kita saling bermusuhan?'' tanya Rias

Amaterasu memakan keripik kentangnya dan kemudian melihat ke arah Rias.

''Kita bermusuhan sejak lama sekali sebelum kau lahir. Malaikat, Manusia, Yokai, dan beberapa makhluk lain nya di ciptakan oleh tuhan kalian namun kami berbeda'' kata Amaterasu terlihat tersenyum sambil memberitahu Rias

Rias terlihat tertarik dengan apa yang akan di ceritakan oleh Amaterasu yang sepertinya memiliki informasi yang sangat penting sekali.

''Kami tercipta sendiri karena suatu kejadian dan kalian bisa lihat kami memiliki kekuatan sihir besar, abadi dalam umur dan tentu saja memiliki pemikiran bijak walaupun tidak semua Dewa di dunia ini yang memilikinya, namun ada Dewa yang tercipta dari tempat yang jauh dari sini'' kata Amaterasu

''Maksudmu tidak dari bumi?'' tanya Rias

''Yup seperti itulah'' kata Amaterasu

''Itu menarik'' kata Rias

''Dewa pun memimpin di beberapa wilayah namun tidak semua memimpin wilayah mereka dengan bijak, ada beberapa Ras yang tidak mempercayai para Dewa dan Dewi karena mereka hanya memikirkan kemauan mereka. Para Ras kemudian melakukan perang satu sama lain menentukan siapa yang kuat dan siapa yang kalah dan tentu saja Manusia yang paling menderita di peperangan ini, hingga akhirnya satu Manusia yang memiliki kekuatan dan keunikan yang hebat berhasil membuat Manusia bertahan'' kata Amaterasu

Luffy dan Zoro benar-benar sangat tertarik dengan cerita ini begitu juga Rias dan Akeno yang tidak terlalu tahu dengan sejarah dunia ini.

''Woah itu sangat hebat'' kata Luffy

''Ya begitulah, semoga itu membantu'' kata Amaterasu dengan terlihat memakan keripik kentang nya lagi dengan santai.

Rias terlihat berterima kasih dengan informasi yang di beri tahu oleh Amaterasu walaupun dia masih penasaran dengan kelanjutan nya. Rias kemudian sekarang berpikir untuk bagaimana cara untuk mengalahkan Diodora nanti nya di Rating Game

Mereka terlihat berbicara satu sama lain sehingga mereka tidak tahu kalau hari sudah malam, Luffy dan Zoro memutuskan untuk pulang dulu dan kembali nanti. Rias terlihat mengangguk mengerti, dia sekarang sedang menunggu yang lain nya bersama Amaterasu yang masih bersantai di sofa Rias

''Ini sudah sore, kenapa kau tidak pulang?'' tanya Rias kepada Amaterasu

''Aku disini saja, aku merasa bosan di rumah karena mereka selalu saja berisik memperebutkan Manusia itu, aku heran kenapa kalian menginginkan dia?'' tanya Amaterasu dengan santai

''Kau sama sekali tidak mengerti dengan Luffy, aku menyukai nya bukan karena dia kuat atau pun wajah nya yang terlihat tampan tapi aku menyukai nya karena dia pria yang bodoh namun sangat mengerti dengan wanita'' kata Rias

''Dia? Mengerti dengan wanita?Pria bodoh itu?'' heran Amaterasu mendengar perkataan dari Rias tadi.

Rias hanya tersenyum melihat Amaterasu terlihat tidak percaya dengan perkataan nya namun yang pasti dia sangat percaya dengan perkataan nya, Amaterasu terlihat hanya mendesah pasrah sama sekali tidak mengerti dengan pemikirkan Rias

Di rumah Ayano terlihat Luffy sedang mandi untuk bersiap-siap menonton Rias dan yang lain nya dalam melakukan Rating Game, dia berpikir apakah yang bernama Diodora itu. Luffy kemudian siap mandi dan kemudian memakai pakaian nya, dia memakai pakaian kaos oblong berwarna putih dan celana pendek seperti biasa nya. Luffy kemudian keluar untuk segera makan dulu sebelum kembali ke sekolah.

Ayano sudah menyiapkan makanan untuk Luffy agar dia tidak kelaparan nanti, dia terlihat menatap ke arah Lily karena tidak bersekolah tadi.

''Lily, kenapa kau tadi tidak sekolah?'' kata Ayano menyadari kalau Lily tadi tidak bersekolah

''Aku tidak bersekolah lagi, sekolah itu hanya membuatku bosan'' kata Lily dengan santai

''Jangan seperti itu, sekolah itu penting'' kata Ayano

Lily terlihat tidak memperdulikan perkataan dari Ayano, Ayano terlihat mendesah pasrah melihat sifat Lily itu. Eveline kemudian melihat ke arah Lily

''Jangan seperti itu Lily, kau harus bersekolah'' kata Eveline

Lily sekarang terlihat mendesah pasrah mendengar kalau nyonyanya yang berkata seperti itu

''Baiklah, aku mengerti'' kata Lily dengan cemberut

Ayano dan Eveline terlihat tersenyum dengan senang mendengar perkataan Lily yang akhirnya mau bersekolah juga walaupun dia benar-benar tidak mau bersekolah. Luffy pun selesai sarapan dan terlihat bersiap-siap untuk segera menuju ke sekolah.

''Papa, bolehkah aku ikut?'' tanya Lulu yang ingin ikut

''Oh boleh'' kata Luffy

Lulu kemudian terlihat tersenyum dengan senang mendengarnya, dia ingin sekali bersama ayah nya.

''Baiklah, namun kalian harus hati-hati ya'' kata Eveline

''Baiklah'' kata Luffy dan Lulu

Mereka berdua kemudian terlihat berjalan keluar dan kemudian menuju ke sekolah, Eveline terlihat berharap kalau mereka tidak apa-apa.

Kembali ke sekolah terlihat Rias sedang mandi di kamar mandi nya, Amaterasu tidak tahu kalau ruangan ini ternyata memiliki kamar mandi. Rias kemudian terlihat keluar dari kamar mandi dan kemudian berjalan mengambil handuk nya

Amaterasu memerhatikan tubuh Rias itu dan kemudian mengangguk mengerti, Rias heran melihat Amaterasu melihat tubuhnya. Rias kemudian terlihat menutupi tubuh nya merasa malu

''Kenapa kau?'' tanya Amaterasu

''Kenapa kau menatapku seperti itu? Apakah kau penyuka sesama wanita?'' tanya Rias

''Tentu saja tidak bodoh, aku melihat nya karena ternyata kau memiliki tubuh yang bagus sebagai seorang wanita'' kata Amaterasu

Rias terlihat tersenyum mendengarnya, dia kemudian mengambil handuk dan kemudian mengelap tubuhnya dengan handuk, Amaterasu hanya merasa kalau dia memiliki payudara lebih besar dari pada dirinya sendiri. Rias kemudian memakai pakaian nya seperti biasa dan kemudian terlihat mengeringkan rambutnya.

Tak lama kemudian datanglah Issei dan para peerage nya dan terlihat mereka bersama Luffy, Lulu, Zoro dan Sanji yang sepertinya sedang bersiap-siap, Luffy terlihat menggendong Lulu di bahu nya. Sanji melihat wanita baru di ruangan itu, dia terlihat memakai kimono, berambut hitam, bermata merah, dan terlihat menatapnya dengan tatapan heran melihat dirinya. Sanji dengan cepat menuju ke arah Amaterasu dan kemudian mencium tangan nya, Amaterasu terlihat heran dengan apa yang di lakukan oleh Sanji ini

''Selamat malam madam, apa yang anda lakukan disini?'' tanya Sanji dengan sopan

''Siapa dia?'' tanya Amaterasu heran melihat Sanji

''Dia Sanji, teman nya Luffy'' kata Rias

Amaterasu hanya heran melihat pria di depan nya ini menatapnya dengan kesenangan dan terlihat menari dengan aneh di depan nya. Luffy hanya tertawa sedangkan Zoro hanya cemberut melihat sifat Sanji itu

''Baiklah semuanya, bersiap-siaplah'' kata Rias

Issei dan para peerage Rias lain nya terlihat bersiap-siap untuk segera memulai Rating Game, mereka kemudian terlihat menunggu beberapa menit untuk melihat apakah sihir teleportnya akan muncul. Tak lama kemudian muncul lah sihir teleport

''Ayo semua nya'' kata Rias

Kemudian masuk ke dalam sihir teleport itu untuk segera memulai pertandingan Rating Game nya, Luffy terlihat begitu bersemangat sekali seperti biasa sedangkan Amaterasu terlihat memerhatikan sihir teleport Iblis ini

Mereka kemudian sampai di tempat yang memiliki bebatuan yang sangat banyak sekali, mereka juga melihat ada bangunan yang cukup besar di depan mereka. Mereka mengira kalau tempat itu adalah tempat untuk mereka bertarung nya nanti

''Ayo'' kata Rias

Saat mereka ingin jalan tiba-tiba saja muncul sihir teleport yang sangat banyak sekali di sekitar mereka

''Apa ini?'' kaget Rias

''Itu bukan sihir teleport Astaroth'' kata Akeno menyadari nya

Mereka kemudian melihat muncul lah banyak sekali Iblis di sekitar mereka dan mengepung mereka

''Wah sepertinya kalian akan kesulitan dalam memenangkan game ini'' kata Luffy terlihat tidak tahu apa yang terjadi

''Sepertinya kau salah, Luffy'' kata Zoro mengetahui sesuatu. Zoro terlihat bersiap-siap menarik pedangnya jika ada sesuatu yang buruk.

Luffy terlihat heran mendengar perkataan dari Zoro, Luffy kemudian melihat ke arah Rias dan sepertinya dia merasa sedang memikirkan sesuatu yang tidak beres tentang ini

''Ara, apakah ini salah satu permainan game?'' tanya Amaterasu

''Tidak, ini bukanlah pertandingan nya. Sepertinya Diodora sedang melakukan sesuatu yang buruk'' kata Rias melihat semua Iblis itu yang terlihat akan mengeluarkan sihir mereka untuk menyerang Luffy dan yang lain nya

BERSAMBUNG


Akhir bab

Maaf kalau bab ini agak membosankan, bab ini adalah pembukaan Rating Game Rias dan Diodora

Sekarang kita akan membalas beberapa Review

Hyaenodon: Mungkin saja, Sanji adalah orang yang bisa membuat wanita berubah. Namun sepertinya para fraksi pahlawan tidak akan berubah karena mereka memiliki ego yang besar.

Arif: Untuk kali ini belum ada pertarungan, tunggu di bab berikutnya ya :V

Ale: Interesante, debe haber sorprendido a todos al ver que la persona que entrenó a Luffy estaba aquí, eso podría ser bastante bueno. Lo pensaré

Pain Overture: Tentu saja, Luffy disini sudah melewati Arc Big Mom

DamViBritannia: Terima kasih sudah mengingatkan, saya juga memiliki kesalahan karena harus memikirkan kehidupan di dunia nyata namun aku akan selalu membuat Fanfic jika tidak terjadi apa-apa :V Dan akan saya usahkan pertarungan nya lebih hebat

Terima kasih yang sudah baca dan Review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review

Salam Author