Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


Rumah Keluarga Phenex

Sekolah Kouh

Seorang anak memakai topi jerami sedang santai berjalan di lorong sekolah, dia melihat-lihat para murid sepertinya sedang mengalami hal yang membuat mereka harus buru-buru. Luffy hanya diam dan merasa penasaran dengan mereka semua

''Kenapa dengan mereka?'' tanya Luffy dengan heran

Dia terus berjalan dan melihat mereka semua yang terlihat sibuk sekali berlari-lari ke sana kemari. Luffy melihat ada seorang wanita di depan nya yang dia kenal bersama dengan Zoro

''Oh mr Monkey D'' kata wanita itu menyapa dirinya

''Oh hmmmm...'' terlihat Luffy lupa dengan nama wanita itu

''Kau melupakan namaku?'' tanya wanita itu

''Ya begitulah, maaf'' kata Luffy sambil menggaruk belakang kepala nya

Wanita itu hanya tersenyum saja mendengarnya

''Namaku Lilith, sebaiknya kau ingat itu baik-baik'' kata Lilith

''Oh baiklah'' kata Luffy

Luffy merasa kalau wanita di depan nya ini bukan wanita biasa, dia menyadari dari senyuman nya itu yang sangat berbeda dengan senyuman orang lain.

''Hmmm kau tidak perlu senyum jika tidak terjadi sesuatu yang menyenangkan'' kata Luffy

Lilith kemudian terlihat kaget mendengar perkataan dari Luffy, dia kemudian tersenyum, ''Menarik'' pikirnya

Luffy hanya menatap Lilith dengan tatapan heran, dia merasa kalau Lilith sedangkan memikirkan sesuatu. Lilith kemudian menatap ke arah Luffy dengan senyuman nya lagi yang Luffy yakin kalau itu senyuman tidak natural

''Hmmm menarik, aku tidak tahu kalau kau bisa menebak seperti itu'' kata Lilith

''Tidak, aku tidak sedang menebak, aku tidak merasakan senyumanmu, aku bisa membedakan mana senyuman palsu dan tidak'' kata Luffy dengan terlihat tahu yang dia sedang bicarakan

Lilith sekali lagi hanya terdiam dengan senyuman nya itu

''Oh sepertinya aku harus pergi, aku harus banyak melakukan sesuatu dan lagi senang kalau temanmu yang berambut merah itu baik-baik saja'' kata Lilith yang kemudian pergi meninggalkan Luffy

Luffy hanya terdiam saja sambil menatap dia pergi dari lorong di depan nya, Luffy sekali merasakan ada yang aneh dengan sifatnya itu.

''Aneh, aku merasa kalau dia sama sekali tidak senang dan hanya memaksakan senyumnya itu, sama seperti Sanji'' kata Luffy mengingat saat Sanji berkata omong kosong yaitu berbohong kepada nya saat di depan keluarganya dan saat dia bingung untuk menolong keluarganya atau kabur.

Luffy hanya mengangkat bahunya dan kemudian kembali berjalan menuju ke club Rias, dia sangat bosan sekarang dan memutuskan untuk menuju ke sana. Lilith yang sedang berjalan di lorong hanya terlihat terdiam namun kali ini dia tidak tersenyum

''Hmmmm itu sangat aneh dan mengerikan, bagaimana dia bisa tahu kalau aku memakai senyum palsu, ini benar-benar sangat menarik'' kata Lilith dengan terlihat berjalan menuju ke kantor nya

Luffy melihat kalau dia sudah sampai di bangunan club Rias dan kemudian berjalan masuk ke dalam, dia mengetuk pintu namun terlihat tidak ada yang membukanya, dia kemudian membuka pintu dan melihat kalau bangunan kosong. Luffy penasaran dan kemudian masuk dan menuju ke ruang tamu

Dia mengetuk pintu lagi dan kali ini terlihat terdengar suara

''Silahkan masuk'' kata seorang suara wanita

Luffy membuka pintu setelah di izinkan, di dalam terlihat kalau ada Rias dan Zoro yang tertidur di sofa di dekat tempat minuman. Luffy melihat kalau ada tamu yaitu seorang gadis kecil pirang yang dia kenal

''Oh Luffy, ayo bergabunglah'' kata Rias

Luffy kemudian menuju ke sofa di dekat Rias dan kemudian menatap ke arah gadis di depan nya dengan tatapan menyelidiki

''Hmmm sepertinya aku mengenalmu'' kata Luffy

''Tentu saja! Kita sudah bertemu di pertemuan Iblis muda saat itu!'' teriak gadis kecil itu terlihat kesal dengan Luffy

Gadis itu ternyata adalah Ravel, Ravel kemudian mencoba untuk menenangkan dirinya yang marah.

''Maaf, aku tidak bermaksud untuk berteriak'' kata Ravel meminta maaf

''Itu tidak masalah, sering sekali ada banyak sekali orang berteriak kepadaku, shishishi'' tawa Luffy dengan tawa khasnya

Rias mengangguk setuju dan Ravel terlihat lega mendengarnya, dia tidak tahu kalau Luffy memiliki hati yang begitu santai tanpa mudah terpancing oleh emosi atau amarahnya.

''Hmmmm jadi kenapa kau kesini?'' tanya Luffy

''Dia ingin mengatakan sesuatu tentang kakak laki-laki nya, yaitu Raiser'' kata Rias memberitahu

''Memangnya ada masalah apa dengan nya?'' tanya Luffy

Ravel terlihat menatap ke bawah lantai dan terlihat murung, dia kembali menatap ke arah Luffy dan Rias lagi dengan tatapan percaya diri

''Aku mohon, tolong buat bagaimana caranya onii-sama bisa keluar dari kamarnya'' kata Ravel dengan penuh harap

''Hah?'' Luffy terlihat heran

Rias kemudian mencoba menjelaskan kepada Luffy, ''Raiser belakangan ini tidak mau keluar dari kamarnya karena kau sudah mengalahkan nya di pertandingan saat itu'' kata Rias

Luffy mengangguk mengerti, dia mengingat kalau dia benar-benar menghajar Raiser dengan begitu babak belur hingga dia tidak bisa bergenerasi lagi.

''Aku tahu dia sangat menyebalkan tapi...dia tetap kakak ku yang paling berharga'' kata Ravel dengan wajah penuh harap

''Hmmm tapi aku tidak tahu caranya'' kata Luffy dengan bingung

Zoro yang ada di belakang mereka yang tidur kemudian bangun, dia menguap dan melihat ke arah mereka bertiga. Zoro berdiri dan mendatangi mereka.

''Oh Zoro, kau sudah bangun ternyata'' kata Rias melihat Zoro

''Hmmm kalian berisik sekali, aku bahkan tidak tidur tadi'' kata Zoro mengucek-ucek mata nya

''Jadi kau tidak tidur tadi'' kata Rias terlihat heran

''Ya seperti itulah dan aku mendengar pembicaraan kalian'' kata Zoro kali ini terlihat duduk di samping Luffy

Luffy hanya diam sambil memakan cemilan di atas meja dan kemudian memakan nya dari tadi, Luffy kemudian ingin mendengar pendapat dari Zoro

''Jadi Zoro, bagaimana menurutmu?'' tanya Luffy ingin mendengar saran Zoro yang sebagai kru nya

''Kenapa kita tidak coba saja memaksanya, itu lebih baik dari pada di kamarnya saja. Kalau begini terus dia akan hanya terjebak di dunia kecilnya itu'' kata Zoro memberi saran

Ravel terlihat mengerti dengan perkataan dari Zoro, kalau begini terus kakak nya hanya akan terbelenggu dalam kamarnya, tidak akan bisa menyadari kalau dunia luar masih berjalan. Jika dia tidak bisa membuat kakak nya keluar dari kamarnya, itu akan sangat merugikan bagi diri Raiser yang terus terdiam disana membuang-buang waktu yang berharga

''Hmmmm apakah kalian mau membantuku?'' tanya Ravel

''Baiklah, aku rasa itu tidak masalah'' kata Luffy sambil menelan makan nya

Ravel terlihat senang mendengarnya

''Kalau begitu ayo kita sekarang pergi'' kata Ravel

''Baiklah'' kata Rias sambil tersenyum

Underworld

''Woah aku tidak tahu kalau kau memiliki kastil seperti ini'' kata Luffy kagum melihat rumah keluarga Ravel.

Ravel hanya tersenyum dengan bangga mendengar pujian yang mengenai keluarganya, walaupun dia tidak terlalu sombong dari Raiser tapi tetap saja dia merasa bangga.

''Terima kasih pujian nya, aku menghargai itu. Ayo kita masuk'' kata Ravel mempersilahkan mereka bertiga masuk

Mereka masuk ke dalam rumah keluarga Ravel atau bisa kita bilang kastil ini, ketiga orang itu melihat kalau ada beberapa wanita yang sedang menyambut mereka. Rias mengatahui mereka, mereka adalah para peerage Rias

''Siapa mereka?'' tanya Zoro

''Mereka adalah peerage Iblis burung itu'' kata Luffy memberitahu

Zoro mengangguk mengerti, selera Iblis burung itu memiliki sifat mesum di karenakan terlihat semua peeragenya adalah seorang wanita.

''Hmmmm sebenarnya sampai mana kau menghajarnya sampai bisa membuatnya trauma seperti itu?'' tanya Zoro

''Aku hanya menghajarnya, habisnya dia sangat menyebalkan'' kata Luffy dengan terlihat merasa tidak bersalah

Zoro hanya tersenyum saja dengan santai, dia merasa ingin melihat orang itu di hajar oleh Luffy hingga dia trauma. Mereka kemudian sudah sampai di sebuah pintu, mereka mengetahui kalau pintu ini adalah pintu milik ruangan kamar Raiser

''Jadi kamarnya?'' tanya Zoro

''Ya benar sekali'' Ravel kemudian maju ke depan untuk mencoba mengetuk pintu

''Onii-sama! Mohon keluarlah, ada tamu!'' teriak Ravel memanggil Raiser

Tidak ada suara dari dalam kamar Raiser hingga akhirnya terdengar suara yang terlihat ketakutan dan menolak untuk keluar

''Tidak! Aku tidak mau! Tinggalkan aku sendiri Ravel!'' teriak Raiser dari dalam

Rias dan kedua bajak laut hanya kaget mengetahui kalau Raiser benar-benar mengalami trauma yang buruk hingga membutnya tidak mau keluar dari kamarnya. Ravel mendesah pasrah dan kemudian terlihat mencoba untuk menghasut Raiser untuk keluar lagi

''Rias-sama ada disini!'' teriak Ravel

Mereka menunggu reaksi Raiser, kemudian terdengar ada suara langkah lari dari dalam Raiser dan terlihat pintu tiba-tiba saja terbuka dan menunjukan Raiser. Penampilan Raiser benar-benar berantakan, rambutnya berantakan, pakaian nya kusut dan wajahnya terlihat tidak tidur selama beberapa hari.

''Rias!'' teriak Raiser kaget melihat Rias ada disini

Rias kaget melihat Raiser yang tiba-tiba muncul sambil memanggilnya. Raiser kemudian melihat kalau ada dua orang dan salah satunya adalah orang yang membuatnya trauma.

''Woaaah! topi jerami!'' teriak Raiser kaget melihat Luffy

Luffy yang kaget kemudian tersenyum dengan senyuman khasnya

''Yoo apa kabar?'' tanya Luffy dengan sopan

Raiser kemudian mundur kebelakang dan kemudian menutup pintunya dan kembali ke kasurnya. Mereka berempat kaget melihat apa yang terjadi, Raiser begitu cepatnya kembali ke kasurnya.

''Wow, itu cepat sekali'' kata Zoro dengan sweatdrop

Ravel mendesah dan merasa kesal dengan Raiser, dia kemudian membuka pintu ruangan Raiser dengan paksa dan kemudian masuk ke dalam.

''Onii-sama! Hentikan hal kekanak-kanakan ini!'' teriak Ravel dengan marah melihat Raiser

''Kenapa kau membawa manusia karet itu, Ravel?!'' teriak Raiser dengan marah sambil ketakutan

Luffy masuk ke dalam kamar Raiser dan kemudian melihat kalau ruangan ini cukup baik, seperti yang di harapkan dari Luffy yaitu salah satu dari keluarga Iblis kelas atas pasti memiliki ekonomi yang kaya.

''Hey kenapa denganmu?'' tanya Luffy

''Diam kau! Ini gara-gara kau yang membuatku seperti ini! Beraninya kau menunjukan wajahmu lagi disini!'' teriak Raiser yang terlihat sok kuat dan berani

Luffy menatap ke arah Raiser dengan heran namun itu malah membuat Raiser ketakutan dan bersembunyi dengan selimutnya. Zoro terbengong dari tadi, Zoro berpikir apakah benar orang ini adalah salah satu Iblis kelas atas sama seperti Rias dan juga orang yang melawan Luffy

''Kau yakin dia orangnya, Luffy?'' tanya Zoro

''Ya, dia tidak seperti ini dulunya, dia dulu adalah orang yang sombong dan penuh percaya diri'' kata Luffy menjelaskan

Zoro menaikan alisnya dengan heran

''Kau pasti menghajarnya dengan begitu parah hingga membuatnya seperti ini'' kata Zoro

''Siapa kau?!'' tanya Raiser menunjuk ke arah Zoro

''Oh dia adalah teman nya Luffy-sama, Roronoa Zoro'' kata Ravel memberitahu

Raiser melebarkan matanya dengan kaget menyadari kalau orang ini adalah teman dari manusia karet yang telah menghajarnya, dia berpikir kalau orang ini juga terlihat begitu kuat terlihat dari ada tiga pedang di pinggangnya.

Rias mendesah pasrah melihat Raiser seperti ini dan dia merasa bersalah, Raiser memang memiliki sifat yang menyebalkan tapi dia bisa saja berubah.

''Raiser, sebaiknya kau keluar. Apakah kau mau tetap disini selamanya?'' tanya Rias

''Tidak, aku akan tetap disini'' kata Raiser dengan menutupi dirinya lagi dengan selimutnya

Rias dan Ravel hanya menghebuskan nafasnya dengan pasrah melihat Raiser

''Baiklah, sepertinya kita harus benar-benar memaksanya keluar'' kata Luffy bersiap-siap, ''Hey Zoro bantu aku'' kata Luffy

''Ay ay kapten'' jawab Zoro

Luffy dan Zoro kemudian menarik Raiser keluar, tidak sulit untuk kekuatan mereka berdua. Mereka kemudian sudah sampai di luar kastil namun terlihat Raiser mencoba untuk kembali ke ruangan nya akan tetapi terlihat kalau Luffy menariknya dengan begitu kuat nya hingga dia tidak bisa lepas

''Baiklah, apa yang harus kita lakukan?'' tanya Luffy

Zoro melihat ke arah Raiser dan terlihat tersenyum seperti memilik ide yang bagus untuk membuatnya bisa berani

''Kenapa kita tidak melatihnya saja?'' tanya Zoro

''Itu...ide yang bagus'' kata Luffy setuju

Raiser yang mendengarnya terlihat ketakutan karena harus melawan Luffy lagi di tambah dia harus melawan teman nya yang memiliki tiga pedang itu.

''Ya aku rasa itu bagus. Bagaimana menurutmu, Ravel?'' kata Rias juga

''Hmmmmmm'' Ravel terlihat memikirkanya, dia takut kalau terjadi sesuatu dengan Raiser akan tetapi karena ini untuk kebaikan nya, dia memutuskan untuk setuju dan menyerahkan kakak nya kepada Luffy dan Zoro, ''Baiklah, aku setuju'' kata Ravel

''Ravel! Kenapa kau setuju?!'' teriak Raiser dengan kesal dan ketakutan

''Ini salahmu! Kenapa kau sekarang seperti ini, kau seharusnya mengakui kesalahanmu dan juga berubah menjadi orang yang lebih baik!'' kata Ravel balik memarahi Raiser

Raiser kaget mendengar perkataan dari adik perempuan nya itu, Luffy tersenyum dengan lebar mendengarnya sedangkan Zoro hanya tersenyum biasa melihat ketegasan Ravel menjadi seorang adik yang peduli.

''Hmmm aku rasa ada tempat yang bagus'' kata Rias

''Dimana?'' tanya Luffy

Rias hanya tersenyum

Skip Time

''Yang benar saja!'' teriak Raiser yang terlihat di bawa oleh seekor naga yang cukup besar

''Woah aku tidak tahu kalau kau akan mau membantu, paman'' kata Luffy yang terlihat menaiki naga itu

''Karena ini adalah permintaan dari keluaga Gremory yang memiliki Ddraig, aku akan menerima nya'' kata naga berwarna ungu itu yang tidak lain adalah Tannin

Zoro hanya duduk dengan santai di punggu naga itu bersama Luffy dan Ravel sedangkan Ravel marah-marah yang di bawa dengan cara di pegang oleh Tannin, namun Tannin terlihat hanya tidak peduli dan terbang menuju ke sebuah gunung. Luffy dan Zoro mendengar kalau di gunung itu adalah salah satu tempat tinggal para naga

''Hey Zoro, aku tidak sabar untuk melihat para naga itu'' kata Luffy dengan senangnya

''Aku juga, apakah mereka semua berbentuk seperti naga ini?'' tanya Zoro melihat ke arah Tannin

Tannin yang mendengar perkataan dari mereka tertarik dan mendengarkan nya secara lebih jelas

''Maaf, apakah kau berpikir kami berbentuk-bentuk aneh?'' tanya Tannin

''Oh maaf, aku tidak berniat menyinggung kalian'' kata Zoro dengan meminta maaf

Mendengarkan permintaan maaf Zoro, Tannin hanya menghilangkan rasa kesal nya terhadap Zoro. Mereka kemudian terlihat sampai di gunung yang memiliki salju, Tannin mendarat dan kemudian melempat Raiser asal tempat.

''Hey jangan melemparku seperti itu!'' teriak Raiser denga marah dan kesal

Luffy dan Zoro turun dari Tannin, Ravel turun juga dengan perlahan namun dia menyadari kalau Tannin cukup tinggi, Ravel di tangkap oleh Luffy dengan gaya bride style. Ravel kaget melihat nya sedangkan Luffy hanya tersenyum saja

''Terima kasih'' ucap Ravel dengan rona merah muda di pipinya

''Sama-sama'' Luffy melepas Ravel

''Baiklah, apa yang akan kau lakukan, Luffy?'' tanya Zoro

''Hmmmmmmmmm aku rasa dia harus di latih dan aku terlalu malas untuk itu sekarang'' kata Luffy dengan terlihat menguap

''Hey apa maksudnya itu?! Bukankah kau kesini untuk melatihku, kalau tidak aku akan pulang sekarang'' kata Raiser yang mengeluarkan sayap api nya dan kemudian terbang pergi

Luffy dengan cepat melenturkan tangan nya dan memegang kaki Raiser, Raiser merasakan kaki nya di pegang langsung panik. Luffy langsung menarik Raiser dengan kuatnya hingga kemudian Raiser menabrak tanah yang bersalju.

''Apa maksudnya itu?!'' teriak Raiser marah

''Kau harus berlatih, kau memiliki kekuatan yang keren tapi kau tidak terlalu bisa menggunakan nya secara efisien'' kata Luffy

''Cih jangan sombong denganku, manusia! Kekuatanku lebih berguna darimu'' kata Raiser dengan nada sombongnya lagi

''Jadi Zoro, aku serahkan dia kepadamu'' kata Luffy tidak memperdulikan perkaaan dari Raiser

''Dengarkan aku!'' teriak Raiser lagi dengan marah nya

''Baiklah kalau itu perintahmu, aku akan mengurus Iblis burung ini'' kata Zoro dengan tersenyum santai

Zoro menatap ke arah Raiser, Raiser merasakan dengan tajam kalau tatapan Zoro benar-benar begitu mengerikan. Zoro berjalan menuju ke arah Raiser dengan santai dan terlihat tersenyum di mulutnya yang memiliki pemikirkan yang menarik untuk dirinya namun dia merasakan kalau itu buruk baginya

''Baiklah, pertama aku harus melatih fisikmu'' kata Zoro

''Bagaimana kau melakukan nya?'' tanya Raiser

''Hmmm kau harus berlari mengelilingi gunung ini'' kata Zoro

''Kau gila! Kau pikir berapa luas pergunungan ini?!'' teriak Raiser dengan kaget dan marah

''Cih diamlah, aku sudah berlatih bermil-mil mengelilingi dojo ku saat aku kecil'' kata Zoro, Zoro kembali menatap ke arah Raiser lagi dengan tatapan tajam, ''Jangan banyak bicara dan lakukan sekarang!'' teriak Zoro

Raiser yang mendengarnya merasakan merinding yang begitu terasanya, dia kemudian berlari dengan cepat ke belakang untuk memulai latihan nya.

''Hmmmm kau merasa kalau dia bisa melakukan itu?'' tanya Tannin menatap kearah Zoro

''Hah, jika dia tidak bisa melakukanya, dia tidak pantas di sebut sebagai Iblis kelas atas yang kalah dengan Manusia'' kata Zoro dengan santai

Tannin terlihat terdiam melihat Zoro, dia merasakan sesuatu yang begitu kuat dari Manusia ini, yaitu sebuah semangat yang membara dari perkataan nya.

''Hey aku minta tumpangan'' kata Zoro

''Apa maksudmu?'' tanya Tannin heran

''Aku harus memantaunya'' kata Zoro

Tannin mendesah pasrah, dia kemudian memanggil salah satu naga untuk membawa Zoro. Zoro pun terbang bersama naga itu dan melihat Raiser belari-lari di tanah dengan kelelahan. Zoro hanya tersenyum dengan santai

Zoro terus melatih Raiser, menyuruhnya sit up, push up dan mengangkat barang-barang yang begitu beratnya, Raiser kaget melihat kalau Zoro dengan begitu mudahnya mengangkat salah satu batu yang begitu besar dengan satu tangan nya. Raiser benar-benar tidak percaya kalau Zoro dan Luffy adalah seorang manusia.

Sedangkan Luffy hanya makan dengan santai di sebuah meja dan kursi di dekat Raiser berlatih, Ravel menggunakan sihir api nya untuk menghangatkan mereka berdua hingga tidak terkena cuaca dingin saat ini dan terlihat membawa banyak sekali makanan dan minuman di atas meja dan tentu saja Luffy tertarik

''Hmm ini enak sekali'' kata Luffy

''Benarkah? Terima kasih'' kata gadis pirang itu dengan terlihat senang.

Luffy terus memantau Raiser dari jauh yang sekarang terlihat berlari lagi akan dan kemudian terlihat akhirnya selesai, Zoro kemudian menyuruh Raiser untuk mengangkat salah satu batu dan kemudian berlari lagi, Raiser terlihat kesal dan terpaksa menurut dengan Zoro. Luffy hanya tertawa melihat mereka berdua

''Hmmmm Luffy-sama, apakah kau memiliki wanita yang kau sukai ?'' tanya Ravel dengan suara yang manis dan pelan nya

Luffy mendengar perkataan dari Ravel walaupun terdengar dengan pelan nya, ''Hmmmm tidak, aku hanya tertarik dengan petualangan dan juga daging'' kata Luffy dengan senyuman polosnya

Ravel kaget kalau Luffy ternyata mendengar perkataan nya dan juga dia jawaban dari Luffy membuatnya heran namun dia mengerti. Rias sudah menceritakan kalau Luffy memiliki hati yang begitu polos namun dia memiliki firasat yang lebih dewasa saat terkadang saat dia mulai serius

''Hmmm baiklah, aku mengerti'' kata Ravel dengan memakan satu kue di atas meja

Mereka kembali melihat Zoro dan Raiser yang sepertinya selesai, Raiser terlihat begitu kelelahan sekali walaupun dia adalah Iblis kelas atas. Luffy sudah menghabiskan semua makanan di atas meja dengan senangnya

''Hey apa yang kalian sedang lakukan? Apakah kalian bermesraan?'' tanya Raiser dengan tatapan menyelidiki

''T-Tentu saja tidak onii-sama, aku t-tidak mungkin melakukan itu'' kata Ravel dengan gugup

Raiser hanya merasa tidak percaya dengan perkataan dari kakak nya itu, ''Sebaiknya kita kembali, latihanmu sudah selesai dan kau sudah tidak trauma lagi kan, kalau masih aku akan mencoba memotongmu menggantikan trauma mu dengan trauma baru'' kata Zoro

''Itu tidak membantu sama sekali'' kata Raiser dengan ketakutan

Rumah Keluarga Raiser

Pemandian laki-laki terlihat ada tiga pria yang sedang mandi, mereka tentu saja adalah Luffy, Zoro dan juga Raiser dengan santainya berendam. Luffy dan Zoro merasa keenakan sedangkan Raiser tidak merasakan perasaan yang sama dengan mereka berdua karena dia sudah terbiasa dengan pemandian ini, Raiser menyadari kalau tubuh mereka terlihat kekar dan juga memiliki luka

''Hey tubuh kalian kenapa bisa begitu kekar?'' tanya Raiser dengan penasaran

''Tentu saja, kami melakukan latihan dengan giat walaupun Luffy tidak terlalu'' kata Zoro

''Apa maksudumu, aku melakukan latihan cukup berat di penjara Kaido kau tahu. Bersama Kid dan orang lumpur itu'' kata Luffy mengingat mereka berdua

Raiser hanya terdiam bingung melihat mereka berdua membicarakan sesuatu tentang hal kehidupan mereka berdua.

''Dan luka kalian?''

''Oh ini di serang oleh manusia yang memiliki pukulan lava'' kata Luffy menunjukan dada berbentuk silang

''Sedangkan aku di tebas oleh seseorang'' kata Zoro

Raiser hanya merinding membayangkan kalau dia di serang oleh manusia memiliki kekuatan lava dan di tebas oleh seseorang tepat di dada nya, apakah mereka berdua ini memang seorang manusia, pikirkan Raiser sekarang terlihat ingin mengetahui sesuatu yang lebih tentang mereka berdua.

''Jadi, kenapa kau memaksa Rias untuk menikah?'' tanya Luffy kepada Raiser

''Seperti yang kau tahu, Iblis murni sekarang sedang mengalami penurunan yang begitu cepatnya, dan tentu saja kami tidak bisa membiarkan itu, dan kau harus tahu begitu pentingnya Iblis murni di kehidupan kami'' kata Raiser

Luffy dan Zoro merasa sedikit tertarik

''Dan kau menghancurkan pernikahan itu'' kata Raiser menatap marah kearah Luffy

''Kau memaksanya menikah, walaupun kau memiliki masalah seperti itu tetap saja itu sebuah kejahatan'' kata Zoro dengan memejamkan matanya sambil menyiram badan nya dengan air panas

Raiser hanya cemberut mendengarnya dan kemudian menatap ke langit-langit melihat di luar kaca ada bintang-bintang walaupun mereka ada di Underworld.

''Aku tidak bermaksud begitu walaupun Rias begitu cantik dan tubuhnya begitu indah'' kata Raiser

Luffy dan Zoro menatap ke arah Raiser dengan tatapan merendahkan dan terbengong karena sifat Raiser hampir sama dengan Issei

''Hey aku juga seorang pria dan kalian kalian pasti mengerti!'' kata Raiser protes

''Ya terserah'' kata Zoro

''Jadi topi jerami, kau akan menikahi Rias?'' tanya Raiser

''Tidak, aku masih belum mau menikah'' jawab Luffy dengan singkat dan padat.

''Oh aku mengerti tapi jangan sampai dia menunggu begitu lama, kau harus mengerti juga perasaan seorang wanita'' kata Raiser

''Ha sekarang kau sudah mengerti tentang wanita walaupun sudah mengetahui kalau kau hampir menyakiti perasaan nya dengan paksaan pernikahan itu'' kata Zoro mengejek Raiser

Raiser hanya terdiam dan tersenyum kaku mendengar perkataan Zoro

''Hmm ya tapi aku sekarang sudah mengerti'' kata Raiser

Luffy hanya tersenyum mendengar perkataan dari Raiser yang sekarang dia sudah berubah menjadi orang yang lebih baik, semua orang berhak untuk berubah menjadi orang yang lebih baik

''Hey kalian berdua, apakah kalian tidak tahu kalau di samping kita adalah pemandian air panas wanita'' goda Raiser menunjuk ke samping

''Memangnya kenapa?'' tanya Luffy

''Hey apakah otak polosmu itu tidak berfungsi, Rias dan Ravel ada di sana'' kata Raiser

''Kau ingin mengintik adik perempuanmu sendiri? Kau benar-benar lebih parah dari Issei'' kata Zoro mengejek

''Jangan samakan aku dengan orang itu, dia lebih parah dariku!" kata Raiser mencoba melindungi harga diri nya

Luffy dan Zoro hanya tidak percaya dengan perkataan dari Raiser, Raiser kemudian tidak mau menyiakan kesempatan ini untuk melihat tubuh Rias sekali lagi dan dia tahu kalau ini sangat aneh melihat adik perempuan nya juga.

''Baiklah, saatnya beraksi'' kata Raiser yang kemudian mencoba menaiki pembatas yang cukup tinggi di depan nya ini

Raiser sudah sampai di atas dan penuh harapnya ingin melihat Rias, Raiser kemudian melihat ke arah depan nya melihat Rias namun dia malah melihat sebuah cahaya yang berwarna merah yang menuju ke arah nya

BOOM!

Raiser terkena serangan penghancur milik Rias dan kemudian terpental ke belakang dan menabrak tembok dan menempel di sana, Luffy dan Zoro hanya terdiam saja sambil melihat Raiser yang kesakitan namun tidak bisa bergerak sama sekali

''D-D-Dasar! Aku tidak menyangka kalau dia akan melakukan itu!'' kata Ravel dengan marah melihat Raiser

''Sudah kuduga'' kata Rias dengan tatapan kesal melihat Raiser

''K-Kalian juga jangan melihat kami!'' teriak Ravel ke arah Luffy dan Zoro

Luffy dan Zoro hanya diam saja menatap depan sambil terlihat berkeringat tidak mau terkena masalah ini juga. Rias dan Ravel tersenyum melihat mereka berdua namun juga merasa sweatdrop karena mereka benar-benar tidak melihat mereka

Tak beberapa lama kemudian terlihat kalau Luffy, Zoro dan Rias terlihat akan segera pamit.

''Baiklah, kami pamit dulu'' kata Luffy

''Ya, terima kasih atas bantuan nya, Luffy-sama, Zoro-sama dan Rias-sama'' kata Ravel sambil menunduk dengan hormat

''Jangan seformal itu'' kata Luffy

''Hey topi jerami, rambut lumut'' Raiser tiba-tiba memanggil Luffy dan Zoro

Zoro terlihat kesal menatap ke arah Raiser karena sudah mengejek rambutnya

''Terima kasih atas bantuan nya, aku menghargai itu'' kata Raiser dengan wajah terlihat tidak menunjukan sifat terima kasih nya

Namun Luffy terlihat mengetahui kalau perkataan terima kasih Raiser adalah tulus berbeda dengan wanita yang bernama Lilith yang memberikanya senyuman palsu, Luffy bisa merasakan semua perasaan makhluk hidup di sekilingnya seperti yang di katakan oleh Rayleigh, sedangkan si pemilik tiga pedang hanya tersenyum acuh saja

''Kami pergi dulu'' kata Rias

Mereka bertiga kemudian berjalan pulang dan Raiser dan Ravel melihat mereka dari belakang.

''Jadi bagaimana menurutmu, onii-sama? Mereka orang baik kan?'' tanya Ravel dengan tersenyum

''Terserah kau saja, dan aku juga berterima kasih kepadamu'' kata Raiser mengelus rambut Ravel

Ravel hanya tersenyum saja merasakan elusan rambut nya itu, mereka berdua tidak menyadari kalau ada seorang wanita memantau mereka dari dalam rumah, dia hanya tersenyum dan memantau mereka berdua dan kemudian mata nya melihat ke arah Rias dan kedua bajak laut

''Sepertinya kami memiliki calon'' kata wanita itu

Skip Time- Sekolah Kouh

''Wuah bosan sekali'' kata Luffy terlihat kepalanya di tundukan di meja

''Kau sepertinya benar-benar merasa bosan ya kan, Luffy?'' tanya Rias membereskan buku-buku nya

''Ya begitulah, apakah di sekolah hanya melakukan kegiatan menulis di kertas saja?'' tanya Luffy membalikan kepalanya namun masih di meja.

''Hmmm aku dengar akan ada rekreasi'' kata Rias

''Hah! Rekreasi?! Apakah artinya kita akan melakukan perjalanan?'' tanya Luffy dengan begitu semangat sekarang

''Ya begitulah akan tetapi sepertinya kelas kita tidak akan ikut'' kata Rias

Luffy yang mendengarnya kemudian kembali merenung dan menaruh kepalanya di meja lagi tanpa ada sedikitpun tenaga kehidupan.

Tak lama kemudian datanglah guru di kelas mereka, Rias dan Luffy mengenal guru itu yang tidak lain adalah Lilith yang kali ini terlihat sepertinya akan mengajar mereka

''Baiklah semuanya, sepertinya kita hari ini akan melakukan bersih-bersih'' kata Lilith

Para murid terlihat berteriak karena mereka tidak akan bosan untuk belajar, Luffy sedikit bersemangat mendengar tidak akan menulis di kertas lagi sedangkan Rias hanya heran mendengarnya

Lilith kemudian berjalan menuju ke arah Rias dan Luffy sehingga membuat Rias heran, Rias berpikir kalau sepertinya wanita ini memiliki sesuatu dengan mereka berdua.

''Hmmm kenapa kau begitu lemas?'' tanya Lilith kepada Luffy

''Aku sangat bosan, Rias mengatakan kalau akan ada rekreasi tapi untuk kelas lain'' kata Luffy dengan cemberut

Lilith tersenyum mendengarnya, ''Oh kalau itu aku bisa membantumu, aku mungkin bisa berbicara kepada kelas yang ingin berkreasi untuk mengijinkanmu ikut'' kata Lilith

Luffy dengan cepat langsung berdiri dengan semangatnya sehingga mengagetkan Rias dan Lilith

''Tolong bantuan nya!'' teriak Luffy

Lilith tertawa melihat Luffy sedangkan Rias hanya mendesah pasrah

''Lilith-swaaaaan!''

Tiba-tiba saja datang seorang pria berambut pirang berlari masuk ke dalam kelas dan kemudian menuju ke arah Lilith dan dengan cepat memegang tangan Lilith

''Nyonya Lilith, aku akan menjadi budak pesuruhmu'' kata orang itu dengan terlihat senang sekali

Lilith terlihat tersenyum namun sebenarnya dia terlihat sangat kesal sekali namun dia hanya menahan nya

''Oh Sanji'' kata Luffy

''Kau mengenalnya?'' tanya Lilith

''Ya dia adalah temanku'' kata Luffy

''Oh begitu, tapi bisakah temanmu untuk tidak melakukan ini kepada semua wanita'' pinta Lilith

''Tidak, dia tidak akan bisa di hentikan'' kata Luffy

Lilith hanya tersenyum saja dengan perasaan nya yang terlihat marah dan kesal sekali

''Hey koki mesum, jangan lakukan itu atau kau akan di marahi oleh guru lagi'' kata seorang pria yang masuk ke dalam kelas juga yaitu Zoro

''Diam kau kepala lumut, aku tidak mau mendengar saran darimu'' kata Sanji dengan kesal

''Terserah'' kata Zoro menahan kemarahan nya.

BERSAMBUNG


Akhir bab

Maaf kalau lama dan bab ini terlihat membosankan, seperti yang aku katakan kalau akan ada pembukaan untuk arc berikutnya.

Di bab berikutnya mungkin Luffy akan menuju ke Kyoto, pertanyaan, apakah para Malaikat jatuh dan orang yang ada di rumah Luffy ikut? Hmmmmmm

Dan yang jelas adalah Zoro dan Sanji tentu saja ikut karena sangat aneh jika mereka tidak beraksi selama ini

Baiklah saatnya membalas Review

Hanakirei-chan: Siap nee-chan!

Hyaenodon: Kita lihat saja Zoro sekali lagi beraksi, Luffy melawan Cao Cao? Menurutmu apakah dia hanya perlu Gear Second saja? Dan tentu saja Sanji akan menggoda wanita :V

Genesis0417: Terima kasih brada! Btw maaf lama :V

Arif4342: Terima kasih!(teriak dengan keras):V

Dragneelhendra: Masih rahasia dan mungkin di chapter berikutnya

Rahmadcahaya: Terima kasih, terus dukung saja!(penuh harap)

FhiengkyePsyco: Hmmmmmm maaf kalau Njilimet

Austintristan16: 1. Agar lebih mudah di mengerti 2. Tentu saja dia tahu, karena Luffy sudah cukup terkenal di beberapa belahan dunia 3. Mereka akan bertemu secara bersamaan di seluruh keluarga 4. Tentu saja, mereka selalu berkelahi 5. Hmmmm entahlah :v

Roronoa Sayyid: Tentu saja, suara pria sepertinya pasti memiliki wanita untuk mengganggunya :V

Einz-Zwei: Akan saya perbaiki bos!...kalau tidak malas :V (hanya bercanda)

Terima kasih yang sudah baca dan Review, sampai jumpa di bab berikutnya

Author keluar