Sebuah dunia tipu-tipu.
-Namjoon
Sore itu, kedai lebih ramai dari biasanya. Dan anehnya, kebanyakan pengunjung yang datang hari itu adalah perempuan. Awalnya Namjoon merasa takjub karena baru hari itu lah kedainya ramai didatangi oleh perempuan. Biasanya, pengunjung yang datang hanyalah pekerja laki-laki ataupun bocah laki-laki puber yang datang ke kedai hanya untuk menumpang wifi gratis.
"Sepertinya hari ini ada dewi fortuna lewat atap kedai." Ucap Yoongi sambil mengelap gelas yang baru dicucinya. Yoongi baru saja kembali setelah lama berlibur.
"Mungkin." Balas Namjoon sambil menyunggingkan bibirnya menandakan bahwa ia puas akan keramaian yang ada dikedainya hari itu
Taehyung yang mendengar percakapan dua orang dewasa itu pun kemudian berkata, "Mungkin karena Jimin." Perkataannya sukses membuat Namjoon menoleh dengan secepat kilat.
"Benarkah? Tidak ku sangka orang bisa benar-benar tertarik padanya, padahal tampangnya seperti orang bodoh." Balas Yoongi mengendikkan bahu.
Benar, pikir Namjoon. Sebenarnya tidak baik berpikir mengenai hal-hal yang tidak bagus mengenai seseorang, apalagi jika seseorang tersebut berdiri tepat dihadapanmu.
"Hi hyung-hyung semua. Kabarku baik hari ini." Jimin menyapa semuanya dengan senyuman khas miliknya. Namjoon terpana selama beberapa menit sampai Yoongi melemparnya dengan kain lap.
"Hi Jimin. Tertarik untuk bermain bersama nanti malam?" Tanya Taehyung.
Namjoon lalu menoleh dengan secepat kilat dan memberikan Taehyung tatapan maut. "Main apa?" Balasnya tidak suka.
Taehyung kemudian jadi salah tingkah. "Main PS? Hyung tidak tahu kalau aku dan Jimin satu universitas?" Ucapnya yang membuat Namjoon merasa tersandung kakinya sendiri.
"Aku... tidak tahu?" tanyanya seperti orang bodoh. "
"Ehem, sudahlah. Yang penting nanti malam Jimin main denganku ya." Ucap Taehyung seperti menandai teritorinya.
"Aku sih terserah." Balas Jimin sambil tersenyum dan kemudian melangkah menjauhi mereka. Sebelum berbalik, Jimin kemudian mengedipkan satu matanya ke Namjoon.
"Dasar anak itu." Oceh Yoongi. Seperti kembali ke alam sadarnya setelah beberapa detik tersihir dengan kedipan mata Jimin, Namjoon lalu berdehem. "Memangnya anak itu dari toilet? Lihat itu dia lupa menarik tisu toilet dari belahan pantatnya." Lanjut Yoongi lagi. Ia lalu berdehem dan membalikkan badannya menuju dapur. Namjoon lalu melihat pantat Jimin dan menemukan secarik kertas toilet yang mencuat dari celana jinsnya.
"Memang anaknya agak bodoh sih." Ucap Taehyung lalu melanjutkan pekerjaannya sebagai kasir.
Namjoon lalu kembali menatapi ramainya pelanggan yang masuk ke dalam kedai. Memang sih, rata-rata yang datang itu memesan kopi dan kemudian menatapi Jimin yang bolak balik mengantarkan pesanan pelanggan. Ia tersenyum dengan ramah kepada orang-orang tersebut dan menyapa mereka seolah-olah sudah berkenalan sejak lama. Namjoon pikir, tidak masalah Jimin yang seperti orang bodoh itu bekerja dikedainya. You have to keep your prey close, right?
Hari berlanjut dan terasa lebih melelahkan dari sebelumnya. Sampai jumpa di cerita kedai kopi Namjoon selanjutnya~
