Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi
warning :Non Canon, dll
PERASAAN YANG ANEH
DI HUTAN DI UNDERWORLD
''Luffy senpai, apakah kau yakin dengan begini aku akan kuat?'' tanya Koneko
Terlihat sekarang Luffy dan Koneko sedang berhadapan-hadapan satu sama lain nya. Mereka terlihat sepertinya sedang bertarung, Koneko terlihat kelelahan saat melawan Luffy
''Baiklah, bersiaplah Neko'' kata Luffy terlihat ingin menyerang Koneko
Koneko melihat kalau Luffy sepertinya ingin menyerangnya dengan pukulan gum-gum pistol, Koneko terlihat tidak mau menghindarinya dan malah terlihat mencoba untuk menangkis serangan dari Luffy. Namun Koneko terlihat kesulitan saat menahan pukulan Luffy itu sehingga terlihat dia mundur ke belakang.
Luffy menarik tangan nya dan kemudian melihat ke arah Koneko dengan kagum karena berhasil menangkis pukulan nya walaupun dia terlihat mundur kebalakang
''Huft, huft, huft'' nafas Koneko terlihat kelelahan
''Baiklah, sekarang aku akan mulai lebih serius'' kata Luffy terlihat maju ke depan dengan sangat cepat
Koneko kaget melihat kecepatan Luffy yang sangat cepat walaupun tanpa Gear Second nya. Luffy kemudian mencoba memukul Koneko dan Koneko menghindari pukulan Luffy dengan cukup cepat, Luffy kemudian terlihat ingin menendang Koneko, Koneko mengetahui itu dan kemudian terlihat mundur kebelakang namun
''Gomu-Gomu No Muchi!'' teriak Luffy menendang Koneko
Koneko kemudian melompat ke atas namun terlihat Luffy mengetahui itu dan kemudian menyerang Koneko dengan tangan nya, Koneko terlihat ternyata masih bisa menghindari pukulan Luffy walaupun di udara. Koneko mencoba menendang Luffy dan Luffy mencoba untuk menahan serangan dari Koneko itu dan merasakan kalau serangan Koneko ternyata cukup kuat juga
''Woah, kau cukup kuat sekali Neko'' kata Luffy terlihat tersenyum senang melihat kekuatan Koneko yang meningkat
Koneko kemudian melompat kembali dan kemudian memukul Luffy lagi di tambah dengan kekuatan alam nya, Luffy terlihat mundur ke belakang dan kemudian terpental ke belakang. Luffy melihat ke arah Koneko sambil tersenyum semangat
''Sekarang bagaimana dengan ini'' kata Luffy terlihat maju ke depan
Koneko kemudian terlihat ingin menangkis serangan dari Luffy
''Gomu-Gomu no Bazzoka!" teriak Luffy memukul Koneko
Koneko mundur ke belakang dengan cukup cepat dan terlihat kalau dia cukup berhasil menahan serangan itu dengan cukup mudah. Koneko kemudian mendorong Luffy ke belakang dan terlihat kalau Luffy mundur kebelakang.
Koneko tidak diam lagi, dia kemudian terlihat menggunakan kaki nya untuk menendang Luffy dan terlihat Luffy menahan tendangan Luffy akan tetapi terlihat kalau serangan Koneko begitu kuat sehingga dia terpental ke belakang dengan cepat sekali. Koneko terlihat tersenyum melihat kalau dia berhasil membuat senpai nya terpental
''Woah kau benar-benar semakin kuat ya'' kata Luffy keluar dari abu yang di sekelilingnya, Koneko melihat kalau Luffy baik-baik saja tanpa ada nya luka.
''Kalau begitu aku harus menggunakan ini'' kata Luffy yang kemudian mengangkat tangan nya dan kemudian memompanya. ''Gear Second'' kata Luffy
Tubuh Luffy kemudian mengeluarkan asap dan kulitnya berwarna merah muda, Luffy tersenyum melihat Koneko yang kemudian sangat berhati-hati sekarang. Koneko berhati-hati karena sudah tahu dengan kekuatan Luffy yang ini di mana dia begitu cepat sekali dan benar saja, Koneko kemudian merasakan kalau Luffy tiba-tiba saja menghilang dan muncul di belakangnya, Koneko kaget tidak tahu kalau dia akan begitu cepatnya ada di belakangnya
Koneko dengan cepat berbalik dan mencoba untuk memukul Luffy namun Luffy hanya menghilang lagi dengan begitu cepatnya, Koneko kaget melihat kecepatan Luffy itu yang begitu cepat.
''Coba tahan ini''
Koneko melihat ke belakangnya terlihat Luffy sudah mengangkat tangan kirinya dan bersiap-siap menyerang dengan tangan kanan nya. Koneko kemudian mempersiapkan tangan nya untuk menangkis serangan Luffy
''Gomu-Gomu no Jet Pistol!"
Luffy memukul dengan begitu cepatnya hingga tangan nya tidak terlihat memukul sama sekali karena begitu cepatnya. Koneko menyadari kalau serangan Luffy yang ini sepertinya tidak akan bisa dia tahan karena daya dorongnya yang begitu kuat, dan benar saja. Koneko terlihat terpental dengan begitu cepat ke belakang saat serangan Luffy mengenai dirinya.
Koneko menabrak pohon di belakangnya dan kemudian terjatuh, dia menarik nafas kelelahan dan merasakan sakit di punggungnya. Luffy yang melihatnya hanya diam saja menunggu Koneko untuk berdiri. Koneko mencoba untuk berdiri dan ingin melawan Luffy lagi
''Bagus, kau memiliki semangat yang kuat. Shishishishi'' tawa Luffy melihat Koneko
Luffy dengan cepat maju ke depan dan ingin menyerang Koneko namun Luffy melihat kalau sepertinya Koneko benar-benar sangat kelelahan. Luffy berhenti di depan Koneko sehingga membuat Koneko kaget karena Luffy sudah ada di depan nya tanpa dia sadari
''Baiklah, sepertinya latihan hari ini selesai'' kata Luffy
''Tapi senpai, aku merasa belum kuat'' kata Koneko
''Kau akan kuat dengan memakai proses sama sepertiku'' kata Luffy tersenyum melihat Koneko
Koneko hanya mengangguk mengerti dengan perkataan dari Luffy. Mereka kemudian berjalan menuju ke salah satu pohon yang terlihat ada dua air mineral di bawahnya. Luffy dan Koneko mengambil satu-satu air mineral itu dan kemudian meminum nya
''Sekarang kita harus kembali'' kata Luffy
''Baiklah Luffy senpai'' kata Koneko
Mereka mengambil barang-barang mereka dan kemudian terlihat berjalan menuju ke tempat mereka yaitu rumah keluarga Gremory. Mereka benar-benar lelah saat Rating Game saat itu dan kemudian memutuskan untuk kembali ke bumi, namun Sirzechs memanggil mereka ke Underworld karena ada yang ingin dia tanyakan kepada Rias
Luffy dan Koneko memutuskan untuk berlatih di sebuah hutan untuk melatih kekuatan mereka, dan begitulah ceritanya hingga sekarang. Mereka berdua terlihat berjalan dengan santai keluar dari hutan namun Luffy dan Koneko merasakan sesuatu di atas salah satu pohon
''Woah, kalian sepertinya benar-benar bersenang-senang satu sama lain'' kata seorang wanita yang berdiri di salah satu pohon.
''Ah Ama'' kata Luffy mengenal wanita itu
Wanita itu terlihat kesal dan kemudian turun dari pohon itu dan kemudian melihat ke arah Luffy
''Jangan memanggilku seperti itu, mortal'' kata Amaterasu terlihat kesal
Luffy hanya tersenyum mendengarnya sedangkan Koneko terdiam saja namun kemudian dia tersenyum melihat mereka sepertinya cukup akrab satu sama lain nya
''Hahahahaha kau memang wanita yang aneh, Ama'' kata Luffy terlihat bercanda
''Jangan memanggilku wanita aneh, justru kaulah yang aneh'' kata Amaterasu kesal
Luffy hanya tersenyum saja dan kemudian dia terlihat merasakan ada nya seseorang lagi yang terbang menuju ke arah mereka yang begitu cepatnya. Amaterasu dan Koneko terlihat bersiap-siap melakukan sesuatu jika itu memang adalah musuh akan tetapi terlihat...
''Papa!''
Terlihat Lulu yang terbang menggunakan sayapnya kemudian dengan cepat memeluk Luffy sehingga Luffy terjatuh ke bawah tanah. Luffy terlihat sesak nafas saat Lulu memeluk wajah nya sedangkan Lulu hanya tertawa kecil dan senang
''Hey-Hey kau bisa membunuh ayahmu sendiri'' kata Amaterasu
Lulu kemudian melepas Luffy dan kemudian melompat berdiri dan tersenyum menunjukan giginya yang putih. Luffy terlihat menarik nafas dengan lega
''Aku pikir aku akan mati'' kata Luffy
Koneko tersenyum mendengar perkataan dari Luffy yang mengatakan sesuatu yang aneh tapi membuatnya tersenyum, Luffy berdiri dan kemudian melihat kearah Lulu
''Kenapa kau memeluku tiba-tiba seperti itu?'' tanya Luffy
''Aku hanya ingin bertemu dengan papa'' kata Lulu sambil menaruh jari telunjuk nya di bibirnya dan tangan kirinya ada di belakang nya membuatnya memiliki kesan imut.
Luffy hanya mendesah pasrah melihat putrinya itu, dia sama sekali tidak berpikir akan memiliki putri yang akan seperti ini, begitu bersemangat dan juga begitu banyak bergerak, tapi dia tidak menyalahkanya karena dia juga adalah orang yang seperti itu
Amaterasu hanya terlihat terdiam sambil mendesah pasrah, dia benar-benar tidak menyangka kalau anak bodoh seperti Luffy akan memiliki seorang putri yang imut. Dia benar-benar yakin kalau di dunia ini terkadang bisa saja terjadi sesuatu yang tidak masuk akal
''Ayo kita kembali'' kata Amaterasu
Luffy dan yang lain nya hanya mengangguk mengerti, mereka berempat kemudian berjalan dengan santai menuju ke mansion Gremory.
''Kemana saja kau, Ama?'' tanya Luffy penasaran
''Aku? Aku sedang berjalan-jalan melihat-lihat Underworld dan aku merasa kalau tempat ini ternyata tidak terlalu buruk juga'' kata Amaterasu dengan tersenyum
Luffy hanya tersenyum mendengar kalau Amaterasu menyukai Underworld dan dia juga ingin sekali menuju ke tempat Amaterasu yaitu Shinto, dia berpikir apakah di sana banyak sekali makanan. Koneko hanya terdiam sambil melihat mereka berbicara satu sama lain nya dan Lulu terlihat tersenyum sambil berlari-lari ke sana kemari dengan begitu senangnya, terkadang dia juga melihat bunga dan terlihat heboh melihat bunga itu memiliki warna yang sangat unik.
Koneko hanya tersenyum melihat tingkah putri senpai nya itu, mereka kemudian terlihat sudah sampai di kota dan kemudian melanjutkan perjalanan mereka. Luffy dan yang lain nya kemudian melihat kalau ada Ravel di depan mereka yang terlihat di depan toko. Karena penasaran mereka kemudian mendatangi Ravel
''Yooo gadis burung'' kata Luffy memanggil Ravel
Ravel kaget mendengar kalau ada yang memanggil nya, dia kemudian melihat ke sampingnya dan melihat Luffy bersama ketiga teman wanita nya.
''Hmmm Luffy-sama, Amaterasu-sama'' kata Ravel kaget melihat Luffy dan Amaterasu
''Yooo apa kabar?'' tanya Luffy
''Aku baik-baik saja, terima kasih sudah bertanya'' kata Ravel tersenyum kepada Luffy
Amaterasu penasaran melihat kalau Ravel berdiri di toko di samping mereka dari tadi
''Kenapa kau berdiri di depan toko ini?'' tanya Amaterasu
''Hmmm aku hanya ingin membeli sesuatu'' kata Ravel menjawab
''Lalu kenapa kau hanya berdiam di luar saja?'' tanya Lulu
''Aku hanya berpikir apakah yang harus aku beli untuk ulang tahun kakak ku'' kata Ravel
Luffy dan yang lain nya kemudian kaget mendengar kalau Raiser terlihat berulang tahun sebentar lagi, Lulu hanya bingung mendengar nama asing itu karena dia tidak hafal dengan nama-nama keluarga Iblis kelas atas di Undeworld, dia bahkan sering melupakan nya karena terlalu malas
''Hmmm jadi dia ulang tahun ya, kenapa kau tidak membelikanya saja daging?'' tanya Luffy memberi saran
''Dia tidak seperti mu, Luffy senpai'' kata Koneko terlihat mendesah pasrah mendengar perkataan Luffy
Amaterasu tidak tahu harus mengatakan apa kepada pria di sebelahnya yang berpikir dengan sesimple seperti itu.
''Hmmm bagaimana dengan mainan?'' Lulu terlihat juga memberi saran.
''Dia sudah dewasa, Lulu-chan'' kata Koneko mendesah pasrah lagi mendengar perkataan dari Lulu
Amaterasu hanya memegang jidatnya mendengar perkataan dari ayah dan putri ini, mereka benar-benar memiliki pemikiran yang simple sekali tanpa memikirkan nya dua kali. Amaterasu kemudian melihat ke arah Ravel
''Kau berikan saja dia perhiasan'' kata Amaterasu
''Apakah kau yakin kalau dia akan menyukai hadiah ku?'' tanya Ravel
''Kalau dia tidak menyukai nya, aku akan menghajarnya karena tidak menghargai hadiah dari adik perempuan nya'' kata Amaterasu terlihat menghibur dan meyakinkan Ravel
Ravel terlihat senang mendengar perkataan dari Amaterasu, dia kemudian tersenyum ke arah mereka semua
''Terima kasih, aku akan membeli hadiahnya sekarang'' kata Ravel
Ravel kemudian melambaikan tangan nya dan kemudian masuk ke dalam toko itu, Luffy hanya tersenyum saja melihat Ravel sepertinya terlihat begitu bersemangat sekali. Luffy melihat ke arah Amaterasu
''Kau ternyata cukup pintar'' kata Luffy memuji Amaterasu
''Jangan samakan aku denganmu'' kata Amaterasu yang kemudian berjalan duluan meninggalkan mereka
''Hey tunggu kami!'' teriak Lulu yang berlari mengejar Amaterasu
Luffy dan Koneko berjalan mengikuti mereka dari belakang dengan santainya tanpa ada masalah.
DENGAN ZORO
Zoro terlihat sedang berjalan-jalan di Underworld sambil melihat-lihat para penduduk melakukan aktivitas mereka, Zoro berjalan dengan santai namun dia tidak menyadari kalau ada dua orang yang sedang melihatnya.
''Hey, apakah kau lihat orang itu?'' kata salah satu orang yang menunjuk ke arah Zoro
''Ya, aku melihatnya, memangnya ada apa?'' orang di sebelahnya
''Apakah kau tidak sadar kalau orang itu sudah melewati tempat ini lima belas kali?'' tanya orang itu
''Oh kau benar, apakah dia sedang mencari seseorang atau dia sedang tersesat?'' tanya pria di sebelahnya
Kedua pria itu terbengong melihat Zoro yang kali ini sedang memiliki jalan untuk menuju ke sebelah kanan atau sebelah kiri.
Zoro hanya terdiam dan kemudian memilih jalan kanan dan berjalan dengan santai, dia sudah berjam-jam mencari tempat untuk membeli sake akan tetapi saat dia menuju ke salah satu toko, mereka mengatakan tidak ada sake di tempat mereka. Zoro benar-benar merasa kesal sekali sekarang karena tidak tahu harus kemana lagi mencari sake
Zoro kemudian melihat ada seseorang yang dia kenal, dia kemudian mendatangi orang itu dan ingin menyapa nya.
''Hey!'' panggil Zoro
Orang itu kemudian berbalik, dia ternyata adalah seorang wanita yang terlihat memakai kacamata, berambut pirang dan bermata merah. Dia melihat Zoro yang sedang menuju ke arahnya.
''Hmm bukankah kau pria yang menggunakan tiga pedang itu?'' tanya wanita itu kepada Zoro
''Ya begitulah, siapa nama mu?'' tanya Zoro
''Aku Seekvaira Agares, aku adalah salah satu Iblis dari keluarga atas'' kata Seekvaira
''Oh'' kata Zoro yang tidak terlalu kaget sama sekali
Seekvaira hanya terheran melihat pria di depan nya ini yang sama sekali tidak menunjukan kesan kaget ataupun kagum dengan statusnya namun dia tidak mempermasalahkan itu
''Kenapa kau memanggilku?'' tanya Seekvaira
''Aku ingin bertanya, apakah kau tahu di mana toko yang menjual sake?'' tanya Zoro
Seekvaira tambah heran lagi melihat kalau pria ini malah bertanya hal seperti itu
''Oh kalau itu aku tahu'' jawab Seekvaira
''Kalau begitu tolong antarkan aku'' kata Zoro
''Baiklah'' kata Seekvaira
Mereka berdua kemudian berjalan bersama untuk mencari toko yang di cari oleh Zoro, Seekvaira hanya menatap Zoro dengan tatapan menyelidiki, dia melihat kalau Zoro terlihat berotot walaupun memakai pakaian tertutup seperti itu, dia memiliki bekas luka di sebelah matanya, dia berambut hijau dan terlihat membawa tiga pedang di pinggangnya.
Seekvaira mengingat kalau dia sangatlah kuat dan bahkan berhasil memojokan Titan yang di anggap ras paling kuat di bumi. Seekvaira berpikir apakah dia adalah peeragenya keluarga Gremory
''Apakah kau peerage keluarga Gremory?'' tanya Seekvaira
''Hmmm tidak, aku bukan budak siapa pun'' jawab Zoro dengan santai
Seekvaira kaget mendengar perkataan dari Zoro itu, Seekvaira merasa kalau sepertinya dia mungkin saja bisa memasukan Zoro ke peerage nya
''Jika kau berpikir untuk membuatku menjadi salah satu kelompokmu, aku tidak mau'' kata Zoro dengan dingin dan juga tegas
Seekvaira hanya tersenyum melihat sifat Zoro yang dingin itu, dia benar-benar begitu dingin walaupun di tanya baik-baik oleh wanita.
''Kau sepertinya pria yang dingin, ya'' kata Seekvaira dengan tersenyum melihat ke arah Zoro
''Ya, aku memang seperti ini'' kata Zoro dengan santai
Seekvaira hanya tersenyum dan kemudian melanjutkan kembali perjalanan mereka dan kemudian melihat kalau sepertinya Seekvaira sudah melihat toko tujuan mereka.
''Itu toko nya'' kata Seekvaira
''Oh terima kasih, kalau begitu aku masuk'' kata Zoro yang langsung saja masuk
''Apakah kau seorang manusia?'' tanya Seekvaira
Zoro berbalik melihat Seekvaira
''Ya, aku manusia'' jawab Zoro
Zoro kemudian kembali masuk ke dalam toko dengan santai, Seekvaira hanya tersenyum melihat Zoro dan kemudian berjalan pergi untuk melakukan tugasnya
DENGAN LUFFY DAN YANG LAIN NYA
Terlihat sekarang kalau Luffy dan para wanita terlihat sudah sampai di mansion Gremory, mereka semua kemudian langsung masuk karena berpikir kalau Rias dan yang lain nya sudah makan malam bersama. Para pelayan membimbing mereka ke ruangan makan. Amaterasu terlihat merasa cukup senang karena di layanan begitu baik
Mereka kemudian melihat kalau keluarga Gremory ternyata memang sudah ada di ruang makan, terlihat kalau ada Lord Gremory dan juga Sirzechs di tempat itu
''Ara, kalian sudah kembali?'' tanya Venelana
''Aku pulang!'' kata Luffy dengan begitu semangatnya.
''Bergabunglah dengan kamu'' kata Venelana
Luffy yang mendengarnya terlihat malah sangat senang sekali karena dia akan makan bersama, Grayfia terlihat mendesah pasrah menyadari kalau Luffy akan mengacaukan makan malam yang tenang ini dengan tingkahnya itu
Mereka semua mengambil tempat duduk mereka dan seperti biasa untuk Luffy, dia kemudian mengambil banyak sekali makanan dengan begitu cepatnya sehingga membuat Lord Gremory kaget, perkataan dari istrinya ternyata benar tentang Luffy yang memiliki nafsu makan yang begitu serakah. Mereka terlihat makan dengan cukup meriah di tambah desahan dari Grayfia dan Sirzechs terlihat hanya tersenyum saja melihat Luffy yang mengacaukan makan malam mereka.
Tak lama Luffy pun merasa kenyang setelah memakan cukup banyak sekali makanan di atas meja, dia mengelus perutnya dengan senangnya. Venelana terlihat memberikan Lulu minum karena sepertinya dia tersedak karena begitu banyak makan sama dengan Luffy, bedanya Luffy adalah karet sehingga Luffy dengan begitu senang hatinya menelan semua makanan namun tidak untuk Lulu.
''Jadi kau adalah Luffy-kun seperti yang di ceritakan oleh istriku dan juga Sirzechs, salam kenal. Aku adalah Lord Gremory'' kata Lord Gremory memperkenalkan dirinya
Luffy melihat kearah Lord Gremory dan kemudian berpikir kalau orang ini sepertinya sangatlah kuat karena ayah dari Rias dan juga Sirzechs yang di anggap sebagai Iblis yang sangat kuat di Underworld.
''Apakah kau orang yang kuat, paman?'' tanya Luffy dengan polos
Sirzechs tidak bisa menahan senyum nya mendengar pertanyaan dari Luffy itu, Grayfia hanya memegang jidatnya depresi melihat anak manusia ini, Venelana hanya tertawa kecil dan Rias terlihat tersenyum kaku melihat Luffy bertanya dengan begitu polos nya
Lord Gremory hanya tertawa kecil, dia sudah mendengar sifat Luffy dari Rias dan juga Sirzechs, dia benar dia adalah orang yang begitu polos dan sepertinya suka sekali bertarung dengan orang lain, dia juga mendengar kisah Luffy dari Venelana yang mendengar kalau Luffy berasal dari keluarga manusia biasa, namun dia memiliki keluarga yang gila di dunia nya, Amaterasu hanya tersenyum melihat makhluk fana ini memiliki nyali yang besar sekali berbicara seperti itu
''Ya, aku bisa di bilang seperti itu'' jawab Lord Gremory dengan tersenyum
''Oh kalau begitu, kau adalah orang yang sangatlah kuat, paman'' kata Luffy dengan terlihat kagum
Mereka semua hanya tersenyum melihat Luffy yang begitu polos, Luffy kemudian menceritakan tentang sesuatu yang begitu menarik dan juga lucu kepada mereka dan hebatnya itu menarik perhatian mereka semua, terkadang mereka tersenyum dan terkadang tertawa saat Luffy menceritakan ceritanya kepada mereka semua
Sepertinya Luffy benar-benar memiliki karisma yang begitu hebat sehingga membuat orang di sekitarnya benar-benar tertarik dengan nya. Tidak hanya manusia ataupun ras lain nya di dunia nya bahkan ras lain di dimensi lain.
SKIP TIME
''Luffy! Kau terlalu cepat!'' teriak seorang wanita berambut hitam sambil terlihat kelelahan berlari
Dia adalah Ayano yang kesal melihat Luffy dan Rias lagi-lagi pergi meninggalkan nya begitu mudah nya, Luffy hanya masih terlihat begitu bersemangat sehingga dia memanaskan kaki-kaki nya dengan semangat.
''Ada apa Ayano?'' tanya Luffy
''Ada apa kau bilang? Kau terlalu cepat berlarinya'' kata Ayano marah dan kesal
''Oh maaf, kalau begitu aku akan menggendongmu'' kata Luffy yang menuju ke arah Ayano
''Apa? Itu tidak perlu-''
Luffy kemudian menggendong Ayano tanpa mendengar kelanjutkan perkataan Ayano, pipi Ayano kemudian berubah menjadi berwarna merah sama seperti rambut Rias melihat Luffy menggendong nya dengan gaya bride style
''Dengan begini kita akan cepat sampai ke sekolah'' kata Luffy yang kemudian berlari dengan cepatnya
Rias mendesah pasrah melihat Ayano berteriak karena kaget dengan kecepatan lari Luffy yang begitu cepatnya, Rias mengikuti mereka dari belakang dengan berlari juga dengan cepat.
Mereka kemudian sampai di sekolah dengan kecepatan Luffy yang tidak biasa itu, Luffy tersenyum dengan lebar melihat kalau mereka sudah sampai di sekolah. Ayano dengan cepat melompat agar tidak di lihat oleh para murid lain nya, dia akan benar-benar begitu malu melihat dirinya di gendong oleh seorang pria yang begitu mesranya layak nya pasangan.
Ayano kemudian berjalan duluan masuk ke dalam sekolah tanpa mengatakan apa pun kepada Luffy dan juga Rias, Luffy dan Rias terlihat hanya bingung tidak tahu apa yang terjadi dengan Ayano
''Baiklah, ayo kita juga masuk ke dalam kelas'' kata Luffy
Rias mengangguk dan kemudian berjalan masuk ke dalam sekolah namun dia merasakan sesuatu yang aneh dengan nya, sesuatu yang benar -benar merasa tidak nyaman dan juga aneh. Luffy terlihat sudah berjalan jauh dari Rias, RIas mencoba untuk mengejarnya akan tetapi terlihat kalau dia merasakan sesuatu yang begitu aneh yaitu perasaan nya yang terlihat beraksi aneh dengan Luffy
''Ada apa denganku?'' tanya Rias kepada dirinya
Rias merasakan kalau Luffy begitu menjauh dan terpikir kalau Luffy sepertinya mengabaikan nya karena sesuatu yang aneh dengan perasaan nya. Rias merasakan sendirian dan juga terasingkan
''Woy Rias! Kenapa dengan mu?!'' tanya Luffy berbalik melihat kalau Rias tidak mengikutinya dari belakang
''Ya aku akan kesana'' kata Rias yang kemudian berlari mengejar Luffy
Luffy dan Rias kemudian menuju ke kelas mereka masing-masing, namun terlihat kalau ada yang sedang mengawasi mereka yaitu seorang guru yang mengawasi Rias yang terlihat terdiam sementara tadi
''Oh jadi sang Princess mengalami masalah tentang perasaan, ya? fufufu'' tawa wanita itu sambil kemudian berjalan pergi menuju ke salah satu kelas.
Seperti biasa Luffy dan Rias mengalami pelajaran yang begitu membosankan bagi Luffy dan dia berharap kalau pelajaran ini sudah selesai tanpa ada masalah sama sekali. Tak lama kemudian harapan Luffy pun terkabulkan dengan terdengarnya suara bell yang menunjukan jam istirahat, Luffy langsung saja berlari dengan cepat tanpa memikirkan peralatan sekolah nya yang masih ada di atas meja.
''Luffy, peralatan sekolah mu!'' kata Rias melihat kalau buku dan pulpen Luffy masih ada di atas meja
Rias mendesah dengan sifat Luffy itu yang begitu ceroboh, dia kemudian berdiri dan kemudian membereskan peralatan memasukan buku Luffy, Rias merasakan perasaan yang aneh lagi yang terlihat asing bagi nya
''Perasaan ini lagi, kenapa perasaan ini belakangan ini muncul'' kata Rias dengan merasa aneh
''Hey kau tahu tidak, wanita yang menembak pria semalam di putuskan, padahal mereka baru pacaran 2 minggu''
Rias mendengar kalau ada beberapa murid sedang berbicara satu sama lain di depan nya.
''Ya aku dengar juga, di katakan kalau mereka putus karena sang pria sama sekali tidak mencintai wanita itu dan hanya memanfaatkan nya, pria benar-benar licik ya''
''Hahaha, aku berpikir kalau sepertinya para pria kebanyakan berbohong, misalnya dia pasti akan menerima wanita jika wanita itu memiliki kecantikan dan tubuh yang seksi''
''Begitulah pria, dia hanya memikirkan enak nya saja tanpa memikirkan perasaan wanita''
Rias yang mendengar pembicaraan mereka berdua terlihat melebarkan mata nya, pikiran nya langsung menuju ke arah Luffy yang berpikir kalau dia mendekati dirinya hanya merasa senang dengan nya bukan karena cinta
Perasaan Rias benar-benar sangat kacau sekarang, apakah dia benar jika mencintai pria yang sepertinya tidak mencintai nya sama sekali. Ini benar-benar begitu rumit dan membingungkan perasaan nya nya.
Rias kemudian langsung berlari keluar kelas dan menuju ke tempat yang tanpa ada orang sama sekali untuk menenangkan perasaan nya ini.
DENGAN LUFFY
Terlihat Luffy sedang makan di kantn dengan begitu banyak dan semangatnya, dia sudah terlihat memakan lebih dari 10 piring di atas meja dan akan terus bertambah. Semua orang di kantin hanya heran dan bengong melihat Luffy yang masih memiliki nafsu makan yang begitu besar seperti itu.
Tak lama kemudian datanglah seorang pria mendekati Luffy, Pria itu tidak lain adalah Zoro yang terlihat melewati para murid dengan wajah dingin ya dan kemudian duduk di depan Luffy dan melihat nya
''Hey, nafsu makanmu itu membuat semua orang tertarik'' kata Zoro
''Apa? Aku tidak merasa keberatan dan aku tidak peduli'' kata Luffy berbicara walaupun masih ada makanan di mulutnya.
Zoro hanya terlihat mendesah pasrah melihat kapten nya ini yang sama sekali tidak mengerti dengan maksudnya. Luffy dengan perut karet nya itu berhasil menghabiskan lebih dari 20 piring di depan nya.
''Fuah~ enak sekali'' kata Luffy dengan lega nya.
Luffy menepuk-nepuk perutnya sambil tersenyum dengan senang karena sudah kenyang, Luffy memiliki uang yang banyak karena dia sudah bekerja sampingan sebagai seorang pengantar barang jadi dia tidak merasa kesusahan untuk membayar semua makan nya
''Hey, apakah kau mau jalan-jalan?'' tanya Zoro
Luffy yang mendengarkan perkataan dari Zoro terlihat langsung tersenyum, perutnya kemudian mengepes dengan begitu cepatnya sehingga membuat para murid lain nya terlihat kaget dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat
''Tentu saja, aku senang untuk jalan-jalan'' kata Luffy dengan tersenyum
Zoro hanya tersenyum dan kemudian berdiri, mereka kemudian berjalan pergi keluar dari kantin dengan santai membuat para murid lain nya kebingungan dengan siapa mereka sebenarnya, mereka disini sudah cukup terkenal, si tukang makan Luffy dan juga si tersesat Zoro yang selalu saja menanyakan jalan di sekolah ini, padahal dia sudah cukup lama bersekolah disini.
Luffy dan Zoro bersantai berjalan di lorong sekolah, mereka dilihat oleh banyak sekali murid karena karisma mereka bersekolah disini. Mereka berdua di anggap memiliki fisik di atas rata-rata di sekolah ini, Luffy dan Zoro bisa mengangkat barbel yang paling berat, berlari begitu cepat, dan olahraga lain nya kecuali Luffy, Luffy memiliki nilai renang yang begitu buruk, pasti kalian sudah tahu. Sehingga membuat guru olahraga nya bingung untuk memberikan nilai berapa kepada mereka, hingga akhirnya guru olahraga memberikan nilai yang paling atas untuk mereka.
Mereka sama sekali tidak terkalahkan dalam olahraga di tambah lagi, rumor mengenai anak baru berambut pirang memiliki kecepatan lari yang sangat cepat juga. Sekolah dan para murid merasa senang karena sepertinya dalam perlombaan olimpiade antar sekolah, sekolah mereka bisa menang dengan mudah.
Luffy dan Zoro hanya tidak memperdulikan tatapan itu, mereka hanya menatap di depan sehingga Zoro tidak menyadari kalau ada orang yang akan muncul di sebelah kanan nya. Orang itu kemudian menabrak Zoro sehingga Zoro kaget.
''Hey, apa kau tidak memiliki mata?'' tanya Zoro kesal
''Hmm bukankah tidak baik berbicara seperti itu kepada guru'' terlihat kalau orang itu adalah guru wanita berambut hitam dan bermata ungu menatap ke arah Zoro
Luffy dan Zoro kaget kalau orang yang ditabrak Zoro adalah seorang guru, guru itu terlihat marah melihat Zoro
''I-Itu salahmu karena menabraku'' kata Zoro dengan gagap karena merasa tidak mau bersalah
''Ara, kau murid pembohong dan tidak mengakui kesalahannya, kau ini sebenarnya bersekolah ngapain saja? Makan?'' tanya guru itu dengan tersenyum
Luffy terlihat tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari guru mereka karena dirinya sendiri memang hanya makan saja di sekolah ini, Zoro sweatdrop melihat kapten nya itu tertawa terbahak-bahak dengan begitu keras nya
''Hmmm apakah kalian Monkey D Luffy dan Roronoa Zoro?'' tanya guru itu
Zoro kaget mendengar kalau guru itu sepertinya mengetahui nama mereka, Luffy berhenti tertawa namun terlihat masih tersenyum
''Ya'' jawab Luffy dengan senyum lebarnya itu
''Oh, itu bagus. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepada kalian?'' kata guru itu dan kemudian menatap ke arah Luffy dan Zoro dengan tatapan tajam
Luffy dan Zoro merasakan tatapan wanita itu terlihat bukan tatapan mata biasa, mata ungu itu menatap ke arah mereka berdua dengan tatapan tajam yang begitu menusuk. Luffy dan Zoro hanya bersiaga kalau wanita ini akan melakukan sesuatu yang bersifat menyerang ke arah mereka
''Aku hanya ingin mau mengatakan...kalau ulangan Matimatika kalian buruk sekali'' kata guru itu yang kemudian menunjukan dua lebar kertas dan di dua kertas itu tertulis masing-masing nama Luffy dan Zoro
Luffy dan Zoro terbengong melihat guru di depan mereka ini, guru itu hanya tersenyum manis sambil menunjukan kertas ulangan Luffy dan Zoro yang tertulis ada angka nol besar.
''Aku kira tadi dia mau mengatakan sesuatu yang serius'' kata Zoro terlihat sweatdrop sekarang melihat guru itu.
Luffy sekali lagi tertawa melihatnya
''Berhenti tertawa!"' teriak Zoro kesal melihat kapten nya
''Lain kali kalian belajar ya'' kata guru itu yang menyerahkan kedua kertas itu kepada Luffy dan juga Zoro
Luffy tersenyum melihat kertas nya yang memiliki nilao nol, Zoro hanya tidak peduli sama sekali
''Lihat Zoro, aku mendapatkan nilai nol'' kata Luffy dengan bangga
''Nilai apa? Kau mendapatkan nilai nol yang artinya kau tidak mendapatkan nilai apa pun!'' teriak Zoro kesal dengan giginya runcing
''Oh, aku kira aku mendapatkan nilai'' kata Luffy terlihat termenung
Guru di depan mereka itu hanya tertawa kecil melihat mereka berdua yang memiliki sifat bertolak belakang, yang satu begitu polos dan bodoh, yang satunya lagi memiliki sifat tidak peduli dan juga marah
''Kalau begitu aku permisi dulu'' kata guru itu
''Oh iya nama ku Lilith, salam kenal kalian berdua'' kata Lilith yang kemudian berjalan ingin melewati Luffy namun..
''Sepertinya teman berambut merah mu itu membutuhkanmu'' bisik Lilith di telinga Luffy
Luffy kaget dan merasa bingung mendengar bisikan itu, Luffy berbalik melihat ke arah Lilith namun terlihat dia sudah berjalan cukup jauh. Zoro melihat Luffy yang sepertinya merasakan sesuatu
''Ada apa Luffy?'' tanya Zoro
''Dia tadi berisik kepadaku tentang teman berambut merah'' kata Luffy
''Teman berambut merah? Maksudmu Rias?'' tanya Zoro
''Sepertinya begitu'' jawab Luffy
''Apa yang dia katakan?'' tanya Zoro
''Dia bilang kalau sepertinya Rias membutuhkan kita'' kata Luffy
Zoro hanya bingung mendengar perkataan dari Luffy namun sepertinya perkataan itu memiliki maksud
''Sepertinya kita harus mencari Rias'' kata Luffy
''Kau benar'' setuju Zoro
Mereka kemudian berjalan mulai mencari Rias
DI CLUB ORC
Terlihat di tempat situ ada seorang wanita yang sedang duduk sambil menatap ke arah jendela, dia hanya menatap keluar jendela dengan tatapan kosong sambil memikirkan sesuatu. Dia adalah Rias
Rias terlihat berdiam diri sepertinya menenangkan diri nya
''Apa benar kalau Luffy hanya memanfaatkanku?'' tanya Rias sambil memegang dada nya tepat di hatinya berada
Dia hanya berharap kalau Luffy akan menerima nya dengan tulus tanpa ada rasa memanfaatkan dirinya, tapi sepertinya itu akan begitu sulit karena Luffy memiliki sifat polos di tambah dia sepertinya belum tahu apakah itu benar sifat Luffy yang sebenarnya.
Rias yang sibuk memikirkan itu tidak merasakan kalau ada seseorang yang datang
''Oh disini rupan nya kau Rias, aku sedang mencarimu dari tadi'' kata suara seorang pria
Rias kaget mendengar ada suara pria, dia kemudian menggerakan lehernya untuk melihat siapa yang berbicara.
''Luffy...'' kata Rias melihat siapa pria itu
Luffy hanya tersenyum biasa melihat Rias
BERSAMBUNG
Akhir bab
Tanggung seperti biasa :V
Yup di bab ini sepertinya Rias akan mengikuti jalan cerita yang hampir sama dengan canon namun di gantikan oleh Luffy, di tambah Rias memiliki perasaan aneh bukan karena Loki tapi oleh siapa kah? Apakah Luffy akan memiliki perasaan cinta kepada wanita? Tunggu saja di bab berikut nya :V
Saatnya membalas Review
Dragneelhendra: Katakuri sepertinya melakukan misi seperti biasanya dengan Vali dan yang lain nya, apakah dia akan muncul di arc Kyoto? Kita lihat saja
Arif4342: Oke bos :V
DamViBritannia: Saya akan berusaha memperkaya kata-kata saya, Thanks bro seperti biasa ente selalu saja meng-review fanfic saja :)
Ay: Ay ay kapten :V
Roronoa Sayyid: Terima kasih doa nya, Author akan selalu berusaha untuk menjaga diri :) Fanfic lain nya? Siap bos!
Austintristan16: Yoiiiii, Katakuri mungkin bertemu dengan Luffy di arc Kyoto, sepertinya :V
Hanakirei-chan: Terima kasih sarannya Hanakirei-chan~ :v
Ale: Gracias, continuaré este fanfic.
Karen Chavalli: Chapter pertama memang hancur lebur tapi akan saya perbaiki penulisan saya di chapter berikut nya, Karen Onee-chan :V
Terima kasih yang sudah baca dan Review jangan lupa untuk tinggalkan Review ya
Salam author
