TRIGGER
Naruto buatan Masashi Kishimoto
Highschool DXD buatan Ichie Ishibumi
serta seluruh karakter yang ada disini buatan pencipta masing-masing
Chapter 4 (Monster With Ability )
Bau dari besi tercium dengan sangat pekat, seluruh daerah penuh dengan darah, angin yang berhembus pelan melambaikan rambut pirang itu, mata biru itu tidak terlihat cahayanya, seolah cahayanya menghilang dan tidak pernah kembali kepadanya.
"UARGH!"
Dia berteriak, berteriak, dan berteriak.
Tidak ada yang bisa mendengarnya, air matanya mengalir membanjiri wajah yang sudah penuh dengan darah manusia, dengan tangan yang berlumuran darah dia membelai gadis muda yang berada pada pangkuannya.
Panas tidak terasa pada tubuhnya, tiada getaran pada dirinya, dan tidak ada nafas yang berhembus darinya,
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA." Sekali lagi pria itu berteriak, namun sia-sia tidak ada yang bisa mendengarnya.
"Kenapa? Kenapa ini terjadi?!" ujar pria itu sambil memeluk tubuh tak bernyawa gadis itu.
"nii-chan kenapa kamu tidak menyelamatkan ku?"
Sebuah suara muncul dalam benaknya, sosok anak berumur 5 tahun dengan tubuh bersimbah darah memegang kaki pria itu.
"apa janji mu palsu?"
Kali ini suara seorang pria tua dari belakangnya memegang Pundak nya.
"tolong kami!"
Suara-suara itu semakin keras terdengar, pria itu tidak bisa berkata-kata, tubuhnya bergetar, matanya terbelalak.
"TOLONG KAMI!"
Suara itu semakin terdengar dengan sangat jelas, pria itu mencoba bangkit.
*srak*
Dia dipaksa tunduk ketanah.
"apa yang bisa kamu lindungi dengan tangan berdarah itu?" sebuah suara terdengar, pria itu mendengarnya dengan air mata berlinangan.
"tangan mu lah yang membunuh kami!" suara itu memberikan pertanyaan menusuk, pria itu tidak bisa menjawabnya, bibirnya terasa terpaku sehingga ia tidak bisa berbicara.
"kata mu, kau akan melindungi kami?!" suara itu kembali bertanya.
"melindungi? Apa yang kau lindungi!"
Suara itu makin keras.
"Maafkan aku."
Pria itu memohon maaf kepada suara itu.
"katakan pada ku, apa yang kau lindungi hah!"
Suara itu semakin keras, bagai ada tekanan yang keras menghantam tubuh pria itu, pria itu tidak bisa menjawab.
"kenapa? Kenapa dengan tangan mu, kau menghabisi kami?" suara itu terdengar lagi.
"Maaf…" suara parau itu terdengar sangat menyedihkan
"Bangunlah Naru-sensei." Sebuah suara lembut terdengar, sosok cahaya samar-samar terlihat, membawa pria itu kembali kealam kesadarannya.
"haah haah haaah."
Naruto terbangun dengan keringat dingin mengalir disekujur tubuhnya.
"apa kau tidak apa-apa Naru-sensei?!" suara Mana mengalihkan perhatian Naruto kepadanya, hal itu membuat Naruto reflek memeluknya, namun ia tidak dapat menyentuhnya.
Tubuhnya menembus tubuh Mana setiap kali ia ingin memeluk Mana?
"anu sensei apa yang kamu lakukan?" tanya Mana sambil tersenyum bingung kepada Naruto.
"haah haah maaf, pikiran ku penuh." Ujar Naruto sambil mengelap keringatnya yang bertumpahan sejak ia bangun.
"sensei ini aneh-aneh saja." Mana sambil tersenyum mengatakan itu membuat Naruto merasa lebih tenang, serasa pikirannya yang kacau kembali teduh.
"tapi sensei apa sensei tidak siap-siap?" tanya Mana kepada Naruto.
"hmm?" Naruto melihat kearah jam, jam menunjukkan pukul 07.42, artinya tinggal sebentar lagi waktu bel masuk jam pertama di kuoh sudah masuk.
"ah shimatta." Gumam Naruto melihat jam dimana ia harus segera beranjak dari tempat tidurnya.
*kriiing kriiing*
Suara telfonnya berbunyi, ketika Naruto melihat siapa yang menelpon, disitu tertera nama Logba.
"haaah ku rasa ia akan bertanya." Ujar Naruto dengan nada santai, ia tahu betul temannya Logba, dia adalah seseorang yang peduli terhadap temannya walau hobi nya adalah mabuk-mabukan, tapi dia adalah seorang teman yang baik.
"halo?"
Naruto mengangkat telfonnya itu.
*Naruto Pov*
"oi Namikaze, sepertinya kita akan mendapatkan jatah cuti." Ujar Logba kepada ku, sebuah tanda tanya besar muncul diatas kepala ku.
"hmm libur, aku rasa ini bukan tanggal merah."
Tentu ini bukanlah tanggal merah, selain itu ini belum tanggal 1 april dimana orang-orang akan mulai berbohong dan disebut sebagai hari kebohongan, manusia itu benar-benar aneh ada saja acaranya yang aneh-aneh.
"bukan begitu, sekolah kita, rata dengan tanah." Ujar Logba kepada ku, nadanya sedikit bergetar, ada yang aneh, Logba bukanlah seseorang yang penakut lantas kenapa suaranya bergetar?
"tunggu sebentar memangnya apa yang terjadi?" aku kebingungan, selain itu di jaman ini seharusnya kekuatan yang diluar manusia itu jarang terlihat karena dianggap fantasy, tunggu apa jangan-jangan karena kekuatan itu?
"Logba? Logba!"
Aku berteriak, telfon ku terputus, disaat seperti ini telfon terputus benar-benar aneh, tanpa pikir Panjang aku langsung keluar berlari dari apertement ku, meski masih menggunakan pajama namun siapa peduli itu, yang penting sahabatnya selamat dulu.
Ia berlari dengan kekuatan diluar nalar manusia, karena memang dia bukanlah seorang manusia, dia adalah seorang ancient giant.
"Naru-sensei Naru-sensei!" sepertinya Mana memanggil ku namun tidak ada waktu lagi, aku harus fokus.
Sesampai ku disana, aku melihat Logba berdiri kagum melihat sebuah bongkahan meteorit besar dengan dua antenna di dua lubangnya,
"oi Logba kau gak apa-apa?!" tanya ku mencoba menepuk Pundak Logba,
"Hwaa sial kau bikin kaget saja." Ujar Logba kepada ku, aku menatap tajam kepada meteorit ini, ini bukanlah meteorit biasa, ini adalah Bulton sebuah Kaiju yang mirip dengan meteorit, kalau tidak salah aku pernah melawannya dulu.
"ayo kita pergi dari sini, biar pihak sekolah yang mengurus meteorit ini." Ujar ku kepada Logba, sebenarnya mustahil bagi para manusia untuk mengurus bulton, kemampuan warpingnya benar-benar merepotkan, namun untuk Ruin Princess seperti Rias atau Sitri Legacy seperti Sona seharusnya mereka bisa melakukan sesuatu untuk ini.
"benar juga, lagipula apa kau benar-benar mengenakan itu keluar?" ujar Logba memperhatikan penampilan ku.
"hei mau bagaimana lagi, kupikir kau akan mati jadi aku segera kesini, tapi sayangnya harapan ku salah." Ujar ku dengan nada santai.
"sialan kau benar-benar mengharapkan kematian ku," Logba terlihat kesal dengan perkataan ku, aku hanya menghela nafas kemudian berbalik.
"ayo segera menyingkir dari sini, aku jadi punya waktu untuk meneruskan mimpi indah ku lagi." Ujar ku sambil berbalik.
"tunggu kau kesini tidak memakai mobil mu?" ujar Logba yang baru memperhatikan kalau aku kesini tidak membawa mobil.
"eh iya juga ya." Ujar ku yang baru sadar akan hal itu juga.
"hahahaha." Suara tawa Logba benar-benar membuatku annoying ah siapa saja tolong hentikan tawa si sialan ini, dia pasti akan mengejek ku lagi karena ini.
"sudahlah, kalau begitu mari kita pergi bermain." Ujar Logba menggenggam tangan ku, ah bila ini manga romance dan Logba adalah perempuan ini akan menyenangkan tapi, ditarik oleh seseorang seperti Logba ini benar-benar sebuah kejijikan, sial mungkin saja akan ada yang berpikiran aneh tentang aku dan Logba.
Aku tahu benar bagaimana pikiran seorang anak perempuan remaja dan seorang dengan kelainan jiwa, ya mereka akan menganggap adegan ini sebagai adegan BL, ya Tuhan, mau siapapun itu Budha,Allah,Jesus,Sidharta Gautama,Vishnu, dan lain-lain tolong jangan biarkan seseorang melihat adegan ini, ini benar-benar membuat harga diriku turun.
"Kyaaa Naru-sensei dan seorang pria hitam akan melakukan *** KYAAA." Aku mendengar suara dari Mana berteriak kegirangan akan hal ini, aaah ini memalukan, dia mendapatkan satu point untuk mengejek ku.
SIALLLLLL hentikan ini sekarang!
Setelah kejadian yang menyiksa batin seorang Namikaze Naruto, kini akhirnya mereka tiba disebuah tempat futsal, dimana disana sudah ada delapan orang lainnya, namun wajah mereka cukup familiar.
Aaaah aku ingat mereka adalah teman-teman Logba yang bermain untuk sebuah klub medioker inggris, ah aku paham, kalau tidak salah ada David Henderson, dan juga Le De Gea, sebagai dua kiper, kemudian ada Phil Maguire seorang bek yang dibeli dengan harga 88 juta pounds tapi yah ga worthed sih,Victor Varane dia adalah Bek super dari klub ini Cuma keseringan cedera, kemudian ada Dony Fernandes ya seseorang yang sangat jago penalty tapi sering segan ketika akan kalah, kemudian ada Juan Linggard seseorang yang jago mengolah bola di lini tengah namun pendek, kemudian Bruno Ronaldo, dia salah satu orang yang carry klub medioker ini, sejujurnya dia lebih baik pindah ke klub yang lebih bagus, kemudian ada Jadon Rashford dia adalah pemain muda yang sangat hebat, kemudian ada aku dan Logba, aku rasa ini akan menjadi pertandingan 5 vs 5.
"Logba Long time I don't see you, so how are you?" Maguire bertanya dengan nada santai kepada Logba, ya kurang lebih ia menanyakan kabar.
"aah I'm Fine, and thanks for asking."
"Then who the hell is guy?" aku dapat mendengar nada tidak suka dari Juan, mungkin saja ia tidak terbiasa dengan orang baru?
"Well I'm want to know to, who is this guy?"
Aku mendapat perhatian dari beberapa orang disini, apa mungkin Logba jarang membawa temannya sehingga mereka menatap ku aneh ketika Logba datang dengan ku?
"aaaah I see, now you go to wrong way huh?"
Aku melihat Bruno menatap Logba dan aku dengan tatapan sulit diartikan, dan hey apa maksudnya wrong way?
"eeeh you really changed a lot Logba, I'm already ask you to go to America or South Korea, in Japan not many beautiful girls you know." Kini Jadon mencoba masuk ke percakapan ini.
"hahahaha, what are you talking about guys?" Logba dengan wajah polosnya bertanya kepada mereka, aku rasa Logba benar-benar tidak paham apa yang sedang mereka bicarakan.
"and who are you?" Dony langsung berjalan kearah ku dan menanyakan siapa aku.
"umm dony he is my friend." Ujar Logba kepada Donny, dan tanggapan mereka benar-benar terkejut.
"I don't know you really go to wrong way huh." Bruno terlihat kecewa, aku rasa dia hanya main-main soal pertanyaan sebelumnya dan kini benar-benar kecewa.
"well I think you all really have a wrong think about me." Ujar ku kepada mereka, dan kelihatan mereka benar-benar terkejut melihat ku.
"aaah I don't think you can speak English, sorry." Ujar Bruno kepada ku.
"aah don't worry, and me and Logba just colleagues." Jawab ku kepada semua orang yang ada disana.
"okay, then let's play!."
Pada akhirnya kami bermain futsal untuk team kami undi menggunakan kujibiki untuk tim A ada aku,Logba,Bruno,Phil, dan David, sementara sisanya berada di tim B.
Permainan yang cukup menyenangkan dimana dari 5 permainan berakhir dengan 2 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 draw, benar-benar menyenangkan.
Kini telah sampai jam 12, dan aku sudah tiba dirumah lagi, ya tentu dengan numpang di Logba akhirnya aku kembali ke rumah kesayangan ku.
Dan dapat kulihat Mana terlihat sangat kesal ketika aku sampai dirumah.
"tidak bisa dipercaya, aku dikacangi berjam jam? Huh." Mana benar-benar kesal sampai kelihatannya dia tidak mau melihat wajah ku, hei itu bukan murni kesalahan ku, bermain dengan para pro benar-benar menyenangkan.
Sembari ku nyalakan tv, aku melihat berita dimana Bulton sepertinya sudah mulai memanipulasi ruang, aku bisa melihat di tv banyak kendaraan berterbangan di udara, haah mungkin saja aku harus melakukan ini, selain itu apa yang dilakukan oleh Rias dan Sona, apa mereka tidak cukup kuat untuk Bulton?
*ULTRAMAN TRIGGER MULTITYPE*
"sensei,apa yang kau lakukan, kenapa kau malah jadi otaku toku sih?" tanya Mana tiba-tiba ketika aku mengeluarkan alat berubah ku, tunggu sebentar apa ini benar-benar kekanak-kanakan? Tapi bukankah ini keren setiap pahlawan harus memiliki alat berubahnya kan?
"diam dan lihat saja sensei mu yang keren ini." Ujar ku mencoba narsis.
*BOOT UP*
*ZEPERION*
"Henshin!"
*ULTRAMAN TRIGGER MULTITYPE*
Aku langsung muncul didepan Bulton, berterima kasihlah pada warp Light yang bisa membuat ku menuju ke tempat Bulton.
Dan seperti yang aku tahu para wartawan langsung berdatangan meliput sebuah kejadian besar dan akbar ini, ini semua gara-gara Rias dan Sona, bukankah Kuoh adalah daerah mereka? Kenapa mereka sama sekali tidak melakukan sesuatu untuk ini?
"ah baiklah, nanti selesai ini, Rias dan Sona siap-siap kalian untuk nilai merah!"
Selain itu melawan monster seperti ini sangat merepotkan,
Eh?
Tanpa aku sadari tubuh ku sudah berada dibawah tanah, hanya tinggal kepala ku yang terlihat.
Hei sialan ini benar-benar merepotkan, makanya aku bilang aku akan memberi mu nilai merah Rias dan Sona, jangan harap nilai kalian bisa bagus di mata pelajaran ku nanti.
*Bugh*
Bulton menggelinding melindas wajah ku, sialan itu sakit, aku mencoba keluar dan, aku melayang.
Eh melayang?
"Hwaaaa aku jatuh aku jatuh."
*gubrak*
Bulton sialan tehnik warp menyebalkan itu benar-benar membuat ku bingung mau bagaimana, meski aku pernah bertarung dengannya tapi ini bukan berarti aku mengalahkannya, tentu yang mengalahkannya saat itu adalah Carmeara, aku tidak melihat bagaimana caranya mengalahkannya jadi ini akan benar-benar merepotkan.
Aku mencoba bangun dan langsung menerjang kearang Bulton itu.
*Wuuush*
Aku tidak merasa meninju sesuatu, aah sudah pasti dia langsung berteleport dari sana, aaah sial kenapa ini terjadi pada ku.
Tiba-tiba disekeliling ku sudah ada banyak kendaraan mobil, dan didalam mobil itu masih ada orang-orang didalamnya, tunggu sebentar apakah mungkin?!
*DUARRRRR*
Mobil-mobil itu meledak, banyak darah berhamburan, ini benar-benar terjadi, dia benar-benar melakukannya, sialan Bulton, aku akan benar-benar memusnahkan mu kali ini!
TBC
Hola balik lagi sama Author yang suka ngilang-ngilang, makasih buat ngingetin untuk lanjut beberapa fic, ya sebenernya bisa dilanjut beberapa fic namun masih belum nemu Mood yang tepat buat lanjut jadi masih stuck dulu, tenang aja kalo dah nemu bakal langsung di up atau di remake
