Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi
warning :Non Canon, dll
Orang-orang lama muncul?
-Kyoto
[ctang] [ctang]
Kiba menggerakan pedang nya mencoba menebas pria berwajah sombong di depan nya ini, pria di depan nya memiliki tangan yang lebih banyak dari tangan sang pangeran Kouh ini.
Xenovia membantu Kiba untuk segera mengalahkan Siegfried yang terus saja menahan serangan mereka berdua. Xenovia benar-benar tidak tahu kalau lawan mereka memiliki skill pedang yang tidak bisa diremehkan, semua tebasan pedang mereka di tangkis dengan begitu mudah nya bagi pengguna empat tangan itu
''Apakah cuma ini teknik berpedang kalian, apakah hanya ini kekuatan dari Keluarga Iblis Gremory?'' ejek Siegfried dengan santai
Walaupun berbicara, Siegfried tidak lengah menangkis semua serangan mereka itu, dia dengan begitu santainya menangkis tebasan pedang yang tanpa ada hentinya dan terkadang si rambut kuning memakai teknik yang bisa memanggil pedang dari tanah
Siegfried berbalik melihat kalau ketua nya sedang melawan Jendral Malaikat Jatuh, dia tidak terlihat khawatir karena sepertinya sang pemimpin mereka bisa mengatasi nya.
''Sial'' ucap Kiba sudah menggunakan kedua pedangnya namun tetap saja tidak bisa berhasil menebas pria itu
Di tambah lagi dengan adanya para makhluk-makhluk yang bisa menembakan laser saat ini, mereka menembakan cahaya laser ke arah mereka, para peerage Rias mencoba untuk menghindari serangan itu walaupun serangan itu begitu cepatnya, di sisi lain terlihat para kelompok teroris sedang bersiap-siap menggunakan kesempatan ini untuk menyerang mereka.
Issei melihat ada beberapa wanita yang akan menyerangnya, dia tersenyum licik entah kenapa dan kemudian maju ke para perempuan itu.
Para perempuan teroris itu tidak tahu apa yang akan terjadi saat tiba-tiba tangan Issei memukul mereka semua, Issei muncul di belakang mereka dengan senyuman di bibirnya
''Dress Break!''
Pakaian mereka tiba-tiba saja hancur berkeping-keping menunjukkan tubuh mereka yang telanjang, para korban itu langsung berteriak dengan histeris sambil menutup tubuh mereka. Kunou menatap hal ini dengan wajah aneh melihat Issei
''Dia benar-benar menjijikan'' kata Kunou dengan wajahnya yang masih saja tetap
''Hehehe dia memang seperti itu'' kata Asia tertawa kaku
Kembali dengan Azazel dan Cao Cao yang bertarung, tidak ada yang tahu bagaimana bisa Cao Cao melawan Azazel dengan armor Sacred Gear buatannya, Azazel sudah mengetahui kalau tombak yang di pegang oleh Cao Cao bukanlah tombak biasa, itu adalah tombak suci yang tentu saja bisa melukainya dengan parah.
''Jadi katakan Cao-Cao, apa yang kau rencanakan?''
Cao Cao masih menahan semua tebasan Azazel yang menuju ke arahnya, dia tersenyum di bibirnya dan tiba-tiba Cao Cao menebas lurus ke depan membuat Azazel kaget. Azazel merasakan armornya tertusuk dan retak
Dia kemudian mundur melihat Cao Cao yang tersenyum senang melihat serangan nya tadi berhasil
''Tentu saja aku memiliki alasan, Jenderal'' kata Cao Cao masih melihat Azazel
Azazel menatap Cao Cao sambil menunggu armor nya untuk pulih
''Tapi yang pasti kau akan tahu nanti''
Cao Cao mengangkat tombaknya dan tiba-tiba lagi mencoba menusuk ke depan, Azazel yang merasakan serangan itu menghindari ke samping, tusukan itu memiliki gelombang kejut lurus ke depan membuat jembatan tempat pertemputan Issei dan lain nya terguncang
''Wah apa ini?!'' teriak Asia kaget dan ketakutan
''Wah dia menghancurkan jembatan'' kata Luffy dengan cukup kaget
Luffy kembali melihat ke arah Kiba dan Xenovia yang sedang bertarung melawan Siegfried yang tetap tidak bisa mengalahkannya.
''Dia benar-benar kuat'' batin Kiba kesal
Xenovia mencoba menyerang ke arah kiri namun di tangkis oleh tangan naga sebelah kiri milik Siegfried, sudah berapa kali mereka mencoba untuk mengenai pria sombong itu akan tetapi tetap saja serangan mereka tetap di tangkis
Zoro menatap pertarungan mereka hanya mendesah pasrah, dia sudah memegang gagang pedangnya untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu terhadap mereka berdua.
''Hey Zoro, sudah saatnya untuk membantu mereka''
''Sebentar lagi, cobalah lihat si mesum itu, dia benar-benar berhasil mengatasi situasi ini'' Zoro menunjuk Issei
''Ya kau benar''
Issei terlihat bisa mengatasi situasi ini, dia menyuruh Irina untuk menyerang para makhluk aneh itu, di bantu olehnya. Asia di belakang masih menjaga Kunou yang terlihat berharap kalau mereka bisa mengatasi situasi ini
Kembali lagi dengan Kiba dan Xenovia benar-benar sudah terdesak dengan teknik berpedang Siegfried yang menggunakan empat tangan nya.
Issei terus menerus menyerang makhluk-makhluk ini, mereka terlihat tidak habis-habisnya, saat Issei menghancurkan salah satu dari mereka, yang lain nya muncul seperti menunggu giliran untuk melawan si kaisar naga
''Sial'' kata Issei kesal
Dia ingin menghancurkan mereka semua dengan kekuatan penghancur area miliknya, akan tetapi itu akan mengenai Kiba dan Xenovia.
Cao Cao menatap kelompok Issei yang terlihat kesulitan melawan para makhluk-makhluk itu
''Oh aku lupa, makhluk itu di buat oleh pengguna Longinus [Annihilation Marker]'' kata Cao Cao sambil menangkis serangan dari Azazel yang menggunakan tombaknya
''Pengguna Longinus?! Aku tidak tahu kalau kalian memiliki orang seperti itu'' kata Azazel cukup kaget
''Kau terlalu berpikir santai, tuan Jenderal'' Cao Cao kemudian mendorong Azazel ke belakang
Cao Cao memutar tombaknya mencoba untuk menebas lengan kiri Azazel, namun si Jenderal Malaikat Jatuh menggeser lengan nya ke samping dan terbang ke atas. Cao Cao melompat dengan tinggi kembali ke jembatan
Dia berdiri sambil melihat ke arah Issei yang sedang melawan makhluk-makhluk ciptaan anak buahnya
''Jadi kau si Kaisar Naga Merah? Senang berkenalan denganmu, Hyoudou Issei'' kata Cao Cao menatap ke arah Issei
''Jadi kau adalah pemimpin fraksi teroris Pahlawan'' Issei menatap ke arah Cao Cao
Issei sudah memakai Balance Breaker nya untuk melawan makhluk menyebalkan tadi
Cao Cao tersenyum melihat kalau si Kaisar Naga merah marah dengan dirinya, dia melihat ke arah Luffy dan Zoro yang ada di belakang, dia bertanya-tanya kenapa kedua orang itu tidak membantu yang lain nya
''Hey, ada apa dengan kedua temanmu itu? Apakah mereka takut?'' Cao Cao menunjuk Luffy dan Zoro dengan menggunakan tombak nya
''Mereka? Mereka hanya sedang berjaga-jaga'' kata Issei
''Berjaga-jaga? Menarik, apakah mereka sedang menjaga yang lemah saja?'' tanya Cao Cao
''Sebaiknya kau jangan meremehkan mereka'' Issei terlihat tersenyum di dalam helm nya
''Oh...menarik''
Cao Cao masih berdiri di pinggir jembatan dengan santai melihat pemandangan kelompok Issei bertarung.
''Jadi katakan kepadaku, kenapa kau melakukan ini?'' tanya Issei dengan penasaran
Cao Cao menatap ke arah Issei, Cao Cao berbalik menatap ke arah Azazel yang terdiam juga seperti penasaran dengan apa yang di sendiri rencanakan
''Aku melakukan ini karena aku ingin membuktikan, Dewa, Malaikat, Malaikat Jatuh dan juga Iblis adalah makhluk supernatural, banyak sekali makhluk supernatural di dunia ini. Manusia adalah makhluk yang lemah jika diri mereka tidak di perkuat, mereka di lecehkan dan menganggap Manusia hanya bahan untuk Iblis merubah mereka menjadi Iblis kelas bawah, aku ingin membuktikan kalau Manusia adalah makhluk yang kuat dan aku sebagai pembuktian itu'' kata Cao Cao dengan tegas di matanya
Issei dan Azazel terlihat mengerti namun mereka tidak menyangka kalau hanya karena itu Cao Cao melakukan semua ini
Luffy dan Zoro yang dari tadi di belakang terlihat merasa bosan
''Baiklah, sepertinya Issei sudah berhasil menahan sejauh ini, tugasku sudah selesai'' kata Luffy tersenyum, ''Tapi aku tidak tahu kenapa Rias menyuruhku untuk memantau Issei'' Luffy menggaruk belakang kepalanya kebingungan
''Aku akan maju duluan'' kata Zoro mengeluarkan satu katana nya
Zoro melihat dua makhluk buatan muncul di depan nya, dia kemudian menebasnya dengan katana nya dan mengalahkan mereka dengan mudahnya. Zoro berlari menuju ke arah Kiba dan Xenovia yang sedang melawan Siegfried.
Issei kaget melihat tiba-tiba saja Zoro lewat di sampingnya, Zoro berlari sambil menebas para makhluk-makhluk itu dan sesekali menghindari tembakan laser mereka, kebanyakan dari mereka putus kepalanya akibat tebasan Zoro
''Hey kalian mundur, aku akan mengatasi orang itu'' perintah Zoro kepada Kiba dan Xenovia
Kiba dan Xenovia berbalik melihat Zoro yang bersiap-siap untuk menyerang Siegfried, dia mereka mundur ke belakang mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Zoro
Siegfried tersenyum melihat kalau dia menemukan lawan baru, ''Oh majulah kau'' tantangnya
Zoro mencoba menebas Siegfried dari samping, sang musuh terlihat mengetahui apa yang Zoro akan lakukan, dia menangkis serangan itu namun dia kaget dengan tenaga dari tebasan orang ini
''Tenaga tebasan orang ini kuat, sangat berbeda dari kedua orang tadi'' pikir Siegfried dengan kaget di batin nya
Zoro kemudian menyerang secara bertubi-tubi untuk melihat bagaimana lawan nya bereaksi, Siegfried tentu saja kaget dan kesulitan mengetahui kalau tebasan dan gerak cara berpedang Zoro sangat berbeda walaupun hanya satu pedang.
Dia terus menahan serangan Zoro dan kemudian menggunakan beberapa kekuatan keempat pedangnya, Zoro tersenyum melihat kalau pria ini sepertinya memegang empat pedang yang berbeda satu sama lain
''Oh kau memiliki pedang unik disitu'' kata Zoro tertarik
''Ya, aku memiliki pedang Suci dan pedang Iblis'' kata Siegfried dengan angkuh
Siegfried menyaksikan pedangnya bertabrakan dengan pedang Zoro, dia cukup kaget dengan daya tahan pedang itu yang bisa menahan kekuatan pedangnya yang salah satu nya memiliki elemen cahaya
''Pedang apa ini? Aku tidak pernah melihat pedang si simpel ini, bentuknya seperti katana'' batin Siegfried dengan penasaran
Siegfried menyaksikan lebih jelas pedang itu, pedang itu berwarna hitam, ada seperti gerigi di sekitar tempat tajam pedang itu, dia menyaksikan kalau pedang itu tidak memiliki kecacatan sama sekali, tidak ada gesekan bekas pertempuran atau pun kotoran di pedang itu, pedang itu mengkilat walaupun berwarna hitam
''Oh aku tertarik pedang yang kau miliki itu'' kata Siegfried tertarik
Zoro tersenyum tidak peduli, dia kemudian mengambil salah satu pedangnya lagi, Zoro dengan tatapan tajam seperti elang kemudian menebas ke atas hampir mengenai wajah Siegfried yang terlihat kaget dengan kecepatan gerak pria ini
''Ada apa? Apakah aku terlalu cepat?'' ejek Zoro
Siegfried menggeram dan kemudian mencoba menebas Zoro yang lebih rendah dari dirinya, namun tebasanya di hindari, dia melihat Zoro memasukkan kembali katana nya dan memegang gagangnya yang akan bersiap-siap untuk menyerang lagi
Siegfried mengetahui kalau Zoro akan menyerang, dia mundur ke belakang sebelum serangan itu di luncurkan. Zoro hampir mengenai dada Siegfried
''Sial, dia hampir mengenaiku, reaksinya benar-benar mengerikan''
Siegfried mundur ke belakang menarik nafasnya karena kelelahan, ada keringat meluncur dari keningnya yang menandakan kalau dia panik sekali. Zoro menatap dirinya sambil menyarungkan kembali katana nya
''Hey jangan bilang kalau kau takut sekarang, aku bahkan belum menggunakan teknik milikku'' kata Zoro tersenyum
Siegfried menggeram melihat Zoro
Cao Cao menatap dari jauh cukup kaget melihat anak buah nya di pojokkan seperti itu, entah siapa orang itu namun cara berpedangnya begitu tajam dan handal
''Ternyata ada musuh kuat lagi'' kata Cao Cao
Dia sudah mengetahui kalau si Penjaga Kyoto begitu kuat, tapi dia tidak menyangka kalau akan bertemu dengan musuh yang kuat juga
Luffy menatap dari jauh terlihat tersenyum bersemangat, dia juga ingin bertarung namun dia harus menjaga Asia dan Kunou yang ada di belakang
''Luffy senpai, kami tidak apa-apa, kau bisa membantu mereka'' kata Asia
''Tidak, aku yakin kalau Zoro bisa mengatasi ini dan lagian Rias mengatakan kalau aku harus memantau Pelayan nya untuk menjadi lebih kuat'' kata Luffy dengan wajah mengerti
Asia tidak tahu kalau Tuan nya akan menyuruh Luffy untuk memantau mereka, Asia tersenyum berpikir tentang Rias sekarang.
Issei menatap kalau Zoro benar-benar bisa mengatasi Siegfried dengan begitu mudahnya, Issei tidak bisa terkejut lagi melihat kekuatan dan gaya pedang Zoro yang bisa mendominasi permainan Siegfried sendiri.
''Sial, kau ternyata kuat juga'' kata Siegfried dengan kelelahan
''Ayolah, aku yakin kalau bisa lebih dari ini'' kata Zoro yang terlihat begitu bersemangat sekarang
''Orang ini gila'' pikir Siegfried dengan gugup
Mereka terus bertarung hingga kemudian tiba-tiba saja ada sesuatu yang sangat besar keluar dari bawah samping jembatan, itu membuat semua orang di jembatan kaget dengan makhluk apa yang akan keluar
''Sekarang apa lagi ini? Apakah ini ulah Cao Cao lagi?'' tanya Issei dengan memegang jembatan agar tidak jatuh.
Keluar makhluk yang sangat besar yang terbuat dari batu, dia memiliki satu mata di tengah.
''Makhluk apa itu?!'' teriak Luffy kaget juga
Azazel tidak kalah kagetnya namun dia tahu makhluk apa itu
''Gogmagog?! Senjata pemusnah buatan Dewa?! Sedang apa dia disini?'' tanya Azazel dengan kaget
Monster itu terlihat menatap ke arah Cao Cao dan yang lain nya, kemudian muncul seseorang yang sepertinya terbang dengan menaiki sapu. Dia turun kebawah mendekati Issei, Cao Cao dan juga Zoro yang ada disitu
Dia memakai pakaian biru layaknya penyihir, memiliki topi penyihir dan tentu saja sapu seorang penyihir.
''Halo, namaku Le Fay Pendragon, aku adalah penyihir di tim Vali, senang berkenalan dengan kalian!'' kata Le Fay dengan begitu bersemangatnya.
''Vali?'' kaget Issei
''Dan aku disini untuk memberikan pesan dari Vali untukmu Cao Cao'' Le Fay mendehem membersihkan dahaknya, ''Cao Cao, jangan halangi jalanku, begitu katanya, Cao Cao ini adalah hukumanmu'' kata Le Fay menunjuk ke arah Cao Cao
Pria itu hanya menatap dengan tatapan biasa tidak seperti tergentar hatinya dengan rasa takut. Tiba-tiba saja makhluk yang sangat besar itu kemudian menyerang ke jembatan membuat jembatan tambah hancur.
Tim Issei terlihat mundur ke belakang, Zoro bersama Issei dan dia menyadari kalau Siegfried sudah pergi entah kemana, dia merasa kesal karena sepertinya dia belum puas dengan pertarungan mereka tadi.
Issei memegang sebuah batu agar tidak terjatuh ke sungai, Zoro melompat ke tempat Issei yang masih memiliki tempat aman.
Le Fay terbang menuju ke arah Issei dan juga Zoro
''Oh apakah kau Oppai Dragon? Aku adalah penggemar beratmu, T-Tolong bersalaman denganku'' kata Le Fay dengan gugup
''Eh?hmm'' Issei menyalam tangan Le Fay
''Oh senangnya, aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu denganmu'' kata Le Fay dengan senang
Gadis itu melihat ke arah Zoro di samping Issei
''Dan kau pasti Roronoa Zoro kan? Anggota Topi Jerami?'' tanya Le Fay
Zoro kaget kalau gadis kecil ini ternyata mengetahui tentang dirinya
''Aku sudah mendengar tentangmu dari Katakuri-sama'' kata Le Fay
''Katakuri? Dari bajak laut Big Mom?'' pikir Zoro
''Dia mengatakan kalau kau harus berhati-hati dengan beberapa 'kelompok' tertentu'' kata Le Fay
Zoro hanya terdiam saja
''Dan lagi, katakan kepada Topi Jerami kalau mereka akan segera bertemu'' Le Fay terlihat selesai memberikan informasi kepada Zoro
Zoro menatap ke arah Luffy yang sedang kaget dengan kemunculan makhluk itu tadi
Tiba-tiba saja makhluk terlihat di serang dan kemudian terjatuh ke belakang dengan begitu pelan sekali, Le Fay terlihat kaget melihat makhluk yang dia bawah terjatuh ke bawah setelah terkena serangan tertentu
''Oh tidak, Gog miliku'' teriaknya yang kemudian menuju ke arah makhluk itu
Yang menyerang adalah Cao Cao yang menggunakan tombaknya, dia dengan begitu mudahnya mengalahkan makhluk itu. Issei terlihat kaget dengan serangan tombak itu yang begitu kuat dan mematikan, Zoro sedang terdiam menatap Cao Cao
''Maaf atas gangguan nya, keluarga Gremory, kali ini kita akan melanjutkan pertarungan kita'' kata Cao Cao tersenyum
''Tidak masalah, aku malah senang akan hal itu'' Zoro membalas senyuman Cao Cao
Mereka tidak menyadari kalau di belakang kelompok Pahlawan ada seorang wanita yang sedang berjalan dengan loyo seperti sedang mabuk
Dia adalah Rossweisse yang sedang mabuk, wajahnya memerah karena efek dari mabuknya itu
''Kalian ini berisik sekali...dor dam dor...aku tidak bisa minum dengan tenang tahu!'' kata Rossweisse dengan mabuk
Rossweisse mengangkat tangan nya dan kemudian mengeluarkan lingkaran sihir yang begitu banyaknya membuat kelompok Cao Cao kaget, Cao Cao hanya terdiam memerhatikan kalau lingkaran sihir itu akan menyerang mereka.
''Rasakan ini!''
Sebuah tembakan elemen sihir yang begitu banyak kemudian menyerbu Cao Cao dan yang lain nya
''Dasar'' Azazel memegang kepalanya dengan apa yang telah terjadi
Georg terlihat sedang menyerap semua kabut, Issei berpikir kalau mereka akan kabur
''Betapa menyebalkan nya memiliki banyak masalah, kalau begitu kami akan pergi'' kata Cao Cao
Cao Cao menatap ke arah Azazel yang masih memakai armornya
''Hey pangeran, kami akan melakukan sebuah kejutan di Kyoto, jadi jangan terlambat datang, aku mengharapkan kedatangan kalian semua'' kata Cao Cao tersenyum
Azazel terlihat tidak tahu apa yang akan di rencanakan oleh Cao Cao saat ini, tiba-tiba saja Cao Cao pun pergi bersama para kelompoknya. Rossweisse yang mabuk terlihat tidak sadarkan diri setelah mengeluarkan banyak sekali sihir yang dia keluarkan
''Dasar, aku tidak menyangka kalau dia menghancurkan dimensi buatan ini'' kata Azazel
Azazel kemudian menyadari kalau kabut di sekitar mereka akan menghilang, dia tahu apa yang akan terjadi
''Hey kalian, sembunyikan senjata kalian, kabut ini akan segera menghilang!'' kata Azazel
Mereka semua mengangguk mengerti, kecuali Zoro yang hanya menyarungkan kembali pedangnya dan kemudian membungkusnya dengan kain.
Kabut itu pun menghilang dan kemudian mereka kembali ke dunia nyata, jembatan terlihat tidak hancur dan masih pulih, banyak orang-orang yang sedang berjalan di sekitar mereka. Azazel yang sudah tidak memakai armornya kemudian berlari ke depan untuk mencari kelompok Cao Cao yang sudah pergi.
Tapi Azazel tidak melihat mereka, dia terlihat kesal kehilangan kelompok teroris itu
''Sial, mereka berhasil kabur'' kata Azazel
Kunou terlihat khawatir dengan apa yang akan terjadi dengan ibunya, mereka pasti akan melakukan sesuatu yang buruk kepada ibu dan juga akan mendampak ke Kyoto.
''Ibu...kenapa...'' kata Kunou dengan khawatir
Luffy dan Zoro ada di samping Kunou yang terlihat khawatir
''Jadi, bagaimana menurutmu pertarungan tadi, Zoro? Dan apakah gadis tadi mengatakan sesuatu kepadamu?'' tanya Luffy penasaran
''Nanti, aku akan membicarakan nya'' kata Zoro
-Beberapa saat
''Jadi begitu''
Luffy terlihat senang duduk di sebuah sofa di hotel, dia menatap Zoro di depan nya. Mereka berdua ada di kamar Zoro.
''Jadi komandan Big Mom itu ada di dunia ini juga'' kata Luffy
''Begitulah, aku yakin kalau beberapa orang di Wano pasti ikut juga ke dunia ini'' kata Zoro dengan serius
''Aku harap kalau Otama dan teman-teman baik-baik saja'' kata Luffy
''Bukan hanya itu, tapi aku khawatir kalau Kaido dan para musuh kita juga akan ikut ke dunia ini'' kata Zoro
Luffy mengangguk mengerti, mereka sudah mendengar kalau Law juga ada disini, tapi dia tidak yakin apakah semua orang di dunianya datang kesini
''Aku melihat kalau beberapa anggota kita dari Wano kesini, jadi aku berpikir kalau sepertinya hanya orang yang di Wano kebawa kesini''
''Itu artinya'' Zoro mengingat sesuatu
''Big Mom dan Kaido...'' Luffy berbicara terlihat serius sekarang
Luffy dan Zoro sekarang yakin kalau kedua orang itu sepertinya akan ikut ke dunia ini, tapi kemana dia? Dan apa yang terjadi dengan mereka?
Sekarang mereka berdua benar-benar pusing dengan apa yang terjadi, dunia ini sudah bercampur dengan orang-orang di dunia nya, mereka berdua sudah ikut ke dalam sejarah dunia ini dan membuat orang-orang mengenal mereka berdua, entah apa yang akan terjadi di masa depan namun sepertinya mereka tahu kalau dunia ini mengalami masalah yang akan besar jika kedua orang itu ada di dunia ini juga
Luffy senang memakan sebuah keripik kentang di sampingnya, dia merasa lapar karena kejadian tadi
''Kemana Sanji?''
''Dia bersama para wanita, aku sama sekali tidak mengerti dengan orang itu, dia tidak tahu apa yang kita hadapi sekarang'' kata Zoro memegang kepalanya
''Shishishis biarkan dia bersenang-senang, aku rasa dia begitu senang ada di dunia ini'' kata Luffy
Zoro mengerti dengan kapten nya, dia hanya merasa kalau Sanji sudah terlalu bersenang-senang di dunia ini. Dia bahkan sering sekali mengintip saat di sekolah sehingga dia di kenal sebagai si mesum baru di sekolah Kouh
''Sekarang kita harus bersama yang lain nya'' kata Luffy
Luffy berdiri dan bersiap-siap untuk bersama yang lain nya, Zoro mengikutinya dari belakang.
-Malam
Kelompok Luffy sedang berjalan menuju ke suatu tempat, ada Luffy, Zoro, Sanji dan para Succubus bersama mereka
''Aku kaget kalau kau di serang tadi, sayang'' kata Eveline khawatir
''Aku tidak apa-apa kok'' kata Luffy
Eveline mengerti namun dia tetap merasa khawatir dengan si Manusia karet itu, dia sudah melawan beberapa musuh kuat yang bisa membunuhnya. Dia begitu perhatian dan melarang Luffy untuk melakukan kegiatan yang bodoh saat melawan musuh.
''Sekarang kita akan kemana?'' tanya Levanda
''Kita akan membicarakan masalah tentang teroris itu, si Jenderal Malaikat Jatuh sepertinya tahu apa yang akan di lakukan oleh mereka'' jawab Eveline
Levanda mengerti dengan bibinya
Mereka kemudian sampai di sebuah ruangan, di dalam terlihat sudah ada kelompok Sona dan juga keluarga Gremory, dan ada juga Azazel dan juga Serafall. Mereka semua sepertinya sedang menunggu Luffy dan yang lain nya
''Kau akhirnya sampai'' kata Azazel
Luffy dan yang lain kemudian mulai duduk di dekat keluarga Gremory, mereka akan membicarakan sesuatu mengenai Cao Cao dan penyerang tadi.
''Jadi seperti kalian telah dengarkan tadi, Cao Cao akan menggunakan Yasaka-sama untuk melakukan sesuatu yang buruk, aku tidak tahu apa yang akan mereka rencanakan. Aku juga sudah mendapatkan sirkuit energi di Kyoto, di setiap kuil memiliki inti energi sendiri yang menuju tempat yang akan Cao Cao lakukan, kita harus memeriksa setiap kuil itu'' kata Azazel
Mereka semua mendengarkan
''Dan lagi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan daerah luar jadi aku akan menyuruh kelompok Sitri untuk berjaga di sekitar Kyoto dan kelompok Gremory akan menyerang dari depan'' kata Azazel
''Saya mengerti'' kata Saji yang sebagai pengganti ketua nya
''Baguslah, aku berharap kepada kalian semua, keselamatan putri adalah proritas utama kita, kita tidak boleh membiarkan sesuatu buruk menimpa tuan putri'' tambah Azazel
Mereka semua mengangguk mengerti dengan perkataan dari Azazel tadi
''Baiklah, sekarang kita harus bersiap-siap malam ini''
Mereka kemudian bubar
''Tunggu kalian berdua''
Azazel memanggil Luffy dan juga Zoro, kedua bajak laut itu berbalik melihat kearah Azazel yang memanggil mereka
''Kami berdua ingin berbicara dengan kalian'' kata Azazel
Serafall menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Azazel
''Oh baiklah, kalian pergi duluan'' kata Luffy kepada kelompoknya
Kelompok Luffy kemudian pergi meninggalkan keempat orang itu, tinggalkan mereka berempat. Luffy dan Zoro kemudian duduk di depan Azazel dan juga Serafall
''Aku ingin bertanya tentang perkataan gadis yang di katakan oleh Issei tadi, dia mengatakan kalau sepertinya ada anggota dari dunia kalian yang terjebak di dunia ini juga'' tanya Azazel
''Ya benar sekali, dan aku pernah bertarung dengan nya'' kata Luffy
''Oh benarkah? Dan bagaimana dengan nya?''
''Dia sangat kuat, dia memiliki kekuatan [Haki Pengamatan] yang begitu luar biasa, dia bisa melihat sekilas masa depan dengan kekuatan nya itu'' kata Luffy menjelaskan
Azazel dan Serafall kaget dengan perkataan Luffy tadi
''Apa?! Dia bisa melihat sekilas masa depan?'' tanya Serafall lagi dengan kaget
''Ya benar sekali'' jawab Luffy lagi
''Aku tidak tahu kalau kekuatan dari dunia kalin bisa sekuat itu, melihat masa depan adalah kekuatan yang memiliki banyak manfaat walaupun hanya sekilas. Ini melibihi kekuatan Sacred Gear yang aku tahu'' kata Azazel dengan memikirkan ini
''Kekuatan itu begitu hebat, sebenarnya kekuatan yang kalian sebut [Haki] itu seberapa kuat?'' tanya Serafall
''Aku tidak tahu'' jawab Luffy dan Zoro secara bersamaan
Serafall terbengong melihat dua pasangan emas ini, mereka bahkan tidak tahu tentang kekuatan mereka di dunia nya sendiri.
''Berarti orang itu menjadi aset berharga bagi Khaos Brigade, kita harus berhati-hati'' kata Azazel
''Aku mengerti'' kata Luffy dan Zoro
Azazel menghela nafasnya dengan situasi sekarang yang begitu banyak sekali kejutan dan dia tidak tahu kejutan apa lagi yang ada di masa depan nanti.
''Baiklah, saatnya tidur!'' kata Serafall bersemangat
''Kau seperti merasa mudah sekali dengan bersikap seperti itu'' kata Zoro melihat Serafall
''Eh memangnya ada apa Zoro-tan, aku memang seperti ini, selalu bersemangat karena aku adalah gadis penyihir yang di kenal ceria!'' kata Serafall
Zoro terbengong melihat Serafall dan sifatnya itu
''Hahaha, Serafall sangat terkenal di Underworld karena memainkan peran sebagai penyihir penumpas kejahatan di Underworld, sudah banyak sekali fans nya'' kata Azazel
''Eh, aku tidak tahu itu'' kata Luffy cukup kaget
''Zoro-tan, apakah aku boleh tanding minum denganmu'' pinta Serafall
''Majulah'' kata Zoro dengan gaya menantang.
-Di tempat lain
Sanji sedang berlari-lari dengan mengendap-endap, dia seperti sedang melakukan sesuatu yang tidak normal sekarang. Sanji bersembunyi di salah satu pintu melihat ke atas anak tangga, dia bisa mendengar suara orang yang sedang marah
''Sudah aku duga kalau kau akan melakukan ini, Issei-san''
Terlihat Rossweisse sedang memarahi Issei, Issei terlihat ketakutan namun merasa kesal karena sepertinya dia gagal untuk mengintip para wanita
''Sial, aku gagal'' kata Issei dengan rasa sedih di hatinya
''Eh, kenapa kau sedih seperti itu?'' tanya Rossweisse heran
''Aku gagal mengintip keindahan dunia!'' kata Issei dengan menahan air mata nya
''Dasar bodoh, apakah kau tidak memiliki rasa malu sama sekali mengintip wanita, hah?!'' teriak Rossweisse kesal
Issei ketakutan namun dia menahan ketakutan nya dengan rasa semangatnya lagi, dia maju kedepan membuat Rossweisse kaget, dia bertanya-tanya apa yang akan di lakukan oleh orang mesum ini
''Tidak peduli rintangan apa yang ada di depanku, aku akan maju ke depan'' kata Issei dengan semangat di hatinya
Ada cahaya di sekitar Issei yang terlihat kalau dia begitu bersemangat dengan rasa ketegasan murni, Rossweisse sweatdrop melihat Issei sedangkan Sanji di belakangnya terlihat mengeluarkan air mata karena terpukau dengan semangat Issei itu
Sanji mendatangi Issei membuat kedua orang itu kaget
''Sanji-san! Sedang apa kau disini?'' tanya Issei
''Tenanglah Issei, aku memiliki tujuan yang sama denganmu, tujuan murni'' kata Sanji memegang bahu Issei
''Jadi kau...''
''Ya, ayo kita sama-sama menembus halangan ini'' kata Sanji
Ada cahaya di sekitar kedua orang mesum itu, entah cahaya suci atau cahaya aneh tapi cahaya itu begitu murni, rasa persahabatan, rasa percaya diri dan rasa kesetiaan satu sama lain.
Rossweisse menatap kedua orang itu dengan tatapan aneh, dia juga bertanya-tanya dari mana mereka mendapatkan semangat seperti itu dan apa penyebabnya
''Aku mengerti dengan persahabatan sejati tapi...'' mata Rossweisse berkedut menandakan dia kesal melihat mereka berdua, ''...Bukan berarti aku akan membiarkan kalian melewati ini! Kalian tidak boleh lewat!'' kata Rossweisse dengan rasa tegas sebagai seorang Valkyrie sejati dan sebagai seorang wanita
Sanji dan Issei menatap Rossweisse dengan tatapan tak gentar di mata mereka begitu juga Rossweisse yang sebagai penjaga kamar para wanita. Rossweisse merasa perlu juga mengeluarkan sihirnya untuk menghajar kedua orang mesum ini
''Baiklah, dengan hitungan ketiga, satu...dua...'' Sanji terlihat tajam menatap ke depan
Issei terlihat memakai wajah serius sekarang, entah dari mana asal nya mereka begitu bersemangat sekarang.
''Tiga! Maju!''
''Hyaaaa!''
Sanji dan Issei terlihat maju ke depan dengan begitu beraninya, Rossweisse masih berdiri di jalan mereka. Matanya di tutupi oleh rambutnya, dia mengangkat tangan nya
''Baiklah kalau itu mau kalian, aku tidak mau menyakiti kalian tapi sebagai seorang wanita, aku harus melindungi wanita lain nya'' kata Rossweisse
Rossweisse kemudian mengeluarkan sihir kecil namun mematikan kearah mereka berdua, Sanji yang melihat itu kemudian terbang ke atas sambil menarik Issei. Rossweisse kaget melihat kalau Sanji bisa menghindari serangan kejut listrik itu.
''Ayo maju!'' kata Sanji dan Issei
Rossweisse kemudian menciptakan sihir seperti tali dan menarik mereka, Rossweisse dengan marah kemudian membantin kedua orang mesum itu ke lantai. Sanji dan Issei merasakan sakit di kepala mereka karena kepala mereka lebih dulu menghantam lantai
''Selama aku disini aku tidak akan membiarkan kalian masuk ke dalam!'' kata Rossweisse
Sanji dan Issei terbangun, di wajah mereka mengeluarkan darah membuat Rossweisse merasa khawatir namun dia tidak boleh lengah saat ini
Rossweisse melihat kalau mereka berdua seperti sedang membisikan sesuatu yang aneh, tiba-tiba mereka kemudian sekali lagi berlari akan tetapi kali ini mereka berpisah satu sama lain. Rossweisse kebingungan untuk menangkap yang mana, dia melihat kalau Sanji lebih dekat ke arah pintu sehingga dia memutuskan untuk menangkap Sanji dulu
Sanji merasakan kaki nya dililit oleh tali sihir miliki Rossweisse lagi, Sanji tersenyum karena rencana mereka sepertinya berhasil. Rossweisse kaget melihat kalau ternyata Issei sedang menuju ke arahnya, pria mesum itu kemudian memukul bahu nya dan kemudian melewatinya
''Break Dress!'' teriak Issei
Tiba-tiba saja seluruh pakaian Rossweisse hancur lembut tanpa ada bekas sama sekali, Valkyrie itu merasakan malu yang begitu besar, dia tidak memiliki apa pun lagi untuk menutupi tubuhnya yang seksi itu, Rossweisse kemudain melepas Sanji untuk menutupi tubuhnya dengan tangan nya
''Kyaaa!'' teriak Rossweisse dengan rasa malu
''Yosh!'' teriak Issei semangat sekali melihat Rossweisse telanjang
Sanji merasakan dia akan berhasil membuka pintu
''Bagus Issei, kita sebentar lagi akan-'' Sanji berbalik melihat Issei akan tetapi dia kaget melihat kalau Rossweisse benar-benar telanjang seperti yang di katakan oleh Issei tadi
Hidung Sanji mengeluarkan darah yang sangat banyak sekali, dia terpental karena hidungnya yang mengeluarkan darah yang begitu sangat banyak sekali
''Sanji-san! Apa yang terjadi denganmu?!'' teriak Issei dengan kebingungan
Sanji pun terjatuh ke bawah, dia depan nya ada pintu tempat para wanita itu berkumpul, Sanji lemah sekali sekarang.
''Sanji-san!'' teriak Issei melihat kawan seperjuangan nya itu.
''Issei...''
Issei melihat Rosweisse berdiri dengan mata nya yang penuh dengan kemarahan, Rossweisse mengangkat tangan nya seperti akan memukul Issei
''T-Tunggu dulu Rossweisse-chan'' Issei terlihat ingin membela diri
''Tidak ada ampun untuk para orang mesum!''
Rossweisse dengan semua tenaga kemudian memukul wajah Issei dengan begitu kuatnya sehingga membuat pria itu terpental ke belakang menabrak dinding di belakangnya. Issei langsung pingsan dengan mulut mengeluarkan asap.
Sanji di belakang mereka terlihat tidak sadarkan diri juga sambil tersenyum senang entah kenapa.
Bersambung
Maaf lama karena saya sedang terkena writer block
Tapi sudah berhasil menampilkan bab ini, maaf jika pendek.
Berikutnya akan terjadi pertempuran melawan Cao Cao, dan apakah ada sesuatu yang mengejutkan dengan pertempuran mereka?
Saatnya membalas Review
Fazakhi Indra: Tenang saja brada, mereka tidak mungkin lemah atau pun terlalu kuat
Kekuatan Snake man Luffy akan ada, namun tentu saja lawan nya harus kuat.
Guest: Hmmm kita lihat saja...
Arif4342: Terima kasih. Oh untuk itu masih rahasia, aku tidak mau membuat Luffy memiliki banyak sekali harem.
Genesis0417: Maaf kalau pendek berada, lagi banyak pikiran belakangan ini
Uc: Tenang saja, Gear 4 Luffy akan muncul. Untuk pertemuan Luffy dan Katakuri akan terjadi di saat tim Vali akan bekerja sama dengan keluarga Gremory, yang sudah baca LN pasti mengerti.
Austintristan16: Yup, tapi terlihat Sanji malah mabuk sendiri di bar :v
Oke terima kasih saran nya brada dan maaf kalau tanda bacanya ada kurang
Mereka memakai umur palsu tentunya, dan untuk merokok, Sanji tentu saja diam-diam merokok
Terima kasih yang sudah Review dan juga baca
Jangan lupa untuk tinggalkan Review
Salam author
