Shinobi yang numpang lewat

Fandom : Naruto the last, Touhou 6 The Embodiment of scarlet devil

Character : Uchiha Sasuke, Hakurei Reimu.

Chapter 03 : Mengatasi insiden kabut merah.

Merasa ada seseorang yang akan datang ke kuil, Sasuke langsung memadamkan apihitamnya dari tubuh Marisa. Berikutnya Saduke langsung menyeret paksa tubuh penyihir itu mendekati air suci di kuil Hakurei, "Kau telah terkena kutukan gadis penyihir, sekarang aku akan menghilangkan kutukan itu dengan air suci di kuil ini." Setelahnya Sasuke langsung membasahi tubuh Marisa menggunakan air suci yang ia campur dengan chakra rikudo miliknya.

Dan benar saja tubuh Marisa yang tadi menderita luka bakar secara perlahan sembuh karena dimandikan dengan air suci, "Oh iya jangan lupa bayarannya atas penyembuhan dengan air suci ini," ucap Sasuke sembari tersenyum sinis.

Marisa yang masih setengah sadar hanya bisa mengumpat dalam hati, 'Yang benar saja aku harus membayar ini? Bukankah luka ini karena perbuatanmu sialan!' batin Marisa saat itu.

Tak lama setelahnya suara langkah kaki yang cepat terdengar dari arah tangga naik ke atas kuil.

"Sasuke! Apa terjadi sesuatu aku tadi mende ... apa yang sedang kau lakukan?" tanya Reimu yang melihat Marisa dimandikan oleh Sasuke.

"Aku sedang memurnikan kutukan di tubuhnya, lihatlah luka bakarnya perlahan menghilang. Dan penyihir cilik jangan lupa tagihannya untuk air suci ini," ucap Sasuke sembari menyentil dahi Marisa.

"K-kau berengsek!" seru kesal Marisa yang langsung berlari menjauhi Sasuke lalu berlindung di belakang Reimu, "Reimu! Sebaiknya kau menjauh darinya, dia itu orang aneh!" bisik keras Marisa yang menatap tajam Sasuke.

"Apa yang kau katakan, aku mencoba menyelamatkanmu dari kematian dengan air suci kuil Hakurei, jadi sekarang sebagai balas budi, harusnya kau membayar jasaku atas kesembuhanmu," ungkap Sasuke sembari mengalihkan wajah.

"Sudahlah jangan bertengkar, ada sesuatu yang tidak beres dan kita harus menyelesaikannya," ucap Reimu yang mengabaikan pertengkaran Marisa dan Sasuke sembari masuk ke dalam kuil untuk mengambil beberapa hal yang ia butuhkan.

Setelah itu ia membawa tongkat Gohei miliknya dan tak lupa ia juga membawa banyak kertas talisman, "Sasuke jaga kuil selagi aku dan Marisa pergi. Dan Marisa hentikan tatapanmu pada pegawaiku lalu cepat pergi!" titah Reimu yang langsung terbang meninggalkan Marisa.

Sasuke hanya diam melihat hal itu, karena sangat jarang ada shinobi yang bisa terbang.

"Iya-iya," ungkap kesal Marisa yang memanggil sapu miliknya lalu duduk diatas gagang sapu miliknya dan terbang menyusul Reimu.

Melihat Reimu dan Marisa pergi meninggalkan dia, Sasuke hanya menghela nafas dan membersihkan segala kekacauan di kuil.

"Hedeh, benar-benar dah," ungkap kesal Sasuke.

Sasuke kemudian kembali menyapu membersihkan lantai dan halaman kuil dari debu. Bukan hanya itu Sasuke juga membersihkan bagian dalam kuil dengan peralatan sehadanya.

'Aku harap Naruto tidak mengetahui hal ini,' batin Sasuke sembari membersihkan debu-debu yang menempel di berbagai laci arsip kitab-kitab kuil. Setelah bagian itu bersih dengan sempurna, Sasuke pindah ke gedung kuil, dan melihat seorang gadis kecil bertanduk panjang besar seperti tanduk banteng dengan tangan yang dibalut rantai.

"A Reimu ada per ... Kau siapa?!" teriak gadis kecil itu sembari menunjuk ke arah Sasuke yang masuk begitu saja.

Sementara itu Sasuke menatap gadis bertanduk itu dengan matanya dan menjadi sedikit waspada karena ya ia melihat aliran energi dari gadis itu.

"Hn, bocah pergilah ini bukan tempat untukmu bermain," balas Sasuke yang membersihkan banyak hal yang ada di gudang itu salah satunya sarang laba-laba, ia benar-benar membuat gudang yang berantakan menjadi rapi.

"Aku bukan bocah, aku sudah cukup tua dan bahkan aku lebih tua dari ayah dan ibumu!" seru gadis itu sembari meminun tuak yang ada gentong kecil di tangannya.

Sasuke yang mendengar itu nampak tidak begitu, "Hn, tapi aku sedang merapikan barang-barang, jika tidak ingin terganggu sebaiknya pergi saja," ungkap pelan Sasuke.

"Enak saja, aku adalah Youkai yang menghuni tempat ini, tidak ada yang bisa mengusirku seenak jidat di sini!" serunya sembari mendekati Sasuke.

Namun, sebelum berhasil mendekat jari Sasuke malah mendorong dahi dari gadis oni itu, Sasuke kemudian berkata, "Ini hanya sebentar, setelah semuanya sudah rapi kau boleh masu," ucap Sasuke yang mencoba tersenyum seperti kakaknya yang selalu tersenyum padanya dulu.

Gadis Oni itu pun menghela nafas melihat Sasuke kesulitan membawa barang hanya dengan menggunakan satu tangan.

"Hei kalau boleh tahu kau itu siapa dan kenapa kau yang datang ke gudang bukan Reimu seperti biasanya?" tanya gadis Oni itu sembari melayang mengikuti Sasuke.

"Sasuke, namaku Uchiha Sasuke. Soal Reimu dia sedang pergi dengan gadis penyihir ke suatu tempat," balas Sasuke.

"Heeeeh, dan kau diminta untuk mengerjakan ini?" tanya gadis Oni itu.

"Hn," balas Sasuke yang terus fokus pada pekerjaanya.

"Baiklah Sasuke, karena aku tidak mau menunggu lama, aku akan membantumu merapikan semua barang di sini," ucap gadis bertanduk banteng itu lagi.

"Boleh saja, kau bisa membantuku dalam merapikan barang-barang kecil," ucap Sasuke.

"Hei aku ini bukan anak kecil, meskipun tubuhku kecil, aku bisa mengangkat benda yang beratnya 1000 kali berat badanku. Dan aku juga punya nama, jadi berhentilah memanggilku seperti orang asing, karena kau bekerja di sini harusnya kau sudah tahu soalku dari Reimu," ucap gadis itu yang mulai mengangkat kota berukuran besar dengan satu tangan.

Sasuke yang melihat kalau gadis kecil itu bisa mengangkat benda yang sangat berat, membuat Sasuke terdiam dan teringat akan Sakura.

Plak

"Maaf aku tidak tahu siapa kau," balas Sasukesembari menepuk kepala gadis oni itu dan mengambil satu barang berat lain dan mengangkatnya dengan satu tangan dan ia juga memperkuat ototnya dengan menggunakan chakra seperti yang dilakukan Sakura.

Gadis itu langsung menggembungkan pipinya karena kesal, "Mooo, apa Reimu tidak memberitahumu mengenaiku?" tanya gadis itu.

"Hn," tanggap Sasuke sambil mengangguk.

"Heh, aku adalah Suika, lebih tepatnya Ibuki Suika, pelindung kuil Hakurei, selagi Reimu enggak ada," ucap gadis itu memperkenalkan dirinya sembari memindahkan barang-barang berukeran besar dan berat ke tepat yang sekiranya lebih pas dan cukup rapi bagi Sasuke.

Setelah sudah selesai Sasuke pun pergi ke luar, "Kau mau kemana? Apa kau tidak mau minum-minum terlebih dahulu?" tanya Suika.

"Aku ingin melihat keadaan terlebih dahulu, jika ingin bermain tunggu saja aku akan segera kembali," ucap Sasuke dengan tubuh yang berkedip dan dalam sekejap menghilang dari gudang.

Sementara itu.

Terlihat Remu dan Marisa sedang menghindari serangan bola-bola sihir para peri berpakaian maid.

"Hei Marisa kau baik-baik saja, sepertinya gerakanmu agak melambat," ungkap Remu yang terus menepis peluru sihir dengan Gohei miliknya.

"Enak saja, aku masih cukup lincah untuk menghindari serangan selambat ini!" seru Marisa sembari menembakkan Danmaku Speal card, "Love Sing Colorfull Stardust Rain!" seru Marisa sembari menembakkan ratusan Danmaku herbentuk bintang dengan berbagai warna yang berterbangan menghancurkan Danmaku musuh disertai membuat para pelayan peri jatuh pingsan.

"Yosh! Jalan telah terbuka!" seru seru Marisa yang melesat maju menuju sebuah istana bergaya barat.

"Heh, baguslah," gumam Remu yang merasa cukup terbantu dengan adanya Marisa di sampingnya.

"Hei Reimu, siapa sih orang menyebalkan itu?" tanya Marisa.

"Orang menyebalkan? Maksudmu Sasuke?" tanya Reimu lagi.

"Kau pikir siapa lagi?" tanggap Marisa.

"Aku juga tidak tahu, tapi... apa yang dia katakan itu benar, setelah ini selesai kau harus membayar jasa penggunaan air suci itu," tanggap Reimu sembari menatap lurus kedepan.

"Reimu, kau mulai menyebalkan daze," tanggap Marisa sembari menatap sebel ke arah Reimu.

Namun Reimu dengan cepat menghentikan lesatan terbangnya sembari menatap tajam ke depan.

Marisa yang melihat Reimu berhenti bergerak di udara, juga memutuskan berhenti dengan melayang di udara dengan duduk di atas sapu terbangnya.

"Reimu ada apa?" tanya Marisa pada Reimu.

"Ahahahahahahahaha!" tawa sosok Loli yan kedua tangannya selalu ia rentangkan kekiri dan kanan dan tibuhnya juga diselimuti bola kegelapan.

"Eh siapa bocah aneh itu?" tanya Marisa.

"Entahlah, tapi dari yang terlihat sepertinya ia akan menghalangi kita?" tanggap Reimu sembari menyiapkan Gohei dan talisman miliknya.

"Wah sepertinya kalian ingin pergi ke suatu tempat," ucap Bocah berambut pirang dengan pita merah, ia mengenakan gaun hitam dengan lengan panjang berwarna putih, ia juga memiliki mata berwarna merah.

"Yah jadi bisakah kau minggir? Kami ingin lewat" tanggap Reimu.

"Maaf saja, itu tidak bisa, karena aku juga ingin bisa jalan-jalan dan kalau aku lihat-lihat sepertinya kalian cukup enak."

"Reimu apa yang harus kita lakukan?" tanya Marisa yang menyiapkan senjata miliknya yaitu Hakero.

"Yah apapun itu aku tidak akan mengijinkan kalian lewat," ucap Gadis aneh itu yang mukai kenembakan ratusan peluru sihir dalam mode kesulitan Lunatic.

"Cih, Marisa cari celah aku akan menahannya di sini!" Seru Reimu sembari melemparkan puluhan Talisman miliknya yang melesat dan meledak-ledak saat bertabrakan dengan peluru sihir.

"Eh kenapa begitu?" tanya Marisa sembari menembaki peluru gadis misterius itu dengan Danmaku miliknya.

"Sudahlah, sebaiknya kau pergi saja, ini pertarunganku!" seru Reimu yang langsung kuncul dihadapan gadis Youkai dengan perisai kegelapan dan menggunakan Gohei miliknya untuk memukulnya.

Buag!

"Uaarrrg!" gadis itu langsung terhempas ke tanah oleh tongkat Reimu.

bersambung.