Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi


Keributan Di Kyoto

warning :non canon, dll

-Malam

Zoro memandang atas langit gelap, malam di Kyoto benar-benar indah melihat lampu lentera di setiap rumah penduduk di hidupkan. Di Kyoto teknologi tidak terlalu maju, mereka masih memakai beberapa peralatan tradisional, dari memasak hingga kehidupan sehari-hari.

Dia juga pernah jalan-jalan di salah satu kota, semua penduduk di Kyoto tidak sama dengan Manusia. Mereka adalah Yokai yang tinggal di tempat ini, tempat yang aman untuk para Yokai di seluruh Jepang. Zoro sudah mendengar cerita kalau Yokai di ciptakan oleh beberapa Dewa-Dewi sama halnya dengan Manusia disini, mereka memiliki bentuk-bentuk lebih abstrak dari pada makhluk lain ya

''Huft sampai kapan kami akan disini, apakah tidak apa-apa kami lebih lama disini?'' tanya Zoro untuk dirinya sendiri.

Zoro kembali jalan-jalan di kastil Kyoto yang di tempati oleh Kunou dan juga ibunya, cukup kaget mengetahui kalau si Trafalgar Law malah terdampar di tempat ini.

Zoro terus berjalan melihat pemandangan kota Kyoto, dia menyadari ada seseorang di depan nya sedang berjalan dengan santai menuju ke arahnya. Dia adalah Azazel sang Jenderal Malaikat Jatuh yang terkenal

"Disini kau rupanya"

Zoro melihat kalau pria ini mencari dirinya

"Kau mencariku?" tanya si rambut hijau

"Yup, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" kata Azazel tersenyum seperti biasanya

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Zoro merasa ingin tahu

"Begini..." Azazel berjalan melewati Zoro, mata nya melihat pemandangan yang sudah di nikmati oleh Zoro tadi.

Disisi lain, Zoro masih penasaran dengan apa yang di tanyakan oleh pria ras lain ini, dia berpikir kalau pria ini akan menanyakan sesuatu yang penting terlihat dari wajah nya yang serius walaupun memiliki senyum santai.

"Aku ingin tahu cerita kalian sebelum sampai disini" Azazel membalikan tubuhnya melihat Zoro yang akhirnya bisa mendengar pertanyaan nya.

Salah satu Supernova masih menatap Azazel yang ingin sekali mendengar cerita mereka, dia sejujurnya tidak mungkin menceritakan secara detail dengan apa yang terjadi, cerita dari mereka membuat persiapan melawan Kaido hingga akhirnya pun bertarung melawan nya. Ternyata tidak mudah untuk mengalahkan monster yang di anggap abadi itu.

Si rambut hijau melihat ke arah Malaikat Jatuh yang masih menunggu jawaban nya

''Tidak bisa aku jawab secara detail, intinya kami melawan makhluk terkuat di dunia kami, dia begitu kuat sehingga butuh beberapa orang untuk bisa melawannya'' jawab Zoro secara singkat

Azazel memegang dagu nya berpikir tentang makhluk yang di sebutkan oleh Zoro tadi, jika makhluk ini di katakan membutuhkan banyak untuk bisa mengalahkan nya, maka tentu saja dia begitu kuat.

Azazel menatap kembali Zoro

''Seberapa kuat dia?''

''Sangat kuat, bahkan aku dan Luffy membutuhkan bantuan untuk mengalahkan makhluk itu'' kata Zoro

Zoro tidak menjelaskan sang salah satu Yonko ini dengan jelas, dia hanya perlu memberikan teka-teki terlebih dahulu, dia tidak ingin memberikan ketakutan lain kepada orang-orang di dunia ini

Azazel mengangguk-angguk, di hatinya dia merasa takut. Luffy dan Zoro memiliki kekuatan fisik, kecepatan, stamina dan ketahanan tubuh yang lebih kuat dari manusia atau ras lain nya disini, maka musuh mereka ini begitu kuat dari dia bayangkan sekarang.

''Begitu, aku mendengar dari topi jerami kalau kalian sedang melakukan perang dengan nya'' kata Azazel

Zoro cukup kaget karena kapten nya menceritakan nya kepada Malaikat Jatuh ini

''Ya, hingga terjadi sesuatu yang aneh. Cahaya aneh tiba-tiba saja muncul dan menghisap kami'' kata Zoro menceritakan sambil merebahkan tubuhnya di dinding.

''Oh begitu, aku mengerti'' Azazel hendak berjalan pergi meninggalkan Zoro, ''Aku berharap kalau makhluk yang kalian ceritakan ini tidak ikut dengan kalian kesini'' Azazel mengatakan dengan nada santai dan khawatir.

Zoro hanya memandangnya dari jauh hingga dia masuk ke dalam kastil lagi, Supernova ini juga berharap seperti itu, dia berharap kalau monster itu tidak ikut ke tempat ini

Dia berjalan mengikuti arah Azazel tadi untuk masuk dikarenakan persiapan akan segera di mulai.

-(Beberapa saat) di dalam kastil

Para tim sudah bersiap-siap untuk mencegah para teroris melakukan sesuatu yang buruk dengan Kyoto.

Luffy seperti biasa memakai topi jerami nya, dia memakai pakaian jaket cukup tebal gara tidak kedinginan, celana jeans pendek seperti gaya berpakaian nya dan sandal seperti biasanya. Dia melihat dirinya sendiri dengan rasa senang.

Zoro memakai pakaian seperti kimono berwarna hijau, tapi dia memakai celana jeans panjang yang bisa membuatnya bergerak begitu bebasnya, dia memakai sandal sama hal dengan Luffy walaupun berbeda tipe.

Sanji di sisi lain memakai pakaian kemeja seperti biasa, bahkan berwarna hitam seperti yang dia kenakan dulu, dia memakai celana jeans panjang sama warna dan tentu sepatu pantofel berwarna hitam juga.

Para anggota lain terlihat memakai pakaian mereka masing-masing dan bersiap-siap untuk melakukan pertarungan jika ada teroris menyerang.

Lulu melihat Luffy dan terlihat cemberut, wajahnya terlihat menampakkan wajah ketidaksenangan, sang ibu melihat putri nya itu merasa tidak senang kemudian bertanya.

''Ada apa Lulu? Kenapa kau terlihat tidak ceria seperti biasa nya?'' tanya Eveline

''Mama! Aku mau ikut dengan papa!'' kata Lulu dengan bersikeras terlihat di wajah nya

Eveline mendengar pengakuan putri nya itu tersenyum, dia mengelus kepala Lulu yang masih menunggu keputusan nya.

''Baiklah, aku rasa tidak apa-apa'' jawab Eveline

Lulu terlihat senang, wajah nya yang cemberut berubah menjadi ceria sediakala. Levanda yang mendengarnya terlihat heran, begitu juga sang bibi Soniy mendengar keputusan Eveline.

''Hmmm kakak Eveline, apakah baik-baik saja membiarkan nya ikut? Ini bukan pertarungan anak-anak'' kata Soniy mengingatkan sang kakak.

''Aku setuju'' Levanda di ujung tempat mereka berada, dia mengangkat tangan nya menyatakan setuju dengan Soniy.

Eveline menghela nafasnya

''Aku mengerti, tapi kalian tidak tahu betapa keras kepala nya Lulu. Dia begitu keras kepala dan terkadang tidak mendengarkan perintahku jika menurutnya itu benar'' Eveline menjelaskan

Kedua Succubus itu teringat seseorang setelah mendengar sifat Lulu, yaitu si kapten topi jerami yang sedang bersiap-siap di ujung ruangan.

''Tapi tenang saja, dia ini begitu kuat setelah aku mengajarkan beberapa kekuatan sihir yang kuat kepadanya'' kata Eveline menjelaskan.

Kedua Succubus itu mengangguk mengerti mendengarnya, mereka melihat ke Lulu yang terlihat sekarang sedang melakukan pemanasan dengan beberapa gerakan bertarung. Mata ungu, rambut silver dan ekor Succubus tentu saja membuat beberapa orang merasa imut.

Mereka juga mendengar kalau Lulu memiliki bakat dalam kekuatan sihir, dia bisa menggunakan elemen yang sangat jarang di dunia ini, yaitu menyatukan beberapa elemen sihir, contoh elemen api dan elemen kegelapan milik Lulu.

''Baiklah, kalian sudah bersiap-siap'' kata Azazel

Semua orang lalu mengalihkan perhatian mereka ke arah Azazel

''Apa yang harus kami lakukan, sensei?'' tanya sang kaisar naga mereka yaitu Issei.

''Kalian akan menuju ke setiap kuil yang dialiri oleh energi sihir kuat di Kyoto, dari informasi yang aku dapatkan, mereka akan menggunakan kuil itu entah untuk apa. Jadi kalian harus menuju ke semua kuil hingga menemukan Cao Cao dan para anak buahnya'' kata Azazel menjelaskan.

Semua mengangguk mengerti kecuali beberapa orang yang sudah mengerti.

Kunou kemudian berjalan dari belakang Azazel, dia memandang semua orang yang akan membantunya untuk menyelamatkan negara yang dia cintai ini. Dia memakai wajah tegas namun tetap saja terlihat ada rasa berharap di mata nya.

''Aku berterima kasih kepada kalian karena sudah membantu kami yang mengalami peristiwa kritis ini'' kata Kunou yang tidak henti-henti merasa senang

''Sudahlah, kami mengerti. Aku akan menghajar pria bernama Cao Cao itu dan membuat negaramu ini aman kembali, dan tentu saja menyelamatkan ibumu'' kata Issei dengan rasa percaya diri sekarang.

Beberapa orang tersenyum mendengar perkataan Issei tadi termasuk Luffy yang sudah ingin sekali bertarung. Mereka semua sudah bersiap-siap untuk berangkat

''Baiklah, pertama-tama kalian akan berpencar'' kata Azazel

''Baik, kami mengerti'' kata Azazel

''Hmmm Sebaiknya aku menuju ke arah Utara'' kata Luffy sudah menemukan tujuan lokasi nya

''Aku bersama papa'' kata Lulu yang mau ikut

''Baiklah, aku mungkin bisa bersama siapa saja'' kata Luffy

Zoro di yang dari tadi terdiam, dia seperti malah ingin pergi sendiri. Sanji melihat Zoro dan menyadari tentang penyakit yang dipunyai oleh si rambut lumut itu.

''Hey siapa yang akan bersama si tuan nyasar ini?'' tanya Sanji menunjuk Zoro

''Apa kau sebut aku tadi?!'' Zoro tidak terima dengan nama panggilan nya itu

Semua orang baru menyadari tentang penyakit Zoro, mereka tidak mungkin membiarkan Zoro berlarian di kota mencari kuil, mungkin dia malah keluar dari Kyoto dan pergi entah kemana.

''Oh aku tahu. Tuan putri, bisakah kau bersama Zoro'' pinta Azazel melihat Kunou

Kunou melihat Azazel dan kemudian ke Zoro lagi yang sedang bertarung dengan Sanji, pertarungan mereka sudah seperti sebuah budaya di antara pertemanan mereka sehingga sudah terbiasa.

''Baiklah, aku malah senang jika bersama teman dekat Law-nii sama'' kata Kunou

''Apa?!'' Sanji kaget mendengar perkataan dari Kunou, dia berbalik melihat Zoro. ''Bagaimana bisa kau membuat para wanita begitu dekat sekali denganmu, rambut hijau sialan?!'' geram Sanji menarik kerah baju Zoro

Zoro tidak memperdulikan ocehan-ocehan pria pirang di depan nya, dia merasa sedikit kesal dengan orang-orang disini yang tidak mempercayai kalau dia bisa menjaga dirinya sendiri.

''Baiklah, saatnya kalian pergi!"'

''Baik!"'

-(Beberapa saat) dengan Zoro dan Kunou

Zoro dan Kunou berlari bersama menyelusuri jalan yang ada di Kyoto, jalanan sudah lama sekali sepi dikarenakan orang-orang dan pengunjung sudah pergi setelah malam datang. Jadi dengan leluasa kedua orang ini berlari dan lompat di atas gedung ke gedung lain nya.

Kunou dengan handal melompat ke sana kemari walaupun memakai kimono yang tidak cocok untuk berlari bebas, di sisi lain Zoro juga memakai pakaian yang hampir sama dengan si gadis rubah itu.

''Sebelah sini!''

Kunou memimpin Zoro ke salah satu kuil yang sepertinya para anak buah Cao Cao berada. Gadis rubah itu melihat Zoro di belakangnya dengan santai mengikutinya

Kunou berpikir untuk menanyakan sesuatu tentang Law yang membuatnya penasaran

"Sejak kapan kalian berteman dengan Law-nii sama?" tanya Kunou

Mata Zoro melihat Kunou setelah mendengar pertanyaannya, dia sudah mengakui kalau Kunou pasti akan bertanya sesuatu tentang Law.

"Seperti yang aku bilang, sebenarnya lebih bisa dibilang Aliansi, kapten ku memutuskan beraliansi untuk mengalahkan salah satu Yonko" jawab Zoro sambil tidak berhenti mengatur kecepatan lompatnya dari bangunan ke bangunan lain

Pikiran Kunou sekarang bercabang-cabang setelah mendengar jawaban itu, dia sekarang malah penasaran dengan siapa itu Yonko dan kenapa mereka ingin mengalahkannya.

Putri Yasaka ingin menanyakan bebarapa pertanyaan lagi namun dia menyadari tujuan mereka sudah dekat, dia melihat ke depan tampak satu bangunan kuil kokoh berdiri

"Kita sudah sampai" ucap Kunou

Mereka mendarat di depan kuil setelah melompati beberapa bangunan. Si pendekar pedang merasakan adanya beberapa orang dari [Haki] pengamatan nya, jumlah mereka cukup banyak yaitu 20 puluh musuh di depan mereka

Zoro memegang gagang pedangnya, dia sudah bersiap-siap untuk menyerang jika dirinya yang malah di serang.

Beberapa orang yang di sebut keluar dari tempat persembunyian mereka, namun di antar mereka semua tidak tampak ada nya Cao Cao, Kunou berpikir kalau Cao Cao tidak ada disini dan ada di kuil lain.

''Hoho lihatlah, mereka akhirnya sudah datang''

''Saatnya menyelesaikan ini''

Zoro mendengar mereka mengoceh satu sama lain, dia melihat kalau para musuh memakai senjata seperti pedang, tombak dan beberapa senjata tajam lain nya. Si Supernova merasa kurang puas jika lawan nya adalah para anak buah biasa.

''Serang!''

Tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi, mereka langsung menerjang ke arah Zoro dan juga Kunou. Senjata mereka sudah di acungkan ke depan untuk segera menebas dan menusuk mereka berdua.

''Dasar, aku tidak punya waktu untuk ini'' Zoro mengeluarkan satu pedangnya

Dengan secepat kilat dia menebas semua senjata mereka hingga semua nya patah begitu cepatnya, tidak ada yang bisa melihat nya termasuk Kunou sebab serangan tebasan Zoro itu yang begitu cepat hingga tak tampak oleh gadis rubah itu

''Apa!?'' kaget salah satu mereka

Zoro tidak tinggal diam, dia membalikkan pedangnya dan memukul mereka hingga pingsan. Beberapa dari mereka mengeluarkan sihir mereka namun Zoro begitu gesit menghindari serangan sihir itu, tidak ada yang mereka bisa lihat kecuali Zoro yang begitu cepat memukul mereka semua dengan bagian tumpul pedangnya hingga pingsan.

Si pendekar memukul musuh terakhir hingga terjatuh pingsan di tanah, tatapan nya terlihat kecewa dengan musuh yang dia lawan sekarang ini

''Sial, aku pikir dia ada disini'' ucap Zoro sambil kembali menyarungkan pedangnya

''Wow, kau begitu hebat. Kecepatanmu dan teknik menghindarmu benar-benar gesit!'' Kunou terperangah

''Sudahlah, kita harus segera ke kuil berikutnya'' ucap Zoro tegas

Kunou mengangguk mengerti tanpa berhenti terkagum

Gadis rubah itu benar-benar tidak tahu betapa hebatnya pendekar pedang milik aliansi nya ini, dia tidak kalah dengan Law yang di kenal sebagai penjaga Kyoto, di hatinya dia merasa senang jika di bantu oleh sekutu kuat seperti ini.

-Disisi lain kota

Di sisi lain di Kyoto, gadis kecil mengeluarkan cambuk api menyerang ke beberapa orang yang juga sedang menyerangnya. Cambuk api itu membuat sang musuh yang terkena merasakan panas yang begitu terbakar di badan mereka, ada dari mereka mencoba memadamkan api nya namun tidak mudah.

Ada seorang pria sedang memukuli beberapa dari mereka hingga tidak sadarkan diri, tanpa ada nya rasa takut terlihat dari senyum nya yang lebar akan haus pertarungan.

''Hey Lulu, tidak baik membiarkan mereka terbakar sampai mati'' ucap Luffy memperingatkan

''Hah...tapi kata ibu orang jahat memang pantas mendapatkan itu'' kata gadis polos dengan wajah tidak bersalah itu.

Luffy memandang Lulu setelah menghajar salah satu dari mereka

''Dengar, tidak baik membunuh orang, kau bisa menghajar mereka hingga tidak sadarkan diri tapi jangan mengambil nyawa mereka dengan begitu mudahnya'' kata Luffy terlihat menasehati putrinya itu

Pria topi jerami itu juga merasa penasaran dengan apa saja yang di katakan oleh Eveline kepada Lulu yang begitu polos, sangat buruk memberitahu gadis kecil untuk membunuh para musuh mereka tanpa berpikir ragu.

Lulu mengangguk mengerti seperti mendapatkan suatu pelajaran yang begitu berharga, di istana ibunya dia selalu di ajarkan untuk menjadi wanita yang kuat.

''Ngomong-ngomong, kau memiliki kekuatan apa?'' tanya Luffy yang sekarang malah penasaran dengan kekuatan putrinya

Lulu memandang Luffy sekarang dengan wajah bersemangat

''Ibuku mengajariku menggunakan elemen api, dia mengatakan kalau ini adalah elemen basic namun begitu menguntungkan di banyak pertarungan. Aku belajar dengan giat hingga tidak sengaja membakar hutan di belakang negeri hingga membuat para hewan dan monster ikut terbakar'' Lulu menceritakan dengan semangat

Luffy sweatdrop melihat putrinya itu yang tidak sengaja membunuh massal hewan dan juga monster di negerinya, entah apa yang membuat gadis imut itu begitu mengerikan sekarang. Gadis ini mungkin saja bisa menuju ke jalan yang lebih mengerikan lagi jika Luffy tidak mengajarinya tentang yang boleh dan yang tidak boleh

Luffy merasa teringat dengan beberapa orang dan musuh yang dia lawan di dunia nya, mereka kebanyakan memiliki masa lalu yang kelam hingga membuat sifat mereka begitu menyimpang dari kebajikan.

''Dan aku dengar kalau kau memiliki kekuatan kegelapan juga?'' tanya Luffy

''Oh benar, ibu kaget karena elemen kegelapan itu lebih sulit dari kelima elemen, aku mendapatkan nya saat belajar dari salah satu buku di perpustakaan negara Ev'Aline'' Lulu mengatakan secara lebih detail lagi.

Luffy malah merasakan kagum sekarang, jika putrinya memiliki satu lagi elemen yang di bilan unik

''Aku bisa mencampurkan nya dengan elemen api milikku, lalu aku bisa menciptakan api yang tidak mudah untuk di padamkan, bahkan bisa membakar sesuatu yang tidak bisa di bakar'' tambah Lulu

Luffy mengangguk mengerti dengan semua penjelasan Lulu tadi, bisa di bilang gadis ini tidak hanya di besarkan menjadi seorang wanita yang menuruti ibunya dan menjaga negara nya, namun juga sebagai seorang wanita yang kuat dan memiliki kepribadian sendiri. Luffy melihat orang-orang yang sudah mereka kalahkan, dia bersyukur karena tidak ada korban yang kehilangan nyawa nya.

''Baiklah, sekarang kita harus menuju ke tempat lain. Aku yakin mereka semua pasti sedang menunggu kita'' kata Luffy

''Aku selalu berada di samping papa!'' seru Lulu

Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka meninggalkan para musuh yang tidak sadarkan diri di tanah.

-Di tempat lain lagi

Si pirang sedang bersama salah satu wanita yang dia kenal, seorang wanita berambut silver menawan dan memakai armor silver yang begitu cocok.

Wanita itu memakai pedang menebas salah satu dari musuh mereka mencoba tidak membunuh mereka secara langsung, ada juga perisai yang bisa melindungi dirinya dari dari serangan musuh seperti pedang ataupun serangan sihir.

''Sanji-san, aku sangat berterima kasih karena sudah ingin bersamaku melawan musuh tapi aku bisa sendiri, lebih baik kau membantu yang lain nya'' ucap Rossweisse

Sanji membalikkan tubuhnya melihat wanita itu

''Oh mereka akan baik-baik saja Rossweisse-chan~, kedua orang bodoh itu bisa mengurus diri mereka masing-masing~'' Sanji berkata terlihat tidak terlalu peduli dengan kedua teman bajak laut nya

Rossweisse menghela nafasnya melihat sifat koki mesum itu, selalu saja tidak memperdulikan teman pria nya, dia lebih memperdulikan para teman-teman wanita nya walaupun ada bahaya yang membahayakan dirinya.

Mereka sudah mengalahkan semua musuh hingga tidak sadarkan diri, mereka tergeletak di tanah tanpa bisa melawan lagi. Sanji hanya melawan para pria tentunya, jika dia melawan wanita tentu saja harga dirinya akan tercemar, tidak hanya dirinya tetapi juga Zeff.

''Baiklah, sekarang kita harus ke lokasi yang lain, aku tidak merasakan lagi kalau mereka ada di tempat ini. Aku yakin kalau yang lain pasti menemukan tempat mereka'' kata Rossweisse

''Ya kau benar Rossweisse-chan, si Cao cao itu tidak ada disini, ayo'' ajak Sanji

Mereka berdua keluar dari kuli untuk bertemu dengan yang lain nya, rasa penasaran mereka sekarang tertumpuk-tumpuk.

-Kuil terakhir

Hingga akhirnya salah satu dari mereka sampai di kuil terakhir di mana kemungkinan besar Cao Cao dan para anak buah nya ada disini. Yang pertama berada disini adalah Xenovia yang menghadap ke arah pintu masuk dengan wajah tidak sabar, ketidaksabaran untuk menggunakan pedang Durandal milik nya.

Menunggu terus menunggu kedatangan para teman-teman nya, dan pada akhirnya salah dari mereka pun datang. Issei dan Asia yang pertama kali berjumpa dengan dirinya, dia berpikir kemana dengan yang lain nya

''Kemana yang lain nya?'' tanya Xenovia

''Aku tidak tahu, tapi yang pasti aku sudah berhasil mengalahkan musuh di kuil tujuanku, Cao Cao tidak ada disana'' Issei menjelaskan

''Oh begitu, itu artinya aku yakin kalau dia ada disini'' Xenovia melihat ke depan nya, menatap ke sebuah kuil yang lebih luas dari pada yang lain nya, dia memegang Durandal nya menandakan tidak sabar untuk menggunakan nya

Issei di sisi lain menunggu juga, entah apa yang akan terjadi jika hanya mereka berdua masuk ke dalam kuil, dia yakin kalau Cao Cao sudah mempersiapkan semua rencana nya dengan matang. Dia di kenal sebagai orang yang ulet dalam melancarkan rencana nya menurut guru mereka yaitu Azazel, walaupun Issei sadar memiliki kekuatan legenda tapi dia masih tidak bisa merendahkan lawan nya.

Muncul lagi sekutu mereka dari arah kiri, seorang wanita berlari kecil sambil melambaikan tangan nya ke arah Issei dan juga Xenovia. Dia adalah Irina yang pada akhirnya sudah sampai dan terlihat bersama Saji

''Yahuuu kalian sudah sampai ya, Issei-kun, Asia-chan dan Xenovia!'' sapa Irina dengan ramah seperti biasa nya

''Ya, aku senang kalian baik-baik saja juga'' balas Xenovia

''Jadi tinggal siapa lagi?'' Irina menyadari kalau tidak semua nya ada disini

''Oh, Luffy, Zoro, Sanji, Rossweisse juga belum terlihat, bersama tuan putri'' Xenovia mengingat Kunou

''Oh mereka lama sekali'' Irina merasa benar-benar tidak sabar untuk bertarung

Mereka kembali menunggu orang-orang yang belum sampai di tempat pertemuan, hingga beberapa saat kemudian datang beberapa sosok lagi. Sanji, Rossweisse dan Kiba pada akhirnya datang juga.

Kelompok ini pun bisa sedikit lega melihat beberapa teman nya lagi datang dan terlihat tidak terluka sama sekali, terutama Sanji yang berlari dengan begitu abnormalnya dengan mata berbentuk love berkedut-kedut.

''Asia-chuan!~'' Sanji lompat ke arah wanita yang dia sebutkan

Asia tentu saja kaget melihat pria mesum itu langsung menerjang nya. Sanji dengan cepat tunduk di depan nya sambil menggenggam tangan Asia dengan lembutnya dan kemudian mencium nya

''Aku senang kau baik-baik saja'' ucap nya dengan nada seorang pria sejati

''Eh... oh terima kasih'' Asia hanya tersenyum kaku melihat Sanji

Sanji kembali membalikkan tubuhnya untuk melihat Xenovia yang baik- baik saja, rasa senang berkecambuk di hati Sanji melihat seluruh wanita di sini tidak terluka sama sekali.

''Senang kau baik-baik saja, Xenovia-chuan!'' ucap Sanji dengan wajah orang bodoh sudah terjerat cinta

''Ya, aku baik-baik saja. Senang juga melihatmu baik-baik saja, Sanji'' balas Xenovia langsung

Entah kenapa perkataan Xenovia tadi membuat Sanji menjadi tambah menggila, di perasaan nya sekarang berpikir kalau nyasar di dunia ini tidak terlalu buruk juga, bisa melihat wanita cantik dan tubuh yang seksi seperti sudah melihat impian nya.

Sanji kembali ke mode seriusnya, merogoh kantung celana nya, dia mengeluarkan sebatang rokok dan langsung membakarnya dengan api, kegiatan ini selalu dia lakukan saat sedang mengalami hal genting atau pun masalah.

''Baiklah, apa lagi yang kita tunggu'' ucap Sanji dengan santai

''Tapi bagaimana dengan Luffy dan yang lain nya?'' tanya Irina

''Tenang saja nona muda, mereka akan baik-baik saja, butuh beribu-ribu orang itu mengalahkan mereka'' Sanji mengatakan dengan nada percaya diri.

Entah apa membuat perkataan Sanji begitu bisa di percaya, mereka sudah sadar kalau Luffy dan Zoro tentu saja begitu kuat sama dengan Sanji, sekarang mereka tidak perlu memperdulikan hal lain dan terpenting sekarang adalah menghentikan apa yang akan di lakukan Cao Cao, walaupun masih belum tahu apa yang dia rencanakan.

''Baiklah ayo'' ajak Issei

Mereka langsung berjalan masuk ke dalam gerbang kuil yang paling besar ini, luasnya bisa di bilang hampir setara dengan kastil milik Yasaka dan Kunou. Sudah sangat yakin kalau Cao Cao dan para bawahan lain nya ada disini.

Di dalam tampak kuil begitu besar yang bisa membuat mereka kagum, namun di saat seperti ini tentu saja mereka harus serius dan melupakan sifat kesenangan terlebih dahulu.

Sanji dengan [Haki] pengamatannya bisa merasakan beberapa orang di depan, dari yang dia observasi ternyata jumlah mereka tidak terlalu banyak, bahkan masih bisa di hitung dengan jari-jari tangan.

Salah seorang pria muncul dari atas genteng kuil, tentu saja kelompok Issei mengetahui pria itu. Pria yang akan merencanakan sesuatu yang begitu buruk dan mereka harus menghentikan pria ini yang belum tahu seberapa kuat dia.

''Oh akhirnya kalian kemari juga. Cukup cepat, aku akui itu'' kata Cao Cao dengan biasa senyuman percaya diri

Sanji dan yang lain nya melihat ada beberapa orang muncul di belakang Cao Cao, mereka tentu saja sudah tahu kalau orang-orang itu sangat berbeda dengan bawahan milik Cao Cao yang lain nya.

''Oh kemanakah si pendekar pedang yang satu lagi? Aku mau menantangnya lagi'' Siegfried melihat dan mencari Zoro yang terlihat tidak ada di antara mereka

Kiba maju ke depan dan mengeluarkan pedangnya

''Maaf, dia masih ada keperluan. Jadi aku mungkin akan menjadi lawanmu dulu'' Kiba mengatakan dengan senyuman kali ini, berpikir bisa mengalahkan pria ini sekarang.

Issei sekarang maju ke depan, dia ingin menanyakan tujuan kelompok teroris ini dan juga kemana mereka sembunyikan Yasaka, sang Ratu Yokai.

''Cao Cao! Sebenarnya apa tujuanmu?! dan kau sembunyikan kemana Yasaka, sang Ratu Kyubi?!'' tanya Issei dengan nada lebih besar.

Cao Cao menatap Issei yang mengatakan pertanyaan yang langsung ke inti, dia masih tersenyum sambil memainkan tombaknya di bahunya.

''Baiklah''

Cao Cao menjentikkan jarinya. Muncul dua orang sambil di depan mereka ada Yasaka yang terlihat di ikat oleh sesuatu seperti tali di pinggangnya. Dia terpejam seperti tidak bisa melakukan apa-apa layaknya boneka, dia memakai pakaian yang sama dengan di gambar yang di tunjukkan oleh salah satu petinggi Kyoto

Semua orang tentu saja kaget melihatnya, ternyata Cao Cao langsung menunjukkan Yasaka kepada mereka semua. Ekspresi mereka berbeda-beda terutama Sanji yang memiliki ekspresi paling berbeda dari mereka semua, matanya lebar dan bola matanya sampai keluar, mulutnya menganga dan lidahnya keluar, wajah nya seperti ini karena melihat Yasaka yang memiliki kecantikan yang begitu mempesona walaupun sudah memiliki gelar ibu, dia juga memiliki tubuh yang masih seksi dan juga kencang walau sudah memiliki anak satu.

Sanji merasakan hati dan pikiran nya menjadi terbeku mencoba memproses apa yang dia lihat, sama halnya melihat Shirahoshi saat masih di pulau ikan, namun kali ini dia mencoba agar tubuhnya tidak menjadi batu

''L-L-L-Luar biasa!'' teriak Sanji sehingga membuat semua orang di kuil itu kaget

Issei beserta yang lain nya melihat ke arah Sanji yang sedang memegang hidungnya, darah keluar dari lubang hidungnya.

''Sanji-san, kau tidak apa-apa?'' tanya Issei melihat teman semesum nya itu

''A-Aku tidak apa-apa, aku hanya menyesuaikan diriku melihat sebuah keindahan yang tidak bisa di lukiskan oleh orang...'' Sanji berkata sambil masih memegang hidungnya, dia sebisa mungkin menahan dirinya agar tidak sadarkan diri.

Cao Cao beserta para anak buahnya juga kebingungan dengan pria pirang itu, mereka belum melihat kalau ternyata di kelompok mereka ada pria pirang yang ternyata semesum atau lebih parah dari si kaisar naga mereka.

''Eh, siapa pria itu? Aku tidak melihatnya saat di jembatan tadi'' Siegfried terlihat sedikit tertarik dengan kelompok ini.

Sanji kembali mencoba untuk menenangkan hatinya dan berpikir tugasnya sekarang, walaupun masih ada pikiran yang membuat darah di tubuhnya mengalir deras.

Cao Cao membiarkan kelompok Issei sedang berbicara satu sama lain bersama pria pirang aneh itu, dia orang yang cukup sabar menunggu musuhnya melakukan sesuatu secara pribadi dulu.

Kelompok itu kembali tenang saat si pria pirang itu menutupi lubang hidungnya dengan tisu, entah apa yang membuat hidungnya terus mengeluarkan darah, di tambah dia selalu saja melihat Yasaka dengan tatapan binatang buas menemukan mangsa. Pria pirang itu menatap Yasaka dari bawah hingga ke atas dan yang paling sering adalah bagian dada

''Baiklah, akan aku ceritakan maksudku disini'' kata Cao Cao mulai bercerita

Cao Cao menatap kelompok di bawah nya itu, mereka langsung tegang sambil terlihat mendengarkan baik-baik

''Aku akan mengeluarkan kekuatan yang begitu besar dengan menggunakan Ratu para Yokai'' Cao Cao mengatakan tanpa menutupi kebohongan apa pun.

''Hanya itu? Lalu apa yang akan kalian gunakan kekuatan besar itu?'' tanya Issei masih kurang puas dengan jawaban itu

''Untuk memanggil Great Red'' jawab Cao Cao langsung

Semua orang tentu saja terkaget dengan jawaban Cao Cao itu, mereka tidak menyangka kalau pria yang sifatnya tenang ini terlihat memiliki rencana gila dan tentu saja hampir tidak masuk akal.

''Lalu apa yang akan kalian lakukan kepada nya? Bukankah dia tidak melakukan apa pun?!'' tanya Issei lagi dengan tidak henti-hentinya

Cao Cao masih bisa santai untuk menjawab semua pertanyaan itu

''Entahlah yang pasti kami akan menangkapnya dulu'' jawab Cao Cao tanpa merasa bermasalah dengan itu

Kelompok Issei tentu saja tidak merasa kalau itu akan membuat Kyoto aman, besar naga itu mustahil di bilang kecil, begitu besar hingga butuh beberapa menit untuk melewati suatu dimensi.

Xenovia maju ke depan sambil memegang Durandal nya, namun kali ini Durandalnya terlihat berbenda dengan sebelumnya, ada rasa modifikasi dengang pedangnya itu. Dia menatap Cao Cao dan kelompoknya, tatapan nya menjadi tajam setelah mendengar penjelasan mereka.

''Rencana kalian tentu saja bisa mencelakai para penduduk disini!'' teriak Xenovia agar suaranya terdengar oleh mereka semua

Cao Cao masih tersenyum dengan senyuman rasa tidak masalah dengan itu.

''Aku rasa itu tidak ada masalah sama sekali'' jawab Cao Cao dengan santai

Cao Cao kemudian menjentikkan jarinya menyuruh Georg untuk melakukan sesuatu kepada Yasaka, Georg melakukan sesuatu hingga membuat Yasaka yang terlihat terhipnotis mengalami kesakitan di kepalanya. Sebuah cahaya tiba-tiba saja bersinar dari tubuh wanita itu hingga menyilaukan mereka yang ada disitu.

Yasaka bertambah besar tubuhnya hingga dia menjadi rubah raksasa berekor sembilang, rubah itu mengaung ke seluruh Kyoto hingga suaranya bisa menggetarkan tanah di bumi.

Issei dan yang lain nya tentu saja kaget dengan yang mereka lihat, ternyata benar kalau Ratu Yasaka ada Yokai rubah yang memiliki sembilan ekor seperti dalam legenda. Sanji menganga baru pertama kali melihat perubahan drastis seperti ini

Di sisi lain kelompok Cao-Cao hanya bereaksi santai melihat rencana mereka akhirnya di jalankan, Cao Cao melihat ke bawah melihat kelompok Kaisar Naga Merah sedang dalam mode bertarung mereka masing-masing, dia hanya tersenyum santai

Xenovia berbanding terbalik sifatnya, dia justru marah melihat apa yang telah di lakukan oleh Cao Cao saat ini

''Sepertinya aku harus mencoba modifikasi Durandal saat ini'' Xenovia melihat pedangnya.

Issei dan yang lain nya baru menyadari juga kalau pedang Durandal kesukaan Xenovia itu, tiba-tiba saja pedangnya bercahaya terang menyilaukan mata semua orang melihat.

''Ini adalah Ex-Durandal, coba aku lihat seberapa kuat sekarang kau''

Pedang itu tambah bercahaya begitu tinggi ke langit, hingga melewati tinggi kuil yang mereka tempat sendiri. Xenovia dengan cepat menebas pedangnya ke bawah tempat bangunan kuil kelompok Cao Cao berada.

Tebasan itu begitu kuat hingga menciptakan gelombang kejut begitu kuat, angin bertiup kencang hampir membuat kelompok Issei terbang entah kemana-mana. Ledakan gelombang kejut itu berhenti dan menyisahkan debuh dan asap di depan mereka semua.

Sanji membuka matanya melihat ke depan, sesuatu membuatnya benar-benar kaget iyalah lubang yang begitu besar tampak di depan. Lubang yang begitu besar hingga seperti terlihat seperti jurang yang dalam

''Wow, aku tidak tahu kalau kau berubah menjadi kuat sedrastis ini'' Xenovia memegang pedangnya dengan rasa kaget beserta senang di hatinya saat ini. ''Aku rasa aku memiliki kesenangan pribadi sekarang~'' kata Xenovia sambil memakai wajah anehnya membuat Issei menelan ludahnya ketakutan.

Sanji masih menganga hingga membuat rokok di mulutnya terjatuh menyentuh tanah.

Di dalam lubang yang kosong itu seperti menunjukkan kalau Cao Cao dan yang lain nya sudah lenyap akibat serangan yang berenergi besar itu. Kelompok itu masih terlihat kaget dengan serangan yang begitu kuat itu.

Kemudian mereka muncul dari tanah dengan begitu santainya, mereka terlihat tidak terluka sama sekali.

''Wow, aku tidak tahu kalau ada kekuatan pedang sekuat itu'' Siegried terbangun sambil menempuk-nempuk pakaian menghilangkan tanah dari pakaian nya

''Para Iblis sekarang benar-benar begitu kuat ya''

''Yup, para petinggi Iblis itu masih tertinggal dalam mimpi masa lalu mereka, tidak bisa melihat potensi Iblis masa sekarang'' kata Cao Cao terlihat baik-baik saja tanpa ada nya luka

Kelompok Issei terkejut tentunya melihat mereka semua baik-baik saja, situasi menjadi lebih kacau saat Yasaka dalam mode rubahnya malah mulai menghancurkan kota-kota do Kyoto, terlihat dari sifatnya kalau Wanita rubah itu tidak bisa mengontrol dirinya sekarang

Issei langsung mengerti dengan apa yang akan mereka lakukan sekarang.

''Baiklah semunya, kita harus menghentikan Cao Cao dan yang lain nya!'' seru Issei dengan tegas

Kelompok Issei termasuk Sanji mengangguk mengerti

''Aku akan mengurus nona Yasaka'' kata Saji yang sekarang di kelilingi makhluk seperti ular di tubuhnya

Sanji yang belum melihat ini kaget melihat apa yang terjadi dengan dirinya

''Baiklah, aku serahkan kepadamu'' kata Issei

''Tenang saja, aku bisa mengatasi ini'' ucap Saji

Saji menatap ke arah Yasaka masih dalam mode rubah berekor sembilan nya, tubuhnya tiba-tiba saja menjadi lebih besar dan terlihat seperti ular. Ular itu begitu besar hingga bisa membelit Yasaka hingga dia tidak bisa bergerak dengan leluasa.

Ini bisa menguntungkan kelompok Issei menahan Yasaka agar tidak menghancurkan kota-kota di Kyoto

Kelompok Issei dan tentu saja Sanji sudah di bawah lubang untuk segera mengalahkan kelompok teroris yang dipimpin itu

''Baiklah, sekarang kita harus mulai bertarung sekarang'' ucap Cao Cao

Kelompok mereka masing-masing berbagi kelompok untuk mencari lawan mereka masing-masing, Sanji tentu saja memilik para laki-laki untuk menjadi lawan nya. Lawan nya sekarang adalah seorang pria bertubuh besar

Namun di sisi lain Sanji merasa khawatir dengan teman-teman nya, terlihat kalau lawan mereka lebih kuat dari kelompoknya saat ini membuat Sanji merasa khawatir

''Kemana dua orang bodoh itu...'' Sanji berkata

-Bersambung


Saya benar-benar mohon maaf kalau lama karena saya mengalami Block Writer hingga dua bulan lebih

Saatnya membalas Review

Arifrahaman223: Kabar keluarga Ev'Aline kemungkinan besar akan sedikit terungkap saat kembali ke Underworld

Krinrin: Law tentu akan datang saat ini, namun dalam keadaan berbeda. Pasukan Kaido masih rahasia seperti X drake dan Hawkin. Seperti dalam cerita, kemungkinan besar kalau karakter OP yang berada disini hanya di Wano saja.

Hyaenedon: Yup benar, sebab itulah aku memutuskan memberikan batasan, menurut yang mana lebih kuat?

Ux: Oke bro

Ajikw78: Oke bro

Mr gosd: Baiklah brada

Guest: Hmmm kita lihat saja

Uc: Tenang saja, dia pasti mengeluarkan kekuatan nya saat lawan nya kuat

(Buat Review komen minta Hancock masuk ke dalam cerita): Kita lihat saja, aku tidak mau kalau kalian hanya meminta tanpa memikirkan plotnya, pliss lah

REX3810: Hmmm jika di lihat dari cerita, mungkin dia bersama Law

Eins-Zwei: Makasih bos :)

Salam jumpa di bab berikutnya