Wild Flower 2

-:-:-:-

차가운 바람에 숨어 있다

chagaun barame sumeo itda

hiding in the cold wind

한줄기 햇살에 몸 녹이다

hanjulgi haessare mom nogida

melting down under the single ray of sunlight

그렇게 너는 또 한번 내게 온다

geureoke neoneun tto hanbeon naege onda

that's how you came to me once more

-:-:-:-

.

.

.

Sebenarnya ia tak berharap banyak. Karena seperti juga musim yang berganti, ia tahu hati seseorang bisa berubah.

Bergerak.

Entah maju, atau berbalik arah dan meninggalkan. Hinata mengerti jikalau luka yang membekas dan bernanah seperti kehilangan yang dideritanya, pastilah tak lebih berdenyut nyeri ketimbang lelaki itu.

Kehilangan satu,

-dan tersisa satu. Sungguhpun tak bisa dibanding. Dan bukan niat Hinata mengungkit dan membandingkannya.

Sasuke tidak butuh tatapan dengki, atau bahkan kasihan. Yang dibutuhkan lelaki itu hanya penerimaan. Sebuah titik nol di mana ia tidak dimaknai dendam ataupun harapan.

Hinata tersenyum samar di sela gerakan tangannya yang menyisipkan anak rambutnya ke belakang telinga. Ia tak menyambut lelaki itu, sungguh.

Tapi kenapa jadi terasa begitu?

Karena mata kelam Sasuke mengunci pergerakannya. Memerangkapnya dalam satu momen di mana mereka berdua berdiri di jalan setapak itu tanpa suara.

Anehnya, kejadian itu justru mencuri napasnya. Kelegaan di bawah sinar mentari pagi itu menyebar dalam hati.