Pemandangan yang asri terlihat oleh kedua mata Naruto, dia menatap kagum area persawahan yang ada di desa kampung halamannya berada. Sebuah desa yang masih asri dengan pemandangan indah tempat ibunya dulu tinggal.

Saat ini adalah liburan musim panas, dan dia di ajak oleh orang tuanya untuk pergi ke kampung halamannya.

"Ibu, aku pulang!"

Begitulah seruan dari ibu Naruto pada penghuni rumah tradisional yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Naruto bisa mencium udara segar yang ada di sekitarnya, dia benar-benar merindukan suasana desa Konoha yang masih asri daripada kota Tokyo.

"Ah, Sara! Selamat datang!" Sosok wanita berusia tujuh puluh tahun lebih keluar dari rumah itu, wanita itu segera memeluk Ibu Naruto yang berada di depan pintunya.

Acara reuni keluarga itu berlangsung sebentar di depan pintu, Naruto sendiri disambut oleh neneknya yang masih terlihat sehat, keluarga Uzumaki di desa Konoha memang selalu menjaga kesehatan, makanya nenek Naruto terlihat masih sangat sehat.

"Apa kabar nek?"

"Naruto, kau sudah tumbuh dewasa ya?" Sang nenek terlihat senang, dia mengelus kepala Naruto dengan lembut. "Lihatlah rambut pirangmu, mirip seperti ayahmu di sana daripada ibumu, tapi wajahmu malah mirip dengan ibumu." Naruto tertawa kecil mendengarnya. "Masuklah, Tantemu sudah menunggu."

Tante yang dimaksud adalah, Kushina Uzumaki. Seorang janda yang sudah ditinggal suaminya meninggal beberapa tahun lalu, wanita itu berusia tiga puluh sembilan tahun yang tinggal bersama ibunya saja di rumah itu.

Dan dia adalah wanita yang disukai oleh Naruto.

Naruto dan keluarganya pun masuk ke dalam rumah itu, Naruto terperangah melihat sosok wanita berambut merah panjang dengan wajah cantik, dia masih terlihat sangat muda, bahkan Naruto berpikir jika wanita itu masih berusia dua puluh tahunan.

"Ara, selamat datang Kak Sara, Kak Minato."

Wanita itu mengalihkan pandangannya pada Naruto. "Selamat datang, Naruto." Wanita itu tersenyum melihat Naruto yang berdiri di pintu rumah.

...

..

Naruto by Masashi Kishimoto.

Warning: Incest, OOC, AU, Typo, Lemon, Smut.

Pairing: Naruto x Kushina.

A/N: Komisi dari seseorang

...

..

.

Enjoy it!

Saat ini, Naruto berada di dapur kediaman Uzumaki, dia sedang membantu Kushina membuat kue di dapur itu. Keduanya membiarkan penghuni lainnya berada di ruang tengah yang jaraknya agak jauh dari dapur.

Naruto agak grogi berada di dekat adik ibunya itu, dia tak menyangka jika dirinya akan berada di dekat Tante Kushina. Naruto juga bisa mencium aroma strawberry yang menguar dari tubuh Kushina, dan dia menyukai aroma itu.

Keduanya berbasa-basi untuk menunggu kue mereka matang, kebanyakan Kushina yang bercerita tentang desa Konoha, karena ada beberapa kejadian unik yang bisa diceritakan pada Naruto.

"Tante saat itu di lamar, dan Tante tolak." Naruto mengerjapkan kedua matanya. "Tante tak suka dengan pria itu, dia suka bermain dengan wanita lain."

Perlu diketahui, Naruto mendengar bahwa tantenya ini adalah primadona di desa Konoha, banyak yang mengincarnya setelah suaminya meninggal dunia. Banyak dari mereka yang menginginkan Kushina serta mempersunting wanita itu.

"Tante menolak semua lelaki yang ada disini, mereka hanya peduli dengan tubuhku saja." Kushina cemberut akan kelakuan para lelaki di desa Konoha. "Terutama para pemuda yang ada disini, banyak dari mereka yang akan langsung datang ke rumah wanita yang sudah mempunyai suami, aku menganggap mereka hanyalah gigolo semata," ujar Kushina di akhiri dengan tawa kerasnya.

Walaupun tawanya yang tak mencerminkan seorang wanita, tapi Naruto tetap menyukainya.

"Ngomong-ngomong, apakah kau sudah punya pacar?"

"Belum, aku hanya menunggu seseorang saja."

Kushina menaikkan sebelah alisnya mendengar jawaban Naruto barusan. "Menunggu seseorang? Maksudmu wanita? Kau tak sedang menunggu matinya seorang suami kan?"

"Kalau itu aku sudah menemukannya, wanita yang ditinggal mati suaminya."

Kushina kembali tertawa mendengar perkataan Naruto barusan. "Sepertinya kau menyukai wanita yang lebih tua darimu." Naruto mengangguk mengiyakan. "Tak masalah sih jika kau menyukai wanita seperti itu, terlebih cinta tak memandang umur."

"Kau benar Tante."

"Katakan, siapa wanita itu? Tante tak akan memberitahukannya pada yang lain."

Naruto menatap Kushina. "Kau yakin ingin tahu siapa?" pertanyaan itu membuat Kushina penasaran akan wanita yang disukai Naruto. Namun, dia dikejutkan dengan dua tangan yang merambat dibagian pinggulnya. Tubuh Kushina seolah tak bisa digerakkan saat dia tahu bahwa Naruto yang memeluk pinggulnya.

Naruto sendiri mendekatkan tubuhnya pada tubuh Kushina, dia mendekatkan bibirnya pada telinga wanita itu, dan membisikkan sesuatu.

"Aku menyukaimu, Tante Kushina."

Sebuah pernyataan suka yang sangat tulus di telinga Kushina, dan di respon dengan rona merah yang hinggap di kedua pipinya. Kushina mengerjapkan kedua matanya beberapa kali mendengar pernyataan tersebut,

Pelukan Naruto pun dilepaskan, pemuda itu menatap wanita itu dengan tatapan lembutnya. "A-aku tahu jika ini salah, tapi jujur saja, aku menyukaimu, Tante Kushina."

Tak ada jawaban yang keluar dari bibir Kushina, dia diam sembari memainkan jarinya, wajah cantiknya sudah sangat merah karena pernyataan Naruto barusan.

"Ka-kau tak usah menjawabnya, Naruto pikir jika ini benar-benar salah."

"Ti-tidak, bukan itu. Tante hanya tak siap saja setelah Naruto menyatakan perasaannya."

"Lebih baik lupakan saja Tante, kita tak boleh mempunyai hubungan spesial seperti ini."

"Kau benar," ujar Kushina sembari dia tertawa kaku.

-o0o-

Siang ini, Kushina mengajak Naruto untuk jalan-jalan, dia meminta izin pada kedua orang tua Naruto untuk membawa pemuda itu jalan-jalan menggunakan mobilnya. Kedua orang tua Naruto memberikan izin pada wanita itu untuk menemaninya jalan-jalan.

"Jadi Tante bawa kemana keponakan Tante ini?"

Kushina tersenyum kecil. "Hanya jalan-jalan biasa, sembari menikmati pemandangan. Memangnya Naruto tak mau menikmati pemandangan?"

"Tentu saja mau, Naruto bosan jika harus melihat gedung pencakar langit."

Jawaban Naruto membuat Kushina tertawa kecil, dia kembali fokus ke depan untuk mengemudikan mobilnya.

"Jadi Tante, apa jawabanmu kemarin?"

Kushina terdiam, dia tak menyangka jika Naruto akan menagihnya sekarang. "Kan, sudah Tante bilang, kita tak bisa mempunyai sebuah hubungan spesial, karena kita masih satu keluarga."

"Tapi..."

Kushina terlihat agak kecewa dengan dirinya sendiri, dia kemudian mengarahkan mobilnya ke sebuah tempat yang jarang ada orang lewat di sana.

Kushina menghentikan laju mobilnya di tempat tersebut. Wanita itu menatap ke depan dengan tatapan kosongnya, dia tak tahu harus mengatakan apa pada keponakannya yang menurut Kushina tampan ini.

"Tante?"

Kushina menoleh ke sebelah, dia menatap Naruto dengan wajahnya yang sudah di hiasi oleh rona merah, Kushina dibuat malu oleh keponakannya sendiri.

"Naruto, bisa cium Tante?"

Wajah Naruto sontak merona seketika, dia menatap Kushina dengan tatapan penasaran. Naruto seolah diberikan lampu hijau oleh Kushina.

Dengan segera, pemuda itu mendekatkan dirinya, dia menangkup pipi Kushina dengan tangan kanannya, wajahnya terus mendekati wajah Kushina, kemudian kedua bibir mereka menyatu. Ciuman tanpa nafsu membuat Naruto menikmati bibir manis milik Kushina.

Jantung mereka berdegup kencang saat saling berpagutan mesra.

'Naruto... Dia...'

Kushina pun membalas ciuman Naruto dengan sebuah pelukan di leher pemuda itu, dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Naruto untuk memperdalam ciuman mereka. Jantungnya berdetak lebih kencang dari pada biasanya.

Kushina menarik diri, dia menatap Naruto yang menginginkan bibirnya lagi.

"Kita pindah kebelakang."

"Ya."

Keduanya langsung pindah ke bagian belakang mobil yang kebetulan tak ada kursi sama sekali, di sana hanya ada karpet tebal serta lembut seolah sudah dipersiapkan untuk mereka.

Naruto pun duduk di karpet tersebut, sementara Kushina duduk di atas pahanya. Keduanya kembali berciuman mesra, lidah mereka saling bertautan satu sama lain.

Naruto mendorong Kushina hingga wanita itu merebah di atas karpet tersebut, pose yang diberikan Kushina saat dia tiduran di atas karpet membuat Naruto ingin menerkamnya saat itu juga.

Naruto merasakan sesak di dalam celana yang dia kenakan saat ini. Dia tak langsung melepas celana panjangnya.

"Tante..."

"Jangan dipandangi terus, Tante jadi malu." Kushina mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Umm, Tante, apa boleh?" Kushina tak menjawabnya, dia membiarkan Naruto untuk bergerak sendiri. "Baiklah kalau begitu, permisi." Naruto menarik kaos yang dikenakan Kushina ke atas, dua buah payudara yang di tutupi bra berwarna putih terlihat oleh Naruto. Pemuda itu segera memegang benda itu, lalu meremasnya dengan lembut.

Kushina menutup bibirnya, dia juga menggigit bibir bawahnya agar desahan nikmatnya tak keluar.

Naruto sendiri masih bermain dengan payudara Kushina, dia juga menempelkan wajahnya ke belahan dada tersebut.

"Naruto..."

Naruto menarik dirinya, dia menatap Kushina yang tak sengaja mendesah memanggil namanya. Namun, Naruto tak menghiraukannya, dia menyingkap bra Kushina. "Tante, payudaramu besar... Dan indah..."

"..."

Kushina tak menjawabnya, namun puting susu Kushina malah ereksi seolah membenarkan perkataan Naruto barusan. Pemuda itu kemudian melahap salah satu benda besar itu, menghisapnya seolah benda itu mengeluarkan air susu, serta meremasnya dengan pelan.

Kushina menikmati perlakuan diberikan Naruto, tubuhnya seolah melayang ke angkasa setelah pemuda pirang itu melahap susunya. Kushina meremas pelan kepala kuning itu.

Tubuh Kushina menegang saat putingnya di gigit oleh Naruto, ini kali pertama payudaranya dimainkan oleh lelaki lain selain mendiang suaminya.

Kushina menangkup kepala Naruto dan menariknya dari puting susunya, dia tersenyum menatap keponakannya itu. "Kau lelaki tampan Naruto."

Pemuda itu tersenyum menatap Kushina. "Terima kasih."

-o0o-

"Bagaimana Tante?"

Kushina menoleh kebelakang, dia melihat Naruto dengan penis berukuran besarnya itu sedang menatap pantat sintalnya. Kushina mengangkat tangannya kebelakang, dia menggenggam penis Naruto dan mengarahkannya pada liang senggama miliknya.

"Jika sudah masuk, gerakkan pinggulmu, biar penismu keluar masuk di dalam sana."

"Ya."

Naruto mengangguk mengerti, dia kemudian mengikuti arah gerakan tangan Kushina. Penisnya mulai masuk ke dalam tubuh wanita itu, Naruto merasakan kehangatan yang tak pernah dia rasakan pada penisnya. Dia mencoba untuk mendorong pinggulnya setelah tangan Kushina melepas genggamannya.

Kedua tangan Naruto berada di pantat sintal Kushina sembari meremasnya pelan, pemuda itu meneguk ludahnya secara kasar, dia mendorong pelan pinggulnya lalu menariknya kembali.

Penisnya saat ini sudah basah akibat cairan vagina Kushina. Sementara itu, Kushina sedang menahan rasa nikmat yang tak dia rasakan setelah bertahun-tahun meninggalnya sang suami. Kedua tangannya mencengkram erat kursi mobil bagian depan, tubuhnya menegang sesaat, kemudian bergetar hebat.

Naruto terus melanjutkan gerakan pada pinggulnya, kali ini dia mencoba untuk menambah tempo gerakan pada pinggulnya.

"Mmhhhmmm!"

Naruto bisa mendengar desahan tertahan dari Kushina, wanita itu menahan desahan nikmatnya. Sementara Naruto mulai menarik tubuh Kushina, kedua tangannya bergerak maju melewati lengan Kushina, pemuda itu kembali meremas payudara Kushina serta meremasnya lembut.

Naruto mencium leher Kushina serta memberikan beberapa bercak merah di sekitar leher putih putih itu, sembari pinggulnya terus dia gerakkan.

"Tante... Aku ingin keluar!"

"Keluarkan semua Naruto! Isi rahim Tante dengan sperma hangatmu!"

Tubuh keduanya menegang, mereka berdua klimaks secara bersamaan dengan Naruto yang mengisi rahim Kushina dengan spermanya.

Mobil tersebut menjadi saksi bisu pergulatan mereka berdua.

-o0o-

Keduanya baru pulang saat makan malam, mereka berdua masuk dengan santainya seolah tak terjadi apapun di antara keduanya.

"Kami pulang!"

Ibu dari Kushina pun muncul dari ruang tamu. "Astaga, kalian berdua lama sekali jalan-jalan," ujar wanita itu. "Kalian jalan-jalan atau kencan sih?"

"Kami hanya jalan-jalan biasa sampai malam," balas Kushina, dia sedikit merapihkan pakaiannya yang agak lusuh. "Ya kan Naruto?"

"Ya, Tante benar."

"Baiklah, sekarang kalian mandi dulu, lalu makan malam! Kakakmu sudah menunggu, Kushina."

"Ya Ibu, aku tahu."

Wanita itu tak tahu jika saat ini pantat Kushina sedang di remas oleh Naruto. "Nek, apa boleh kita mandi bersama? Sepertinya aku ingin bernostalgia dengan Tante."

Nenek Naruto terdiam, dan Sara tiba-tiba muncul dari ruang tamu. "Sudah, sekalian saja kalian mandi bersama. Biar cepat."

Di dalam hati, Naruto menyeringai kemenangan setelah mendengar perkataan Ibunya. "Oke, cepatlah! Makanan tak bisa menunggu lebih lama." Ibu Kushina pun pergi meninggalkan keduanya.

"Kami akan makan dulu, dan mungkin akan langsung tidur di kamar, jadi kalian makan malam sendiri saja!"

"Baik Bu!"

Setelah kedua wanita merah itu hilang dari hadapan, Naruto menatap Kushina yang tengah menunduk malu dengan kedua pipinya yang sudah sangat merah.

"Bagaimana Tante?"

Kushina hanya tertawa kecil, kemudian dia menggenggam tangan Naruto dan menautkan jemarinya. "Ayo, kita ber'nostalgia' bersama."

"Mari."

...

..

...

End

10 Desember 2021, 19.00 WIB s/d 11 Desember 2021, 10.25 WIB.

Gw masih nulis Uchiha Naruto, jadi ditunggu aja.