I'll Save The Second Male Lead

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Sasuke U. , Sakura H.

.

Enjoy this chapter

.

.

"Pantas saja Grand Duke tidak tertarik dengan wanita manapun. Ternyata sudah ada Putri Karin disisinya" sahut nona bangsawan berambut coklat. Kalau tidak salah ingat nona Moegi namanya.

"Ada rumor di istana, katanya sekitar beberapa hari terakhir ini Grand Duke sering bolak - balik menemui Putri Karin"

Sakura masih asik mencuri dengar gosipan hot terkini tentang Duke Sasuke Uchiha dan Putri Karin.

Jadi itu alasannya ia tidak melihat sosok Sasuke di barak prajurit?

"Jangan - jangan rumor kalau mereka akan dinikahkan itu nyata?"

"Benarkah? Mereka bersama?" Celetuk Sakura tanpa sadar.

"Tentu saja, itu sudah jadi gosip terpanas di istana. Banyak dayang dan prajurit yang melihat Grand Duke di istana bersama Putri Karin. Lagipula -" Nona bangsawan yang sejak awal menggosip, seketika terdiam ketika mengetahui siapa yang bertanya.

"La- Lady Sakura" Ucap Nona itu takut - takut.

Kenapa takut sih? Lagi asik gosip nih. Lanjutin dong.

"Aku bertanya apa itu benar?" Lanjut Sakura masih setia mengorek - orek informasi.

"Benar Lady, saya mendengarnya langsung dari dayang istana Putri Karin" lanjutnya takut - takut.

Sakura kembali mengedarkan pandangan kearah depan. Disana, Sasuke sudah melepaskan gandengannya dari Putri Karin dan membungkuk menghadap Yang Mulia Kaisar Namikaze menunggu simbol penghargaan yang akan diberikan kepadanya.

Untuk beberapa alasan, Sakura tidak berhenti berkedip menatap prosesi didepannya. Bukan karena kagum dengan prosesinya tetapi terpesona dengan ketampanan lelaki kesayangannya itu.

Kok bisa gitu ada yang cakepnya surgawi? Dahlah gimana nggak mleyot coba?

"Cakep banget ya" Celetuk Sakura tanpa sadar.

Para nona bangsawan yang ada didekatnya pun sedikit terkejut dengan celetukan Putri yang digadang - gadang paling dingin se ibukota. Ini beneran Nona Sakura yang itu?. Nggak kesambet kan?

"I-iya, Grand Duke Sasuke memang tampan sekali" Sahut Moegi takut - takut.

"Ta-tapi Yang Mulia Naruto masih lebih tampan kok" Lanjutnya menyakinkan.

Cih. Mana bisa ayang beb Sasuke yang cakepnya blasteran surga itu dibandingin sama Putra Mahkota. Ya memang sih, Pangeran Naruto itu masih masuk kategori tampan tapi ya sebatas tampan aja nggak yang sampe bisa bikin jantung anak perawan jumpalitan gitu. Yah masih standar lah ya.

"Cocok ya mereka. Apa benar mereka berhubungan?" celetuk Sakura lagi.

Mata para nona bangsawan membulat. Mungkin bagi mereka, celetukan Sakura itu tidak terduga. Dari yang awalnya memuji rupa dari Sasuke eh sekarang beralih memuji pasangan Sasuke dan Karin yang saat ini sedang berdansa di tengah aula.

Mereka belum tahu saja kalau sebenarnya Sakura itu shipper garis keras SasuKarin di novel Prince Lover. Meskipun porsi kemunculan Putri Karin di novel tidak terlalu sering. Tetapi saat scene ia muncul apalagi bersama Sasuke, pasti Sakura langsung jerit - jerit lebay.

Ya gimana ya selain pecinta second lead, ia juga suka banget gitu oleng ke second couple. Belum lagi interaksi keduanya di novel itu bener - bener masuk kategori uwu banget. Apalagi sekarang ia melihat live adegan dansa antar keduanya. Aargh bisa gila ia. Ini nggak ada kamera apa ya? Pengen banget gitu direkam biar bisa ditonton lagi. Huhu sayang banget nih dilewatin.

Di novel, mereka hanya diceritakan sebatas sahabat masa kecil dan

Sasuke yang menganggap Karin seperti adiknya sendiri. Tapi mana ada sih persahabatan antara laki - laki dan perempuan yang murni? Pasti bakalan adalah yang kesengsem juga. Begitu pikirnya.

Pokoknya Sakura itu shipper garis keras. Apa mendingan ia jodohin aja ya ayang beb Sasuke sama Putri Karin?. Daripada Sasuke jatuh cinta dengan lady Hinata dan berakhir tragis, lebih baik dengan Putri Karin saja. Iya kan? Duh jeniusnya.

.

.

.

"Salam kepada Grand Duke Sasuke dan Putri Karin"

Sakura menghampiri pasangan tersebut seusai dansa mereka dan membungkuk memberi salam. Dari ekor matanya, Sakura menyadari bahwa yang tersenyum hanya Putri Karin dan Grand Duke Sasuke masih memandangnya penuh waspada.

Padahal kan dirinya cuma memberi salam saja. Kenapa udah kayak mau dianu - anu aja sih tatapannya. Sakura anu beneran baru rasa dah. Eh tapi jangan deh kan saat ini dirinya sedang cosplay jadi bangsawan.

"Anda berdua terlihat sangat serasi sekali saat berdansa, Yang Mulia" puji Sakura tulus.

Ingin rasanya berteriak bahagia karena OTP nya di novel saat ini sedang bersama. Tuh lihat tuh mana masih gandengan gitu.

Aduh bisa nggak sih kalian nikah aja?

"Anda bisa saja memujinya, Putri Sakura. Anda juga pasti akan sangat serasi dengan Putra Mahkota" ujar Putri Karin senang.

"Ah tidak kok mana mungkin" jawab Sakura.

"Maaf?" Tanya Putri Karin. Karena merasa suara Sakura terlalu kecil atau ia salah dengar?.

"Ah bukan apa - apa, Yang Mulia Putri. Kalau begitu saya pamit undur diri dulu"

"Tunggu Putri Sakura, sebelum pergi apa Anda tidak berdansa dahulu dengan Putra Mahkota?"

Dirinya? Dansa dengan rubah kuning bucin itu? Nggak deh yang ada malah berantem lagi di tengah aula. Lagipula ia sudah cukup bahagia melihat Sasuke dengan Putri Karin.

Bicara tentang Sasuke, laki - laki itu sedari tadi hanya diam saja memandang ke tengah aula pesta. Sebenarnya apa sih yang dipandanginya sampai seperti itu?

Sakura mengikuti arah pandangan lelaki itu. Matanya membulat saat mendapati pemandangan dua sejoli yang sedang asik berdansa. Siapa lagi kalau bukan si Putra Mahkota dengan Lady Hinata.

Sebentar - sebentar, jangan bilang Sasuke cemburu dengan mereka? Makanya dari tadi dilihatin terus?

Wahai pemuda padahal disebelahmu sudah ada gadis cantik lho kenapa masih jelalatan aja itu mata. Ckckck.

Ini tidak bisa dibiarkan. Pokoknya kapalku harus berlayar titik.

"Sepertinya Putra Mahkota sedang sibuk Putri, kalau diperbolehkan apakah saya diizinkan berdansa dengan Tuan Grand Duke Uchiha?"

.

.

.

Pada akhirnya, Sakura berhasil berdansa dengan Sasuke. Selama dansa mereka berlangsung tidak sekalipun lelaki itu menatapnya. Malah lebih sering menatap tetangga sebelah, siapa lagi kalau bukan menatap Lady Hinata.

Raut wajah Sakura seketika murung. Padahal dirinya sudah susah payah mencegah timbulnya rasa cinta dari Grand Duke itu. Ternyata mengubah takdir itu memang sesulit itu ya.

"Tuan Grand Duke" Panggil Sakura berusaha mengalihkan perhatian Sasuke kepadanya.

Seakan tersadar dari pikirannya, suara Sakura yang memanggilnya pun sukses membuat Sasuke melirik Sakura singkat.

"Nona yang bergaun merah muda yang sedang berdansa dengan pangeran Naruto, cantik ya?"

Dahi Sasuke berkerut saat tiba - tiba Sakura menanyakan hal yang menurutnya aneh. Kenapa gitu tiba - tiba membicarakan Nona yang sedang berdansa dengan Putra Mahkota? Apa ia sedang cemburu?

Merasa tidak ada tanggapan dari Sasuke, Sakura kembali melayangkan pertanyaan lagi.

"Kalau dibandingkan Putri Karin, mana yang lebih cantik?"

Sasuke menghentikan dansa mereka dan menatap perempuan yang saat ini menjadi patner dansanya itu lama.

"Anda salah makan?"

Senyum Sakura seketika luntur. Perempuan itu tampak tidak senang dengan jawaban yang dikeluarkan oleh Sasuke. Eh bukan jawaban malah lebih tepatnya pertanyaan lagi.

"Saya serius tuan, mana yang lebih cantik?"

"Hmm. Semuanya cantik"

Perempuan itu masih menampilkan raut tidak senang dengan jawaban Sasuke. Apa dirinya salah menjawab? Apa ia harus menjawab kalau Sakura lah yang tercantik? Karena menurutnya memang masih Sakura lah yang tercantik. Lagipula sebenarnya siapa Nona bergaun merah muda itu?

"Dengar. Semua wanita itu cantik. Baik itu Nona yang disana, Putri Karin ataupun Nona Sakura" lanjut Sasuke.

"Baiklah saya menyerah. Apa boleh saya bertanya?"

"Bukankah sedari tadi Anda sudah bertanya?"

Meski ucapan Sasuke memang benar, entah kenapa Sakura tetap saja jengkel. Dasar. Padahal di novel, laki - laki ini digambarkan baik hati dan romantis. Itulah sebabnya ia bisa sampe oleng ke second lead yang sering jadi sadboy. Tapi apa - apaan mulut pedasnya itu. Udah pedes banget tuh mulut eh kelakuannya sebelas dua belas sama triplek. Cih. Untung sayang.

Sasuke mengamati perempuan didepannya yang saat ini sedang mencibirkan bibirnya. Anehnya, ia merasa kalau perilaku Sakura itu lucu. Kemana perginya wanita yang dijuluki kulkas berjalan?

"Baiklah, silakan bertanya" ujar Sasuke mengalah.

"Saat Anda mengantarkan saya ke ibukota, bukankah saya sudah memperingatkan Anda untuk tidak terlibat apalagi jatuh cinta? Lalu kapan Anda mulai jatuh cinta dengannya?"

"Maksudnya?" Tanya Sasuke bingung.

"Bukankah tuan sekarang sedang jatuh cinta dengan Nona bergaun merah muda itu kan?"

Hah?

Lelaki yang biasanya minim ekspresi itu nyatanya saat ini sedang membulatkan matanya kaget. Sebenarnya otak kecil perempuan didepannya ini berisi apa sih? Kenapa bisa random sekali pertanyaannya.

Menurut Sasuke, jatuh cinta itu memungkinkan jika mereka saling mengenal. Atau bisa saja sih jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi itu tidak berlaku padanya.

Jangankan saling mengenal dengan Nona bergaun merah muda yang sejak tadi entah kenapa terus menerus ditunjuk oleh Sakura. Bahkan ia baru menyadari keberadaan Nona itu kalau saja sejak tadi tidak dijadikan target perbandingan kecantikan. Sebenarnya siapa sih Nona itu?

Jangan - jangan beneran kesambet.

Setelah Sasuke dulu mengantarkan Sakura ke ibukota. Pandangannya terhadap perempuan itu sedikit berubah. Dari yang dulunya ia tidak peduli karena memang tidak mengenal, menjadi waspada setelah mendengar rumor buruk tentangnya. Hingga terakhir kali kesannya terhadap Sakura adalah perempuan gila.

Mengingat dalam 25 tahun hidupnya, dia hanya mengklasifikasikan wanita dalam 3 kelompok. Kelompok pertama yang menyukainya karena wajah maupun uang dan akan bertindak agresif mendekatinya, kelompok kedua yang berpura - pura tidak suka dengannya tapi dibelakang sering banget stalking dan kelompok terakhir yang hanya menyukainya dalam diam.

Lalu setelah bertemu dan berinteraksi dengan Sakura, gadis itu bahkan bukan termasuk salah satu dari kelompok tadi. Awalnya memang terlihat terpesona dengan wajahnya tapi cuma sebatas kaget saja karena setelahnya kelakuan gadis itu benar - benar aneh.

Maka dari itu ia sedikit takut bila berhadapan langsung dengan gadis ini. Bahkan Sasuke mengetahui bahwa Sakura sering mondar - mandir didepan barak prajurit.

Bukannya kepedean atau bagaimana ya. Entah kenapa ia yakin 1000% yang sedang dicari perempuan cantik itu adalah dirinya.

Untungnya, setelah kembali dari medan perang banyak hal yang harus diurus di istana kaisar. Makanya ia lebih sering ngetem di istana daripada mampir ke barak prajurit.

"Saya tidak mengerti kenapa Nona bisa mengambil kesimpulan aneh semacam itu" jawab Sasuke.

"Yang jelas saya bahkan tidak mengenal apalagi sampai jatuh cinta dengan Nona bergaun merah muda disana. Daripada itu, bukankah Anda saat ini hanya sedang cemburu?" Lanjut Sasuke sambil mengakhiri dansa mereka.

Memang benar harusnya ia tidak terlibat dengan Sakura. Fix.

.

.

.

"Saya tahu Nona tidak mengisi lembar jawabannya kan?"

Cih. Ketahuan.

"Enggak tuh"

Setelah malam pesta kemenangan, hari ini tepatnya tadi pagi ujian terakhir pemilihan Putri Mahkota digelar. Anehnya bukankah ini harusnya memilih calon Ratu dimasa depan, tapi kenapa sistem tesnya kayak ujian masuk cpns? Pake ada ujian tertulisnya segala lagi.

Tentu saja Sakura tidak menjawab lembar jawab meskipun ia mengetahui jawabannya. Dengan ini ia tidak akan mati dimasa depan bukan?

"Apa jangan - jangan Nona jatuh cinta lagi? Kali ini dengan siapa?" Cecar Mai.

Ini lagi kok bisa gitu maid akhlaklessnya menyimpulkan ia sengaja tidak mengisi lembar jawab karena jatuh cinta?.

"Aku tidak jatuh cinta Mai, hanya sudah tidak berminat saja" jawab Sakura.

Mata Mai menyipit mendengar jawaban dari Nona Mudanya itu. Ia tidak percaya mana mungkin Sakura yang bertekat jadi Ratu eh sekarang tiba - tiba tidak berminat. Pasti Nonanya ini jatuh cinta lagi, pasalnya Nona Sakuranya itu tipikal orang yang mudah jatuh cinta.

"Terus Nona sekarang berminat jadi apa? Bukankah cita - cita Nona dari dulu itu jadi Ratu?" Tanya Mai.

Itu cita - cita Sakura yang asli, bukan aku.

Memang benar, di novel bahkan hingga nafas terakhirnya, Putri Sakura masih saja bertekat keras menjadi ratu. Tapi sekarang ini adalah dirinya. Jika menjadi Ratu mendekatkannya kepada kematian lebih cepat, bukankah lebih baik ia menjadi pengguran kaya saja?.

Atau ia bisa mencoba hidup seperti kungkang yang makan tidur dengan nyaman saja.

Saat ini ada hal mendesak yang harus ia lakukan dibanding memperebutkan posisi Putri Mahkota. Ia harus menyelamatkan kesayangannya. Nah setelah itu baru deh bisa memulai hidup sebagai pengangguran kaya.

"Itu dulu Mai, sekarang aku lebih berminat hidup dengan tenang dan nyaman"

Mai nampak menghembuskan nafas lelah. Menurutnya mungkin kelakuan Sakura saat ini sudah tidak masuk akal. Atau jangan - jangan saat ini dia berpikir kalau Sakura gila?. Ya yang pasti Sakura tidak peduli. Karena yang penting Sasukenya selamat.

Untuk sesaat Sakura sedikit merenungkan pencapaiannya. Sepertinya alur novelnya sudah sedikit berubah. Dari apa yang mereka perbincangkan saat dansa kemarin, sepertinya Sasuke tidak sedang tertarik apalagi jatuh cinta dengan Lady Hinata. Apalagi saat pesta, Sasuke berpasangan dengan Karin yang notabene hanya pemeran ekstra saja.

Apakah ia sedikit berhasil? Sepertinya harus dipastikan kembali.

"Mai"

"Iya Nona?"

"Ayo kita main"

Sepertinya memang benar, Nonanya ini sudah gila.

.

.

.

"Sampai kapan Yang Mulia akan menahan saya disini?"

Sasuke kesal. Pasalnya semenjak ia dipanggil ke istana Putra Mahkota di pagi hari hingga menjelang siang nampak belum ada tanda - tanda alasan ia dipanggil ke istana.

Sang Putra Mahkota sejak tadi masih saja sibuk dengan pikirannya sendiri. Bahkan sudah berjam - jam ia duduk di atas sofa yang terletak tidak jauh dari meja kerja pria itu. Saat ini batas kesabarannya sudah mulai menipis.

"Jika saat ini sudah tidak ada hal yang ingin Yang Mulia bicarakan dengan saya, Saya mohon undur diri" ujar Sasuke kesal.

Udah disuruh dateng pagi - pagi malah dianggurin. Cih dasar rubah kuning.

"Sasuke, menurutmu apa yang direncanakan oleh Putri Marquees Haruno?" Tanya Naruto sebelum Sasuke berbalik meninggalkan ruangan.

"Maksud Anda?"

Kenapa tiba - tiba Nona Haruno?.

"Ya aku bingung saja, bukankah dia dulu sangat ingin jadi Putri Mahkota? Lalu kenapa malah sekarang ia seperti menyerah?"

"Jadi Nona Haruno menyerah menjadi kandidat Putri Mahkota?" Tanya Sasuke memastikan.

Sasuke selama ini memang hanya mendengar desas desus tentang Sakura yang sangat ingin menjadi Putri Mahkota. Katanya sih karena ia mencintai lelaki didepannya ini. Tapi melihat kelakuan perempuan itu saat berdansa dengannya, sepertinya anggapan Sakura mencintai Naruto patut dipertanyakan.

"Perempuan itu bahkan tidak mengisi lembar jawabnya"

"Bukankah Anda harusnya malah senang? Kan Yang Mulia tidak suka dengan Nona Haruno."

Menjadi Pemimpin Pasukan Kekaisaran, menjadikannya sedikit lebih dekat dengan Putra Mahkota yang memang mengurusi perihal keamanan di kekaisaran. Oleh sebab itu, Sasuke jadi mengetahui alasan Putra Mahkota sangat tidak menyukai Putri dari Marquess Haruno yang dianggapnya menyebalkan.Meskipun Putra Mahkota juga sangat menyebalkan.

Sejujurnya Sasuke juga mengetahui jika Naruto menyukai orang lain yang notabene salah satu kandidat Putri Mahkota. Jadi kenapa pria itu harus bingung jika Sakura menyerah? Bukankah itu kabar baik?

"Memang benar. Tapi kau juga tahu kan kalau Putri Sakura itu licik dan manipulatif. Aku hanya khawatir saja"

Licik dan Manipulatif. Itulah yang dulu dipikirkan oleh Sasuke. Tapi apa memang benar? Sasuke malah yakin kalau perempuan itu serius ingin menyerah.

Apanya yang licik dan manipulatif coba, yang ada emang sedikit ekstrim saja mungkin? Atau gila?

"Lantas Yang Mulia ingin bagaimana?"

Naruto nampak berpikir keras. Entah kenapa Sasuke langsung merasa menyesal telah bertanya. Tiba - tiba perasaannya amat sangat tidak enak. Apalagi melihat seringai dari Putra Mahkota Kuning itu.

Jangan bilang -

"Bagaimana kalau Kau coba untuk selidiki?"

Sialan emang.

*TBC*

Hai hai ten balik lagi nih bawain isekai satu ini. Gimana ada yang salah paham kalau Sakura suka sama ayang beb nya nggak? Sebenernya Sakura itu ya cuma ngefans aja hehe. Kayak nge-idol gitu lah, apalagi tampang Sasuke itu emang tampang visual grup yang gampang bikin oleng.

Kira – kira Sasuke bakalan nerima permintaan Putra Mahkota nggak ya?