Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi
warning :Non Canon, dll
Aliansi
''Begitukah...''
Seorang pria dewasa sedang duduk di sebuah sofa dengan satu kaki di atas paha kaki satunya, dia memejamkan matanya mendengar perkataan pria berambut hijau dan coklat di depan nya.
Azazel sudah mendengar cerita dari Issei dan Zoro mengenai penyerang yang mereka lalui, Azazel menyimpulkan kalau serangan itu adalah kesalahpahaman, dia membuka matanya dan bibirnya membentuk senyuman
''Aku mengerti, aku menyimpulkan kalau ada kesalahpahaman disini'' kata Azazel dengan wajah sadar
''Maksudmu?'' Zoro memerhatikan
''Maksudku adalah kalau serangan itu bukanlah serangan untuk perang, itu bisa terlihat dari cerita kalian mengatakan gadis kecil itu mencoba 'menangkap' kalian'' kata sang jenderal malaikat jatuh dengan senyuman yang melekuk di bibirnya itu.
Kaisar naga merah dan sang pendekar pedang mengangguk mengerti, Zoro merasa cukup lega di hatinya karena tidak menebas mereka saat itu, jika saja dia menebas mereka maka itu menjadi masalah besar.
''Baiklah aku mengerti, aku akan memberitahu ini kepada Luffy dan yang lain nya'' kata Zoro yang kemudian berdiri dari sofa nya
''Oh dan lagi...malam ini kita akan melakukan pertemuan dengan para bangsa Yokai, katakan itu juga kepada si topi jerami'' Azazel terus tersenyum melihat ke arah Zoro
Zoro mengangguk mengerti dan kemudian mengambil pedang kayunya yang sudah terlihat patah, dia berjalan menuju ke kamar nya dan memberitahu kapten nya. Issei melihatnya dengan heran karena dia terus membawa pedang kayu itu yang sudah mau patah.
''Kalau begitu, aku juga mau istirahat juga, Azazel-sensei''
Issei berdiri dari sofa nya dan berlari mengejar Zoro untuk berjalan bersama, Azazel memerhatikan mereka dengan senyuman di bibirnya itu, dia mengambil gelas minuman nya di meja dan meminum nya dengan satu tegukan
''Aku memiliki firasat buruk tentang ini'' kata Azazel sambil melihat gelas minuman nya
Azazel meneguk sekali lagi minumannya dan dia menyadari ada seseorang yang duduk di sofa depan nya, dia melihat kalau yang duduk adalah guru baru yang tidak lain adalah Lilith
''Ah kau belum tidur?'' tanya Azazel yang kemudian menaruh gelasnya di meja
''Belum, aku masih memiliki urusan'' jawab Lilith dengan tangan memegang dagu nya sambil memerhatikan Azazel dengan senyuman lembut
''Hmmm sepertinya ada yang membuatmu senang'' kata Azazel memerhatikan tingkah Lilith
''Hohoho tentu saja, dan itu sangat membuatku bersyukur ikut rekreasi ini'' katanya dengan senyuman lembut terus bertahan di bibirnya
Azazel memiringkan bibirnya menunjukkan kalau dia sedang bingung, dia bertanya-tanya apakah yang membuat wanita dewasa dan cantik di depan nya ini begitu senang.
Saat dia ingin menanyakan itu kepada Lilith, tiba-tiba seorang murid datang menghampiri mereka berdua
''Permisi sensei, apakah aku harus menaruh barang-barang para murid ke gudang?''
''Tidak, biarkan mereka membawanya di kamar mereka masing-masing'' jawab Azazel sambil masih melihat ke arah Lilith
''Oh baiklah, kalau begitu saya permisi''
Azazel masih menatap kearah Lilith yang terlihat sudah terganggu dengan tatapan nya itu
''Ara Azazel-senpai, kau membuatku gugup dengan tatapanmu itu...'' kata Lilith sambil menutupi mulutnya yang tertawa kecil
''Oh maaf kalau begitu'' kata Azazel meminta maaf dengan sopan.
Azazel kemudian berdiri dari sofa dan menatap ke arah Lilith
''Kalau begitu aku permisi dulu, aku masih ada urusan'' kata Azazel yang kemudian melangkahkan kakinya ke samping
''Dengan ketua osis?''
Azazel berbalik melihat ke arah Lilith yang sepertinya tahu dengan kemana dia akan pergi
''Kau tahu rupanya'' kata Azazel tersenyum dengan rasa tertarik
''Ya karena kau adalah wali kelas mereka...kan?'' tanya Lilith
Azazel terdiam dan kemudian berbicara
''Ya begitulah, tidurlah Lilith-sensei'' kata Azazel yang kemudian pergi meninggalkan Lilith
Lilith terus melihat Azazel hingga dia menghilang dengan berbelok ke arah lorong lain, dia kemudian berdiri
''Sepertinya dia sudah mulai curiga'' katanya dan kemudian pergi juga meninggalkan ruang tamu yang sudah kosong dari tadi.
-Dengan Luffy yang sedang duduk memangku Lulu
''Hangatnya pulau selatan~ yang menyenangkan~''
Terlihat Luffy dan Lulu sedang bernyanyi sambil melihat bintang di luar penginapan mereka
''Paina~ Purupuru~ membuat kepalamu menjadi pusing~ dan membuat kepalamu tambah tolol~'' nyanyi mereka berdua dengan senangnya
Ketiga malaikat jatuh menatap mereka dari dalam rumah dengan sweatdrop secara bersamaan melihat lagu yang mereka nyanyikan.
''Apa yang mereka berdua nyanyikan?'' tanya Reynare dengan tatapan heran
''Entahlah'' jawab kedua malaikat jatuh lain
Eveline di dalam dapur terlihat sedang memasak sambil menyanyi, Levanda melihat bibinya dengan aneh karena dia menyanyikan lagu yang sama dengan yang di nyanyikan oleh Luffy dan Lulu di luar
''Baris kedua!'' teriak Luffy dan Lulu
''Dinginnya pulau utara~ Hyakkoi~ Koikoi~ membuat kepalamu beku~ dan tambah tolol~''
Luffy dan Lulu terlihat menyanyikan lagu itu sambil mengeleng-gelengkan kepala mereka ke samping kanan dan kiri seperti menikmati lagu.
''Luffy! Makanan sudah siap!''
Luffy dan Lulu terlihat langsung senang mendengar kalau makanan sudah siap di hidangkan. Mereka berdua masuk ke dalam rumah melihat penghuni lain sudah bersiap-siap untuk makan malam.
Mereka sudah selesai berkeliling Kyoto dengan damai tanpa adanya masalah seperti serangan musuh(mungkin untuk mereka). Luffy dan Lulu langsung mengambil tempat duduk mereka masing-masing tanpa mengatakan perkataan apa pun.
''Saatnya makan!''
''Tunggu! Cuci tangan kalian dulu'' Soniy terlihat memperingatkan
Luffy dan Lulu cemberut melihat kearah Soniy, namun mereka tetap melakukan nya, Eveline terus menaruh semua makanan yang sudah di masak ke meja makan. Levanda benar-benar kaget melihat bibinya itu yang begitu pandai memasak
''Hmmmm bibi...'' panggil Levanda
Eveline melihat mendengar panggilan keponakannya, dia melihat ke arah Levanda yang terlihat malu-malu ingin mengatakan sesuatu
''Ada apa Levanda?'' tanya Eveline
''Hmmmm setelah ini...apakah kau mau mengajariku memasak lagi?'' Levanda memainkan dua jari telunjuknya satu sama lain dengan malu-malu
Eveline dan Soniy tersenyum dan sangat mengerti dengan Levandam dia benar-benar seorang wanita yang begitu pantang menyerah ataupun kalah dari wanita lain
''Tentu saja jika kau mau'' kata Eveline
Levanda membalas senyuman Eveline dengan senangnya, dia kemudian mengambil makanan nya yaitu daging dan beberapa sayuran tomat. Luffy dan Lulu sudah makan dari tadi saat mereka berbicara tadi, namun Eveline sudah memasak dengan begitu banyaknya makanan sehingga mereka tidak kekurangan.
Eveline ingin duduk namun tiba-tiba dia terbeku seperti ada sesuatu yang membuat tubuhnya terdiam, dia melihat keluar jendela
''Hmmm aku mau keluar dulu, ingin mencari makanan lainnya'' kata Eveline kepada mereka semua.
''Tapi bukankah ini sudah terlalu banyak?'' Mittelt terlihat heran melihat Eveline yang sepertinya ingin sekali keluar.
Eveline kemudian langsung keluar meninggalkan para penghuni lain terheran-heran melihat dirinya yang terlihat tergesa-gesa. Luffy terlihat tidak peduli karena berpikir kalau Eveline akan baik-baik saja.
Eveline berjalan menuju ke sebuah taman di hotel itu, dia keluar karena memiliki perasaan kalau ada 'sesuatu' yang membuatnya keluar, dia melihat ke arah taman dan melihat kalau tidak ada seorang pun disini, dia terus melangkahkan kaki nya merasakan dia terus di panggil
''Ara, kau sehat-sehat saja ya, Eveline''
Eveline berhenti melangkahkan kakinya dan kemudian melihat ke sebuah tempat duduk di taman, dia melihat melihat ada seorang wanita yang duduk di sana membelakanginya, Eveline mengetahui kalau wanita ini bukanlah wanita biasa yang sudah tahu kalau ada dirinya di belakangnya
Eveline menghela nafasnya mengetahui siapa wanita ini
''Senang berjumpa denganmu lagi, nyonya'' kata Eveline melihat wanita itu
Wanita itu berbalik dan menunjukan wajahnya yang tersenyum melihat Eveline, Eveline mengetahui wanita ini karena dialah yang melatihnya sejak muda dulu.
''Aku tidak tahu kalau kau masih mengenalku'' kata wanita itu
''Bagaimana bisa kau melupakan guruku, nyonya Lilith'' kata Eveline
Lilith terus tersenyum, dia kemudian mempersilahkan Eveline untuk duduk di sebelahnya, Eveline langsung menurut saja tanpa merasa bahaya.
Mereka berdua sedang menatap taman di malam hari, tidak ada orang lain, yang ada hanyalah kunang-kunang menyinari kegelapan bersama lampu jalan. Eveline memiliki banyak sekali pertanyaan kepada wanita di sebelahnya ini
''Hmmmm nyonya Lilith-''
''Jangan memanggilku nyonya, kau tidak perlu memanggilku seperti itu lagi'' potong Lilith
Eveline terdiam dan kemudian berbicara, ''Tidak, aku akan tetap memanggilmu nyonya karena kaulah yang melatihku dan membuatku menjadi sekarang ini'' kata Eveline
''Eveline, ingat pertama kali kita berjumpa?''
''Ya, di saat kau menyerang negaraku dan kemudian kita bertarung, aku kalah olehmu'' jawab Eveline langsung
''Menurutmu kenapa aku melatihmu?'' tanya Lilith lagi
Eveline terdiam tidak bisa menjawab karena dia memang tidak tahu kenapa, dia kalah saat itu dan hanya bisa pasrah dengan takdirnya, namun terlihat kalau Lilith tidak membunuhnya dan malah menanyakan dirinya dengan pertanyaan yang sangat aneh
''Apakah kau ingin menjadi wanita yang kuat?''
Eveline masih ingat dengan pertanyaan itu
''Tidak'' jawab Eveline
Lilith tersenyum, ''Aku menanyakan pertanyaan saat itu karena aku sadar, kau memiliki bakat dan potensi saat itu, di tambah dengan tekadmu'' jawab Lilith dengan nada datar namun ada lekukan senyuman di bibirnya
Eveline terdiam tidak mengatakan apa-apa, dia terkejut karena gurunya pun menjawab kenapa dia melatih dirinya selama ini
''Dan aku heran, kenapa kau malah pilih-pilih sihir yang aku miliki saat itu'' kata Lilith dengan kepalanya menghadap kearah Eveline
''Ya karena semua sihirmu kebanyakan adalah sihir terlarang, aku tidak mau mempelajari sihir itu'' jawab Eveline cemberut sambil memejamkan matanya.
''Begitukah...''
Mereka kemudian terdiam untuk sementara lagi hingga Eveline melanjutkan pembicaraan
''Kenapa kau bergabung dengan organisasi yang bernama 'New Gate', nyonya Lilith?'' tanya Eveline dengan rasa ingin tahu
Lilith terdiam sementara dan menghela nafasnya dan kemudian mengehadap ke arah Eveline lagi
''Itu rahasia'' jawab Lilith dengan menjulurkan lidahnya seperti meledek
Eveline kembali lagi cemberut dengan ulah gurunya itu lagi
''Tapi...aku memiliki kemauan tertentu'' lanjut Lilith
Eveline melihat gurunya dengan rasa penasaran, kenapa dia bisa bergabung ke organisasi yang membuat banyak sekali masalah, dia mengetahui kalau sang guru bukanlah tipe orang pembuat masalah.
''Baiklah aku mengerti'' kata Eveline
''Dan lagi...kau harus siap untuk melawanku, Eveline'' kata Lilith
Eveline terdiam dan merasa mengerti di hatinya, gurunya memiliki suatu hal tertentu kenapa dia melakukan ini dan dia menghormati keputusan nya itu.
''Aku sudah tahu kalau kau akan mengatakan seperti itu'' kata Eveline
''Baguslah dan aku harap kau tidak lemah seperti dulu''
Eveline terus saja cemberut melihat nyonya nya yang terus saja seperti mengejeknya karena pernah kalah sekali.
''Jadi apakah kau memang memiliki hubungan dengan si kaisar naga putih?'' tanya Eveline
''Mungkin'' jawab Lilith langsung
Eveline terdiam sementara, dia tidak sedikit mengerti dengan gurunya itu yang mengatakah jawaban melantur, Eveline kemudian mendesah pasrah
''Kau tidak mau memberitahunya ya'' kata Eveline
Lilith tertawa kecil melihat Eveline, dia kemudian berdiri dari kursinya membuat Eveline berpikir kalau dia akan pergi
''Baiklah, aku harus kembali ke kamarku'' kata Lilith yang kemudian berjalan pergi
Eveline memerhatikan punggungnya dari belakang yang mulai menjauh
''Oh ya, aku ingin memberitahmu kalau akan ada sesuatu yang sedikit meriah di sini'' kata Lilith yang berhenti sementara dan kemudian berjalan lagi
Eveline mengingat perkataan tadi yang sepertinya adalah petunjuk, dia juga berdiri dari kursinya dan kemudian memutuskan untuk kembali ke penginapan nya. Di perjalanan dia masih memikirkan perkataan dari gurunya, sudah sangat lama mereka tidak bertemu
''Hey!''
Eveline melihat ke samping mendengar kalau ada seseorang yang memanggilnya, matanya melihat ada teman dekat dari kekasihnya yaitu Zoro
''Oh ada apa?'' tanya Eveline berhenti
''Bilang kepada Luffy kalau akan ada pertemuan dengan para bangsa Yokai'' kata Zoro sambil merangkul pedang kayunya di bahu nya.
''Oh begitukah, baiklah dan terima kasih'' balas Eveline
''Tidak masalah, dan lagi aku ingin bertanya kepadamu''
Eveline memerhatikan Zoro yang memberikannya pertanyaan, ini tentu saja membuatnya penasaran
''Tentang?''
''Tentang kaptenku, Luffy''
Eveline merasa penasaran dan serius sekarang, dia bisa melihat dari mata Zoro yang begitu serius juga
''Apakah kau akan menerima kalau suatu hari kami akan kembali ke dunia kami?'' tanya Zoro
Eveline tentu saja terkejut dengan pertanyaan Zoro yang itu, dan tentu saja hatinya tidak bisa menerima itu, sudah lama mereka tidak bertemu dan dia akan kembali ke dunia mereka yang akan terjadi suatu hari nanti.
Zoro masih menunggu jawaban wanita di depan nya ini dengan penasaran.
''Aku belum berpikir sampai situ'' kata Eveline
Zoro masih terdiam dan memejamkan matanya, dia melihat ke arah Eveline lagi
''Kau harus segera memikirkan itu'' kata Zoro
''Aku mengerti'' kata Eveline dengan nada sungguh-sungguh
Zoro tersenyum dan kemudian berbalik, dia berjalan pergi meninggalkan Eveline yang masih memikirkan pertanyaan nya tadi. Eveline kembali melanjutkan menuju ke tempatnya, dia merasa begitu khawatir dengan perkataan Zoro tadi.
Eveline sudah sampai di penginapan mereka, dia tidak mendengar ada suara keributan di dalam saat pertama kali dia pergi, apakah mereka semua sudah tertidur?
Eveline masuk dan melihat kalau ternyata mereka semua sudah tertidur, dia melihat di tempat cucian piring ada banyak sekali piring-piring kotor, Eveline tersenyum karena mereka ternyata sudah makan duluan namun dia melihat kalau ada satu piring yang berisi makanan di meja
''Oh mereka meninggalkanku satu ternyata'' kata Eveline yang kemudian mengambil garpu dan sendok untuk makan malam.
Zoro sedang berjalan dengan santai kembali ke kamar di hotel, dia lelah sekali sejak penyerangan itu. Saat berbelok melewati lorong dia bertemu dengan seorang wanita yang dia sendiri sangat tidak berharap bertemu dengan nya
''Zoro!''
Zoro langsung memakai wajah cemberutnya mendengar wanita itu berteriak namanya, wanita itu tidak lain adalah wanita yang pernah di lawan pertama kali di dunia ini, yup benar sekali yaitu Serafall
''Sedang apa kau disini?'' tanya Zoro heran dan penasaran
''Eh? Kau tidak senang melihatku?'' tanya Serafall dengan heran
''Menurutmu?''
Serafall langsung memakai wajah cemberutnya mendengar jawaban Zoro yang begitu dingin sekali, Serafall mengembungkan pipinya dengan udara di dalam mulutnya
''Kau ini selalu saja seperti itu!~'' ucap Serafall dengan membalikan tubuhnya ke belakang dengan cemberut
Zoro menghela nafasnya dengan pasrah melihat wanita ini yang begitu menyebalkan menurutnya, dia kemudian melihat kembali ke arah Serafall yang terkadang membalikan kepalanya melihat dirinya dengan malu-malu
''Baiklah, aku minta maaf dan aku mau tidur'' kata Zoro dengan langsung ke intinya
''Baiklah, aku menerima permintaan maafmu, hmm kau tidur di ruangan mana?'' tanya Serafall
''Tidak jauh dari sini'' jawab Zoro
Serafall mengangguk sambil memejamkan matanya
''Kumohon jangan menggangguku'' kata Zoro melihat Serafall dan mengetahui kalau dia akan melakukan sesuatu
''Hah? Tidak akan kok~'' ucap Serafall dengan nada sok tidak akan melakukan nya
Zoro masih menatap Serafall dengan rasa tidak kepercayaan, ''Kalau begitu aku pergi'' Zoro kemudian melanjutkan perjalanan nya menuju ke tempat tidurnya
Serafall menatap Zoro yang pergi menjauh, dia tersenyum seperti memiliki maksud tertentu. Dia kemudian kembali menuju ke kamarnya dengan terlihat riang gembira.
-(Pertemuan)-
Di sebuah ruangan begitu luas cukup banyak orang berkumpul di tempat itu, dan benar saja, ada beberapa orang yang berkumpul di tempat itu dengan baris mengelilingi. Di tengah mereka ada gadis kecil berambut pirang sedang duduk dengan sopan
Dia memakai pakaian kimono dan di belakangnya ada ekor, dia adalah putri dari Ratu Yokai Yasaka yaitu Kunou. Di sampingnya ada para petinggi di Kyoto terlihat duduk juga dengan sopan tertib
Mereka semua akan mengadakan sebuah pertemuan dan mengadakan kesepatakan dengan mereka
''Kunou-sama, apakah anda yakin untuk meminta bantuan kepada bangsa Iblis? Apakah anda benar-benar yakin dengan keyakinan anda itu?'' tanya Tengu di samping Kunou
Kunou memakai wajah murung dengan rasa campur aduk di perasaan nya sekarang, apakah ini benar-benar suatu hal yang bagus? Apakah ini benar? Apakah ibunya akan mengerti dengan apa yang akan dia lakukan sekarang?
Dia benar-benar begitu bingung untuk menjawab semua perasaan di dalam hatinya itu sendiri, dia juga merasa kehilangan satu orang lagi yang begitu berharga baginya, orang yang sering membantunya untuk saat ini juga dia masih ada
''Law nii-sama...'' ucap Kunou dengan rasa bimbang di hatinya dan berharap dia ada disini sekarang
''Kunou-sama, apakah anda masih memikirkan Law-sama?'' tanya sang Tengu
''Ya...jika saja dia ada disini sekarang dan ini adalah kemauan ibu untuk berdamai dengan Iblis dan Ras lain nya'' jawab Kunou
''Law-sama tiba-tiba saja menghilang saat Yasaka-sama memberikannya misi ke Olympus'' kata Tengu itu menjelaskan dan dia merasa kehilangan juga, ''Tapi aku yakin kalau Yasaka-sama dan Law-sama pasti akan mengerti soal sekarang, dan aku yakin kalau para bangsa Iblis itu bisa membantu kita'' kata Tengu
''Bagaimana bisa kau begitu yakin?'' tanya salah satu petinggi lain
''Aku mendengar kalau mereka memiliki aliansi Manusia'' jawab sang Tengu
''Manusia?''
''Yup benar sekali, tapi mereka bukanlah Manusia biasa'' kata Tengu mencoba menjelaskan
Kunou hanya menatap ke lantai dengan tatapan kosong dan kepalanya mencoba untuk memikirkan dengan apa yang telah dia lakukan ini
''Salah satu dari Manusia itu memiliki kekuatan aneh, dia bisa memanjangkan lengan nya seperti karet dan beberapa bagian di tubuhnya itu'' lanjut Tengu itu
Kunou langsung merasakan petir mengenai tubuhnya hingga membuat kesadaran nya kembali, dia dengan mata lebar melihat ke arah Tengu tadi yang menjelaskan kekuatan aneh seperti karet
''Bisakah kau menjelaskan lagi'' ucap Kunou dengan rasa penasaran
''Anda penasaran Kunou-sama?" tanya Tengu itu
''Ya dan sepertiny aku mengenal orang ini'' ucap Kunou dengan rasa percaya diri sekarang
''B-Baiklah jika anda mau, aku mendengar dia juga sudah melawan Dewa Norse dan dia menang'' kata Tengu itu menjelaskan
Semua orang disitu langsung kaget bukan main, Dewa adalah sebutan untuk makhluk kelas atas yaitu tentu saja memiliki kekuatan hebat. Tambah kagetnya lagi bagaimana bisa seorang Manusia bisa mengalahkan salah satu dari mereka, walaupun mereka sudah pernah melihat satu lagi yang bisa mengalahkan Dewa yaitu sang penjaga mereka
''Maksudmu orang yang sekuat Amaterasu-sama?'' tanya salah satu petinggi dengan masih tidak percaya
''Ya begitulah'' jawab sang Tengu dengan rasa masih tidak percaya juga.
Kunou sekarang merasa kalau hal yang dia lakukan sekarang ini adalah hal yang benar, dia mungkin bisa meminta bantuan dengan orang sekuat Dewa itu untuk membantunya. Dia juga merasa penasaran dan yakin kalau dia pernah bertemu dengan orang ini
''Apakah dia memakai topi jerami?'' tanya Kunou
''Oh anda benar sekali'' jawan Tengu itu
Kunou sekarang benar-benar yakin kalau dia mengenal orang itu, orang yang sudah membantunya saat dia di kejar oleh segerombolan monster yang akan membununya
''Apakah anda mengenal orang ini, Kunou-sama?''
''Ya, aku mengenalnya, dia pernah menyelamatkanku'' jawab Kunou
''Apakah anda yakin?''
''Ya aku sangat yakin sekali''
Tengu itu melihat tuan putri mereka yang terlihat memakai mata penuh dengan percaya diri sekali, wajahnya yang tadi murung terlihat sekarang begitu penuh dengan ketegasan dan percaya diri.
''Baiklah, sekarang aku akan bersemangat'' kata Kunou yang terlihat sekarang memiliki rasa percaya diri yang entah dari mana munculnya membuat semua orang disitu sweatdrop.
Seorang maid kemudian datang masuk ke tempat pertemuan
''Mereka sudah datang'' kata maid itu memberitahu
Mereka semua disitu langsung merapikan semua yang ada seperti pakaian mereka dan cara duduk mereka masing-masing, Kunou juga terlihat mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan mereka
''Kunou-sama, aku berharap kalau anda bisa bersikap dengan santai dan tegas'' kata Tengu di sebelahnya memberitahu
''Aku tahu itu'' jawab Kunou sudah mengerti kalau soal melakukan hal seperti ini
Terdengar ada suara langkah kaki terdengar di koridor membuat semua orang disitu merasa gugup terutama Kunou, dia ingin melihat orang yang di katakan oleh petinggi nya tadi yaitu orang karet.
Mereka semua kemudian melihat muncul beberapa orang yang bisa di bilang banyak jumlahnya, di lihat dari gender lebih banyak wanita dari para pria. Kunou langsung melebarkan matanya melihat salah satu dari orang atau pria di kelompok itu, Pria itu juga terlihat kaget melihat dirinya
Mereka menatap satu sama lain dengan tubuh yang terbeku dan mata yang lebar, pria itu terlihat mengangkat tangan nya dan menunju ke arah Kunou
''Kaukan!?'' teriak pria itu yang tidak lain adalah Luffy yang menganga
''Kau mengenalnya, sayang'' tanya seorang wanita dewasa di sampingnya yang menggendong seorang anak kecil
''Y-Ya'' jawab Luffy dengan gagap karena tidak percaya kalau mereka akan bertemu
Kunou langsung berdiri dan belari mendekati Luffy yang masih terbeku tubuhnya, Kunou langsung melompat-lompat di depan Luffy dengan senangnya
''Aku tidak percaya kita bisa berjumpa lagi!'' teriak gadis rubah itu dengan girangnya melompat-lompat
''A-Anda mengenalnya, Kunou-sama?'' tanya salah satu petinggi
''Ya! Dia adalah orang yang pernah menyelamatkanku saat di kejar oleh pemberontak'' jawab Kunou tersenyum senang
''Sudah kuduga kalau kau wanita saat itu, senang melihatmu sehat-sehat saja'' kata Luffy memberikan senyuman kepada Kunou
Kunou hanya tersenyum juga karena dia bertemu dengan sang penyelamat yang pernah menyelamatkan nya, kelompok Luffy dan para petinggi Kyoto terbengong kaku melihat kalau pertemuan ini lebih mudah dari mereka bayangkan karena kedua belah pihak sudah mengetahui
-Kunou menceritakan dirinya dan Luffy berjumpa
''Begitu ya'' ucap Tengu di sebelah Kunou
Mereka semua sekarang terlihat sudah duduk dengan santai dan memulai pembicaraan mereka masing-masing
''Kami merasa berterima kasih sekali sudah menolong tuan putri kami'' ucap sang tengu sambil terlihat menunduk berterima kasih di ikuti oleh para petinggi lain nya
Luffy menggaruk belakang kepalanya dengan santai tidak tahu harus mengatakan apa, dia tidak meminta ucapan terima kasih mereka sama sekali namun jika imbalannya adalah makanan, tentu saja dia mau.
Kedua kru Luffy yaitu si tukang tersesat dan koki mesuk tersenyum mengetahui kalau kapten mereka ternyata sudah melakukan pergerakan lebih dulu dari pada mereka
''Tidak masalah, aku senang membantunya'' kata Luffy
''Jadi anda adalah kaisar naga merah?'' tanya Kunou melihat Issei
''Oh ya, aku adalah kaisar naga merah'' kata Issei dengan terlihat senang karena dia cukup terkenal juga
''Senang bertemu denganmu'' ucap Kunou tersenyum ke arah Issei
Issei menggaruk belakang kepalanya juga sama dengan Luffy, dia merasa malu melihat gadis kecil manis di depan nya ini tersenyum ke arahnya
''Jadi apakah kita bisa memulai pembicaraan yang lebih serius?'' tanya Levanda dengan gaya tegasnya
''Oh tentu saja nona'' Tengu itu kaget melihat Levanda
''Kau terlihat semangat sekali, Levanda'' ucap Soniy melihat keponakanya
''Cih, palingan dia hanya bertingkah sok merasa paling tegas'' ejek Lulu duduk di pangkuan ibunya, Eveline
''Apa kau bilang?!'' teriak Levanda melihat ke arah Lulu yang langsung memutar wajahnya kebelakang merasa tidak peduli dengan kemarahan Levanda
Suasana terdiam sementara hingga tengu di samping Kunou memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan
''Kami ingin melakukan perdamaian dan aliansi dengan kalian'' jawab Tengu itu langsung ke topik
''Oh kalau itu tidak masalah, baiklah'' ucap Luffy dengan langsung tanpa berpikir
''Itu cepat sekali!'' teriak Issei dan Levanda kepada Luffy
''B-Benarkah?'' tanya Kunou dengan tidak percaya
''Shishishi, aku senang kalau kita memiliki aliansi, itu sama saja kita berteman kan?'' tanya Luffy tersenyum menunjukan giginya yang putih.
''Itu berbeda!'' teriak Issei dan Levanda sekali lagi
''T-tunggu dulu Luffy-dono, apakah anda tidak memikirkan hal ini?'' tanya Tengu di sebelah Kunou
''Hahaha sudah kuduga kalau kau akan langsung mengatakan itu, topi jerami''
Tiba-tiba masuk dua orang ke dalam pertemuan itu, terlihat kalau ada petinggi Malaikat Jatuh yaitu Azazel dan salah satu Maou Serafall atau bisa di kenal Leviathan
Para Yokai kaget melihat kedatangan mereka berdua, Azazel dan Serafall langsung duduk di samping Luffy dan yang lain nya
''Maaf kami terlambat'' kata Azazel kepada mereka semua
''T-tidak apa-apa, kami senang anda berdua datang juga'' kata Tengu
''Jadi seperti yang di katakan anak ini(menunjuk Luffy), kesepatakan ini sudah di terima, jangan khawatir, para petinggi Malaikat Surga dan Iblis Underworld sudah setuju dengan perdamaian ini'' kata Azazel
''Apakah itu benar? Para Maou dan Michael-dono menyetujui semua ini?'' tanya salah satu Tengu dengan tidak percaya
''Kenapa pula aku berbohong'' jawab Azazel
''Syukurlah'' ucap para Yokai terlihat senang sekali kalau pertemuan untuk perdamaian ini berlangsung dengan lancar
''Hehe bukankah pria ini begitu menarik, dia langsung saja setuju dengan hal berbau perdamaian'' kata Serafall menarik pipi Luffy yang memelar
Semua orang kaget melihat kalau ternyata yang di ceritakan tentang Luffy itu benar, tentang seorang pria yang memiliki tubuh karet. Namun mereka tidak terlalu kaget karena mereka juga sudah mengetahui kekuatan Luffy berasal
''Jadi apakah kau memakan 'buah' itu juga?'' tanya Kunou
''Buah? Kalian sudah tahu Buah Iblis?'' tanya Luffy dengan kaget
''Ya, ada seseorang juga sepertimu'' jawab Kunou
Mereka semua kaget dengan apa yang di katakan oleh Kunou, para Yokai lain nya mengangguk setuju dengan Kunou
''Benar sekali yang di katakan oleh Kunou dan dia adalah orang paling berharga di sini, namun tiba-tiba saja dia menghilang'' ucap para petinggi Yokai lain nya
''Menghilang?''
Kelompok Luffy merasa penasaran dengan orang ini, terutama dari dimensi DxD karena mereka baru pertama kalinya mendengar ada pemakan buah Iblis selain Luffy.
''Namanya Trafalgar D Water Law'' lanjut Kunou
Ketiga trio monster langsung terdiam di tempat mereka masing-masing, Luffy perlahan-lahan melebarkan mulut dan matanya, Zoro terlihat melebarkan salah satu matanya juga dan Sanji, dia tadi sedang enaknya merokok dan karena hal ini membuatnya terkejut, rokoknya jatuh dari mulut ke dalam pakaian nya
''Arggh sial!" ucap Sanji terlihat mencoba mengeluakan rokok di dalam bajunya
''Hahahahaha'' tawa Lulu terbahak-bahak melihat Sanji
Mereka semua melihat Sanji memiliki ekspresi yang berbeda-beda, ada yang tertawa pelan, menahan tawa dan terbengong
''Sial!'' ucap Sanji berhasil mengeluarkan rokok itu dari baju nya
''Makanya jangan merokok, merokok bisa membunuhmu'' ucap Levanda melihat Sanji
Sanji tidak bisa marah kepada wanita karena seperti kita tahu, dia begitu lembutnya terhadap wanita
''Kenapa kalian begitu kaget?'' tanya Rossweisse yang akhirnya angkat bicara
''Dia adalah orang yang kami kenal'' kata Zoro masih kaget
''Kalian juga mengenal Law nii-sama?!'' kaget Kunou
''Ya, dia adalah bajak laut aliansi kami'' jawab Sanji sekarang yang sedang membetulkan bajunya
Kunou entah kenapa tambah senang mendengar hal ini, dia tidak tahu kalau Law Berteman dengan mereka, ini benar-benar hari yang begitu mengagetkan baginya dan semua orang di tempat ini
''Jadi anda dari dunia lain juga?''
''Yup benar sekali, aku sama dengan dunianya'' jawab Luffy
Azazel merasa benar-benar tertarik dengan ini, ternyata ada orang lain yang dari dunia Luffy, Serafall merasa kaget juga dari tadi bersama para wanita lain nya. Luffy kemudian tersenyum bersemangat sekarang
Zoro dan Sanji mulai bersikap seperti semua lagi
''Jadi apakah dia tinggal disini sebelum menghilang?'' tanya Zoro
''Yup benar sekali, dia adalah orang yang sangat penting disini, dia melindungi Kyoto dari para pemberontak ataupun dari serangan makhluk lain nya'' ucap Kunou menjelasakn dengan bangga sekali
Bajak laut, Succubus, Malaikat Jatuh dan Iblis di depan Kunou mendengarkan dengan baik-baik, para petinggi mengangguk setuju dengan semua perkataan dari Kunou tadi.
''Dia adalah penjaga Kyoto yang sangat di banggakan!'' ucap Kunou dengan suara yang kuat berharap kalau Luffy dan yang lain nya kagum
Wajah mereka terlihat ada yang terkejut ada juga yang biasa saja, yang memakai wajah biasa adalah Luffy, Sanji dan Zoro karena sudah mengetahui kalau Law benar-benar sangat kuat dan tidak heran kalau Kunou akan membanggakannya seperti itu
''Kunou-sama, kau terlalu berlebihan'' kata Tengu di sebelah Kunou
Kunou langsung duduk seperti semula dan merasa malu melakukan hal tadi
''Begitu ya, dan dia menghilang?'' tanya Azazel
''Ya benar, dia tiba-tiba saja menghilang saat Yasaka-sama memberikan misi kepadanya'' jawab petinggi lain
Trio monster tahu kalau Law akan baik-baik saja, mereka sudah mengenal Law cukup lama, bertarung bersama-sama dari melawan Caesar hingga sekarang melawan Kaido, mereka juga tidak tahu ada di mana Kaido sekarang, jika Kaido ada di dunia ini, maka itu benar-benar sangat bermasalah bagi dunia ini maupun mereka.
Kunou memakai wajah muram nya lagi mengetahui kalau Law masih menghilang dan belum kembali hingga sekarang
''Oh dan soal sang ratu?'' Azazel mulai mencari informasi
''Seperti yang kalian sudah dengar, Yasaka-sama menghilang juga karena diculik oleh organisasi yang mengaku sebagai organisasi pahlawan'' ucap Tengu di sebelah Kunou sekarang menceritakan
Seorang maid kemudian mengambil sebuah benda yang seperti tikar namun terbuat dari kertas, dia kemudian menaruh benda itu di tanah di depan kelompok Luffy, dia kemudian membuka benda itu dan menunjukan gambar seorang wanita cantik, wanita itu berambut pirang sama dengan Kunou dan tentu tubuhnya lebih matang, dia memakai mahkota di kepalanya menunjukan kalau dia adalah ratu
''Ini adalah gambar Yasaka-sama'' ucap Tengu itu
Issei dan Sanji langsung melebarkan mata mereka melihat kecantikan gambar wanita itu, di tambah dengan sifat mereka berdua yang mesum membuat para wanita di sekitar situ terbengong
Sanji/Issei: Oppai!
Pletak!
Rossweisse memukul kepala Issei dan Sanji sehingga membuat belakang kepala mereka sakit, para wanita menahan rasa amarah dan malu mereka melihat dua anggota kelompok mereka mengatakan sesuatu yang begitu memalukan, para laki-laki lain hanya terdiam tidak mau ikut campur dan membiarkan mereka berbuat sesuka mereka
''Maafkan perkataan mereka berdua'' kata Eveline meminta maaf kepada mereka
''Tidak apa-apa, kami semua sudah tahu sifat kaisar naga merah tapi aku tidak tahu kalau ada satu lagi pria yang mirip sifatnya dengan nya'' kata Tengu melihat Sanji memegang belakang kepala nya
Issei dan Sanji sekarang malah di pukuli oleh para wanita namun terlihat diam-diam, Kunou dan para Yokai lain nya sweatdrop melihat kejadian ini.
Kunou kemudian melihat ke arah Luffy, Azazel dan juga Serafall, dia menunduk dengan hormat kepada mereka bertiga
''Kumohon tolong bantulah kami menyelamatkan ibuku, pinjamkan kekuatan kalian'' kata Kunou dengan rasa berharap
Luffy tersenyum begitu juga dengan Azazel dan Serafall
''Kami mengerti, jadi tenanglah putri mahkota'' kata Azazel
''Aku senang membantu orang lain'' ucap Serafall
''Tenang saja, karena Law membantumu itu berarti kau adalah orang baik'' sambung Luffy dengan tersenyum
Kunou senang sekali mendengarkan perkataan mereka bertiga yang memberikan harapan kepada dirinya dan juga negara ini, dia mengelap air mata di pipinya dengan tangan nya, dia kemudian tersenyum senang melihat ke arah mereka bertiga walaupun masih ada air mata di matanya, namun air mata itu adalah air mata bahagia
''Terima kasih!''
Mereka semua disitu terlihat bahagia dan tidak menyadari kalau ada seseorang mendengar mereka, dia ada di pohon di dekat bangunan pertemuan itu, dia melihat dari jendela yang terbuka
''Hmmm pertemuan ternyata berjalan dengan lancar ya''
Orang itu tidak lain adalah Lilith yang dari tadi mendengarkan, dia mendengarkan semua cerita mereka sejak Luffy dan yang lain nya masuk
''Dan orang dari dunia lain? Buah Iblis? Ini benar-benar menarik'' ucap Lilith dengan merasa tertarik sambil masih melihat mereka
Di sekitar tubuhnya terlihat ada sebuah sihir sehingga membuatnya tidak terdeteksi oleh mereka dengan sihir, Lilith memutuskan untuk pergi namun dia kaget melihat Luffy tiba-tiba saja melihat ke arahnya
''Dia melihatku?!''
Lilith kaget melihat kalau Luffy melihat ke arahnya, dia kemudian langsung pergi tanpat berpikir lagi, dia khawatir kalau dia ketahuan
Di bangunan terlihat Luffy masih melihat keluar jendela
''Ada apa Luffy-sama?'' tanya Reynare melihat tuan nya melihat keluar jendela
''Aku merasakan kalau ada seseorang di dekat pohon itu'' kata Luffy menunjuk keluar jendela
''Hmmm? Bagaiman anda tahu?'' tanya Kalawarner
''Aku merasakan adanya emosi'' jawab Luffy
Reynare, Kalawarner dan Mittelt mengangkat alis mereka dengan bingung
-Tempat lain-
Di sebuah tempat terlihat adalah tempat yang sangat berbeda dari tempat di bumi, tepat ini memiliki hawa kegelapan yang begitu gelap namun terlihat kalau hanya ada kekosongan di pemandangan tempat ini
Di tempat itu ada seorang pria duduk dengan santai, pria tinggi yang memakai pakaian serba hitam, dia memakai syal di lehernya dan terlihat sedang mengunyah makanan. Dia sampingnya ada sebungkus donat berwarna-warni, dan di taburi oleh coklat-coklat kecil.
Dia mengunyah makanan nya dengan santai tanpa merasa ada mengganggunya, dia santai dan memiliki senyum di di bibirnya, satu hal yang berbeda dari nya dengan orang lain adalah dia memiliki gigi yang runcing
''Donat~ oh Donat~'' nyanyi pria itu dengan senangnya
Dia sedikit menggoyangkan tubuhnya ke kanan ke kiri mengikuti nada nyanyian nya sendiri, mulutnya terus mengunyah dengan senangnya. Dia adalah Katakuri, anak dan komandan pasukan bajak laut Big Mom
''Kau sedang apa?''
Katakuri langsung menyembunyikan semua donatnya dan kemudian menutupi mulutnya lagi dengan syal di lehernya. Dia kemudian berbalik melihat siapa yang tiba-tiba saja mengganggunya sedang makan donat dengan begitu nikmatnya
Dia melihat seorang wanita yang selalu saja membuatnya terganggu dan juga kesal, dia adalah Kuroka kakak dari Koneko
''Ada apa?'' tanya Katakuri dengan suara tegasnya lagi
''Aku hanya bertanya, kau sedang apa?'' tanya Kuroka dengan merasa terheran-heran
Katakuri hanya terdiam sementara, pipinya memerah sama dengan saat Brulee mengetahui kalau dia menjatuhkan tubuhnya saat melawan Luffy
''Hmmmm aku hanya mencoba santai...'' jawan Katakuri
''Hmmm aneh, sepertinya kau bersantai sekali tadi, aku bahkan mendengar suara nyanyian'' kata Kuroka masih menatap ke arah Katakuri
Katakuri terdiam tidak tahu harus menjawab apa
''Sudah katakan saja, kenapa kau kesini? Apakah kau hanya melihatku saja?'' tanya Katakuri terlihat mulai kesal
Kuroka tersenyum lucu melihat komandan manis itu terlihat malu entah kenapa, apakah ada rahasia yang dia simpan dari mereka semua
''Ophis memanggilmu lagi'' jawab Kuroka
''Kalau begitu aku permisi'' kata Katakuri yang langsung saja berjalan dengan tergesa-gesa
Kuroka melihatnya dengan terheran-heran dengan perubahan sifatnya itu, dia ingin menyusul namun dia kaget melihat ada sesuatu di dekat tempat katakuri duduk tadi. Dia kemudian mendekati itu dan kaget melihat kalau ada sebuah bungkusan donat
''Donat? Jangan bilang kalau pria jantan seperti dia makan donat?'' kaget dan heran Kuroka
Kuroka mengambil bungkusan donat itu dan kemudian tersenyum menggoda seperti ada sesuatu di dalam pikiran nya
''Jadi dia memiliki kesan imut di dalam dirinya ya, hmmm menarik'' kata Kuroka yang kemudian pergi sambil membawa bungkusan donat itu, dia mengantungi bungkusan itu
BERSAMBUNG
Maaf lama semuanya!(memohon belas kasihan)
Saya mencoba untuk up cepat tapi sepertinya perkataan soal up dari ku seperti omong koson sekali ya kan :V, maaf deh
Dan terima kasih yang sudah menunggu hingga sekarang
Saatnya membalas Review
Austintristan16: terima kasih koreksinya, Kunou tentu saja ingat dan terjawab di bab ini, dan arc Ophis, hmmmm bisakah di jelaskan lebih ditail, saya dari s1 sampai s4 DxD hanya menonton anime saja dan seterusnya adalah LN nya, dan untuk Luffy merasa terbiasa karena sudah berapa kali dia terkena ciuman :V
Guest: Mereka menurut saya abadi hanya dalam umur saja, kalau soal bertarung tentu saja mereka tidak abadi.
Hmmmm aku mengerti, jadi intinya hampir mereka semua memiliki kekuatan hebat di atas manusia karena sihir, mereka memiliki kesamaan yaitu kekuatan di dunia DxD dan OP adalah imbang. Kalau soal fisik mungkin kita bisa berikan kepada orang di dunia OP seperti kita lihat, dan kekuatan seperti energi penghancur atau memperkuat tubuh oleh sihir kita berikan kepada orang DxD hmmmmmm
Dan untuk kekuatan Sirzechs dan Vali untuk melawan kekuatan karakter OP lain nya seperti Law dan Katakuri sepertinya berguna, Katakuri masih bisa terluka kalau tidak sempat berubah menjadi mochi nya, Law masih menjadi misteri apakah dia bisa mengontrol kekuatan penghancur milik Sirzechs di room nya? Dan untuk Vali tentu saja dia tidak bisa menyerap kekuatan Law dan Katakuri karena itu bukanlah sihir seperti yang di katakan oleh Corazon kepada Law, dan terima kasih koreksi tinggi badan nya
Arif4243: Oke, mereka akan bertemu disini dan ini sudah tidak rahasia lagi :v
Guest: terima kasih bos~
Akrom azjh: gak apa-apa kok, malah saya senang jika ada yang memberi saran soal penulisan tapi kita juga tidak bisa memberikan dengan sempurnakan, mungkin aku memang kurang baca koran :V. dan untuk Hancock aku masih ragu untuk memasukan nya
Terima kasih yang sudah Review dan baca, sampai jumpa di bab berikutnya
Sampai jumpa
