"ARRRGHHHHH! SAKIT SEKALI!" teriak Riser ketika tangannya di tembak oleh Naruto hingga berlubang, setelah melakukan itu, Naruto mengajak Kuroka ke dalam bus dan langsung di peluk erat oleh Akeno.
"Ayo jalan, Sensei! Terobos saja mereka!" ujar Sasuke. Bus yang mereka naiki pun langsung melanjut dengan cepat keluar dari parkir guru dan pergi ke kota.
"Kau tidak apa kan Kuroka-chan?" tanya Akeno dan di jawab anggukan pelan oleh Kuroka. " Dia memang menahanmu dan sempat meremas dadaku, namun Naru-kun berhasil menyelamatkanku dan memberikannya hukuman setimpal, sesuai yang ia katakan padaku bahwa ia akan menyelamatkanku," jawab Kuroka melepaskan pelukannya lalu memeluk Naruto kembali dengan erat.
"Arigato, Naru-kun."
Naruto yang mendengar itu tersenyum tipis sambil mengelus rambut Kuroka, "Tentu saja aku akan menepatinya. Aku tidak mungkin membiarkan dirimu dalam bahaya atau di lecehkan. Begitu juga untukmu Akeno-chan... Jika ada yang melakukan itu terhadap kalian, aku berjanji... Tidak, aku bersumpah akan menyelamatkan kalian dan tak segan-segan menghukum mereka yang berani melakukan itu terhadap kalian." Kuroka dan Akeno yang mendengar itu tersenyum lalu berpelukan bersama.
Padahal sejak kecil mereka lah yang selalu menyelamatkan Naruto dari Bullyan anak-anak lain, di kejar anjing liar, dan lain-lain, namun kali ini merekalah yang di selamatkan oleh Naruto.
"Padahal dulu kau selalu kami selamatkan tapi sekarang kau yang menyelamatkan kami, waktu cepat sekali berubah ya," gumam Akeno membuat pipi Naruto merona. "He-Hey, hentikan jangan di ungkit masa lalu itu," ucap Naruto, bahwa ekspresi dinginnya hilang entah ke mana dengan cepat.
"Baik-baik hentikan itu, sebaiknya kalian saat ini duduk karena perjalanan dari sekolah ini ke rumah Shikamaru cukup Jauh jadi kita masih memiliki waktu untuk beristirahat," ujar Issei memecahkan suasana mereka membuat Naruto menatap kesal Issei.
"Bisakah kau tidak mengganggu kesenangan kami, Issei?"
"Maaf tapi melihatmu di peluk mereka membuatku terITTETTETEE!" erang Issei karena di jewer oleh Rias. "Jadi itu alasanmu mengganggu mereka Issei-kun?" tanya Rias sambil tersenyum manis namun tidak dengan auranya.
Sasuke yang awalnya juga ingin protes hanya diam karena tidak mau mendapat pukulan dari pacarnya. "Hahh, sudahlah... Ayo kita duduk, perjalanan menuju tempat Shikamaru lumayan lama jika menggunakan bus," ucap Naruto sambil mengajak Akeno dan Kuroka untuk duduk.
Akeno pun memutuskan duduk bersama Arthuria sementara Kuroka pergi ke belakang dan saat sampai di belakang dia langsung di peluk oleh Hinata yang membuatnya sedikit terkejut dengan tindakan Hinata.
"K-Kau tidak apa kan?" tanya Hinata menatap khawatir Kuroka. Sementara yang di khawatirkan tersenyum sambil memeluk Hinata kembali, "Tentu saja, ada Naruto-kun yang menyelamatkanku," jawab Kuroka lalu duduk bersama Hinata.
"Memangnya, Shikamaru-kun tinggal di mana?" tanya Shizuka sambil melihat dari spion saja. "Hocho, Nakano... dari Numabukuro tempat kita sekarang menuju Nakano menghabiskan waktu dua jam, kau tahu jalur untuk ke Nakano kan Rossweisse-sensei?" jawab Shikamaru lalu bertanya kembali.
"Ha'i, tentu saja, jika tidak aku tidak akan meminta Marikawa-san bertanya ke kau," jawab Rossweisse lalu fokus kembali menyetir, sementara Shizuka mencoba menghidupkan radio yang ada di bus untuk menemukan kabar namun sinyalnya tidak bisa menangkap dengan bagus.
Brum!
Satu jam bus berukuran sedang berjalan di jalanan yang sepi dan kacau, Rossweisse tetap fokus mengemudi dengan Shizuka di sampingnya yang melihat keluar dari kaca bus, di kursi penumpang Akeno, Hinata, Kuroka, Irina, Sona, Ino dan Chouji saat ini tertidur pulas di kursi mereka, sementara
Naruto, Shikamaru, Issei, Sasuke, Xenovia, Arthuria, Tsubaki, Sakura dan Rias masih belum tidur karena mereka berjaga sambil melihat keluar dari kaca bus apakah adyang selamat dalam bencana ini atau tidak
"Bagaimana, Rias-chan?" tanya Issei yang duduk bersama Rias. "Tidak ada jawaban sama sekali," jawab Rias sambil meneteskan air matanya.
"Tou-san, Kaa-san, Nii-san," lirih Rias sambil menutup wajahnya, Issei yang melihat itu memeluk kekasihnya dengan erat untuk menenangkan kekasihnya itu.
Kuroka yang tidur bersama Hinata melenguh pelan ketika mendengar tangisan pelan Rias lalu melihat ke arah Hinata yang tidur di sampingnya dengan kepala bersandar di pundaknya lalu beralih ke arah Naruto yang tengah melihat keluar dari balik kaca.
Dengan lembut, Kuroka menurunkan kursi Hinata agar bisa berbaring dengan leluasa lalu pindah ke tempat duduk Naruto sambil menyandarkan kepalanya di pundak Naruto membuatnya sedikit terkejut karena terlalu fokus melihat keluar.
"Kuroka-chan... Jangan tiba-tiba seperti itu dong."
"Fufufu... Kau nya saja yang terlalu fokus melihat keluar, Naru-kun," balas Kuroka lalu mendapat elusan lembut di kepalanya, "ne, Naru-kun, apakah menurutmu kejadian ini dapat berakhir?"
"Entahlah... jika di bolehkan untuk berharap, kejadian ini cepat berakhir," jawab Naruto sambil melirik keluar, "benar juga... ne Kuroka-chan, bukankah kau memiliki adik?" Kuroka yang mendengar itu mengangguk pelan.
"Ha'i... saat di atap aku memberitahunya untuk ke tempat aman dengan segera bersama para guru dan teman-temannya, dia juga bilang saat ini mereka dalam perjalanan ke tempat aman entah di mana itu... Dan saat ini aku belum mendapatkan kabar darinya."
"Apakah kau ingin mencarinya?" tanya Naruto sambil melirik Kuroka. "Di kota seluas ini? Itu mustahil Naru-kun... Kita tidak mungkin bisa menemukannya, yang bisa aku lakukan saat ini hanya berharap Adikku baik-baik saja," jawab Kuroka dengan nada lirih membuat Naruto mengelus rambutnya dengan lembut.
"Aku yakin harapanmu itu pasti kenyataan."
"Um, Aku harap juga begitu," jawab Kuroka semakin menyamankan dirinya bersandar di bahu Naruto, "ne Naru-kun... Apakah kau sudah memiliki kekasih?" tanya Kuroka dengan nada berbisik.
"Kekasih? Belum sama sekali... jika aku punya mungkin aku sudah berpisah di sini dan menyelamatkannya seorang diri, tapi aku tidak punya sama sekali," jawab Naruto membuat Kuroka tersenyum senang.
"Aku tidak yakin akan ada yang berpacaran dengan seorang pembunuh sepertiku ini," lanjut Naruto membuat senyum Kuroka hilang di gantikan wajah cemberut lalu bangun dari bahu Naruto dan menjewer pipi Naruto.
"Ittettette... Ke-Kenapa kau menarik pipiku?"
"Kau ini, jangan berkata yang tidak-tidak... Kau itu bukan pembunuh tahu, kau itu penyelamat," balas Kuroka lalu melepaskan tarikannya pada pipi Naruto, "dan soal tidak akan ada yang mau berpacaran denganmu, itu belum tentu sepenuhnya benar kan, mungkin setelah selamat nanti akan ada yang menjadi kekasihmu."
Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat lalu tersenyum tipis sambil melihat keluar kembali, "ya... Aku harap juga begitu."
"Aku tidak tahu bahwa Rossweisse bisa mengendarai mobil Bus... Apakah kau memiliki hobi mengendarai kendaraan besar, Rossweisse-sensei?" tanya Xenovia membuat Rossweisse tersentak.
"A-Ah tidak kok... Aku hanya mengingat-ingat cara yang di ajarkan sopir bus sekolah kita saja," jawab Rossweisse tertawa canggung lalu fokus menyetir kembali sementara Shizuka hanya tertawa halus melihat tingkah Rossweisse.
"Ne, Shizuka-sensei Guru UKS bukan? Apakah tidak ada obat untuk mencegah Larva-larva ini masuk ke dalam tubuh kita?" tanya Sakura ingin tahu. "Sayangnya Larva kali ini tampaknya berbeda Sakura-chan... Apakah kau berniat membuat obat pencegahan jika kita terkena cairan hijau mereka?" jawab Shizuka lalu bertanya kepada Sakura.
"Um, obat-obatan yang ada di UKS sangat kurang, kita juga tidak punya alat untuk membuat obat pencegahan virus ini serta Sampel Virusnya untuk di gunakan uji coba apakah obat ini bisa mencegah virus itu masuk ke tubuh kita atau tidak," balas Sakura lalu menggigit ibu jarinya sambil berpikir.
"Memangnya itu bisa di lakukan?" tanya Shikamaru dan di jawab anggukan oleh Sakura. "kita tahu Larva itu adalah anak-anak dari serangga bukan, dan cara membunuh biasanya dengan menggunakan cairan Permethrin atau Insektisida, tapi karena ini larva yang berbeda cairan itu mungkin tidak berfungsi." Sakura yang akan menjawab terhenti karena Sona lebih dulu menjelaskan, ia baru saja bangun dari tidur nyenyaknya.
"Bagaimana, Sona-chan? Apakah rasa lelah di tubuhmu sudah hilang?" tanya Tsubaki dan di jawab anggukan pelan oleh Sona.
"Aku sempat mendengar banyak cairan khusus yang di gunakan untuk membunuh larva atau serangga, kenapa tidak kita gabungkan saja?" tanya Shikamaru
"Dan meracuni tubuhmu sendiri? Kau gila? Ada beberapa cairan yang bisa merusak kulitmu tahu!" balas Sakura. "Jika kita sembarangan mencampurnya dan ada yang kurang atau lebih efeknya akan berujung kepada kita sendiri, dan lagi cairan mereka belum tentu bisa menyatu."
Naruto yang melihat Sakura, Shikamaru dan Sona tengah memikirkan obat untuk mencegah larva itu hanya mendengus pelan sambil mengecek SG-550 nya.
"Aku benci Kimia."
"Ne, Naru-kun, bisakah kau melatihku menggunakannya?" tanya Kuroka membuat Naruto menghentikan kegiatannya dan menatap Kuroka serius. "Kau serius ingin mempelajarinya?" tanya Naruto dan di jawab anggukan semangat oleh Kuroka.
"Apakah tidak boleh?" tanya Kuroka. "Tentu boleh," jawab Naruto memindahkan mode senjatanya ke mode Safe, Kuroka yang mendengar itu tersenyum senang lalu duduk di pangkuan Naruto membuat wajah Naruto memerah.
"O-Oi, Kuroka-chan kenapa kau harus duduk di sini?"
"Habisnya sempit, jadi aku duduk di sini saja, apakah tidak boleh?" balas Kuroka lalu menatap Naruto dengan tatapan memelas membuat Naruto meneguk ludahnya. "K-Kuso... Sejak kapan dia secantik dan se imut ini, ghh... Tidak ada pilihan lain," batin Naruto mengatur pernafasannya untuk tenang.
"Ba-Baiklah, aku akan mengajarimu."
Di sisi lain, Sasuke tengah mengecek senjata SG-550 di tangannya begitu juga Shikamaru yang mengecek pistol mereka dan juga Issei yang sambil memeluk Rias.
"Peluru di dalam senjata tinggal 20 peluru, sementara amunisi senjataku tersisa 2 Mag masing-masing 1 mag berisi 30 peluru... Berarti aku hanya bisa menembak 80 tembakan lagi ya," gumam Sasuke lalu meletakkan senjatanya.
"Issei berapa peluru yang tersisa di pistolmu?" tanya Shikamaru ingin tahu. "Karena menolong si brengsek tadi peluruku tinggal sedikit, pistol ini bisa menampung 10 peluru dan telah aku gunakan masing-masing lima dan amunisi yang tersisa sekitar dua," jawab Issei.
"Berarti tinggal 15 tembakan masing-masing pistol ya?" gumam Shikamaru, "Punyaku masih banyak isinya, bagaimana denganmu Naruto, berapa amunisi Pistolmu?" tanya Shikamaru sambil menoleh ke belakang langsung tersentak ketika melihat Naruto dan Kuroka yang jaraknya sangat dekat, walau tertutup kursi ia yakin bahwa Kuroka duduk di pangkuannya.
"Ah, untuk pistolku aku belum gunakan sama sekali dan amunisinya masih utuh, tapi aku akan membutuhkannya nanti ketika aku bersama Arthuria-senpai," jawab Naruto lalu kembali melatih Kuroka.
"Naruto, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan!"
"Aku tidak melakukan itu baka! Aku sedang mengajarkannya cara menggunakan senjata ini!"
Issei yang mendengar itu tersentak dan langsung bangun dari kursinya, "O-Oi! Naruto kau serius?! Dia itu perempuan, apakah kau kehilangan akal sehatmu menyuruh perempuan membawa senjata berat?"
"Issei, tentara juga ada yang perempuan dan mereka juga membawa senjata, selain itu dalam keadaan seperti ini apa kau mau menyuruh mereka membawa senjata tumpul dan melawan mereka dari dekat? Kita bahkan tidak tahu Zombie apa yang akan kita lawan, jika itu Zombie Charger yang suka menyeruduk, bisa-bisa mereka akan mati duluan, itu juga berlaku untuk kekasihmu, apa kau mau?" balas Naruto membuat Issei langsung menggelengkan kepalanya cepat.
"Kau setuju bukan Shikamaru?"
.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Dunia Modern, dimana Dunia sudah maju dengan teknologi canggih yang membantu peradaban manusia, namun karena saking canggihnya, para ilmuwan nekat membuat sesuatu yang berbahaya, namun saat melakukan tes terjadi kesalahan besar. Sesuatu yang berbahaya itu menyebar dengan cepat membuat panik orang-orang dan mereka harus melarikan diri untuk bertahan hidup, akankah peradaban manusia musnah sepenuhnya?
This Is The End the World?
Pair :
... x ...
Genre : Alternative Universe, Adventure, Fantasy, Horror, Tragedy, Mystery, Humor, Sci-Fi, Ecchi, Future.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, AU, Multichap, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru.
" Naruto " berbicara
" Naruto " batin
["Naruto."] bicara melalui walkie talkie
["Naruto."] balasan dari Walkie talkie.
.
Chapter 4 : Ghost Thief
"Aku setuju karena kita membutuhkan senjata jarak jauh, apa lagi Zombie yang akan kita hadapi saat ini ada di Kota bukan lagi di sekolah, artinya mereka akan lebih banyak lagi, sekali kita terjebak dengan senjata jarak dekat maka habis sudah," timpal Shikamaru.
"Tapi kami tidak bisa menggunakan senjata api sekalipun! Bahkan kami tidak memegangbya satu pun... untuk kali ini," balas Sona. "Kita akan mencarinya nanti, dan kami akan mengajarkan kalian bagaimana cara menggunakan juga nanti," balas Shikamaru.
"Mengajari kami? Di mana?" tanya Arthuria mulai bertanya. "Aku tidak tahu pasti, tapi yang pasti..."
"Setelah kita mendapat alat-alatmu, kita akan mencari lokasi truk itu lebih dulu lalu berangkat ke sana bersama dan saat sampai Shizuka-sensei, kau akan menggantikan mengendarai bus ini, karena Rossweissei-sensei akan mengendarai Truk senjata yang akan kita cari ini dengan Sasuke dan Issei yang akan ikut menjaga Rossweisse-sensei," potong Naruto memberikan rencana membuat semuanya tersentak.
"E-Eh? Kenapa Truknya harus di bawa?" tanya Xenovia ingin tahu, "bukankah kau bilang akan mengambil sesuatu setelah kita mengambil alat Shikamaru dan akan mengatasi cara mengambilnya bersama Arthuria-senpai?"
"Ikuti saja rencana ini, rencana ini akan berhasil aku yakin itu," balas Naruto lalu fokus kembali menjelaskan rencananya, "setelah Rossweisse-sensei, Issei dan Sasuke berhasil masuk ke dalam truk, kalian pergilah meninggalkan mereka dan Shikamaru akan menuntun kalian ke rumahku."
"Apakah kita tidak bisa langsung saja mencari tempat aman dan pergi ke sana setelah mendapatkan senjata-senjata itu?" tanya Arthuria. "Tidak bisa... Malam semakin berbahaya jadi tak ada pilihan lain selain menetap di rumah Naruto untuk sementara, selain itu barang-barangku ini butuh tenaga listrik, lalu tempat senjata ini akan di umumkan di Shinjuku dan karena bencana ini truk ini pasti terhenti di suatu tempat setelah aku mendapatkan alatku dan melacak lokasinya kita langsung ke truk itu dan membagi dua team, satu mengurus senjata-senjata itu dan satunya lagi membantu dari tempat aman," jawab Shikamaru.
"Lalu kenapa kita ke rumah Naruto ada sekitar 5 Km dari persimpangan Kota Shinjuku yang terkenal."
"Jadi begitu... itu artinya tujuan kita sama-sama satu jalur, maka dari itu kita akan ke rumah Naruto-san karena batas waktu kita adalah malam hari?"
"Begitulah," jawab Naruto dan Shikamaru bersamaan. "Ti-Tidak mau! Aku ingin membantumu, Naru-kun!" ujar Kuroka namun Naruto menahannya dan melihatnya dengan serius.
"Seperti yang aku katakan tadi di atap, kau tidak boleh ikut," ucap Naruto lalu memeluk Kuroka dengan erat, "aku tidak ingin kehilanganmu ketika menjalankan tugas berbahaya ini, dan kau juga ingin bertemu adikmu bukan? jadi sebaiknya kau membantu kami dari jauh saja bersama Shikamaru."
Kuroka yang mendengar itu merona lalu membalas pelukan Naruto, Ia mengkhawatirnya tapi dia juga khawatir dengan keadaan Naruto menjalankan misi berat hanya demi senjata agar mereka bisa bertahan hidup.
Tapi ini bukanlah permainan atau pun candaan, dia juga tidak boleh egois karena jika ia egois dia bisa saja mati. Yang bisa dia lakukan saat ini hanya berharap Naruto akan baik-baik saja nanti.
"Ugghh... Lapar sekali," gumam Chouji bangun dari tidurnya sambil menyentuh perutnya. "Itu wajar karena kita semua belum makan siang... Apakah tidak ada supermarket di sekitar sini?" tanya Arthuria yang melihat keluar jendela, karena Arthuria menjawabnya dengan sedikit keras Akeno jadi terbangun dari tidurnya.
Sasuke yang duduk dengan Sakura pun bangkit dan berjalan ke depan sambil melihat ke depan bersama para guru untuk membantu melihat apakah ada supermarket di depan mereka.
"Rossweisse-sensei, setelah persimpangan ini ambillah jalur kiri lalu setelah 10 meter akan ada persimpangan lagi lalu ambillah jalur kanan, 6 meter setelah itu kita akan menemukan Supermarket," ucap Shikamaru yang ikut duduk di depan bersama para guru memberi navigasi.
"Baiklah," jawab Rossweisse lalu mengikuti arahan Shikamaru, dan jalur yang mereka lewati tampak sepi sekali bahkan tak terlihat sedikit pun Zombie di jalan-jalan.
"Hmmnn... Apakah kita sudah sampai?" tanya Irina bangun dari tidurnya sambil mengucek matanya begitu juga Ino. "Belum, kita akan berhenti di supermarket untuk mencari makanan," jawab Xenovia sambil melihat keluar jendela dengan serius.
"Tidak ada satu pun Zombie di jalan ini," gumam Tsubaki yang juga bisa melihat di setiap jalan kecil lain tidak ada zombie.
"Mungkin saja mereka pergi ke tempat lain, mereka pasti mencari daging yang belum tercemar virus untuk bertahan hidup," ujar Akeno ikut melihat keluar jendela untuk melihat apakah ada zombie di sekitar mereka atau tidak.
"Jika begitu bersiaplah, aku, Issei, Chouji, Xenovia-san, Sakura-san dan Irina-san, akan masuk ke dalam supermarket dan mencari makanan secukupnya, sementara Naruto, Sasuke, Arthuria-senpai dan Akeno-san akan menjaga di luar bus."
Setelah sampai di tujuan mereka, di samping mereka terlihat sebuah supermarket yang tampak sepi dengan darah berceceran di kaca supermarket, semua yang mendapat tugas pun bersiap dengan senjata mereka.
Naruto yang sudah siap dan akan keluar untuk melihat situasi di luar bus tertahan oleh Kuroka yang menatapnya sedikit khawatir, "berhati-hatilah, lihat sekitar kalian begitu juga di atas kalian... Bisa saja ada Zombie yang bisa merayap di dinding tanpa kita ketahui."
Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu mengelus tangan Kuroka dengan lembut, "Um, akan aku ingat itu, Kuroka-chan," jawab Naruto lalu berjalan ke arah pintu bus sambil menarik pistol FN-57 yang dia bawa semenjak di atap sekolah lalu memberikannya kepada Akeno.
"Na-Naruto-kun, ini...," gumam Akeno terkejut karena Naruto memberikan pistolnya.
"Oi Naruto, bukankah kau bilang tadi akan menggunakannya nanti?" tanya Shikamaru dan mendapat tawa canggung dari Naruto. "Aku mengubah pikiranku tentang itu," jawab Naruto membuat alis Shikamaru berkedut kesal.
"Baiklah, dengarkan aku Akeno-chan... gunakan itu untuk membunuh para Zombie sekarang, kau bisa gunakan itu?" tanya Naruto.
Akeno yang mendengar itu melihat senjata di tangannya dan mengangguk dengan ragu, "U-Um... Hanya tinggal menekan pelatuk ini saja kan?" tanya Akeno dan di jawab anggukan oleh Naruto.
"Yap, tapi dalam situasi seperti ini sepertinya tidak akan ada Zombie, tapi tidak ada salahnya berjaga-jaga," balas Naruto lalu melangkah ke depan pintu bus dan membukanya perlahan sambil mengintip sekitar begitu juga ke langit-langit bangunan sambil menodongkan senjatanya.
Merasa aman Naruto, Sasuke, Arthuria dan Akeno pun keluar dan menjaga jalur dari pintu bus ke pintu supermarket, "Ikuzo," ucap Shikamaru memimpin jalan di ikuti Chouji, Irina, Xenovia, Sakura lalu Issei di belakang.
Shikamaru yang sudah masuk supermarket menyiapkan pistolnya sambil melihat sekitar begitu, setelah 2 menit melihat Supermarket dalam keadaan sepi, mereka pun secepatnya mengambil makanan secukupnya.
Sakura membongkar setiap bagian obat-obatan yang di jual Supermarket yang mereka masuki lalu memasukkan semua obat-obatan itu ke dalam tas karena tidak memiliki waktu untuk mengeceknya satu persatu, dia berpikir akan melakukannya di rumah Naruto saja.
Shikamaru yang melihat berbagai macam alat seperti obeng, palu dan lain-lain mengambil beberapa alat-alat tersebut lalu memasukkannya ke dalam tas belanja, sementara Issei ia mengambil bagian minuman, tanpa peduli minuman apa yang dia ambil dia hanya memasukkannya ke dalam tas belanja.
Untuk Xenovia, Irina dan Chouji mengurus bagian makanan, Chouji yang memang kelaparan langsung saja mengambil satu keripik kentang dan memakannya dengan lahap.
Sementara di luar Naruto, Sasuke, Akeno dan Arthuria bisa mendengar suara berisik di supermarket berpandangan satu sama lain dengan sebelah alis terangkat.
"Enghh...," lenguh Hinata bangun dari tidur nyenyaknya lalu mendudukkan dirinya sambil meregangkan badannya. "Ara, kau sudah bangun Hinata-chan?" tanya Kuroka sambil mendekati Hinata
"apakah kita sudah sampai?" tanya Hinata dan di jawab gelengan oleh Kuroka. "Kita masih mencari makanan untuk saat ini," jawab Kuroka sambil melihat keluar.
"Mereka seperti pencuri yang mengambil semua barang yang ada di supermarket itu saja," gumam Arthuria lalu fokus ke depan kembali. "Kita saat ini memang tengah mencuri Arthuria-senpai... Ya walau bukan sepenuhnya kejahatan karena situasi seperti ini," balas Naruto mencoba melawak.
"Berhentilah berbicara dan fokus saja Dobe."
"Urusai Teme!"
10 menit Naruto tidak melihat ada Zombie sedikit pun melihat ke arah teman-teman kembali yang juga tidak melihat ada Zombie sedikit pun. Mata biru Naruto beralih ke satu tempat di mana dia melihat terdapat 3 mayat Polisi serta 2 mayat tentara dengan kepala hancur.
Naruto pun masuk ke dalam bus dan melihat ke arah Tsubaki, "Tsubaki-san, gantikan aku sebentar ada yang ingin aku selidiki."
Tsubaki yang mendengar itu pun mengambil tongkat kayunya dan berjalan keluar bus dan menggantikan posisi Naruto, sementara Naruto ia berjalan ke arah lima mayat itu sambil menyiapkan SG-550 nya ke sekitarnya begitu juga lima mayat itu.
"O-Oi! Dobe... Apa yang kau lakukan?" panggil Sasuke dengan suara yang sedikit dia pelankan, namun Naruto memberi tanda kepada Sasuke untuk tenang dan kembali mendekati lima mayat itu.
Setelah sampai di lima mayat itu, Naruto bisa melihat para tentara dengan kepala mereka yang hancur membawa satu senjata Assault Riffle dan satu Sniper Riffle, mata sapphire miliknya beralih ke dekat mayat para polisi terdapat satu pistol Glock 17, satu pistol revolver serta satu Shotgun Remington 870.
Naruto juga tidak melihat adanya bekas gigitan di para mayat polisi namun dia menemukan kepala mereka telah berlubang, Naruto yang melihat itu menghembuskan nafasnya pelan lalu memanjatkan doa untuk mereka.
"Bunuh diri karena tidak ingin menjadi mereka sebelum di gigit, dan para tentara ini mati karena jatuh dari ketinggian ya," batin Naruto lalu melihat ke arah kota di depannya yang tampak sepi dan kacau, "ini bukan kekacauan biasa... Ini neraka... Neraka yang entah kapan berakhir."
.
Setelah mengambil semua senjata tiga mayat polisi dan dua mayat tentara, ia lalu memasukkannya ke dalam dua tas yang ada di punggung mayat dua tentara, setelah selesai Naruto pun menarik dua tas tersebut ke arah bus dengan santainya.
"O-Oi, Dobe apa yang kau bawa itu?" tanya Sasuke ketika melihat temannya pergi dengan satu senjata kembalinya membawa dua tas besar berisikan banyak senjata.
"Senjata tambahan," jawab Naruto sambil meletakkan dua tas besar itu di samping pintu lalu mengambil Shotgun Remington 870 yang ada di salah satu tas dan mengeceknya.
"Nanti kita akan ke tempat Shikamaru bukan untuk mengambil peralatannya, mungkin saja ada banyak Zombie di sana dan ada Zombie yang memiliki serangga di dalamnya, jadi tidak ada salahnya menambah persediaan senjata dari pada kita harus mati menjadi bagian dari mereka," lanjut Naruto sambil mengeluarkan seluruh peluru shotgun di dalamnya hingga mengeluarkan tujuh peluru.
"tujuh peluru ya," gumam Naruto lalu mengambil tujuh peluru itu kembali, "Tsubaki-chan, perhatikan baik-baik."
Tsubaki yang di panggil melihat ke arah Naruto yang memegang Shotgun dan tujuh pelurunya, "Kenapa aku harus melihatnya?"
"Karena kaulah yang akan membawa senjata ini," jawab Naruto membuat Tsubaki melebarkan matanya. "E-Eh?! Aku?!" tanya Tsubaki dengan wajah tidak percaya.
"Yap, senjata ini cocok untukmu, jadi perhatikan baik-baik cara menggunakannya, selagi tidak ada Zombie aku akan mengajarimu."
"Senjata ini hanya bisa di isi tujuh peluru, masukkan pelurunya ke lubang bagian bawah sini," ucap Naruto menunjukkan cara memasukkan peluru Shotgun dan di perhatikan oleh Tsubaki, Naruto hanya memasukkan lima peluru ke dalam senjata.
"Setelah masuk, tarik kokang ini, tapi jangan di tahan tarik sekali saja," ucap Naruto lalu menarik kokang Shotgun itu sekali, "setiap kau menembak Zombie tarik kokang ini, dan perluru yang telah di gunakan akan keluar dari sisi ini, lalu saat kau menggunakannya untuk membidik para Zombie usahakan matamu tidak terlalu dekat dengan senjata agar matamu tidak terkena bagian dari senjata ini karena tenaganya lumayan kuat, beri jarak antara senjatamu dan matamu, apa kau sudah paham?" jelas Naruto secara detail sambil mencontohkan cara menggunakan Shotgun kepada Tsubaki.
"Um, kurang lebih aku sudah paham," gumam Tsubaki, Naruto pun memberikan Shotgun tersebut kepada Tsubaki lalu menyerahkan dua peluru di tangannya, "ini tidak terlalu berat seperti yang aku bayangkan," batin Tsubaki ketika pertama kalinya membawa senjata api.
Ia pun mencoba apa yang di ajarkan Naruto lalu mengeluarkan isi pelurunya kembali dan mencobanya kembali agar ia terbiasa. Tak lama setelah itu Shikamaru, Chouji, Issei, Xenovia, Sakura dan Irina keluar dari Supermarket dengan beberapa tas berisikan makanan serta barang-barang lain.
Chouji yang memang kelaparan berjalan menuju bus sambil makan keripik kentang dengan senyuman senang seolah-olah bencana ini tidak ada sama sekali, Xenovia yang melihat tingkat temannya itu menghembuskan nafasnya pelan namun ia tak bisa marah juga karena wajar saja ini sudah siang dan dia pasti kelaparan.
"Sudah semua, Shikamaru?" tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh Shikamaru, baru saja akan naik Shikamaru baru sadar jika Tsubaki membawa senjata Shotgun dan dua tas besar di pintu bus.
"Kalian menemukan senjata tambahan?"
"Ya begitulah... Ne Shikamaru, bolehkah aku minta tolong padamu setelah kita selesai mengambil senjata-senjata itu?" tanya Naruto membuat Shikamaru menaikkan sebelah alisnya, Naruto pun berbisik ke telinga Shikamaru yang membuatnya melebarkan matanya dan menatap Naruto tidak percaya.
"Kau serius?"
"Ya, aku mohon Shikamaru." Shikamaru yang mendengar itu menghembuskan nafasnya lalu mengusap rambut hitamnya dengan kasar.
"Baik-Baik akan akan aku lakukan."
"Arigato Shikamaru, sekarang ayo cepat masuk dan kita pergi ke tempatmu," jawab Naruto, "Akeno-chan, Arthuria-senpai, Tsubaki-san, Teme, ayo masuk!"
Akeno, Arthuria, Tsubaki yang mendengar itu pun masuk ke dalam bus di susul Sasuke yang membawa satu tas dari mayat tentara yang Naruto bawa dan yang terakhir Naruto dengan membawa masuk tas satunya lagi.
"Kenapa kalian membawa benda-benda ini?" tanya Sona sambil mengambil satu obeng yang ada di salah satu tas berisi makanan. "Shikamaru bilang dia membutuhkannya untuk membuat sesuatu nanti," jawab Xenovia sambil duduk dan menyandarkan dirinya di kursi sambil membuka makanan kaleng yang dia ambil.
"Ayo berangkat, Sensei," ucap Naruto dan di balas anggukan oleh Rossweisse yang kembali menjalankan bus kecil mereka.
"Jadi, senjata apa saja yang kita dapat kali ini?" tanya Shikamaru sambil membongkar tas yang di bawa Naruto, sementara Sasuke membongkar isi tas yang dia bawa di bantu dengan Issei di sampingnya.
"Satu Shotgun Remington 870, isi peluru tujuh, dan peluru yang aku dapat dari mayat polisi hanya 7 peluru, itu artinya hanya bisa empat belas tembakan," jawab Naruto mengeluarkan tujuh peluru Shotgun tersisa lalu menyerahkannya kepada Tsubaki.
"Lalu, Sniper Riffle Locus, Sniper ciptaan tahun 2043, sniper terbaik yang paling aku sukai," ucap Naruto mengambil senjata Sniper berukuran cukup besar, "bahkan ada Equipment untuk satu Setnya, benar-benar beruntung sekali," lanjut Naruto lalu memberikan senjata SG-550nya pada Kuroka, tentunya setelah di hidupkan mode Safe.
"Gunakan itu dulu untuk berlatih, Kuroka-chan, aku harus melakukan Set up pada Sniper ini," ucap Naruto lalu melakukan set pada Sniper tersebut di mulai dari memasang Suppresor berukuran besar, Fast reload dan Balistic CPU di atas Scope untuk mengetahui tekanan angin.
"Shikamaru, kalau ini?" tanya Sasuke sambil menunjukkan senjata yang dia pegang.
"Assault Riffle, AUG ya... Aku tidak terlalu menyukai menggunakan senjata seperti ini," gumam Shikamaru ketika melihat senjata berukuran sedang itu. "Kalau begitu aku saja yang pakai," jawab Sasuke mengambil senjata AUG lalu memberikan SG-550 nya kepada Chouji.
"Gunakan itu sekarang," ucap Sasuke singkat lalu melakukan set pada senjatanya. "Ternyata setiap tentara membawa Pistol FN-57 ya, beruntunglah kalau begitu dengan begini aku dan Akeno-san memiliki peluru tambahan," gumam Shikamaru tersenyum senang karena amunisi senjatanya bertambah.
"Woohh, Pistol Revolver Magnum Taurus 608! Senjata kesukaanku!" ujar Issei dengan senyum senang ketika menemukan senjata Revolver di dalam tas yang ia bongkar lalu mencoba mencari apa lagi yang ada di dalam tas, "ini...," gumam Issei lalu menarik kembali tangannya hingga terlihatlah sebuah pistol berwarna hitam di tangannya.
"Wah! Glock-17!" Rias yang melihat kekasihnya tampak senang dan mengetahui nama-nama senjata itu menyipitkan matanya dia tidak pernah tahu kalau kekasihnya ini kenal akan nama-nama senjata.
"Ne Issei-kun, bagaimana kau bisa tahu nama-nama senjata itu?" Issei yang mendengar itu menegang. "Kau akan dapat jawabannya nanti, Rias-chan, bersabarlah." Bukan Issei yang menjawab melainkan Naruto yang sudah selesai dengan Sniper Locusnya lalu mencoba menggunakan senjata itu tambak menembakkan pelurunya.
"Sempurna," batin Naruto lalu meletakan Locusnya di tempatnya tadi dia duduk, "Issei kau sudah membawa tiga senjata, jadi berikan saja Glock-17 itu kepada Rias-chan dan latih dia cara menggunakannya," ucap Naruto.
"Baik-Baik, apa kau mau mencoba berlatih menggunakannya, Rias-chan?" tanya Issei dan langsung di jawab anggukan oleh Rias.
"Apakah masih jauh, Shikamaru-kun?" tanya Rossweisse membuat Shikamaru pindah ke depan dan melihat jalan untuk ke rumahnya.
"Ikuti saja jalur ini Sensei, 2 Km lagi kita akan sampai di rumahku."
"2 Km lagi ya? Baiklah semuanya bersiap membantu Shikamaru mengambil barang-barangnya, Aku, Sasuke, Issei, Arthuria-senpai, dan Chouji akan menjaga di luar nanti," ujar Naruto mengambil dua katananya lalu meletakkan satunya di punggungnya dan satunya lagi dia bawa ke arah Arthuria.
"Arthuria-senpai," panggil Naruto sambil menyerahkan satu katananya kepada Arthuria, "pakailah, karena setelah kita selesai di sini kau dan aku akan pergi ke suatu tempat, dan kau membutuhkan senjata yang lebih kuat dari pedang kayumu itu."
"Pedang dari Club ya?" gumam Arthuria menerima Katana tersebut lalu menarik gagangnya sedikit untuk melihat apakah katana tersebut masih tajam atau tidak, dan ternyata Katana tersebut masih tajam.
"Sebenarnya aku ingin memarahimu karena mengambil senjata yang penuh sejarah ini," ucap Arthuria sambil berdiri dan menghadap ke arah Naruto yang bersikap santai, "tapi karena situasinya seperti ini, aku akan memaafkanmu, dan juga terima kasih telah memberikan katana ini, dengan begini akan sangat membantuku membunuh mereka nanti," lanjut Arthuria sambil tersenyum begitu juga Naruto.
"Apa itu?" gumam Rossweisse menyipitkan matanya, begitu juga Shikamaru dan Shizuka yang tidak bisa melihat jelas karena terangnya matahari.
"Orang-Orang... Tidak... Zombie!" ujar Shikamaru dengan mata melebar, semua yang ada di dalam bus tersentak dan langsung bersiap. "Sensei! Terobos saja mereka!" ujar Naruto dan di balas anggukan oleh Rossweisse.
"Rasakan ini!" teriak Rossweisse menambah kecepatan busnya para Zombie yang berlalu lalang di jalanan pun menoleh ke arah sumber mesin yang berisik dan baru saja menoleh mereka sudah tertabrak bus dan di lindas tanpa ampun.
Karena kaca terkena darah, Shizuka mengaktifkan pembersih kaca Bus agar mereka bisa melihat jalan yang mereka lewati.
"Kuso, cukup banyak juga Zombienya," gumam Shikamaru membuat Naruto berpikir tersentak ketika mendapat sebuah ide, "Chouji! Issei! Berikan aku dua bola dan dua grenade sekarang!" ujar Naruto dan di balas anggukan oleh mereka.
Naruto pun merobek korden yang ada di bus lalu mengikat satu Grenade dan satu bola Baseball sama seperti saat di atap.
Setelah itu Naruto pun mengambil satu pemukul dan melihat ke atas atap bus di mana ada pintu atapnya.
"Sensei! Tetap laju dengan kecepatan ini! Aku punya rencana," ucap Naruto lalu menyimpan pemukulnya di pinggangnya dan melompat ke atas meninju pintu atap bus tersebut hingga terbuka lalu kembali melompat dan memanjat ke atas atap bus mobil.
Setelah di atas atap bus, Naruto bisa melihat banyak Zombie yang rupanya berkumpul di jalur menuju kediaman Shikamaru, "Rossweisse-sensei! 500 meter lagi kita akan sampai, turunkan sedikit kecepatannya," teriak Naruto lalu berdiri di tegak sambil menarik pemukul di pinggangnya.
Bus itu pun menelan sedikit dan setelah itu Naruto menarik pin Grenade lalu memukulnya dengan pemukul hingga membuatnya terpental jauh dan jatuh di kerumunan Zombie
Blaaar!
Grenade itu pun meledak dan mementalkan beberapa Zombie, Semua yang ada di dalam bus terkejut dengan rencana milik Naruto, namun dengan begitu jalur mereka terbuka lebar tanpa harus menabrak mereka lagi.
Naruto pun kembali menarik pin Grenade terakhir yang ia bawa lalu memukulnya dengan lebih keras membuat Grenade kali ini lebih jauh dan meledakkan banyak Zombie kembali.
"Naruto! Ini lagi!" Naruto yang mendengar itu pun menoleh ke dalam dan ia melihat Issei membuatkan Grenade dan Bola Baseball yang di ikat lagi.
"Dari mana kau mendapatkan bola-bola ini?" tanya Naruto menerima Grenade dan Bola Baseball yang di berikan Issei. "Hehe, tentu saja dari Supermarket tadi," jawab Issei membuat Naruto mendengus pelan lalu kembali ke atap dan melakukan hal yang sama membuat Zombie-Zombie yang berkumpul terkena ledakan dan mati namun ada juga Zombie yang bertahan dari ledakan dan hanya kehilangan kakinya.
"Kita sampai Sensei! Hentikan Busnya!" ujar Shikamaru membuat Rossweisse menghentikan busnya, Naruto yang ada di atas hampir saja terdorong ke depan namun dia berhasil menguasai tubuhnya lalu melempar dua Grenade kembali membuat satu jalurnya juga terbuka lebar.
Semua yang sampai di rumah Shikamaru bisa melihat rumah berukuran sedang Klasik untuk di jaman modern seperti sekarang.
"Hoo, jadi ini rumahmu Shikamaru?" tanya Sakura dan di jawab Shikamaru dengan mengangguk pelan. "Maaf saja jika tidak terlalu mewah, tapi aku benci dengan kemewahan," balas Shikamaru lalu menyiapkan pistolnya.
"Ikuzo!" ujar Shikamaru membuka pintu bus lalu membuka pagar rumahnya dan masuk bersama yang lainnya sambil bersiaga dengan sekitarnya, sementara Arthuria, Issei, Sasuke, Chouji langsung mengambil posisi bagian depan Bus dan Belakang Bus sambil menembakkan senjata mereka membunuh beberapa Zombie yang tidak terkena ledakan Grenade Naruto, Zombie-Zombie yang tidak terlindas bus serta Zombie-Zombie yang merayap.
Naruto yang masih ada di atas tap melihat teman-temannya sudah melakukan tugasnya melihat ke arah sisi bagian bus yang lain, dan ia bisa melihat ada banyak Zombie yang mulai mendekati Bus mereka, tak membiarkan itu Naruto langsung turun dengan katana serta pemukul miliknya lalu membunuh semua Zombie yang ada di sisi bus lainnya seorang diri.
"Tak akan aku biarkan kalian mendekat," gumam Naruto dengan tatapan dingin lalu melanjutkan kegiatannya membunuh para Zombie yang ada di sisi bus lain.
.
Di sisi Shikamaru, dan yang lain mereka sudah sampai di dalam ruang tamu kediaman Shikamaru namun tempatnya terasa sangat sunyi sekali, Shikamaru yang tidak melihat tanda-tanda ayah dan ibunya mencoba memanggil.
"Tou-chan! Kaa-chan!" panggil Shikamaru namun tidak ada respons sedikit, "apa mereka sudah pergi," gumam Shikamaru mencoba berpikir positif.
"Shikamaru, untuk saat ini kita ambil dulu semua barang-barang yang kau katakan saat di atap, kita tidak bisa membiarkan mereka di luar terlalu lama," ucap Rias memberi nasehat kepada Shikamaru.
"Ghhh... Baiklah, ikuti aku!" ucap Shikamaru langsung naik ke lantai dua bersama yang lainnya, Shikamaru pun langsung membuka kamarnya dan terlihatlah kamar yang besar dan rapi dengan sebuah peta besar berisikan banyak tali yang di tempeli foto orang-orang dari pemerintah
Satu buah Laptop, satu buah chip, Satu buah kotak kecil dengan antena ke atas, kotak-kotak berisi peralatan yang mereka tidak ketahui, satu Walkie Talkie serta beberapa kertas yang ada di meja dan beberapa gulungan kertas di lemari.
"Hmmm ini...," gumam Sona ketika melihat peta di kamar Shikamaru. "Bantu aku membawa semua ini! Semua barang-barang ini sangat penting untukku!" ujar Shikamaru mengambil laptop, chip yang ada di samping Laptop dan kotak kecil berisi antena itu, semua yang mendengar itu pun membantu Shikamaru dari Tsubaki dan Sona yang melepas peta yang menempel di dinding dan menggulungnya, Sakura, Xenovia, Rias dan Irina yang mengambil kotak-kotak berisikan alat-alat yang belum pernah mereka lihat.
"Jika sudah kalian langsung kembali ke bus! Yang belum akan menyusul!"
Ino, Hinata dan Kuroka mengurus bagian-bagian kertas di meja Shikamaru dan gulungan-gulungan kertas di lemari Shikamaru, "Sebenarnya semua isi kertas ini apa?" gumam Kuroka mencoba membacanya namun yang ia temukan di kertas itu hanyalah sebuah gambar yang tidak dia mengerti serta beberapa penjelasan di gambar tersebut.
"Apa ini?"
"Nanti saja di baca, untuk saat ini ayo kita pergi ke bus!" ujar Shikamaru lalu berlari keluar bersama Ino, Hinata, dan Kuroka menyusul yang lainnya yang telah pergi ke bus.
Shikamaru yang akan keluar terhenti sambil melihat rumahnya yang sepi, "Tou-chan... Kaa-chan...," gumam Shikamaru lalu kembali berlari menuju bus.
"Kami sudah selesai! Kalian kembalilah!" teriak Shikamaru dapat di dengar oleh Sasuke, Issei, Arthuria, Chouji dan Naruto yang masih mengurus para Zombie.
Chouji, Sasuke, Arthuria dan Issei pun perlahan mundur menuju pintu Bus, Naruto pun juga berputar dari arah depan dan menuju pintu bus.
"Shikamaru sekarang kami serahkan padamu!" ujar Naruto dan di jawab anggukan oleh Shikamaru. "Naruto! Bawa ini! Kau akan membutuhkannya!" ujar Shikamaru memberikan Walkie Talkie yang mereka bawa dari atap sekolah tadi.
"Ya! Arigato! Kita berpisah di sini! Sampai bertemu di rumahku!" ujar Naruto lalu melihat ke arah Arthuria sambil tersenyum, "Ayo kita pergi Arthuria-senpai!"
"Um!"
"Matte! Naruto-kun!/Naru-kun!" ujar Kuroka dan Akeno turun bersama lalu memeluk Naruto dengan erat.
"Berjanjilah kau kembali dengan selamat," ucap Akeno dan Kuroka bersama sambil menyentuh ke dua pipi Naruto.
"Hm, aku berjanji," balas Naruto sambil tersenyum lima jari, "Ikuzo, Arthuria-senpai." Naruto dan Arthuria pun berlari ke arah sebuah gang kecil yang ada di samping rumah Shikamaru, sementara Akeno dan Kuroka sudah kembali ke dalam Bus.
"Rossweisse-sensei! Jalankan mobilnya! Kita akan mencari lokasi truk itu!" ujar Shikamaru menutup pintu bus lalu duduk di kursinya sambil mengaktifkan Laptop miliknya lalu mencolok kabel yang menyatu dengan kotak kecil berisi antena.
"Ok mari kita cari di mana kau berada," gumam Shikamaru sambil memainkan jarinya menunggu Laptopnya sepenuhnya hidup, setelah laptopnya hidup Shikamaru menyeringai kecil.
Shikamaru pun mengambil satu Walkie Talkie dari dua Walkie Talkie yang mereka dapat di atap, ["Ok Naruto, aku siap masuk, apa kau siap berburu?"]
["Tentu saja! Lakukan Shikamaru!"]
["Ok,"] jawab Shikamaru lalu dengan cepat mengotak-atik tombol Laptopnya dengan cepat.
"Shikamaru-san... Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Sona. "Um, tentang peta itu?" tanya Shikamaru tanpa menghentikan kegiatannya.
"Di peta itu... Terdapat dua puluh korban dari pencurian Ghost Thief, dan tali-tali ini adalah jalur dari uang mereka yang di pindahkan dari sini ke situ... Bahkan di peta ini juga terdapat tulisan waktu serta tanggal pencurian Ghost Thief di lakukan... Sebenarnya siapa kau? Bagaimana kau tahu semua itu? Ini bukan sesuatu yang bisa di dapat oleh warga biasa?"
Semua yang mendengar itu melebarkan mata mereka kecuali Shikamaru, Issei dan Sasuke yang tampak biasa saja. "Te-Tenang dulu, Sona-chan, mungkin saja mereka mencoba menyelidiki kasus itu kan?" ujar Rias mencoba berpikir positif.
"Tidak... Itu tidak benar, Rias-chan," jawab Issei sambil menundukkan kepalanya.
.
"Sebenarnya kita ini mau ke mana?" tanya Arthuria yang berlari bersama Naruto entah ke mana tujuannya dia tidak tahu. "Kita akan mengambil sesuatu yang kita gunakan untuk membuka brangkas itu, yaitu Mobil," jawab Naruto menghentikan larinya sesaat lalu mengintip persimpangan gang apakah ada Zombie atau tidak dan ternyata sepi.
Naruto dan Arthuria pun kembali melanjutkan lari mereka, "Mobil? Kenapa harus mobil?" tanya Arthuria ingin tahu. "Aku tadi mengatakan bahwa mereka akan membawa pergi truk itu bukan, sambil berkeliling memutar dengan truk itu kita akan membuka brangkas itu dengan mobilku," jawab Naruto membuat Arthuria melebarkan matanya.
"Jadi itu rencanamu?"
"Ya, kau tidak perlu khawatir, Arthuria-senpai, kau pasti akan terkejut ketika melihat mobilku dan kenapa aku menggunakan rencana ini rencana ini," balas Naruto dan setelah 10 menit berlari mereka pun berhenti berlari hingga berhenti di sebuah garasi mobil yang cukup besar.
Naruto pun membuka garasinya dan memperlihatkan Mobil Dodge miliknya yang membuat Arthuria melebarkan matanya, "M-Mobil ini?" kejut Arthuria dengan ekspresi tak percaya.
Naruto pun langsung membuka bagian belakang mobilnya lalu mengambil tabung NoS yang dia gunakan kemarin dan menggantinya dengan yang baru dan kali ini dua menggunakan 3 tabung NoS.
Naruto pun juga melihat bagian bawah mobilnya yang terdapat lima tabung berisikan panah baja namun tersisa empat panah baja karena dia sudah menggunakannya kemarin satu.
Naruto pun langsung mengisi kembali satu tabung dan membawa panah baja lainnya dan meletakkannya di belakang mobil serta beberapa alat untuk perbaikan mobil dan ban cadangan di ikat di belakang mobilnya.
"Naruto-kun... Kau...," gumam Arthuria kembali yang sejak tadi diam. "Ya begitulah Arthuria-senpai," jawab Naruto sambil menyeringai.
.
"E-Eh? Lalu apa?" tanya Rias meminta jawaban namun Issei hanya diam. Sasuke yang tahu sudah waktunya menepuk pundak Issei dengan pelan, "Aku yakin Naruto juga sudah mengatakannya pada Senpai itu... Jadi sebaiknya kita juga," ujar Sasuke membuat Issei termenung dan mengambil nafas dalam-dalam.
"Sebenarnya...," gumam Issei ragu-ragu. "Aku, Naruto, Sasuke dan Issei adalah anggota Ghost Thief... Kamilah yang mencuri uang 20 pemerintah itu," jawab Shikamaru membuat semuanya melebarkan mata mereka, bahkan Rosswessie hampir kehilangan kendali pada busnya.
"A-A-Apa?! Kalian adalah Ghost Thief?!" ujar Rossweisse dengan nada terkejut. "Ka-Kau pasti bercanda bukan Shikamaru?" tanya Rias tidak percaya lalu menatap Issei dengan serius jika itu bohong.
Namun Issei menggeleng pelan menandakan dia tidak berbohong, "itu memang benar, Rias-chan... Maaf karena merahasiakan ini darimu... Begitu juga kalian semua."
"Na-Naru-kun... Adalah Ghost Thief," gumam Kuroka tidak percaya begitu juga Akeno dan Hinata. "Lalu uang mereka kau gunakan untuk kepentingan kalian sendiri?" tanya Sona menatap tajam mereka.
"Tentu tidak, kami memberikannya kepada mereka yang membutuhkan, bayangkan saja uang mereka sangat banyak dan kami hanya berempat? Jika begitu kami tidak perlu sekolah dan akan melakukan apa pun dengan uang itu," jawab Shikamaru membuat mereka terdiam.
"Kami mencuri bukan untuk diri kami sendiri, tapi untuk mereka yang membutuhkan uang karena koruptornya pemerintah kita," lanjut Shikamaru, "dan ide ini di usul oleh Naruto sendiri."
Semua yang mendengar itu kembali terkejut, ide pencurian ini di usul oleh Naruto?!
.
"Mu-Mustahil," gumam Arthuria ketika mendengarkan penjelasan Naruto, "Jadi ini alasan kenapa kau ingin mengambil mobil ini?"
"Begitulah, Kita akan membongkar brangkas itu dengan cara yang sama seperti yang aku lakukan pada brangkas-brangkas Koruptor itu," jawab Naruto sambil membuka pintu mobilnya, "aku tahu Senpai pasti sangat tidak percaya bahwa Ghost Thief itu adalah aku dan teman-temanku, tapi ini adalah buktinya," lanjut Naruto.
"Apakah kau membenci kami?"
"Me-Membenci? Tidak-Tidak kami justru senang bahwa orang sepertimu dan teman-temanmu itu bisa melakukan hal luar biasa seperti ini, tapi aku masih tidak percaya bahwa kalian berani melakukan hal nekat seperti ini," jawab Arthuria lalu ikut membuka pintu Mobil Dodge itu dan masuk bersama.
"Ya... Tapi mungkin ada yang marah padaku karena merahasiakan hal ini," jawab Naruto lalu memencet Walkie Talkienya.
["Di sini Fox melapor!"]
["Naru-kun! Apa maksudnya semua ini?!"] Naruto yang mendapat respons bentakan dari Kuroka menjauhkan Walkie Talkienya sesaat lalu tertawa canggung.
["Bukankah Shikamaru sudah menjelaskannya kepada kalian?"]
["Itu memang benar... Tapi... Kenapa kau melakukan sesuatu yang berbahaya seperti itu jika kau terbunuh bagaimana?!"]
Naruto yang mendengar suara lirih Kuroka terdiam sambil menggenggam erat setir mobilnya.["Maaf merahasiakannya darimu dan juga Akeno-chan... Jika aku memberitahu kalian, pasti kalian akan menghentikanku nanti,"] balas Naruto sambil tersenyum tipis.
["Tentu saja baka! Itu karena Naru-kun melakukan sesuatu yang berbahaya! Apa kau tidak memikirkan perasaan kami jika kau terluka atau mati?!"]
["Tentu saja aku memikirkannya,"] jawab Naruto, ["Tentu saja aku memikirkan perasaan kalian yang khawatir padaku dan akan sedih jika aku mati."]
["Tapi aku punya alasan untuk melakukan ini,"] lanjut Naruto, ["alasan yang membuatku tidak peduli siapa pun yang akan aku hadapi dan akan aku lewati... Hanya dengan alasan itu serta bantuan teman-temanku dan tekadku untuk selamat dan hidup telah cukup membuatku untuk bertahan."]
["Maka dari itu saat ini aku masih bisa hidup sampai sekarang,"] jawab Naruto, ["Dengarkan aku Kuroka-chan, Akeno-chan... Yang berlalu biarlah berlalu, aku tahu kalian sangat terkejut jika aku adalah Ghost Thief tapi dalam situasi seperti ini itu semua tidak penting lagi."]
["Jika kalian memang membenciku karena merahasiakan ini aku siap menerimanya, jika kalian ingin menjauh dariku aku siap menerimanya, jika kalian mau memutuskan pertemanan kita aku siap menerimanya, aku siap menanggung semuanya, kebencian kalian, kemarahan kalian padaku karena merahasiakan ini,"] ucap Naruto dengan serius.
["Apa yang kau katakan, mana mungkin kami membencimu, kami juga tidak akan menjauhiku karena ini, kami hanya kesal karena kau merahasiakan ini dari kami,"] balas Kuroka membuat Naruto terkekeh.
["Ok, jadi apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan maaf dari kalian?"] tanya Naruto. ["Kau sudah menjalani 20 kasus berbahaya, dan kau berjanji akan kembali bukan? Tepati janjimu, kami ingin mendengar ceritamu Naru-kun,"] ucap Kuroka membuat Naruto tersenyum.
["Ok,"] jawab Naruto.
["Ok Naruto! Okubo-dori, cukup banyak Zombie yang berlalu lalang di sana, kau siap?"]
["Well, bagaimana denganmu Arthuria-senpai?"] tanya Naruto sambil menyalakan mobilnya serta menekan satu tombol membuat mobilnya langsung di lapisi besi lalu melihat ke arah Arthuria. "Aku siap kapanpun, Ghost Thief," jawab Arthuria membuat Naruto tersenyum.
["Kalian sudah sampai sana bukan?"] tanya Naruto kembali. ["Kami hampir sampai, dan kau belum menjawab pertanyaanku, Boss?"] tanya Shikamaru kembali.
["Hmm, hell yeah,"] jawab Naruto lalu memasukkan gigi mobilnya dan melaju dengan cepat menuju koordinat yang di beri Shikamaru.
"Jadi sejak kapan kau bisa mengendarai mobil?" tanya Arthuria penasaran. "Setahun yang lalu, Senpai," jawab Naruto lalu menarik rem tangannya dan memutar stirnya ke kanan dengan keras lalu melepas setirnya ke kiri membuatnya melakukan manuver Drift dan kembali meluruskan mobilnya.
"Ok, saatnya menjalankan tugas," gumam Naruto.
["GWWAAAARHHH!"]
Naruto dan Arthuria yang mendengar suara teriakan keras tersentak lalu menoleh melalui spion dan mereka bisa melihat Zombie berukuran besar dengan tangan besar serta tubuh besar, berlari seperti kingkong kearah mereka.
"Atau mungkin kita harus menjauh dari mereka dulu."
.
"Ok, Naruto sudah mulai bergerak, Rossweisse-sensei, Issei, Sasuke bersiaplah untuk pergi," ujar Shikamaru. "Tapi mereka ada banyak sekali!" balas Sakura ketika melihat banyak sekali ada Zombie yang mengelilingi truk dari laptop Shikamaru.
"Aku sudah lama ingin melakukan ini, di beberapa tempat di kota ini terdapat senjata keamanan jika ada pemberontak, perang atau pun pencuri, dan senjata ini memiliki keamanan yang ketat, karena situasinya seperti ini...," gantung Shikamaru mengotak-atik hologramnya dengan cepat dan seketika salah satu bangunan yang dekat dengan truk mengeluarkan dua meriam lalu mengarah pada para Zombie, "gotcha," lanjut Shikamaru lalu memberikan titik koordinat untuk menembak.
Meriam itu pun menembakkan peluru sesuai koordinat yang di kirim Shikamaru membuat para Zombie yang mengelilingi truk mati terkena ledakan.
"Walla, sudah terbuka," ucap Shikamaru sambil tersenyum senang, Rossweisse yang mendengar itu pun menambah kecepatan bus menuju tempat tujuan mereka berada.
"Itu dia!" seru Irina ketika melihat sebuah Truk gandeng membawa tiga brangkas dengan tempat dan terpisah terhenti dengan bagian depannya menabrak mobil-mobil lain.
"Ok kita berhenti di sini, Sasuke, Issei, Rossweisse-sensei pergilah dan lakukan tugas kalian," ujar Shikamaru ketika sudah di samping truk
"Shizuka-san, aku serahkan padamu," ucap Rossweisse lalu memeluk Shizuka dengan erat. "Um, bersenang-senanglah Rossweisse-chan, aku tahu kau menyukai bagian ini," bisik Shizuka membuat wajah Rossweisse merona.
"Tolong jangan katakan siapa pun," pinta Rossweisse dan di balas tawa halus Shizuka. "Baiklah Minna kita berpisah di sini, Shikamaru... Tolong jaga mereka," ujar Sasuke mantap memohon Shikamaru.
"Ya, serahkan padaku dan hey, pakai ini untuk memberitahu Naruto, aku sudah tidak menggunakannya lagi karena aku punya yang biasanya kita gunakan," ucap Shikamaru memberikan Walkie Talkie dari atap sekolah kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu mendengus pelan lalu mendekati Sakura lalu mengecup pipi Sakura sesaat, "Aku akan kembali."
"Berhati-hatilah, Sasuke-kun," ucap Sakura lalu mencium Sasuke dengan lembut. "Jaga dirimu baik-baik, Issei-kun, berjanjilah kau akan kembali," ujar Rias dan di balas senyum kecil Issei.
"Tentu saja, Rias-chan."
["Hey! Katakan kalian sudah menjalankan truknya karena kami saat ini di kejar Zombie Charger, serta Zombie baru lagi berlari cepat seperti kingkong dan lagi ia melempar jalan dan mobil ke arah kami!"]
Shikamaru yang mendengar itu langsung melihat Naruto serta Arthuria dan benar saja mereka saat ini di kejar sekitar 10 Zombie berbentuk kingkong, 7 Zombie Charger dan beberapa Zombie berukuran 3 meter berlari mengejar Naruto serta Arthuria.
["Errr, tunggulah sebentar Naruto, apa kau butuh bantuan?"] tanya Shikamaru. ["Jika itu untuk menjauh dari mereka jawabanku adalah ya!"] balas Naruto dengan nada kesal.
"Kalian cepat pergi!" perintah Shikamaru dan di balas anggukan oleh Sasuke, Rossweisse dan Issei yang langsung keluar dari Bus lalu berlari ke arah truk, "Shizuka-sensei! Kita juga pergi sekarang!"
"E-Err... ke mana?"
"Wakamatsucho! Shinjuku!" Shizuka yang mendengar itu pun menjalankan bus mereka lalu pergi lebih dulu meninggalkan Sasuke, Issei dan Rossweisse yang mengambil alih Truk.
"Woho, Shotgun lagi, lucky," gumam Issei mengambil Shotgun di dekat mayat polisi dan mengecek tubuh polisi tersebut apakah ada amunisi shotgun itu, "hmm, 12 peluru ya, lumayan untuk berjaga-jaga."
"Issei, kau lindungi brangkas dan saat brangkas terbuka ambil senjata di dalamnya lalu basa kepadaku!" ujar Sasuke memecahkan kaca belakang truk agar bisa memasukkan senjata yang mereka curi dari lubang itu.
"Ok!" balas Issei lalu berlari ke brangkas paling awal karena tempat brangkas terbuka dan 3 brangkas itu terikat rantai, Issei harus berpegangan dengan dua rantai belakang brangkas pertama agar tidak jatuh, sementara Sasuke langsung bergerak ke depan truk bersama Rossweisse
"Apa kau benar-benar bisa mengendarai ini Sensei?" tanya Sasuke dan di jawab anggukan oleh Rossweisse. "Tentu saja," jawab Rossweisse mengikat rambutnya menjadi pony tail lalu menyalakan truk tersebut karena kunci mobil truk masih ada di tempatnya, lalu menekan satu tombol pada truk tersebut hingga bagian depan truk mengeluarkan berbagai besi yang menyatu membentuk perisai atau benda seperti pembersih salju.
"Yosh, Ikuzo!" ujar Rossweisse memasukkan giginya menerobos mobil-mobil di depan, Sasuke yang melihat itu terdiam... Ia tidak menyangka gurunya ini tahu akan hal tersebut padahal dia baru saja menaiki truk ini.
"Hey! Tolong jangan menabrak sesuatu atau membuat guncangan besar! Ada orang di sini!" teriak Issei karena jika terjadi guncangan besar bisa-bisa dia terjatuh dari truk.
["Ok, Naruto aku akan membantumu kau ada di jalur yang bagus, pergilah ke jalan Kuken dan setelah itu berputarlah menuju jalur Kereta Chou! Dan ikuti saja terus jalannya maka kau akan menemukan mereka!"]
["Roger!"] balas Naruto lalu menambah kecepatan mobilnya menuju jalur yang di katakan Shikamaru.
"Jadi seperti ini cara kalian mencuri uang mereka?" gumam Sona tidak percaya. "Kurang lebih begitu," jawab Shikamaru fokus pada laptopnya.
"Naruto-kun," batin Kuroka, Hinata dan Akeno khawatir.
"Ok, kita perlambat mereka sedikit," batin Shikamaru mengotak-atik tombol Laptopnya.
Duak! Duak! Duak!
Di sisi para Zombie yang mengejar mobil Naruto, mereka seketika terhenti berlari sesaat ketika dari bawah jalan muncul sebuah tiang beton yang menghantam tubuh mereka serta dagu mereka, namun itu hanya menghentikan mereka sesaat saja.
"Wow, kalian kuat sekali ya?" gumam Shikamaru, "mungkin Tanker cocok untuk nama mereka."
"Sekarang bukan waktunya untuk itu! Selamatkan Naruto-kun! Baka!" bentak Akeno, tak lama setelah itu mereka di kejutkan dengan satu Zombie dengan tentakel keluar dari mulutnya dan memiliki gigi tajam masuk dari lubang atap di mana Naruto tadi sempat ke atas.
Hinata yang melihat Zombie itu bergetar ketakutan, namun ia harus tersentak ketika melihat senyuman Naruto, tubuhnya langsung normal kembali dan sorot matanya berubah menjadi serius.
Wush!
"Tak akan aku biarkan!" teriak Xenovia mengayunkan pedang kayunya ketika melihat zombie itu melesatkan tentakel di mulutnya dan hingga menghantam tentakel itu ke atas lalu di bantu Irina yang menusuk tentakel itu membuat Zombie itu meraung kesakitan.
Duak!
Tanpa di duga, Hinata maju ke depan dan menghantam kepala Zombie tersebut dengan pemukul di tangannya hingga bagian dagu Zombie itu hancur.
"Hinata! Bahaya!" ujar Kuroka menarik Hinata ke tempat aman, sementara Tsubaki sudah membidik Zombie dengan Shotgunnya.
Dor!
Kepala Zombie itu pun hancur dan membuat tubuhnya tergeletak dengan darah merah keluar dari lehernya dan berubah menjadi hijau.
Semua melihat ke arah Tsubaki yang tampak biasa saja, karena merasa di lihat dia pun melirik teman-temannya, "Kenapa?"
"A-Ah... Tidak... kami tidak menduga saja," jawab Shikamaru sambil melanjutkan tugasnya kembali.
"Ada saja Zombie yang bisa masuk ke sini," gumam Chouji menutup atap bus, sementara Irina dan Ino menutup mayat tersebut dengan korden bus serta cairan hijau itu agar terserap oleh kain dan tidak menyebar ke mana-mana.
"Hinata! Apa yang kau lakukan tadi! Itu terlalu nekat tahu!" ujar Kuroka membentak Hinata. "Gomen... Aku hanya tidak ingin menyusahkan kalian dan hanya diam saja... Aku juga ingin membantu," jawab Hinata membuat Kuroka menghembuskan nafasnya.
"Jika kau mau membantu ada waktunya, tadi itu benar-benar nekat sekali... Tapi aku kagum karena kau sudah mulai berani, Hinata-chan," ujar Kuroka sambil memeluk Hinata dengan erat, Hinata yang mendengar itu tersenyum dan membalas pelukan Kuroka.
["Shikamaru kami sampai!"] Shikamaru yang mendengar itu dengan cepat mengotak-atik tombol Laptopnya dan di salah satu bangunan muncul sebuah meriam dengan senapan serbu mengarah ke belakang mobil Naruto.
Brrrrrrt!
Senapan itu pun menembakkan peluru yang sangat banyak hingga mengenai seluruh Zombie yang mengejar Naruto dan setelah itu di seberang bangunan muncul meriam ukuran besar mengarah pada Zombie yang telah di tembak.
BOOM!
["Huft... Terima kasih Shikamaru kau menyelamatkan kami,"] ucap Naruto. "Aku rasa belum, Naruto-san," ujar Arthuria sambil menunjuk di depan jalur mereka terdapat Zombie berukuran 4 meter berdiri tegak dengan tubuh berotot serta kepala yang memiliki enam tentakel serta satu mata di tengahnya melihat ke arah mereka.
"Oh shit," gumam Naruto langsung mengambil jalur lain, Zombie itu pun langsung berlari cepat mengejar Naruto dan menyerangnya dengan enam tentakelnya, namun semuanya meleset.
"Oh, kau pasti bercanda bukan, tadi puluhan Zombie kekar dan sekarang satu Zombie kekar lagi dengan kepala mengerikan," gerutu Naruto. "Itu tidak penting, yang terpenting bagaimana caranya kita membunuh Zombie itu sebelum kita mencapai yang lainnya," balas Arthuria.
Blam!
Zombie yang mengejar Naruto dan Arthuria pun melompat ke arah mobil mereka dan untungnya hanya mengenai sedikit bagian belakang mobil Naruto.
Melihat tak berhasil mendapatkan mangsanya, Zombie itu pun mengejar Naruto kembali lalu melakukan serangan yang sama, namun kali ini dengan bantuan tentakel miliknya tapi tetap saja tentakelnya tidak bisa menghentikan mobil Naruto dan hanya memberikan luka gores pada besi yang melindunginya.
"Kisama... Mau bermain kasar?" geram Naruto, "Aku ladeni kau," geram Naruto, Zombie besar itu pun kembali berlari ke arah mobil Naruto dan bersiap melompat kembali, namun Naruto langsung menginjak rem serta menarik rem tangan dana memutar mobilnya membuat Zombie itu menabrak mobil Naruto dan terjungkal ke depan.
Mobil Naruto yang berputar langsung menembakkan panah baja ke arah Zombie besar itu dan berhasil mengenai kepala Zombie itu.
Dengan gerakan cepat Naruto memasukkan gigi mobilnya kembali membuatnya melaju kembali untuk ke tempat Sasuke dan yang lainnya dan melepaskan tali baja yang terikat di panah baja itu.
["Naruto ini aku Sasuke! Di mana kau!"] Naruto yang mendengar itu pun menekan tombol walkie talkienya. ["Aku masih di Omachi dori dan baru akan sampai jalur kereta Chou lalu kami terus mengikuti jalur kereta ini hingga bertemu persimpangan Otakibashi-dori!"] ujar Naruto.
["Baiklah dengar! Naruto beritahu Sasuke untuk mengambil jalu Otakibashi-dori! Kita akan mengambil jalur berputar secara berulang-ulang hingga semua brangkas terbuka!"]
Naruto yang mendengar perintah Shikamaru pun memberi tanda pada Arthuria untuk membalas, ["kami mengerti!"] ujar Arthuria.
["Baiklah Sasuke, perintahkan Rossweisse-sensei untuk mengambil jalur Otakibashi-dori dan kita bertemu di sana! Shikamaru menyuruh kita memutar-mutar sampai kita mengambil semua senjata di brangkas itu!"] ujar Naruto dengan walkie Talkienya lagi satu.
["Di mengerti!"]
Setelah sampai di persimpangan dekat dengan jalur kereta Chou yang ada di kanan, Naruto langsung mengambil jalan ke arah kanan lalu berbelok kembali ke arah kiri karena jalannya ada di samping rel kereta.
Blaar!
Baru saja beberapa meter Naruto dan Arthuria seketika terkejut ketika terjadi ledakan bangunan di depan mereka dan mengeluarkan Monster berbentuk kadal berukuran 6 meter dengan warna hitam serta memiliki retakan yang menyala, memiliki dua mata besar dengan tatapan mengerikan dan gigi yang sangat tajam.
"Kau pasti bercanda!" ujar Naruto langsung mengambil jalur lain lalu kembali berbelok ke arah kanan mengikuti jalur Omachi dori kembali.
"Apakah itu... Zombie?!" tanya Arthuria dengan wajah terkejut. "Mungkin saja, tapi dia yang paling mengerikan!" balas Naruto juga dengan wajah terkejut.
["GWAAAAAARRHHH!"]
Blaar!
Kadal besar itu pun meraung dan mengejar Naruto dengan sangat cepat, Naruto yang melihat itu menambah kecepatan mobilnya sambil sesekali melewati kendaraan yang telah hancur.
"Dia bisa menyamai kecepatan mobilmu, Naruto-kun," gumam Arthuria sambil melihat dari spion mobil Naruto. ["Shikamaru! Kami butuh bantuan! Ada Zombie Kadal berukuran 6 meter mengikuti kami!"] ujar Naruto melalui Walkie Talkie.
["Gomen Naruto! Tapi Issei juga butuh bantuan dan di kejar 7 Zombie yang kau sebutkan! Walau aku menembak mereka dengan senjata keamanan tubuhnya bisa mengeras ketika merasakan ancaman, bahkan matanya juga tertutup begitu ada bahaya, yang bisa di lukai hanya kakinya saja, tapi itu hanya bisa melambatkannya sesaat saja, walau kakinya terluka dia tetap bisa berlari cepat!"]
"Itu artinya dia memiliki reaksi ya," gumam Naruto lalu tersentak dan melirik ke arah Arthuria, "Arthuria, buka jendela di sampingmu dan hunuskan pedangmu begitu dia membuka mulutnya lalu belah kepala atasnya," ujar Naruto membuat Arthuria tersentak.
"Apa yang akan mau lakukan? Bagaimana caranya?" tanya Arthuria sambil menyiapkan Katana dan membuka jendela di sampingnya. "Dengan cara seperti ini," jawab Naruto membanting setir ke arah kanan bersamaan menarik rem tangan dan menekan pedal rem mobilnya membuat Arthuria bisa melihat Zombie kadal itu membuka mulutnya.
"Mati kau!" ujar Arthuria menghunuskan katananya dengan cepat hingga masuk ke dalam mulut Zombie kadal itu lalu mengayunkannya ke atas membelah kepala Zombie itu menjadi dua.
Arthuria pun juga dengan cepat kembali ke dalam mobil, melihat Zombie itu telah mati Naruto langsung memasukkan gigi mobilnya kembali dan mengejar Truk yang menjadi tujuan mereka yang pasti sudah di Otakibashi-dori.
["Sudah selesai! Sekarang kami akan langsung ke tempat mereka!"]
.
"Kuso! Naruto ada di mana! Bukankah dia harusnya sudah terlihat!" gerutu Issei ada di atas brangkas sambil melihat tujuh Zombie Kadal yang berusaha mengejar Truk mereka dan di halangi dengan tembakan pada kakinya dan tubuh mereka dengan meriam dan senapan serbu yang di kendalikan Shikamaru, tapi tetap saja itu tidak membunuh Zombie itu.
Dan mereka masih bisa berlari mengejar mereka dengan kecepatan yang sama. "Kuso apa mereka tidak lelah mengejar kita?" geram Sasuke.
"Sasuke-kun, di depan kita," gumam Rossweisse membuat Sasuke menoleh ke depan dan ia melihat banyak Zombie tengah berkumpul di jalan
"Terobos saja Sensei! Kali ini lebih cepat!"
Truk mereka pun semakin melaju dengan cepat menerobos para Zombie di depan mereka hingga terpental ke samping dan ke belakang.
Issei yang ada di belakang tersentak ketika melihat banyak mayat Zombie terpental ke belakang dan menabrak Zombie-Zombie kadal itu, tapi tetap saja mereka terus mengejar. Issei menggeram pelan karena Zombie yang mengejar benar-benar tidak mengenal kata lelah, namun ia seketika tersentak ketika ada sebuah mobil berkecepatan tinggi mengarah pada mereka.
Duak!
Mobil itu pun menghantam 7 Zombie Kadal tersebut hingga terpental dan menabrak bangunan di sebelah, "KAU LAMA SEKALI NARUTO!" teriak Issei kesal.
"URUSAI! AKU JUGA DI KEJAR KADAL ITU SIALAN!" teriak Naruto kesal, "Issei! Tangkap ini! Jika sudah mengambil semua senjata di brangkas potong rantai itu dengan katana ini!" teriak Naruto melempar katananya dan berhasil di tangkap Issei.
"Baik!"
["Ok! Shikamaru apakah ada yang mengejar kami?"] tanya Naruto melalui walkie talkie. ["Para Kadal Zombie yang kau tabrak mulai mengejar kalian kembali! Lakukan sekarang Naruto!"]balas Shikamaru membuat Naruto langsung membanting setir ke kiri serta menarik rem tangannya.
Mobil Naruto pun langsung berputar dan Naruto langsung menekan satu tombol di tuas gigi mobilnya membuat satu panah baja di bawah mobil Naruto melesat ke arah pintu brangkas.
Tank!
Tali baja pun langsung mengencang dan Naruto langsung memasukkan giginya hingga membuat bagian belakangnya mengeluarkan asap.
.
Di sisi Shikamaru dan yang lain, bus mereka saat ini melaju dengan kecepatan sedang serta tak ada yang mengejar mereka sama sekali, Shikamaru yang tahu akan sampai di kediaman Naruto pun mengambil gambaran dari satelit mengenai keadaan rumah Naruto dan ia sedikit terkejut karena daerah rumah Naruto sangat sepi.
"Ini... Rumah Naruto-san?" tanya Tsubaki dan di balas anggukkan oleh Shikamaru. "Entah kenapa di tempat sekitar Naruto sangat sepi... Tapi kenapa di rumahku yang ramai," gumam Shikamaru merasa tidak terima.
"Hentikan itu, sebaiknya kau membantu mereka lagi," ujar Ino memukul pelan kepala Shikamaru dan menyuruhnya untuk melanjutkan tugasnya. "Kita terputus sesaat di sini, karena kita harus mengecek keadaan dalam rumah Naruto," ujar Shikamaru.
Tak berselang lama, mereka pun sampai di sebuah rumah berukuran cukup besar dengan dua pintu gerbang berukuran cukup besar dan dinding yang cukup tinggi, semua yang melihat rumah Naruto untuk pertama kali terkagum kecuali Akeno, Kuroka, Shikamaru, Sakura dan Chouji.
"He-Heh?! Ini Naruto-san?!" kejut Irina dengan wajah tidak percaya. "Begitulah, Orang tua Naruto bekerja di luar Negeri jadi wajar saja rumahnya tampak mewah," ucap Shikamaru turun dari bus dan mengecek gerbang rumah Naruto yang hanya di kunci tidak di gembok sedikit pun.
Shikamaru pun membuka kunci gerbang lalu membukanya bersama Ino sambil melihat keadaan sekitar rumah Naruto yang tampak sepi, "Ok, Shizuka-sensei! Bawa masuk mobilnya!" ujar Shikamaru yang memberi tanda untuk masuk, Shizuka pun mengangguk dan membawa masuk bus itu ke dalam rumah Naruto dengan perlahan, setelah masuk Xenovia dan Irina mengunci kembali gerbang sambil menyiapkan senjata mereka.
"Tidak ada Zombie atau apa pun di dalam," gumam Shikamaru mencoba melihat dari jendela dan tidak ada siapa pun di dalam, Shikamaru pun menggeser keset rumah Naruto dan mengambil sebuah kunci di sana lalu membuka pintu rumah tersebut
Setelah terbuka, Shikamaru menodongkan pistolnya lalu melihat keadaan sekitar, "Semua cek setiap sudut rumah Naruto."
.
Kembali ke sisi Naruto dan Arthuria, mereka yang melihat para Zombie kadal mulai mendekat menambah kecepatan mobil hingga membuat pintu brangkas mulai penyok.
["GWWAAAARRHHH!"] teriak para Zombie kadal dengan keras sambil membuka mulutnya.
Twush!
Pintu brangkas itu pun lepas dan terpental ke arah depan, Naruto langsung melepas tali bajanya hingga pintu tersebut menghantam para Zombie kadal dan menindih mereka, Naruto lalu membanting setirnya ke kanan dan menarik rem tangannya hingga membuat mobilnya berputar kembali.
Naruto pun kembali memasukkan giginya dan membuat mobilnya mengejar Truk kembali, sementara Issei dia telah masuk ke brangkas dan di dalam brangkas ia melihat beberapa senjata Tembak di tempel di dinding brangkas serta 10 koper berukuran cukup besar.
Issei pun dengan cepat mengambil semua beberapa senjata serta empat koper lalu keluar dari brangkas lalu berlari ke arah depan dan memasukkan semua senjata melalui kaca belakang serta kopernya.
"Naruto! Ada yang masih mengejar kita!" ujar Arthuria ketika melihat dari spion bahwa ada satu Zombie kadal yang selamat dan berlari ke arah mengejar mereka.
"Cih!" desis Naruto, Issei yang baru saja masuk ke brangkas kembali dan berniat mengambil senjata yang tersisa tersentak karena teriakan Naruto, "Issei! Berikan aku salah satu senjata di sana! Cepatlah! Kadal itu masih mengejar!" teriak Naruto membuat Issei tersentak dan melihat di belakang mobil Naruto memang benar ada satu Zombie kadal yang mengejar.
"Cepat!" Issei kembali tersentak dan mencoba memilihkan senjata untuk Naruto hingga dia melihat Dua pistol Revolver berwarna hitam dengan Laras sepanjang 20 cm.
Issei pun mengambil satu pistol itu lalu mengeceknya apakah berisi peluru dan senjata itu terdapat 10 tempat peluru, "Sweet," gumam Issei terkagum
Selesai dari keterkagumannya, ia pun menemui Naruto untuk memberikan senjata itu, "Naruto! Tangkap!" teriak Issei melempar pistol itu ke arah Naruto, melihat itu Naruto membanting setirnya kembali sambil menarik rem tangannya membuat mobilnya kembali berputar dan ia langsung mengambil satu pistol tersebut dengan lengan kirinya dan saat mereka menghadap ke belakang Naruto dan Arthuria bisa melihat Zombie kadal itu membuka mulutnya lebar-lebar.
"Mati kau!"
Dor!
.
.
.
.
.
.
Boom!
.
.
.
.
.
.
TBC
Note : Yo! Saya kembali Update! Sesuai janji.
Bagaimana menurut kalian? Amburadul? Bodo amat.
Di Chapter ini di perlihatkan Naruto yang secara tak segan-segan menembak lengan Riser hingga bolong karena menyentuh temannya yaitu Kuroka.
Lalu Sakura mencoba mencari cara bagaimana cara mencegah virus ini menyebar di tubuh mereka jika terkena cairan hijau saat melawan para Zombie.
Saya juga masih mencari-cari ide yang bagus sampai saya mencoba melihat bahan-bahan untuk membunuh Larva-larva atau anak serangga, setelah mendapat informasi yang cukup saya akan membuat obat yang baru dan jika ada orang kimia yang menganggap tidak masuk akal ya maaf aku bukan anak kimia jadi gak tahu apa-apa soal campuran ini itu, zat ini itu.
Lalu para perempuan membawa senjata tembak? Yap, dan beberapa dari mereka juga akan membawa senjata tajam untuk bantuan, tapi ada satu perempuan yang punya tenaga besar akan membawa senjata kejutan.
Lalu terbongkarnya Ghost Thief, ini memang harus di lakukan agar mereka bisa selamat, dan kali ini semua melihat kemampuan Ghost Thief dalam mencuri.
Lalu senjata yang baru terlihat kali ini Locus, Senjata COD BO 3, Revolver Taurus 608, AUG, Remington 870, dan Glock 17. Di sini juga saya tambahkan Zombie-zombie baru, Zombie berbentuk kadal, Kingkong, Cyclops dan Zombie bertubuh besar.
Untuk nama mereka belum saya perlihatkan karena tengah mencari nama :v. Ok saya gak pintar basa-basi jadi kita akhiri saja dan Hei! Aku ingin bertanya pada kalian, ini sebuah vote untuk menjelang akhir cerita.
Apakah kalian ingin Itachi hidup atau mati di chapter menjelang akhir?
Silahkan di Vote. Dan hey, apa kalian sudah mendengar kabar tentang Collab cerita kami? Judul ceritanya "Lifetime : The Prince Horizon's Adventure." Jika ingin tahu silahkan di baca, kami harap kalian menyukainya.
Ok itu saja, jaa~ na!
4kagiSetsu Out
