Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi.

Warning :Non Canon, typo dan lain-lain.


Kid dan Killer.

-Underworld (beberapa bulan sebelum kekalahan Kokabiel).

Tempat yang tandus, tidak ada makhluk hidup yang mau hidup di sini. Bagaimana bisa makhluk hidup di tempat ini yang bahkan tanaman saja tidak akan mau. Tempat ini di jauhi dan terkenal sebagai terkutuk.

Di sepanjang penglihatan yang terlihat hanyalah hamparan pasir hitam dan bebatuan besar. Suhu disini begitu panas, sebegitu panas hingga membuat makhluk hidup langsung mati dengan tubuh yang kering. Orang gila mana yang mau tinggal disini?

''Hey Kid, mau sampai mana kita di tempat ini? Aku sudah muak dan bosan melihat hanya tanah. Orang sepertimu juga pasti sama denganku kan?''

''Menurutmu kita punya pilihan? Kita sudah terjebak di dunia ini, dan hanya mendapat beberapa informasi yang tidak berguna.''

Ada dua sosok sedang berdiri di salah satu batu besar. Mereka berdua pria, yang satu berciri-ciri berambut merah acak dengan benda seperti kacamata di kepalanya, tubuhnya berotot, memakai baju hitam seperti jaket, celana jeans kuning dengan bintik-bintik hitam, tangan kanannya terlihat seperti tangan robot buatan.

Yang satu memakai topeng bergaris biru dan putih vertikal, berambut pirang panjang, bertotot, memakai kaos berwarna biru, celana jeans dan tampak di kedua tangannya memiliki senjata sabit.

"Hey Killer, kau masih sanggup berjalan?"

Dia adalah Eustass Kid [Supernova].

"Fafafa~ tentu saja aku masih sanggup. Jangan meremehkanku, Kid."

Dia adalah Killer [Supernova].

Kedua Supernova itu terjebak di tempat antah berantah. Seharusnya mereka masih ada di Wano dan menghadapi Kaido dan Big Mom namun tiba-tiba mereka malah ada disini. Di teleport ke tempat yang bahkan tidak jelas ekosistemnya. Tidak ada apa pun kecuali tanah dan pepohonan kering.

Tubuh mereka terlihat lusuh dan kotor, seperti telah bertarung tanpa berhenti.

"Hey Kid, mereka datang lagi."

"Sialan. Para bajingan itu terus saja berdatangan. Siapa mereka? Dan apakah mereka itu? Pengguna buah iblis?" Kid terlihat kesal, bahkan dia terlihat muak.

Muncul makhluk berasal dari tanah hitam, mereka seperti mayat hidup. Mereka berjumlah puluhan dan terus bertambah. Makhluk-makhluk itu tidak terlihat senang melihat Kid dan Killer.

Tanpa basa-basi salah satu dari menyerang Killer. Sahabat Kid itu dengan cepat menggunakan sabit di tangannya menebas kepala makhluk itu hingga putus. Tebasan nya begitu cepat hampir tidak terlihat.

Setelah beberapa menit terdiam, seluruh makhluk itu akhirnya bersama-sama menyerang Kid dan Killer. Jumlah mereka begitu banyak dan terus muncul dari tanah. Namun tetap saja mereka bukanlah lawan dua Supernova itu, bahkan walaupun mereka yang sudah terlihat kelelahan.

Sudah cukup lama Kid dan Killer bertarung melawan para makhluk itu.

"Hyaaa!" Kid meraung sambil menggunakan lengan besi besar nya

Akibat serangnnya tanah hancur dengan ukuran raksasa, menciptakan lubang cukup dalam. Serangan Kid tanpa ada berhenti walaupun tubuhnya di penuhi luka, begitu banyak luka dan bisa di lihat darah bercucuran keluar. Melawan Kaido dan Big Mom, pasukan Smile dan terakhir melawan para makhluk-makhluk aneh ini. Stamina Kid dan Killer memang kuat tapi bukan berarti tidak terbatas.

Killer menebas setiap kepala makhluk itu hingga putus dengan Punisher miliknya. Serangannya begitu cepat dan entah apa pun yang makhluk itu lalukan, mereka akan tetap akan terpotong tanpa di sadari oleh mereka. Punisher adalah andalannya saat melawan musuh apa pun.

Para makhluk di habisi tanpa sisa dengan waktu cukup lama. Bayangkan dua orang melawan ratusan hingga ribuan makhluk itu tentu memakan waktu yang lama.

Situasi menjadi sepi sementara, hanya terdengar suara nafas berat kedua Supernova itu. Mereka terlihat begitu kelelahan.

"Sekarang apa? Aku sudah muak melawan mereka tanpa batas." Killer mulai kesal.

"Mana aku tahu. Makhluk bodoh ini bahkan tidak bisa berbicara, tentu saja kita tidak bisa mendapatkan informasi apa pun!" Kid lebih kesal dan marah.

Kid yang paling marah. Setelah bertarung dan berpikir hampir mengalahkan Big Mom secara tiba-tiba ada cahaya terang muncul di tengah pertarungannya, dan secara tiba-tiba Big Mom menghilang dan mereka berakhir muncul di tempat ini. Tanpa tahu apa yang telah terjadi mereka tiba-tiba di serang makhluk aneh seperti mayat hidup yang telah mereka hadapi ini.

Mereka duduk di tanah, mencoba beristirahat berharap rasa kelelahan mereka hilang.

"Sudah berapa kali kita berjalan?" Kid bertanya.

"Entahlah. Satu kilometer atau entahlah.. aku juga tidak ingat. Berjalan kesini sambil bertarung kau pikir aku masih bisa mengingatnya? fafa~," jawab Killer.

Setelah beberapa menit istirahat tiba-tiba saja muncul sosok yang begitu banyak di atas langit. Mereka semua memakai jubah hitam, mereka bisa melihat tangan mereka hanya tulang, membawa sabit besar, wajah mereka tidak terlihat karena kerudungnya. Tatapan mereka tertuju ke arah Kid dan Killer dengan hawa ketidaksukaan, seperti mereka ingin menghabisi mereka berdua. Mereka semua adalah Grim Reaper, si penyerap jiwa.

Kid dan Killer menghela nafas mereka secara bersamaan. Baru beberapa menit beristirahat datang lagi musuh entah dari mana.

"Kalian siapa? Apa mau kalian? Apakah kalian tidak tahu tempat ini adalah milik tuan Hades?" satu sosok itu tiba-tiba berbicara.

Hades? Pikiran Kid dan Killer tertuju dengan nama itu. Siapa Hades? Apakah dia anak buah Kaido? Dan juga pemilik wilayah tandus ini? Akhirnya mereka mendapatkan informasi penting setelah dari tadi mengucurkan keringat tanpa henti. Dan tambah mengejutkan lagi sosok itu bisa berbicara seperti manusia.

"Hades? Siapa kalian? Apakah kalian anak buah Kaido?"

Grim Reaper itu bingung tentunya. Jelas mereka tidak mengenal siapa Kaido. Tuan mereka hanyalah Dewa Hades, pemimpin dunia kematian dan tempat ini adalah salah satu wilayahnya, dan sekarang dua orang asing ini menghancurkan tempat ini. Entah datang dari mana dan langsung menghancurkan apa saja, ini sudah kelewatan batas.

"Siapa pun kalian kami harus membasmi kalian.'' salah satu Grim reaper mengeluarkan sabitnya bersiap-siap menebas kedua penyusup itu.

Kid dan Killer tentu merasa aneh dengan hawa di sabit besar itu, merasakan hawa mematikan membuat mereka harus berhati-hati.

''Hey Killer, apa pun yang terjadi jangan sampai terkena langsung dengan sabit itu, aku merasakan sesuatu tidak baik dengan benda itu.'' Kid berkata dengan sedikit gugup.

''Fafafa~ aku juga.''

beberapa Grim Reaper menerjang mereka berdua sambil mempersiapkan sabit mereka untuk menarik jiwa kedua Supernova itu. Dengan cepat mereka mengayunkan sabit mereka namun secara hebat tebasan mereka di hindari oleh kedua penyusup itu dan lalu si pria bertopeng menebas kedua dari mereka di kepala membuat dua Grim Reaper itu tergeletak di tanah tidak berdaya.

Perlawanan Killer membuat beberapa Grim Reaper tercengang. Itu bukan tebasan biasa karena tebasan fisik biasa tidak langsung membuat mereka langsung tidak sadarkan diri. Kedua manusia itu bukanlah manusia biasa, itu dalam pikiran seluruh Grim Reaper.

"Rhaaaa!"

Kid dengan cepat mengikis sebagian barisan Grim Reaper itu dengan sekali ayunan lengan besinya. Lengan besinya terlihat menjadi tambah besar di karena dia menggunakan [Devil Fruit] nya menyerap bahan logam di dunia ini, walaupun tidak terlalu banyak dengan di dunia nya.

Pertarungan kembali terjadi. Walaupun bertarung tanpa henti, Kid dan Killer masih mengungguli seluruh para Grim Reaper.

Beberapa puluh menit berlalu dan kedua Supernova itu berhasil mengalahkan seluruh Grim Reaper tanpa tersisa. Mereka sudah tidak sadarkan diri setelah terkena pukulan besi dan juga tebasa sabit.

Kid melihat Grim Reaper di depannya, yang satu ini masih terlihat sadar walaupun kesakitan terkena serangan mereka berdua. Kid mencekiknya lalu mengangkatnya, seperti akan mengintrogasi makhluk Underworld itu.

''Hey kau! Dimana ini?! Siapa Hades?! Siapa kalian sebenarnya?!'' Kid bertanya dengan suara keras, mengancam makhluk aneh itu menjawab pertanyaannya.

''S-siapa kalian? K-kalian bukan dari Underworld... Apakah kalian dari bumi?'' Grim Reaper itu menjawab tersedak-sedak akibat cekikan kid.

''Fafafa~ Kid, kau terlalu keras mencekiknya, jadi dia sulit menjawab pertanyaan kita.'' kata Killer merasa sedikit kasihan dengan makhluk itu.

''Cepat jawab! Siapa Hades!?''

''Kalau dugaanku kalian dari bumi... b-baiklah aku akan menjawab pertanyaan kalian.''

Kid langsung melepaskan makhluk itu agar dia bisa menjawab dengan lancar namun bukan berarti dia akan lengah saat makhluk itu mencoba akan kabur. Makhluk itu melihat kedua Supernova itu. ''Tuan Hades adalah pemilik tempat yang kalian duduki, yaitu Underworld.''

''Oh jadi begitu." Kid terdiam sementara memproses informasi ini.

Bukan. Ini bukan Wano, mau bagaimana pun di lihat ini sangat berbeda dengan Wano walaupun Wano memiliki tanah gersang tapi tidak separah ini. Lagian Kid tahu kalau makhluk-makhluk berjubah mereka lawan bukan anak buah Kaido, itu jelas. Penampilan mereka begitu berbeda dari pengguna Smile.

"Fafafa~ sekarang katakan kepada kami apa sebenarnya Underworld."

"Underworld tempat para jiwa yang buruk datang walaupun ini bukan satu-satunta tempat. Underworld di dunia ini banyak versi." jawab Grim Reaper dengan nada lemah.

"Jadi maksudmu kami telah mati?"

"Aku tidak tahu, secara sistem seharusnya kalian sudah mati dan hanya berbentuk roh tapi sepertinya tidak."

"Pertanyaan terakhir. Bagaimana kami bisa menuju ke bumi?" Kid sudah mulai hilang kesabaran.

Seharusnya dia bertarung bersama Topi jerami, Trafalgar dan Roronoa Zoro melawan Kaido dan Big Mom. Tapi sekarang dia malah tersesat di dunia ini seperti ini.

"Kalian bisa berjalan ke selatan dan kalian akan menemukan reruntuhan, di sana kalian akan menemukan portal tua yang sudah tidak di pakai."

"Terima kasih."

Kid tiba-tiba menghantam Grim Reaper itu dengan cukup keras membuatnya tidak sadar. Cara berterima kasih macam apa ini.

"Ayo Killer!"

"Fafafa- ok!"

Mereka berdua berlari menuju ke tempat reruntuhan yang di tunjuk tadi.

-Di reruntuhan.

Reruntuhan ini luas, cukup luas. Banyak patung, pohon kering dan batu-batu bertebaran berserakan. Terlihat sudah cukup lama di tinggalkan.

Di salah saru reruntuhan ada seorang gadis yang memakai jubah putih, biru. Berciri-ciri berambut biru, bermata kuning, rambutnya berbentuk pony tail dan dia memiliki sabit besar di tangan kanannya.

Dia seperti menunggu, seperti sedang bersiap-siap untuk bertarung dengan siapa saja yang ada di depannya.

"Bennia-sama apakah kami boleh membantu?"

"Tidak masalah, lagian aku tidak tahu seberapa kuat penyusup ini."

Gadis itu bernama Bennia. Bisa di lihat dia adalah Grim Reaper atau bisa juga di bilang setengah. Ayahnya ada Grim Reaper kelas atas dan ibunya adalah seorang manusia. Penyebab dia lahir sebagai Hybrid.

"Bennia-sama mereka datang!"

Bennia menatap jauh di depan. Dia bisa melihat dua orang berlari menuju ke sini. Bennia bisa melihat ciri masing-masing di antara mereka dan merasa cukup unik.

Yang satu memiliki tubuh kekar dan memiliki lengan besi dan yang satu lagi memakai topeng dan dua buah sabit putar di lengannya. Yang membuat Bennia kaget adalah ada tumpukan besi berjalan sendiri di belakang si merah, tumpukan itu begitu banyak.

"Apa itu? Sihir? Sacred Gear?" Tanya Bennia heran.

"Entahlah tapi mereka bukan lawan biasa, mereka sudah mengalahkan beratus-ratus pasukan Grim Reaper kita."

Bennia kaget mendengarnya. Jadi benar kalau kedua orang itu sudah mengalahkan pasukan mereka yang bahkan bisa mencabut nyawa makhluk hidup secara singkat.

"Oh aku akan melawannya."

"Anda yakin?"

"Ya, aku akan melawan si pria berambut merah, kalian bisa mengatasi si bertopeng."

Grim Reaper itu mengangguk mengerti lalu menghilang.

Bennia langsung turun ke bawah melompat dari reruntuhan yang dia injak. Dia tidak tahu siapa lawannya tapi dia terlihat begitu percaya diri.

Dia sudah menyiapkan sabitnya di tangan kanannya dan menegangkan diri bersiap-siap untuk bertarung. Tidak ada salahnya bersiap-siapa dalam bertarung.

Hingga kedua orang itu sampai beberapa puluh meter di depannya. Bennia bisa melihat kalau mereka terlihat kelelahan dan pakaian mereka begitu kotor, itu pasti akibat pertarungan mereka melawan ratus Grim Reaper.

"Aku bisa katakan. Kalian hebat bisa mengalahkan para pasukan Grim Reaper berjumlah ratusan. Aku akui itu."

Kid dan Killer melihat seorang gadis di depan. Gadis itu terlihat seperti manusia dari pada para Grim Reaper yang mereka lawan. Mereka heran bisa ada gadis di tempat mengerikan seperti ini.

"Siapa kau?! Apakah kau anak buah dari orang bernama Hades?!" Kid berseru keras. Dia seperti kelelahan jika harus bertarung lagi, seluruh badannya sudah mulai pegal-pegal.

"Kasar sekali, apakah seperti itu caramu berbicara dengan seorang gadis? Sepertinya kau tidak terlalu populer dari kalangan wanita jika sikapmu seperti itu." Bennia mengejek.

"Apa katamu?!" Kid tentu marah dan jengkel.

Tiba-tiba muncul puluhan hingga ratusan Grim Reaper di samping dan belakang gadis itu.

"Sial, seperti dugaanku."

"Fafafa~ apa yang harus kita lakukan Kid? Melawan mereka atau melarikan diri? Sejujurnya energi ku sudah terkuras cukup banyak."

Kid memerhatikan gadis dan para Grim Reaper itu. Dia mencoba membuat rencana agar bisa menang melawan gadis asing itu.

"Killer, coba kau cari dimana portal itu berada. Sepertinya ada di sekitar reruntuhan ini. Jika kau sudah menemukannya, kasih aku tanda dan kita pergi dari tempat ini."

"Fafafa~ tapi walaupun aku menemukannya, bagaimana cara mengaktifkannya?"

"Kalau itu kau bisa pikirkan sendiri. Aku serahkan kepadamu Killer!"

Kid dengan cepat meluncur ke depan. Kecepatannya membuat para Grim Reaper kaget. Dan dengan cepat dia menggunakan lengan besi raksasanya menimpa puluhan Grim Reaper.

Bennia ikut kaget tiba-tiba saja pria aneh itu menyerang. Dia menyiapkan sabitnya dan lalu maju menyerang pria berambut merah itu. Dia bisa melihat celah saat pria itu sibuk melawan para Grim Reaper, sabit siap menebas kepalanya dari belakang namun tidak di sangka ada besi melindungi kepala nya.

Bennia terpukul kebelakang saat kalah tenaga dengan besi pelindung pria itu.

"Kekuatannya magnet?" guman Bennia bertanya-tanya.

Kid membalas Bennia dengan lengan besinya namun serangannya meleset karena kecepatan hindar Bennia.

Bennia kembali mencoba menebas Kid tapi tetap saja besi di sekitar tubuhnya seperti melindunginya. Percuma sabit yang di milikinya jika tidak bisa menyentuh sedikit kulit pria itu.

"Repel!"

Besi dan logan di sekitarnya tiba-tiba saja berpencar entah kemana, ada yang mengenai para Grim Reaper, menghantam reruntuhan atau terbang kemana. Sepertinya pria itu sengaja melakukannya, mencoba membuat kebingungan.

"Bagus, sekarang tidak ada besi yang melindungi mu!" Bennia dengan cepat maju menyerang Kid.

'slang'

Kid berhasil menangkis serangan Bennia dengan tangannya yang sudah di lapisi [Armament Haki].

Bennia terkejut. Dia memang berhasil mendaratkan serangan tetapi tiba-tiba lengan pria itu menghitam dan mengeras.

"Serangan milikku tidak berefek? Seharusnya jiwa orang ini tercabut keluar." Bennia berpikir dengan masih rasa terkejut.

Kid membalas memukul dengan lengan besinya. Bennia memang berhasil menangkisnya namun kekuatan pukulan pria itu berhasil membuat dirinya terpental kebelakang. Dia menabrak salah satu bangunan yang sudah hancur.

Kid merasa puas melihat gadis menjengkelkan itu terpental ke belakang, walaupun dia tahu kalau itu masih belum membunuhnya.

Bennia terbangun dengan rasa sakit di punggungnya. Pukulan itu masih membuat syok dirinya.

"Tidak heran kau bisa mengalahkan para Grim Reaper dengan mudah."

"Para gerombolan makhluk berjubah itu bukanlah tandingan ku." Kid menyombongkan dirinya.

Bennia mulai kesal dengan sifat lawannya.

-dengan Killer.

"Fafafa~ anjing berkepala tiga. Dunia ini absurd juga sama seperti duniaku."

Killer memerhatikan ada anjing besar berkepala tiga di depannya. Anjing itu mengeram marah kepada Killer. Seperti melihat mangsa siap di koyak-koyak tubuhnya.

"Ini adalah kloningan makhluk bernama Cerberus, anjing penjaga Underworld. Kau akan mati di sini sekarang juga penyusup!"

Cerberus maju menerjang Killer yang masih diam saja, namun dengan tiba-tiba salah satu kepala Cerberus terputus dengan cepatnya. Semua Grim Reaper syok dengan begitu cepatnya Killer menebas Cerberus.

Sabitnya walaupun di putar dengan mesin tapi tebasan nya lebih kuat dari mesin biasa.

"Fafafa~ makhluk ini bukan apa-apa. Lagian kulitnya tidak sebanding dengan Kaido." Killer mengejek.

Si anjing neraka belum mati walaupun salah satu kepalanya putus. Dia masih marah menatap Killer seperti merasa terhina.

Makhluk itu menerjang lagi namun kali ini tidak satu atau dua bagian tubuh terputus tapi empat sekaligus. Killer berhasil menebas dua kaki dan dua kepala terakhir makhluk itu, serangan itu mampu membuat makhluk itu mati dan tergeletak di tanah.

Semua Grim Reaper terdiam menyaksikan hal ini. Walaupun makhluk itu kloningan Cerberus yang asli tapi tidak biasa jika makhluk itu kalah hanya dengan beberapa tebasan, atau memang lawannya terlalu kuat.

"Kau punya skill bagus, penyusup. Hanya beberapa orang saja yang bisa mengalahkankan makhluk itu."

"Fafafa~ terima kasih. Tapi aku harus segera mencari portal itu jadi aku harap kalian minggir!"

"Maaf saja. Tapi tidak akan kami biarkan kalian kabur walaupun hanya seutas rambut saja."

Para Grim Reaper bermunculan lagi dengan lebih banyak. Dan kali ini makhluk yang Killer bunuh tadi ternyata tidak hanya ada satu. Bahkan ada dua sekaligus!

Killer terdiam bukan merasa takut. Melawan Kaido membuatnya merasa pertarungan ini hanya hal kecil baginya.

-kembali dengan Kid.

Beratus-ratus tubuh Grim Reaper tergeletak di tanah. Tidak sanggup melawan satu pria dengan kekuatan magnet.

"Huft, huft." Kid merasakan kelelahan. Tenaganya hampir habis, jika terus seperti ini maka dia pasti kalah kehabisan stamina. Kid mengangkat tangannya. "Repel!" Sekali lagi dia memanggil besi dan logam yang masih bisa si gunakan. Tentu saja jumlah semakin sedikit dan lagi tempat ini sangat sulit menemukan logam dan besi seperti di dunianya.

Bennia sekali lagi bisa melihat kekuatan aneh orang itu.

"Entah Sacred Gear atau sihir unik yang pasti kekuatannya membuatku kesulitan menyerangnya secara langsung. Dan lagi bagaimana tangannya tiba-tiba menghitam? Kekuatan yang lain?" Bennia terus bertanya-tanya tentang Kid, sambil menyaksikan anak buahnya di hajar.

Mau berapa kali Bennia dan para Grim Reaper mencoba menyerang Kid, selalu saja besi itu di gunakan Kid untuk berlindung dan secara bersamaan di gunakan untuk menyerang. Dan lagi pria itu memiliki tenaga monster yang sampai membuat Bennia terpental ke belakang dengan satu pukulan.

"Sepertinya aku harus menggunakan kecepatan untuk mengalahkannya." Bennia memposisikan lagi tubuhnya untuk menyerang Kid. Tapi kali ini sepertinya dengan satu serangan cepat.

Bennia meluncur ke depan dengan cepat, begitu cepat sehingga bisa melihat afterimages nya sendiri.

Dan mengejutkan hanya dengan dua detik dia sampai di dekat Kid dan memposisikan sabitnya siap mencabut nyawa si Supernova itu.

Namun dia malah sendiri yang terkejut. Kid menangkis tebasan Bennia dengan lengan besinya. Kid tahu kalau Bennia akan menyerang dengan tiba-tiba seperti ada kekuatan yang bisa merasa sesuatu walaupun tidak melihat.

"Apa?! Di tahu!" batin kaget Bennia.

Kid tidak membiarkan kesempatan ini. Dia memegang sabit Bennia dengan lengan besinya dan melempar Bennia ke langit. Bennia kaget lemparan Kid begitu kuat sehingga membuat dirinya terlempar ke atas langit, dia melihat akan melancarkan serangan lagi. Dia melihat Kid membuat harpoon gun besar.

"Punk pistol!" tiba-tiba muncul tombak-tombak besi siap menusuk Bennia.

Bennia bisa menangkisnya dengan skillnya tapi serangan Kid berhasil membuat tangannya kesakitan yang bahkan bergetar.

Belum sampai di situ. Kid melompat ke atas langit melihat dari atas Bennia dan para Grim Reaper. Dia lalu membuat lengan begitu besar siap menghantam Bennia dan para Grim Reaper.

"Punk Gibson!"

Lengan raksasa itu meluncur ke bawah menyerang Bennia dan puluhan Grim Reaper. Mereka harus tertimbun ke tanah oleh serangan Kid ini, termasuk Bennia yang kesakitan merasakan hantaman besi dan logam dengan kuat.

Kid mendarat ke tanah. Dia merasa senang serangannya itu berhasil melumpuhkan si gadis menjengkelkan itu walaupun dia masih sadar. Namun dia sudah tidak punya waktu, tenaga, stamina, [Haki] nya sudah mulai habis. Mungkin beberapa puluh menit lagi mereka bertarung pasti dia akan tergeletak tidak berdaya.

Saat melihat para Grim Reaper mulai berkumpul lagi Kid melihat di belakang mereka ada cahaya kecil. Seperti sebuah pantulan cahaya menandakan sesuatu.

"Ini dia!" Kid tiba-tiba maju ke depan berlari.

Para Grim Reaper mempersiapkan diri saat akan di serang lagi namun dugaan mereka salah. Pria itu malah melompati mereka semua dan berlari menuju ke salah satu reruntuhan yang lebih besar.

"Jangan biarkan dia kabur!" Bennia menyuruh seluruh Grim Reaper.

Mereka semua mengejar Supernova itu. Walaupun membawa banyak logam dan besi Kid ternyata sangat kencang larinya.

"Sial, mereka benar-benar tidak membiarkanku lepas." Kid melancarkan beberapa serangan di belakangnya. Serangan ini begitu acak mencoba memperlambat kecepatan mereka.

Benni yang paling cepat dari seluruh Grim Reaper tentu jadi yang paling membuat Kid kesal.

"Wanita kecil sialan. Walaupun terlihat seperti anak-anak dia memiliki stamina kuat."

Kid berhasil masuk ke dalam reruntuhan dan melihat Killer yang sudah berhasil mengalahkan semua musuhnya. Dia juga sepertinya sudah mencapai batas.

"Kau menemukannya?"

"Ya, ayo cepat!"

Mereka berdua berlari masuk ke salah satu lorong yang cukup panjang.

"Apakah kau tahu cara mengaktifkannya?"

"Aku dengar cara mengaktifkannya dengan menggunakan sihir."

"Sihir? Di dunia ini ada sihir?" Kid terheran-heran. [Devil Fruit] dan [Haki] adalah sumber kekuatan di dunianya. Namun kali ini dia baru pertama kali mendengar sihir.

"Lalu kau berhasil membuka portal itu?"

"Ya, untungnya salah satu orang berjubah itu memiliki sihir."

"Bagus."

Kid dan Killer merasakan ada serangan dari depan saat menggunakan [Observasi Haki] mereka. Sebuah sabit besar meluncur kencang mencoba menebas salah satu dari mereka, namun untungnya kedua Supernova itu bisa menghindarinya.

Tetapi tiba-tiba sabit itu bisa berbalik sendiri mengagetkan kedua bajak laut itu. Killer menggunakan Punisher nya menangkis sabit besar itu. Dan benda tajam itu menuju kembali ke depan.

Tampak pemilik sabit besar itu adalah Bennia.

"Tidak akan ku biarkan kalian kabur," ucapnya dengan nada mengancam.

"Wanita keras kepala." Kid geram.

"Fafafa~ kau masih kesulitan melawan wanita kecil ini Kid?~" Killer mengejek.

"Diam kau Killer! Wanita ini keras kepala. Lagian kenapa dia tidak memakai celana!" Kid menatap bawah wanita itu.

Memang benar. Bennia hanya memakai jubah tanpa celana. Jubahnya lah yang menutupi sekaligus bawahannya.

"Memangnya kenapa?" Bennia tidak acuh.

"Kau tidak punya rasa malu!?"

Killer tertawa melihat mereka adu berbicara satu sama lain. Padahal tadi mereka hampir membunuh satu sama lain.

"Penyusup seperti kalian harus mati."

"Hah? Sadar diri bodoh! Kau yang akan mati, walaupun kau memiliki kekuatan aneh dan beribu prajurit tidak akan bisa mengalahkan ku." Kid menyombongkan diri.

Bennia cemberut. Sejak bertemu dengan pria ini, mood nya menjadi buruk. Dan terus memburuk.

"Hey Killer, dimana portal itu?"

"Fafafa~ di bawah kita. Jika kau menghancurkan lantai ini maka portal itu akan kelihatan."

Kid tersenyum. Pada akhirnya rencana mereka berhasil.

"Repel!" Kid dengan tiba-tiba menggunakan tekniknya memanggil seluruh besi dan logam di tempat ini. Dia sepertinya sengaja akan menghancurkan tempat ini.

Bennia sedikit panik. Di tempat sempit ini apa yang di rencanakan pria berambut merah di depannya. Apakah dia mau menghancurkan tempat ini?

"Tunggu jangan bilang kau..."

Tangan Kid menyentuh lantai dan secara tiba-tiba lantai hancur membuat mereka berdua terjatuh.

"Orang ini. Dia mau kabur dengan menggunakan portal sekaligus menghancurkan tempat ini agar tidak ada yang bisa mengejarnya." batin Bennia.

Di lantai bawah mereka bisa melihat ada lingkaran seperti sebuah portal menyala. Itu adalah portal menuju ke dunia manusia, portal itu sudah cukup tua.

Kid dan Killer langsung mencoba masuk ke dalam portal itu. Bennia mencoba mengikuti mereka tapi besi dan logam menghalanginya, dari tadi Bennia merasa jengkel dengan kekuatan magnet milik Kid.

Kid berbalik sebelum masuk ke dalam portal. "Sampai jumpa wanita keras kepala!"

Bennia merasa aneh dengan tumpukan besi di sekitarnya.

"Ini bom!" panik Bennia.

*Bom*

Sebuah ledakan terdengar dari dalam reruntuhan besar itu. Ledakan itu cukup besar sehingga membuat shockwave. Para Grim Reaper menyaksikan hal itu hanya bisa terkejut, tidak menyangka para penyusup itu meledakkan bom begitu kuat.

"Bennia-sama!"

Tidak ada yang tahu bagaimana nasib ketua mereka. Ledakan itu bisa membunuh siapa saja yang ada di sekitarnya, namun mereka berharap kalau Bennia masih hidup.

Beberapa saat situasi menjadi lebih tenang. Para Grim Reaper bisa melihat bekas ledakan yang cukup besar itu. Reruntuhan yang tadi kokoh berdiri menjadi hancur berkeping-keping. Dan tidak ada tanda-tanda Bennia.

Wush!

Tiba-tiba muncul seseorang di samping kanan para Grim Reaper. Itu adalah Bennia yang ternyata selamat dari ledakan bom itu.

"Bennia-sama, anda baik-baik saja?" salah satu Grim Reaper itu bertanya.

"Aku tidak apa-apa. Tapi mereka berdua berhasil masuk ke dalam portal. Si pria berambut merah itu licik," kesal Bennia.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

"Laporkan kepada Hades kalau penyusup itu berhasil kabur. Ini pasti membuatnya tidak senang."

Bennia merasa khawatir kalau kedua orang tadi bisa membuat masalah lebih besar. Entah apa tujuan mereka? Apakah mereka benar-benar penyusup? Atau kah mereka hanya orang yang terdampar disini? Dari berita yang salah satu Grim Reaper katakan mereka benar-benar tidak tahu tempat ini.

"Siapa mereka?" Bennia bertanya-tanya.

-Kyoto (beberapa bulan setelah mundurnya Fraksi pahlawan dari Kyoto).

Di sisi lain. Salah satu Supernova juga ada di sini. Di adalah Trafalgar D Water Law.

Sudah cukup lama dia berada di tempat ini atau di dunia. Terpisah lalu akhirnya bisa bertemu dengan si topi jerami lagi itu sudah menjadi kemajuan bagus. Mereka terjebak di dunia lain yang begitu berbeda dengan dunia mereka. Di dunia ini cukup banyak kepulauan, bahkan yang paling besar di sebut benua. Tugas mereka masih memiliki tujuan yang sama, yaitu kembali ke dunia mereka.

Law berada di tempat ratu. Dia adalah salah satu orang terpenting di negri ini. Sang penjaga Kyoto, itulah gelarnya. Dan di sisi lain juga sebagai seorang dokter. Law sedang memakan onigiri dan teh hijau dengan santai. Dia barusan pulang dari mengobati para Yokai yang sakit.

"Ara~ kau sudah pulang. Law-san."

Law mendengar suara merdu dan menatap ke asal suara itu. Dia melihat sang ratu Kyoto yaitu Yasaka masuk ke dalam ruangan. Tubuhnya basah kelihatan habis mandi.

"Kau seharusnya mengeringkan tubuhmu terlebih dahulu." Law memerhatikan.

"Fufufu~ kenapa? Bukankah kau senang jika aku seperti ini?~" Yasaka menggoda sambil mencodongkan tubuhnya ke depan.

Law langsung salah tingkah. "Wanita ini... Kenapa wanita di dunia ini kebanyakan seperti ini." guman kecil Law. Wajah dokter bedah itu memerah.

Yasaka tersenyum puas berhasil menggoda pria itu. Sudah sering dia menggoda pria dunia lain itu dan menyukai setiap reaksinya. Rubah memang di kenal sebagai hewan penggoda.

"Kau senang kan?~" Yasaka menaruh jari telunjuknya di bibir lembut miliknya.

"Hentikan!" mata Law melotot. Dia benar-benar jengkel tapi bukan berarti dia tidak menyukainya. Godaan si rubah berhasil.

"Fufufu~." Yasaka tertawa pelan sambil menutup mulutnya.

Law cemberut tapi masih lanjut memakan onigirinya.

Beberapa saat kemudian pintu di ketuk dari luar. Law dan Yasaka menyadarinya, mereka membenahi diri masing, karena tamu akan datang.

"Silahkan masuk." Yasaka memberi izin.

Pintu terbuka menunjukkan sosok seperti gagak. Itu adalah Yokai Tengu.

"Yasaka-sama, Law-sama, saya memiliki berita cukup besar." Tengu itu menundukkan dirinya sambil memberi informasi.

"Apa itu?" Yasaka penasaran.

Law juga penasaran.

"Ini tentang Underworld yang di serang beberapa bulan yang lalu. Dan mengagetkannya lagi ini sepertinya berita untukmu Law-sama."

Law berhenti memakan onigiri nya. Dia agak terkejut, atau para malaikat Heaven sudah menemukan di mana Kid dan Killer?

Bersambung.


Saat minta maaf jika sudah cukup lama menunggu hingga setahun lebih.

Jujur saya kurang termotivasi setahun lalu, hanya itu saja. Kali ini saya dapat ide dan motivasi dan akhirnya bisa menulis chapter kali ini.

Chapter kali ini tentang Kid dan Killer. Sangat di sayangkan jika kalian ingin mengetahui kabar Luffy dan lain-lain. Tapi saya mencoba fokus kesini dulu.

Dan lagi di chapter terbaru One Piece, telah banyak kejadian dan kejutan besar. Dan itu salah satu membuatku termotivasi kembali.

Sampai jumpa di chapter berikutnya.

Salam Author.