Summary: Aku telah kembali dari tugas yang telah di berikan. Kini saatnya aku akan mengembalikan semua yang telah ku tinggalkan, termasuk keluargaku.
.
.
.
Disclaimer
Naruto by Masashi Kishimoto
Akame Ga Kill by Takahiro
.
.
Rate: M
.
Pair: (?)
.
.
Warning: Pemula, Acak-acakan, Ga jelas dsb.
.
.
Gelap, sunyi dan menyeramkan. Itulah kondisi dari sebuah hutan yang terletak sangat jauh di sebelah barat dari sebuah kerajaan.
Wuuuuunnggg
Secara misterius, tercipta sebuah pusaran distorsi ruang dan waktu berwarna ungu yang entah dari mana asalnya. Lalu dari dalam pusaran itu, keluarlah seorang pemuda yang sangat tampan, warna mata yang berbeda, di sebelah kiri berwarna merah ruby dan kanan berwarna hitam kelam, rambut emo hitam, dan kulit putih bersih. Pemuda itu memakai jubah hitam yang menutupi baju biru tua yang di kenakannya, lalu celana hitam panjang, serta sepatu shinobi berwarna hitam.
"Akhirnya aku bisa pulang kesini." ucap pemuda itu yang sepertinya senang.
Poft
Kepulan asap kecil muncul di bahu kiri sang pemuda. Terlihatlah seekor rubah chibi berwarna jingga yang dimana ekornya berjumlah sembilan. Rubah yang sangat unik.
Rubah itu menengok kiri kanan melihat kearah sekitar. "Hee~ Jadi ini dimensi asalmu. Aku merasakan energi alam disini begitu murni." katanya. Rubah itu menyeringai karena merasakan sesuatu yang pertama kali ia rasakan.
Untung saja hanya sang pemuda yang sudah terbiasa melihat rubah itu bisa berbicara. Kalau tidak, bisa shock kalau ada yang tahu.
Iris merah pemuda itu melirik bosan ke arah rubah. "Disini tidak ada pengguna Senjutsu atau Chakra, Kurama. Jadi wajar saja energi alam di sini melimpah." balas pemuda itu malas kepada Kurama.
Kurama mendengus "Hmph... Aku tahu itu."
Pemuda itu tidak perduli kelakuan dari Kurama, ia lalu berjalan ke arah timur. Lalu melihat kedua tangannya yang dimana terdapat sebuah simbol yang berbeda. Di tangan sebelah kanan ada simbol bulat putih bersih dan di tangan kiri ada simbol bulan sabit hitam.
"Tetapi aku terkejut, Rikudou Sannin muncul kembali setelah dua tahun pasca perang demi memberikan ini kepadaku." ucapnya tidak mengerti. Bukankah terlalu berlebihan sebagai hadiah? apalagi ia merasakan kekuatan besar di dalam dua simbol itu.
Eh, tunggu. Kalau tidak salah, Inikan simbol yang dulu ia lihat saat Menma dan Satsuki menyegel Kaguya kan!? Kok bisa ada lagi!?
Tahu yang di pikirkan oleh partner barunya, Kurama menjelaskan alasannya "Setelah di gunakan, simbol-simbol itu akan kembali kepada Rikudou-jiji."
"Tetapi dengan begitu, kekuatan Indra dan Ashura yang dimiliki oleh Satsuki dan Menma juga menghilang?"
"Tepat. Dan sekarang kekuatannya ada padamu meskipun hanya setengahnya. Aku jadi tidak sabar sekuat apa dirimu sekarang, di tambah dengan diriku sang Kyubi no Yoko yang agung. MWHAHAHAHAHA"
Pemuda iris berbeda warna menatap aneh rubah yang tertawa seperti orang gila. Ups, ralat, rubah gila. "Kau kan cuma seperdelapan dari kekuatan aslimu." ucapnya datar.
Kurama langsung menghentikan tawanya dan menajamkan pandangannya. "Oi, meski cuma seperdelapan, kekuatanku masih setara dengan Shukaku sialan itu." ujar Kurama tidak terima.
Shukaku? Kalau tidak salah, itu nama dari bijuu ekor satu. Bijuu yang bisa mengendalikan pasir dan jurus Fuuton.
"Iya, iya." Daripada tidak ada habisnya, mending ngalah saja dah.
.
.
"Jadi, sekarang apa yang ingin kau lakukan, Naruto?"
Naruto, nama pemuda itu tampak sedang berfikir. "Hmm... Pertama-tama aku harus mengumpulkan informasi terlebih dahulu, lalu mencari kedua adikku." katanya.
"Hm? Adik? Aku baru tahu tentang itu."
Naruto berhenti, lalu mendongak menghadap ke langit, tempat bulan purnama yang bersinar terang. Ekspresi wajahnya berubah menjadi sendu "Yah, aku mempunyai dua adik perempuan. Dulu mereka berdua sangat cantik seperti Kaa-san sebelum tragedi itu datang. Orang tuaku mempercayaiku untuk menjaga mereka tapi aku mengecewakannya karena lemahnya diriku. Dan itu juga, aku mati demi melindungi kedua adikku." ucapnya penuh sesal. Kedua tangannya mengepal sampai mengeluarkan darah. Ia benci dirinya sendiri. Andaikan dulu ia lebih kuat, mungkin kejadian itu tidak akan pernah terjadi dan ia dan kedua adiknya selalu bersama.
Di saat batinnya bergejolak, bulu-bulu yang terasa halus melingkar di lehernya. Hangat, itulah yang dirasakannya. Perasaan hatinya pun juga tenang. Tangannya yang tadinya mengepal sampai terluka menjadi melemas. Lukanya secara ajaib ikut sembuh.
Naruto melihat ke arah Kurama yang melakukan itu semua. "Kurama?"
"Jangan mengatakan itu, Gaki. Kau sudah melakukan apa yang dilakukan oleh seorang kakak kepada adiknya. Orang tuamu pasti mengerti. Ini semua sudah takdir." Kurama menghentikan perkataanya sebentar, mengambil nafas sejenak. "Kalau itu tidak terjadi, kau tidak akan bertemu dengan kami yang berasal dari dimensi Shinobi. Lagipula sekarang kau mendapatkan kesempatan kedua, jadi gunakanlah untuk mengembalikan semuanya." jelasnya dengan sangat bijaksana membuat Naruto sedikit tersentak.
Benar apa yang di katakan Kurama. Ia sudah di beri jalan oleh sang pencipta, dan harus ia tempuh semaksimal mungkin. Naruto tersenyum, rasa optimis telah kembali ke dirinya sendiri. "Arigatou telah menasihatiku, Kurama."ucap sang pemuda setulus hati.
Kurama mengalihkan pandangannya kearah lain. "Hmph. Tidak perlu berterimakasih. Aku melakukan itu karena tidak ingin memiliki partner yang cengeng. Itu saja."
Naruto yang mendengar itu terkekeh. Seperti yang di bilang Menma, Kurama itu rubah Tsundere yang tidak bisa menerima pujian maupun ucapan terima kasih. Kemudian pemuda itu mengambil sesuatu dari kantung ninja miliknya, lalu mengeluarkannya dari sana. Ia memegang sebuah kertas lusuh yang di beberapa bagiannya sudah robek dan membukanya.
"Mereka keluargamu?"
Wush
Angin malam berhembus kencang, menerbangkan daun-daun yang kering. Naruto terdiam. Rambut hitamnya bergoyang tertiup angin.
"Ya. Gambar ini buatan adik-adikku."
Dalam kertas itu, terlihat gambar orang berlima yang di tuliskan sangat sederhana. Mungkin di mata orang lain, itu hanyalah gambar yang tidak berguna. Tapi bagi Naruto, gambar ini adalah kenangan satu-satunya yang ia lindungi sekuat tenaga.
Setelah melihat gambar itu sebentar, Naruto menutup mata. Ia mengembalikan kertas itu ke tempat semula dan melanjutkan langkahnya.
Tap
Tap
Naruto membuka matanya secara perlahan.
Sring
Yang tadinya iris matanya berbeda warna sekarang berubah menjadi merah darah dengan tiga koma atau tomoe di sekeliling pupil mata. Inilah Kekkei Genkai yang dimiliki oleh Naruto sekaligus salah satu dari tiga Doujutsu di dunia Shinobi, Sharingan.
"Cih, mata itu.."
"Jangan mulai.."
.
.
'Aka, Kuro. Nii-san pasti akan menemukan kalian. Dan kita akan bersama-sama lagi.'
.
Naruto menghilang dalam kegelapan pepohonan.
Yo halo... Sesuai perkataanku di fanfic sebelumnya, gw jadi meremake fanfic pertama gw dulu.
.
Kalian berfikir kalau Naruto OP kan? tidak di pungkiri memang sangat kuat. Tapi saya akan menyesuaikan dengan dimensi Akame Ga Kill. Dengan kata lain, ada saat dimana Naruto hanya bisa memakai beberapa kemampuan saja. Apa kah itu? Lihat saja nanti.
.
Untuk jutsu, saya ingin kalian memberikan saran kepada saya. Yang pasti saya akan memasukan elemen Raiton.
.
Oke sampai disini saja dulu. Kalau anda mempunyai kritik dan saran, silahkan langsung review saja. Dengan senang hati saya akan membacanya.
.
See you next time
