Disclaimer : Eiichiro Oda Ichiei Ishibumi
warning :Non Canon, dll
KYOTO
''Baiklah, sepertinya kalian akan baik-baik saja sekarang''
Rias tersenyum melihat beberapa orang di depan nya begitu bersemangat, terutama pria yang bertopi jerami. Luffy begitu bersemangat tidak sabar untuk menemukan petualangan baru di dunia ini.
''Ya, aku harap kau tidak membuat masalah, Luffy'' ucap wanita berambut hitam yaitu Ayano
Luffy tersenyum melihat wanita yang sudah memberikannya tempat tinggal hingga sekarang, Ayano tersenyum melihat kearah Luffy dan memejamkan matanya, ''Dan lagi... kenapa mereka ikut?!''
Ayano menunjuk ke beberapa orang atau wanita yang ada di samping Luffy, mereka adalah ketiga Malaikat Jatuh, para Succubus dan terlihat seorang wanita yang kita kenal sebagai seorang Dewi matahari dalam mitologi Shinto.
''Memangnya kenapa? Itu masalah?'' tanya Eveline dengan menggendong Lulu
''Ya, ini adalah rekreasi kelas lain dan aku mengerti Luffy ikut karena Lilith-sensei mengeijinkan nya, namun kenapa kalian bisa ikut juga?'' tanya Ayano dengan heran nya.
''Aku sudah meminta izin kepada para guru yang ikut'' kata Eveline dengan begitu santai nya
''Dan aku ingin tahu kenapa kau bisa melakukan nya?'' tanya Ayano lagi dengan tatapan penasaran dengan cara Eveline melakukan nya, ''Oh aku seharusnya tidak bertanya'' Ayano kemudian sadar bagaimana Eveline melakukanya, dengan kekuatan charm nya tentu saja.
Rias menghela nafasnya melihat para murid lain melihat Luffy yang membawa banyak sekali wanita cantik, para laki-laki tidak bisa menjaga mata mereka untuk melihat para tubuh wanita-wanita yang dekat dengan Luffy. Di punggung Luffy ada sebuah tas yang cukup besar sekali yang mungkin berpuluh-puluh kilo gram beratnya, tapi tentu saja Luffy tidak merasa keberatan karena fisik nya melebihi manusia biasa di dunia ini atau bahkan dari ras lain nya.
''Kalau begitu aku tidak akan protes lagi tapi ingat, kalian harus menjaga sifat kalian'' kata Ayano memberi ceramah
''Tenang saja Ayano-sama, kami akan baik-baik saja kalau kami bersama Luffy-sama'' kata Reynare
''Hmmmmm menurutmu kami pembuat masalah?'' tanya Kalawarner dengan heran menatap Ayano
''Tentu saja, pertama pakaian kalian yang begitu ketat, kedua sifat kalian yang tidak memiliki sifat natural manusia dan kalian memiliki kekuatan dari fisik maupun mental yang di atas manusia yang semakin membuatku khawatir'' Ayano mendesah pasrah berharap kalau mereka tidak akan membuat masalah apa pun
''Baiklah kami mengerti, Ayano-sama, kami akan berhati-hati'' kata Mittelt dengan tersenyum dengan ceriah nya.
Ayano tersenyum melihat senyuman Mittelt yang memberikan nya ketenangan
''Sudahah Ayano'' ucap si rambut merah.
Rias kemudian melihat ke arah Luffy
''Hmmmm...'' Rias terlihat gugup sambil memutar-mutar jari telunjuknya seperti menginginkan sesuatu
''Ada apa Rias?'' Luffy heran melihat sifat Rias
''Kau tidak mau mengucapkan 'selamat tinggal'?'' tanya Rias
''Shishishi, kenapa aku harus mengatakan itu, kita masih bisa bertemu kan?'' tanya Luffy
Rias tersenyum melihat sifat polos Luffy yang tidak mengerti dengan maksudnya mengatakan itu, dia juga tahu kalau mereka masih bisa bertemu, mereka harus selalu bertemu dan bersama karena Rias berpikir kalau mereka adalalah dua pasangan yang memiliki ikatan yang begitu kuat dan ketat.
''Luffy-sama'' Reynare kemudian menarik Luffy dan kemudian membisikan nya sesuatu, Luffy kemudian mengangguk mengerti.
''Hmmmm apakah kau benar-benar ingin menciumku, Rias?'' tanya Luffy dengan tiba-tiba saja
Rias dan orang lain nya kaget mendengar perkataan Luffy begitu tiba-tiba dan langsung mengatakan nya tanpa berpikir dulu, wajah Rias langsung memerah, Eveline hanya tersenyum, para malaikat jatuh facepalm dan tentu saja Ayano langsung menganga kaget
''Dasar bodoh!"' teriak Ayano memukul kepala Luffy
''Aww, apa salahku, Ayano?'' tanya Luffy sambil memegang benjolan di kepalanya
''Itu salahmu, kau tiba-tiba saja mengatakan hal itu, kau seharusnya tidak mengatakan hal privasi seperti itu!'' marah Ayano dengan masih bersiap dengan pukulan nya lagi.
''Sudahlah Ayano'' kata Eveline
''Diam kau! Dan lagi, kenapa kau bisa jatuh cinta dengan pria aneh, bodoh dan gila seperti dia?'' tanya Ayano dengan heran
Eveline tersenyum mendengar pertanyaan Ayano, ''Hmmmmm karena dia tipe ku?'' jawab Eveline dengan pertanyaan lagi
Ayano terbengong mendengar pertanyaan nya di balas dengan pertanyaan lagi, dan dia harus menjawab pertanyaan itu?
''Kalau hanya itu, baiklah'' ucap Luffy tiba-tiba
Yang lain nya kaget lagi dengan perkataan bodoh Luffy lagi namun Rias terlihat tersenyum dengan senang, Rias mendekati Luffy dan terlihat memegang bahunya( Fun fact: Luffy memiliki tinggi 174, lebih tinggi dari Rias 2 cm, Rias 172 cm)
Rias mendeatkan wajahnya ke arah Luffy dan...
*Cup*
Kemudian menciumnya tepat di mulut Luffy para wanita lain hanya diam saja dan kaget karena Rias benar-benar akan melakukan itu di depanmereka semua. Tidak jauh dari mereka semua ada Zoro dan Sanji, Sanji terlihat frustasi melihat kalau Luffy sedang berciuman dengan seorang wanita cantik sedangkan Zoro hanya terbengong memandang koki mereka sekarang memukul-mukul lantai dengan depresi
Rias dan Luffy kemudian berhenti berciuman
''Hati-hati'' kata Rias
''Tenang saja, aku akan pulang'' kata Luffy
''Kau seperti akan berperang'' kata Ayano
''Memang seperti itu, bukankah mereka akan menuju ke Kyoto yaitu tempat para Yokai?'' tanya Rias
''Oh aku mengerti, ternyata kau setuju saja karena kalian memiliki tujuan, sekarang apa lagi tujuan kalian?'' tanya Ayano
''Kami berpikir untuk beraliansi dengan para Yokai, dan aku berharap kalau mereka akan mengerti'' kata Rias
Ayano hanya mengangguk saja, hal supernatural ini benar-benar semakin seru saja ditambah kalau hal aliansi yan berarti akan ada peperangan juga. Luffy mengangkat tas nya lagi dan mereka mendengar ada suara bell menunjukan kalau kereta akan segera berangkat
''Kami berangkat dulu!'' kata Luffy dengan semangatnya
Luffy dan yang lain nya kemudian berjalan masuk ke dalam kereta untuk segera berangkat, di jendela mereka terlihat melambaikan tangan mereka kepada Rias, Akeno dan Ayano yang sudah menghantar mereka, ketiga wanita itu kemudian membalas lambaian tangan mereka. Kereta pun berangkat menuju ke tujuan nya.
''Apakah mereka akan baik-baik saja?'' tanya Akeno
''Aku berharap seperti itu, Luffy memang pembuat tapi dia bisa di handalkan'' kata Ayano dengan percaya diri.
''Ya, aku tahu itu'' kata Rias masih melihat kereta mereka dari jauh
-Kereta-
Para penumpang pun mengambil tempat mereka masing-masing terutama Luffy yang membawa tas yang begitu besarnya, dan tentu saja di dalam tas itu adalah makanan nya untuk beberapa hari, para penumpang hanya merasa terganggu melihat Luffy membawa tas itu dan terkadang Luffy tidak sengaja mengenai seseorang dengan tas nya itu
''Maaf'' ucap Luffy meminta maaf
Mereka kemudian sampai di tempat duduk mereka, Luffy duduk dengan Eveline, Soniy, dan Levanda, sedangkan Amaterasu dengan para malaikat jatuh.
''Sial, aku ingin duduk dengan Luffy-sama'' kata Mittelt
''Tapi itu tidak mungkin, si Succubus itu sepertinya sudah merencanakan ini'' kata Kalawarner
''Aku juga berpikir seperti itu'' Reynare memandang mereka
Amaterasu hanya tersenyum saja melihat ketiga malaikat jatuh itu, para malaikat jatuh terlihat mengetahui kalau sang Dewi matahari dari tadi tersenyum saja mendengarkan perkataan mereka satu sama lain
''Apakah kau mengejek kami?'' tanya Kalawrner
''Hmmmm bagaimana kalau ya?'' tantang Amaterasu
Para malaikat jatuh kemudian menatap tajam Amaterasu dan Amaterasu hanya membalasnya dengan tatapan biasa dan senyuman angkuhnya.
''Jika saja kita tidak disini, aku akan benar-benar sudah menusukmu dengan tombak cahayaku'' kata Reynare dengan serius sekali di wajah nya
''Hey dengar, aku tidak mau berkelahi dengan kalian tapi aku hanya mau mengatakan kalau, kalian sepertinya tidak terlalu handal dengan pria'' kata Amaterasu menatap mereka bertiga
''Apa maksudmu? Apakah kau tidak melihat kami yang begitu cantik dan seksi?'' tanya Reynare dengan senyuman angkuhnya.
''Tapi kenapa kalian masih tidak bisa merebut hati pria itu?'' tanya Amaterasu melihat ke arah Luffy yang sedang berbicara dengan para Succubus
Para malaikat jatuh hanya bisa terdiam tidak bisa menjawab Amaterasu, perkataan dari sang Dewi seperti fakta yang begitu menyakitkan bagi mereka bertiga karena hingga sekarang mereka tidak bisa membuat hati pria polos itu tertarik kepada mereka bertiga
''Jadi kau sekarang mengejek kami?'' alis Reynare lansung kebawah membentuk kemarahan melihat Amaterasu
''Oh maaf kalau aku membuat kalian marah'' kata Amaterasu dengan rasa tidak bersungguh sama sekali
Luffy mendengar ada keributan di tempat Reynare dan yang lain nya, dia berpikir kalau mereka sepertinya sedang berkelahi satu sama lain dan sekarang membuat keributan di kereta. Eveline hanya diam saja walaupun dia sedikit terganggu, dia memangku Lulu yang sedang memakan sesuatu.
''Dasar mereka, tidak bisakah mereka berdamai satu hari saja, tidak di rumah, di sekolah atau pun sekarang ada di kereta, mereka tetap saja berkelahi'' kata Soniy
Soniy melihat ke arah Levanda, keponakan nya yang terlihat hanya diam saja sambil tersenyum kaku seperti patung. Wajahnya benar-benar membuat Soniy ketakutan melihat keponakan nya yang seperti patung seperti itu, apakah dia memiliki masalah? Ketakutan? Atau dia sedang sakit?
''A-Apa yang terjadi denganmu, Levanda? Apakah kau tidak enak badan?'' tanya Soniy dengan penuh perhatian
''Aku hanya mabuk kendaraan'' jawab Levanda sambil kemudian menutup mulutnya seperti mau muntah
Luffy kemudian memberikan kantong plastik kepada Levanda untuk memuntahkah isi perutnya untuk menenangkan tubuhnya itu, Levanda langsung mengeluarak semua yang ada di perutnya dengan begitu kerasa suara muntahan nya, Levanda merasa baikan dan melihat mereka semua dan kemudian merasa malu
''Maaf'' Levanda merasa benar-benar malu sehingga membuat wajah nya memerah.
''Wow, aku tidak tahu kalau kau memiliki mabuk kendaraan'' kata Eveline
''Hehehe'' tawa Levanda dengan malu nya
Luffy tersenyum melihat wajah Levanda yang malu itu
''Hey itu punyaku!''
''Sebagai seorang teman yang baik dan sebagai trio mesum, kita harus saling berbagi''
''Aku setuju''
Ketiga trio mesum terlihat sedang merebutkan sesuatu yang sepertinya adalah buku, itu bukanlah buku biasa karena buku itu adalah buku porno, mereka sama sekali tidak memiliki malu memperebutkan buku laknat itu
Para wanita dari sekolah maupun dari penumpang lain merasa terganggu dengan keributan yang di buat oleh mereka berdua, para wanita merasa tidak memiliki rasa hormat lagi melihat mereka memperebutkan buku pemuas nafsu itu, Sanji yang melihat mereka terlihat tertarik
''Hey! Apa yang kalian perebutkan?'' tanya Sanji sambil menghidupkan api untuk rokok nya
''Sanji-san, tidak di perbolehkan merokok saat di kereta'' kata guru rambut putih yaitu Rossweisse
''Hai! tentu saja, Rossweisse-cwan!'' ucap Sanji dengan reaksi cepatnya dan kemudian membuat rokok itu keluar jendela yang hampir mengenai Zoro di sampingnya.
Zoro memasang wajah garangnya melihat Sanji sedangkan si mesum and romantisme itu sama sekali tidak memperdulikan tatapan kematian dari sang pendekar pedang kepadanya.
''Oh Sanji-san, kau pasti akan menyukai buku ini'' kata Issei yang kemudian memberikan buku itu kepada Sanji
''Hah? Buku ini? Memangnya ada apa dengan buku ini?'' Sanji menerima buku itu dengan rasa penasaran dan kemudian dia melihat cover buku itu, dia kemudian menyadari kalau buku ini adalah buku untuk para pria mesum yang sepertinya
Sanji langsung mengeluarkan darah dari hidungnya membuat orang yang duduk bersamanya kaget, dengan wajah bejat, mata berbentuk love dan hidung yang mengeluarkan darah membuat Rossweisses ketakutan dan panik sedangkan Zoro hanya merasa tidak peduli dan hanya menatap pemandangan di luar jendela, di depan nya ada Xenovia menatapnya dari tadi namun tidak di balas oleh Zoro
Xenovia hanya mendesah melihat Zoro tidak memperdulikan nya, apakah dia terlalu jantan sebagai seorang wanita sehingga para pria tidak tertarik dengannya?
Sanji yang sekarat kehabisan darah terlihat masih memaksa untuk melihat semua isi buku itu, Rosswessie dan para penumpang lainnya panik dan terheran-heran melihat Sanji
-Setelah beberapa perjalanan di kereta-
''Kita sampai!'' teriak pria bertopi jerami dengan begitu semangatnya
Mereka melihat mereka sudah sampai di sebuah stasiun kereta yang tempat tujuan mereka semua, para penumpang dari sekolah Kuoh pun keluar dari kereta dan melihat banyak sekali orang di depan mereka
''Yesss! Aku tidak sabar untuk tidur di hotel'' kata pria gundul yaitu Matsuda dari tim trio mesum
''Hey, jangan lupa kita akan nonton fim porno jika sampai disana'' kata pria berkecamata yaitu Motohama
Issei hanya menumpahkan air mata kebejatan tidak sabar untuk mereka menonton film itu
Wanita berkecamata di belakang mereka terlihat terganggu dengan perkataan tidak senonoh mereka setelah sampai disini
''Bisakah kalian menyimpan perkataan itu untuk kalian saja, apakah kalian tidak memiliki rasa malu?'' katanya dengan memegang kacamata bulatnya
Issei berbalik melihat wanita cerewet itu
Pria mesum itu mamasang wajah cemberu melihat wanita itu
''Memangnya apa yang salah dengan itu? Kami hanya menunjukan siapa kami sebenarnya, apakah ada yang salah menunjukan kami sebenarnya, Aika-san?'' tanya sang kaisar naga merah
Wanita bernama Aika menyilangkan tangan nya di dadanya dan memejamkan matanya dengan rasa marah dan kesal di hati dan mulutnya ingin mengeluarkan itu
''Itu tidak salah, tapi kalian harus ingat juga ada banyak anak-anak disini, apakah kalian ingin mencuci otak para anak-anak dengan ajaran sesat kalian?'' Aika menatap mereka berdua dengan tatapan cemberu
Para trio mesum hanya bisa terdiam di ceramahi oleh wanita yang sebenarnya memiliki sifat mesum sama seperti mereka
''Tidak bisakah kalian seperti si topi jerami?''
Para trio mesum memaling wajah mereka melihat Luffy yang sedang memakan makanan pinggiran, yang membuat para teman nya kebingungan tidak tahu harus mengatakan apa kepada para penjual. Para masyarakat dan penjual kaget melihat Luffy memakan semua makan jualan nya
Luffy kemudian kenyang sambil mengelus perutnya yang besar yang telah di penuhi makanan itu, penjual makanan itu merasa khawatir kalau Luffy tidak akan bisa membayar semua makanan yang di jual
''Ini, ambil juga kembaliannya'' wanita rambut silver memberikan beberapa kertas uang kepada penjual itu
Penjual itu kaget melihat jumlah uang yang di berikan oleh wanita atau seorang ibu yang memiliki satu anak itu, dengan rasa syukur dan senang, penjual itu mengambil uang itu
''Terima kasih, aku berpikir aku akan langsung miskin'' kata penjual itu sambil mengeluarkan air mata, apakah sampai sebegitu khawatirnya dia?
''Hey kita harus ke hotel'' kata Irina mendatangi kelompok Luffy
''Oke!'' kata Luffy berdiri dan kemudian bersiap untuk menuju ke tempat mereka akan bermalam
''Oppai''
Semua orang kemudian tertarik dengan suara itu, mereka melihat kalau ada seorang pria yang seperti mabuk namun terlihat masih memiliki kesadaran dalam berjalan, dia terlihat menuju ke sebuah wanita dan terlihat memajukan tangan nya ke arah dada wanita itu seperti akan memeras payudaranya
Wanita itu panik terlihat panik melihat ada pria asing yang ingin melakukan hal mesum kepadanya
''Kyaaa!''
Teriak wanita itu dengan rasa panik
''Hey apa yang kau lakukan?!''
Seorang pria kemudian terlihat menahan pria itu untuk tidak melakukan hal mesum kepada wanita itu, dia di bantu oleh pria lain lagi untuk menahan orang mesum itu.
Para kelompok sekolah Kouh hanya bisa terdiam dengan penuh kebingungan di kepala mereka memikirkan ini, ini adalah suatu kejadian yang unik dan aneh selama mereka sampai di sini. Zoro mentap ke arah Issei
''Kenapa kau menatapku seperti itu, Zoro-san?'' tanya Issei
''Apakah dia kerabat atau kenalanmu?'' tanya Zoro
''Hah? Tentu saja tidak, kita barus sampai disini'' kata Issei kesal dan cemberut, dia menatap Zoro kesal karena orang itu mesum dan Zoro langsung memikirkan kalau dia adalah kerabatnya
''Aneh sekali'' kata Reynare heran
''Dasar pria mesum, kenapa kita harus selalu bertemu dengan orang mesum'' ucap Aika sambil menatap ke arah ketiga trio mesum.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju ke tempat mereka menginap yaitu hotel, sang kapten topi jerami melihat ada gedung yang sangat besar menjulang ke langit, Luffy hanya tersenyum dengan senang tidak sabar untuk naik ke atas gedung dan melihat pemandang kota dari sana. Eveline sebagai ibu dari putri Luffy hanya bisa tersenyum melihat dia masih memiliki sifat kanak-kanaknya.
Mereka kemudian masuk dan melihat ruang tunggu di hotel itu, ruangan hotel itu bisa membuat para murid sekolah Kouh terkagum-kagum, interior, lantai, dan desain tempat di hotel itu benar-benar begitu indah di lihat oleh para murid.
Salah satu guru yaitu Rossweisse kemudian maju ke depan dari para murid dan menghadap mereka semua, dia mencoba memberanikan dirinya untuk berbicara kepada para murid, di sampingnya juga ada guru pria yaitu Azazel
''B-Baiklah semuanya, aku akan memberi kalian saran, pertama kita harus menghemat uang kita walaupun kita tinggal di tempat seperti ini, kedua cobalah tidak mengganggu para penginap lain nya, ketiga kita...''
''-Baiklah, intinya kalian boleh bersenang-senang'' potong Azazel yang berpikir untuk mempercepat pidato Rossweisse, tapi terlihat Rossweisse masih berpidato tanpa mengetahui pidatonya sudah di potong oleh Azazel
''Hai!'' teriak para murid
Para murid kemudian menuju ke tempat pendaftaran, mereka kemudian mendapatkan kunci kamar mereka masing-masing, Issei terlihat begitu bersemangat dengan tempat apa yang akan dia tiduri
''Sepertinya kita akan berpisah disini lagi, sampai jumpa, Luffy-san, Zoro-san dan semua nya!'' ucap Issei dengan begitu bersemangat menuju tempat dia menginap nanti nya
''Wah dia cepat sekali, apakah ada hubungannya dengan ini?'' tanya Luffy menunjukan kuncinya
''Mungkin saja, aku juga akan pergi menuju tempatku, sampai jumpa Luffy'' kata Zoro yang kemudian pergi
''Grrrrrr hey Luffy, jangan lakukan hal yang tidak senonoh dengan mereka ya?!'' ancam Sanji dengan begitu kesalnya
''Hmmm? Kenapa?'' Luffy bingung dengan perkataan Sanji
''Kau memang pria polos beruntung keparat!'' ucap Sanji kesal dan cemburu
''Hey koki mesum, cepatlah lihat ruanganmu'' kata Zoro
Sanji menenangkan dirinya dan kemudian pergi tanpa mengatakan apapun kepada Luffy, Luffy terbengong melihat Sanji yang meninggalkan nya begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi.
''Hmmm ngomong-ngomong kita akan tidur dimana?'' tanya Mittelt
''Hmmm di kunci ini menunjukan di ruangan belakang hotel ini, dan anehnya ini untuk kita semua'' kata Reynare yang mengambil kunci itu dari Luffy dan kemudian membaca kertas di kunci itu
''Itu masuk akal, kita tidak mungkin tinggal di hotel ini di satu kamar untuk kita semua'' kata Levanda
''Jadi Rias sudah merencanakan ini, dia sepertinya benar-benar wanita yang ulet'' kata Eveline
''Baiklah, sekarang kita harus menuju ke tempat kita'' kata Kalawarner
''Aku akan tinggal di kamar hotel ini'' kata Amaterasu
''Oh baiklah, sampai bertemu, Ama'' kata Luffy
Amaterasu hanya tersenyum dan kemudian pergi menuju ke kamarnya untuk segera beristirahat walaupun dia sama sekali tidak memperlukan itu
Kelompok Luffy kemudian berjalan untuk menemukan tempat mereka akan tidur nanti, mereka berjalan menyelusuri lorong untuk menuju kebelakang hotel. Mereka terus berjalan dan akhirnya sampai di belakang hotel yang ternyata memiliki taman sendiri, ternyata cukup banyak orang tidur di luar hotel yaitu di sebuah bangunan yang sudah di siapkan oleh para pihak hotel
Mereka berjalan mencari bangunan mereka dan kemudian akhirnya ketemu, mereka melihat kalau bangunan yang akan mereka tinggali berbentuk kubus yang cukup kecil dan sempit, para malaikat jatuh dan Succubus hanya bisa terbengong dengan tempat mereka
''Apa-apaan ini? Kenapa tempat kita begitu kecil dan jelek?'' tanya Mittelt
''Apakah ini benar tempatnya?'' tanya Kalawarner
''Di tulis disini kalau ini adalah tempat kita'' kata Reynare kembali membaca
''Kenapa Rias memberikan kita tempat seperti ini?'' tanya Eveline
''Entahlah, apakah keluarganya begitu miskin untuk menyewa tempat untuk kita bermalam?'' tanya Levanda dengan rasa kesal dan cemberut di hatinya
Mereka semua terbengong dengan tempat mereka menginap, di hati mereka ada rasa kecewa, kesal dan ngembek namun Luffy terlihat berjalan maju untuk masuk ke dalam rumah itu.
''Hey kalian tidak mau masuk?'' tanya Luffy berbalik
''Tapi apakah anda mau tidur di tempat ini, Luffy-sama?'' tanya Kalawarner
''Kenapa? Menurutku tempat ini baik-baik saja'' kata Luffy
Para wanita tersenyum melihat Luffy, seperti yang di harapkan dari orang yang sama sekali tidak memperdulikan harga dirinya. Mereka kemudian mengikuti pria itu untuk masuk kedalam penginapan mereka dan segera mengistirahatkan tubuh mereka semua
''Hmmmm di dalam tidak terlalu buruk'' Eveline melihat dalam tempat itu dan melihat kalau tempat itu bersih dan tidak ada sedikitpun kerusakan di dinding maupun di lantai.
Luffy langsung menaruh tasnya ke lantai dan mengelap keringat di dahinya dengan lega, dia melihat tempat mereka dan melihat tempat mereka, Luffy tersenyum merasa tempat ini cukup nyaman dan tenang untuknya saat tidur nanti
''Baiklah, kalian carilah tempat kalian masing-masing'' kata Eveline
''Hmmm kami mau tidur dengan Luffy-sama'' kata Reynare
Eveline berbalik melihat ketiga malaikat jatuh itu
''Itu terserah Luffy, dia sepertinya kelelahan, kita tidak bisa mendorong kemauan kita saja'' kata Eveline melihat Luffy yang sudah benar-benar mengantuk setelah menuju kesini. Ketiga malaikat jatuh terlihat tidak merasa kecewa akan tetapi mengerti dengan situasi
''Kami mengerti'' kata Reynare
''Baguslah, dan cepat benahi tempat kalian, apakah kalian tidak kelelahan?'' tanya Eveline
Ketiga malaikat jatuh itu terlihat mengangguk mengerti dengan Eveline dan kemudian menaruh semua barang-barang mereka, mereka menaruh sebuah tikar ke lantai untuk mereka tidur. Levanda kemudian mendengar sebuah suara dengkuran
''Hmmmm'' Levanda kemudian melihat ke arah Luffy yang ternyata sudah tertidur tergeletak di tanah.
''Ara dia sudah tertidur'' kata Eveline juga melihat Luffy
Eveline kemudian menuju ke arah Luffy dan kemudian mengangkat tubuh Luffy dan menaruhnya ke matras tidur, Luffy terlihat mendengkur dengan cukup keras.
''Baiklah, saatnya kita tidur juga'' kata Eveline
Lulu juga terlihat sudah menguap menandakan kalau dia sudah benar-benar mengantuk, gadis kecil itu kemudian merebahkan tubuhnya di dekat Luffy dan kemudian memeluknya, pemandangan itu membuat Eveline tersenyum lembut
''Benar-benar imut sekali mereka berdua'' kata Eveline
Malam pun berlalu
-Besok-
Esok pun datang, para murid Kouh memutuskan untuk jalan-jalan dalam rekreasi mereka, yup memang begitulah arti rekreasi. Sang kapter topi jerami sedang bersemangat sekali melihat tempat bernama Kyoto itu.
Terlihat kelompok Luffy sedang berjalan-jalan dengan kelompok Issei, Zoro juga terlihat ikut namun sang koki tidak ikut dengan mereka. Mereka sedang berjalan-jalan melihat beberapa kerajinan, tempat dan kuil
''Hey Zoro! Lihat, boneka ini mirip sepertimu'' kata Luffy menunjukan sebuah boneka berambut hijau yang cukup mirip dengan Zoro
''Jangan samakan aku dengan seseorang atau sesuatu walaupun dia berambut hijau sama denganku'' kata Zoro dengan wajah tidak senangnya
''Hehehe, kau sepertinya tidak terlalu senang dengan jalan-jalan ini, Roronoa-san?'' tanya Aika dengan menyelidiki
Zoro tidak menjawab dan hanya berjalan melihat-lihat
''Issei-san! Aku menemukan kayu aneh ini'' Asia menunjukan sesuatu kepada Issei
Issei melihat Asia sedang memegang papan yang ada ukiran seperti nama, Issei berpikir kalau papan itu seperti berfungsi untuk menulis nama seseorang
''Apakah kau mau menulis namamu di papan itu, Asia-chan?'' tanya Issei
''Hmmmmm boleh'' kata Asia dengan malu-malu
Eveline tertarik papan nama itu dan kemudian melihat kearah Lulu
''Apakah kau mau, Lulu?'' tanya Eveline
''Hmmmmm apakah itu bagus?'' tanya Lulu dengan polos
''Itu hanya papan nama'' kata Levanda
Sang putri Succubus itu terlihat sedang memegang dagunya sambil melihat papan nama itu, dia kemudian memejamkan matanya seperti sedang berpikir untuk menulis apa di papan tulis itu, setelah beberapa lama berpikir, dia kemudian membuka matanya dengan senyuman di bibirnya
''Aku tahu, aku mau nama papa, ibu dan aku'' kata Lulu dengan senangnya seperti memiliki ide yang bagus
''Kau seharusnya tidak terlalu lama memikirkan itu'' kata Levanda
''Hmmm? Ada apa, apakah ada masalah?'' tanya Lulu
''Aku hanya mau mengatakan kalau pikiran mu begitu lambat, apakah itu masalah? '' tanya Levanda
Kedua saudari beda umur itu terlihat bertatapan satu sama lain dengan ada aliran listrik yang saling beradu, Eveline dan Soniy hanya bisa tersenyum kaku melihat mereka berdua yang sepertinya akan bertarung, Levanda yang umurnya sudah begitu dewasa masih terlihat memiliki sifat kanak-kanak sedangkan Lulu yang masih berumur muda sekali
''Hey, apakah kalian tidak mau lihat kuil emas itu?'' tanya Luffy yang sudah ada di depan
''Eh, tunggu Luffy-sama'' kata Reynare yang kemudian mengejarnya
''Dia cepat sekali'' kata Aika
''Tunggu, dimana Zoro-san?'' tanya Matsuda
''Kemana dia?'' Motohama terlihat sadar juga
Mereka semua kemudian melihat kesana-kemari mencari Zoro yang tiba-tiba saja menghilang dengan begitu cepatnya, Xenovia memegang jidatnya karena lupa dengan sifat Zoro atau jurus pasif nya yaitu sering menghilang dan kesasar.
''Apakah kita harus mencarinya?'' tanya Kalawarner
''Sudahlah, lupakan dia'' kata Levanda
''Dasar kau ini'' Mittelt terlihat cemberut melihat Levanda
Levanda hanya diam saja dan kemudian melanjutkan perjalanannya, Aika merasa kalau Zoro akan baik-baik saja karena di sekolah dia di kenal begitu kuat dalam kendo dan juga bela diri.
''Aku rasa dia akan baik-baik saja'' kata Aika
''Kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan kita!'' kata Matsuda.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka di Kyoto, Xenovia terlihat begitu bersemangat untuk melihat kuli yang seperti berwarna emas itu, walaupun hanya sebuah bangunan tapi dia begitu penasaran ingin melihatnya. Issei yang mengikuti dari belakang hanya tersenyum saja melihat mereka semua, Issei melihat ada sebuah tempat yang bernama seribu gerbang.
Mereka kemudian berjalan melewati jalan seribu gerbang itu, Motsuda dari tadi hanya mengambil gambar dengan kameranya, sudah berapa kuil mereka lihat dan akhirnya mereka sampai di kuil yang di katakan memiliki warna emas. Luffy memancarkan cahaya di matanya melihat kuil itu yang ternyata terbuat dari emas
''Wah, itu benar-benar terbuat dari emas'' kata Luffy dengan begitu kaget
''Woah!'' Lulu juga terlihat kagum bersama Xenovia di sampingnya
Asia tersenyum melihat mereka bertiga yang kesenangan dan kagum melihat bangunan itu, Issei hanya tersenyum dan kemudian mengambil foto mereka untuk kenang-kenangan
''Hey lihat, apakah itu kuil air?'' tanya Luffy
''Ya itu benar'' kata Aika
''Keren'' kata Luffy
''Lumayan untuk buatan manusia'' kata Levanda
''Apakah kau meremehkan manusia, Levanda?'' tanya Soniy
''Sedikit'' jawab Levanda dengan wajah datar
''Kau mengingatkanku dengan Reynare dan yang lain nya'' kata Luffy melihat kearah ketiga malaikat jatuh.
''Kami sudah tidak seperti itu lagi, Luffy-sama...'' kata Reynare cemberu ke arah Luffy
''Shishishishi, maaf'' kata Luffy
Issei tersenyum dan kemudian melihat ke sebuah tempat yang tinggi, dia merasakan ada sesuatu di atas sana dan memutuskan untuk kesana.
''Hmmm aku mau ke suatu tempat'' kata Issei yang kemudian memberikan kamera nya kepada Matsuda
''Eh, kemana?'' tanya Irina penasaran
Issei tidak menjawab dan hanya pergi dengan berlari cukup cepat, Asia dan yang lain nya hanya terlihat heran dengan Issei namun mereka tidak khawatir, mereka kemudian melanjutkan kekaguman mereka kepada kuil itu
-Issei POV-
Aku berlari menuju ke atas yang sepertinya adalah tempat berdoa, dengan kelelahan di kakiku dan keringat yang keluar dari kulitku, aku sampai di atas. Seperti yang kuduga kalau ada kuil di atas tempat ini, aku berjalan melihat kalau tidak ada orang sama sekali disini, apakah aku pertama disini?
Aku melihat ada tempat berdoa di kuil itu, aku kemudian memutuskan untuk berdua walaupun aku berpikir kalau itu percuma saja. Aku memejamkan mataku dan menyatukan tanganku layaknya orang yang akan berdoa
''Aku berharap kalau aku memiliki harem''
Aku mengatakan itu dengan rasa percaya diri dan berharap yang begitu tinggi, aku kemudian membuka mataku.
''Hey!''
Aku mendengar ada suara panggilan di belakangku, aku kemudian berbalik dan melihat kalau ada seorang gadis kecil sedang berdiri di atas tiang, gadis kecil itu terlihta memakai baju kimono putih dan rok merah, dia berambut blonde dan terakhir yang membuatku kaget adalah dia memiliki telinga dan ekor rubah
''Eh?'' aku hanya bisa mengucapkan perkataan itu.
Tak lama kemudian muncul beberapa orang di sampingku dan di sekitarku, mereka sepertinya terlihat memakai seperti topeng hewan.
''K-Kau ke manakan ibuku?!'' teriak gadis kecil itu sambil menunjuk ke arahku.
''Tunggu, aku tidak mengerti denganmu'' kataku dengan kebingungan di wajahku
''Jangan berbohong, kau juga pasti melakukan sesuatu kepada Law nii-sama juga'' tambah gadis kecil itu
Aku kebingungan mendengar gadis kecil itu mengatakan nama seseorang, siapa Law? Apakah dia adalah saudara gadis kecil ini?, ''Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau maksudkan''
''Bohong! Mereka berdua adalah orang yang berharga bagiku, cepat tangkap dia!'' perintah gadis kecil itu kepada orang-orang di sekelilingku
Tanpa mengatakan apa-apa lagi, salah satu dari mereka kemudian menyerangku dengan sebuah pedang. Tunggu, apakah itu pedang sungguhan? Yang benar saja!
Aku menghindari tebasan itu dengan refleku yang cukup cepat, dua orang lain nya kemudian mencoba menebasku dengan pedang mereka dan sekali lagi aku berhasil menghindari dua tebasan itu, aku kemudian mengeluarkan Sacred Gearku yaitu Boosted Gear
Aku menangkis beberapa serangan mereka dengan gauntletku dan kemudian membalas serangan mereka dengan menendang, aku mengetahui kalau mereka sepertinya dari prang-orang Kyoto terlihat dari pakaian mereka dan karakteristik mereka, aku mengingat perkataan Azazel-sensei untuk tidak melukai orang Kyoto.
Mereka terus menyerangku dengan katana mereka namun aku berhasil menghindari serangan mereka, aku memukul dan menendang mereka dan berusaha untuk menjauh dari mereka. Aku kemudian merasa kalau sepertinya hanya dengan seperti itu tidak akan membuat mereka berhenti menyerangku
''Sial, apa yang harus aku lakukan'' kataku dengan rasa kesal dan bingung
Mereka terus menyerangku tanpa membiarkanku untuk berpikir untuk melakukan sesuatu, aku dari tadi berpikir apakah aku harus memukul gadis itu? Aku memang sudah pernah memukul seorang wanita, kalian pasti sudah tahu dan dia sudah tobat.
Gadis rubah itu seperti memerintah orang-orang yang menyerangku, dan terkadang dia juga menggunakan sihir untuk menyerangku, aku akui dia cukup handal menggunakan sihirnya untuk menyerangku. Aku menyadari kalau si topeng rubah menyerangku dari samping dan aku masih bisa menendangnya sebelum dia menebasku dengan katana nya itu.
Aku melompat ke belakang untuk menarik nafas merilekskan tubuhku yang dari tadi bergerak untuk menghindari serangan mereka dari tadi, gadis rubah itu masih menatapku dengan kemarahan yang sama sekali tidak aku ketahui kenapa.
''Cepat, tangkap dia!'' teriak gadis kecil itu lagi memerintah orang-orang itu lagi
Salah satu dari mereka kemudian mencoba untuk menebasku dan aku sudah bersiap-siap untuk menangkisnya, namun tiba-tiba saja muncul seseorang di depanku dan kemudian terlihat menendang penyerang itu dengan begitu mudahnya, aku kaget melihat dia dengan mudahnya menendang si topeng rubah itu
''Wah aku tidak tahu kalau kau akan terkena masalah seperti ini'' kata orang itu
Aku kemudian menyadari siapa orang itu, ''Zoro-san!''
''Yooooo, kemana saja kalian, aku mencari kalian, kau tahu'' kata Zoro dengan wajah tidak bersalah
Tunggu, apa? Apakah dia mencari-cari kami dari tadi? Bukankah dia yang tersesat?
''Bukankah kau yang menghilang secara tiba-tiba, Zoro-san?'' tanyaku lagi dengan wajah bengong
''Hah? Apa yang kau bicarakan? Kalian yang tiba-tiba saja menghilang meninggalkanku'' katanya dengan kebingungan
Aku memakai wajah kebingungan, dia juga memakai wajah kebingungan, lalu siapa yang sebenarnya salah?
''Hey! Siapa kau?''
Gadis rubah itu kemudian berteriak kepada kami dengan wajah kesalnya, di wajahnya terlihat kesal karena tiba-tiba saja ada pengganggu.
''Hey gadis kecil, kenapa kau menyerang orang mesum ini?'' tanya Zoro sambil menunju kearahku
''D-Dia menculik ibuku!'' teriak gadis kecil itu yang sepertinya tidak percaya dengan perkataan nya sendiri
Zoro berbalik melihat ke arahku
''Apakah itu benar? Aku tahu kau mesum tapi ini terlalu berlebihan, kau tahu'' kata Zoro yang malah sepertinya percaya dengan perkataan gadis kecil itu
''Sungguh, aku tidak tahu apa yang dia bicarakan'' aku mencoba untuk membela diriku yang tidak bersalah ini walaupun aku mesum
Zoro menatapku dan kemudian kembali menatap gadis rubah itu lagi, Zoro menatap gadis kecil itu
''Aku yakin dia tidak melakukannya walaupun dia adalah orang mesum'' kata Zoro dengan wajah datar
Aku hanya terdiam dan senang melihat dia percaya dengan orang mesum sepertiku ini, senangnya.
Gadis kecil itu terlihat masih tidak percaya dan kemudian semakin marah terlihat dari matanya menatap ke arah kami berdua.
''Jangan bohong! Cepat kalian serang mereka!'' perintahnya lagi dengan kemarahan
Zoro hanya tersenyum mendengar perkataan wanita itu, aku melihat kalau Zoro tidak membawa pedangnya, tentu saja karena tidak mungkin dia membawa pedang sungguhan di saat jalan-jalan tadi, bisa-bisa di sita oleh pihak keamanan
Namun kau melihat kalau dia memegang sebuah pedang kayu yang sepertinya dia dapat atau dia beli di pasar tadi. Salah satu dari musuh kami kemudian mencoba untuk menyerang Zoro tapi Zoro hanya memukul katana nya dari samping sehingga tebasan nya meleset dan pedang kayu miliki Zoro baik-baik saja, aku melihatnya dengan kagum karena betapa tepat dan cepatnya dia melakukan itu.
Zoro kemudian menendang penyerang itu, kemudian ada penyerang lain yang ingin menebasnya dari belakang, namun Zoro hanya menaruh pedang kayu itu di bahunya dan kemudian mendorongnya kebelakang sehingga pedang kayu itu mengenai topengnya hingga dia tidak berhasil melakukan aksinya itu
Dia benar-benar hebat.
-End Issei POV-
''Hey, apakah kau akan berdiam diri saja?'' tanya Zoro kepada sang kaisar naga merah
''Oh, hah'' Issei terlihat sadar dari lamunan nya
Dia melihat kalau ada penyerang bertopeng gagak menyerangnya namun Issei terlihat berhasil menghindar dan membelas serangan nya itu.
Zoro melawan mereka semua dengan pedang kayu nya itu, Zoro mencoba untuk tidak langsung menangkis serangan mereka dengan pedan kayunya karena itu akan merusak pedang kayu nya dan akan patah. Zoro berhasil memukul mundur dua dari mereka dengan memukul tepat di topeng mereka semua, Zoro kemudian menggunakan kakinya untuk menyegal salah satu dari mereka dan kemudian jatuh.
Zoro merasakan ada penyerang di belakangnya, dia kemudian berbalik dan melihat kalau katana penyerang itu bercahaya.
''Wah, kau memiliki pedang unik disitu'' kata Zoro melihat pedang penyerang itu
''Aku tahu kalau kau adalah Iblis, dan Iblis akan terluka parah jika terkena sihir elemen cahaya'' kata gadis rubah itu yang sepertinya sudah tahu pasti dengan sifat Iblis
Zoro hanya tersenyum dengan senyuman santai sepertinya biasanya, dia kemudian mencoba menggunakan pedang kayu nya untuk menyerang pedang cahaya itu dan penyerang itu terlihat tahu dan melakukannya juga dengan keyakinan kalau pedang kayu Zoro akan patah.
Tapi terlihat Zoro ternyata berniat tidak mengenai pedang cahaya itu dan kemudian memukul topeng penyerang itu sehingga dia terpental jauh ke belakang, Zoro kemudian menyerang lagi penyerang di sampingnya hingga dia juga terpental, Zoro kemudian menyadari kalau ada serangan sihir dan kemudian membelokan kepalanya dan terlihat ada tembakan angin hampir mengenai dirinya
''Sial, ternyata dia cukup hebat juga'' kata gadis rubah itu dengan mendecih kesal
Zoro hanya tersenyum dan terlihat berjalan menuju gadis itu dengan pedang kayunya, Zoro kemudian berhadapan dua orang lagi yang menggunakan katana cahaya lagi berpikir kalau dia adalah Iblis yang akan terkena parah oleh serangan itu, walapun memang dia akan tetap terkena luka parah saat katana cahaya itu mengenai tubuhnya
Zoro menggunakan kehalian teknik satu pedangnya menghalahkan mereka dengan memukul punggu mereka dan memukul kaki mereka sehingga mereka terjatuh, dia sudah merasa puas jika sudah melakukan hal kecil seperti itu.
Issei disisi lain terlihat masih bisa mengontrol dirinya untuk melawan mereka berlima, dengan kecepatan pemberian Booster Gearnya, dia bisa menghindari serangan mereka semua. Issei kemudian melihat ke arah Zoro yang sedang menuju ke gadis rubah itu
''Zoro-san! Jangan menyakitinya, kita tidak bisa membuat masalah di wilayah mereka, ingat kata Azazel-sensei'' kata Issei memberitahu Zoro
''Ha, aku tahu itu'' kata Zoro
Zoro terus melawan mereka dengan pedang kayunya yang sepertinya akan patah karena terus di pukulkan ke tubuh mereka satu persatu.
Gadis rubah itu terlihat kesal melihat kalau ternyata kedua orang asing itu ternyata memiliki kemampuan bertarung yang tidak bisa di remehkan
''Jika saja Law nii-sama ada disini'' kata gadis kecil rubah itu
Dia kembali melihat ke depan dan menyadari kalau semua anak buahnya sudah di kalahkan dengan begitu mudahnya, dia kemudian memutuskan suatu sifat kebijaksanaan dari pada egonya yaitu mundur
''Kita mundur'' kata gadis rubah itu
Gadis rubah itu kemudian menatap ke arah Zoro dan juga Issei yang masih baik-baik saja
''Aku akan mengambil kembali ibuku!'' teriak gadis rubah itu yang kemudian ada angin menyelimuti nya dan juga para anak buahnya, mereka kemudian menghilang dengan cukup cepat.
Zoro hanya tersenyum melihat mereka menghilang sedangkan Issei hanya kebingungan dengan apa yang terjadi, dia hanya datang kesini untuk berdoa tapi malah di serang oleh sebuah kelompok yang bahkan tidak dia kenal sama sekali
''Hey, ayo kita kembali dengan yang lain nya'' kata Zoro
''Oh ya, ayo'' kata Issei
Mereka berdua kemudian berjalan pergi menuruni kuil itu.
Mereka tidak menyadari kalau ada orang lain di kuil itu yang sepertinya sudah dari tadi memerhatikan mereka bertarung.
''Oh ini menarik, tidak sia-sia aku mengikuti rekreasi ini'' kata orang itu yang kemudian pergi
BERSAMBUNG
Untuk pertama, saat mohon maaf jika up nya sangat lambat sekali karena masalah Real Life, tolong jangan gebukin saja :V. dan seperti kalian lihat, aku mencoba menulis dengan gaya baru walaupun sepertinya tidak terlalu berbeda, apakah bagus?
Untuk chapter ini kalian pasti berpikir kalau Luffy sepertinya sudah OOC karena terlihat berciuman dengan Rias, tapi saya mencoba untuk tidak terlalu membuat dia OOC, tapi coba kita ingat, Luffy pernah dicium oleh kakak Sanji yaitu Reiju untuk menghilangkan racun di tubuhnya kan? Jadi mungkin hal ciuman di One Piece sudah biasa.
Dan tada, sepertinya pertemuan mereka akan segera datang yaitu antara Supernova!
Saatnya membalas Review
Silverbringer1: Tenang, tidak secara langsung sama dengan canon, akan berbeda kok
Hyaenodon: Yup, keinginanmu akan terpenuhi, Cao Cao sepertinya tidak akan tertawa dengan motto Luffy tentang pahlawan, dia adalah orang yang cukup mengerti walaupun egois, dan kita akan lihat dua pikiran berbeda ini di masa depan, apakah mereka akan memiliki hubungan kekerabatan?. Sanji tentu saja akan menggoda wanita, hmmmm menurutmu siapakah? dan soal kekuatan, aku cukup yakin kalau Cao Cao memiliki insting dan gaya bertarung yang tidak boleh di remehkan
FhiengkyePsycho: terima kasih, brada.
Kellar1441: Okey bro, selow aja, sandal ente akan aman disini, hmmmm sandalnya leh uga :v
Arif4342: Ini dia! Sudah up :V, otw segera bertemu mereka.
Genesis0417: Lah sepertinya kali ini lebih lama(ampun om :V). Hmmm soal kekuatan pastinya Luffy di tingkat di Wano, walaupun ane masih belum kekuatan apa saja di Wano nanti, kalau sial gear, pastinya dia sudah menguasainya namun aku tidak yakin soal gear 4 snakeman
Austinristan16: Hahahaha kita akan lihat di masa depan, dia akan bertarung di arc ini, kalau soal Big Mom hmmmm aku masih memikirkan nya, identitas Luffy? Hmmm mungkin sebentar lagi.
Haikal-san: Hmmmmmm mungkin, aku masih belum memikirkan mereka.
Undrasugana: Ini dia, sudah up :V
Guest: Hmmmm maksudnya jadiin peerage mereka atau pasangan?
Penyuka anak-anak(that name yo :V): Okey, thanks
DamViBrtannia: Aku yakin ini pasti panjang :V, baiklah kita mulai.
Chapter 57, syukur kalau app nya sudah di perbaiki. Terima kasih, aku mencoba menulisnya sebaik mungkin walaupun itu membuat otak ku berasap :V.
Koneko memang karakter sampingan tapi tenang, dia mungkin hanya muncul beberapa saat saja tapi tidak terlalu lama juga, aku mencoba membuat semua karakter mendapatkan peran mereka masing-masing di saat tertentu, dan aku cukup senang kalau karakter OC ku di sukai :)
Chapter 58: Soal Power Scale ya, hmmmm kita lihat, secara fisik atau daya tahan tubuh di dunia One Piece bisa kita bilang cukup gila, bayangkan saya Akainu dan Aokiji bertarung selama 10 hari tanpa henti, Jimbei dan Ace 5 hari dan terakhir Luffy dan Katakuri satu harian, ya mungkin versal DxD memiliki kekuatan demonic atau hal-hal hancur begitu gila namun kita lihat kalau tebasan haki Shanks dan Shirohige bisa membelah langit.
Tapi tenang saja, Luffy tidak akan OP disini, dia masih manusia yaitu masih memiliki batas, dan ada cara untuk melawan hal-hal seperti itu, dan btw, jika kita lihat chapter One Piece sekarang terlihat akan memilik haki Armament tipe baru, dan untuk power scale hmmmmm aku rasa Sirzechs memang bisa di atas Luffy namun aku tidak yakin untuk kecepatan, daya tahan, dan teknik
Chapter: 59: Oh soal Issei tenang saja, aku akan tetap membuat dia menjadi karakter penting, dia cukup karakter menarik dalam sial mesum.
Hmmmm mungkin saja, teknik Touki, Senjutsu atau Youjutsu itu bisa di gunakan oleh manusia kan
Yup aku merasa cukup khawatir dengan itu, namun tenang, aku tidak akan membuat harem Luffy terlalu banyak dan sepertinya masih bisa di hitung dengan jari anda. Zoro menurut saya masih dalam karakternya, dia terlihat cukup peduli dengan orang lain, contohnya dia masih mau menolong geisah dan anak kecil di Wano walaupun dia meminta Sake(apakah ini spoiler? :V)
Oh i see, anda suka tipe wanita bilang ara ara ya :V (Akeno is lumayan :V)
Setiap Heroin pasti akan maju setiap selangkah menuju Luffy, dan sepertinya Rias maju lebih selangkah dari mereka semua.
Hmmm menarik, mereka pasti tentu nya masih memiliki petualangan di dunia DxD, di canon maupun di noncanon.
Tidak apa-apa, aku senang kok jika ada mereview panjang maupun pendek :), dan ane cukup senang berbagi opini satu sama lain. dan permisi, aku mau tukang urut untuk membarkan jariku :V
Terima kasih yang sudah Review dan baca
Jangan lupa untuk tinggalkan Review dan jika kalian suka, kalian bisa Fav dan Foll ya
Sampai jumpa di bab berikutnya
Salam Author
