Disclaimer : Eiichiro Oda Ichiei Ishibumi
warning :Non Canon, dll
Serangan Pertama
-Tempat lain
''Hey wanita tua! Menjauh dari tempat duduk ku''
Terlihat seorang wanita yang memiliki sayap naga di belakangnya sedang berteriak ke arah wanita cantik yang sedang duduk di kursi kecil.
Wanita itu yang marah adalah Tiamat yang sedang menatap kesal ke arah nenek Dewa-Dewi Olympus yang sedang duduk di tempat nya. Gaia memakai wajah kesal melihat dia memanggilnya dengan sebutan untuk wanita tua
''Aku belum terlalu tua'' kata Gaia cemberut melihat Tiamat
''Diamlah, kau sudah berumur ribuan tahun jadi berarti kau sudah tua'' kata Tiamat dengan kesal
Gaia cemberut melihat aliansinya itul, dia kemudian berdiri dari kursi bukan miliknya dan kemudian melihat ke arah Tiamat
''Jadi kau ingin aku musnahkan hah, memanggil wanita muda dengan sebutan wanita tua adalah pelanggaran alam semesta yang tidak bisa di maafkan'' kata Gaia yang bersiap-siap menggunakan sihirnya
''Boleh juga kau'' Tiamat juga terlihat bersiap-siap
Ada gelombang sihir mendorong satu sama lain seperti ingin menunjukan siapa yang terkuat, mereka menatap satu sama lain dengan tajam layaknya seorang predator yang ingin menikam satu sama lain
Kedua betina itu tidak menyadari ada seorang pria masuk ke dalam ruangan mereka, dia memakai pakaian khas dari Jepang, dia memegang sebuah katana. Dia menaruh katananya di samping tempat duduk nya dan kemudian langsung duduk dengan santai, sebelah kakinya di atas meja, dia di kenal kakak laki-laki dari Amaterasu
Dia melihat ke arah kedua predator betina yang menggeram satu sama lain
''Hey kalian seperti dua singa betina yang ingin mencekram satu sama lain'' kata Susanoo melihat mereka berdua
Kedua wanita yang sedang marah membara kemarahan itu menatap secara bersamaan Susanoo yang terlihat memancing yang seharusnya dia tidak pedulikan
''Hmmmm kau sudah kembali, bagaimana dengan tugasmu?'' tanya Gaia
''Aku memiliki banyak sekali berita yang menarik'' kata Susanoo dengan santai meminum teh yang ada di atas meja
''Sebutkan''
''Pertama kalau organisasi yang di sebut organisasi pahlawan sedang melakukan pergerakan di wilayah adik perempuanku, mereka sepertinya memiliki tujuan yang serius sehingga berani ke sana'' Susanoo kembali meminum teh nya
Gaia terlihat tertarik dengan ini
''Oh begitukah, kemana si anak tidak tahu diri itu?'' tanya Gaia mengenai anak nya sendiri yaitu Cronos.
''Dia sedang melakukan kegiatan yang gila dan aku tidak mau ikut campur, anakmu itu harus di jaga, dia bisa menghancurkan tujuan kita''
Gaia terdiam mendengar perkataan Susanoo itu. Tiamat dari tadi hanya diam dan kemudian berjalan menuju ke tempat duduknya, dia duduk dan menatap ke arah mereka berdua.
''Hey kalian, apakah kalian yakin memiliki tujuan di kelompok ini, kalian terlihat tidak memilikinya sama sekali'' kata Tiamat dengan sedikit nada mengejek
Kedua makhluk superior itu menatap ke arah Tiamat.
''Tentu saja begitu, kau pikir kita semua disini memiliki satu tujuan? Tentu saja tidak, dan lagi aku sama sekali tidak mempercayai pria yang membuat kelompok ini'' kata Gaia
Susanoo mengangguk sedikit sambil meminum tehnya lagi, dia menaruh tehnya dan menatap ke arah Tiamat yang terlihat tertarik dengan apa yang di katakan oleh Gaia tadi. Dia memegang kembali katana nya
''Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan tapi aku tidak suka dia'' kata Susanoo
Tiamat menyadari kalau semua orang di organisasi ini tidak mempercayai satu sama lain tapi mereka harus bekerja sama untuk mencapai tujuan mereka satu sama lain.
''Pertanyaan''
''Apa itu?''
''Kemana si wanita penggoda itu?'' tanya Tiamat mengingat Lilith
''Oh tentu saja memata-matai kelompok Iblis di dunia manusia'' jawab Gaia yang duduk di kursinya sekarang
''Dia cukup aneh, aku mendapatkan informasi darinya yang begitu banyak sekali, dia begitu rajin mengirimkan informasi. Ini sangat menarik, dia sepertinya percaya dengan kita'' kata Susanoo
Gaia mengangguk setuju, ''Benar sekali, dia menemukan manusia yang kita lawan saat di Underworld saat itu, dia bersekolah di dunia manusia''
Tiamat mengangkat alisnya heran dengan sifat Lilith ini, mereka mendengar kalau dia adalah wanita yang di usir dari Surga karena kabur dari suaminya yang pertama, dia kabur entah kenapa sehingga sang pencipta menyuruh beberapa malaikat untuk menjemputnya tapi dia menolak untuk kembali. Tiamat tidak terlalu mengerti dengan Mitologi lain ataupun sejarah mengenai dirinya
Gaia mendehem membuat suasana kembali cair untuk pembicaraan mereka
''Jadi apakah kita bisa mempercayainya?'' tanya Gaia
''Mungkin untuk sekarang kita bisa mempercayai informasi yang dia berikan saat ini, tapi jangan terlalu terpikat dengan semua informasi yang dia berikan, mungkin salah satunya adalah kebohongan'' kata Susanoo
''Baiklah''
Tiamat dan Gaia terlihat hanya bisa setuju satu sama lain
Satu orang lagi kemudian masuk ke dalam ruangan, dia adalah seorang wanita yang begitu mereka kenal.
''Oh kalian disini rupanya'' kata wanita itu yang adalah Xeperia. Xeperia menatap mereka dengan tatapan datar
''Kau sudah kembali rupanya, jadi bisa kau ceritakan tentang apa yang kau dapatkan'' kata Susanoo
''Ini akan sangat panjang'' kata Xeperia yang kemudian duduk di tempatnya
Mereka semua yang ada di ruangan itu terlihat tertarik dengan perkataan dari Xeperia
-Kyoto
''Jadi apa saja yang di lakukan oleh Torao?''
Luffy bertanya kepada Kunou di sampingnya.
Mereka sekarang sedang jalan-jalan di kota, para masyarakat tidak menyadari kalau ada seekor gadis rubah sedang melewati mereka, Kunou adalah gadis Yokai yang tentu saja bisa menyembunyikan jati dirinya dari para manusia biasa.
Dia sekarang hanya bisa di lihat oleh Luffy yang ada di sebelahnya bersama Zoro. Yang lain nya tentu saja melakukan kegiatan mereka masing-masing.
''Hmmmm dia adalah pria yang baik, dia melindungi tempat ini dengan begitu baik dari yang kau bayangkan'' Kunou berjalan di tepi-tepi jalan
Luffy dan Zoro hanya melihatnya mulai bercerita tentang salah satu supernova seperti mereka, mereka sudah sangat lama sekali tidak melihat Law dari Wano dulu.
''Jadi apakah kalian teman nya?'' tanya Kunou kepada Luffy dan Zoro
''Ya kami adalah teman nya'' jawab Luffy dengan senyuman lebar
''Lebih bisa di bilang aliansi'' sambung Zoro tidak mau membuat kesalahpahaman
Kunou mengangguk mengerti, tapi sifat Luffy seperti sudah menganggap Law itu adalah teman nya begitu membuatnya bingung dan orang sebelahnya yaitu Zoro.
Mereka berjalan dengan santai melewati para wisatawan, Luffy dan Zoro memakai pakaian sekolah mereka dan pedang Zoro terlihat ada di pinggangnya, namun orang-orang menganggap kalau pedang itu adalah pedang kayu karena di tutupi sarungnya.
Kunou melihat-lihat tempat yang di pimpin oleh ibunya ini, sudah banyak sekali kejadian yang menimpa Yokai dari pemberontakan, penghinatan dan penyerang dari bangsa lain. Dia juga sadar kalau dia akan menjadi Ratu menggantikan ibu nya, namun pertanyaan nya adalah apakah dia bisa menjadi Ratu yang baik?
''Hey kalian berdua, apakah di dunia kalian memiliki peperangan?'' tanya Kunou melihat Luffy dan Zoro
Luffy dan Zoro melihat ke arah Kunou yang terlihat memikirkan sesuatu sehingga bertanya pertanyaan itu
''Ya, akan selalu ada peperangan di dunia kami, konflik akan selalu ada dari bajak laut, angkatan laut, pemerintah dunia, revolusioner dan bahkan antara angkatan laut dan pemerintah dunia sendiri'' kata Zoro menjelaskan
Sudah sangat banyak sekali konflik yang mereka lalu, dari politik hingga kejahatan bajak laut. Mereka selalu saja bisa melewati semua itu dengan bersama-sama.
''Oh begitukah, apakah kalian berpikir kalau dunia bisa berdamai?'' Kunou sekarang terlihat bertanya sesuatu yang tidak bisa di jawab oleh Luffy dan Zoro
Mereka tahu kalau peperangan akan selalu ada di setiap dunia, perbedaan pikiran selalu saja penyebab itu terjadi namun tidak semuanya, kerakusan, keserakahan, egois dan kesalahpahaman selalu saja menjadikan perang dan konflik.
''Kami tidak tahu'' jawab Zoro
Kunou terdiam sementara mendengar perkataan dari Zoro
''Tapi bukan berarti kita tidak bisa menghentikan perang, perang masih bisa di hindari walaupun akan selalu terjadi'' Luffy kemudian memberikan kata semangat kepada Kunou
Kunou tersenyum dengan senang mendengar kata penyemangat itu, dia sedikit senang kalau sekarang ada orang yang menyemangatinya. Dia kembali berjalan-jalan bersama kedua bajak laut dengan santai
Mereka kemudian melewati tempat yang sepertinya tempat jual beli barang, ada banyak perhiasan dan barang buatan tangan di Kyoto. Para wisatawan tentu saja tertarik dengan semua barang kerajinan itu. Luffy dan Zoro masih penasaran dengan bagaimana Law bisa ada di tempat ini
''Jadi bisakah kau ceritakan kenapa Torao bisa sampai di tempat ini?'' tanya Luffy kepada Kunou
''Hmm oh, dia tiba-tiba saja muncul di hutan di dekat wilayah kami, kami pikir dia adalah musuh jadi kami menyerangnya'' Kunou mulai menceritakan
Luffy dan Zoro terlihat mendengarkan dengan baik-baik
''Namun di karenakan kami tidak tahu siapa dia dan kekuatan nya, kami pun kalah'' kata Kunou
''Sudah kuduga dari Torao'' kata Luffy tersenyum
''Aku dan ibuku pikir kalau kami akan mati saat dia mengacungkan pedangnya ke arah kami, dia mengatakan kalau apakah disini Wano dan kamu menjawab tidak, dia hanya terdiam dan kemudian menyarungkan kembali pedangnya'' Kunou mengingat saat itu bersama ibunya di mana berpikir kalau mereka akan tamat di bunuh oleh musuh.
''Lalu dia mengatakan kalau dia hanya ingin bertanya saja dan kemudian kami membawanya ke kastil kami untuk penjelasan dan akhirnya seperti itulah'' kata Kunou selesai
''Oh menarik, tapi dia cukup baik tidak membunuh salah satu dari kalian'' kata Zoro
''Memangnya kenapa?''
''Sebelum kami kesini, kami mengalami pertempuran jadi kami tentu saja tidak tahu apakah kami akan membunuh atau tidak dalam pertempuran, tapi sepertinya dia masih bisa mempertahankan akalnya'' kata Zoro mengagumi Law
''Shishishi sudah aku bilang kalau dia itu adalah orang baik'' kata Luffy mengingat saat dia menjadi aliansi dengan Law
Zoro kembali melihat ke arah putri Yokai yaitu Yasaka di depan nya
''Jadi apa yang terjadi setelah itu?'' tanya Zoro lagi
''Seperti yang aku ceritakan kalau dia mulai membantu Kyoto dengan kekuatannya itu, dari mengobati sampai membangun bangunan yang rusak, dia juga menjaga Kyoto dari serangan para pemberontak dan juga musuh asalkan dia mendapatkan tempat yang aman untuk tinggal sementara disini dan beberapa uang untuk dia'' jawab Kunou
''Dia orang yang cerdas ya, masih berpikir bisnis di tempat seperti ini, tidak seperti kaptenku'' Zoro melirik sebelahnya yaitu Luffy yang sedang mengorek hidungnya karena gatal
Kunou tertawa kecil mendengarnya, dia kemudian menatap ke arah mereka berdua lagi
''Jadi apa kekuatan kalian?'' tanya Kunou
''Aku memakan buah Iblis Gomu-Gomu no Mi yaitu membuatku menjadi manusia karet seperti kau sudah tahu'' kata Luffy
''Aku tidak memakan buah sama sekali'' kata Zoro santai
''Hmmm jadi kau tidak memiliki kekuatan apa pun?'' Kunou memiringkan kepalanya ke samping
''Tidak tapi bukan berarti aku lemah, aku kuat dari yang kau bayangkan'' kata Zoro menatap ke arah Kunou dengan tatapan tajam karena kesal kalau dia sepertinya di anggap lemah
Kunou kemudian merasa ketakutan melihat tatapan Zoro itu, dia belum pernah sama sekali di tatap seperti itu.
''Kau membuatnya takut Zoro'' kata Luffy
Zoro berhenti menatap ke arah Kunou, Kunou pun merasa lega setelah tatapan menyeramkan itu berhenti menatapnya.
Mereka kemudian kembali jalan-jalan sambil melihat para masyarakat lain, Luffy dan Zoro mulai berpikir dengan ibu nya Kunou yang di ceritakan sudah di tangkap oleh organisasi tertentu
''Hmmm maaf aku dengar kalau ibu mu di tangkap ya?'' tanya Zoro
Kunou berbalik, ''Ya, ibu ku di tangkap oleh sebuah organisasi dan aku tidak tahu kenapa mereka menangkapnya'' kata Kunou terlihat murung melihat ke bawah sambil berjalan
Luffy dan Zoro terdiam mendengarnya
''Oh begitukah'' kata Zoro sambil melihat ke arah Kunou yang murung
''Tenang saja, kami akan menyelamatkan ibumu'' kata Luffy
Kunou menatap kedua supernova itu lagi dengan tatapan senang
''Ya, aku mohon kepada kalian berdua, tolong selamatkan ibuku'' kata Kunou dengan hormat lagi
''Kau tidak perlu hormat seperti itu lagi'' kata Zoro terlihat terganggu dengan sifat terlalu sopan nya ini, mereka ini bajak laut dan kenapa pula harus memberi hormat kepada mereka.
''Tapi tetap saja kalian kami hormati di tempat ini'' kata Kunou
''Ya terserah'' jawab Zoro
Mereka kembali berjalan-jalan lagi hingga mereka melihat beberapa orang yang mereka kenal, terlihat kalau ada Asia dan yang lain nya yang sepertinya jalan-jalan juga. Mereka menyapa mereka menyuruhnya untuk kesana
Luffy dan Zoro bersama Kunou kemudian berjalan menghampiri mereka semua
''Oh kalian sedang jalan-jalan juga ternyata'' kata Luffy melihat mereka semua
''Kami memutuskan untuk jalan-jalan lagi, kami bosan di penginapan'' jawab Issei
''Shishishi baguslah'' kata Luffy
Luffy melihat kalau ketiga malaikat jatuh dan para Succubus tidak ada bersama mereka, ''Kemana Eveline dan yang lain nya?'' tanya Luffy
''Mereka memutuskan jalan-jalan di daerah utara'' jawab Xenovia
''Oh'' Luffy mengangguk mengerti
''Kalau begitu ayo kita jalan-jalan bersama'' kata Asia dengan terlihat senang
Mereka semua mengangguk setuju kecuali Kunou yang kaget melihat mereka begitu santainya di keadaan seperti ini, bisa saja musuh akan menyerang mereka sekarang di saat mereka lengah seperti ini, tapi Kunou merasa ada sedikit perasaan aman entah dari mana
Luffy tiba-tiba saja mengelus kepala Kunou membuat gadis rubah itu kaget
''Tenang saja, kau jangan khawatir, kami pasti akan melindungimu'' kata Luffy tersenyum lebar ke arah Kunou
Kunou kaget kalau Luffy mengetahui perasaan nya sedang khawatir, entah bagaimana manusia karet itu bisa mengetahui perasaan nya. Kunou tersenyum damai mendengarnya, ternyata Luffy adalah orang yang begitu mengerti dengan orang lain entah memang secara naturalnya atau pun Haki nya, yup Haki pengamatan Luffy bisa merasakan perasaan orang lain
Mereka berjalan melanjutkan perjalanan mereka, mereka melihat lihat kerajinan tangan lagi, tempat membeli pakaian, barang-barang rumahan dan membeli aksesoris. Asia mengambil sebuah kalung yang memiliki batu kristal
''Aku rasa ini sangat cocok dengan Lulu-chan'' kata Asia
''Oh kau ingin memberikan kalung itu kepada nya?'' tanya Luffy mendengar perkataan Asia
''Hmm~ begitulah, bagaimana menurutmu Luffy-san, apakah dia akan menyukai kalung ini?'' tanya Asia balik
''Entahlah tapi aku yakin kalau dia diberikan sesuatu pasti dia akan menyukainya'' kata Luffy dengan yakin
Mantan biarawati tersenyum mendengarnya, dia akhirnya membeli kalung itu sambil berharap kalau perkataan dari Luffy itu benar. Di sisi lain Luffy merasa kalau semua orang sepertinya begitu akrab dengan Lulu, entah kenapa mereka semua begitu akrab dengan putrinya itu
''Woy Luffy, kenapa kau tidak membelikan Lulu sesuatu, bukankah kau ini ayahnya?'' tanya Zoro melihat Luffy
''Hmmm menurutmu aku harus melakukan itu juga?'' tanya Luffy
Zoro terbengong mendengar perkataan Luffy, ''Tentu saja bodoh, kau ini ayahnya''
Zoro kesal melihat kapten nya yang masih belajar menjadi seorang ayah itu
Luffy hanya tersenyum kaku sambil menggaruk belakang kepalanya karena malu.
Kunou yang melihat Luffy hanya bisa bingung, dia tidak tahu kalau anak semuda ini ternyata sudah memiliki seorang anak, dia penasaran dengan bagaimana ceritanya dia sudah memiliki seorang putri sekarang
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, Kunou terkadang masih melihat ke arah Zoro yang dari tadi sepertinya tidak senang atau menikmati perjalanan ini, apakah ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa menikmati jalan-jalan mereka?
''Hmmm tuan Zoro'' panggil Kunou
''Hah?'' Zoro menatap ke arah Kunou
Kunou tetap saja merasa takut dengan tatapan Zoro yang bisa di bilang menyeramkan dan tidak memiliki rasa senang.
''Kenapa kau terlihat tidak senang, apakah ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?'' tanya Kunou
Zoro terdiam sementara sambil melihat Kunou, dia mendesah pasrah
''Tidak ada apa-apa, aku memang selalu seperti ini'' jawab Zoro
Kunou terheran mendengar jawabannya itu yang sama sekali tidak menjawab dengan jelas sama sekali, Kunou ingin bertanya lagi akan tetapi dia merasa kalau lain kali saja.
Mereka berjalan hingga kemudian sampai di depan sebuah kedai, dalam kedai itu kemudian keluarlah seorang pria. Pria itu sangat di kenal oleh mereka semua, yang tidak lain adalah Azazel sang jenderal malaikat jatuh.
''Ah kalian rupanya, apakah kalian sedang menikmati Kyoto?'' tanya Azazel sambil ada senyuman di bibirnya
''Menurutmu apa?'' Zoro terlihat cemberut mendengar pertanyaan Azazel yang seharusnya dia sudah tahu jawaban nya sendiri
''Hahaha maaf, aku hanya bertanya'' kata Azazel
Azazel kemudian melihat ke arah Kunou
''Jadi tuan putri, apakah kau menikmati jalan-jalan mu?'' tanya Azazel
''Hmm ya, ini sangat menyenangkan kalau memiliki banyak teman'' jawab Kunou dengan wajah malu kalau mereka mendengar perkataan nya tadi
Beberapa orang mendengar perkataan nya termasuk Azazel yang hanya tersenyum saja melihat nya. Luffy mengelus kepala Luffy membuat gadis rubah itu terkejut dengan elusan Luffy yang begitu lembut itu, si putri melihat ke arah Luffy yang tersenyum dengan lembut ke arahnya
Wajah Kunou memiliki semburat berwarna merah menandakan kalau dia merasa malu bercampur dengan senang, ini sudah kedua kalinya dia memegang kepalanya. Law juga sering memegang kepalanya
''Shishishi kau memang benar-benar gadis kecil yang unik'' kata Luffy sambil tertawa dengan tawa khasnya
Mereka berjalan kembali hingga sampai di sebuah jembatan, di saat melewati jembatan itu Zoro merasa penasaran dengan para teman-teman lain nya
''Kemana si koki mesum?'' tanya Zoro kepada Kiba
''Dia baik-baik saja, dia sedang mengawasi Rossweisse-san yang terlihat minum-minum di sebuah bar'' jawab Kiba
Zoro terdiam mengerti, dia merasa kalau si koki mesum itu pasti sedang kesenangan dengan seorang wanita di karenakan sifatnya yang mesum itu. Zoro tidak menyadari kalau Xenovia dari tadi mengawasinya, dia menghadap ke Xenovia yang dari tadi terus mengawasinya.
''Ada apa?'' tanya Zoro
''Hmmmm tidak ada'' jawab Xenovia yang kemudian kembali menatap ke depan lagi
Mereka melihat jembatan yang mereka lalui tidak terlihat ada seorangpun, begitu sepi sekali. Tak lama kemudian Azazel terdiam melihat ke depan, dia merasakan sesuatu yang aneh di depan mereka.
''Tunggu'' Azazel menyuruh yang lain nya untuk diam
''Ada apa?'' tanya Luffy heran
''Ada sesuatu di depan'' jawab Azazel
Mereka semua melihat ke depan yang di tunjuk oleh Azazel, tapi mereka sama sekali tidak melihat apapun, yang mereka lihat hanyalah para wisatawan yang lewat
''Tidak ada apa pun-''
Tiba-tiba saja muncul asap berwarna gelap, dengan cepat asap itu menuju ke arah mereka. Mereka semua kaget dan berpikir kalau itu tadi adalah serangan. Namun mereka tidak merasakan apa pun saat asap itu mengenai mereka
Luffy dan Zoro melihat kalau ada keadaan aneh di dekat mereka, suasana menjadi lebih gelap dari yang tadi
''Ada apa ini?'' tanya Luffy heran
''Entahlah, berhati-hatilah, aku merasakan kalau ada sesuatu yang aneh'' kata Azazel
Mereka melihat ke depan yang masih memiliki asap yang lebih tebal sehingga tidak bisa melihat apa yang ada di dalam asap itu, tak lama muncul beberapa orang keluar dari asap itu.
Luffy dan yang lain nya terdiam dan masih melihat siapa mereka semua, ada beberapa pria dan juga wanita. Mereka bisa melihat kalau di tengah ada seorang pria yang memakai sebuah tombak dengan santai di taruh di bahunya
''Hmmm seperti yang aku duga'' kata pria itu melihat Azazel dan yang lain nya
''Siapa dia?'' tanya Luffy heran
Kunou terlihat marah melihat orang itu, membuat orang di sekitar mereka heran melihat Kunou
''Dia, Dia adalah orang yang menculik ibuku'' kata Kunou
Para murid sekolah Kouh kaget mendengarnya, akhirnya sang penculik menunjukan jati diri mereka kepada mereka.
Issei yang mendengarnya tentu saja marah, dia maju ke depan dan masih melihat pria itu
''Jadi kau ya'' kata Issei
''Oh kau pasti sang kaisar naga merah, aku tidak menyangka kalau kau akan benar-benar kesini'' kata pria itu dengan terlihat santai melihat Issei
Issei hanya terdiam melihat pria itu sama sekali tidak merasa takut melihatnya, dia hanya tersenyum dengan santai
''Perkenalkan, namaku Cao Cao dan aku adalah keturunan Cao Cao, senang berkenalan dengan kalian'' kata Cao Cao dengan senyuman di bibirnya
Luffy dan Zoro memiringkan kepala mereka dengan perkenalan Cao Cao tadi, mereka sama sekali tidak mengerti dengan perkataan dari nama hingga keturunan tadi
''Zoro, apakah tadi dia bilang namanya Cao Cao dan dia juga mengatakan keturunan Cao Cao? Bisakah kau menjelaskan kepadaku, Zoro'' kata Luffy kebingungan sambil masih memiringkan kepalanya dengan kebingungan
''Aku juga, nama nya Cao Cao dan dia adalah keturunan Cao Cao, apakah berarti dia keturunan dirinya sendiri?'' tanya Zoro juga yang memiringkan kepalanya
Kedua bajak laut itu kebingungan dengan apa yang terjadi, Azazel dan yang lain nya terdiam melihat mereka berdua. Azazel mendesah pasrah, dia juga tidak bisa menyalahkan mereka berdua karena tidak mengerti
''Intinya dia memiliki nama yang sama dengan kakek buyutnya'' Azazel menjelaskan dengan simpel
''Oh...'' Luffy memukul tangan nya dengan baru sadar dan mengerti
Zoro hanya terdiam saja namun dia juga mengerti
Sekali lagi kelompok lain nya terdiam tidak tahu harus mengatakan apa lagi di situasi aneh ini, mereka kembali melihat ke depan yang menunjukkan musuh mereka
Azazel kemudian maju ke depan bersama Issei, ''Apa yang kau rencanakan, Cao Cao?''
Cao Cao tersenyum mendengar pertanyaan dari sang Jenderal Malaikat Jatuh, dia memainkan tombak punya nya di tangan nya.
''Kau sepertinya benar-benar ingin tahu apa yang aku rencanakan, bukan begitu Mantan Pangeran Surga?'' tanya Cao Cao yang malah berbalik bertanya
Cao Cao memiliki dua orang di sampingnya, mereka berdua adalah orang yang membantu Cao Cao hingga sekarang.
''Kalian pasti bertanya-tanya asap apa yang muncul tadi, asap itu berasal dari Sacred Gear anggotaku'' kata Cao Cao
''Wah berarti itu adalah Sacred Gear yang tidak bisa di remehkan'' kata Azazel
''Dan lagi...'' Cao Cao menjentikan jarinya dan kemudian muncul monster seperti golem yang keluar dari tanah.
Azazel dan yang lain nya terlihat bersiangga melihat makhluk itu yang begitu banyak keluar dari tanah, setelah mereka keluar dan menunjukkan wujud mereka salah satu dari makhluk itu menembakan sebuah laser dari matanya.
Haki pengamatan Luffy dan Zoro bereaksi dengan apa yang akan terjadi, laser itu hampir mengenai Issei dan yang lain nya yang masih terbeku kaget dan menuju ke arah Luffy. Si Kapten Topi Jerami kemudian menggeser kepalanya yang akan terkena laser itu dan Zoro yang di belakangnya menggerakan tubuhnya ke samping untuk menghindar juga.
Cao-Cao tertarik dengan apa yang terjadi, reaksi mereka kebanyakan seperti ekspektasi nya dan ada yang sebaliknya
''Hmmmm menarik, dua orang itu apakah mereka?'' tanya Cao Cao kepada orang di sampingnya
''Seperti yang aku dengar dan lihat dari ciri-ciri mereka, itu adalah mereka yang di ceritakan'' kata pria berkacamata di sampingnya
''Oh itu menarik'' Cao Cao menatap Luffy dan Zoro
Bola mata Cao-Cao bergerak melihat Azazel yang sudah memakai armor yang sepertinya salah satu koleksi Sacred Gearnya. Azazel memakai armor berwarna hitam dan membawa tombak di tangan nya.
''Sangat terhormat jika aku melawan dirimu'' Cao Cao bersiap-siap dengan tombak nya
Azazel dan cepat maju ke depan dan menyerang Cao Cao dan membawanya terbang keluar jembatan, Cao Cao ternyata bisa menahan serangan Azazel itu dengan tombak nya juga dan kemudian mendarat di sebuah batu di sungai
Issei terlihat kaget dengan apa yang terjadi, namun kesadaran nya muncul saat satu lagi serangan laser hampir mengenai dirinya.
''Sadar Issei'' kata Luffy melihat ke depan
''Apa-apaan tadi itu?'' tanya Issei kaget
''Seperti yang kau lihat, itu adalah...laser beam'' mata Luffy bercahaya dengan terpukau ke depan melihat semua makhluk itu.
Issei dan kelompok lain nya terbengong melihat Luffy yang malah kagum dengan apa yang terjadi barusan, Zoro menatap ke depan dan melihat kalau ada seseorang yang tiba-tiba saja lari maju ke depan sambil membawa pedang.
Zoro ingin mengeluarkan salah satu katana nya akan tetapi Kiba dengan cepat menahan serangan orang itu dengan menggunakan pedangnya, orang itu terlihat tersenyum dengan Kiba yang berhasil menahan serangan pedangnya.
''Wah kau memiliki pedang yang bagus juga'' kata orang itu dengan tersenyum
''Siapa kau?'' Kiba terlihat kesulitan menahan serangan pedang orang ini
''Perkenalkan namaku Siegfried''
Orang bernama Siegfried itu kemudian mundur ke belakang menyadari kalau Xenovia tiba-tiba saja mencoba menyerangnya, Siegfried menatap Kiba dan Xenovia dengan tatapan seperti tidak masalah sama sekali.
''2 lawan 1 ya, itu tidak masalah'' tiba-tiba saja Siegfried mengeluarkan dua lengan lagi di belakangnya.
Kiba dan Xenovia kaget dengan apa yang terjadi, mereka kaget melihat tiba-tiba saja 2 lengan baru muncul di belakangnya, lengan itu seperti silver yang begitu keras terlihat dari tampilan nya.
''Ini adalah Sacred Gear ku, kedua lengan ini adalah lengan Naga seperti yang kalian lihat'' kata Siegfried dengan nada bangga
Kiba dan Xenovia tentu saja tambah kaget mendengar itu kecuali Zoro yang ada di belakang mereka. Luffy melihat ke arah Issei
Issei terlihat kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan, Azazel sedang melawan Cao Cao dan terlihat dia juga kesulitan bertarung dengan nya. Keringat mulai keluar dari dahinya menunjukkan kalau dia kebingungan
''Hey Issei sepertinya ini adalah tugas mu yang sudah di beri tahukan Rias kepadamu. Perintahkan mereka seperti yang di lakukan Rias, tenang saja kami masih ada disini '' kata Luffy dengan santai namun memberi Issei semangat
Issei yang mendengarnya mulai tenang, dia lupa kalau masih ada Luffy dan Zoro di sampingnya, dia kemudian mengeluarkan Sacred Gearnya dan kemudian mengeluarkan pedang terkutuknya Absalon
''Xenovia!''
Xenovia berbalik dan melihat sebuah pedang di lempar ke arahnya, Xenovia mengambilnya dan mengenal pedang ini
''Kau dan Kiba coba tahan orang itu, aku, Irina dan yang lain nya akan mengurus makhluk-makhluk itu dan lawan-lawan lainnya'' Issei terlihat begitu semangat sekarang
Luffy hanya tersenyum melihat Issei yang percaya diri sekali
''Wah sepertinya dia bisa mengatasi ini, ya kan Zoro'' kata Luffy
Zoro hanya berdiam diri sambil duduk di sisi kayu jembatan dengan santai, matanya sedang menatap pertarungan Kiba dan Xenovia melawan orang bernama Siegfried itu.
''Kenapa kau tidak membantu mereka?'' tanya Kunou di pelukan Asia
''Hah? Mengganggu pertandingan mereka? Tentu saja kau tidak akan melakukan itu, aku akan bertarung jika mereka berdua kalah, aku tidak mau ada yang membantuku di saat aku begitu semangat sekarang'' jawab Zoro dengan mata penuh ambisi
Luffy hanya tertawa mendengar perkataan Zoro
Kunou hanya terheran mendengar perkataan Zoro tadi, dia dari tadi tidak mengerti dengan pria ini dari tadi. Asia tersenyum mengerti dengan kemauan Zoro yang begitu egois tapi memiliki ambisi hebat
''Sepertinya aku akan melihat Issei mengatasi ini dulu'' kata Luffy juga yang santai memandang pertarungan ini
-BERSAMBUNG-
Maaf kalau lama
Saya memiliki masalah tertentu yang tidak bisa di hindarkan yaitu RL :V
Seperti yang kalian lihat kalau petarungan kelompok Issei dan Hero Faction akhirnya di mulai, apakah Luffy dan Zoro akan bertarung juga?
Saatnya membalas Review
Arif4342: Terima kasih atas informasinya akan saya lihat :)
Austintistan16: terima kasih atas spoilernya :v
Emang sulit untuk Eveline, Im-sama belum tahu kekuatan nya tapi saya tidak tahu, kau tahulah troll Oda :v.
Zoro memiliki arah menunjukan jalan yang begitu unik seperti yang kita lihat.
Azazel belum tahu
Dan untuk mereka berdua akan ada kok
Guest: Masih lama sepertinya. Pair? Hmmmm sepertinya kalian sudah tahu. Dan untuk Raid Suit itu masih rahasia.
Yup saya juga sudah lihat di manga nya, tapi Luffy belum terlihat menguasai Haki Perlindungan tidak terlihat itu hingga sekarang, jadi belum tahu apakah dia akan memilikinya disini atau tidak, tergantung dari manga nya sih
Uc: Hmmmm masih di pikirkan
Terima kasih yang sudah Review dan baca, jangan lupa untuk tinggalkan Review
Salam Author
