I'll Save The Second Male Lead
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke U. x Sakura H.
.
Enjoy this chapter
.
.
Dalam novel yang berjudul The Prince Lover, Charlotte Sakura Haruno atau yang dikenal sebagai Lady Sakura adalah putri dari keluarga Marquess Haruno yang bersaing dengan pemeran utama untuk mendapatkan cinta dari sang Putra Mahkota.
Awalnya semua orang berpikir bahwa Sakura sudah digadang - gadang bakal menduduki posisi Putri Mahkota. Apalagi dengan status kebangsawanan dari keluarganya serta jasa dan pengabdian keluarganya untuk kekaisaran Konoha.
Akan tetapi semua itu berubah disaat sang Putra Mahkota, Albert Naruto de Uzumaki bertemu dengan sang pemeran utama wanita, Rowena Hinata Hyuuga dan akhirnya saling jatuh cinta.
Pangeran Naruto yang jatuh cinta dengan Hinata membuat Sakura merasa terhina dan semakin memupuk kebencian kepada Hinata. Apalagi dengan status Lady Hinata yang hanya seorang putri dari Baron Hyuuga. Bisa dibilang awalnya lady Sakura memang jatuh cinta pada Putra Mahkota tapi seiring berjalannya waktu dan banyaknya tekanan dari semua pihak, menjadikannya terobsesi dengan gelar Putri Mahkota dan sangat menginginkan posisi Ratu di Kekaisaran Konoha.
Namun sayang nasibnya berakhir tragis, setelah berkali - kali mencoba mencelakai Hinata dan pada puncaknya ketika Sakura berusaha untuk membunuh Hinata, disaat itulah dirinya ketahuan hingga membuatnya dijatuhi hukuman mati. Dan begitulah akhir dari pemeran antagonis ini sekaligus alur dari cerita webnovel yang akhir - akhir ini ia baca.
Tapi mengapa sekarang dirinya malah menjadi Lady yang akan segera mati?. Dari semua tokoh di novel ini kenapa dirinya malah terjebak di tubuh pemeran antagonis?
"Hiks, rasanya tidak adil"
Sakura menatap cermin yang menampilkan postur, wajah dan tubuh dari Lady Sakura. Entah ini takdir atau bukan tapi untungnya namanya sama. Jadi dirinya tak perlu bingung bila dipanggil.
"Wah, aku secantik ini?"
Kalau dipikir - pikir dia memang tipikal pemeran antagonis. Wajahnya dingin.
Hmm. Tapi kenapa harus secantik ini?. Apa dirinya tidak salah lihat?
Wajah putih porcelain, kulit mulus dan lembut, surai berwarna pink seperti bunga sakura yang panjang dan indah, mata hijau yang bercahaya, bibirnya yang pink.
Astaga kalau pemeran antagonisnya saja sebegini silau kecantikannya, bagaimana dengan tokoh utama lainnya? Dan juga bagaimana wajah tokoh favoritnya?.
Dirinya memang ingat kalau Lady Sakura digambarkan sangat rupawan. Tetapi pendeskripsiannya di novel sangat minim. Jika dibandingkan dengan karakter utamanya yang digambarkan sangat detail.
Biar bagaimanapun mendapati dirinya yang terbangun dan masuk kedalam novel rasanya benar - benar tidak masuk akal.
Apa sekarang ia sedang bermimpi? Seingatnya semalam ia masih galau dikamarnya dan menangisi cerita akhir dari pemeran favoritnya di novel Price Lover yang juga merupakan Second Male Lead di cerita ini.
Tapi kenapa? Kenapa sekarang ia malah terjebak disini?
Kalau memang mimpi kenapa rasanya terlalu nyata?
"Hah, memikirkannya membuat kepalaku pusing", celetuk Sakura.
Tapi, kalau ia memang berada di dunia novel bukankah ia bisa bertemu dengan tokoh favoritnya? Atau malah ia bisa mencegah nasib tragis yang menimpa tokoh favoritnya itu.
Lumayan kan bisa fangirlingan. Hehe
Mata Sakura berbinar, sekarang dirinya memiliki tujuan untuk menyelamatkan tokoh favorit nya siapa lagi kalau bukan George Sasuke von Uchiha, atau yang biasa dikenal dengan Grand Duke Uchiha.
Salah satu tokoh penting yang juga second male lead dari novel ini. Duke Uchiha maupun Pangeran Naruto sama - sama mencintai Lady Hinata. Akan tetapi, cinta yang dimiliki oleh Sasuke bertepuk sebelah tangan. Sampai akhir kisah, Lady Hinata hanya menganggap Sasuke sebagai teman saja. Dan bahkan Sasuke rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nyawa Hinata. Itulah yang menyebabkan dirinya menangis semalam karena tidak tega dengan akhir kisah dari tokoh kesayangannya.
Benar - benar tidak adil. Kasihan sekali Sasukeku.
Aku harus menyelamatkannya. Batin Sakura.
Tok.. Tok..
Suara ketukan dari pintu kamarnya menyadarkan Sakura dari pikirannya. Sakura menoleh dan matanya mengerjap saat menemukan seorang wanita kira - kira berkisar antara 35 - 40 tahun yang mengenakan pakaian pelayan khas abad pertengahan tengah membungkuk kepadanya.
Dirinya takjub. Hei ia tahu kalau ini didalam novel tapi melihat secara langsung pakaian yang biasanya hanya digambarkan di komik benar - benar luar biasa.
"Yang Mulia, saya sudah menyiapkan air hangat untuk mandi".
Sebentar, mengapa ia bisa paham bahasa aneh dari pelayan itu. Seingatnya Sakura cuma mempelajari Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris saja. Yah walaupun bahasa inggrisnya juga tidak bisa dikatakan lancar. Tetapi jika hanya sekedar yes, no, what sih ia mengerti.
"Kamu siapa?"
Pelayan tersebut nampak kaget dengan pertanyaan Sakura. Ia memandang Sakura heran.
"Saya Mai Yang Mulia, saya dayang yang ditugaskan untuk mengurus keperluan Anda", jawabnya sopan.
Sakura kembali memutar ingatannya. Ah dia ingat, Lady Sakura memang memiliki dayang yang sangat setia kepadanya. Bahkan sampai akhir hayat pun Mai tetap setia pada Sakura terlepas dari perlakuan Sakura selama ini. Mai menganggap Sakura seperti putrinya sendiri.
Sepertinya aku harus menyelamatkannya juga.
"Anda tidak apa - apa Putri?", tanya Mai khawatir.
Sakura langsung memeluk Mai dengan erat. Ia terharu dengan kesetiaan Mai pada tuan nya. Sakura tahu kalau dayangnya ini tersentak dan kebingungan dengan sikapnya. Ya karena Sakura terkenal dengan sifatnya yang dingin, acuh tak acuh dan semena - mena.
"Tuan Putri?"
Nampaknya dirinya harus melepaskan pelukannya sebelum dayangnya makin kebingungan.
"Dimana ayah, ibu dan kakak?"
"Mereka sudah menunggu Anda di ruang makan, Putri. Mari saya bantu persiapkan."
"Baiklah Mai"
.
.
.
Kediaman Marquess Haruno bisa dibilang tidak terlalu menonjolkan kemewahan yang berlebihan.
Didominasi oleh warna putih, menjadikan kediaman keluarga Haruno tetap elegan dan berkelas.
Dan juga setelah dirinya berjalan menuju ruang makan, Sakura baru menyadari bahwa tidak banyak pelayan yang dipekerjakan di kediaman Marquess Haruno. Hal ini cukup aneh mengingat seberapa berjasanya Marquess Haruno untuk kekaisaran. Dan di novel juga tidak terlalu dijelaskan latar belakang masing - masing keluarga. Yang ia tahu hanya sekedar keluarga Haruno termasuk keluarga yang sederhana.
Tetapi apa iya seperti ini?
Sakura memasuki ruang makan dengan santai. Disana sudah ada ayah, ibu dan juga satu - satunya kakak laki - lakinya yang menatapnya dengan aneh.
Er.. apa dirinya berbuat kesalahan?
Sakura mulai waspada melihat sang Marquess berjalan kearahnya. Ia mulai was - was ketika Marquess Haruno telah ada didepan matanya.
Apa dirinya ketahuan?
"Putriku, kamu tidak apa - apa?"
Sakura tersentak saat dipeluk oleh Marquess Haruno. Dia hanya diam saja memandang ayah dari Lady Sakura ini.
"Nak, ayah dengar kemarin kamu kelelahan lalu pingsan. Kamu tidak apa - apa kan?"
"Kamu masih ingat ayah kan?"
"Ibu khawatir nak, kamu benar tidak apa - apa?"
"Adik apa kamu pingsan?"
Sebentar - sebentar apa - apaan ini. Bukankah di novel digambarkan bahwa keluarga Marquess Haruno itu dingin? Tapi kenapa malah seperti ini? Kenapa ayah, ibu, bahkan kakak nya menghawatirkannya sampai seperti ini?.
"Saya tidak apa - apa, setelah istirahat saya sudah lebih baik."
Seingat Sakura didalam novel diceritakan bahwa keluarga Marquess Haruno terdiri dari Marquess Arthur Kizashi Haruno, Marchioness Camelia Mebuki Haruno sang kakak Leofred Sasori Haruno dan Lady Sakura.
Akan tetapi seperti sifat Sakura yang pendiam dan dingin, sifat seluruh anggota keluarganya juga sama.
Apa ia salah ingat? Sejak kapan ayah dari Lady Sakura yang terkenal bengis ini jadi kekanak - kanakan dan bucin?
"Apa ini karena si brengsek Naru itu?", tanya Sasori.
"Bukankah ayah sudah bilang kalau ayah tidak mau putri ayah satu - satunya diambil oleh pangeran rubah itu." Ujar Kizashi sedih.
Lihat ini apa - apaan wajah ayahnya itu. Belum lagi ibunya juga penuh senyuman. Kenapa mereka semua heboh begini sih.
Kok beda? Apa ini novel yang beda? Tapi namanya kok sama?
Lagian untuk apa dirinya sampai pingsan gara - gara pangeran Naruto yang kadar ketidakpekaannya melampaui batas. Lebih baik dirinya menggoda Duke Sasuke saja.
"Aku tidak apa - apa ayah, ibu dan kakak" ujar Sakura lelah.
"Yasudah ayo kita makan dulu, sebelum Sakura benar - benar masuk istana."
Wait. What? Sebelum Sakura masuk istana? Berarti ini timelinenya sebelum cerita novelnya dimulai. Kalau begitu ia harus membatalkan keikutsertaannya di pemilihan Putri Mahkota. Ada hal yang harus ia lakukan dibanding memasuki istana.
Daripada aku masuk ke istana terus ngerebutin pangeran mendingan aku fangirlingan sama ayang Duke Sasuke aja.
"Tapi Sakura putriku satu - satunya" rengek Kizashi.
Tapi bagaimana caranya membatalkan keikutsertaannya? Biar bagaimanapun dirinya adalah bangsawan terpandang. Jika tiba - tiba membatalkan malah makin runyam.
"Tapi yah kan masih ada satu tahap lagi sebelum Sakura bisa masuk istana." Sahut Sasori.
Satu tahap sebelum Sakura bisa masuk istana? Berarti masih bisa digagalin nih?
"Tapi kan putriku ini cerdas pasti mudah."
Senyum Sakura terbit, akhirnya dirinya memiliki alasan untuk tidak ikut serta di pemilihan Putri Mahkota. Ia hanya perlu gagal dalam tahap terakhir saja. Hahahaha.
"Ayah jika aku gagal dalam tahap terakhir apa kalian akan sedih?" Tanya Sakura.
Ayah, Ibu dan Kakaknya terlihat terkejut dengan pertanyaan Sakura. Mereka tidak menyangka Sakura akan menanyakan hal yang menurut mereka mustahil terjadi.
"Tentu saja ayah tidak akan sedih nak, kamu bisa jadi anak ayah selamanya. Ayah bisa membuat kamu jadi pengangguran kaya." Jawab Marquess Haruno berapi - api.
Pengangguran kaya? Ide bagus.
"Lebih baik memang jangan dengan si pangeran rubah bodoh itu dik." Sahut Sasori.
"Ibu mendukung apapun pilihanmu nak" Ibunya menambahkan.
Sakura terharu, baru kali ini dirinya merasakan kasih sayang keluarga. Yap karena selama ini dia tinggal sebatang kara. Sejak kecil ia diasuh di panti asuhan. Dan ketika menginjak usia remaja, Sakura sudah harus mencari uang sendiri karena ia tidak mungkin terus menerus bergantung pada Panti Asuhanmya dulu.
Jadi pengangguran kaya tidak ada salahnya. Batinnya mantap.
Sakura bertekad untuk memulai hidupnya sebagai fangirl yang kaya raya. Dirinya tidak akan berurusan dengan para pemeran utama dan hanya akan menyaksikan adegan di novelnya secara langsung tanpa mengganggu.
Tapi ada hal penting yang harus dilakukan pertama kali oleh Sakura. Yaitu menggagalkan pertemuan antara Duke Sasuke Uchiha dengan Lady Hinata.
Tidak Sasukeku sayang tidak boleh jatuh cinta dengan Hinata. Ini demi masa depan yang cerah.
Sasuke i'm coming.
-TBC-
Tingkatan kebangsawanan:
1. Keluarga Kekaisaran/ raja
2. Grand Duke / Duke
3. Marquess
4. Count
5. Earl
6. Viscount
7. Baron
Hai semua yah Ten tau emang harus ngelanjutin fic ATOSTB dulu. Tapi karena emang lagi stuck dan akhir - akhir ini lagi bucin sama manhwa - manhwa isekai. Jadilah ada ide buat bikin tema yang serupa.
Sebenernya nama yang dipake emang agak maksain sih tapi gak papa lah ya.
Di chap ini si Sakura belum ketemu nih sama Sasuke. Tapi chapter depan bakalan ketemu kok dengan sifat Sakura yang berbanding terbalik dengan sifatnya yang di novel.
I Hope you enjoy this ya semuaa. Kalau buat lapak ini emang update sesuka hati Ten ya hehehe.
Sincelery,
TEN
