Disclaimer:
Aku bukan pemilik dari setiap karakter yang akan terlibat dicerita ini, aku hanya meminjam/menggunakan karakter tersebut. Semua karakter adalah milik pengarang mereka masing-masing.
Naruto milik Masashi Kishimoto dan High School DxD milik Ichiei Ishibumi.
[Arc 1: Magic Academy ]
[Chapter 5: Worst Type Magic - Bagian V: Repairing Magic ]
Itu adalah malam hari setelah penyerangan Raiser terhadap Naruto. Issei dan Lee saat ini sedang berdiam diri di ruang kesehatan Academy menatap prihatin Naruto. Mereka berdua sudah menerima penjelasan dari Shizune bahwa Naruto baik-baik saja meski pemuda pirang tersebut harus kehilangan cahaya dimatanya.
Issei terlihat sedang duduk di sebuah kursi sambil mengepalkan tangannya sekuat tenaga, dia saat ini sedang memikirkan siapa pelaku penyerangan terhadap Naruto. Issei memikirkan siapa saja Mage di Magic Academy yang memiliki tipe sihir elemen api. Di dalam pikiran Issei, dia mengunci dua orang yang memang memiliki sifat yang arogan dan selalu merendahkan orang-orang seperti dirinya dan temannya itu. Mereka adalah Uchiha Sasuke dan Raiser Phenex, kedua Mage tersebut memiliki tipe sihir elemen api dan mereka sama-sama seseorang yang pendendam.
Issei kembali memutar ingatannya hingga ke hari dimana Naruto menghina Raiser Phenex. Menilai dari setiap tindakan yang dilakukan Raiser pada hari itu membuat Issei menemukan sebuah jawaban atas siapa pelaku penyerangan terhadap Naruto tersebut. Ya, Raiser Phenex pada hari itu sudah siap untuk menyerang Naruto tapi dihentikan oleh temannya yang sesama Prince of Academy yaitu Uchiha Sasuke dan Hyūga Neji.
Issei kemudian mengalihkan perhatiannya terhadap Lee yang saat ini sedang duduk diranjang lain diruangan tersebut dan dia berbicara.
"Lee,"
Lee menoleh menatap Issei.
"Ada apa, Issei-kun?"
"Sepertinya aku tahu siapa yang menyerang, Naruto."
Issei terlihat memasang ekspresi serius di wajahnya saat menatap Lee, sedangkan yang ditatap hanya memandang bingung terhadap Issei.
"Siapa yang menyerang Naruto-kun, Issei-kun?"
"Mungkin… Raiser Phenex. Kau ingat beberapa hari yang lalu? Waktu itu Raiser sudah siap untuk menyerang Naruto tapi dihentikan oleh si Uchiha dan si Hyūga itu."
Lee terdiam sesaat namun beberapa saat kemudian dia berbicara.
"Raiser Phenex, kah…"
"Ya, kemungkinan besarnya adalah dia yang menyerang Naruto."
"Lalu apa yang harus kita lakukan, Issei-kun? Apa kita akan membalas Ayam bakar itu?"
"Aku rasa itu tidak mungkin kita lakukan saat ini. Kita harus jadi kuat dulu baru setelah itu kita balas perbuatan Phenex sialan itu."
"Begitu ya?"
Lee mengangguk mengerti, dia kemudian menatap ke arah Naruto yang masih belum sadarkan diri dan dia berbicara.
"Ngomong-ngomong tentang sihir… apa tipe sihir milik Naruto-kun tidak bisa memperbaiki kerusakan pada mata? Maksudku memperbaiki anggota tubuh yang rusak?"
Issei terdiam, dia ikut menatap ke arah Naruto lalu merespon pertanyaan Lee tersebut.
"Entahlah, di Kerajaan Starlight hanya diketahui tiga orang termasuk Naruto yang memiliki tipe sihir perbaikan. Yang pertama adalah Raja sebelumnya yang kabarnya jatuh sakit akibat terkena suatu kutukan aneh yang sampai saat ini belum ada yang bisa menyembuhkannya, bahkan Mystical Magic Recovery tidak bisa menyembuhkannya. Yang kedua Orochimaru, rekan seperjuangan Jiraiya-sama. Dari kedua pengguna sihir perbaikan itu, tidak satu pun yang pernah memperlihatkan kemampuan lain selain memperbaiki benda rusak, jadi aku tidak tahu apa tipe sihir itu bisa memperbaiki anggota tubuh yang rusak atau tidak, Lee."
Lee terdiam setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Issei mengenai sihir perbaikan tersebut yang tidak diketahui seluruh kemampuannya kecuali hanya untuk memperbaiki benda rusak saja. Lee menghela nafas, dia lalu turun dari ranjang yang dia duduki.
"Sepertinya besok aku akan menambah porsi latihanku menjadi dua kali lipat, aku tidak bisa hanya berdiam diri melihat salah satu temanku diserang sampai seperti itu. Aku harus menjadi kuat agar tidak ada lagi yang bisa menghinaku dan juga aku ingin melindungi teman-temanku dari orang-orang yang seperti Ayam bakar itu."
Ucap Lee penuh tekad membara dimatanya. Issei yang mendengar ucapan Lee tersebut, tersenyum. Dia menatap Lee dan berbicara.
"Kau benar Lee, besok aku akan ikut berlatih denganmu, aku juga harus mengembalikan kejayaan Ayahku seperti dulu saat Yang Mulia Michael masih memerintah kerajaan ini. Sejak Raja sialan itu mengambil alih tahta, kerajaan ini menjadi rusak seperti sekarang ini."
Issei terlihat mengepalkan tangannya pertanda bahwa dia sangat kesal atau mungkin marah terhadap orang yang mengambil alih tahta kerajaan Starlight saat ini karena Raja sebelumnya turun tahta akibat terkena suatu kutukan aneh menurut kabar yang beredar di kalangan bangsawan dan rakyat kerajaan Starlight.
Issei menghela nafas mencoba untuk menenangkan dirinya, dia kemudian bangkit dari duduknya.
"Ayo kita kembali ke asrama, Lee. Ini sudah semakin larut malam."
"Ya, ayo, Issei-kun."
Mereka berdua pun berjalan ke arah pintu dan keluar dari ruang kesehatan Academy tersebut meninggalkan Naruto sendirian karena pemuda pirang itu saat ini sedang tidak sadarkan diri akibat serangan Raiser tadi sore.
•
Keesokan harinya.
Perpustakaan Academy, seperti biasa tempat itu selalu sepi pengunjung karena entah bagaimana semua murid di Magic Academy tersebut jarang sekali memanfaatkan tempat penuh buku tersebut. Hanya segelintir orang saja yang terkadang datang mengunjungi tempat tersebut dengan suatu tujuan tertentu. Contohnya seorang gadis berambut pirang panjang yang saat ini sedang berjalan ke arah sebuah rak buku dengan kategori sihir kelas rendah.
Gadis pirang itu terlihat juga memegang sebuah buku tipis berwarna biru dan di sampul buku tersebut terdapat ilustrasi gambar 'Love' yang retak atau patah menjadi beberapa bagian. Di sampul buku tersebut juga terdapat tulisan 'Pasangan hilang' dan 'Pasangan kembali' dibagian atasnya. Sedangkan dibagian bawahnya terdapat tulisan 'Repairing Magic' dan 'Anything that is broken can be repaired'.
Gadis pirang itu meletakkan buku tersebut ke rak buku tempat sihir kelas rendah berada. Setelah selesai meletakkan buku tersebut, gadis pirang itu berjalan pergi meninggalkan perpustakaan Academy tersebut sambil tersenyum.
"Aku sudah meletakkan buku itu di tempatnya, Sona-chan."
•
Sore harinya setelah jam pelajaran di Magic Academy berakhir, terlihat Issei sedang berjalan bersama Lee menuju ke arah bangunan perpustakaan. Mereka berdua berencana untuk mencari buku sihir tipe tubuh karena mereka ingin memperdalam pengetahuan mereka mengenai tipe sihir mereka. Sesampainya di depan pintu perpustakaan, mereka berdua langsung saja membuka pintu dan masuk ke dalam. Mereka kemudian berjalan ke sisi belakang ruangan dan mencari rak buku untuk sihir kelas tengah.
"Hm, kira-kira buku seperti apa yang akan kita cari, Issei-kun? Buku tentang Body Magic itu cukup banyak jenisnya dibandingkan dengan yang lainnya."
"Aku akan mencari buku tentang penggandaan kekuatan fisik karena sihirku sifatnya seperti itu. Kalau kau mungkin yang cocok buku untuk meningkatkan kecepatan karena sihirmu itu sudah memiliki kekuatan yang besar."
"Kecepatan ya? Tapi Eight Gates yang diajarkan oleh Guy-sensei memiliki kekuatan dan kecepatan hanya saja sihir itu berbahaya."
"Kalau begitu kau mungkin tertarik untuk mempelajari Body Magic, Drunken Fist?"
"Tinju mabuk? Tapi bukannya itu juga berbahaya? Maksudku sihir itu jika efek mabuknya tidak bisa dikontrol yang ada penggunanya bisa menyerang sembarang orang. Aku tidak ingin melukai orang-orang yang tidak bersalah, kecuali jika itu untuk menghajar mereka aku tidak masalah."
"Kau harus melatihnya Lee, bukannya kau ahlinya masalah latihan?"
"Hm, benar juga ya. Yosh! Aku akan pelajari sihir itu dan menguasainya!"
Issei yang mendengar ucapan Lee tersenyum, dia kemudian mulai mencari buku tentang sihir penggandaan kekuatan fisik untuk lebih memaksimalkan penggunaan sihir Boosted miliknya. Selagi mencari, Issei teringat dengan teman pirangnya yang saat ini masih berada di ruang kesehatan Academy. Issei yang mengingat itu berpindah ke rak buku sihir kelas rendah dan mencari buku tentang Repairing Magic.
Melihat Issei berpindah ke rak buku sihir kelas rendah membuat Lee sedikit bingung, tapi tidak lama setelah itu dia tersenyum saat mengingat apa yang mungkin dicari oleh pemuda berambut coklat tersebut.
'Issei-kun, kau selalu peduli dengan temanmu seperti biasa, yosh! Aku juga harus berusaha untuk membantu Naruto-kun dengan cara membalas perbuatan Ayam bakar itu padanya.'
Dengan itu Lee mulai mencari buku Body Magic, Drunken Fist untuk dia pelajari.
•
Flashback, Start.
Berjalan dengan santai seperti biasa untuk pergi latihan. Sairaorg berjalan meninggalkan asrama laki-laki dan menuju ke Training Ground, namun ditengah perjalanan dia melihat seorang pemuda berambut pirang berjalan ke arahnya dan itu membuat dirinya menghentikan langkahnya karena pemuda berambut pirang itu berjalan dengan langkah lemas seperti tidak punya tenaga untuk berjalan.
Sairaorg terus memperhatikan pemuda berambut pirang tersebut sampai akhinya pemuda itu menabraknya dan meminta maaf sejenak tanpa memperhatikan dirinya yang ditabrak, meski tabrakan itu tidak berarti apa-apa baginya, dia bahkan tidak merasakan adanya kekuatan dari tubuh pemuda berambut pirang yang menabraknya tersebut.
Sairaorg menatap punggung pemuda berambut pirang itu dan matanya menyipit.
'Dilihat dari kondisinya, sepertinya dia juga sama sepertiku. Seorang yang dianggap gagal, kah…'
Sairaorg terus menatap punggung pemuda pirang itu yang berjalan dengan kepala menunduk. Sairaorg kemudian membalikkan tubuhnya dan melanjutkan perjalanannya.
'Akanku awasi dulu dia. Aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan setelah sadar bahwa dunia ini begitu busuk…'
Flashback, End.
Sairaorg mengingat pertemuan pertamanya dengan pemuda yang sekarang dia ketahui bernama Namikaze Naruto itu. Dia lalu menatap seorang pemuda berambut pirang pucat berwajah tampan dan memiliki mata abu-abu yang sedang duduk di sofa di hadapannya.
"Jadi kau ingin aku merekrut mereka ke klub ini?"
Tanya Sairaorg menatap pemuda berambut pirang pucat itu yang merupakan anggota klubnya.
"Ya, bagaimana menurutmu, Sairaorg? Mereka itu sama seperti kita, sama-sama orang buangan."
Jawab pemuda berambut pirang pucat itu. Sairaorg terlihat berpikir sejenak tapi dia tidak menemukan sesuatu yang salah dari usulan pemuda berambut pirang pucat di hadapannya tersebut.
"Baiklah Kiba, karena mereka memenuhi syarat sebagai orang yang dianggap gagal, aku akan merekrut mereka. Lagi pula anggota klub ini hanya kau, Asia dan aku. Kita bertiga masih belum cukup untuk memenuhi syarat membuat klub resmi yang bisa mengambil misi."
Kiba tersenyum mendengar ucapan Sairaorg, dia kemudian mengambil sesuatu dari saku celananya, itu adalah kertas yang terlipat dan berisi formulir pendaftaran untuk menjadi anggota klub tersebut.
"Sepertinya aku perlu membuat ini lagi untuk mengundang mereka ke klub."
Kiba menatap kertas di tangannya itu sambil tersenyum, dia kemudian mengingat sesuatu. Kiba menatap ke arah Sairaorg dan memasang ekspresi serius di wajahnya.
"Sairaorg, aku dengar Namikaze Naruto di serang oleh siswa Mage pengguna elemen api dan dia mengalami kebutaan karena matanya dibakar oleh si penyerang."
Sairaorg yang mendengar itu menyipitkan matanya tajam, dia mengeraskan wajahnya bersamaan dengan itu.
"Raiser Phenex kah? Atau Uchiha Sasuke?"
Kiba menggeleng mendengar pertanyaan Sairaorg tersebut, dia kemudian menghela nafas dan berbicara.
"Aku tidak tahu, tapi aku dengar Sona-Kaichō sudah menginterogasi keduanya dan beberapa murid lainnya tapi mereka semua mengaku tidak melakukannya."
Sairaorg terdiam memikirkan ucapan Kiba, dia kemudian teringat dengan kakak dari siswi bernama Sona tersebut yang dulu juga bernasib sama seperti dirinya namun sekarang orang itu dikenal sebagai Mage jenius pengguna sihir air dan es di Kerajaan Camelot.
"Tidak heran Sona sampai bergerak seperti itu. Dia sepertinya masih menyimpan kebencian yang di pendamnya terhadap orang-orang seperti kebanyakan murid di Magic Academy ini. Karena itulah dia menjadi sangat dingin pada siapapun di Academy ini."
Sairaorg menghela nafas dan kembali ke ekspresi biasanya. Dia kemudian menatap Kiba dan berbicara lagi.
"Cepat atau lambat penyerang itu akan ditemukan, Sona tidak akan berhenti sebelum orang itu berhasil dia hukum dengan hukuman yang berat. Kita biarkan saja dia yang mengurus masalah itu karena itu adalah tugasnya. Untuk sekarang kita perlu menambah jumlah anggota kita dan mendaftarkan klub ini secara resmi, setelah itu kita bisa menjalankan misi ataupun melakukan kegiatan klub ini yang sangat menarik kedepannya."
Sairaorg tersenyum saat membayangkan kegiatan klub yang dia bentuk itu yang terdengar menarik jika klubnya berhasil dibentuk secara resmi. Kegiatan itu adalah…
"Baiklah biar aku yang mengurus semua itu. Kalau begitu aku akan kembali latihan untuk hari ini."
Kiba berdiri dan berjalan pergi dari tempat yang menjadi ruang klubnya tersebut. Sepeninggalan Kiba, Sairaorg memejamkan matanya dan membatin.
'Ini akan semakin menarik, akan aku buat klub ini namanya dikenal sampai ke seluruh kerajaan lainnya sebagai klub dengan tipe penelitian terbaik yang pernah dibuat.'
Sairaorg tersenyum menyeringai dan seringaian itu menghilang tidak lama setelah itu.
'Klub ini, MBRC pasti akan aku buat seperti itu meski saat ini namanya belum ada yang tahu sama sekali untuk saat ini.'
•
Malam.
Di ruang kesehatan Academy kini terlihat Issei, Lee dan Naruto yang sudah sadar tentunya, berbicara satu sama lain dengan ekspresi yang berbeda-beda. Di tangan Issei terlihat dia memegang buku tipis berwarna biru dengan sampul yang memiliki gambar 'Love' atau hati yang patah menjadi beberapa bagian. Buku itu adalah buku tentang Repairing Magic yang sebelumnya diletakkan di rak buku sihir kelas rendah oleh seorang gadis berambut pirang panjang.
Issei terlihat mulai membuka buku tipis tersebut, sedangkan Lee berdiri disamping Issei untuk melihat isi buku tersebut. Issei kemudian mulai membacakan isi dari buku tersebut agar Naruto bisa mendengarkannya karena Naruto tidak bisa membacanya sendiri dengan kondisinya saat ini yang buta akibat penyerangan Raiser kemarin.
Sekitar sepuluh menit Issei membacakan isi buku itu secara teliti agar tidak salah baca dan membuat Naruto yang mendengarkan mendapatkan informasi yang salah, akhirnya setelah selama itu dia selesai membacakan semua isi yang ada di buku tipis tersebut.
"Repairing Magic Book, dibuat oleh Michael Starsia…"
Issei menutup buku tipis tersebut.
"Eh? Yang Mulia Michael yang membuat buku itu?"
Lee bertanya terkejut saat mendengar ucapan Issei yang benar-benar membaca semua tulisan apapun yang ada dibuku tersebut. Issei yang mendengar itu juga sedikit terkejut tapi mengingat Raja sebelumnya tersebut memiliki tipe sihir itu, dia tidak akan terlalu heran jika informasinya merupakan hasil dari penelitian Raja tersebut selama bertahun-tahun.
Disisi lain Naruto mendengarkan semua yang di bacakan Issei mengenai isi buku sihir tipe perbaikan tersebut dengan serius. Dia mencoba mensimulasikan sihir itu di dalam pikirannya dan dia juga memikirkan kalimat yang tertulis di sampul buku itu yang dibacakan oleh Issei.
"Anything that is broken can be repaired. Ini tertulis di sampulnya di bagian bawah setelah judul bukunya."
'Apa pun yang rusak dapat diperbaiki… apa ini maksudnya apa pun itu bisa diperbaiki jika rusak?'
Naruto kemudian kembali mengingat kalimat yang dibacakan oleh Issei.
"Repairing Magic lebih dari mampu untuk membuat sebuah pohon yang tumbang kembali berdiri dengan tegak seperti sediakala. Sihir dasar dari tipe ini sudah cukup untuk melakukannya hanya saja dibutuhkan Mana yang cukup untuk menggunakannya."
Naruto terus memikirkan sekaligus mensimulasikan sihir perbaikan itu di dalam pikirannya. Naruto terus saja mengingat dan mencoba memahami semua yang telah dibacakan oleh Issei sampai akhirnya apa yang dibacakan oleh Issei sampai ke isi yang dia butuhkan saat ini.
"Ini adalah rahasia, cobalah pahami ini. Pasanganmu pergi meninggalkanmu dan hatimu hancur karenanya, namun suatu hari dia kembali dengan senyuman indah terukir dibibirnya dan ekspresi senang terpancar dari wajahnya berserta sorot matanya menunjukkan kebahagiaan, lalu dia pun berkata [Aku kembali untukmu, maafkan aku karena tidak memberitahumu alasanku pergi darimu. Tapi sekarang aku disini untukmu dan akan selalu untukmu bagaikan sihir suci yang disebut perbaikan ini yang tidak akan membiarkanmu rusak karena kehilanganku, karena kaulah satu-satunya orang yang aku cintai. Alasanku pergi darimu karena aku ingin memperbaiki diriku yang hina ini dan tidak pantas untukmu.] Apa yang akan kau lakukan jika mengalaminya? Pahamilah mengenai kata memaafkan karena itu adalah kunci untuk hal ini."
"Di bawah ini adalah sihir dasar dari tipe sihir perbaikan ini. Repair…"
Naruto terus memikirkan itu sampai akhirnya dia menghela nafas dan membatin.
'Lima poin Mana sudah cukup untuk melakukan sihir perbaikan, tapi… jika gagal aku harus menunggu Mana milikku terisi lagi, belum lagi kalimat itu… apa maksudnya?'
Naruto terus memikirkan hal itu sampai-sampai dia melupakan bahwa Issei dan Lee masih berada di ruang kesehatan Academy tersebut bersamanya. Issei yang melihat Naruto sibuk dengan dunianya sendiri hanya mampu menghela nafas, dia kemudian menatap Lee dan berbicara pelan.
"Mungkin kita tinggalkan Naruto saat ini, biarkan dia berkonsentrasi untuk menggunakan sihirnya."
Lee yang mendengar itu mengangguk mengerti.
"Ya, ayo pergi Issei-kun."
Issei mengangguk, dia kemudian meletakkan buku itu disamping Naruto dan dia berjalan keluar ruangan bersama Lee. Sebelum keluar Issei melirik Naruto dan tersenyum.
'Semoga berhasil, Naruto.'
Dengan itu Issei keluar sepenuhnya dari ruang kesehatan Academy tersebut meninggalkan Naruto sendirian dengan pemikirannya. Sepeninggalan Issei dan Lee, Naruto akhirnya mencoba sihirnya, dia menyentuh kedua bola matanya dengan jari tangannya dan berkonsentrasi.
Repair
Naruto bergumam pelan, setelah menggumamkan nama sihirnya, muncul lingkaran sihir kuning yang memiliki lambang yang terbentuk dari penggabungan antara daun dan pusaran (Lambang Konoha). Lingkaran sihir itu bergerak memasuki mata Naruto dan itu terlihat hanya melewatinya saja sebelum akhirnya menghilang.
Naruto menjauhkan tangannya dari wajahnya, dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Awalnya rabun, tapi lama kelamaan dia bisa melihat dengan cukup jelas meski masih rabun.
"Berhasil… tapi sepertinya Mana milikku tidak cukup untuk memperbaikinya sampai pulih sepenuhnya, aku harus menunggu Mana milikku kembali terisi, untuk sekarang aku akan tidur saja… Issei dan Lee juga sudah pergi. Hah~ tapi setidaknya aku sudah bisa menggunakan sihirku."
Naruto tersenyum saat mengatakan itu, dia kemudian membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit ruangan tersebut dan dia pun membatin.
'Besok aku pasti sudah bisa melihat dengan sangat jelas, hehe…'
•
Keesokan harinya, Naruto sudah memperbaiki bola matanya yang rusak, dia terlihat sangat bersemangat saat baru bangun dari tidurnya tapi semangatnya itu hilang ketika seorang gadis berambut hitam sebahu dan menggunakan kacamata memasuki ruang kesehatan Academy tempat dirinya berada saat ini. Gadis itu adalah ketua Dewan Siswa, dia adalah Sona Sitri.
Sona berjalan mendekati Naruto yang masih duduk-duduk di atas ranjangnya, dia berdiri di samping ranjang tempat Naruto duduk dan dia membenarkan letak kacamatanya sambil menatap Naruto.
"Bagaimana keadaanmu sekarang, Namikaze-kun?"
Tanya Sona datar sambil memperhatikan setiap inci dari tubuh Naruto, dia berhenti saat tatapannya bertemu dengan iris biru safir milik pemuda berambut pirang tersebut yang sekarang mata biru indah itu kembali memiliki cahayanya, tidak kosong seperti sebelumnya.
Sona tersenyum dalam hatinya saat melihat mata biru itu kembali memiliki cahaya, lalu dia pun membatin.
'Syukurlah dia bisa memperbaiki kerusakan pada matanya. Arigatō sudah mengabulkan permintaanku, Hime-sama.'
"Aku baik Kaichō, keadaanku sudah pulih sepenuhnya."
Jawab Naruto datar sambil menatap Sona heran karena gadis berkacamata tersebut terus memperhatikannya.
"Begitu, baguslah kalau memang seperti itu,"
Sona menghentikan ucapannya, dia kemudian memasang ekspresi serius di wajahnya dan melanjutkan ucapannya.
"Jadi, bisakah sekarang kau katakan siapa yang menyerangmu, Namikaze-kun? Aku tidak ingin perbuatan seperti itu terjadi lagi di Magic Academy ini."
Naruto terdiam, dia memikirkan hal itu sejenak tapi pada akhirnya dia berpikir untuk tidak mengatakan apapun karena dia ingin membalasnya sendiri, tapi sepertinya gadis itu tidak ingin membiarkan dirinya berbohong.
"Jangan coba-coba untuk berbohong karena aku akan menghukummu juga kalau kau berbohong. Jadi katakan siapa yang menyerangmu, Namikaze-kun, jika orang itu mencoba mengancammu kau bisa melaporkannya padaku secara langsung. Aku tidak akan membiarkan orang seperti itu berkeliaran dengan bebas tanpa mendapatkan hukuman atas perbuatannya."
Naruto menghela nafas pasrah, dia kemudian menoleh ke arah lain dan mengatakan siapa yang menyerangnya. Dia tidak punya waktu untuk berurusan dengan hukuman gadis itu karena dirinya sekarang sudah bisa menggunakan sihirnya jadi dia ingin mempelajari tentang sihirnya lebih dalam lagi agar suatu saat nanti dia bisa menggunakan sihirnya dalam pertarungan.
"Raiser Phenex."
Hanya dengan itu saja Sona sudah merasa puas, dia kemudian berbalik tapi sebelum pergi dia berbicara.
"Terima kasih atas kerja samanya, Namikaze-kun. Dengan begini dia tidak lagi punya alibi untuk menyelamatkannya dari hukumanku."
Setelah mengatakan itu, Sona pergi meninggalkan ruang kesehatan Academy tersebut dan hal itu membuat Naruto menghela nafas.
"Semoga saja Phenex itu tidak trauma karena Sona-Kaichō itu kejam kalau menghukum seseorang."
Naruto bergidik ngeri saat mendengar cerita Issei dulu yang katanya pernah mengintip gadis-gadis ganti baju dan ketahuan lalu dihukum dengan digantung di atas pohon dengan rantai selama seharian penuh. Itu digantung terbalik dan di lokasi yang cukup mudah untuk panas terik cahaya matahari menjangkau tubuh pemuda berambut coklat tersebut dan membakarnya.
Naruto sekali lagi menghela nafas, dia kemudian turun dari ranjangnya dan berjalan keluar dari ruang kesehatan Academy tersebut sambil membawa buku tipis berwarna biru yang tidak lain adalah buku tentang Repairing Magic.
•
Mahō no Shūfuku atau juga dikenal sebagai Repairing Magic, adalah sebuah tipe sihir langka yang konon katanya sihir ini pernah membuat seorang manusia dikutuk akibat mencapai tingkatan tertinggi dari sihir ini. Manusia itu bernama Ōtsutsuki Isshiki, dia juga dikenal sebagai leluhur klan bangsawan Ōtsutsuki saat ini yang tinggal di Kerajaan Camelot. Mahō no Shūfuku selain dikatakan sebagai seburuk-buruknya tipe sihir yang pernah ada, dahulu sihir ini dikenal dengan sebutan World Balancing Magic bernama Recovery of All Things.
Namun sihir ini menghilang bersama Ōtsutsuki Isshiki itu sendiri dan tidak pernah ada lagi yang memilikinya sampai Mahō no Shūfuku ditemukan beberapa tahun terakhir ini, lebih tepatnya lima tahun terakhir. Sejak awal kemunculan Mahō no Shūfuku ini, semua orang telah sepakat untuk menempatkan sihir ini ke tipe sihir kelas rendah dan merubah semua tipe sihir kelas rendah menjadi kelas menengah karena itulah Mahō no Shūfuku sekarang dikenal sebagai tipe sihir kelas rendah satu-satunya, namun julukan seburuk-buruknya tipe sihir tetap dimiliki oleh Mahō no Shūfuku ini meski memiliki arti yang berbeda, jika dulu dijuluki seperti itu karena mampu membuat penggunanya dikutuk, maka saat ini Mahō no Shūfuku disebut sebagai Worst Type Magic karena Mahō no Shūfuku atau Repairing Magic dianggap tidak berguna oleh semua orang.
Mahō no Shūfuku diketahui hanya dimiliki oleh dua orang di Kerajaan Starlight, lima orang di Kerajaan Camelot, dua di Kerajaan Mawar, satu di Kerajaan Camelia dan empat di Kerajaan Moonlight. Diantara semua pengguna tipe sihir ini hanya empat orang yang dihormati sedangkan sisanya diperlakukan dengan buruk oleh kebanyakan orang dan ada yang biasa saja memperlakukan para pengguna Repairing Magic tersebut. Sebenarnya ingin rasanya merubah pandangan orang-orang tentang tipe sihir ini tapi mengingat dari mana awal mula sihir ini membuat keinginan itu sirna seketika. Jika semua orang tahu Repairing Magic berawal dari sihir kuno bernama Recovery of All Things, pasti penggunanya saat ini akan dicari dan dijadikan subjek eksperimen terlarang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Buku ini aku tulis bukan untuk dibaca secara umum, ini adalah buku catatanku selama meneliti dan menelusuri semua hal tentang Repairing Magic atau Sihir Memperbaiki. Suatu saat nanti aku ingin mengumpulkan orang-orang yang memiliki tipe sihir ini dan melakukan penelitian bersama untuk membongkar semua kemampuan dari tipe sihir ini karena kemampuannya saat ini masihlah misterius. Repair adalah sihir dasar dari tipe sihir ini dan sihir itu saja sudah cukup untuk mengidentifikasi bahwa asal usul tipe sihir perbaikan ini pastilah sihir itu, World Balancing Magic, Recovery of All Things, karena Recovery of All Things juga aku ketahui merupakan sihir dasar dari Sihir Penyeimbang Dunia tersebut.
Aku juga ingin tahu apa yang menjadi penyebab utama Ōtsutsuki Isshiki dikutuk setelah mencapai tingkatan tertinggi dari sihir Recovery of All Things tersebut.
…
Naruto berjalan santai menuju ke atap gedung Academy sambil membaca buku biru tipis di tangannya. Naruto, dia sepertinya belum memahami sepenuhnya tentang sihir miliknya meski sudah dibacakan oleh Issei sebelumnya, karena itulah dia membaca ulang buku yang ditulis oleh Michael Starsia yang merupakan Raja ke-tiga Kerajaan Starlight.
Naruto akhinya sampai di atap gedung Academy setelah berjalan selama 15 menitan dari ruang kesehatan Academy tempat dirinya bermalam selama dua hari terakhir ini. Naruto berjalan ke arah sebuah bangku yang ada di atap gedung Academy dan mendudukkan dirinya disana.
'Jadi begitu, masuk akal kenapa Tō-san menyebut Repairing Magic bukan sihir sembarangan jika asal usul sihir ini saja berasal dari sihir kuno… hm… bahkan Raja ke-tiga dari Kerajaan ini tidak tahu tentang Tō-san dan Kā-chan yang memiliki Repairing Magic… Tunggu! Lalu mereka menggunakan sihir perbaikan milik mereka untuk apa?'
Naruto terdiam saat dirinya berpikir tentang apa kegunaan sihir perbaikan milik kedua orang tuanya, kenapa mereka merahasiakan Repairing Magic milik mereka dari masyarakat luas? Sepertinya muncul lagi pertanyaan yang tidak memiliki jawaban dalam waktu dekat ini karena kedua orang tuanya pasti tidak akan mengatakan apapun jika dirinya bertanya pada mereka yang bahkan sudah merahasiakannya dari dirinya selama ini meski dirinya dan kedua orang tuanya itu selalu bersama sebelumnya.
Naruto membalik halaman yang habis dia baca, dia kemudian membaca halaman kedua, ketiga, keempat dan kelima. Setelah selesai, Naruto terdiam sambil berpikir namun tidak lama setelah itu dia mendongak menatap langit biru berhiaskan awan putih dan membatin.
'Aku sudah sedikit melangkah ke depan, tapi masih ada masalah yang harus aku selesaikan,'
Naruto terdiam menikmati hembusan angin lembut yang sejuk karena masih di pagi hari. Dia kemudian memejamkan matanya dan melanjutkan.
'Aku harus mencari tahu apa penyebab perkembangan Mana milikku begitu buruk.'
Naruto terdiam, dia kemudian berusaha untuk menggabungkan potongan-potongan informasi yang telah dia kumpulkan selama ini. Mulai dari awal perkembangan Mana miliknya diketahui berkembang sangat lambat bahkan yang terburuk dari yang terburuk dalam segi perkembangan Mana, lebih lambat dari perkembangan Mana milik Issei yang dikatakan paling lambat dalam sejarah Magic Academy.
Disusul dengan informasi tentang kasus percobaan pembunuhan di hari kelahirannya terhadap orang tuanya namun berhasil di gagalkan oleh Ayahnya. Lalu berikutnya diketahui bahwa Mystical Magic: Magic Contract mampu mengambil Mana seseorang sampai hanya tersisa satu poin. Dan berikutnya yang baru dia ketahui, sihir miliknya merupakan versi baru dari sihir kuno Recovery of All Things yang dikatakan penggunanya sampai dikutuk hanya karena telah mencapai tingkatan tertinggi dari sihir itu.
Jika semua informasi itu digabungkan maka akan menjadi kalimat; Awal buruk akhir buruk, Recovery of All Things adalah jawaban untuk itu semua. Artinya, Magic Contract pasti menyebabkan kerusakan terhadap sirkuit Mana miliknya meski Ayahnya berhasil menggagalkan sihir itu yang digunakan oleh penyerangnya (Awal buruk), lalu akibat dari kerusakan itu membuat kapasitas Mana miliknya tetap di satu poin selama ini sampai dirinya beberapa kali disembuhkan dengan Healing Magic: Royal Heal milik Guru pengurus ruang kesehatan Academy yang bernama Shizune saat dirinya mulai dianiaya oleh murid-murid lainnya di Magic Academy dan berakhir di ruang kesehatan Academy, barulah kapasitas Mana miliknya bisa meningkat meski hanya empat poin (Akhir buruk).
Setelah memikirkan hal itu Naruto membuka matanya dan menatap kedua tangannya.
'Kerusakan sirkuit Mana, kah? Tapi aku tidak tahu banyak tentang sirkuit Mana.'
Kau tidak akan bisa memperbaiki sesuatu dengan sihir Repair jika kau tidak tahu apapun tentang sesuatu yang ingin kau perbaiki.
Kalimat dari buku tentang sihir perbaikan yang telah dia baca ulang bergema di kepalanya.
'Aku harus mencari tahu tentang sirkuit Mana, belum lagi bagaimana caraku memperbaiki sesuatu yang tidak memiliki wujud fisik yang bisa aku sentuh?'
Naruto kembali dibuat terdiam, dia menarik nafas dengan rakus lalu detik berikutnya dia buang dengan perlahan dan berdiri dengan tekad yang memancar dari sorot matanya.
'Percuma memikirkan itu, lebih baik aku cari tahu tentang sirkuit Mana, baru setelah itu aku bisa memikirkan cara memperbaiki perkembangan Mana milikku yang buruk ini.'
Naruto kemudian segera pergi untuk mencari tahu atau lebih tepatnya mempelajari semua hal tentang sirkuit Mana di perpustakaan agar dia bisa memperbaiki kerusakan pada sirkuit Mana miliknya. Meski jika Naruto lebih memperhatikan atau teliti dalam memahami kalimat yang bergema di kepalanya maka kalimat itu akan menjadi pendek… Asalkan tahu, itu sudah cukup…
•
Dua hari kemudian…
Naruto terlihat sedang bermeditasi di bawah pohon di belakang bangunan asrama laki-laki. Dia sudah dua hari ini mempelajari semua hal tentang apa itu Mana, sirkuit Mana dan apa pun yang sejenis dengan itu. Lalu saat ini Naruto sedang meditasi untuk mengontrol Mana miliknya yang sekarang sudah bertambah kapasitasnya menjadi enam poin.
Naruto juga sudah lebih memahami tentang sihirnya yang ternyata bisa memperbaiki sesuatu yang tidak terlihat seperti sirkuit Mana. Namun lagi-lagi kendala dari sihirnya itu tidak lain adalah kapasitas Mana miliknya itu yang tidak mencukupi untuk memperbaikinya secara keseluruhan langsung, jadi dia hanya bisa melakukan perbaikan secara perlahan atau dengan kata lain mencicilnya.
Naruto perlahan membuka matanya yang terpejam, dia kemudian menghela nafas dan tersenyum.
"Yosh! Perbaikan hari ini selesai. Meski lambat setidaknya ada kemajuan."
Naruto perlahan berdiri, dia lalu melakukan peregangan untuk melemaskan otot-ototnya yang sedikit kaku karena dia sudah bermeditasi cukup lama ditempat itu. Setelah melakukan peregangan dia melanjutkannya dengan latihan ringan seperti Push-up dan lain-lain sebanyak 50 kali. Setelah selesai semua, dia akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dengan tujuan Training Ground untuk divisi campuran dan melakukan latihan berpedangnya yang harus dia asah sampai melampaui idolanya yaitu Raja Ksatria, Uther Pendragon yang merupakan Raja Kerajaan Camelot saat ini.
•
Training Ground, Divisi Campuran.
Naruto sampai di tempat latihan itu dan dia melihat Issei dan Lee sedang latihan, disana juga ada seorang siswa berambut pirang pucat yang juga berasal dari divisi yang sama dengannya yaitu knight. Naruto berjalan mendekati Issei dan Lee, setelah dekat Naruto menyapa mereka.
"Yo, Issei, Lee."
Issei dan Lee menoleh ke arah sumber suara yang memasuki gendang telinga mereka berdua yang sangat mereka kenali. Setelah melihat siapa yang datang, kedua pemuda itu tersenyum dan mereka melambaikan tangan pada Naruto yang baru datang tersebut.
"Yo, Naruto! Bagaimana hari ini?"
"Konnichiwa, Naruto-kun."
Naruto tersenyum mendengar respon keduanya dan dia menjawab pertanyaan Issei setelah sampai ke tempat kedua temannya itu berada.
"Seperti kemarin Issei, hanya bisa diperbaiki sedikit."
"Begitu ya."
Issei terlihat terdiam berpikir tapi kemudian dia hanya mengangkat bahunya tidak ambil pusing karena cepat atau lambat perkembangan Mana milik temannya itu akan membaik sampai pulih total seperti manusia normal pada umumnya.
"Naruto-kun, bagaimana kalau kita latih tanding seperti sebelumnya?"
Ajak Lee sambil menatap Naruto.
"Boleh, tapi nanti setelah aku melatih kemampuan berpedangku, Lee."
"Baik, Naruto-kun! Yosh! Untuk sekarang aku akan melatih Drunken Fist yang baru aku pelajari. Aku ingin cepat menguasainya dan menggunakannya untuk melindungi orang-orang yang berharga bagiku!"
Naruto dan Issei yang mendengar ucapan Lee, tersenyum. Mereka berdua memiliki tekad kuat tersendiri di dalam hati mereka dan dengan jalan dan cara mereka sendiri, mereka akan berdiri sejajar dengan satu sama lain untuk saling melindungi sebagai sahabat dan sebagai sesama murid terbuang di Magic Academy yang sudah berjanji untuk mencapai puncak tertinggi kekuatan dan akan menunjukkannya di turnamen dunia yang akan datang untuk membungkam semua orang yang menghina mereka.
Demi mengembalikan kejayaan orang tua mereka, ataupun demi menghancurkan semua mulut yang meludahi mereka… demi semua itu mereka akan terus berjuang dengan jalan berduri dan terjal mereka masing-masing. Bersama tapi berbeda jalan, bersama tapi berbeda tujuan, bersama tapi memiliki mimpi yang berbeda dan berbeda tapi selalu bersama karena mereka adalah… Sahabat yang sebenarnya…
[To Be Continue]
Author Note:
Yah halo!
Um, maaf jika cerita ini mengecewakan kalian…
Lupakan…
Di chapter ini Naruto sudah bisa menggunakan sihirnya meski hanya dalam sekala yang sangat kecil terbukti untuk memperbaiki kerusakan pada matanya dia membutuhkan 2x perbaikan menggunakan sihirnya. Disini juga sedikit aku jelaskan asal usul Repairing Magic yang hanya diketahui oleh segelintir orang saja termasuk Michael Starsia yang telah membuat buku tentang Repairing Magic.
Jika chapter ini berantakan ya maaf karena hanya seperti itu yang bisa aku pikirkan… mood menulisku lagi buruk saat ini, bisa dibilang aku sedang malas-malasnya buat nulis cerita, maaf kalau updatenya bakal lama nantinya…
Di bawah ini adalah sihir yang sudah Naruto gunakan;
Repair: Memperbaiki kerusakan terhadap objek yang disentuh.
Tipe: Perbaikan
Konsumsi Mana: 5-999999 Poin
Batas Waktu: -
Kekurangan: Tidak dapat memperbaiki objek yang tidak diketahui oleh pengguna.
Kelebihan:Dapat memperbaiki objek apapun kembali ke keadaan semula tergantung kapasitas Mana pengguna.
Di bawah ini adalah sistem Mana Ranking di fanfiksi ini;
Steel Rank
Steel I: 1-50 Poin
Steel II: 51-100 Poin
Steel III: 101-150 Poin
Steel IV: 151-200 Poin
Steel V: 201-250 Poin
Steel VI: 251-300 Poin
Steel VII: 301-350 Poin
Steel VIII: 351-400 Poin
Steel IX: 401-450 Poin
Steel X: 451-500 Poin
Bronze Rank
Bronze I: 501-550 Poin
Bronze II: 551-600 Poin
Bronze III: 601-650 Poin
Bronze IV: 651- 700 Poin
Bronze V: 701-750 Poin
Bronze VI: 751-800 Poin
Bronze VII: 801-850 Poin
Bronze VIII: 851-900 Poin
Bronze IX: 901-950 Poin
Bronze X: 951-1000 Poin
Silver Rank
Silver I: 1001-1050 Poin
Silver II: 1051-1100 Poin
Silver III: 1101-1150 Poin
Silver IV: 1151-1200 Poin
Silver V: 1201-1250 Poin
Silver VI: 1251-1300 Poin
Silver VII: 1301-1350 Poin
Silver VIII: 1351-1400 Poin
Silver IX: 1401-1450 Poin
Silver X: 1451-1500 Poin
Gold Rank
Gold I: 1501-1550 Poin
Gold II: 1551-1600 Poin
Gold III: 1601-1650 Poin
Gold IV: 1651-1700 Poin
Gold V: 1701-1750 Poin
Gold VI: 1751-1800 Poin
Gold VII: 1801-1850 Poin
Gold VIII: 1851-1900 Poin
Gold IX: 1901-1950 Poin
Gold X: 1951-2000 Poin
Crystal Rank
Crystal I: 2001-2050 Poin
Crystal II: 2051-2100 Poin
Crystal III: 2101-2150 Poin
Crystal IV: 2151-2200 Poin
Crystal V: 2201-2250 Poin
Crystal VI: 2251-2300 Poin
Crystal VII: 2301-2350 Poin
Crystal VIII: 2351-2400 Poin
Crystal IX: 2401-2450 Poin
Crystal X: 2451-2500 Poin
Diamond Rank
Diamond I: 2501-2550 Poin
Diamond II:2551-2600 Poin
Diamond III: 2601-2650 Poin
Diamond IV: 2651-2700 Poin
Diamond V: 2701-2750 Poin
Diamond VI: 2751-2800 Poin
Diamond VII: 2801-2850 Poin
Diamond VIII: 2851-2900 Poin
Diamond IX: 2901-2950 Poin
Diamond X: 2951-3000 Poin
World Rank
World I: 3001-5000 Poin
World II: 5001-7000 Poin
World III: 7001-9000 Poin
World IV: 9001-11000 Poin
World V: 11001-13000 Poin
World VI: 13001-15000 Poin
World VII: 15001-17000 Poin
World VIII: 17001-19000 Poin
World IX: 19001-21000 Poin
World X: 21001-23000 Poin
God Rank
Low God: 23001-25000 Poin
Mid God: 25001-35000 Poin
High God: 35001-45000 Poin
King God: 45001-55000 Poin
True God: 55001-999999 Poin
Dan terakhir, di bawah ini adalah balasan untuk beberapa review…
Queen 00001:
Terjawab di Chapter ini.
RedNavyy: Wah, membunuh semuanya, ok aku pikirkan lain kali. Gak janji.
Jeanne Alter d'Arc: Uh, iya nanti Naruto akan jadi kuat dan iya ff indo memang sudah mulai sepi sekarang, gak kayak dulu. Btw makasih dukungan dan do'a nya Reader-san.
limitscompany23: Nggak, mata Naruto gak diganti tapi diperbaiki.
Ari Putra Bakati: Iya Naruto memang lemah saat ini, btw coba perhatikan baik-baik bro. Naruto bertarung tanpa sihir dan Raiser gak bisa melukai dia, saat bertarung dengan Sasuke pun Naruto juga gak pake sihir ataupun senjata apapun. Bayangkan jika Naruto bisa menggunakan sihir ataupun menggunakan senjata. Dah itu aja deh sedikit penjelasan mengenai kemampuan Naruto yang sekarang.
Tamu - f* you: Uh, kok marah-marah gan? Apa aku punya salah? Dan masalah up lama dan alur berantakan, aku cuma bisa ucapkan maaf karena aku masih manusia dan manusia gak ada yang sempurna. Aku juga bukan penulis profesional, jadi jangan berharap bisa membaca cerita yang mengalir layaknya air.
Unlimited Lost Works: Um… ya begitulah hehe, itu cuma biar Naruto bisa pake sihirnya aja :v di chapter ini mata Naruto dah pulih total berterima kasihlah pada Sona yang meminta sang Hime-sama membawa buku tentang Repairing Magic yang dibuat oleh Raja ketiga Kerajaan Starlight. Masalah seperti memaafkan ataupun balas dendam, sebenarnya aku berencana untuk menghancurkan seluruh klan bangsawan di Kerajaan Starlight. Cerita mainstream itu adalah yang paling mudah dibuat oleh otak pas-pasanku ini.
Btw anime apa itu? :v
Seperti yang aku katakan diatas, aku berencana menghancurkan semua klan bangsawan di Kerajaan Starlight tentunya yang sifatnya Naruto benci. Untuk Kerajaan Starlight sendiri seperti yang sudah aku tulis di ceritanya, Kerajaan Starlight jadi rusak gara-gara Raja barunya itu yang membuat hal seperti itu terjadi. Jadi yang akan Naruto hancurkan bukan Kerajaannya tapi raja barunya itu.
Alasan kenapa Kerajaan Starlight yang pada awalnya merupakan Kerajaan suci hingga menjadi seperti sekarang itu ada pada Rajanya, maklum kalau Raja sudah bertindak semua cuma bisa menerimanya. Untuk saranmu akan aku pikirkan dan masalah pair itu masih lama kayaknya aku bahas, untuk sekarang semua karakter cuma jadi semacam pendukung aja.
Maaf kalau chapter ini mengecewakanmu, bro. N makasih udah menyempatkan waktu untuk membaca fic abal-abal ini :v
Tamu - D. Madoka: Yap begitulah, seperti yang udah tertulis diatas, Naruto udah memperbaiki kerusakan pada matanya dan dia udah bisa melihat tanpa cacat.
Tamu: Ano… ada apa dengan Sona?
Ok mungkin sampai disini aja corat-coret digital ini,
Sampai ketemu lagi di masa depan…
Cyaaa In Next Chapter!
Azking's v2 Out!!!
