Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi
warning :Non Canon, dll
AURA RAJA
''Diable Jambe: Flambage Shot!''
Terlihat kalau ada seorang pria pirang sedang menendang salah satu Iblis dan kemudian terlihat dia terpental dengan sangat jauh sekali.
Terlihat pria itu adalah Sanji yang sepertinya sudah mengalahkan banyak sekali Iblis yang terlihat di belakangnya, Sanji terlihat mengeluarkan rokok nya dan kemudian menyalakan nya, dia kemudian melihat ke tempat lain yaitu tempat kakek tua yang terlihat sudah mengalahkan beberapa Iblis juga.
''Woah, kau cukup kuat juga, pak tua'' puji Sanji melihat Odin
''Hahahaha kau memang masih muda namun bukan berarti aku akan kalah dengan mu'' kata Odin dengan tertawa
Kemudian terlihat tiba-tiba saja muncul sebuah lingkaran sihir dan terlihat muncul seseorang, dia adalah pria yang memakai pakaian hitam, berambut hitam panjang, dan terlihat berkulit pucat. Dia terlihat menatap ke depan dengan tatapan
''Siapa dia?'' tanya Sanji melihat pria itu
''Dia sepertinya adalah salah satu Iblis'' kata Odin melihat pria itu
''Ya aku sudah tahu itu'' kata Sanji yang sudah tahu akan hal itu pastinya
Pria itu kemudian melihat ke arah Sanji dan juga Odin, dia menatap mereka berdua dengan tatapan tajam.
''Hmmm sudah kuduga ada beberapa makhluk yang mengganggu rencana ini'' kata pria itu dengan tatapan tajam
''Dan siapa kau ini?'' tanya Sanji
''Aku? Baiklah akan ku perkenalkan nama ku, aku adalah keturunan asli dari Old Devil, Creuserey Asmedeus'' kata pria itu dengan tersenyum dengan puas memperkenalkan dirinya
Sanji terlihat hanya terdiam tidak terlalu mengerti dengan dunia ini, dia sama sekali tidak mengerti dengan keluarga Iblis ataupun bangsa Iblis lain nya
''Apakah kau mengenalnya, pak tua?'' tanya Sanji kepada Odin
''Tidak, aku juga baru di tempat ini'' jawab Odin yang mengatakan kalau dia masih baru disini
''Jadi bisakah, kau ceritakan kenapa kau disini?'' tanya Sanji dengan santai
Sanji merasakan ada serangan di belakangnya, Sanji kemudian dengan cepat menghindari serangan itu dan kemudian menendang Iblis penyerang itu. Iblis itu kemudian terlihat terpental ke belakang.
''Hmm kau hebat juga Manusia, aku tidak tahu kalau ada Manusia seperti mu'' kata Creuserey dengan
''Cih aku tidak memperlukan pujian mu'' kata Sanji
Creuserey terlihat kesal melihat gaya bicara Sanji yang terlihat santai dan dingin kepadanya, dia kemudian marah dan melemparkan beberapa serangan sihir kepada Sanji. Sanji yang melihat nya kemudian terlihat menghindari semua serangan itu dan kemudian muncul dengan sangat cepat sekali di depan Creuserey, Creuserey dan Odin kaget melihat kecepatan Sanji
''Cepat sekali'' kata Odin
Sanji kemudian menendang Creuserey dengan begitu cepat dan juga kuat, Creuserey terpental ke belakang dengan sangat cepat sekali. Sanji mendarat ke tanah dengan santai lalu tersenyum sambil mengeluarkan asap rokok nya di mulutnya
''Woah anak muda, kau cepat sekali. Aku rasa kaki mu itu di latih dengan begitu kuat'' kata Odin memuji Sanji
''Ya seperti itu lah, aku melatih kakiku ini begitu keras, kau bahkan tidak akan mau mendengar ceritaku ini'' kata Sanji
Creuserey terlihat berdiri dan marah melihat Sanji, dia kemudian terlihat menembakan banyak sihir untuk menyerang Sanji, Sanji terlihat hanya menghindari semua serangan itu dengan gerakan kaki nya yang cepat itu, Sanji kemudian terlihat memutarkan dirinya dan terlihat kaki berapi
''Woah apa itu?'' kaget Odin
Sanji kemudian terlihat bersiap-siap menyerang Creuserey
''Diable Jambe: Collier Strike!'' teriak Snaji menyerang tetap di lehernya dan terlihat terpental ke belakang dengan sangat cepat sekali
Sanji mendarat seperti biasa nya sambil memegang rokok nya dan mengeluarkan asap rokoknya dari mulutnya
''Cih menyebalkan'' kata Sanji melihat Creuserey
Creuserey terlihat tidak diam saja, dia kemudian terlihat mengeluarkan lebih banyak sihir lagi, Sanji hanya mendesah melihat pria itu masih saja mengeluarkan sihir walaupun dia sudah tahu kalau dia tidak akan bisa mengenai nya karena kecepatan nya.
''Rasakan ini!'' teriak Creuserey dengan kesal
Sanji melihat banyak sekali serangan sihir menuju ke arah nya, dengan kaki yang terbakar, Sanji menghindari semua serangan itu dan terlihat bersiap-siap untuk menyerang lagi, Sanji berlari dengan sangat cepat dan kemudian sudah dekat dengan nya, Sanji kemudian bersiap-siap untuk menyerang
''Bien Cuit: Grill Shot''
Sanji menyerang tepat di perut Creuserey, terlihat Creuserey merasakan perut nya yang terbakar begitu panas sekali, Sanji menendang Creuserey dengan begitu cepat sekali ke belakang dan kemudian menabrak bebatuan di belakang nya, dia terlihat juga memegang perutnya yang terbakar sambil kesakitan, dia juga mengeluarkan muntah darah dari mulutnya
''Oh maaf, sepertinya seranganku tadi terlalu kuat'' kata Sanji dengan santai.
Odin tertawa kecil melihat Sanji mengatakan kalau serangan nya terlalu kuat untuk Creuserey yaitu Iblis, Creuserey terlihat masih memuntahkan darah dari mulutnya
''Sialan kau Manusia...'' ucap Creuserey dengan kesal
''Sudah cukup''
Sanji dan Odin kemudian mendengar sebuah suara yang mereka kenal, mereka kemudian berbalik dan melihat kalau suara itu berasal dari Sirzechs yang sepertinya datang dari tepat ini.
''Sirzechs, dasar kau sialan'' kata Creuserey terlihat membenci Sirzechs
Sanji heran melihat pria di depan nya ini terlihat sangat membenci Sirzechs karena sesuatu.
''Creuserey, aku tidak tahu kalau kalian akan ikut campur dengan Rating Game ini, kenapa kalian melakukan nya?'' tanya Sirzechs heran
''Untuk memusnahkan Iblis seperti kalian'' kata Creuserey dengan kesal
''Kenapa?'' tanya Sanji penasaran
''Kau ingin tahu Manusia? Baiklah akan ku beri tahu, dulu sekali kami lah para Old Satan yang terkuat dari Iblis seperti kalian dan memimpin apa pun namun kemudian muncul Iblis seperti kalian yang merebut semua itu'' kata Creuserey dengan marah
''Oh jadi ini adalah perebutan kekuasaan, maaf aku tidak ada hubungan nya dengan ini'' kata Sanji terlihat tidak mau terlibat
Odin tertawa melihat perkataan dari Sanji itu yang tidak peduli
''Aku akan membunuhmu, Sirzechs!'' teriak Creuserey yang terlihat kemudian menembakan sihir ke arah Sirzechs
Sirzechs hanya terlihat mengangkat tangan nya mengeluarkan sihir pelindung, dia berhasil menangkis serangan itu. Sirzechs kemudian terlihat mengeluarkan kekuatan penghancurnya di dekat Creuserey yang kemudian menyerang Creuserey, Creuserey kemudian merasakan dirinya terkena serangan sihir yang begitu kuat sekali dan kemudian terlihat menghilang karena musnah.
''Woah kau menghancurkan nya, kau cukup sadis'' kata Sanji
''Hmmm itu kata-kata yang di keluarkan dari seorang yang sudah mematahkan lehernya dan juga menendang perutnya hingga dia memuntahkan darah?'' kata Sirzechs terlihat membalas ejekan Sanji
Sanji hanya tersenyum saja mendengarnya
''Maaf, aku tidak tahu akan terjadi seperti ini'' kata Sirzechs terlihat meminta maaf kepada Odin dan Sanji
''Tidak apa-apa'' kata Odin terlihat santai dan kemudian menyimpan senjata nya
''Baiklah, sekarang aku akan ke tempat wanita~'' kata Sanji terlihat kesenangan berlari
''Apakah tidak apa-apa membiarkan nya berlari sendirian?'' tanya Odin
''Tenang saja, dia itu kuat. Kau sudah melihatnya kan'' kata Sirzechs
Sanji terlihat berlari dengan bahagia namun terlihat ada Iblis yang akan menyerangnya dari samping
''Minggir bodoh!'' Sanji menendang Iblis itu hingga tidak sadarkan diri
Odin dan Sirzechs melihat nya hanya tersenyum dengan sweatdrop melihat Sanji.
''Aku tidak tahu kalau Khaos Brigade ikut terlibat dalam ini, ya kan Uroboros Dragon'' kata Sirzechs melihat ke salah satu bangunan
Di salah satu bangunan itu terlihat ada seorang gadis kecil yang sedang duduk di salah satu tiang nya, terlihat ada gadis kecil yang sedang melihat kearah Issei yang sedang mengamuk, dia memakai pakaian gothic dengan di depan nya terlihat terbuka, dia memakai pita berwarna hitam dan dia tersenyum entah kenapa
''Apa sebenarnya tujuan mu?'' tanya Sirzechs kepada gadis itu
Gadis kecil itu terlihat hanya terdiam saja saat Sirzechs menanyai nya, gadis itu kemudian melihat ke arah Luffy dengan tatapan menyelidiki
''Hey, apakah dia orang itu?'' tanya gadis itu balik kepada Sirzechs
Sirzechs kaget melihat kalau gadis itu melihat kearah Luffy yang bersama yang lain nya
''Jadi kau sudah tahu tentang orang dari dimensi lagi?'' tanya Sirzechs
''Ya, begitulah'' kata gadis itu
''Jadi sang Dragon God, Ophis. Apa yang kau mau?'' tanya Sirzechs
''Aku merasakan sesuatu yang aneh dengan anak itu, aku merasakan energi sihir ku sepertinya merasakan darah dari anak itu'' kata Ophis
Sirzechs terlihat kaget mendengarnya
''Hmmm ini seperti waktu dulu, seorang pemusnah Dewa'' kata Ophis melihat Luffy
Sirzechs tambah kaget mendengarnya, dia tidak mungkin salah dengar. Sang Dragon God memanggil Luffy sebagai pemusnah Dewa, itu benar-benar sangat mengejutkan. Odin yang mendengarnya juga terlihat kaget
''Apa maksudmu?'' tanya Sirzechs
''Sirzechs!'' kemudian terlihat datang Azazel
Azazel melihat ada Odin dan Sirzechs, dia merasakan ada energi yang sangat kuat dari depan dan dia kaget melihat kalau ada makhluk yang sangat kuat di depan nya
''Bukankah dia?'' kaget Azazel
''Ya, Infinite Dragon God, Ophis'' kata Sirzechs
Azazel tidak tahu kalau ada makhluk kuat di tempat ini
''Jadi, apa maksud perkataan mu tadi, Ophis?'' tanya Sirzechs
Ophis terlihat hanya tersenyum dan kemudian berbalik
''Sang Raja, raja dari semua raja, raja yang ingin bebas melakukan apa pun, itu adalah raja dari raja'' kata Ophis
Sirzechs dan kedua orang lain nya terlihat hanya bingung mendengar perkataan dari Ophis itu
''Dengarkan aku, dia adalah orang yang berbahaya, seseorang yang di remehkan namun dia akan menjadi makhluk yang mematikan bagi makhluk di atas'' kata Ophis menunjuk ke atas
Ophis kemudian terlihat menghilang, Sirzechs dan yang lain nya terlihat hanya heran mendengar perkataan dari Ophis tadi
''Apa maksudnya, Sirzechs?'' tanya Azazel
''Aku tidak tahu, tapi yang pasti Luffy adalah orang yang begitu penting di dunia kita'' kata Sirzechs
Azazel dan Odin terlihat hanya terdiam mendengar perkataan dari Sirzechs
Terlihat sekarang ada seorang makhluk yang berbentuk seperti naga mengamuk di tengah-tengah sebuah bangunan yang hancur karena sepertinya karena kekuatan nya sendiri. Naga itu kemudian melihat kearah seseorang yang terlihat batuk di tanah sambil memegang perutnya
''Sialan Manusia itu, dia memukulku dengan keras sekali'' kata orang itu kesakitan sambil memegang perutnya yang sakit.
Orang itu kemudian melihat ke depan nya dan kaget melihat ada naga yang cukup besar berwarna merah yang terlihat marah
''Sial, kaisar naga merah'' kata Shalba terlihat kaget melihat kalau sepertinya dia marah karena sudah membunuh teman nya
Issei melihat Shalba dan kemudian terlihat menembakan laser yang sangat besar menuju ke arah Shalba, Shalba yang masih merasakan kesakitan di perutnya terlihat tidak bisa menghindari seenaknya namun dia terlihat berhasil menghindari nya namun terlihat terluka sedikit
''Sial, gara-gara pukulan bocah itu tadi perutku begitu sakit'' kata Shalba kesal sekali
Shalba kemudian melihat Issei mengeluarkan semburan laser lagi dari mulutnya, Shalba kemudian tidak tinggal diam, dia kemudian mengangkat tangan nya dan kemudian melindungi dirinya dari serangan Issei dengan sihirnya
Byurr!
Issei kemudian mengeluarkan serangan yang sangat besar dari mulutnya, Shalba kemudian terlihat kaget dan kemudian terkena serangan Issei, dia masih bisa menahan nya namun kemudian terlihat sihir pelindung nya kemudian hancur dan dia terpental ke belakang dengan sangat cepat sekali
''Sial'' ucap Shalba sekarang kesal karena sangat lemah sekali bahkan untuk menghindari saja kesulitan
Shalba kemudian mengeluarkan sihir di bawah Issei dan kemudian terlihat mengangkat tangan nya, terlihat ada ledakan sihir yang sangat besar sekali di tempat Issei. Shalba terlihat tertawa melihat kalau serangan nya begitu kuat dan berpikir kalau si kaisar naga merah sudah kalah
Namun terlihat Shalba kaget melihat kalau Issei terlihat baik-baik saja dan terdengar suara mekanik
''Divide, Divide, Divide, Divide, Divide''
Terdengar suara mekanik dari salah satu tangan Issei, terlihat ledakan itu terserap di tangan Issei
''Release''
Issei terlihat menembakan energi sihir yang sangat kuat sekali ke arah Shalba dan terlihat Shalba terkena serangan itu dan kemudian terpental sambil melihat ke arah Issei dengan kesal dan marah
Terlihat beberapa orang dari jauh melihat mereka berdua yang sedang bertarung itu, mereka adalah Luffy, Zoro, Rias dan para peerage nya juga dan terlihat juga ada seorang wanita yang sedang duduk dengan santai di salah satu batu
''Apa yang harus kita lakukan?'' tanya Rias dengan kebingungan
''Entahlah, aku rasa kita harus melakukan cara penenangan'' kata Zoro yang terlihat bersiap-siap untuk menggunakan pedang nya
''Sepertinya kau benar, Zoro'' terlihat Luffy juga bersiap-siap juga
Buak!
''Jangan melakukan hal sembrono seperti itu'' ucap Koneko memukul mereka berdua
Kepala Luffy dan Zoro terlihat tertancap di tanah sambil terlihat mengeluarkan asap karena pukulan Koneko yang cukup kuat itu, Rias dan yang lain nya terlihat tersenyum melihat mereka berdua sedangkan Amaterasu terlihat hanya terheran melihat kedua laki-laki itu sepertinya tidak memiliki harga diri lagi di depan wanita seperti itu.
Amaterasu kemudian mengangkat tangan nya ke belakang dan kemudian menembakan cahaya yang sangat terang ke arah para Iblis yang ingin menyerang mereka, Rias dan yang lain nya terlihat kagum dengan serangan Amaterasu itu
''Sebaiknya kalian cepat memikirkan bagaimana cara menyelamatkan teman kalian namun kalau kalian ingin meminta tolong kepadaku, aku hanya akan berpikir menenangkan nya dengan cara kekerasan'' kata Amaterasu dengan santai
''Sudah kuduga kita harus melakukan itu'' kata Luffy terlihat setuju dengan Amaterasu
''Tidak, kita tidak harus menggunakan cara kekerasan. Pasti ada cara untuk membuat Issei tenang dan menjadi seperti semula'' kata Rias terlihat melindungi pion nya itu.
''Tapi bagaimana, kita tidak tahu cara nya'' kata Akeno dengan kebingungan juga
Mereka kemudian terlihat memikirkan bagaimana cara nya membuat Issei seperti semula, namun pikiran mereka terlihat kacau memikirkan kalau mereka sudah kehilangan salah satu teman yaitu Asia. Mereka benar-benar tidak tahu cara melewati masalah ini dimana mereka merasakan panik dan kesedihan yang begitu sedih.
Luffy dan Zoro terlihat hanya terdiam melihat mereka semua, Luffy sudah tahu apa rasanya kehilangan seorang teman, dia sudah kehilangan beberapa teman dan seorang kakak. Luffy kemudian melihat ke depan melihat mereka dengan tatapan tegas
''Dengar, jika tidak ada cara lain untuk menenangkan Issei maka aku akan melakukan nya dengna kekerasan'' kata Luffy terlihat memutar lengan nya untuk pemanasan.
''Jangan Luffy-kun, Issei sudah merasakan sakit kehilangan seorang teman di tambah dia pasti tidak bisa mengendalikan dirinya'' kata Akeno
''Jika memang seperti itu, maka aku akan mengambil risiko sekarang dari pada nanti'' kata Luffy terlihat berjalan ke depan
''Tunggu mortal, aku tahu kau memiliki kekuatan hebat ataupun kekuatan misterius tapi kau tidak mungkin begitu mudah nya melakukan apa yang barusan kau katakan itu. Apa yang terjadi jika kau tidak sengaja membuat dia terluka parah dan kemudian membunuh nya?'' tanya Amaterasu melihat Luffy
Luffy berbalik melihat ke arah Amaterasu sambil memikirkan apa yang barusan dia katakan tadi.
''Dia benar, Luffy'' kata Zoro terlihat setuju
Luffy sekarang terlihat mengerti dengan perkataan dari Amaterasu tadi, mereka sekarang pun terdiam lagi memikirkan bagaimana cara menyelamatkan Issei dari kemarahannya itu.
''Woah sepertinya kalian mengalami masalah''
Kemudian terdengar sebuah suara yang begitu mereka kenal, mereka kemudian melihat kalau pemilik suara itu adalah Vali dan terlihat bersama para teman-teman nya yang ada di belakang nya. Namun terlihat kalau salah satu teman Vali yang bernama Arthur itu terlihat menggendong seorang gadis
Rias dan yang lain nya kemudian kaget melihat siapa gadis yang di gendong oleh Arthur itu, dia adalah Asia yang terlihat tidak sadarkan diri
''Asia!'' kaget Rias
Semua orang terlihat kaget melihat Arthur menggendong Asia, Luffy dan Zoro kaget karena mereka sudah melihat kalau Asia sudah di bunuh oleh pria yang di lawan Issei sekarang
''Bagaimana dia bisa hidup?'' tanya Luffy heran
''Aku menemukan nya di celah dimensi'' kata Arthur sambil terlihat menyerahkan Asia kepada Zoro.
Luffy hanya terlihat bingung mendengarnya bersama juga Zoro, mereka tidak tahu kalau orang di dunia ini bisa hidup lagi.
Zoro terlihat kesal karena harus menggendong seorang wanita dan di tambah dia telanjang.
Rias dan para peeragenya kemudian menuju ke arah Zoro dan Asia
''Asia! Apakah kau tidak apa-apa?'' tanya Rias dengan panik
''Dia sepertinya tidak sadarkan diri, tenang saja dia tidak apa-apa'' kata Vali
Zoro terlihat melihat ke arah Kiba berpikir dia mau menggendongnya akan tetapi terlihat Kiba hanya terdiam saja
''Kenapa kau diam, cepat gendong wanita ini!'' teriak Zoro kesal
''Oh maaf Zoro-san, tubuh ku masih terluka jadi aku berpikir kalau kau harus menggendong nya'' kata Kiba
''Yang benar saja!'' teriak Zoro kesal karena harus menggendong seorang wanita
''Kenapa kau ribut sekali, apakah kau sama sekali tidak pernah menyentuh wanita telanjang?'' tanya Vali
Zoro terlihat hanya menahan kesal mendengar perkataan dari Vali itu, Luffy dari tadi melihat Vali dengan tatapan bengong
''Ahh! kau kan pria yang melawan Issei dan yang mencuri serigala raksasa itu!" teriak Luffy baru tahu
''KAU BARU MENYADARI NYA, YA?!'' teriak mereka semua kecuali Vali dan teman-teman nya
Vali terlihat memakai wajah sweatdrop nya melihat sifat Luffy itu yang memiliki otak yang sangat lemot sekali, Kuroka terlihat tertawa kecil melihat sifat Luffy itu, Vali mendesah dan kemudian melihat ke depan.
''Aku tidak tahu kalau orang kuat sepertimu ternyata memiliki sifat polos dan kekanak-kanakan seperti itu'' kata Vali dengan gaya santai nya
''Hey kau mengejek ku!" Luffy terlihat kesal
''Sudahlah Luffy, jika kau ingin melawan nya nanti saja'' kata Zoro yang masih menggendong Asia
''Hmmm Zoro-san, biar aku saja yang menggendong Asia'' kata Akeno
Zoro yang mendengarnya terlihat kaget karena tidak memikirkan itu dari tadi, Zoro kemudian menyerahkan Asia kepada Akeno. Koneko terlihat dari tadi melihat kakak perempuan yaitu Kuroka yang terlihat melihat dirinya juga sambil tersenyum
''Apakah kau masih marah?'' tanya Kuroka
''Tidak, aku tidak marah sama sekali'' kata Koneko
Kuroka terlihat heran dengan perkataan dari Koneko itu, apakah ada sesuatu yang merubah dirinya itu sehingga dia terlihat tidak menatap dirinya dengan tatapan kebencian dan marah
''Jadi apakah kau tahu bagaimana cara nya membuat Issei tenang?'' tanya Rias
''Tentu saja, dengan cara kekerasan'' kata Vali
''Sudah kuduga kalau kita harus menggunakan cara kekerasan'' kata Luffy sekarang semakin percaya dengan cara itu
Rias dan yang lain nya terlihat terbengong melihat kalau Luffy ingin sekali menghajar seseorang walaupun itu teman nya sendiri, apakah di pikiran nya selalu saja menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan?
Rias mendesah karena sepertinya tidak ada cara lain lagi
''Kalau begitu, baiklah'' kata Rias
''Bagus'' kata Vali
Vali kemudian terlihat maju ke depan, Luffy dan Zoro yang terlihat ingin bersiap-siap kemudian terlihat terhenti melihat Vali
''Apa yang akan kau lakukan?'' tanya Luffy heran melihat Vali
''Aku yang akan menenangkan nya, kalian diam saja'' kata Vali dengan santai.
Luffy dan Zoro terlihat tidak senang mendengarnya, dia terlihat begitu meremehkan mereka dan Luffy dan Zoro tidak suka di remehkan.
''Aku ikut'' kata Luffy
''Aku juga'' ucap Zoro
''Luffy-kun, Zoro-san, sebaiknya kalian tidak ikut'' kata Akeno
Luffy dan Zoro kemudian terlihat berbalik dengan wajah cemberut mereka karena di cegah oleh Akeno
''Kenapa?'' tanya Luffy
''Kalian sudah bertarung dengan cukup dan kami membutuhkan bantuan kalian'' kata Akeno
Luffy dan Zoro melihat mereka semua yang terlihat kelelahan karena bertarung melawan para Iblis sebelum nya, Luffy dan Zoro terlihat mendesah karena itu adalah kesalahan mereka karena sudah meninggalkan mereka
''Baiklah kalau begitu'' kata Zoro kembali menyarungkan pedang nya
''Baik'' Luffy kemudian terlihat duduk di salah satu batu sambil memakai wajah cemberut nya
Yang lain nya hanya tersenyum melihat Luffy cemberut
''Lain kali kau pasti akan bertarung dengan orang yang kuat, Luffy'' kata Rias
''Ya, aku berharap seperti itu'' kata Luffy
Vali kemudian menggunakan armor naga nya dan kemudian sayap nya, dia kemudian dengan cepat terbang sekali
''Woah dia cepat sekali'' kata Luffy kaget
''Ya, itu cukup hebat'' kata Zoro
Vali terlihat terbang menghampiri Issei yang terlihat masih melawan Shalba namun terlihat Shalba sudah kehabisan sihir
''Sialan kau kaisar naga merah!" teriak Shalba yang terlihat mengeluarkan sihir lagi menyerang Issei
Issei lagi-lagi menyerap energi itu dan terlihat akan menyerangnya ke arah Shalba, Issei kemudian mengeluarkan serangan sihir yang sangat besar sekali ke arah Shalba. Shalba yang melihat nya hanya bisa kaget karena berpikir kalau dia tidak akan bisa menghindarinya
''Sialan, terkutuklah kau kaisar naga merah!'' teriak Shalba di saat-saat dia akan terkena serangan Issei
Shalba terlihat terkena serangan dari Issei dan terlihat langsung hancur berkeping-keping yang arti nya sudah bertemu dengan ajal nya. Issei terlihat masih mengaum marah walaupun sudah melihat Shalba sudah mati
Vali yang melihatnya hanya tersenyum dan terlihat mengucapkan kata-kata, tubuh nya terlihat tiba-tiba saja menjadi lebih besar sama seperti Issei, dia terlihat seperti berevolusi sama seperti Issei
''Baiklah, saatnya kau tenang'' kata Vali
Vali kemudian terlihat mencoba untuk menyerang Issei namun terlihat Issei menangkis serangan dari Vali
''Kau ternyata masih bisa mengendalikan tubuhmu walaupun sekarang kau sudah terlihat tidak sadarkan diri'' kata Vali
Vali kemudian terlihat menendang Issei dan terlihat armor di samping Issei kemudian retak karena tendangan Vali, Vali kemudian terlihat ingin menembakan serangan sihir akan tetapi terlihat kalau Issei sepertinya bisa menggunakan Sacred Gear Vali yang ada di dirinya juga
Vali yang merasakan energi nya yang di serap kemudian terlihat maju ke depan dan kemudian menyeruduk Issei, Issei kemudian terlihat terpental dengan cukup jauh sekali karena serangan Vali itu. Vali kemudian terlihat menembakan kan banyak sekali laser kepada Issei, Issei kemudian terkena serangan itu dan terlihat armor nya semakin lama semakin hancur.
Vali kemudian terlihat memegang kepala Issei dan kemudian terlihat membanting nya ke tanah hingga helm nya kemudian tambah hancur, Issei kemudian terlihat langsung di tendang dengan sangat kuat oleh Vali
''Hmm kau masih belum bisa mengontrol kekuatan mu'' kata Vali melihat ke arah Issei
Issei terlihat kesakitan dan tidak bisa mengatakan apa-apa karena masih lepas kendali, Vali terlihat bersiap-siap untuk mengeluarkan serangan berikutnya namun
''Divide, Divide, Divide, Divide, Divide''
Terdengar suara mekanik dari Issei yang terlihat menyerap serangan sihir dari Vali, Vali terlihat kesal karena kekuatan nya sendiri benar-benar begitu menyebalkan. Vali kemudian terlihat memukul tepat di wajah Issei untuk membuatnya lengah dulu agar tidak bisa menyerap sihir nya
Vali kemudian memegang kaki Issei dan kemudian melempar Issei ke arah bebatuan dan terlihat Issei merasakan sakit karena terkena bebetuan. Vali kemudian terlihat akan menyelesaikan ini
''Sadarlah, kau tidak akan bisa mengalahkan ku jika kekuatanmu yang malah menguasaimu'' kata Vali
Vali kemudian menembakan serangan sihir yang sangat kuat sekali mengenai Issei, Issei terlihat merasakan sekujur tubuh nya merasakan sakit yang begitu sakit. Armor Issei kemudian terlihat hancur dan kemudian terjatuh di depan Vali, Vali yang melihat nya terlihat melihat Issei berpikir apakah dia sudah tidak sadarkan diri
''Sepertinya sudah selesai'' kata Zoro melihat pertarungan itu
''Issei!'' Rias kemudian terlihat terbang menuju pion nya itu
Yang lain nya kemudian terlihat mengikuti Rias dari belakang, Akeno masih terlihat menggendong Asia.
''Issei! Kau tidak apa-apa?!" tanya Rias kepada Issei
''Dia tidak apa-apa, dia hanya kelelahan'' kata Vali yang terlihat menjadi seperti semula
Rias terlihat melihat kearah Issei dan terlihat kelelahan sambil menarik nafas, dia terlihat masih memejamkan mata nya, Issei kemudian membuka matanya dan kemudian terlihat melihat ke arah Rias
''Bucho'' kata Issei melihat orang yang pertama kali yang dia lihat
''Issei, syukurlah kau tidak apa-apa'' kata Rias melihat Issei
Issei terlihat masih kelelahan karena kekuatan nya yang lepas kontrol itu, dia kemudian terlihat memaksakan untuk bangun dan kemudian melihat ke arah yang lain nya
''Kalian semua'' kata Issei
''Hey Issei, kenapa kau tadi seperti itu?'' tanya Luffy heran
''Aku tidak tahu, tapi aku hanya merasakan marah lalu aku seperti tidak sadarkan diri'' kata Issei menjelaskan
Luffy hanya terdiam agak mengerti karena otak nya memiliki proses lama untuk berpikir, mereka semua terlihat lega melihat Issei. Issei kemudian melihat ke arah Akeno dan kemudian kaget karena dia menggendong seseorang yang sangat dia kenal
''Asia!'' teriak Issei
Issei kemudian menuju ke arah Asia dan kemudian melihat nya, dia melihat Asia yang terlihat tertidur dengan nyenyak
''Dia tidak apa-apa, dia hanya pingsan'' kata Kiba
Issei tersenyum dengan senang karena Asia ternyata tidak meninggalkan mereka, Issei kemudian melihat ke arah Vali dan kemudian kaget
''Vali'' kaget Issei
''Jadi kau sudah sadar, baguslah, aku tidak mau rival ku akan mati sekarang'' kata Vali
''Bagaimana bisa kau disini?'' tanya Issei
''Aku sudah lama disini, untuk menyadarkanmu'' kata Vali
Issei hanya kaget mendengar perkataan dari Vali, Issei juga melihat kalau ada para teman-teman Vali juga
''Kau pasti bertanya-tanya, kenapa aku ingin menjadi kuat'' kata Vali
Issei terlihat hanya mendengarkan apa yang akan di bicarakan oleh Vali
''Karena dia'' kata Vali
Tak lama kemudian terlihat ada sesuatu yang muncul tepat di mana Vali menunjuk, terlihat ada naga yang sangat besar sekali tiba-tiba saja terbang lewat di depan mereka, jarak mereka dengan nya terlihat sangat jauh tapi mereka bisa melihat naga itu dengan jelas
''Itukan...'' kaget Rias
''Ya, Great Red'' kata Vali
Issei hanya kaget melihat naga itu yang begitu besar sekali, lebih besar dari Ddraig, dia begitu besar hingga mereka bisa melihatnya dengan jelas
''Dia kebetulan melewati celah dimensi ini'' kata Vali
Issei dan yang lain nya hanya kaget melihat naga itu yang begitu besar sekali, Luffy dan Zoro terlihat kaget juga melihat naga itu yang begitu besar sekali.
''Woah, naga itu besar sekali'' kata Luffy dengan kaget dan juga senang
''Hmmmm itu lebih besar dari naga yang kita lawan di Punk Hazard saat itu'' kata Zoro
''Ya benar'' kata Luffy
Vali hanya tertarik mendengar perkataan dari Luffy dan Zoro tadi.
''Aku akan mengalahkan nya'' kata Vali melihat ke arah Great Red dengan ambisi yang begitu besar
Issei hanya melihat Vali dengan rasa pengertian, dia bisa mengerti maksud dari Vali yaitu untuk menjadi kuat
''Red Great''
Kemudian terdengar suara wanita, mereka kemudian melihat di samping mereka ada seorang gadis kecil sedang duduk di bebatuan dengan santai, dia melihat ke arah Great Red.
''Siapa dia?'' tanya Zoro kaget
''Ophis'' kata Vali
''Siapa?'' tanya Luffy lagi
''Sang Dragon God'' tambah Vali
Semua orang yang mendengarnya terlihat kaget karena tidak tahu kalau gadis kecil di samping mereka ini
''Aku akan akan kembali ke Dimensional Gap, aku akan kembali ke tempat keheningan, rumahku'' kata Ophis menunjuk ke arah Great Red
Issei dan yang lain nya terlihat hanya terdiam saja melihat gadis kecil itu, Issei masih tidak percaya kalau gadis kecil ini adalah naga legenda. Ophis kemudian berbalik dan kemudian melihat ke arah Luffy
Luffy yang di tatap terlihat hanya heran, Ophis kemudian berdiri dan kemudian berjalan menuju ke arah Luffy. Ophis melihat ke arah Luffy dengan tatapan datar namun ada sebuah senyuman kecil
''Aku bertemu dengan salah satu D, aku tidak kalau aku akan bertemu dengan keturunan nya'' kata Ophis melihat Luffy
Luffy terlihat hanya terdiam dengan perkataan dari Ophis, dia hanya bingung. Ophis kemudian terlihat memegang pipi Luffy membuat Rias dan yang lain nya terlihat kaget melihat mereka
Tak lama kemudian terlihat Luffy merasakan kalau Haki nya tiba-tiba saja meluap-luap keluar, Luffy kemudian tidak sengaja mengeluarkan Haki Penakluk nya. Rias dan yang lain nya terlihat merasakan tekanan yang sangat kuat sekali, Vali juga merasakan tekanan itu namun dia terlihat menahan nya, Zoro terlihat hanya terdiam saja karena sudah tahu apa itu.
Tekanan itu terus-menerus tidak berhenti-henti sehingga membuat Rias dan yang lain nya tidak sanggup menahan tekanan itu terus-menerus, bebatuan yang ada di sekitar mereka terlihat ada yang retak dan ada juga yang terpental menjauh
''Tekanan ini kuat sekali'' kata Rias
''Aku merasakan kepala ku pusing'' kata Koneko
Ophis terlihat melepaskan pipi Luffy dan kemudian tersenyum
''Sudah kuduga, kau memiliki aura raja'' kata Ophis tersenyum
''Hmmmmm apa yang kau lakukan tadi dan kenapa kau melakukan itu?'' tanya Luffy
''Aku membuat aura di tubuh mu untuk keluar sedikit namun saat mengeluarkan nya sedikit saja, kau sudah membuat tekanan di sekitar kita begitu kuat sekali, itu adalah kekuatan seorang raja'' kata Ophis
Luffy hanya terdiam saja sedangkan Rias dan yang lain nya yang merasakan tekanan itu sudah menghilang terlihat tenang
''Kekuatan ini, kekuatan ini sama dengan orang itu'' kata Vali mengingat seseorang
''Kau benar Vali, anak baru itu'' kata Albion
Ophis kemudian terlihat berbalik
''Jadi, apakah kau mau menjadi raja di dunia ini?'' tanya Ophis
Luffy terlihat kaget mendengarnya namun kemudian dia terlihat tersenyum
''Tidak, aku tidak mau menjadi raja disini. Aku mau menjadi Raja Bajak Laut!'' teriak Luffy dengan ambisi nya
Zoro terlihat hanya memegang jidatnya mendengar kapten nya membeberkan hal yang sangat penting bagi nya, Rias dan para peeragenya terlihat hanya tertawa gerogi mendengar perkataan dari Luffy tadi
Vali dan teman-teman nya hanya heran mendengar perkataan dari Luffy
''Menjadi raja bajak laut? Apa itu?'' tanya Kuroka heran
''Entahlah'' ucap Bikou heran
Arthur terlihat hanya membetulkan kacamata nya sambil terlihat tertarik dengan perkataan anak itu tadi
''Hmmmmmm'' terlihat Zoro sulit untuk menjelaskan
Ophis hanya tersenyum mendengar perkataan dari Luffy
''Ya itu terserahmu namun kau harus tahu, dalam dirimu adalah darah yang sangat berbahaya, orang yang memiliki takdir yang begitu unik, dan kau adalah seorang kandidat'' kata Ophis dengan tersenyum melihat Luffy
Luffy terlihat hanya dan bingung mendengar perkataan dari Ophis tadi
''Baiklah, sepertinya kita harus kembali'' kata Ophis memerintahkan
''Baiklah'' Arthur kemudian terlihat mengeluarkan pedang nya dan kemudian membuka dimensi gap
''Kita akan bertemu lagi, Monkey D. Luffy'' kata Ophis sambil tersenyum
Ophis kemudian terlihat berjalan masuk ke dalam dimensi gap, di susul oleh Arthur dan kemudian Bikou
''Shirone, aku pergi dulu'' kata Kuroka terlihat pamit
''Dan orang disana'' Kuroka kemudian menunjuk Luffy. ''Kau orang yang sangat menarik sekali'' kata Kuroka
Luffy hanya terlihat terdiam mendengar perkataan dari Kuroka itu. Kuroka kemudian masuk ke dalam dimensi gap dan kemudian terlihat yang terakhir adalah Vali
''Dengar rivalku, lain kali jangan termakan dengan kekuatan mu itu'' kata Vali terlihat memberi saran
Vali kemudian masuk ke dalam dimensi gap itu, kemudian terlihat tiba-tiba menghilang dengan sangat cepat sekali.
''Apakah ini semua sudah berakhir?'' tanya Rias
''Sepertinya begitu dan aku sangat lelah sekali'' kata Akeno terlihat kelelahan
''Baiklah, ayo kita kembali'' kata Zoro
Issei terlihat hanya memeluk Asia dengan senang dan terlihat masih tidak sadarkan diri, mereka semua terlihat tersenyum senang melihat Asia ternyata masih hidup
''Hey kalian semua!'' terdengar sebuah suara panggilan
Terlihat kalau ada Sanji yang sedang berlari dengan sangat cepat sekali menuju ke arah mereka dengan senang nya
''Apakah kalian tidak apa-apa~?'' tanya Sanji dengan nada nya kepada para wanita
''Kami tidak apa-apa, Sanji-san'' kata Akeno
''Baguslah, aku pikir kalian-eeeeeeh! Bukankah itu Asia-chuan?'' tanya Sanji kaget melihat Asia
''Ya seperti itu lah'' kata Rias
''Tapi, kita sudah melihat kalau dia sudah terbunuh oleh pria keparat tadi'' kata Sanji dengan kaget
''Ya namun dia di temukan oleh Vali'' kata Luffy
''Vali? Siapa dia?'' tanya Sanji
''Sudahlah, nanti aku akan menceritakan semua nya. Sekarang kita harus kembali'' kata Rias
Mereka semua terlihat setuju untuk kembali ke tempat yang lebih baik dan menceritakan semua ini kepada Sanji
Rias hanya masih penasaran dengan perkataan dari Ophis tadi tentang Luffy, bagaimana dia bisa mengetahui nama lengkap Luffy? Apakah dia mengetahui sesuatu tentang Luffy? Rias hanya terlihat merasakan penasaran yang begitu besar sekali.
Akeno kemudian terlihat membuat sihir teleport untuk mereka semua
BERSAMBUNG
Maaf kalau lama karena saya sangat sibuk di tambah sakit, tapi syukurlah saya berhasil mengerjakan bab ini. Dan kalian tahu bagaimana kehidupan saat kalian sudah dewasa
Maaf kalau chapter nya bosan
Saatnya membalas Review
Austrintristan16: Kalau di bab ini mereka tidak akan bertemu dan untuk Luffy yang akan melawan Dewa, itu akan terjadi namun Dewa mana itu rahasia :v
Dreadlord 76: Luffy berhati-hati dalam menggunakan Haki nya, menggunakan Haki penakluk juga menguras haki nya, dia masih lebih suka menggunakan fisik nya terlebih dahulu.
Pain Overture: Terima kasih dukungan nya
Guest: Oke !
DamViBritannia: Terima kasih, Luffy dan Sairoarg memiliki persamaan yang sama dalam pertarungan mereka, Yup mereka akan segera bertarung
Ale: Gracias
Ale 2: Sí, Garp puede ser muy bueno para entrar, lo veremos en el futuro. Y también estoy de acuerdo con usted, hay muchos crossover DxD de One Piece y High School pero no usan los caracteres originales, gracias por la Revisión
Terima kasih yang sudah baca dan Review
Jangan lupa untuk tinggalkan Review seperti biasa
Salam Author
