Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan terdengar di kota yang kacau, puluhan Zombie yang berlalu lalang berjatuhan dan ada beberapa Zombie berhasil menangkap orang yang belum terinfeksi dan menggigitnya dengan ganas.
Puluhan orang berpakaian tentara terus menembaki para Zombie sambil melindungi masyarakat yang berlarian ke sebuah kapal besar Ark.
["Alpha! Ada Zombie bentuk aneh dari jam 3!"]
["Roger!"]
Dor! Dor! Dor!
Para tentara pun menembak dengan beruntun ke arah Zombie-Zombie yang datang ke arah mereka, beberapa tentara yang telah habis peluru dia mag senjatanya mengeluarkan granat lalu menarik pinnya.
["Fire on the hole!"]
Blaaar!
["Kuso! Jumlah mereka banyak sekali!"]
["Di sini Falcon! Ada Zombie-Zombie dengan senjata aneh, bermata satu dengan 6 tentakel datang ke arah kalian Bull one!"] ucap seseorang yang ada di atas sisi kanan pesawat Ark sambil menggunakan teropong.
["Tiger! RPG!"] ujar salah satu tentara yang ada di atas Tank. ["Roger!"] balas semua pasukan yang ada di tank lalu mengeluarkan sebuah Roket launcher dan mengarahkannya ke kumpulan Zombie Cyclops.
["RPG siap!"]
["Tembak!"]
Twush! Blaar! Blaaar!
Roket-roket launcher pun di luncurkan dan menghantam beberapa Zombie Cyclops namun itu tidak bisa membunuhnya
["Di sini Raptor 1 izin melakukan Bombardir!"]
["Di izinkan! Copy!"]
["Di mengerti! Over!"]
["Raptor 2 lakukan bombardir juga!"]
["Copy! Over!"]
["Gwaaaarrrrh!"] teriak beberapa Zombie Cylops dan Wennoz berlari dengan cepat ke arah para tentara yang menjaga masyarakat.
Wush!
Dari sisi kiri dan kanan pesawat Ark melintas masing-masing empat pesawat Hitam yang menjatuhkan sesuatu ke bawah sambil memutari daerah pesawat Ark dalam jangkauan jarak tiga puluh meter.
["Bombardir datang dalam tiga... dua..."]
Blaaar!
Sebuah ledakan pun terjadi pada Zombie tersebut, di susul beberapa ledakan besar yang mengenai beberapa bangunan besar dan akhirnya roboh menimpa semua Zombie di bawahnya.
["Bombardir telah di lakukan!"]
["Falcon berikan status!"]
Blaaar!
Bangunan-bangunan yang runtuh sekitar hancur dan mengeluarkan Zombie-Zombie Cyclops di susul Tanker datang ke arah para tentara, melihat itu para tentara tentu terkejut karena reruntuhan bangunan tidak bisa membunuh mereka.
["Mereka masih bisa bertahan!"]
["Kuso! Mereka ini benar-benar merepotkan!"]
["Bull One dan Bull two! Beberapa Zombie besar mengarah pada kalian!"]
["Roger! Bill one dan Bill two! Tembak!"]
Boom! Boom!
Ledakan beruntun pun terjadi di kota di mana puluhan tank tengah melakukan bombardir besar-besaran sambil menjaga pesawat Ark yang tengah mengevakuasi masyarakat.
"Semuanya cepat masuk! Masuk dengan tertib dan jangan saling mendorong satu sama lain! Masih banyak tempat untuk kalian!" teriak salah satu tentara sambil mengarahkan masyarakat agar masuk tanpa saling mendorong satu sama lain.
["Gwaaaaarrrrhhh!"]
["Di sini Falcon! Zombie kadal datang! Aku ulangi Zombie-Zombie Kadal datang!"]
["Di sini Kapten! Gunakan Canon one untuk menahan mereka!"]
["Roger!"]
empat meriam dengan tiga Laras yang ada di setiap sisi pesawat Ark pun bergerak sesuai koordinat, ["Canon! Tembak!"].
Setiap meriam Canon Ark pun menembakkan peluru secara beruntun membuat para Zombie-Zombie kadal terpental karena ledakan meriam pesawat Ark.
Meriam Canon pesawat Ark terus melakukan tembakan secara beruntun di bantu dengan para Tank membuat Zombie-Zombie kadal terus terpental hingga mereka mati karena meriam masuk ke mulut mereka dan meledakkan tubuh mereka dari dalam.
["Di sini Alpha! Tidak ada lagi warga di sekitar sini!"]
["Semua masyarakat di sini sudah di selamatkan! Pasukan mundur!"]
["Bull one dan Bill two! Mundur!"]
["Di sini Raptor 1 kembali melapor! Siap untuk gelombang ke dua!"]
["Lakukan!"]
["Copy! Over!"]
Puluhan tank yang menjaga pesawat Ark pun seketika mundur dan masuk ke dalam pesawat Ark yang sangat besar tersebut.
Delapan pesawat Hitam pun kembali datang dan menjatuhkan bom kembali untuk menghalangi para Zombie dan memberikan waktu kepada para Tank untuk masuk ke dalam pesawat Ark.
Empat baling-baling di sisi pesawat Ark pun berputar dengan cepat membuat pesawat tersebut terbang ke udara, seluruh meriam Ark pun berhenti menembak karena mereka sudah aman.
"Kuso! Makhluk macam apa mereka?! Jika tubuh mereka terpisah karena ledakan tubuh mereka akan pulih kembali, setiap tembakan di tubuh mereka juga pulih kecuali kita menembaknya di kepala," umpat salah satu tentara.
"Itu pun setiap Zombie memiliki kekuatan berbeda dan setiap yang memiliki bentuk berbeda mengeluarkan serangga, jika serangga itu keluar dan memakan kita... Kita pasti sudah menjadi bagian dari mereka," timpal salah satu tentara.
"Jangan lupakan Zombie bermata satu dan Zombie kadal itu, mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat bahkan meriam dan plasma tidak bisa membunuhnya tapi hanya bisa melambatkannya saja, kita hanya bisa membunuhnya dengan meledakkan tubuhnya dari dalam."
"Kuso... Sebenarnya siapa yang membuat semua ini terjadi... Dan apa tujuannya," desis salah satu tentara sambil melihat dari kaca kecil di dinding pesawat Ark keadaan kota yang sangat kacau, "tempat ini benar-benar menjadi neraka."
.
Other side
.
Di sisi lain terdapat seseorang tengah mengawasi Zombie yang menempel di dinding tengah memakan daging manusia dengan seringainya. "Khuhuhuhu... penemuan yang luar biasa, dengan ini semua aku akan menghancurkan Jepang, lalu aku akan mengirim mereka ke seluruh dunia agar semua dunia bisa merasakan penemuanku, khahahaha!"
.
Kediaman Naruto
Selasa, 28 Juli 2056
07.00 AM
.
Dor! Dor! Dor!
Sementara itu di kediaman Naruto, saat ini ia tengah mencontohkan cara menggunakan Pistol sambil menembak sasaran di depannya dengan jarak lima meter, para perempuan yang di belakang Naruto menyaksikan contoh yang di berikannya kepada mereka.
Setelah mag pistol di tangannya habis, Naruto pun kembali ke posisi santai sambil memasang mag baru dan melihat ke arah para perempuan di belakang.
"Kalian sudah lihat? Bagi kalian yang menggunakan Pistol usahakan untuk tetap menjaga posisi tangan kalian, arahkan pistol ke depan dengan tangan kanan kalian yang memegang pistol sedikit di tekuk, lengan kiri kalian juga di tekuk sedikit sambil memegang tangan kanan yang memegang pistol untuk menambah kekuatan kalian menjaga dorongan pistol begitu di tembakkan, setelah itu tutup mata kiri kalian dan bidiklah sasaran kalian dengan mata kanan," ucap Naruto sambil memberikan gaya cara menembak yang baik.
"Lalu ingat juga saat membidik pastikan Laras senjata kalian terlebih dahulu, lalu tekan pelatuk di senjata kalian, jika Mag kalian habis tekan tombol kecil ini dengan jempol kalian," lanjut Naruto menunjukkan tombol kecil di sisi pistol yang tertutup jempol, "tombol ini membantu untuk melepaskan mag, jika mag lepas, tangan kiri kalian mengisinya dengan mag baru, lalu setelah itu tarik Laras pistol kalian ini." Naruto pun menunjukkan gerakan untuk mengisi mag yang benar lalu menarik Laras pistolnya untuk memastikan peluru telah siap di gunakan.
"Pistol yang menggunakan cara mengisi mag seperti itu adalah QSZ-92 milik Sakura dan Xenovia-san, FN-57 milik Akeno-chan serta Glock-17 milik Rias-chan, untuk pistol Revolver milik Hinata-chan berbeda dengan pistol mereka," ucap Naruto sambil meminta pistol revolver putih Hinata lalu menunjukkan cara menembak dengan menggunakan pagarnya sebagai contoh.
Dor! Cklek! Dor! Cklek!
Naruto pun menekan pelatuk pistolnya hingga memuntahkan pelurunya lalu menekan pelatuk di belakang pistol dan menekan pelatuk satunya lagi hingga memuntahkan pelurunya kembali.
Hingga peluru habis Naruto pun mengeluarkan mag pistol berbentuk bulat serta megazine peluru berbentuk besi dengan delapan peluru lalu memasukkannya sesuai lubang, setelah itu Naruto menarik besi mag tersebut hingga membuatnya melepaskan peluru yang telah masuk di lubang mag pistol lalu mendorongnya masuk kembali dan menekan pelatuk di belakang pistol.
"Kira-kira seperti itulah menggunakan pistol ini, begitu menekan pelatuk untuk memuntahkan peluru, tekan pelatuk di belakang untuk memutar mag bundar pistol ini dan menggantinya ke peluru berikutnya, jika peluru habis kau keluarkan mag ini dengan mengayunkannya lalu mengisinya kembali dengan megazine besi ini," ujar Naruto menjelaskan sambil memperlihatkan megazine besi yang terdapat delapan peluru karet.
"Saat mengisi peluru kembali, peluru harus masuk sesuai lubang, setelah itu tarik besinya ke bawah hingga peluru terlepas dari megazine lalu dorong Mag bundar pistol ini atau mengayunkannya kembali ke dalam dan tarik pelatuk di belakangnya kembali, apa kau paham Hinata-chan?" lanjut Naruto lalu menyerahkan pistol tersebut kepada Hinata kembali.
"U-Um, kurang lebih."
"Naruto, secara teori kami mengerti, tapi secara praktik kami belum terlalu bisa, kami tidak yakin apakah posisi kami akan benar atau tidak," ucap Sakura membuatnya mendapat elusan di kepalanya dari Sasuke. "Maka dari itu kami akan mengecek posisi kalian lalu memberikan arahan jika posisi kalian sudah benar, Dobe hanya menjelaskan teori kepada kalian agar saat praktik kalian tidak kebingungan," balas Sasuke.
"Aku sudah menyiapkan lima sasaran dan yang pertama adalah kalian yang membawa pistol, cobalah menembak sasaran di kepala hingga 5 Mag, setelah itu baru kita bergantian dengan senjata besar, kalian paham?" tanya Naruto dan di balas anggukkan oleh mereka.
"Kalau begitu mari kita mulai latihannya!"
.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Dunia Modern, dimana Dunia sudah maju dengan teknologi canggih yang membantu peradaban manusia, namun karena saking canggihnya, para ilmuwan nekat membuat sesuatu yang berbahaya, namun saat melakukan tes terjadi kesalahan besar. Sesuatu yang berbahaya itu menyebar dengan cepat membuat panik orang-orang dan mereka harus melarikan diri untuk bertahan hidup, akankah peradaban manusia musnah sepenuhnya?
This Is The End the World?
Pair :
Naruto x ...
Sasuke x Sakura
Issei x Rias
Shikamaru x ...
Genre : Alternative Universe, Adventure, Fantasy, Horror, Tragedy, Mystery, Humor, Sci-Fi, Ecchi, Future.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, AU, Multichap, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru.
" Naruto " berbicara
" Naruto " batin
["Naruto."] bicara melalui walkie talkie
["Naruto."] balasan dari Walkie talkie.
.
Chapter 7 : Day 1 Survivor Part 2
.
Sakura, Xenovia, Rias, Hinata dan Akeno pun berdiri di posisi yang sudah di tentukan lalu memasang posisi menembak yang sudah di jelaskan tadi oleh Naruto.
Setelah memberikan posisi, Naruto dan Sasuke pun mendekati mereka dan mengecek posisi mereka serta tangan mereka apakah sudah kuat atau belum.
"Etto... Bolehkah aku memegang tanganmu, Akeno-chan? Aku ingin membantu serta mengecek apakah tenaga di tanganmu sudah kuat atau belum?" tanya Naruto dan di balas anggukan oleh Akeno. "Lakukan saja, Naruto-kun, bahkan jika kau ingin menyentuh tubuhku, aku perbolehkan untukmu," ucap Akeno membuat mereka yang ada di sana menoleh kecuali Shikamaru dan Issei yang ada di dalam rumah.
Naruto yang mendengar itu memerah wajahnya dan langsung menggelengkan kepalanya, "A-Aku tidak akan melakukan itu?!" balas Naruto lalu memegang tangan Akeno serta memperbaiki postur tubuhnya dengan memegang bahunya.
"Luruskan pandanganmu, bidik sasaranmu dengan laras senjatamu, ingat tanganmu ini harus kuat karena dorongan senjata sangat kuat begitu memuntahkan peluru, bahkan bisa mengenai wajahmu sendiri," ucap Naruto sambil membenarkan posisi Akeno dari belakang.
Kuroka yang melihat itu mengeluarkan aura hitam dengan tangan mengepal karena Akeno dekat sekali dengan Naruto. Sebuah ide seketika terlintas di kepalanya membuatnya menampilkan senyuman misterius.
Sementara Akeno dia merona begitu merasakan nafas mengenai telinganya, namun dia tetap fokus ke arah sasaran di depannya. Setelah menuntun Akeno, Naruto pun berpindah ke arah Rias.
"Etto... Kau tidak keberatan jika aku memegangmu seperti yang aku lakukan kepada Akeno-chan, Rias-chan?" tanya Naruto meminta izin karena Rias adalah pacar Issei, jadi tentu dia harus meminta izin dulu.
"U-Um, tentu... Aku tidak keberatan." Naruto yang mendengar itu pun memegang tangan Rias memeriksa kekuatan tangannya serta memperbaiki postur tubuhnya
"Kuatkan lenganmu, dan ingat jangan terkejut dengan suara tembakan senjata, itu akan menghilangkan kekuatan di lenganmu dan membuat pistol mengenai wajahmu," ucap Naruto dan di balas anggukan kaku oleh Rias.
"Ba-Baik!"
Naruto pun berpindah kepada Xenovia lalu meminta izin kepadanya seperti yang lain, setelah mendapatkan izin ia pun memberitahukan hal yang sama seperti yang ia katakan kepada Akeno, dan Rias, lalu kepada Hinata yang tampak masih gugup.
"Etto... Kau tidak keberatan, Hinata-chan?"
"A-Ah! Um!" Naruto yang melihat Hinata tampak gugup menghembuskan nafasnya pelan lalu menepuk pelan kepalanya.
"Jangan terlalu gugup, Hinata-chan, tenangkan dirimu... ambil nafas dalam-dalam lalu hembuskan, tidak perlu khawatir jika kau meleset menembak dan gugup karena pertama kali menggunakan senjata, lama kelamaan kau akan terbiasa," ucap Naruto sambil membantu Hinata posisi menembak yang benar.
Pipi Hinata seketika memanas ketika lengan Naruto menyentuh lengan serta bahunya, "Ingat tanganmu harus kuat menahan senjata ini, karena Revolver dorongannya lebih kuat di banding senjata yang lainnya, jika tanganmu tidak kuat justru senjata ini akan mengenai wajahmu bahkan membuatmu terpental, kau paham Hinata-chan?"
"Ha-Ha'i! Naruto-kun!"
Mata biru Naruto lalu bergulir ke arah Sakura dan ternyata Sasuke tengah menuntunnya dari belakang dan membuatnya terlihat seperti memeluk Sakura dari belakang.
"Hey! Teme! sekarang kita lagi serius! jangan mencari kesempatan di saat seperti ini!"
"Urusai Dobe! lagi pula Sakura itu kekasihku," ujar Sasuke lalu mundur beberapa langkah. "Hah... Tapi setidaknya lakukan itu di tempat lain!" balas Naruto setelah menghela nafasnya.
"Baiklah kita mulai latihannya, pertama kita habiskan sampai satu mag lalu lihat hasil tembakan kalian," ucap Naruto dan di balas anggukan oleh mereka, "Siap... tembak!"
Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan pun terdengar begitu Sakura, Rias, Akeno, Hinata dan Xenovia menekan pelatuk pistol mereka, Rias hampir saja berteriak karena suara tembakan pistol yang cukup keras namun dia tahan dan mencoba bertahan dari suara-suara yang memekakkan telinga, begitu juga Hinata yang berusaha kuat menahan dorongan pistolnya begitu memuntahkan pelurunya.
Setelah peluru habis, Naruto pun mengangkat tangannya memberikan tanda untuk berhenti, "Isi mag senjata kalian," ucap Naruto dan di lakukan oleh mereka.
Naruto dan Sasuke pun melihat hasil papan sasaran mereka dan kebanyakan peluru meleset dari titik vital Zombie yaitu di bagian otaknya, kebanyakan tembakan mereka mengenai di bagian mata, pipi, telinga bahkan sampai meleset.
"Kita ulangi lagi, kali ini cobalah menembak dengan memberikan jeda, jika sudah terkena lalu coba menembak dengan beruntun," ucap Naruto kembali ke posisi aman.
Mereka pun kembali memasang kuda-kuda untuk menembak, dan setelah itu Naruto kembali memberikan tanda kepada mereka untuk menembak.
Kali ini mereka mencoba menembak sasaran sekali dan kembali sasaran mereka sedikit meleset, memberi jeda sesaat sambil membidik kembali mereka menembak ulang dan kali ini tepat sasaran.
Mereka yang melihat itu tersenyum lalu mencoba menembak beberapa kali dan beberapa tembakan mereka kembali berhasil dan ada juga yang meleset dari sasaran seharusnya.
"Bagus beberapa tembakan kalian sudah berhasil mengenai titik vitalnya, sekarang ulangi lagi hingga semua peluru kalian kena, dengan itu menandakan kalian sudah berhasil menjaga posisi tangan kalian serta membidik target dengan baik, setelah itu baru kalian berlatih mengganti mag senjata kalian dengan cepat, mengerti?"
"Baik!"
"Wah! Naruto-nii benar-benar hebat!" kagum Koneko dengan mata membinar.
"Dia benar-benar serius sekali mengajarkan kita latihan menembak," gumam Irina sedikit gugup menunggu gilirannya. "Mau bagaimana lagi, situasi di luar saat ini tidak bisa di anggap bercanda dan lagi nyawa kita adalah taruhannya, maka dari itu dia sungguh-sungguh mengajarkan kita agar bisa bertahan dan melindungi orang terdekat kita agar tidak menjadi bagian dari mereka, karena jika salah sedikit nyawa kita juga akan melayang," balas Sona menatap lekat Naruto yang mengarahkan Akeno dan Hinata.
"Hah... Aku gugup sekali... Karena ini pertama kalinya aku menggunakan senjata seperti ini," gumam Ino gelisah. "Maa, jangan khawatir, Ino-san... Kami juga pertama kalinya menggunakan senjata tembak," balas Kuroka sambil tersenyum.
"Apa kalian tidak gugup sedikit pun?"
"Tentu saja kami gugup, tapi seperti kata Irina-san waktu itu, mau tidak mau kita harus siap. Selain itu kita juga akan di latih oleh orang berpengalaman jadi tidak perlu khawatir, kita juga tidak bisa membiarkan lima lelaki selalu melindungi kita," jawab Sona, "seperti kata Naruto-san... dunia sudah berubah maka kita juga harus berubah."
Beralih ke dalam rumah, Shikamaru saat ini tengah memasang bagian penutup perentas sinyal di bantu oleh Issei di sampingnya, "Berapa lama lagi, Shikamaru?" tanya Issei penasaran.
"Sedikit lagi, setelah itu aku harus memasukkan programnya agar bisa melakukan Hack, lalu memberikannya kepada Naruto dan Sasuke untuk melakukan tes apakah berhasil atau tidak," jawab Shikamaru sambil tetap fokus hingga akhir penutupan alat selesai.
Setelah selesai Shikamaru pun mencolokkan sebuah kabel kecil ke alat tersebut lalu memasukkan program melalui laptopnya.
Beralih ke Garasi, Shizuka saat ini tengah kembali melakukan tes untuk mencegah Larva-larva ini masuk ke tubuh dengan di bantu Chouji dan Rossweisse.
"Bagaimana hasilnya, Shizuka-chan?"
"Masih belum ketemu... Setelah cairan-cairan ini di teteskan para Larva memang menjauh, tapi itu hanya beberapa saat karena setelah itu mereka dengan cepat beradaptasi dan memakan cairan pembasmi larva," jawab Shizuka lalu menjauhkan matanya dari mikroskop.
"Walau setiap kandungan cairan pembasmi larva berbeda-beda tetap tidak bisa membunuh mereka, selain itu jika cairan ini di suntikkan ke tubuh akan sangat berbahaya," lanjut Shizuka sambil melihat beberapa suntikan yang sudah di beri label berapa perbandingan campuran cairan pembasmi larva yang di gabungkan.
"Apa tidak ada cara lain?" tanya Rossweisse membuat Shizuka berpikir keras mencoba memikirkan cara agar bisa mencegah serta membunuh larva-larva ini ketika menyentuh kulit kita melalui cairan hijau tersebut.
Mereka hanya bisa di bunuh dengan cara di bakar, di ledakan dan di bunuh menggunakan laser plasma, namun tidak mungkin mereka melakukan itu pada tubuh mereka.
Cairan-cairan pembasmi larva yang ia gunakan telah di temukan aman untuk di injeksikan ke manusia jika ada semacam larva yang tinggal di tubuh orang, tetapi Larva-larva ini sangat berbeda jadi walau di injeksikan tetap saja tidak bisa membunuh mereka.
Dia juga mencoba cairan larva yang berbahaya jika masuk ke tubuh manusia dan hasilnya tetap sama, larva ini benar-benar susah untuk di bunuh.
"Aku belum menemukan cara lain... ini benar-benar sulit sekali," gumam Shizuka sambil memijit keningnya, "tapi ini belum saatnya untuk menyerah, Chouji-kun, Rossweisse-chan tolong bantu aku."
"Tentu saja, Sensei."
"Aku akan bantu sebisaku, Shizuka-chan."
Kembali ke halaman, kali ini Xenovia, Rias, Akeno, Hinata dan Sakura masih berlatih menembak dan kali ini semua tembakan mereka tepat sasaran namun yang di latih sekarang adalah cara mengganti mag peluru pistol yang cepat.
Begitu peluru habis, mereka mencoba secepat mungkin mengganti dan mengisi mag pistol mereka, namun terkadang mereka mengalami sedikit kesalahan karena tidak tepat sasaran dan gugup mengambil mag pengganti, "tahan tembakan!" ujar Naruto lalu berjalan ke papan sasaran bersama Sasuke dan mengganti yang baru.
"Baiklah, ulangi lagi!" ujar Naruto dan mereka pun kembali menembakkan pistol mereka hingga peluru mereka habis dan melatih mengisi mag senjata mereka secepat mungkin.
Setelah beberapa kali mencoba mereka pun akhirnya bisa mengisi mag senjata mereka dengan cepat, Naruto dan Sasuke yang melihat itu tersenyum lalu memberi mereka tanda untuk berhenti.
"Ok! Sudah cukup, sekarang kalian beristirahatlah sejenak, kita akan lakukan pergantian... Sona-san, Irina-san, Kuroka-chan dan Ino-san, sekarang giliran kalian." Empat perempuan yang di panggil pun berdiri sambil menyiapkan senjata mereka.
Ino menyiapkan Peacekeeper MK2 miliknya, Sona menyiapkan Weevil di tangannya, Irina menyiapkan senjata bernama Vesper nya dan Kuroka menyiapkan Swordfish nya.
"Baiklah, kali ini setiap fungsi senjata kalian akan berbeda-beda, dan posisi menembak kalian juga akan berbeda seperti menggunakan pistol," ucap Naruto sambil mengganti papan sasaran kembali bersama Sasuke.
"Ok, kita mulai dari Irina-san," ucap Naruto sambil mengambil Vesper nya, "perhatikan baik-baik, benda di belakang senjata ini bernama Stock, tempelkan benda ini ke sekitar bahu kalian, alat ini berguna untuk menahan hentakkan senjata begitu memuntahkan peluru," lanjut Naruto memberikan contoh membawa senjata Vesper yang benar.
"Jika semakin besar senjata kalian, maka semakin di tekuk tangan kanan kalian karena, bagian belakang senjata harus bersentuhan dengan bahu, lalu mekanisme senjata untuk Irina-san seperti ini," ucap Naruto lalu menekan pelatuk senjatanya beberapa kali hingga ia tahan membuat senjatanya memuntahkan peluru secara beruntun, setelah habis Naruto menekan tombol kecil di dekat pelatuk lalu menarik megazine nya yang berisi lubang penarik lalu menggantinya dengan mag baru lalu menarik Rapid Fire yang ada di celah senjata ke belakang dan melepaskannya.
"Kau lihat, Irina-san?" tanya Naruto dan di balas anggukan oleh Irina, "senjata besar memiliki mekanisme untuk memuntahkan peluru secara beruntun jika kalian menahan pelatuk senjatanya, beberapa pistol juga ada yang memiliki mekanisme seperti ini, tapi untuk pistol yang kalian bawa tidak memiliki hal tersebut yang membuat kalian harus menekan pelatuk berkali-kali."
"Kembali ke cara menggunakan senjata ini, di setiap senjata berisi tombol kecil untuk melepaskan megazine ada yang saat di tekan megazine akan jatuh jadi kita tinggal mengambil yang baru dan memasangnya dan ada yang harus di tarik, lubang di mag ini berguna mempercepatmu menarik megazine senjata ini, setelah kau mengganti megazine senjatamu, ingat tarik Rapid Fire yang ada di celah ini ke belakang secepat mungkin lalu lepas dan bersiap kembali menembak, gunakan besi kecil di atas ini untuk membidik sasaran di depanmu dan ingat tanganmu harus kuat menahan guncangan senjata dan jangan terlalu menempelkan matamu dengan senjata saat membidik, apa kau paham?" jelas Naruto panjang lebar.
"Um... Arigato Naruto-san," balas Irina sambil menerima senjatanya kembali. "Hahh... Oi, Teme! Bantulah aku menjelaskan juga! Kau kan juga tahu cara menggunakan senjata-senjata ini!" ujar Naruto menatap tajam Sasuke yang hanya diam.
"Hn, aku malas berbicara panjang, kau saja." Naruto yang mendengar itu menggeram pelan dengan alis berkedut kesal. "Teme...," geram Naruto.
"Sudahlah, Naruto-san... lebih baik kau saja yang menjelaskannya, dari pada kami tidak mengerti apa yang di jelaskan oleh orang bermulut berat sepertinya," balas Sona membuat alis Sasuke kali ini berkedut kesal karena seorang perempuan mengejeknya sebagai orang bermulut berat.
"Mulutmu pedas juga ya, Megane-onna."
"Itu memang faktanya, padahal kau juga salah satu anggota Ghost Thief, pastinya kau juga tahu cara menggunakan senjata... tapi sepertinya mulutmu terlalu berat untuk mengajari seseorang selain, Sakura-san."
"Hahh... Sudahlah, jangan ada yang berdebat... Jika dia tidak mau maka baiklah aku saja yang menjelaskannya," ucap Naruto menengahi mereka, "untuk senjata berikutnya, adalah senjatamu, Sona-san."
Sona pun memberikan senjata Weevil nya kepada Naruto, "posisi penggunaan senjata ini sama, namun cara mengganti megazine senjata ini berbeda karena megazine senjata ini ada di atas, jadi cara mengganti megazine senjata ini tekan tombol di sisi kanan ini, ini akan membuat megazine terangkat lalu kau harus menariknya lalu memasukkannya, menekan sedikit dan menarik besi di samping senjata ini sesaat," ucap Naruto sambil memberikan contoh kepada Sona cara mengganti megazine senjata Weevil.
"Hm, Arigato untuk penjelasannya, Naruto-san," ucap Sona berterima kasih kepada Naruto atas penjelasannya. "Berikutnya senjata Ino-san," gumam Naruto sambil menerima senjata Peacekeeper MK2 Ino.
"Senjata ini juga sama cara menggunakannya, tapi untuk saat mengganti megazine senjata ini, saat kau menekan tombolnya lalu menghentakkannya pelan ke bawah membuat megazine ini akan lepas sendirinya jadi kau tinggal memasukkan yang baru lalu menarik Rapid fire di samping ini," ucap Naruto memperlihatkan cara melepaskan megazine senjata Peacekeeper MK2 kepada Ino.
Peacekeeper MK2 memiliki tombol di dekat megazine jadi saat di tekan dan di hentakkan sedikit saja, megazine senjata sudah terlepas dan bisa di ganti dengan yang baru.
Cklek!
"Kau sudah paham?" tanya Naruto sambil menyerahkan senjata tersebut kepada Ino. "U-Um," jawab Ino menerima senjata tersebut dengan ragu.
"Tidak perlu gugup, Ino-san... anggap saja begini, keluargamu tengah di kepung oleh Zombie, dan tidak ada yang bisa membantu mereka, dan hanya kau yang di dekat mereka dengan senjata di tanganmu... apa yang akan kau lakukan?" Ino yang mendengar perkataan Naruto terdiam. Setelah mengatakan itu, Naruto pun mendekati Kuroka yang tersenyum padanya sambil menyerahkan senjatanya ke arahnya.
"Ha'i, ini Naru-kun, tolong jelaskan aku cara menggunakan senjata ini!" pinta Kuroka yang di sambut senyuman dari Naruto. "Baiklah, yang terakhir adalah, Senjatamu Kuroka-chan. Kalau ini saat kau akan mengganti megazine nya, tekan tombol kecil di samping ini, setiap tombol pelepas megazine memiliki tempat berbeda, setelah itu lalu tarik megazine nya dan ganti dengan megazine baru, senjatamu juga terdapat mode Penta Burst, dimana ketika kau menekan pelatuknya senjatamu akan memuntahkan peluru sebanyak lima kali secara langsung," jelas Naruto sambil memperlihatkan tombol kecil yang di gunakan untuk mengatur senjata di mode safe yaitu mode yang akan mematikan senjata atau mengunci senjata.
Mode Fire adalah mode senjata siap di gunakan, dan mode Penta Burst seperti yang di katakan Naruto, "sebenarnya senjata ini sudah di berikan Scope khusus, tapi aku melepaskan agar kalian bisa membidik sasaran tanpa Scope terlebih dahulu, baru kita akan menggunakannya nanti," ucap Naruto sambil menyerahkan senjata Swordfish kepada Kuroka.
"Teme! Kau sudah mengganti papan sasarannya kan?" tanya Naruto sambil melihat ke arah Sasuke. "Hm, sudah," balas Sasuke singkat.
"Baiklah ayo kita mulai latihannya, kalian ambil posisi," ucap Naruto mengambil langkah mundur, mereka pun langsung memasang posisi menembak sambil membidik sasaran di depan mereka dengan Laras senjata yang berisikan besi kecil.
Naruto dan Sasuke pun mengecek posisi mereka apakah sudah baik untuk menembak atau belum, serta apakah tangan mereka sudah kuat memegang senjata apa belum.
"Ano... Sona-san, kau tidak keberatan jika aku...," gantung Naruto sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Um, aku tidak keberatan, asalkan kau tidak menyentuh tubuhku saja," jawab Sona datar membuat Naruto meneguk ludahnya.
"Ti-Tidak... yang aku sentuh hanya tangan, bahu dan kakimu saja, kau tidak keberatan?"
"Um," jawab Sona sambil mengangguk, Naruto yang mendengar itu akhirnya memeriksa postur tubuh Sona sudah kuat atau belum, posisi kaki yang benar, serta mengecek kekuatan tangan Sona.
"N-Ne Naru-kun, bi-bisakah kau membantuku memasang posisi yang baik di belakangku? Aku lupa posisinya, hehe," pinta Kuroka sambil mengusap belakang kepalanya yang tidak gatal. "Huhh... Kau ini...," gumam Naruto lalu berdiri di belakang Kuroka.
"Lebih dekat lagi, Naru-kun," pinta Kuroka membuat Naruto semakin mendekat namun tetap terdapat jarak, Kuroka pun mengembungkan pipinya dan memutuskan menyandarkan tubuhnya ke dada Naruto membuat pipi Naruto merona.
"Ku-Kuroka-chan?!"
"Hehehe, ne Naru-kun, tolong bantu aku membuat posisi menembak yang baik seperti Sasuke-san lakukan kepada Sakura-chan."
"Ja-Jadi itu maumu?!"
"Fufufu, um ayolah Naru-kun," bisik Kuroka manja membuat Naruto meneguk ludahnya, dia ingin menjauh tapi Kuroka semakin merapatkan dirinya, mau tidak mau Naruto pu menggenggam kedua tangan Kuroka yang memegang senjata dan menuntunnya posisi menembak yang baik.
Akeno yang melihat itu mengeluarkan aura hitam sambil mengepalkan tangannya, Koneko yang melihat kakaknya menggoda Naruto menggembungkan pipinya, Arthuria yang melihat itu terdiam dengan ekspresi tenang namun ia merasakan sakit di dadanya.
Tsubaki yang melihat itu juga diam dengan wajah datarnya, Sakura dan Rias yang melihat itu bersiul pelan.
Sona yang melihat itu sedikit melorot kacamatanya, namun dia langsung memperbaiki kaca matanya lalu fokus ke papan sasaran, Ino dan Irina yang melihat itu juga merona namun Sasuke langsung menyadarkan mereka berdua membuat mereka langsung memasang posisi menembak lalu memeriksa sekaligus membenarkannya.
"K-Kau sudah paham?" tanya Naruto di samping telinga Kuroka membuatnya geli dengan pipi merona. "Um, Arigato, Naru-kun," ucap Kuroka membuat Naruto langsung mundur dan menghembuskan nafasnya.
"Baiklah, seperti sebelumnya, tembak sasaran dengan memberi jeda, jika sudah baru lakukan tembakan beruntun, apakah kalian siap?"
"Ha'i!"
"Kalau begitu bersiap!" ucap Naruto membuat empat perempuan tersebut langsung memasang wajah serius, "bidik... tembak!"
Dor! Dor!
Suara senjata yang berbeda pun terdengar, sama seperti di latihan pistol, beberapa tembakan mereka meleset dan mengenai beberapa target yang bukan bagian vital Zombie kecuali papan sasaran Sona yang selalu tepat sasaran.
Kuroka berusaha sebisa mungkin menjaga getaran senjata yang dia gunakan sambil membidik sasaran di depannya, begitu juga Irina getaran senjata di tangannya cukup kuat yang membuatnya memberikan tenaga lebih untuk menjaga getarannya.
Ino yang masih gugup harus sedikit terdorong ke belakang serta serangannya meleset namun ia langsung kembali ke posisi dan mencoba menahan dorongan dari senjatanya.
Sementara Sona dia menembak dengan tenang karena getaran senjatanya tidak terlalu besar jadi dia bisa menembak dengan tepat sasaran, dia pun mencoba menembak secara beruntun hingga ia tidak bisa menembakkan peluru kembali, ia pun mencoba mengganti megazine senjatanya dan saat memasukkan terjadi kesalahan karena terbalik membuatnya sedikit kesal lalu memperbaiki letak megazine nya.
Setelah semua senjata kehabisan peluru, Naruto pun memberi tanda kepada mereka, "Baiklah, ganti mag senjata kalian yang kosong," ucap Naruto dan di turuti oleh mereka.
"Untuk Sona-san, kau tembakanmu sudah bagus itu juga karena getaran senjatamu berbeda dari yang lain, tapi kesulitan di senjatamu adalah cara memasang megazine nya, cobalah untuk mengingat mana bagian depan dan belakang serta coba untuk mempercepat memasangnya," ucap Naruto dan di balas anggukan oleh Sona.
"Untuk kalian tidak perlu iri atau cemburu karena keberhasilan Sona-san dalam sekali coba, setiap senjata memiliki kekurangan dan kelebihan, jadi tetap lanjutkan latihan kalian." Mereka yang mendengar itu pun mengangguk.
"Baiklah sekarang ulangi lagi, bagi kalian yang belum bisa mengenai vital Zombie teruslah mencoba dengan memberi jeda pada tembakan kalian, jika sudah baru coba melakukan tembakan beruntun, serta aku ingin memberitahu bagi senjata kalian yang telah aku beri tambahan Grip benda ini membantu kalian menggunakan kekuatan senjata, aku tahu kalian baru pertama kali menggunakan senjata jadi teruslah berusaha hingga bisa," ucap Naruto, Kuroka, Ino dan Irina yang mendengar itu mengangguk.
"untuk Sona cobalah latih untuk mempercepat mengganti megazine senjatamu," lanjut Naruto sambil melihat ke arah Sona. "Baik," balas singkat Sona.
"Teme kau awasi mereka," ucap Naruto berjalan ke arah garasi dan mengambil papan sasaran baru, "Arthuria-senpai! Ikutlah denganku!"
Arthuria yang di panggil pun tersentak dengan rona di pipinya, "A-Apakah dia tahu mengenai kejadian kemarin?!" batin Arthuria gelisah, "ke-ke mana?" tanya Arthuria tergagap.
"Tentu saja berlatih, tempatmu berlatih tidak di dekat mereka karena suara senjatamu cukup keras dari yang lain," balas Naruto membuat Arthuria menggumam pelan sekaligus bernafas lega karena ia tidak tahu kejadian di atap.
"Syukurlah, dia tidak mengetahui kejadian di atap," batin Arthuria lalu mengambil senjata Paladin HB50 nya lalu mengikutinya ke sisi halaman yang berbeda, sambil melihat Naruto memasang papan sasaran.
Setelah papan sasaran berdiri tegak, Naruto pun mendekati Arthuria, "Apa kau siap Senpai? latihanmu akan paling berat karena senjata ini paling kuat dorongan senjatanya serta membutuhkan kesabaran."
"U-Um, A-Aku siap!" jawab Arthuria sedikit tergagap sambil menyerahkan senjatanya kepada Naruto agar dia bisa menjelaskan cara penggunaannya.
"Ada apa, Senpai?"
"A-Ah! Ti-Tidak! Tidak ada apa-apa kok!" jawab Arthuria sambil tersenyum meyakinkan, "tenangkan dirimu, Arthuria... dia tidak boleh tahu kejadian di atap."
"Kau tampak gugup, tenangkan dirimu Senpai, tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan," ucap Naruto memberi nasehat. "A-Ah, Ha'i... Arigato, Naruto-kun," balas Arthuria sambil tersenyum kaku lalu mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Baiklah, dengar... cara menggunakan Sniper berbeda seperti senjata yang lain, letakkan bagian belakang senjata di bahu serta kau harus membidik sasaran dengan Scope ini, saat membidik kau harus menahan nafasmu agar posisi senjata stabil, jika kau menarik nafas serta menghembuskan nafasmu senjata ini akan bergoyang sesuai aturan nafasmu," jelas Naruto sambil menunjukkan cara membidik menggunakan Sniper.
Dor!
Naruto pun menekan pelatuk senjatanya hingga terdengar suara yang cukup keras membuat semua sedikit terkejut dengan efek suara Sniper yang di gunakan Naruto, ia lalu menarik Rapid fire yang ada di kiri, lalu Narutoi menekan pelatuk senjatanya hingga memuntahkan peluru kembali, menarik Rapid fire nya kembali terus melakukannya hingga peluru habis, ia pun menekan tombol kecil di Hybrid Mag Sniper membuat kotak megazine Sniper lepas lalu menggantinya dengan yang baru dan menarik Rapid fire kembali.
"Begitu kau menekan pelatuk dan senjata memuntahkan peluru, tarik Rapid fire di samping kiri ini, itu wajib di lakukan karena akan mengeluarkan timah peluru yang telah di gunakan dan mengganti peluru berikutnya, lalu untuk mengganti megazine senjata ini, tekan tombol kecil di samping penutup megazine bernama Hybrid Mag ini, itu akan membuat megazine terlepas lalu kau tinggal menggantinya dengan yang baru," lanjut Naruto panjang lebar.
"Sebenarnya Sniper ini di gunakan untuk menembak dari jarak jauh serta menembak runduk, saat menembak runduk kau bisa menggunakan kaki di sniper ini untuk menjaga kestabilan senjata, jadi kau tidak perlu takut senjatamu bergoyang."
"Tapi karena kita akan berpindah-pindah, Senpai tidak akan bisa menggunakan kaki Sniper ini," lanjut Naruto sambil memberikan Sniper Paladin di tangannya kepada Arthuria, "kau akan mempelajari menggunakan Sniper dari jarak jauh hingga menengah, dan ingat saat menggunakan senjata ini kau tidak boleh terlalu maju karena Sniper bukanlah senjata yang di gunakan untuk membunuh dalam jarak yang sangat dekat, jadi kau hanya bisa membantu serta melindungi kami dari belakang."
"Souka... Arigato atas penjelasannya, Naruto-kun," ucap Arthuria lalu mencoba memasang posisi menembak Sniper yang di contohkannya, Naruto pun mengecek posisi Arthuria serta kekuatan tangan yang memegang sniper.
"Hmmmm, ne... Senpai, b-boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?"
"Bertanya apa?"
"A-Apa kau tidak keberatan jika aku membantumu dari belakang? Pa-Pasalnya senjata ini dorongannya sangat kuat j-jadi untuk berjaga-jaga aku akan membantumu terlebih dahulu hingga kau terbiasa dengan kekuatannya lalu aku akan membiarkanmu mencobanya sendirian."
Arthuria yang mendengar itu mencoba mencerna apa yang di katakan Naruto hingga ia menyadari bahwa Naruto akan membantunya seperti Kuroka.
Pipinya pun langsung memanas, tapi ia tahu Naruto melakukan itu untuk mencari kesempatan dalam kesempitan melainkan melatihnya, dia pun mengangguk sebagai jawaban karena lagi pula ini pertama kalinya dia menggunakan senjata sniper.
Naruto pun berdiri di belakang Arthuria sambil tangannya memegang kedua tangannya yang memegang senjata Sniper membuatnya terlihat seperti memeluknya dari belakang, wajah mereka berdua sama-sama memerah karena hal tersebut dan mereka sama-sama mengenyahkan pikiran mereka dan fokus berlatih kembali.
Akeno yang melihat itu semakin mengeluarkan aura hitam, begitu juga dengan Kuroka, tapi Sasuke menghentikan aura hitam Kuroka dengan menyentil dahinya dan menyuruhnya untuk fokus berlatih.
"Baiklah, aku akan menjagamu dari belakang, sekarang coba kau tembak sasaran di depanmu, dan ingat jangan terlalu menempelkan matamu pada Scope Sniper," ujar Naruto sambil berdiri di belakang Arthuria dan menahan bahunya.
"Ba-Baik!" balas Arthuria tergagap karena merasakan tangan Naruto yang di bahunya dan itu membuatnya berdetak kencang.
Dor!
Arthuria pun menekan pelatuknya dan memuntahkan peluru dengan cepat namun meleset mengenai vital sasaran saat peluru di tembakkan, Arthuria merasakan dorongan keras di bahunya mendesis, untungnya Naruto menahan tubuhnya serta senjata di tangannya jika tidak dorongan senjata tadi sudah lebih keras serta membuat matanya berbenturan dengan Scope walau dia tidak mendekatkan matanya.
"Kuatkan lenganmu, serta kuda-kudamu Senpai, anggap saja ini seperti berlatih Kenjutsu!" ujar Naruto membuat Arthuria mengangguk pelan.
"B-Baik!" balas Arthuria menarik Rapid fire di samping kiri senjatanya lalu membidik sasaran di depannya lagi tapi karena gugup ia melihat senjatanya terasa bergoyang.
"Tahan nafasmu, Senpai. Jika senjatamu bergoyang tahan nafasmu serta tenangkan dirimu, maka senjatamu akan tidak akan bergoyang, dan mengganggu tembakanmu!"
"Ba-Baik!"
Arthuria pun mencoba menahan nafasnya serta meluruskan bidikan senjatanya, setelah menurutnya tepat, ia pun menekan pelatuknya hingga memuntahkan peluru dan mengenai tepat sasaran.
Melihat itu Arthuria pun menghembuskan nafasnya serta menarik besi di samping kiri senjatanya untuk mengganti peluru, lalu mencoba membidik sasaran tanpa menahan nafas dan berhasil. Melihat itu Arthuria pun terus mencoba hingga peluru senjatanya habis lalu mengganti megazine senjatanya.
Cklek!
"Bagaimana, Senpai? Apa kau ingin mencobanya sendiri atau masih aku bantu?" tanya Naruto di samping telinga Arthuria membuatnya sedikit tersentak dengan wajah memerah. "A-Aku mau mencobanya sendiri, Ka-Kau sudah boleh melepaskanku, Naruto-kun!" jawab Arthuria sedikit tergagap.
"Ba-Baiklah." Naruto pun mundur dan menjaga jarak dari Arthuria, baru saja bernafas lega ia harus tersentak ketika ada yang memeluknya dengan pistol terancung di dagunya.
"Ne, Naruto-kun apa maksudnya ini? Kenapa kau memeluk Arthuria-senpai tadi dengan santai begitu juga dengan Kuroka-chan sementara aku tidak?"
"A-Akeno-chan!" kejut Naruto bahwa pelaku yang memeluknya dari belakang adalah teman masa kecilnya, "te-tenanglah! A-Aku tadi melakukan itu karena tingkat senjatanya berbahaya, tidak lebih dari itu!" balas Naruto sambil menurunkan senjata Akeno dan menggenggam ke dua tangannya.
"Hmm, benarkah?" tanya Akeno menatap intens Naruto, sementara yang di tatap intens mengangguk, "kalau begitu...," gantung Akeno lalu menyilangkan tangan Naruto dengan memutar tubuhnya dan menyandarkan punggungnya di dada Naruto membuatnya terlihat seperti memeluk nya dari belakang.
"A-A-Akeno-chan?!"
"Anggap saja ini balasan karena kau tidak melakukan itu padaku, dan aku tidak mau kau protes," ujar Akeno semakin mengeratkan tangan Naruto agar memeluknya dari belakang.
"Ta-Tapi, banyak yang melihat Akeno-chan."
"Aku tidak peduli."
Naruto yang mendengar itu hanya bisa pasrah karena kekuatan Akeno memegang tangannya cukup kuat, jika dia memaksa menarik lengannya yang ada Akeno lah kesakitan, dan dia tidak menginginkan itu.
"Lanjutkan latihanmu, Arthuria-senpai... tidak perlu pedulikan kami," ucap Naruto kepada Arthuria yang masih terdiam pada posisinya karena masih mencoba mengatur membidik sasarannya dengan benar.
"B-Baik!" balas Arthuria lalu fokus dengan latihannya dan kali ini Arthuria berhasil mengatasi hentakkan senjatanya dan ia juga tidak terdorong ke belakang, tak berselang lama sang penyelamat untuk Naruto pun datang.
"Naruto!" Naruto yang di panggil menoleh dan ia melihat Shikamaru keluar bersama Issei dan menunjukkan alat di tangannya. "Baiklah, lanjutkan latihan kalian tanpa kami, setelah kami kembali perlihatkan perkembangan kalian," ucap Naruto sambil melepaskan pelukannya kepada Akeno dengan lembut.
"Tetap lanjutkan, Arthuria-senpai, hingga aku kembali," ucap Naruto dan di balas anggukan olehnya, ia lalu berjalan mendekati Shikamaru dan Issei.
"Ayo, Teme!"
Sasuke yang mendengar itu pun mengikuti Naruto. Sona, Irina, Kuroka, Arthuria dan Ino yang mendengar itu pun mengangguk lalu melanjutkan latihan mereka seperti yang di katakan Naruto sebelumnya.
"Jadi bagaimana cara kerjanya?" tanya Naruto sambil melihat alat di tangannya. "Bentuknya sama seperti alat yang kita gunakan untuk mematikan mobil-mobil polisi," gumam Sasuke ketika melihat alat yang di buat Shikamaru.
"Itu memang benar, nanti gunakan pistol yang biasa kita gunakan untuk alat ini, pistolnya ada di mobilmu kan Naruto?"
"Ya, masih ada di laci mobilku."
"Cara kerjanya sama seperti alat yang kita gunakan, pastikan kau menembak mesin utama di menara BTS, alat ini akan langsung menempel dan membuatku bisa melihat jaringan sistem menara BTS ke komputer pusat, tapi karena aku belum tahu akan berhasil atau tidak mungkin alat ini hanya akan menempel sesaat, dan saat itu ambil kembali alat ini, lalu kembalilah kemari," jelas Shikamaru panjang lebar.
Naruto yang mendengar itu menggenggam erat alat di tangannya, "Bagaimana situasi di sekitarnya?"
"Sepi hingga radius tiga kilometer, mereka seperti pergi ke suatu yang menarik perhatian mereka, tapi tetap berhati-hatilah," jawab Shikamaru dan di balas anggukan Naruto, mata birunya bergulir ke arah papan sasaran yang ada di halaman.
"Ada apa, Naruto?"
"Shikamaru, berapa jarak mall terdekat dari sini?" tanya Naruto membuat Shikamaru dan Issei menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa? Kau ingin mencari apa?" tanya balik Issei.
"Aku hanya ke pikiran untuk membuat papan sasaran tembak yang bergerak untuk latihan, tapi kita membutuhkan banyak alat untuk itu," gumam Naruto sambil mengelus dagunya. "Apa?! Itu membutuhkan banyak alat Naruto! Kau membutuhkan Rel, Mesin penggerak, Belt, presence switch, silinder pneumatika, dan proximity switch, kau tidak akan bisa memasukkannya ke dalam mobilmu," balas Shikamaru.
"Bisakah kau mencarikan tempat untuk mencari semua itu, Shikamaru?" tanya Naruto serius membuat Shikamaru menghembuskan nafasnya. "Kau serius Naruto? Kalian hanya berdua loh?" tanya Issei membuat Naruto mendengus pelan.
"Aku setuju dengan Issei, jika terjadi sesuatu bagaimana?" timpal Shikamaru
"Sebenarnya kita bertiga, Aku, Teme dan kau Shikamaru, ingatlah kau bisa merentas senjata keamanan di seluruh kota, bantu kami dengan itu," jawab Naruto sambil tersenyum, "ingat yang aku katakan? Kita harus berani sedikit mengambil resiko."
Shikamaru yang mendengar itu sebenarnya ingin sekali melarang, namun Naruto pasti akan tetap memaksanya, menghembuskan nafas pelan Ia kembali menatap Naruto dengan serius.
"Kau yakin?"
"Tentu."
"Hah... Merepotkan, ikut denganku... akan aku carikan untukmu," ujar Shikamaru mengajak Naruto dan Sasuke ke dalam.
Setelah masuk Naruto dan Sasuke menyiapkan senjata mereka tentunya dengan peluru asli serta beberapa peluru ledak. Sementara mereka bersiap, Shikamaru langsung mencarikan tempat untuk mencari alat-alat membuat mesin penggerak sasaran tembak.
"Baiklah dengar Naruto, untuk mencapai menara BTS ini, setelah kau keluar ambil jalur kiri hingga kau menemui persimpangan, kembalilah berbelok kiri kau harus melewati jalur Toei oedo, hingga kau menemui persimpangan Okubo-dori lalu belok kanan, menara BTS ini berada di dekat kuil Horoku Inari," ujar Shikamaru memperlihatkan jalur yang harus di tempuh oleh Naruto dan Shikamaru.
"Untuk Mall yang menjual alat-alat yang kau cari, itu ada di KITAMACHI, kau hanya tinggal lurus terus melewati dua puluh satu persimpangan hingga menemui persimpangan Ushigomenchou-dori, setelah itu berbelok kanan lalu lurus terus hingga menemukan persimpangan lalu belok kiri lalu lurus terus hingga empat puluh meter."
Naruto yang melihat itu terdiam sesaat, "Souka, KITAMACHI ya...," gumam Naruto. "Naruto apa kau yakin dengan hal ini?" tanya Issei membuat Naruto meliriknya.
"Ya, aku yakin, Ayo Sasuke kita berangkat," jawab Naruto sambil tersenyum, "Shikamaru tetap pantau kami dan beritahu kami jika ada sesuatu serta lindungi kami jika terdesak."
"Ya, aku tahu! dasar merepotkan."
"Untuk Issei kau tetaplah di sini untuk membuka dan menutup barrier untuk kami, serta awasi latihan mereka."
"Baiklah, kalian kembalilah dengan selamat."
Setelah mengatakan itu, Naruto dan Sasuke pun berjalan menuju mobil Dodge Challanger hitam milik Naruto, namun saat akan masuk tangan Naruto di tahan membuatnya melihat siapa yang menahannya.
"Ada apa, Kuroka-chan, Akeno-chan?" tanya Naruto kepada Kuroka dan Akeno sebagai pelaku yang menahan tangannya. "Hati-hati, Naruto-kun, kembalilah dengan selamat," ucap Akeno dan di balas anggukan oleh Naruto sambil tersenyum.
"Ya, aku akan baik-baik saja."
"Hati-hati di jalan, Naruto-nii!" ujar Koneko tiba-tiba datang dan memeluk Naruto membuatnya sedikit terkejut.
"Ha'i-Ha'i!"
"Aku pergi dulu, Sakura," ucap Sasuke mengecup pipi Sakura lalu masuk ke dalam mobil bersama Naruto. ["Ok, Shikamaru... Kau sudah siap?"] tanya Naruto menggunakan Walkie Talkienya.
["Ya aku siap."]
Naruto pun menghidupkan mesin mobilnya hingga terdengar suara berisik dari mobilnya, Xenovia dan Tsubaki pun memutuskan membantu membukakan gerbang rumah Naruto agar mereka bisa keluar.
"Kalau begitu ayo kami berangkat!" ujar Naruto langsung memasukkan gigi mobilnya serta menekan pedal gasnya membuat mobilnya langsung melaju cukup cepat.
"Issei! matikan barriernya!" Issei yang mendengar itu pun mematikan barrier rumah Naruto membuat sebuah pelindung yang melindungi rumah Naruto menghilang.
Mobil Naruto pun keluar dari dan langsung berbelok kiri menuju jalur yang sudah di jelaskan oleh Shikamaru, setelah mobilnya Naruto keluar, Tsubaki, Xenovia kembali menutup gerbang rumah Naruto dan Issei menghidupkan Barrier rumah Naruto.
Naruto pun memasukkan gigi mobilnya serta semakin menginjak pedal gasnya membuat mobilnya semakin cepat melaju, Sasuke yang ada di samping Naruto mengambil pistol yang biasa di gunakan saat misi dan memasukkan alat ciptaan Shikamaru ke dalamnya.
Melihat persimpangan Sasuke langsung berpegangan pada pegangan di samping mobil sementara Naruto membanting setir mobilnya ke kiri sesaat bersamaan ia menarik rem tangannya lalu memutar balik setirnya membuat mobilnya melakukan manuver drift.
Setelah di tengah jalan, Naruto pun mengembalikan posisi mobilnya dan menambah kecepatan mobilnya, "Seperti biasa kau memang ahli dalam hal seperti ini huh?" gumam Sasuke membuat Naruto mendengus pelan. "Sebaiknya kau bersiap karena jarak lima ratus meter bisa di tempuh mobil ini dalam waktu dua menit!" ujar Naruto sambil melirik menara BTS yang terlihat di antara beberapa bangunan, ia pun menambah gigi mobilnya membuat laju mobilnya semakin cepat.
Dengan lihai Naruto menghindari mobil-mobil yang menghalangi jalan di depannya, sementara Sasuke berpegangan pada mobil Naruto karena kecepatan mobil Naruto yang cukup gila. Setelah ratusan meter, Naruto dan Sasuke pun melihat persimpangan Okubo-dori seperti yang di katakan Shikamaru.
Naruto pun menurunkan gigi mobilnya lalu kembali membanting setirnya ke arah kanan sesaat sambil menarik rem tangan lalu memuat balik setirnya membuatnya melakukan manuver drift kembali.
Setelah di tengah jalan ia kembali meluruskan mobilnya, menginjak pedal gasnya membuatnya melaju lurus kembali dan memasukkan gigi mobilnya sebelum override.
Setelah puluhan meter, Naruto pun memundurkan gigi mobilnya sekaligus menghentikan mobilnya di samping bangunan yang terdapat menara BTS dengan pagar melingkarinya.
Naruto dan Sasuke pun keluar sambil menyiapkan senjata mereka, serta alat ciptaan Shikamaru,["Shikamaru berikan kami situasinya!"] ucap Naruto sambil menyiapkan Pistol Revolver Bouncher nya.
["Kalian masih aman! Tidak ada Zombie yang mendekati kalian!"]
Naruto dan Sasuke yang mendengar itu pun saling memandang satu sama lain lalu bergerak ke dalam menara BTS yang di lingkari pagar. setelah masuk, mereka pun mencari mesin kontrol yang biasanya ada di bersama menara BTS hingga ia menemukan mesin kontrolnya yang sudah terbuka.
["Baiklah, Shikamaru kami siap mengetes alatmu, apakah kau juga sudah siap?"] tanya Naruto melalui walkie talkie. ["Ya! Lakukan Naruto, Sasuke!"] balas Shikamaru membuat Sasuke langsung menembakkan alatnya ke mesin di depannya hingga menempel.
Sebuah lampu kecil berwarna merah yang ada pada alat tersebut berubah menjadi hijau, alat itu pun mengeluarkan dua jarum kecil yang langsung menusuk jaringan kabel sambungan menara BTS
Shikamaru yang melihat mesinnya sudah aktif langsung melakukan peretasan pada menara BTS, di layarnya pun terlihat gambaran mesin kontrol menara BTS yang di tempeli alatnya lalu sambungan kabel yang menyambung ke menara BTS serta beberapa kabel yang menyambung ke sebuah bangunan di sebelahnya.
Naruto dan Sasuke melihat sekitar berjaga-jaga jika tidak ada Zombie yang datang, tak berselang lama alat Shikamaru pun terlepas membuat Naruto langsung mengambil alat tersebut, dan itu membuktikan alatnya belum berhasil.
Dia pun mencoba melakukan hack pada sistem komputer di bangunan tersebut tapi terjadi kesalahan yang membuat semua struktur di hologramnya menghilang, Shikamaru yang melihat itu menghembuskan nafasnya karena ia sudah menduga ini akan terjadi.
Ia pun mengotak-atik hologramnya dan terlihat kembali gambaran struktur mesin kontrol BTS serta kabel-kabel yang tersambung ke menara serta komputer-komputer di gedung sebelahnya.
["Shikamaru, alatmu belum berhasil."]
["Ya aku tahu, tapi kita sudah mendapatkan jaringan struktur menara BTS nya dan hanya perlu memperbaiki alat tersebut hingga berhasil,"]ujar Shikamaru, ["kalian pergilah ke tujuan kalian selanjutnya, tempat di sekitar kalian masih aman."]
["Baiklah!"] balas Naruto lalu pergi ke mobilnya bersama Sasuke. Setelah masuk Naruto langsung menghidupkan mobilnya dan memasukkan gigi mobilnya serta menginjak pedal gasnya membuat mobil ya melaju dengan cepat ke tujuan berikutnya.
Karena jalur tujuan mereka hanya lah jalan lurus yang sangat jauh, Naruto dapat dengan leluasa mempercepat hingga mencapai seratus lima puluh kilometer per jam, sementara Sasuke hanya diam sambil berpegangan kepada pegangan di sampingnya.
"Teme berapa kecepatan yang bisa kau tempuh?" tanya Naruto sambil tetap fokus pada jalan di depannya. "Sama seperti sekarang," jawab Sasuke sambil melirik Naruto yang menyeringai.
"O-Oi, Dobe kau pasti bercanda kan?! Kecepatan seperti ini sudah cukup?!"
"Tidak untukku, mari kita coba lebih cepat lagi," balas Naruto semakin menginjak pedal gasnya membuat jarum mobilnya naik mencapai seratus enam puluh kilometer per jam hingga seratus sembilan puluh kilometer per jam, "wuhuu!"
Sasuke yang belum pernah mencapai kecepatan yang di lakukan Naruto hanya bisa berpegangan dengan erat pada pegangan di sampingnya dan berharap selamat dari kecepatan ekstrem mobil Naruto.
Beberapa menit perjalanan, Naruto yang melihat persimpangan Ushigomenchou-dori memelankan mobilnya lalu membanting setirnya ke kanan sambil menarik rem tangannya lalu memutar setir mobilnya ke arah kiri membuatnya kembali melakukan drift.
Setelah berada di jalur tujuan mereka, Naruto meluruskan mobilnya kembali hingga beberapa meter ia berbelok ke arah kiri dan melaju lurus terus dan berbelok kiri kembali masuk ke halaman sebuah mall berukuran besar.
Naruto dan Sasuke pun keluar dari mobil sambil menyiapkan senjata mereka, ["Shikamaru, kami sampai di tempat tujuan, apa benar tidak ada Zombie sedikit pun di mall ini?"] tanya Naruto melalui walkie talkienya.
["Yap, tidak ada apa pun di sana, aku sudah melakukan Scan X-Ray dan hasilnya tetap sama."]
["Baiklah, Arigato... Shikamaru!"] ucap Naruto lalu melihat ke sebuah mobil truk pengirim barang yang terparkir dengan bagian belakang terbuka, Naruto dan Sasuke pun mendekati truk tersebut untuk melihat barang apa yang di kirim oleh truk tersebut.
Begitu mereka masuk, mereka melihat banyak papan sasaran baru yang terbungkus plastik, kotak-kotak yang berisi mesin listrik baru, beberapa besi rel untuk menggerakkan papan sasaran, kertas papan sasaran, puluhan panah lipat, ratusan anak panah, satu kardus berisi palu baru, satu kardus berisi mesin bor baru, mata bor, beberapa gulungan belt berbeda ukuran dan beberapa alat yang mereka memang cari.
"Ternyata truk ini sudah berisi alat-alat yang kita cari," gumam Naruto sambil tersenyum. "Jika begitu ayo, kita pergi dari sini bersama truk ini," ujar Sasuke membuat Naruto menggeleng pelan.
"Tidak, masih ada yang kurang, ayo Sasuke kita harus mencari alat tambahan untuk membuat benda-benda ini, dan juga mencari bahan kebutuhan tambahan untuk kita semua," ujar Naruto berlari keluar dari kotak pengiriman truk bersama Sasuke lalu menutupnya.
Naruto dan Sasuke pun masuk ke dalam truk lalu memundurkan mobil truk tersebut membuatnya memecahkan kaca mal tersebut di sertai truknya yang masuk ke dalam.
Naruto terus memundurkan truk hingga dalam tujuan dia memasukkan truknya ke dalam adalah agar mempercepat memasukkan barang.
Setelah cukup Naruto dan Sasuke pun berlari ke tempat alat-alat listrik dan mencari apa yang mereka butuh kan, mulai dari gergaji, mesin las, topeng penutup untuk melakukan las dan beberapa kabel serta mesin tenaga pembangkit listrik bernama Generator
Setelah itu, Naruto dan Sasuke mengambil kebutuhan makanan mulai dari sayur, daging, makanan ringan dan lain-lain. Lalu berpindah ke toko pakaian lelaki dan mengambil puluhan baju secara acak, mereka tidak punya waktu untuk mengetesnya satu persatu jadi mereka akan mencobanya saat sampai di Home Base.
Setelah itu Naruto berpindah ke pakaian perempuan, dan melakukan hal yang sama yaitu mengambil ratusan pakaian secara acak, dan pakaian untuk Koneko.
Naruto yang sibuk memasukkan pakaian menghentikan langkahnya ketika melihat Sasuke tengah melihat diam pakaian dalam perempuan.
Bletak!
Dengan keras Naruto langsung memukul kepala Sasuke membuatnya mengaduh kesakitan, "Teme... Apa yang kau lakukan hah? Ini bukan saatnya berpikir mesum! Apa kau mengalami fetish pada pakaian dalam perempuan?!" tanya Naruto.
"Tentu saja tidak, Baka!" balas Sasuke menatap kesal Naruto, "aku tengah mencarikan pakaian dalam untuk Sakura, tidak mungkin kan dia memakai satu pakaian dalam terus."
Naruto yang mendengar itu memerah wajahnya, "Ka-Kau... Jangan bilang kau sudah..."
"Memang sudah, ada apa Dobe yang perjaka?" tanya Sasuke dengan seringai meremehkan membuat alis Naruto berkedut kesal. "Urusai!" balas Naruto.
"Apa kau tidak mencarikan yang lain pakaian dalam? tidak mungkin kan kau menyuruh mereka menggunakan..."
"Sekali lagi kau berucap, ku tembak kepalamu," ancam Naruto dengan aura membunuh membuat Sasuke meneguk ludahnya. "A-Ahahah... gomen-gomen...," balas Sasuke gugup.
Naruto pun menurunkan senjatanya yang dia arahkan kepada Sasuke, "Dari pada kau sibuk memilih lebih baik kita bawa semuanya sekaligus agar mereka bisa memilih yang mereka sukai," ucap Naruto lalu menarik meja yang berisi berbagai ukuran pakaian dalam wanita ke dalam truk bersama Sasuke.
Setelah semua masuk, Naruto dan Sasuke pun masuk ke dalam truk lalu menjalankan mobil tersebut hingga keluar dari dalam mall.
"Baiklah, kau ingin menaiki truk ini atau mobilku?" tanya Naruto kepada Sasuke di sampingnya. "aku naik mobilmu saja," jawab Sasuke lalu menerima kunci dari Naruto dan keluar dari truk tersebut.
["Shikamaru bagaimana situasi di sekitar kami?"] tanya Naruto melalui walkie talkie. ["Masih aman seperti biasa, bagaimana Naruto? Apa kalian sudah dapat barang-barangnya?"] tanya Shikamaru balik.
["Ya, kami sudah mendapatkan barang-barangnya dan kami akan membawanya dengan truk baru."]
["H-Huh?! Truk baru lagi?! Naruto di halaman rumahmu sudah terdapat satu truk dari saat kita mencuri brangkas dan bus dari sekolah, mereka mau di apa kan?"]
["Aku sempat mengecek mereka dan bensin mereka tinggal sedikit, mereka tidak bisa di gunakan lagi jadi aku berpikir untuk mempereteli mereka nanti dan menambahkan bagian-bagian mereka sebagai pelindung tambahan di truk ini,"] jawab Naruto membuat Shikamaru melihat keluar dan mengecek bensin truk dan bus yang mereka bawa dan benar apa yang di katakan Naruto, mereka tidak bisa di gunakan hingga lebih dari dua kilometer.
["Memangnya bensin di truk itu berapa?"]
["Masih banyak... Sedikit berkurang dari garis full, sepertinya truk ini telah di belikan bensin sebelum kemari."]
["Souka... Baiklah, akan gawat jika kita tidak bisa pergi ke sini karena kekurangan bensin, arigato Naruto karena telah memeriksanya."]
["Sama-sama, kalau begitu kami akan kembali sekarang,"] ucap Naruto lalu memberi kode pada Sasuke untuk jalan lebih dulu di susul dirinya.
.
Enam menit berlalu, Shikamaru yang melihat mobil Naruto serta sebuah truk datang langsung memberitahu Issei untuk mematikan barriernya. Para perempuan yang melihat barrier di matikan pun melihat ke arah gerbang karena itu menandakan Naruto dan Sasuke kembali.
Xenovia dan Tsubaki pun berinisiatif membukakan gerbang dan benar saja, mobil Naruto datang dengan sebuah truk pengirim barang di belakangnya.
Begitu mereka masuk, Issei kembali mengaktifkan barrier rumah Naruto lalu keluar bersama Shikamaru untuk bertemu Naruto dan Sasuke. Para perempuan yang ada di halaman juga menghentikan latihan mereka dengan mendekati truk yang di bawa Naruto.
Begitu keluar dari truk, Naruto langsung di kejutkan dengan Akeno, Kuroka dan Koneko yang berlari ke arahnya, "Naruto-nii!" seru Koneko memeluk Naruto dengan erat bersama Akeno dan Kuroka.
Naruto yang di peluk mereka memerah wajahnya, "H-Hey! Kalian tenanglah! A-Aku baik-baik saja!" ucap Naruto berusaha menenangkan serta melepaskan pelukan mereka dengan lembut.
"Syukurlah kau baik-baik saja," gumam Kuroka tersenyum senang, Naruto yang mendengar itu menghembuskan nafasnya. "Aku sudah janji bahwa aku akan baik-baik saja dan kembali dengan selamat bukan? Aku pasti akan menepatinya," ucap Naruto sambil tersenyum, mereka yang mendengar itu ikut tersenyum dan melepaskan pelukan mereka dari Naruto.
"Melihatmu membawa truk ini, kau pasti membawa banyak barang ya, Naruto-san?" tanya Sona dan di jawab anggukkan oleh Naruto. "Sebagian untuk latihan kalian, dan sebagiannya lagi untuk kebutuhan kita mulai dari makanan, kebutuhan untuk mandi dan pakaian," jawab Naruto membuat para perempuan terkejut.
"Kalian juga mencarikan kami pakaian?"
"Err ya... Kami memilihnya secara acak, jadi kalian pilihlah sesuka kalian nanti, tapi untuk sekarang kita kembali fokus berlatih, ayo kembali ke posisi kalian dan tunjukkan hasil latihan kalian selama kami tinggalkan!" semua perempuan pun langsung kembali ke posisi mereka.
Melihat mereka sudah menjauh, Shikamaru pun memutuskan mendekati Naruto bersama Issei dan Sasuke. "Jadi bagaimana?" tanya Shikamaru.
Naruto mengeluarkan alat ciptaannya dan mengembalikannya, "Semua yang kita cari sudah ada di dalam truk, tapi nanti malam kita akan mengeluarkannya, sekarang kalian sebaiknya urus kembali alat itu agar berfungsi besok," ucap Naruto sambil menepuk truk di sampingnya.
"Kau benar, ayo Issei!" ujar Shikamaru kembali masuk ke dalam, sementara Naruto dan Sasuke mendekati kelompok Kuroka, Irina, Sona dan Ino.
"Baiklah, kalian perlihatkan hasil latihan kalian, ambil posisi!" ujar Naruto ketika sudah di samping mereka. Kuroka, Irina, Sona dan Ino pun langsung mengambil posisi menembak dan posisi mereka sudah bagus, Naruto yang melihat itu mengangguk pelan.
"Sekarang perlihatkan hasil tembakan kalian sekaligus hasil mengganti megazine senjata kalian, siap... tembak!"
Dor! Dor! Dor!
Mereka pun menekan pelatuk mereka hingga memuntahkan peluru secara beruntun dan kali ini semuanya tepat sasaran, setelah peluru habis mereka mengganti megazine dengan cepat.
Naruto yang melihat itu pun tersenyum dan memberi tepuk tangan, "Bagus! Luar biasa! Kalian telah berhasil!" ucap Naruto memberikan pujian membuat mereka tersenyum bersama lalu tos tangan bersama.
"Berikutnya, Xenovia, Sakura, Tsubaki, Chouji! Kalian bersiaplah!" ujar Naruto membuat mereka yang di panggil menyiapkan Saiga 12 mereka. Naruto pun beralih ke arah Arthuria yang menunggunya, "Okaeri, Naruto-kun," ucap Arthuria membuat Naruto tersentak sesaat lalu tersenyum tipis.
"Um, Tadaima, Senpai," balas Naruto lalu berdiri di sampingnya, "jadi bagaimana? Apa kau sudah menguasainya?"
"Um," jawab Arthuria sambil mengangguk. "Kalau begitu, coba perlihatkan padaku," pinta Naruto, Arthuria yang mendengar itu pun mengangguk lalu memasang posisi menembak dengan snipernya.
Dor! Cklek! Dor! Cklek!
Tanpa menunggu aba-aba, Arthuria menekan pelatuk Snipernya hingga berhasil mengenai vital Zombie, ia dengan cepat mengganti peluru berikutnya dengan menarik Rapid fire samping kiri senjatanya lalu menembak papan sasarannya kembali hingga peluru di megazine senjatanya habis, dengan cepat Arthuria pun mengganti megazine senjatanya lalu kembali ke posisi menembak awal.
Naruto yang melihat itu kembali memberi tepuk tangan, "Luar biasa, Senpai! Kerja bagus!" puji Naruto sambil tersenyum, Arthuria yang di puji Naruto tersipu malu.
"Kau sudah boleh istirahat sekarang, nanti kita akan berlatih menembak menggunakan kaki Sniper," ucap Naruto membuat Arthuria mengangguk. "Naruto-nii!" Naruto yang di panggil menoleh dan ia melihat Koneko yang datang senjata airsoft gun dengan model M416.
"Kapan, Naruto-nii akan mengajariku?" tanya Koneko sambil mengembungkan pipinya. Naruto yang mendengar itu menghembuskan nafasnya pelan lalu tersenyum tipis kepada Koneko, "Sebentar lagi, Koneko-chan. Kau akan aku latih nanti bersama Rias-chan dan Hinata-chan," jawab Naruto membuat mata Koneko membinar.
"Benarkah?!" Naruto yang mendengar itu mengangguk, "janji?!" tanya Koneko membuat Naruto kembali mengangguk.
"Ya, aku janji," jawab Naruto mengelus rambut Koneko dengan lembut, "saa~ ayo kita lanjutkan latihannya!"
Naruto dan Sasuke pun kembali melanjutkan pelatihan menembak dan kali ini di lakukan oleh Tsubaki, Sakura, Chouji dan Xenovia yang memegang senjata Saiga 12, lalu Rias yang memegang GKS, Hinata yang memegang HK416 serta Koneko yang membawa Airsoft gun model M416.
Sementara Shikamaru dan Issei memperbaiki alat perentas hingga sore. Setelah itu mereka semua pun memutuskan untuk beristirahat, Naruto juga sudah membuka bagian truk pengirim dan membiarkan para perempuan terlebih dahulu mengambil pakaian yang ia dan Sasuke bawakan, Mereka berdua hampir saja di cap sebagai orang mesum karena membawakan pakaian dalam perempuan, tapi setelah menjelaskan situasinya mereka pun paham.
Setelah mereka membawa masuk barang-barang mereka, barulah Naruto dan yang lain mengeluarkan barang-barang mereka. Selagi ada waktu, Naruto dan yang lain memutuskan mencoba membuat papan sasaran bergerak untuk latihan besok.
Beberapa jam berlalu akhirnya mereka berhasil menciptakan satu papan sasaran bergerak, Naruto pun menyuruh Shikamaru untuk membuatkan struktur agar bisa menggerakkan enam papan sasaran di beberapa arah agar terlihat membuat simulasi satu orang di kepung beberapa Zombie, serta struktur pergerakan papan sasaran yang cepat untuk membuat simulasi melawan Zombie kadal.
Setelah para perempuan selesai mandi, Naruto dan yang lainnya pun memutuskan untuk beristirahat sejenak dan akan melanjutkan pekerjaan mereka nanti. Malam pun tiba, saat ini semua tengah berkumpul di ruang makan dan makan bersama, Naruto yang teringat bahwa Shizuka serta Sakura tengah membuat obat penawar pun menjeda makannya sesaat.
"Shizuka-sensei, Sakura-san, bagaimana hasil penelitian kalian? Apakah kalian menemukan obat penawar untuk mencegah larva-larva itu?" tanya Naruto membuat suasana ruang makan menjadi sedikit sunyi.
"Belum... mereka benar-benar bukan sembarang larva, walau kita menggunakan cairan pembasmi larva dan menginjeksi ya ke tubuh kita saat terkena, tetap saja tidak cukup untuk membunuhnya," jawab Shizuka membuat semua terdiam dengan perasaan gelisah.
"Jadi jika sudah terkena tidak bisa di sembuhkan...ya, ini benar-benar gawat," gumam Rias sambil menggigit jarinya. "Jika kita menggunakan baju pelindung bagaimana?" tanya Ino memberi usulan.
"Tidak, itu akan mengurangi pergerakan kalian, serta akan membuat repot, apa lagi baju pelindung itu sangat panas dan akan sangat bahaya jika kalian terganggu karena panas tersebut," jawab Shikamaru membuat semua bingung memikirkan cara mengatasi larva-larva ini.
"Apa tidak ada cara lain?" gumam Sona sambil menyentuh dagunya. "Untuk sekarang mari kita kumpulkan informasi mengenai virus ini selama kita sampai ke sini, mungkin saja kita menemukan cara untuk mengatasinya," ucap Shikamaru sambil memasang posisi berpikir lalu berdiri sambil mengambil kertas dan pulpen.
"Dari yang kita tahu, virus ini memiliki bentuk larva yang sangat kecil dengan cairan hijau bersama mereka untuk mengembang biakkan mereka, begitu terkena mereka akan langsung menggerogoti kulit kita dan menggantinya dengan jenis mereka, cairan hijau ini juga akan langsung masuk ke saraf kita dan mengambil alih otak kita," ucap Shikamaru sambil menulis informasi yang mereka ketahui tentang virus ini.
"Mereka yang memiliki bentuk aneh memiliki serangga di leher mereka, dan serangga ini pertama kali muncul dari induknya atau Zombie pertama," gantung Shikamaru membuat semua yang di sana terkejut. "Apa maksudmu Shikamaru?" tanya Sasuke meminta informasi lebih.
"Sebelum virus ini menyebar, pasti ada induk dari Zombie ini dan ia menanamkan telurnya kepada salah satu manusia, dan mereka yang memiliki serangga memiliki perubahan aneh atau kita sebut saja Mutant Zombie," jawab Shikamaru, "sekarang kita kumpulkan daftar Mutant Zombie, kita bertemu dengan Zombie yang memiliki tentakel yang bisa berubah menjadi senjata, Zombie yang memiliki tentakel di mulutnya, Zombie yang memiliki tubuh besar, Zombie Cyclops dan lain-lain, sekarang pertanyaannya bagaimana bisa mereka semua memiliki bentuk yang berbeda-beda? Dari yang kita ketahui bahwa Larva-larva itu membentuk pertahanan diri dari serangga yang ada bersama mereka, tetapi Zombie kadal itu berbeda dia bisa membentuk pertahanan yang sangat kuat berbeda dengan Zombie lainnya, menurut kalian apa yang mempengaruhinya?"
"Itu karena cairan hijau yang masuk ke tubuh mereka," jawab Naruto membuat semua menoleh ke arahnya, "seperti yang kau bilang, cairan hijau itu membantu mereka berkembang biak, tapi aku rasa cairan hijau itu juga menambah insting serta akal untuk mereka agar bisa bertahan hidup."
"Maksudmu?" tanya Tsubaki. "Kita ambil contoh Zombie Tenta Z, mereka memiliki serangga di leher mereka, serangga ini mengendalikan larva-larva untuk membentuk senjata menyerang, tapi kenapa hanya senjata menyerang? Kenapa serangga ini tidak memikirkan pertahanan? itu karena kurangnya cairan hijau yang dia terima dan perkembangan biaknya hanya sampai sana," jelas Naruto.
"Zombie kadal yang aku beri nama Licker, mereka pasti awalnya adalah cicak-cicak biasa dan kita tahu cicak itu memiliki telur, karena terkena cairan hijau ini, larva-larva ini mengambil alih telurnya dan melahirkan serangga kecil yang akhirnya mengambil alih otaknya, karena insting hewan, otaknya kecil dan cairan yang di terimanya berlebihan cara berlebihan, itu membuat serangga tersebut semakin pintar, maka dari itu dia tahu cara melindungi dirinya serta menyerang."
"Tapi kelemahan mereka ada di kaki mereka, itu karena serangga itu melindungi dirinya agar bertahan hidup dengan bantuan insting untuk bertahan dari otak kadal yang dia ambil alih."
"Naruhodo... Aku paham," gumam Sona, "jadi perubahan setiap Mutant Zombie di pengaruhi banyaknya cairan yang di terima serta otak yang dia inang."
"Kira-kira seperti itu," gumam Shikamaru. "Aku memberi peringatan kepada kalian, ada beberapa mutant zombie yang memiliki bentuk cacat di antaranya Boomber dan Spriter. Boomber memiliki bentuk manusia yang sangat gemuk, dia memiliki kulit yang sangat tipis karena insting serangga yang di tubuhnya sangat lapar hingga membentuk larva yang berlebihan, jika membentur sesuatu saja dia akan meledak dan memuncratkan cairan hijau dalam jumlah banyak, jika kalian bertemu dengannya jauhi dia dan tembak dari jauh," ujar Naruto.
"Untuk Spriter dia memiliki bentuk seperti Zombie biasa tapi dengan mulut yang lebih lebar dengan mulut terus mengeluarkan cairan hijau, itu karena serangga yang masuk ke tubuh mereka terlalu besar dan karena tidak cukup tempat untuk mengembang biakkan larvanya, maka dari itu larva yang dia kembang terus keluar dari mulutnya, jika kalian bertemu zombie ini, kalian juga harus menjauhinya."
"Ok, kita kembali mengatasi Zombie ini, kita tahu mereka bisa di bunuh dengan menembak otak mereka, dan begitu mati Larva-larva ini akan keluar dan bercampur darah, jika kita menembak bagian lainnya maka bagain yang terluka akan pulih kembali, begitu juga ketika mereka terkena ledakan dan laser plasma," ucap Shikamaru, "sebenarnya mereka bisa di bunuh dengan cara apa pun, tapi mereka akan kembali berkembang biak menumbuhkan bagian yang hilang kecuali kita membunuhnya langsung dengan otak mereka, jika kita menembak otak mereka, mereka memang mati tapi larvanya akan keluar dan untuk membunuh larva-larva ini adalah dengan membakarnya serta meleburkannya menjadi partikel."
"Jadi kita harus melakukan dua kali kerja."
"Yap, dan sekarang masalahnya adalah mengatasi larva-larva ini jika terkena kita, tidak mungkin kita membakar lengan kita, menembakkan laser plasma ke tangan kita, mereka pasti sudah lebih dahulu menggerogoti kita dan mengambil alih otak kita," ujar Shizuka sambil memijit keningnya, "ini benar-benar sungguh susah."
Semua yang mendengar itu juga terdiam sambil memikirkan rencana untuk mengatasi masalah ini. "Rossweisse-sensei, apakah ada sisa karage lagi?" tanya Chouji memecahkan kesunyian di ruang makan.
"Astaga... Padahal kau itu sudah makan banyak Chouji, bahkan kau tidak mengeluarkan tenaga sedikitpun, seharusnya Naruto-kun yang paling banyak makan karena dia mengeluarkan banyak tenaga," ujar Ino menatap tajam Chouji yang cengegesan.
"Tidak apa, aku segini sudah cukup, dan sepertinya kalian terlalu banyak memasak makanan, jika begini kita terpaksa memasukkannya ke dalam kulkas agar mereka tidak cepat... rusak...," gumam Naruto dengan ekspresi terkejut.
Semua yang mendengar nada terakhir Naruto terasa aneh menatap bingung dirinya, "Ada apa Naruto?" tanya Issei.
"Pembekuan... Bagaimana dengan pembekuan?" tanya Naruto membuat semua terdiam, Shizuka, Sakura dan Shikamaru yang menangkap maksud Naruto tersentak.
"Nitrogen?!" seru mereka serentak.
"Itu dia! Hal yang belum kita coba adalah pembekuan!" ujar Shikamaru ketika melupakan cara membunuh larva yaitu dengan membekukannya. "Setiap sayuran, daging dan lain-lain masuk ke dalam kulkas untuk menghentikan per kembang biakan kuman serta bakteri, mungkin dengan itu berhasil," timpal Sakura.
"Selain itu ada Nitrogen yang bisa di injeksikan ke tubuh manusia, jika kita berhasil membuat campuran yang tepat dengan cairan-cairan larva maka...," gantung Shizuka sambil menyentuh dagunya.
"Itu pasti bisa membunuh mereka," ucap Naruto sambil tersenyum, "akhirnya kita menemukan solusi untuk masalah ini."
"T-Tunggu apa yang kalian bicarakan?" tanya Kuroka kebingungan dengan apa yang mereka bicarakan.
"Cairan Nitrogen, cairan yang bisa membekukan apa pun, jika cairan itu di injeksikan ke kita darah kita akan membeku, tapi pembekuan itu terjadi sesaat karena suhu tubuh kita, tapi itu cukup berbahaya karena dapat menyumbat saluran darah," ujar Naruto menjelaskan, "jika larva-larva ini mengenai kita dan kita menginjeksikan cairan ini ke bagian yang terkena cairan hijau, maka darah akan langsung membeku mengeluarkan gas nitrogen yang juga akan membekukan kulit serta larva-larva ini, tapi karena panas tubuh kita itu hanya akan membekukannya sesaat dan mengaktifkan mereka kembali."
"Tapi jika kita mencampurnya dengan cairan pembasmi larva, mereka akan hancur lebur saat beku," lanjut Shizuka membuat semua yang ada di sana saling berpandangan dan tersenyum. "Dengan begini kita memiliki resep untuk mengatasi jika terkena cairan hijau ini," gumam Sona tersenyum.
"Tapi kita tidak memiliki cairan Nitrogen, bagaimana caranya?" tanya Issei membuat Naruto mendengus pelan. "Apa yang kau katakan? Besok kau dan aku akan mencarinya, Issei," ucap Naruto membuat Issei terdiam dengan wajah bodohnya.
"H-Hah?!"
"Besok kita akan mengetes kembali alat Shikamaru, dan setelah itu kita akan mencari cairan-cairan Nitrogen dan membawanya ke sini," ucap Naruto memberitahukan rencananya.
"Ke-Kenapa harus aku?!"
"Sasuke harus mengawasi mereka berlatih, sementara Shikamaru harus memantau dengan alatnya serta Chouji harus membantu Shizuka-sensei dan Rossweisse-sensei, jadi harus ada yang menemaniku, dan itu adalah kau."
Issei yang mendengar itu sebenarnya ingin protes, tapi mengingat mereka harus keluar dari bencana ini dia terpaksa harus ikut dari pada ia tidak dapat obat penawar nanti jika tidak mau ikut.
"Baiklah, aku akan ikut."
"Kyaaaa! Naruto-kun benar-benar pintar sekali! terima kasih Naruto-kun karena telah memecahkan masalah ini!" teriak Shizuka mendekati Naruto dan memeluknya dengan erat hingga kepalanya tenggelam di belahan dadanya.
"Sh-Shizuka-sensei! S-Sesak!"
Semua yang melihat itu terdiam, Kuroka dan Akeno yang melihat itu mengeluarkan aura hitam mereka, Sasuke, Issei, dan Shikamaru yang melihat itu terdiam dengan aura hitam juga.
"SIALAN KAU NARUTO! AKU TIDAK AKAN IKUT DENGANMU! PERGI SENDIRI SANA! MATI SAJA KAU?!" teriak Issei tiba-tiba. "KUSO! KENAPA CUMA KAU SAJA YANG MENDAPAT ENAKNYA NARUTO! BAGI SEDIKIT ILMU MU PADAKU!" teriak Sasuke OOC.
"Kuso! Padahal aku juga memecahkan kasus ini tapi aku tidak mendapatkan apa-apa," gerutu Shikamaru. Semua yang mendengar itu sweatdrop kecuali Akeno, Kuroka, Rias, Sakura, Ino, Naruto yang berusaha lepas dari pelukan Shizuka dan Shizuka yang masih asyik memeluk Naruto.
"Heh... Kenapa kau tiba-tiba marah Issei-kun?" tanya Rias dengan aura hitamnya, Isseinyang menyadari itu seketika memucat wajahnya. "A-Anooo... Etto...," gumam Issei bingung mencari jawaban.
"Ne, Sasuke-kun... Kau minta di tusuk di mana?" tanya Sakura sambil memegang garpu di tangannya, Sasuke yang melihat itu memucat wajahnya.
"Err..."
"Sebenarnya kau mengharapkan apa, Shikamaru?" tanya Ino mendekati Shikamaru dan menjewer telinganya dengan keras. "Ittettette! Sakit Ino!" protes Shikamaru.
"Naruto-kun."
"Naru-kun."
Naruto yang seolah mendengar nada kematian refleks mendorong dada Shizuka menjauh dan sialnya Shizuka mendesah saat ia memegang dada tersebut.
Suasana seketika semakin sunyi, aura cemburu semakin kuat keluar dari Sasuke, Issei, dan Shikamaru, serta aura membunuh dari Akeno dan Kuroka.
"G-Gomenasai Shizuka-sensei!" ujar Naruto menjauhkan tangannya dari dada Shizuka, "B-Besar dan l-lembut sekali! H-Hey! Ini bukan waktunya untuk itu?!" teriak Naruto dalam batin sambil menggelengkan kepalanya cepat.
"A-Akeno-chan! Ku-Kuroka-chan! I-Ini bukan seperti yang kalian pikirkan!" teriak Naruto berusaha menenangkan mereka berdua, Akeno dan Kuroka yang mengeluarkan aura hitam mengeluarkan senyuman manis yang membuat Naruto meneguk ludahnya karena baginya senyuman tersebut menakutkan.
"Naruto-kun/Naru-kun, mesum," ucap mereka berdua kompak lalu menarik kedua pipi Naruto dengan keras.
"ITTE!"
.
Setelah kejadian tersebut, Naruto dan yang lain kembali melanjutkan pekerjaan mereka yaitu membuat papan sasaran bergerak, butuh waktu cukup lama untuk membuat rancangan tersebut karena mereka harus mengukur waktu bergilir papan sasaran bergerak.
Berjam-jam mereka mengerjakannya hingga akhirnya pekerjaan mereka selesai tepat pukul sepuluh malam. Karena kelelahan mereka pun memutuskan untuk beristirahat menyusul para perempuan yang telah tertidur di masing-masing kamar.
Naruto dan yang lain kembali ke tempat mereka kemarin tidur di mana Chouji tidur di sudut lorong kamar sambil menyandarkan dirinya di dinding, Sasuke tidur di lantai tiga, Shikamaru dan Issei tidur di ruang tamu.
Naruto yang paling terakhir karena mengecek kendaraannya pun berniat ke lantai empat kembali untuk mengawas kembali, tapi sepasang tangan menariknya dengan keras menuju kamarnya.
Naruto yang masih terkejut karena ada yang menariknya ke kamarnya semakin terkejut ketika ia di paksa berbaring. Ia mencoba melihat siapa yang menariknya dan memaksanya berbaring dan betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa pelakunya.
"A-Akeno-chan! Ku-Kuroka-chan!"
Sang pelaku yang merupakan Akeno dan Kuroka tersenyum manis kepada Naruto, mereka saat ini berada di atas tubuh Naruto dengan pakaian tidur dan itu adalah pakaian tidur tipis yang membuat dalaman mereka terlihat.
Naruto yang melihat itu memerah wajahnya dan langsung menutup matanya, "A-Apa yang kalian lakukan?! D-Dan juga kenapa kalian memakai pakaian seperti itu?! D-Dari mana kalian mendapatkannya?!"
"Fufufu... Ini pakaian yang kau bawa tadi loh, Naru-kun, bagaimana pendapatmu?" tanya Akeno dengan nada seksual membuat Naruto terkejut sekaligus merinding.
"Ba-Bau ini... Alkohol?!" batin Naruto, "Pa-Padahal aku mengambil secara acak, t-tidak! bukan itu! k-kenapa kalian harus memakai pakaian itu?! D-Dan juga kalian itu mabuk?!" balas Naruto kembali.
"Fufu, kami... baik-baik saja kok! kami hanya ingin meminta pendapatmu kok, tidak lebih... jadi bagaimana menurutmu?" tanya Kuroka di samping telinga Naruto membuat tubuh Naruto semakin merinding. "Y-Ya! Kalian cocok dengan itu! Ja-Jadi bisakah kalian melepaskanku?!" jawab Naruto serta meminta mereka untuk melepaskannya.
"Fufufu, kami tidak akan melepaskanmu begitu saja, Naruto-kun," bisik Akeno sambil berbaring di sebelah Naruto bersama Kuroka.
"A-Apa?!"
"Kau harus tidur bersama kami, jika tidak mau...," bisik Kuroka sambil menjilati telinganya membuat Naruto memerah wajahnya, efek alkoholnya sangat parah, jika dia tidak menenangkan mereka bisa-bisa terjadi sesuatu yang tak ia inginkan. "Kami bisa melakukan sesuatu yang lebih padamu," ancam Akeno dengan tangannya mengelus dada Naruto dan menggodanya dengan perlahan bergerak turun.
"Ba-Baiklah! Baiklah! A-Aku akan tidur dengan kalian!" balas Naruto membuat mereka tersenyum, mereka pun merapatkan diri mereka pada tubuh Naruto setelah itu mereka mengecup pipi Naruto membuatnya terdiam seperti batu dengan wajah memerah.
"Oyasumi, Naru-kun/Naruto-kun," ucap mereka lalu membaringkan kepala mereka di bahu Naruto, sementara dia masih terdiam seperti patung karena kecupan Akeno dan Kuroka.
"Kami-sama... Kenapa ini bisa terjadi," batin Naruto tak habis pikir apa yang dia alami hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Note :
Pada pagi hari ku berbaring di rumah~
Ayam berkokok membangunkan aku~
Ku ambil Hpku tuk membuat fanfic
Akhirnya nih cerita kelar juga, hey! :v
Tiktiktiktiktik
Tiktiktiktiktik
Apa kabar kalian? :v
.
Dah lah lupakan sapaan aneh saya di atas XD. Ok bagaimana pendapat kalian mengenai Chapter kali ini? Semoga memuaskan, jelek? Tidak perlu di baca.
Ok di chapter kali ini saya lebih banyak penjelasan dari pada Actionnya, kenapa? Ya karena mereka sudah mencapai Home Base dan beberapa Zombie sudah bergerak keluar dari Zona Tokyo.
Di sini saya juga menjelaskan cara penggunaan setiap senjata, terlalu panjang dan memenuhi word saja? Bodo amat sih, kalau saya gak isi nanti kalian membayangkan cara kerja senjata gimana? Nanti saya salah lagi, lebih baik saya isi saja jadinya.
Lalu jika kalian memang menemukan ada pengulangan kata sih saya juga gak begitu peduli, udah dari dulunya saya memang selalu begitu. Memaksa saya belajar agar tidak ada pengulangan kata? Tidak akan bisa karena kalian tidak berhak memaksa orang.
Hah sudahlah lupakan itu dan kembali ke topik cerita kali ini, di Chapter ini juga saya perlihatkan sistem kerja alat ciptaan Shikamaru.
Alatnya memiliki bentuk seperti koin tapi lebih tebal dan agak besar, memiliki dua jarum kecil yang akan menancap di sistem kabel-kabel dan menyebarkan virus ke seluruh jaringan dan itu membuat Shikamaru bisa melakukan Hacker sistem.
Lalu truk pengiriman barang, saya memang berencana menggunakan truk ini saja saat pergi dari Home Base, sementara satu truk saat mencuri brangkas dan bus sekolah akan di pereteli untuk menjadi bahan pelindung tambahan.
Di sini juga saya buat serum pencegah larva dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, seperti cairan pembasmi larva yang seharusnya bahaya jika di injeksikan ke tubuh manusia menjadi bisa.
Begitu juga cairan Nitrogen yang berbahaya di injeksikan ke tubuh manusia menjadi tidak berbahaya. ThisSettingtime is Future, so what is impossible can be possible.
Maaf jika buriq bahasanya :v
Ok aku rasa itu saja, dan juga saya mau memberitahukan kalau Naruto : The Magical Battle CH 12 saya Remake sedikit, jadi pastikan kalian membacanya agar nanti di chapter 13 tidak terjadi kebingungan.
Baiklah itu saja, sampai bertemu lain waktu, Jaa~ na!
4kagiSetsu out
