Namikaze Naruto seorang guru Bahasa inggris, sifatnya dia itu tegas namun ramah terhadap para murid, para murid benar-benar menyukainya karena sifatnya itu, pria yang kelihatannya berumur 28 tahun itu serta pakaian yang biasa ia kenakan berwana orange telah menjadi trend mark tersendiri bagi identitasnya selama 10 tahun ini, namun tidak ada yang tau siapa sebenarnya Naruto ini.

Di suatu pagi yang cerah, dengan membawa mobil Mi*sub*shi miliknya pria berambut pirang itu pergi menuju kearah sekolah tempat ia mengajar selama 4 tahun ini, ya dia mengajar disekolah campuran yang dulunya adalah sekolah khusus putri, kenapa Naruto bisa mengajar disana padahal sekolah ini adalah sekolah khusus putri? Ah itu karena Naruto mendapat tawaran kerja dari kepala sekolah ini menjadi guru magang namun ternyata dia disukai oleh para murid sehingga ia diangkat menjadi guru permanen.

Sembari keluar dari mobilnya Naruto keluar dan menyapa para murid sembari berjalan menuju ruang guru untuk persiapan mengajarnya.

"wah itu Namikaze-sensei."

"Dilihat darimana pun dia benar-benar terlihat keren."

"benar."

Gossip dari para murid, hal itu memang sudah biasa Naruto dengarkan sepertinya ia benar-benar keren sampai harus mendengar gossip itu, Naruto terlihat agak mengabaikan bisikan-bisikan yang sepertinya berbicara tentang dia, lalu berjalan memasuki ruang guru dengan santai.

"Namikaze-sensei ohayo."

"Ah Ohayo Ryo-sensei."

Salah satu rekan mengajar Naruto adalah Ryo kawabaki seorang guru muda disini berumur 24 tahun yang mengajar Bahasa jepang.

"Yo Namikaze."

"Paul,Ohayo."

Naruto berbalik dan melihat rekan lainnya disini yaitu Bernama Paul Logba seorang pria asal prancis yang dulu adalah pemain bola professional namun harus pensiun di usia 29 tahun karena cedera serius yang menimpanya waktu ia bermain.

"saying sekali kau tidak datang kemarin Namikaze, Bir di bar itu enak sekali loh." Ujar Paul dengan nada menyayangkan kepada Naruto, sementara itu Naruto hanya menghela nafas.

"ah lain kali aku akan ikut, kebetulan kemarin aku punya sedikit urusan." Ujar Naruto dengan nada santai kepada Paul.

"urusan?!" Paul bertanya dengan nada heran.

"ya, tentu saja ini." Ujar Naruto sambil menunjukkan akun S*eam miliknya yang memiliki banyak game.

"kemarin adalah hari libur, aku harus menamati banyak list yang tertunda." Ujar Naruto semangat kepada Paul.

"ya ya maniak game." Ujar Paul dengan mengerinyit bosan dan bersiap keluar kelas.

"Bila kau seperti itu terus nanti para cewe akan jijik sama kau loh, lihat para guru, dulu mereka menyukai mu sekarang mereka tidak terlihat seperti itu." Ujar Paul menunjukkan keadaan sekitar, dimana reaksi para guru benar-benar berbanding terbalik dengan para murid-muridnya.

"maa aku tidak terlalu memikirkan tentang itu." Ujar Naruto santai sambil menghela nafas dan berjalan keluar kelas bersama dengan buku-buku yang ia pegang untuk pelajaran hari ini, semoga saja para murid menyukai pelajaran hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya.

Dapat terlihat Mentari telah berada di puncaknya saat ini merupakan saat dimana para murid keluar untuk pergi kekantin dan membeli makanan serta beristirahat, sama halnya dengan Naruto, Naruto baru saja keluar dari kelas dengan Langkah pelan menuju kearah ruang guru.

Diruang guru terlihat Paul sepertinya dia kelelahan, dan juga para guru yang terlihat sibuk dengan urusan mereka sambil memakan makanan mereka.

Naruto berjalan menuju kearah mesin penjual minuman otomatis dan memilih dua kola setelah memasukkan uang sebesar 300 yen.

"sepertinya kau kelelahan Paul."

Ujar Naruto sambil menaruh satu kaleng kola pada Dahi Paul.

"hmm? Ah Kola ini benar-benar nikmat di hari yang sangat panas ini, thank you." Ujar Paul dengan nada semangat kepada Naruto, sepertinya ia Kembali semangat.

"ah benar-benar nikmat." Ujar Naruto setelah meminum kola miliknya ini, dan kembali ketempat duduknya untuk mengatur nilai serta materi yang akan ia ajarkan kepada kelas lain.

"nee Namikaze, apa kau tau insiden kematian misterius akhir-akhir ini?"

Tanya Paul kepada Naruto, sementara itu Naruto terlihat tertarik dan mulai masuk dalam obrolan ini.

"insiden kematian ya, kurasa aku sering mendengarnya, apalagi Kuoh sudah beberapa kali ada kasus seperti ini." Ujar Naruto sambill kembali meneruskan pekerjaannya.

"ya tapi tetap saja, para murid benar-benar suka sekali menceritakan hal itu sampai aku bosan mendengarnya." Ujar Paul dengan nada sedikit bersungut-sungut ini.

Bukan Naruto tidak tau, tentu ia tahu apa yang terjadi disini hanya saja hal ini terlalu sulit dibicarakan kepada orang-orang awam seperti Paul ini, bisa-bisa ia dikatakan sebagai orang gila bila ia menceritakan yang sebenarnya kepada Paul.

"maa selama kita berhati-hati harusnya tidak akan kena kepada kita." Ujar Naruto santai sambil kembali berdiri lagi dan mulai membawa buku-buku pelajaran lagi.

"ah sudah mau jam masuk lagi." Ujar Paul yang kini juga ikut beranjak dari tempat duduknya.

Mentari sudah kembali beranjak, langit sudah merah dan angin sejuk pun cukup mulai berhembus, menandakan hari sudah sore, dapat terlihat para siswa telah berjalan keluar dari sekolah, sebuah suasana yang benar-benar menjadi kebiasaan orang Ketika pulang sekolah, mereka terrlihat berbincang sepanjang mereka berjalan dan sebagainya.

Naruto sendiri berjalan santai menuju kearah mobilnya, bersama dengan Paul.

"Namikaze, apa benar kau tidak mau ikut, aku mau ke bar lagi hari ini." Ujar Paul dengan nada heran kepada Naruto, sementara itu Naruto hanya menghela nafas sambil terus berjalan ke mobilnya dengan wajah senangnya.

"sepertinya aku hari ini Pass dulu, aku ingin menyelesaikan beberapa misi manhunt ku." Ujar Naruto santai kepada Paul.

"ya ya maniak." Ujar Paul santai sambil berjalan kearah mobil lamboginhi miliknya dan langsung banting stir pergi ke bar.

Sementara itu Naruto kembali kerumahnya dengan mobilnya, ia memutar salah satu music kesukaannya yaitu GYM Stereo, sebuah lagu lawas yang benar-benar bagus, Naruto terlihat cukup menikmati lagunya.

"aku benar-benar beruntung bisa menyaksikan konser mereka saat ini menjadi lagu baru." Ujar Naruto dengan nada santai diperjalanan ia tak sengaja melihat murid mesumnya yang Bernama Hyodo Issei, dari kalangan semua guru,murid,staff,tukang kebun, dan lain-lain sudah mengetahui tabiat dari Hyodo Issei ini, sebagai orang mesum.

Naruto kini menggerakan mobilnya melambat dan melihat Hyodo sedang bersama seorang perempuan yang terlihat polos itu.

"jadi target mereka selanjutnya itu Hyodo ya, dasar gagak sialan." Ujar Naruto sambil membawa mobilnya pergi menuju kearah rumahnya.

Naruto kini sampai dirumahnya, sebuah rumah tingkat dua cukup sederhana dengan memiliki beberapa kamar tidur dan dua kamar mandi di lantai 2 dan lantai 1. Sementara itu Naruto berjalan ke ruang tamu menghempaskan dirinya di sofa sambil melihat kearah sebuah lukisan,

"Sudah lama sekali, sejak hari itu Carmeara."

TBC