Naruto, Arthuria dan Issei seketika menutup mata mereka begitu peluru yang Naruto tembakkan masuk ke dalam mulut Zombie kadal tersebut dan meledak beberapa detiknya.
Mobil Naruto yang sudah berputar 360 derajat kembali berjalan lurus mengikuti truk, dan Naruto mengatur nafasnya yang sedikit memburu.
"A-Apa itu tadi?" tanya Arthuria sedikit tergagap. "P-Pistol ini memiliki peluru ledak," gumam Naruto lalu meletakkan senjatanya.
"Aku tidak tahu jika pistol ini memiliki peluru ledak, jika salah sedikit kita juga bisa kena tadi."
"Naruto! Itu tadi bagus sekali!"
"Bagus matamu?! Jika salah sedikit yang ada mobilku juga meledak baka?!" balas Naruto ketika mendengar pujian Issei, "jangan banyak bicara dan lanjutkan tugasmu?!"
Issei yang mendengar itu tersadar dan kembali mengambil beberapa senjata yang tersisa begitu juga satu Pistol yang jenisnya sama dengan Naruto lalu membawanya ke bagian depan truk tepatnya di bagian belakang kursi pengemudi melalui kaca yang telah di lubangi.
"Brangkas pertama telah kosong!" ujar Issei memberitahu lalu kembali ke belakang sambil menyiapkan Katana Arthuria di tangannya untuk memotong empat rantai yang mengikat brangkas.
Setelah sampai di bagian belakang, Issei pun memberi tanda pada Naruto, "Naruto! Aku akan memotong rantainya sekarang! Jaga jarakmu!"
Naruto yang mendengar itu sedikit memelankan mobilnya untuk memberi jarak, Issei pun memotong rantai bagian kiri depan brangkas hingga terputus lalu beralih ke bagian kiri.
["Naruto di depan kita ada Zombie yang tak pernah aku lihat?! Bagaimana ini? Apa perlu aku tembak dengan salah satu senjata dari Brangkas yang di ambil Issei?!"]
Naruto yang mendengar itu tersentak lalu mencoba ke sisi truk untuk melihat dan benar saja, 20 meter di depan mereka terdapat Zombie besar dengan kepala memiliki enam tentakel tajam serta mata besar di tengah tentakel tersebut.
Naruto yang melihat itu pun kembali ke posisi sambil menekan walkie talkienya, ["Jangan! Suruh Rossweisse-sensei untuk belok kiri di persimpangan sepuluh meter lagi! Kita akan ke jalur Yasukuni-dori! Untuk Zombie itu kita akan gunakan Brangkas kosong pertama untung mengurungnya?!"]
["Ok!"]
"Issei! Pergilah ke brangkas berikutnya dan pegangan yang erat karena kita akan berbelok, dan saat berbelok lepaskan kait gandeng brangkas pertama!"
"B-Baik!" balas Issei langsung pindah ke brangkas ke dua serta bersiap untuk melepaskan kait gandeng di brangkas pertama.
Zombie besar yang melihat Truk yang di kendarai Rossweisse dan Sasuke seperti mendekat langsung berlari ke arah Truk.
Rossweisse yang melihat persimpangan langsung berbelok dan saat itu juga Issei melepaskan kait gandeng di brangkas pertama membuat kait gandeng tersebut berguling berkali-kali hingga akhirnya brangkas tersebut mengurung Zombie besar tersebut dan tak bisa pergi ke mana-mana.
Namun baru saja berbelok, Rossweisse dan Sasuke di kejutkan terdapat banyak beton penghalang, mau tak mau Rossweisse kembali berbelok kanan menuju jalur Shinjuku-dori.
Naruto yang ada di belakang truk ikut berbelok dan Naruto juga terkejut bahwa truk kembali berbelok ke arah lain, ia pun memutuskan ikut berbelok kembali hingga ia dan Arthuria bisa melihat apa yang menyebabkan Rossweisse berganti arah.
Naruto pun menarik rem tangannya lalu membanting setir kembali hingga membuat bagian belakang mobilnya ke arah depan dan langsung menembakkan panah baja yang kembali tepat mengenai brangkas ke dua.
Selagi tali mengencang dan mobilnya di tarik oleh truk, Naruto mengembalikan gigi mobilnya ke netral lalu menekan dua tombol hingga muncul lampu hijau di atas tombol dan setelah beberapa bagian kap mobil terbuka seditkit dan mengeluarkan asap, serta suara mobil Naruto juga tidak terdengar lagi, "A-Apa yang kau lakukan tadi? Kenapa mesin mobilmu mengeluarkan asap? Apa mesin mobilmu rusak?"
"mesin mengalami panas saat kita pakai turbo pertama, sekarang kita harus mengganti oli mesin lebih dahulu," jawab Naruto sambil menekan satu tombol lagi dan setelah itu oli keluar dari bawah mobil Naruto dan membasahi jalanan.
"Mesin mobilku telah aku siapkan tempat oli cadangan dan mesin pendingin mobil cepat, jadi kita tidak perlu berhenti untuk mengganti oli," jawab Naruto.
"Oi Naruto! Kenapa kau diam saja?!" tanya Issei berteriak sambil melihat sekitar berharap tidak ada Zombie lagi yang datang ke arah mereka.
"Mesinku mengalami panas berlebihan Issei! Aku harus mengganti oliku dulu," balas Naruto sambil mengeluarkan sedikit kepalanya. ["Naruto! Apa kau sudah membuka brangkas ke dua?!"] Naruto yang mendengar itu menghembuskan nafasnya kembali.
["Mesinku panas! Tunggu sebentar lagi!"] balas Naruto lalu mengambil satu Walkie Talkie yang tersambung pada Shikamaru, ["Shikamaru! Apa urusanmu di rumahku sudah selesai?!"]
["Ya baru saja selesai, maafkan aku Naruto, sekarang rumahmu sudah aman dan aku juga sudah mengaktifkan Barrier di rumahmu untuk keamanan di sini, sekarang aku akan membantu kalian kembali,"] ucap Shikamaru sambil menekan chipnya hingga memunculkan sebuah hologram besar di ruang tamu.
Hologram itu pun mengeluarkan sebuah hologram keyboard di depan Shikamaru yang mendudukkan dirinya di sofa dan hologram di depan Shikamaru langsung berubah menampilkan beberapa file, skema, map dan lain-lain.
Akeno, Kuroka, Chouji dan yang lain melihat itu sedikit terkagum karena mereka tidak menyangka Shikamaru memiliki benda seperti itu.
"Hanya dengan chip ini kau bisa memunculkan benda seperti ini?"
"Ya begitulah... Chip yang mengeluarkan hologram ini sering aku gunakan untuk melakukan tugas, mulai dari melacak seseorang dengan data pemerintah, melakukan Hacker ke komputer pertahanan, kepolisian, dokter, bank, ATM, Ponsel, melihat skema kendaraan melalui satelit, menentukan jarak dan waktu, semua itu bisa aku lakukan dengan ini, berbeda dengan laptopku yang hanya bisa melakukan hacker ke satu titik,"
Dengan cepat Shikamaru menekan-nekam tombol keyboard hologramnya hingga memunculkan map yang lebih besar dan di samping map terdapat foto Naruto dan map langsung bergerak ke tempat Naruto berada.
Dan terlihatlah gambaran sebuah truk dengan dua brangkas melaju serta sebuah mobil yang ikut tertarik di belakang Truk, mereka juga bisa melihat cairan hitam yang keluar dari mobil tersebut.
"Apa yang terjadi dengan mobil Naruto?" tanya Chouji ketika melihat cairan hitam membasahi jalan.
"Dia sedang mengganti oli mobilnya," jawab Shikamaru lalu menekan walkie talkie nya, ["Ok Naruto, beritahu Sasuke untuk menyuruh Rossweisse-sensei ke persimpangan Tokyo Metro Fukutoshin lalu belok kiri menuju jalur Meiji-dori!"].
["Baiklah!"]
Shikamaru yang mendengar itu langsung mengecek keadaan sekitar jalur yang dia sarankan apakah ada Zombie atau tidak.
"Aku bisa mengatasi ini sendiri, Chouji sebaiknya kau bersiap di tombol pengaktifan Barrier rumah ini, saat mereka datang nanti tekan tombolnya agar mereka bisa masuk, dan setelah masuk aktifkan kembali barriernya, aku akan memberi tanda padamu," ucap Chouji dan di balas anggukan olehnya.
"Sakura dan Shizuka-sensei sebaiknya kalian coba urus mayat dan cairan hijau zombie di bus, kalian ingin mencoba mencari alat pencegah untuk kita bukan? Ambil Miskroskop Elektron di salah satu kardus barang-barangku untuk mengamati lebih dekat apakah cairan yang kalian beli bisa untuk mencegah Larva-larva itu atau tidak."
"Baik!/Ba-Baik!" balas Sakura dan Shizuka lalu sama-sama pergi ke bus. "Sisanya silahkan beristirahat dan jika kalian lapar kalian boleh makan lebih dulu, biar aku saja yang mengurus ini sendiri," ujar Shikamaru kembali.
"Tidak akan sampai mereka datang dengan selamat," jawab Rias dan di balas anggukan yang lainnya, Shikamaru yang mendengar itu menghembuskan nafasnya.
"Hah... Terserah kalian."
"Semoga kalian baik-baik saja," gumam Sona berharap mereka baik-baik saja.
.
.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Dunia Modern, dimana Dunia sudah maju dengan teknologi canggih yang membantu peradaban manusia, namun karena saking canggihnya, para ilmuwan nekat membuat sesuatu yang berbahaya, namun saat melakukan tes terjadi kesalahan besar. Sesuatu yang berbahaya itu menyebar dengan cepat membuat panik orang-orang dan mereka harus melarikan diri untuk bertahan hidup, akankah peradaban manusia musnah sepenuhnya?
This Is The End the World?
Pair :
... x ...
Genre : Alternative Universe, Adventure, Fantasy, Horror, Tragedy, Mystery, Humor, Sci-Fi, Ecchi, Future.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, AU, Multichap, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru.
" Naruto " berbicara
" Naruto " batin
["Naruto."] bicara melalui walkie talkie
["Naruto."] balasan dari Walkie talkie.
.
Chapter 5 : Saved sister friends
.
.
["Dengar Sasuke! Shikamaru menyuruhmu untuk memberitahu Rossweisse-sensei untuk pergi ke persimpangan Tokyo Metro Fukutoshin lalu berbelok kiri menuju jalur Meiji-dori!"]
["Baiklah!"]
["Shikamaru, apa ada Zombie-Zombie di sekitar sini?"] tanya Naruto. ["Jalan saja terus, jalan yang kalian lewati itu juga jalur yang kami lewati tadi dan tidak ada Zombie sedikit pun!"] jawab Shikamaru.
["Di mana mereka memangnya saat ini?"] tanya Naruto kembali. ["Cukup jauh! Kalian bisa fokus membuka brangkas itu!"] jawab Shikamaru.
["Shikamaru apa kau bisa melihat seberapa banyak mayat Zombie di seluruh kota Tokyo?"]
["... Sangat banyak Naruto... Sungguh banyak sekali, bisa aku bilang... 70 persen kota Tokyo sudah terkena virus ini, bahkan tidak ada para tentara atau pun tank dan helikopter lagi, mereka telah di hancurkan... Mereka sepertinya memiliki akal untuk menghancurkan benda-benda yang mengancam nyawa mereka."]
Naruto yang mendengar itu menggenggam erat setir mobilnya sambil menghembuskan nafasnya, ia mengatur emosinya sambil menekan kembali walkie Talkienya.
["Bisakah kau carikan dia untukku? Kau bilang 70 persen bukan? 30 persen lagi sebelum seluruh Tokyo terkena virus, bisakah kau melacaknya?"]
["Akan aku coba, berharap saja dia baik-baik saja."]
Kembali ke sisi Naruto, oli Naruto pun telah habis terbuang dan setelah itu Naruto menekan dua tombol bergantian hingga beberapa detik setelahnya sebuah lampu hijau menyala, layar peringatan di mobil Naruto juga sudah hilang di gantikan dengan kata aman.
"Apa maksud perkataanmu tadi? Siapa yang minta cari?" tanya Arthuria serius. "Ada seorang anak kecil yang harus kita selamatkan nanti, tapi kita harus membuka tiga pintu brangkas ini lalu cepat-cepat menyelamatkannya," jawab Naruto lalu menekan satu tombol lain.
Engine mobil Naruto pun langsung aktif kembali dan tanpa menunggu lama Naruto memasukkan gigi mobil serta menginjak pedal gasnya hingga membuat ban mobil Naruto mengeluarkan asap.
Setelah itu Naruto langsung mengganti gigi mobil menjadi gigi ke dua membuat pintu brangkas langsung penyok. Issei yang ada di samping brangkas juga melihat sekitarnya karena dia tidak bisa mendapat kabar apakah ada Zombie di sekitarnya atau tidak.
Pyang!
Issei yang mendengar suara kaca pecah tersentak dan menoleh ke sumber suara dan betapa terkejutnya dia ketika melihat zombie melompat ke arahnya.
Dengan reflek cepat Issei menghindari Zombie tersebut dengan berguling ke depan lalu menembakkan beberapa peluru dengan pistol QSZ-92 hingga mengenai badan dan kaki Zombie tersebut
["Gwaaarhhh!"] zombie itu pun berteriak dan berbalik ke arah Issei sambil menyiapkan tangannya yang memiliki kuku-kuku tajam.
Sebelum Zombie itu menyerangnya, Issei kembali menembakkan pelurunya hingga tepat mengenai kepalanya dan membuat Zombie tersebut sedikit terjungkal ke belakang.
Setelah itu Issei bangkit dengan cepat dan membelah Zombie leher Zombie tersebut dan menendangnya hingga ia terjatuh ke jalanan. "Issei! Kau tidak apa?!" Issei yang mendengar suara Naruto langsung menunjukkan dirinya sambil mengatur nafasnya yang memburu karena gugup secara tiba-tiba zombie itu datang ke arahnya.
"Ya! Aku tidak apa?! Cepatlah sedikit Naruto?!" Naruto yang mendengar itu pun menambah gigi mobil ke tiga dan seketika pintu brangkas ke dua pun terlepas dan Naruto kembali melepaskan tali panah bajanya membuat pintu brangkas kembali melewati atas mobilnya.
Tak menunggu lama, Naruto menurunkan gigi mobilnya lalu menarik rem tangannya dan membanting setirnya ke kanan hingga membuat mobilnya kembali berputar dan mengikuti truk.
["Oy Shikamaru! Apa kau bilang tidak ada Zombie?! Tadi ada Zombie keluar dari salah satu rumah dan hampir membunuh Issei tahu?!"]
["Maaf aku baru menyalakan sistem X-Ray melalui satelit dan kali ini tidak ada Zombie sedikit pun."]
["Sialan! Jangan sempat-sempatnya bercanda di situasi seperti ini!"]
Issei pun masuk ke dalam brangkas dan kali ini brangkasnya terdapat kotak-kotak hitam cukup besar dan panjang, "Kuso yang benar saja," gerutu Issei lalu mencoba membawa satu kotak hitam besar di brangkas, dan ternyata kotak tersebut ringan.
"Ringan," gumam Issei sedikit terkejut karena berpikir kotak tersebut akan berat. Menggeleng pelan, Issei pun mempercepat kerjanya untuk memindahkan kotak-kotak hitam tersebut, namun ia tidak memasukkannya ke dalam tempat mengemudi melainkan di belakang brangkas satu.
Setelah semuanya sudah dia ambil, Issei memberi tanda pada Naruto bahwa Brangkas dua sudah kosong, "Baiklah Issei! Lepaskan kaitnya!".
Issei pun mengangguk lalu pindah ke brangkas pertama dan melepaskan kait gandeng brangkas ke dua. Truk pun berbelok ke kiri ketika sampai di persimpangan Tokyo Metro Fukutoshin membuat gandeng brangkas dua terus melaju lurus, Naruto pun ikut berbelok lalu menarik remnya kembali dan menembakkan panah baja ke empat dan berhasil tepat kembali mengenai pintu brangkas ke tiga.
Setelah itu Naruto mengembalikan gigi mobilnya ke pertama lalu menekan pedal gasnya hingga membuat ban belakang mengeluarkan asap, "Ayo cepat," geram Naruto.
.
Di sisi rumah Naruto, Sakura dan Shizuka menarik keluar Zombie yang ada di bus dengan tali yang mereka beli, korden yang mereka gunakan untuk menutupi Zombie tersebut juga telah berwarna hijau penuh, jadi Shizuka harus mengangkatnya dengan menggunakan kayu.
Sakura pun mengeluarkan suntikan yang ia ambil dari supermarket lalu menusukkannya ke tubuh Zombie dan mengambil darah zombie tersebut hingga terlihat tabung suntikan berisikan darah berwarna hijau.
Ia tidak menyangka kalau tubuh Zombie yang ada di bus masih memiliki darah cukup banyak, setelah suntikan full, Sakura pun mencabut suntikannya lalu mengambil mikroskop Shikamaru yang sudah dia ambil dan letakan di sampingnya dan menarik mayat Zombie tersebut ke dinding halaman rumah Naruto dan di sana terdapat Shizuka yang tengah membakar kain korden yang berisi cairan hijau.
Shizuka yang masih fokus memastikan apakah kain korden tersebut terbakar habis sedikit terkejut dengan Sakura yang melempar mayat Zombie dari bus ke dinding halaman rumah Naruto yang tak jauh darinya lalu berjalan ke arah garasi rumah Naruto.
"Ayo, Shizuka-sensei, kita harus melihat larva seperti apa yang ada pada Zombie-Zombie ini dan mencari alat pencegah agar larva-larva ini tidak menyebar saat terkena tubuh kita," ujar Sakura sambil menunjukkan suntikan di tangannya.
"Ha-Ha'i!" balas Shizuka lalu berlari mengikuti Sakura lalu membuka pintu garasi rumah Naruto.
Sementara di bagian dalam, Shikamaru mengotak-atik tombol hologramnya, dan seketika gambar seorang perempuan berambut putih muncul di sisi gambar map membuat Kuroka tersentak.
"Ini... Koneko-chan?"
"Ya, Naruto memintaku untuk mencari keberadaannya, dia ingin menyelamatkan adikmu Kuroka-san," jawab Shikamaru lalu menekan satu tombol hingga terlihat beberapa rekaman cctv, pantulan dari kaca, yang terus berganti-ganti hingga akhirnya terlihat sebuah dari belakang restaurant di mana terlihat Koneko tengah berlari ke arah tempat sampah besar yang kosong lalu menjatuhkannya dan bersembunyi di dalamnya.
Setelah itu map menunjukkan sebuah titik merah dengan garis mengarah pada foto perempuan bernama Koneko.
Kembali ke Garasi, Sakura dan Shizuka saat ini bersama-sama mencoba melihat seperti apakah larva yang membuat bencana ini terjadi melalui mikroskop Shikamaru.
Shizuka yang pertama kali melihat seperti apa larva yang membuat bencana ini terkejut dengan keringat mengalir di dahinya.
Larva tersebut memiliki tubuh seperti belatung namun berwarna hijau dengan duri-duri kuning, kepala belatung itu berwarna merah darah dengan gigi-gigi tajam, memiliki mata yang mengerikan berwarna kuning, ukuran mereka sangat banyak dalam jumlah satu tetes cairan hijau, dengan kata lain ukuran mereka sudah seperti debu.
"Bagaimana Sensei?" tanya Sakura, Shizuka menjauh sedikit dari Mikroskop sambil meneguk ludahnya. "Larva ini... Berbeda dari larva biasanya," jawab Shizuka gugup.
.
["Baiklah Naruto! Aku berhasil menemukannya! Dia saat ini bersembunyi di tempat sampah dekat Restaurant Ramen Pula, di dekat vihara Tochoji dan Chozen-ji! Sebaiknya kau cepat karena di sana cukup banyak ada Zombie berkeliaran dan kemungkinan besar mereka mencium baunya yang belum terkena virus!"]
"Itu tak jauh dari sini," gumam Arthuria lalu melihat ke arah Naruto yang menyeringai.
["Arigato, Shikamaru."] ucap Naruto lalu melihat ke arah Arthuria, "apa kau mau membantuku, Arthuria-senpai?"
"Tentu saja, ada anak kecil yang harus di selamatkan bukan? Aku akan ikut menyelamatkannya dan melindungimu!" Naruto yang mendengar itu tersenyum setelah mengatakan itu ia memasukkan gigi mobilnya kembali ke gigi ke tiga dan setelah itu pintu brangkas penyok dengan cepat dan lepas dari brangkas, Naruto pun kembali melepaskan panah bajanya membuat pintu brangkas kembali melewati atas mobilnya dan membentur jalanan.
Naruto pun menghentikan mobilnya sesaat lalu mengganti gigi mobilnya ke satu kembali dan lalu menginjak pedal gasnya dan melaju ke jalur yang berbeda dari truk.
Issei yang melihat Naruto pergi mendekati kaca truk belakang dan bertanya pada Sasuke, "Oi! Sasuke! Kenapa Naruto pergi ke arah berlawanan?!"
"Apa?!" kejut Sasuke. "Kau tidak tahu?!" tanya Issei berpikir bahwa Naruto telah memberitahunya.
["Naruto! Kau pergi ke mana?!"]
["Gomen Sasuke! Kalian pergilah ke rumahku duluan, aku memiliki urusan yang harus aku selesaikan dulu!"]
["Urusan apa yang harus kau selesaikan?! Kita akan sampai di rumahmu sebentar lagi!"] tanya Sasuke meminta jawaban urusan apa yang harus membuat Naruto pergi ke jalur berbeda.
["Dia tidak bisa menjawab sekarang, Uchiha-san. Naruto-kun saat ini sedang fokus mengemudi, dan untuk jawaban pertanyaanmu akan terjawab saat kembali nanti!"]ujar Arthuria mengambil alih menjawab karena Naruto saat ini benar-benar serius mengendarai mobil.
Naruto yang melihat persimpangan Yasukuni-dori membanting setir ke kiri sesaat lalu menarik rem tangannya dan mengarahkan setir ke kanan membuat mobil Naruto melakukan manuver Drift.
Naruto pun langsung meluruskan mobilnya dan melaju dengan cepat di jalanan Yasukuni-dori menuju jalan Toei Shinjuku dengan sangat cepat, Arthuria bahkan sampai harus berpegangan ketika ia melihat mereka berjalan dengan cepat seperti mobil balap, namun Naruto terlihat santai sekaligus serius melihat ke jalanan.
Arthuria sebenarnya ingin meminta Naruto untuk sedikit menurunkan kecepatannya, walau ia baru melihat top speed Naruto sampai 80 Km/h kecepatannya sudah membuat jantung Arthuria berdetak kencang, tapi ada anak kecil yang membutuhkan bantuan, jadi dia tahan hingga anak itu berhasil mereka selamatkan lalu meminta Naruto untuk tidak terlalu cepat mengendarai mobilnya.
.
Kembali ke sisi rumah Naruto, Shizuka dan Sakura mencoba membunuh para larva dengan sampel cairan-cairan pembunuh larva yang mereka ambil menggunakan beberapa jarum suntik, namun setiap cairan di teteskan, para larva menjauh sesaat dan cairan pembasmi larva langsung di makan oleh larva-larva itu tanpa ada masalah sedikit pun.
Mereka yang melihat setiap sampel cairan pembasmi larva tidak berhasil mulai mencoba menggabungkannya dan mencoba mencari cara berapa detik larva menjauh lalu memakan cairan kembali.
Sementara di dalam Shikamaru tengah mengatur map-nya menjadi dua bagian. Di mana satunya fokus ke truk yang membawa para senjata dengan satu brangkas tersisa dengan pintu terbuka, serta satu map lagi fokus pada mobil Naruto yang berjalan dengan cepat ke tempat Koneko berada.
Kuroka mencoba menghubungi Koneko karena dia membawa ponsel tapi di tahan oleh Akeno yang menggelengkan kepalanya, "Jangan menghubunginya, Kuroka-chan, itu akan memancing para Zombie nanti," ucap Akeno membuat Kuroka memasukkan kembali ponselnya dan melihat ke arah layar di mana Naruto saat ini sudah bergerak menuju persimpangan Gaien nishi dori ave.
.
Setelah sampai Naruto langsung menurunkan kecepatannya lalu berbelok ke kanan dengan tajam, Arthuria pun langsung berpegangan pada pegangan di atasnya agar tidak terdorong ke arah Naruto yang mengemudi.
Saat sudah di jalur Gaien nishi-dori, mereka bisa melihat beberapa Zombie berlalu lalang di sana, tanpa basa basi Naruto langsung saja menabrak mereka satu persatu. Setelah sampai di persimpangan melewati vihara Tochoji ia kembali berbelok kanan ke arah vihara Chozen-ji lalu memasuki gang kecil dan berjalan beberapa meter hingga ia menemukan sebuah persimpangan dan berbelok kiri.
"Ayo! Ayo!" gumam Naruto menambah kecepatan mobilnya hingga bertemu persimpangan kembali lalu berbelok kanan kembali.
Naruto pun terus melaju membunuh Zombie-Zombie biasa di depan mereka hingga akhirnya dia menghentikan mobilnya di samping Restaurant Ramen Ouka dan langsung mengembalikan gigi mobil ke netral dengan cepat.
Arthuria pun menyiapkan katananya lalu keluar dari mobil Naruto dan menutup pintunya kembali lalu membunuh Zombie-Zombie yang berusaha mendekat ke mobil.
["Naruto cepatlah dia masih di sana, ada beberapa Zombie yang mulai mendekat ke tempatnya!"] Naruto yang mendengar itu dari walkie talkie tampak ragu keluar karena pistol yang dia bawa sangat berbahaya, namun sebuah keberuntungan datang padanya di mana ia bisa melihat ada sebuah senjata Shotgun tergeletak di dekat tak jauh darinya bersama sebuah tas dan tak jauh dari senjata itu juga terdapat mayat tentara yang tengah di makan oleh sekumpulan Zombie, tanpa banyak bicara Naruto keluar lalu menembak Zombie yang berkumpul hingga beberapa detik setelah peluru terkena satu zombie, ledakan pun terjadi dan membunuh kumpulan Zombie serta mayat tentara itu.
Arthuria yang hempasan angin ledakan peluru Naruto sedikit menyilangkan tangannya lalu kembali membunuh para zombie dengan katananya.
["Oi! Naruto! Apa itu tadi?!"]
["Salah satu senjata dari Brangkas, aku tidak bisa memakainya sembarangan karena pelurunya sangat berbahaya seperti yang kau lihat dari satelit,"] jawab Naruto sambil berlari ke tempat senjata Shotgun tergeletak bersama sebuah tas tentara.
Naruto pun langsung mengambil Shotgun yang tergeletak, lalu membuka tas tentara tersebut sambil mengambil beberapa peluru shotgun lalu ia simpan di saku kemejanya dan menggendong tas tersebut lalu menarik kokang Shotgun tersebut, "Franchi Spas 12, keren," gumam Naruto sambil mengeluarkan isi peluru shotgun tersebut yang berisi 4 peluru.
Dengan cepat Naruto kembali mengisi senjata tersebut peluru hingga ia bisa memasukkan 10 peluru Shotgun. "Naruto-kun, cepatlah sebelum Zombie-Zombie aneh datang menyerang kita!" ujar Arthuria sambil terus membunuh Zombie-Zombie di sekitar mobil Naruto.
"bertahanlah sebentar lagi, Arthuria-senpai!" jawab Naruto, ["Shikamaru! Pantau situasi sekitar kami! Jika bisa bantu Arthuria-senpai!"]
["Tidak bisa! Tidak ada senjata apa pun di sekitar sana!"] mendengar itu Naruto pun menarik kokang senjatanya lalu berlari ke belakang restaurant sambil menyiapkan senjatanya.
.
"Chouji! Matikan barriernya!" ujar Shikamaru ketika melihat truk yang di bawa Rossweisse, Issei dan Sasuke telah di dekat rumah Naruto. Chouji pun mematikan sistem Barrier di rumah Naruto dan setelah itu sebuah pelindung kubah besar terlihat lalu lenyap.
Xenovia dan Irina pun berlari ke luar rumah Naruto dan membukakan gerbang rumah tersebut, "Aktifkan kembali barriernya Chouji!" ujar Shikamaru dan di turuti oleh Chouji kembali.
Setelah truk sampai di bagian depan gerbang, Barrier berwarna biru kembali muncul melingkupi rumah Naruto hingga ke jalan, Xenovia dan Irina pun membantu mengarahkan Rossweissei untuk memasukkan truk tersebut, sementara Sasuke sudah keluar lebih dulu dan masuk ke dalam untuk bertemu Shikamaru
"Shikamaru! Bagaimana dengan Naruto?! Apa yang dia rencanakan?!" tanya Sasuke lalu melihat ke layar hologram Shikamaru. "Tenanglah! Dia baik-baik saja! Kalian harusnya beruntung tidak ada yang mengikuti kalian!" balas Shikamaru lalu fokus memantau Naruto dan Arthuria.
.
Dor!
Naruto pun menekan pelatuk Shotgunnya hingga memuntahkan pelurunya dan mengenai Zombie yang ada di dekat Zombie hingga mundur beberapa langkah.
Dor!
Setelah menarik kokangnya, ia menekan pelatuk kembali hingga berhasil mengenai kepala Zombie tersebut dan jatuh ke tanah, menarik kokang kembali Naruto menembakkan Shotgunnya kembali hingga mengenai tiga Zombie yang berusaha mendekatinya dari samping.
["Gwaaaaaaarrrghhh!"]
Duak!
Naruto yang mendengar suara Zombie di belakangnya memukul Zombie tersebut dengan Shotgunnya hingga mundur beberapa langkah lalu menembak kepala Zombie tersebut hingga hancur.
Setelah terdapat jarak aman, Naruto mengetuk tutup tong sampah dengan pelan, "Koneko-chan! Ini aku Naruto! Cepat keluar dari sana!"
Pintu tempat sampah itu pun terbuka dan memperlihatkan perempuan berambut putih sebahu yang menangis dan langsung keluar dan memeluk Naruto erat.
"Naruto-nii!"
"Yosh! Ayo ikut aku! Kita akan keluar dari sini!" ajak Naruto sambil terus berjalan mundur dan membidikkan Shotgunnya ketika para Zombie mulai mendekat.
Kembali ke Arthuria, ia saat ini membunuh para Zombie di gang tempat Koneko bersembunyi bermaksud mencegah para Zombie mengikuti Naruto dari belakang, namun saat akan melanjutkan serangannya.
Arthuria berhenti bergerak dengan wajah pucat karena terdapat beberapa Zombie anak kecil di depannya, ia yang melihat itu melangkah mundur dengan keringat mengalir dari keningnya.
"Senpai!" Arthuria yang mendengar teriakan Naruto tersentak dan ia juga merasakan tarikan kuat yang menariknya ke belakang, dan tak lama setelah itu kepala Zombie anak kecil di depannya hancur di sertai suara tembakan.
Mata Arthuria melebar ketika melihat itu dan karena saking terkejutnya Arthuria tak bisa mengendalikan tubuhnya hingga akhirnya ia jatuh ke tanah dan ia merasakan sesuatu membentur dadanya namun tidak terlalu keras.
Arthuria pun menoleh apa yang membentur dadanya dengan pipi merona tipis, dan ia bisa melihat kepala kuning tengah di belahan dadanya, pipi Arthuria langsung memerah ketika melihat itu, kepala kuning itu pun langsung bangun dan memperlihatkan wajah serius Naruto dengan rona di pipinya.
"Arthuria-senpai! Sadarlah!" teriak Naruto membuat Arthuria tersentak, "kita saat ini dalam situasi berbahaya! Mereka sudah tidak bisa di tolong lagi! Aku tahu kau tidak tega untuk membunuh mereka, tapi ingatlah mereka saat ini menderita karena virus ini, dan kita harus membuat mereka tenang dengan membunuhnya!" ujar Naruto membuat Arthuria kembali terkejut.
"Naruto-nii!" teriak Koneko ketakutan ketika melihat banyak Zombie datang. NarutoNaruto pun kembali bangkit lalu menembak Zombie yang ada di belakangnya dan di depan.
"Ayo bangun Arthuria-senpai! Jika kau membunuh mereka kau tidak akan berdosa! Justru kau akan di anggap pahlawan bagi mereka! Itu karena kau membuat mereka tenang dari penderitaan mereka!"
Arthuria yang mendengar itu pun bangun lalu berdiri tegak kembali, Koneko yang melihat ada Zombie di belakang Arthuria berteriak, "Nee-san! Di belakangmu!"
Dengan cepat Arthuria pun memutar tubuhnya dan memotong leher Zombie di belakangnya, "Senpai aku tanya sekali lagi... Apa kau ingin mati di sini?" tanya Naruto lalu menembak Zombie yang ada di depannya hingga jalannya terbuka lebar untuk ke mobil.
"Tentu saja tidak!" jawab Arthuria membuat Naruto tersenyum. "Kalau begitu Ayo! Arthuria-senpai! Lindungi pintuku!" ujar Naruto memindahkan Shotgunnya ke mode semiautomatic lalu menarik Koneko sambil menembakkan Shotgunnya untuk menyapu bersih Zombie-Zombie di dekat mobilnya.
Arthuria pun ikut mengejar Naruto lalu berjaga di pintu tempat kursi Naruto menyetir, "Ayo, Koneko-chan!" ujar Naruto mengajak Koneko untuk masuk ke mobilnya dan duduk di kursi Arthuria, serta meletakkan tas tentara yang dia bawa di kursi belakang.
["Cepat Naruto! Ada beberapa Zombie kadal mulai mendekat!"] Naruto yang mendengar itu pun langsung berlari ke pintu tempat kursinya menyetir dan baru saja membukanya, Naruto sudah melihat beberapa Zombie kadal tengah melihat mereka dengan tatapan tajam.
"Itu...," gumam Arthuria. "Senpai ayo masuk!" teriak Naruto sambil menarik Arthuria, karena panik Naruto pun mengajak Arthuria untuk di kursi yang sama dengannya tapi dia duduk di pangkuannya.
Naruto pun memasukkan gigi mobilnya dan menginjak pedal gasnya membuat mobilnya langsung melaju dengan cepat di sertai di kejar beberapa Zombie kadal.
"Tu-Tunggu! Kenapa aku harus di sini?!" tanya Arthuria dengan wajah memerah karena harus duduk di pangkuan Naruto. "Ma-Maafkan aku! Tapi kita harus pergi secepatnya dari mereka!" balas Naruto dengan wajah memerah karena dada Arthuria sangat dekat dengan wajahnya sambil melirik spion mobilnya di mana banyak Zombie kadal mulai mendatangi mereka.
["Apa kau bisa menjatuhkan mereka atau memperlambat mereka Shikamaru?!"] tanya Naruto sambil menekan walkie talkienya. ["Ya, ada senjata bagus di sana tapi kau harus keluar dari sana dan kembali ke jalur kau lewati tadi, jika kau lurus terus kau akan menemukan persimpangan jalan raya, lalu ambil jalur kanan dan kau akan menemukan persimpangan Yasukuni-dori, dan kembalilah ke jalur saat kau ke tempat itu!"] jawab Shikamaru.
Naruto yang mendengar itu tidak menjawab karena dia sudah sampai di persimpangan jalan raya lalu berbelok kanan dengan tajam. "Naruto-nii!" panik Koneko sambil berpegangan dan ketakutan ketika melihat Zombie-Zombie berbentuk kadal datang.
"Pegangan yang erat Koneko-chan! Dan jangan khawatir! Kita akhan selhamhat!" perkataan Naruto terganggu karena Arthuria yang memeluk kepalanya membuat dadanya sedikit tenggelam di belahan dada Arthuria.
Setelah berbelok kanan Naruto terus berjalan lurus hingga beberapa meter ia melihat persimpangan Yasukuni-dori kembali, "Arthuria-senpai! Bukakan jendela di sampingku!" ujar Naruto lalu mengambil pistol di sakunya dan membelokkan mobilnya ke kiri dengan tajam sambil mengarahkan pistolnya keluar ke arah para Zombie-Zombie kadal.
["ZHAAAAAASHH!]
Dor! Blaaaar!
Naruto pun menembakkan pistolnya ketika salah satu Zombie kadal membuka mulutnya dan berhasil masuk ke dalam Zombie tersebut lalu meledak dengan dahsyat hingga membuat teman-temannya terpental karena ledakan tersebut.
Setelah berhasil menjatuhkan satu zombie kadal, Naruto kembali melajukan mobilnya dengan cepat ke jalur Meiji-dori di mana tempat mereka berpisah tadi. Para Zombie kadal yang terpental kembali mengejar Naruto, namun Shikamaru yang melihat itu langsung memunculkan satu buah meriam besar yang mengumpulkan energi dalam satu titik.
Twush!
Sebuah cahaya pun melesat ke arah kumpulan Zombie kadal dan terjadi ledakan sedang hingga membuat pecahan jalan melambung ke langit, "Bagaimana dengan ini?" batin Shikamaru.
Shikamaru pun mengecek menggunakan X-Ray untuk melihat apakah mereka masih hidup di balik kumpulan asap, dan Shikamaru benar-benar tidak percaya bahwa mereka masih hidup, tapi mereka tidak bisa bergerak karena kaki mereka hilang dan hanya bisa menggeliat.
"Kuat sekali, Monster ini hanya bisa di lenyapkan dari dalam, tapi untungnya dia hanya memiliki kelemahan di kakinya saja dan itu membuatnya tidak bisa mengejar Naruto."
["Baiklah Naruto! Mereka sudah berhenti mengejarmu! Sekarang kau bisa kembali pulang dengan tenang."]
["Arigato Shikamaru,"] jawab Naruto, "Ya kau bisa menganggapnya begitu, tapi aku tidak tenang karena dada ini!" lanjut Naruto dalam batin dengan wajah memerah dan berusaha menyingkir dari belahan dada Arthuria.
"Se-Senpai! Tolong jaga jarakmu!"
"Kyaaa! Fokus menyetir saja Naruto-kun!"
"Naruto-nii! Perhatikan jalannya!"
.
.
Other Side
.
Di sisi lain, tepatnya di sebuah lap berukuran besar terlihat satu Zombie saat ini menempel di atap-atap langit tengah memakan daging manusia dengan tentakel yang keluar dari mulutnya dengan rakus.
Tubuh Zombie itu terlihat mengerikan di mana kedua lengannya terbuka lebar namun pergelangannya telah menghilang di gantikan warna merah darah yang menyatu dengan atap, punggungnya yang memiliki enam delapan tentakel yang menancap di atap membuatnya terlihat seperti laba-laba, sementara bagian perutnya menyatu dengan dinding.
Perut Zombie itu terbuka dan memakan daging manusia yang lainnya, sementara yang di bagian mulut telah selesai memakan daging manusia lalu memuntahkan cairan hijau serta telur ke tubuh manusia yang telah dia makan hingga setengah.
Tak lama setelah itu tubuh manusia itu kembali tubuh, di ikuti getaran kuat darinya hingga lengan orang tersebut menjadi besar begitu juga tubuhnya menjadi berotot dan berwarn pucat.
["GWWWWWAAAAARRRRGHH!"]
Teriakan keras terdengar dari zombie tersebut dan Zombie yang menempel di atap-atap membuka mulutnya lebar-lebar, ["GWRAAAAAAAAAAAAAARRRHHH!"]
.
.
Kediaman Naruto.
.
"Chouji! Matikan Barriernya!"
Chouji yang mendengar itu pun mematikan Barrier di rumah Naruto, semua pun langsung keluar kecuali Chouji, Sasuke dan Issei langsung sama-sama membuka gerbang karena Naruto telah datang dan saat mereka melihat ke arah mobil Naruto Sasuke dan Issei melebarkan mata mereka.
Mobil Naruto pun masuk dengan pelan hingga berhenti di belakang truk yang membawa brangkas. Koneko pun langsung keluar dari mobil ketika melihat Kuroka dan berlari ke arah kakaknya tersebut.
"Nee-chan!" teriak Koneko langsung memeluk kakaknya dengan erat dan di balas pelukan oleh Kuroka juga. "Syukurlah kau baik-bail saja," gumam Kuroka sambil mengelus rambut adiknya.
Mata emas Kuroka pun beralih ke arah mobil dan seketika mata Kuroka melebar ketika melihat posisi duduk Naruto dan Arthuria. Akeno yang sejak awal sudah melihat terdiam dengan aura hitam dan di susul oleh Kuroka yang mengeluarkan aura hitam.
"Tu-Tunggu sebentar Arthuria-senpai... Bi-Biarkan aku keluar duluan."
"Ba-Baik!"
Naruto pun secara perlahan keluar dari mobil dan setelah itu ia terjatuh terduduk sambil mengatur nafasnya di sertai wajah memerah, Arthuria yang melihat itu langsung mendekati Naruto dengan ekspresi khawatir sekaligus rona di pipinya karena bayangan ia harus duduk di pangkuan Naruto serta kepalanya yang bersentuhan dengan dadanya masih terlintas di kepalanya.
"Ka-Kau tidak apa?"
"Y-Ya... Aku hanya lelah saja," jawab Naruto sambil mengangguk pelan. "Hehh...," Naruto yang mendengar nada Kuroka dan Akeno menegang apa lagi dia merasakan hawa tidak enak di belakangnya.
"A-Ah! Akeno-chan! Kuroka-chan! T-Tadaima, ucap Naruto sambil tersenyum kaku. Tanpa menjawab Akeno dan Kuroka langsung menarik kedua pipi Naruto dengan keras bersama-sama.
"ITTETTETTE!"
"Kau tadi pasti menikmatinya ya Naruto-kun? Apakah kau menikmati Arthuria-senpai duduk di pangkuanmu? Apa kau mencari kesempatan tadi agar dia duduk di pangkuanmu?" tanya Akeno dengan datar. "Apa kau juga menikmati dadanya mengenai wajahmu? Dan juga kenapa kau protes saat aku duduk di pangkuanmu? Apa kau tidak menyukainya?" tanya Kuroka dengan datar.
"ITTETTE! Kalian salah paham! Tadi aku dalam situasi panik karena ada Zombie kadal itu, jadi karena panik aku menariknya untuk duduk bersamaku!" jawab Naruto.
"Tidak aku sangka kau suka sekali mencari kesempatan dalam kesempitan Naruto-san," gumam Sona datar sambil membenarkan letak kaca matanya. "Dalam situasi seperti ini kau masih sempatnya mencari sesuatu yang enak-enak Naruto, hahh... Jika tahu begini lebih baik aku membiarkanmu mati saja tadi," ucap Shikamaru tanpa dosa.
"Aku tidak menyangka kau ternyata mesum Namikaze-kun, aku akan menghukummu nanti," ucap Rossweisse sambil berkecak pinggang.
"Tu-Tunggu... Ini bukan salah..."
"Sialan kau Naruto?! Di saat-saat seperti ini kau mencari enak-enak?! Sementara aku sudah payah mengambil senjata-senjata yang di brangkas?!" ujar Issei memotong perkataan Arthuria, Naruto yang mendengar itu berkedut alisnya karena kesal. "Katakan sekali lagi atau aku lempar kau ke kerumunan Zombie?!" balas Naruto.
"SIALAN KAU NARUTO! DALAM SITUASI SEPERTI INI KAU SEMPAT-SEMPATNYA MENCARI KEAMANAN MIMPI PARA LELAKI?! APA KAU TIDAK PUAS SUDAH MEMILIKI DUA BENDA KEAMANAN MIMPI PARA LELAKI?!" teriak Sasuke OOC membuat Naruto semakin kesal.
"Apa maksudmu Teme?! Dan juga apa maksud ucapanmu itu?!"
"Karena Arthuria duduk di pangkuanmu kau mendapatkan keempukan yang di impikan banyak lelaki bukan?! Sementara aku harus membentur sesuatu yang keras?! Aku tidak terima?! Akan aku bunuh kau Naru..."
Buagh!
Perkataan Sasuke terhenti karena Sakura datang dan memukul kepala Sasuke hingga membuatnya meringis kesakitan. "Apa kau tidak menyukaiku lagi, Sasuke-kun?" tanya Sakura dengan aura mengerikan.
"Ti-Tidak... Aku menyukaimu, Sakura-chan... Gomenasai."
"Kalian salah paham, Naruto-kun berusaha menolongku tadi, jika aku pergi ke tempat dudukku yang sudah terdapat Koneko-san aku sudah pasti di gigit duluan oleh Zombie-Zombie kadal itu, jadi jangan salahkan Naruto-kun... Anggap saja itu sebagai situasi darurat dalam penyelamatan," ujar Arthuria dengan lembut agar Akeno dan Kuroka melepaskan tarikan tarikan mereka pada pipi Naruto.
"Hmm baiklah... Kali ini aku memaafkanmu," ucap Akeno dan Kuroka bersama-sama dan melepaskan pipi Naruto yang memerah. "Aduh-aduh... Pipiku sakit sekali," gumam Naruto sambil mengelus-elus pipinya, namun setelah itu Naruto sedikit terkejut karena Kuroka memeluk kepalanya dan membenamkan ya di belahan dadanya.
"Arigato Naru-kun... Arigato karena telah menyelamatkan adikku dan kembali dengan selamat," bisik Kuroka sambil tersenyum dan menitikkan air matanya, Naruto yang mendengar itu terdiam hingga ia kembali terkejut karena pandangannya tertutup semua serta ia merasakan pelukan erat dari sisi satunya lagi.
"Chotto! Apa maksudmu memeluk Naruto-kun sampai seperti itu?!" tanya Akeno sambil ikut memeluk kepala Naruto. "Ara? Ini sebagai tanda terima kasihku serta permintaan maafku karena menarik pipinya hingga memerah," jawab Kuroka santai.
"Jika begitu aku juga! Jadi menyingkirlah sedikit!" Naruto yang di apit oleh dua benda kenyal berusaha memberontak untuk keluar namun pelukan mereka terlalu erat, Hinata yang melihat itu terdiam sambil meremas baju di dadanya pelan, ia harusnya senang saat Naruto kembali dengan selamat, tapi entah kenapa ia merasakan nyeri di dadanya saat melihat Naruto di peluk oleh Akeno dan Kuroka.
Sona, Tsubaki, Xenovia dan Irina yang melihat itu hanya menghembuskan nafas mereka, sementara Sasuke, Shikamaru dan Issei yang melihat itu terdiam dengan alis berkedut, "Brengsek kau Naruto?! Kau selalu dapat enaknya?!", di sisi Arthuria dia yang melihat Naruto tidak di marahi oleh teman-temannya sedikit bernafas lega.
Tapi saat melihat Naruto di peluk oleh Akeno dan Kuroka, entah kenapa dia mengalami hal yang sama dengan Hinata. "Ghaa! Kalian hentikan, sebaiknya kita masuk ke dalam sekarang dan mengecek senjata-senjata yang kita ambil!" ujar Naruto setelah keluar dari kedua dada Akeno dan Kuroka.
"Untuk itu kita bisa lakukan nanti, tapi untuk sekarang istirahatlah dulu Naruto-kun," ujar Kuroka membuat Naruto menghembuskan nafasnya. "Aku sudah cukup untuk beristirahat, jadi di mana semua senjatanya, Shikamaru?" balas Naruto lalu bertanya kembali kepada Shikamaru.
"Semuanya sudah ada di dalam, tapi kita akan membahas semua senjata itu nanti, kita harus membersihkan diri kita dulu dan untuk para perempuan kalian boleh membersihkan tubuh kalian lebih dulu," ujar Shikamaru dan di balas anggukan oleh para perempuan.
"Lalu Sakura, bagaimana hasilnya?"
"Masih belum, nanti aku akan menjelaskannya kepada kalian, kami akan membersihkan tubuh kami dulu dan ingat jangan mengintip," ujar Sakura lalu mengancam Naruto, Shikamaru, Sasuke dan Issei.
"U-Um."
.
"Syukurlah kau baik-baik saja, Naruto," ucap Chouji sambil memeluk Naruto sesaat. "Ya, terima kasih sudah membantu rumahku, Chouji," ucap Naruto sambil tersenyum tipis.
"Tapi sulit di percaya, rumahmu ini cukup besar dan memiliki halaman yang luas, bahkan memiliki sistem Barrier, alat-alat rumah tangga yang canggih serta sinyal yang cukup luas, kita tidak salah memilih tempat ini," ucap Shikamaru sambil melipat tangannya di dada dan melihat layar hologramnya yang saat ini terdapat beberapa foto pria dan wanita, serta beberapa layar yang menunjukkan gambar dari kamera, pantulan kaca dan cermin, ATM, ponsel.
"Jadi apakah mereka berhasil di temukan?" tanya Naruto sambil melirik Shikamaru yang menggeleng pelan. "Sinyalmu hanya bisa membantuku mengetahui keberadaan seluruh Tokyo saja, tapi tidak dengan seluruh Jepang atau dunia," ujar Shikamaru membuat Naruto mendesis pelan lalu mencoba menyalakan TV dan terlihatlah sebuah siaran dimana tertulis Tokyo telah runtuh, serta gambaran beberapa Zombie mulai bergerak keluar Tokyo menyebar ke segala arah, para JSDF telah menggerakkan pesawat jet dan membombardir jalanan untuk menyapu bersih Zombie, tapi tetap saja Zombie-Zombie yang memiliki kekuatan serta bentuk special susah di bunuh, terutama Zombie berbentuk kadal.
"Kuso, ini benar-benar kiamat," umpat Issei. "Shikamaru, mereka bergerak keluar kota Tokyo, itu artinya masih ada kehidupan di luar Tokyo seperti Osaka, Kyoto, Nagasaki, Hiroshima, mereka masih belum tersentuh... Apa kau tidak bisa melacak sesuatu di sana, mungkin saja mereka sudah keluar dari Tokyo?" tanya Naruto kembali.
"Sudah aku bilang sinyalnya tidak terlalu kuat," balas Shikamaru kembali, "akuntidaknbisa, sinyalmu hanya bisa membuatku melacak hingga sebesar Tokyo, jika untuk melihat peta sinyal seperti di rumahmu ini cukup untuk melihat dunia tapi tidak bisa untuk melakukan Hacker, kita harus membutuhkan sinyal yang lebih kuat lagi, dan sinyal yang paling kuat ada di menara-menara pemancar dan penerima sinyal," lanjut Shikamaru sambil menunjukkan sebuah menara BTS sinyal sekitar 500 meter dari tempat mereka.
"Menara ini saja yang masih aktif dan sinyalnya bisa mencangkup seluruh jepang, tapi aku harus membuatkan alat untuk bisa merantas masuk ke sistem menara itu."
"Berapa lama?"
"Entahlah, sampai Sakura menemukan penawar mungkin, atau lebih," jawab Shikamaru membuat Naruto mengelus dagunya. "Begitu... Selagi menunggu kita juga harus mengajari mereka menggunakan senjata, untuk melatih mereka aku dan Teme yang akan melakukannya, sementara Shikamaru dan Issei, kalian fokuslah membuat alat-alatnya, sementara Chouji kau bantulah Sakura dam Shizuka-sensei nanti," ujar Naruto.
"Oh ya, Naruto senjata seperti apa yang kau bawa hingga membuat ledakan itu?" tanya Shikamaru, Naruto pun mengeluarkan Revolver hitam yang dia simpan di saku dan menunjukkannya pada Shikamaru.
"MGA-E-BOUNCER LEONE 14000, pistol Revolver dengan sepuluh peluru, memiliki laras sekitar 20 atau 30 cm dan kekuatan tembaknya bisa mencapai 20 meter," gumam Shikamaru ketika melihat senjata itu.
"Aku pikir pistol-pistol ini punya peluru biasa, tapi ternyata senjata-senjata ini punya peluru special," balas Naruto lalu mengayunkan pistolnya ke samping hingga terlihatlah 7 peluru tersisa, "dan aku sudah menggunakannya tiga peluru."
"Naruto, ini pasangannya," ucap Issei melemparkan pasangan pistol yang masih dia bawa ke arah Naruto, Naruto pun menangkap pistol tersebut lalu mencoba bergaya menggunakan dua pistol tersebut.
"Aku tidak akan menggunakan senjata ini sembarangan, aku akan menggunakannya saat di butuhkan saja," gumam Naruto sambil meletakkan pistolnya di meja.
"Jadi sudah berapa lama kalian berlatih senjata?" tanya Chouji penasaran, walau pun dia sahabat Shikamaru dan selalu mampir ke rumahnya, dia tidak pernah melihat sekalipun berkas-berkas atau pun map Shikamaru saat melakukan pekerjaan Ghost Thief.
"Hmm sejak kelas satu, bisa di bilang setahun," jawab Naruto dan di balas anggukan oleh Shikamaru, Sasuke dan Issei, "dan aku belajar mengendarai mobil hanya dalam waktu 1 Minggu lalu 1 bulan untuk bisa seperti itu."
"Waw, itu luar biasa sekali Naruto."
"Maaf Chouji aku merahasiakanmu sebuah rahasia besar," ucap Shikamaru meminta maaf. "Hey, tidak apa. Asalkan itu perbuatan baik aku mendukungmu," jawab Chouji sambil tersenyum ramah.
Naruto pun melangkahkan kakinya ke senjata-senjata yang mereka curi saat ini telah di kumpulkan, "Jadi Shikamaru... Apa kau punya semua data senjata-senjata ini?" tanya Naruto melihat satu persatu senjata yang ada, serta puluhan kotak hitam besar dan beberapa koper.
"Ya, di dalam brangkas ke tiga yang pertama kita curi terdapat Pistolmu, senjata Submanchine gun terdiri dari VMP, Kuda, Weevil, Dual Vector, GKS dan Vesper, Assault Riffel terdiri HVK-30, KN-44, ABR 223, Swordfish, HK416, Thales F90, Peacekeeper MK2 Light manchine gun terdiri dari Hades, Gorgon, BRM, dan Dingo, lalu Sniper Riffel ada Locus, Paladin HB50, Shotgun terdiri dari empat Saiga 12, senjata tambahan War Machine, HTA-Lo . BARRAGER TEMPEST-23000, masing-masing senjata telah ada Equipment set mereka, dan masing-masing senjata memiliki 500 peluru yang sama sepertimu Naruto, dan 500 lagi peluru biasa," jawab Shikamaru menunjukkan data yang telah dia dapat dari Hacker perusahaan senjata itu.
"Hanya ada satu pistol?" tanya Naruto dan di balas anggukan oleh Shikamaru. "sebenarnya ada lagi satu yaitu Heavy Revolver : The Executioner, maaf aku lupa menyebutkannya," jawab Shikamaru sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Lalu kita mendapatkan senjata-senjata tajam, Katana Axe Solfarancs, pedang SG-S . EDGE LOTUS 3000, serta Pisau kecil anak dari pedag tersebut, SG-S . EDGE LOTUS 2000, pedang besar MGia-Gi CRACKER -10000, pedang HTA-C BLADE DIAFROST-19000, pedang SG-Gr BLADE REAXIS-32000, kapak dan palu HTA-Aq STRIKE AQUARIUS-14000, dan Sabit GRh-Ra HARVESTER ANTARES-74000," lanjut Shikamaru, "dan senjata yang kita bawa dari sekolah hingga ke sini, Glock-17, Revolver Taurus 605, QSZ-92, FN-57, Remington 870, Franchi Spas 12, Locus, AUG, dan SG-550."
"Hmmm cukup banyak juga ya," gumam Naruto sambil mengambil senjata sabit di lipat dengan gagang pendek lalu menarik gagangnya hingga menjadi memanjang lalu mengayunkannya hingga sabit yang di lipat naik dan sabit yang awalnya hitam menyala jadi biru, "hoho...i like this," gumam Naruto sambil menyeringai kecil.
"Naruto, bagaimana dengan mobilmu? Apakah baik-baik saja?" tanya Shikamaru dan di jawab anggukan oleh Naruto. "Ya... Mesinnya sempat mengalami panas tapi aku sudah mendinginkannya dan mengganti olinya, sekarang mesinnya sudah baik-baik saja tapi aku akan mengeceknya kembali dan melakukan perbaikan," jawab Naruto sambil meletakkan sabitnya di pundak.
"Shikamaru, bagaimana menurutmu tentang para Zombie ini?" tanya Naruto membuat Shikamaru menaikkan sebelah alisnya, "yang aku maksud adalah tingkah Zombie ini, mereka tahu posisi orang yang belum terinfeksi bahkan kau tadi bilang bahwa Zombie-Zombie kadal datang dan mereka pasti datang sejara mendadak bukan? Larva-larva ini pasti memiliki kemampuan seperti serangga dimana mereka membagi sinyal kepada yang lainnya, maka dari itu mereka yang memiliki serangga ini datang ke tempat Larva-larva mereka membagi sinyal bahwa di tempatnya ada mangsa."
"Apa kau menyadarinya?" tanya Naruto membuat Shikamaru terdiam lalu mengotak-atik layar hologramnya hingga beberapa kamera CCTV di ambil di mana ada beberapa tentara yang tengah berusaha bertahan dari serangan Zombie biasa dan satu lagi CCTV di mana Zombie kadal tengah memakan beberapa manusia langsung menoleh ke arah lain dan berlari dengan cepat hingga beberapa menit Zombie kadal datang ke tempat para tentara tersebut dan membunuh mereka.
"Ya... Kau benar Naruto... Mereka membagi sinyal... Larva-larva ini membagi sinyal... Mereka memiliki akal," gumam Shikamaru dengan keringat mengalir dari keningnya. "Astaga, ini benar-benar gila...," gumam Sasuke.
Naruto yang melihat itu mengepalkan tangannya dengan kuat, dia benar-benar marah, kesal semua emosinya bercampur aduk karena musibah ini, jika dia menemukan biang masalah yang membuat bencana ini dia bersumpah akan membunuhnya.
"Jika aku menemukan orang yang membuat bencana ini, aku bersumpah akan membunuhnya," gumam Naruto datar. "Bukan hanya kau Naruto, kita... Yang akan membunuhnya," balas Shikamaru membuat Naruto mendengus pelan.
"Ya dan semoga kita masih bisa bersama hingga akhir," jawab Naruto lalu melipat kembali sabitnya, "Ok mulai sekarang Shikamaru dan Issei kalian fokuslah untuk membuat alat perantasnya, apa kau memiliki bahannya Shikamaru?"
"Yap, aku sudah membelinya di supermarket tadi." Naruto yang mendengar itu mengangguk pelan. "Kalian tidak perlu khawatir jika Zombie-Zombie datang ke tempat ini untuk menyerang, karena tempat ini sudah tertutup Barrier maka suara sekeras apa pun tidak akan terdengar keluar dan kita bisa berlatih dengan tenang hingga Shikamaru menyelesaikan alatnya untuk menemukan tempat aman untuk kita, dan mulai hari ini rumah ini akan menjadi Home Base kita."
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Note : Yo! Saya kembali Update nih!
Bagaimana menurut kalian? Menegangkan? Seru? Membosankan? Ya terserah lah.
Di sini terlihat bahwa Tokyo sudah lumpuh 80 persen dan penyebarannya terus berlangsung, lalu rumah Naruto adalah Home Base tempat mereka akan bertahan sampai Shikamaru membuat alat perantas sinyal untuk menara BTS sinyal.
Karena tidak mungkin sinyal rumah untuk merantas seluruh jaringan di seluruh Jepang, dan itu pun tempat aman biasanya di rahasiakan dan tidak akan mudah di temukan.
Lalu untuk romance Naruto dan Arthuria aku pikir untuk saat ini segini aja dulu sih, chapter depan bakal lanjut romance mereka. Lalu bentuk larva, ini adalah larva khusus dan cara membunuhnya tidak akan langsung di temukan oleh mereka.
Lalu semua senjata yang ada di brangkas, sebagian besar adalah Senjata Call of Duty Black OPS 3 dan 4. Tapi untuk senjata tajam akan di jelaskan Chapter depan seperti apa bentuknya.
Ok itu saja sih... Aku gak terlalu pandai berkata tapi aku harap kalian menyukainya, sampai jumpa lain waktu, Jaa na!
4kagiSetsu Out
