Setelah dari menara BTS, Naruto menghentikan mobilnya sesaat di sebuah pom bensin dan mengisi bahan bakar mobilnya, selagi menunggu bahan bakar mobil penuh, ia menyuruh Issei mencari beberapa jirigen yang kebetulan di jual salah satu supermarket kecil di tempat pom bensin tersebut lalu mengisinya dengan bensin serta solar hingga full dan memasukkannya ke bagasi mobilnya.
Kenapa Naruto menyuruhnya melakukan itu karena saat mereka akan pergi dari neraka ini ke tempat yang aman di mana semua masyarakat yang di selamatkan di kumpulkan, kemungkinan besar mereka tidak akan menemukan pom bensin sedikit pun, jadi ada baiknya membawa cadangan, istilah lainnya sedia payung sebelum hujan.
Naruto yang ada di dalam supermarket berjalan tenang mengelilingi dalamannya sambil melihat isi-isi barang supermarket, langkah kaki Naruto terhenti ketika melihat tabung-tabung kecil untuk mengusir serangga, ia pun mengambil satu benda tersebut dan melihatnya dengan teliti.
Ia pun membawa keluar benda di tangannya lalu melemparnya dengan sekuat tenaga ke arah lain dan menembaknya dengan pistol Revolver hitamnya.
Tsh! Blaaar!
Peluru Naruto pun tepat mengenai tabung tersebut dan meledak cukup dahsyat di langit, Issei yang mendengar ledakan serta apa yang di lakukan Naruto tentu terkejut, ia tidak tahu kenapa temannya itu selalu melakukan sesuatu yang aneh dan di luar kepala.
"Oi! Naruto! Apa yang kau lakukan! Apa kau ingin mereka datang ke sini?!" teriak Issei kesal, sudah cukup nanti mereka harus melawan sesuatu yang ada di tempat penjualan senjata ilegal, dia tidak mau melawan sesuatu yang berbahaya lagi setelah mendapatkan tempat aman.
"Aku hanya melakukan tes saja," jawab Naruto singkat lalu kembali masuk ke dalam dan mengambil sekitar lima belas tabung gas pengusir serangga dan membawanya ke mobilnya.
"Oi Naruto, kenapa kau membawa itu? Memangnya untuk apa?" tanya Issei semakin bingung karena Naruto membawa sesuatu yang aneh-aneh lagi. "Kau akan tahu nanti, sebaiknya kau tidak banyak tanya, aku membawa benda-benda ini pasti ada gunanya," jawab Naruto sambil melirik Issei sesaat.
"Setidaknya pikirkan cara untuk melawan apa yang menanti kita nanti, kau itu hanya memikirkan sesuatu yang mesum saja, kapan otakmu itu akan berguna," lanjut Naruto menyindir Issei. "Oi! Apa maksudnya itu kampret?!" tanya Issei tidak terima.
"Itu memang benar bukan, kapan terakhir kali kau menggunakan otakmu itu untuk membantu?" tanya Naruto membuat Issei melenguh disertai geraman pelan karena terkena damage dari Naruto. Memang benar kebanyakan Naruto serta Shikamaru yang lebih memberikan ide dan rencana, begitu juga Sasuke tapi tidak sesering mereka.
Sementara dirinya hanya mengikuti saja, ingin sekali dia menghajar temannya ini, tapi dari segi kekuatan dan akal dia pasti sudah kalah lebih dulu dari Naruto.
"Hah... Sudahlah, berdebat denganmu tidak akan menyelesaikan masalah, tapi ingat seperti kataku, gunakan otakmu untuk dan pikirkan cara melawan mereka nanti," ujar Naruto lalu menghentikan pengisian bahan bakarnya karena sudah penuh dan meletakkannya kembali.
Issei yang sebenarnya kesal hanya bisa diam karena memang apa yang di katakannya benar, ia pun juga menghentikan tugasnya lalu meletakkan semua jirigen di jok belakang mobil Naruto.
Setelah semua sudah siap, mereka pun masuk ke dalam mobil lalu menyalakan engine mobil tersebut.
Bruuum!
Naruto pun menjalankan mobilnya menuju tempat pemberhentian berikutnya yaitu tempat penjualan cairan Nitrogen. Issei yang di samping Naruto mengecek senjata AUG nya kembali.
Terjadi keheningan di dalam perjalanan mereka, Issei mencoba memikirkan cara untuk melawan apa mereka nanti tapi dia sendiri tidak yakin apakah berjalan lancar, ia melirik Naruto yang tampak tenang mengendarai mobilnya
"Oi, Naruto, apa kau yakin dengan ini?" tanya Issei dan di jawab lirikkan oleh Naruto sesaat. "Kau sudah mendengar jawabanku tadi bukan, tentu saja aku yakin," jawab Naruto sambil terus menjalankan mobilnya hingga ia menemukan persimpangan yang ia cari lalu membanting setirnya ke kanan sambil menarik alat rem tangannya lalu memutar setirnya ke kiri hingga membuat mobilnya melakukan manuver drift.
Setelah di tengah jalan, Naruto kembali meluruskan mobilnya, ["Hoi! Shikamaru, di tempat penjualan senjata ilegal itu ada berapa banyak jumlah mereka dan mereka ada di bagian mana?"] tanya Issei melalui walkie talkie di mobil Naruto.
["Jumlah mereka ada 11 orang, dan mereka ada di bawah tanah, pantas saja mereka selamat dari bencana ini karena memiliki tempat perlindungan di bawah tanah, wajar saja tempat penjualan senjata Ilegal,"] jawab Shikamaru memberikan laporan dari hologram di depannya, ["sebaiknya kalian berhati-hati karena kemungkinan besar mereka adalah penjahat dan kemungkinan lainnya mereka adalah zombie atau mungkin juga mutant."]
"Kau dengar itu Naruto? bagaimana caranya kita melawan mereka? Bagaimana jika salah satu dari mereka adalah Mutant Zombie? Bagaimana jika mereka membawa senjata mematikan?" tanya Issei beruntun dengan wajah takut, "walau aku sudah memikirkan cara menghadapi mereka tetap saja aku tidak yakin ini akan berjalan lancar."
"Bisakah kau hentikan itu dan bersikap tenang? anggap saja ini seperti saat kita menjalankan tugas sebagai Ghost Thief," ucap Naruto sedikit risih dengan tingkah Issei, ia lalu memundurkan gigi mobilnya dan berbelok ke arah kanan dengan tenang karena mereka memasuki jalan kecil, "jika kau memang tidak berani dan takut, sebaiknya kau diam di tempat dan tunggu aku kembali, aku akan mengatasinya sendiri."
"O-Ok-ok tenanglah, maafkan aku... a-aku akan ikut membantumu... aku tidak ingin semua menyalahkanku serta menghantuiku jika kau mati karena aku membiarkanmu maju sendirian," balas Issei mengalah dan akan membantu Naruto, "aku hanya takut... bukankah itu wajar."
"Semua orang memiliki ketakutan, itu memang wajar," jawab Naruto sambil terus melihat ke depan lalu berbelok ke arah kiri dengan tenang, " tapi pasti ada saatnya untuk melawan ketakutan itu agar tidak menjadi takut."
Setelah jalan lurus, Naruto mempercepat laju mobilnya hingga keluar dari gang tersebut menemukan persimpangan jalan besar, Naruto yang melihat sesuatu menghentikan mobilnya sesaat, sebuah truk gandeng dengan kotak pengiriman berukuran sedang.
"Ada apa, Naruto?" tanya Issei kebingungan karena Naruto menghentikan mobilnya. Tanpa menjawab Naruto menjalankan mobilnya ke arah lain hingga berhenti di samping sebuah truk gandeng pengiriman berukuran kecil, ia lalu keluar dari mobilnya membuat Issei ikut keluar dari mobil.
"Apa yang akan kau lakukan dengan truk ini, Naruto?" tanya Issei penasaran. "Kita hanya akan membawa gandengan truk ini saja, untuk membawa cairan-cairan Nitrogen serta peluru tambahan yang akan kita bawa, selain itu aku memiliki ide untuk bagian gandeng mobil ini nanti begitu kita pergi mencari tempat di mana semuanya berkumpul," jawab Naruto masuk ke dalam truk lalu melepaskan bagian gandeng truknya.
Setelah itu Naruto pun menyingkirkan truk tersebut lalu kembali ke mobilnya bersama Issei, ia pun melakukan mobilnya kembali lalu menekan tombol di salah satu tuas di mobilnya hingga menembakkan panah baja yang langsung menancap di gandengan truk tadi dan mengikuti mobil Naruto.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka hingga beberapa meter, Shikamaru menyuruh mereka berhenti karena telah sampai tujuan, ["Ok, berhenti! Kalian sudah sampai di tempat tujuan kalian."]. Naruto pun menghentikan mobilnya sambil melihat toko di sampingnya.
["Shikamaru bagaimana situasinya?"] tanya Naruto sambil keluar dari mobil bersama Issei dan membuka bagian truk gandeng yang ada di belakang mobilnya agar mereka bisa memasukkan barang yang mereka cari.
["Situasi masih aman, belum ada tanda sedikit pun zombie mendekati kalian, mereka terus bergerak keluar dari kota Tokyo,"] jawab Shikamaru, sambil melihat jangkauan 11 Km di mana semua Zombie terus bergerak keluar. Naruto dan Issei yang mendengar itu saling berpandangan lalu mengangguk bersama dan masuk ke dalam, ["Baiklah, arigato, Shikamaru."]
.
Kyoto, Mount Sajikigatake
.
Beralih ke Sajikigatake, saat ini Minato dengan Shikaku dan Inoichi sama-sama berjalan di lorong markas besar dengan Ibiki yang ada di depan menuntun mereka ke suatu tempat yang tidak mereka ketahui. Mereka yang awalnya berusaha mencari anak-anak mereka terkejut ketika Ibiki datang mencari mereka dan menyuruh mereka untuk bertemu dengan presiden.
Mereka pun tentu menurut dan mengikuti Ibiki, apa lagi mereka sudah saling mengenal satu sama lain dulu, hingga akhirnya mereka memilih jalur yang berbeda.
"Tempat ini sungguh luar biasa, aku tidak menyangka President menyiapkan tempat seperti ini," gumam Minato sambil melihat sekelilingnya yang terdapat banyak baja besar yang di bangun di dalam gunung, "saat menjadi JSDF aku tidak tahu bahwa ada tempat seperti ini."
"Begitu juga denganku, aku tidak tahu bahwa President membangun tempat seperti ini," timpal Shikaku yang juga terkagum dengan markas yang mereka tempati saat ini. "Setelah kalian berhenti, Tuan President membangun tempat seperti ini secara rahasia, President membuat tempat ini untuk melindungi masyarakat di saat-saat membahayakan seperti Tsunami besar, perang, dan lain-lain, termasuk situasi seperti ini," jawab Ibiki.
"Dengan luar area sekitar 4.612 km2 serta kedalaman sekitar 1 kilometer, cukup untuk menampung banyak orang."
"Benar-benar luar biasa sekali," kagum Minato kembali.
"Jadi ada apa President memanggil kami, Ibiki?" tanya Inoichi memulai percakapan. "Aku juga tidak tahu, aku hanya di suruh memanggil kalian serta pembuat senjata terhebat baru-baru ini yaitu Azazel," jawab Ibiki membuat mereka sedikit tersentak.
"Menurut kalian, kenapa Tuan President mengumpulkan kami serta penemu senjata terhebat seperti Azazel?" tanya Minato sambil melihat ke arah Shikaku yang mengelus dagunya. "Mungkin saja Tuan President ingin meminta bantuan dari Azazel untuk membuat alat yang bisa di gunakan untuk menyelesaikan bencana ini, tapi aku tidak tahu apa hubungannya dengan kita yang di panggil," jawab Shikaku.
"Ah, benar juga! Ibiki-san, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu!" ujar Minato membuat Ibiki meliriknya. "Jika soal anak-anak kalian, aku minta maaf... Mereka belum ada di sini," jawab Ibiki membuat langkah mereka terhenti.
"A-Apa kau bilang?" tanya Minato dengan ekspresi tidak percaya, "kau pasti berbohong kan?"
"Aku benar-benar serius, Minato-san. Anak-anak kalian belum ada di sini, kemungkinan mereka ada di tempat yang aman dan ada kemungkinan juga mereka sudah...," gantung Ibiki dengan ekspresi tidak enak.
Mereka yang mendengar itu tidak mengeluarkan suara sedikit pun, "Maafkan aku, tapi aku mohon kalian tetap bersabar dan berdoa anak-anak kalian masih selamat, kemungkinan saja mereka bersembunyi di suatu tempat yang aman untuk bertahan hidup dan ada kemungkinan juga mereka tengah pergi mencari bantuan," ujar Ibiki.
"Bagaimana caranya? Mereka itu tidak memiliki senjata untuk melawan para makhluk mengerikan itu, bagaimana cara mereka mencari bantuan?" tanya Minato, "kalian bahkan tidak tahu di mana mereka saat ini!"
"Minato, tenanglah dulu!" ujar Shikaku berusaha menenangkan Minato, "apa yang di katakan oleh Ibiki itu benar, kita hanya bisa berharap mereka masih hidup dan bertahan di suatu tempat dari bencana ini."
Minato yang mendengar itu menggeram pelan, lalu mengatur emosinya untuk tenang, "Aku harap juga begitu," gumam Minato lirih. "Maafkan aku... Untuk sekarang, mari kita lanjutkan perjalanan kita untuk bertemu dengan President," ucap Ibiki kembali menuntun mereka untuk bertemu dengan President.
.
.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Dunia Modern, dimana Dunia sudah maju dengan teknologi canggih yang membantu peradaban manusia, namun karena saking canggihnya, para ilmuwan nekat membuat sesuatu yang berbahaya, namun saat melakukan tes terjadi kesalahan besar. Sesuatu yang berbahaya itu menyebar dengan cepat membuat panik orang-orang dan mereka harus melarikan diri untuk bertahan hidup, akankah peradaban manusia musnah sepenuhnya?
This Is The End the World?
Pair :
Naruto x ...
Sasuke x Sakura
Issei x Rias
Shikamaru x ...
Genre : Alternative Universe, Adventure, Fantasy, Horror, Tragedy, Mystery, Humor, Sci-Fi, Ecchi, Future.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, AU, Multichap, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru.
" Naruto " berbicara
" Naruto " batin
["Naruto."] bicara melalui walkie talkie
["Naruto."] balasan dari Walkie talkie.
.
Chapter 9 : Day 2 Survivor Part 2 .
.
.
Tsh!
Di sebuah ruangan khusus terdengar suara pintu otomatis yang terbuka dan memperlihatkan Minato, Shikaku, Inoichi serta Ibiki yang mulai memasuki ruangan tersebut, setelah masuk mereka bisa melihat para pimpinan berkumpul di sebuah meja bundar dan di sana terdapat Azazel yang duduk dengan tenang.
"Lapor! Saya sudah membawakan orang yang Anda minta tuan President!" ujar Ibiki sambil memberi hormat sesaat. "Arigato, Ibiki," balas Sang President lalu berdiri dari kursinya.
Minato, Shikaku dan Inoichi yang melihat itu langsung berdiri tegak sambil memberi penghormatan kepada President, "Selamat pagi, Tuan Presiden! Kami datang menerima panggilan Anda!" ujar mereka bersama.
"Tidak perlu terlalu formal, kalian sudah bukan lagi bagian dari JSDF jadi bersikaplah biasa saja, Minato, Shikaku, Inoichi," ujar sang President dengan senyum tipisnya. "Ta-Tapi...," gagap Minato ingin menolak karena derajatnya lebih tinggi dia, ia tidak mau di anggap kurang sopan.
"Anggap saja ini perintah dariku, dan panggil saja namaku."
"A-Ah, baiklah... Hiruzen-sama," jawab Minato menurunkan penghormatannya begitu juga dengan Shikaku dan Inoichi. "Begitu lebih baik, baiklah aku mulai dari awal... Aku ucapkan selamat datang di tempat rapat kami, Namikaze Minato, Nara Shikaku, Yamanaka Inoichi," sambut sang President.
"Ayo silah kan duduk, bersama Azazel-san." Mereka bertiga pun berjalan ke tempat Azazel duduk berada. Pria itu pun bangun saat mereka sudah dekat lalu menyalami mereka bertiga sambil saling memperkenalkan satu sama lain, "Salam kenal, Namikaze-san, Nara-san, Yamanaka-san, aku sudah mendengar banyak tentang kalian mohon bantuannya."
"Begitu juga dengan kami, Azazel-san," balas Minato mewakili Shikaku dan Inoichi lalu duduk di kursinya. "Baiklah... Sekarang mari kita mulai rapat tentang mengatasi masalah yang melanda kita saat ini," ucap sang President bernama Hiruzen.
"Mengatasinya? Bagaimana caranya?" tanya Inoichi penasaran. "Caranya? Tentu saja dengan alat ciptaan Azazel, dia adalah pencipta senjata terhebat bukan? Kami ingin dia membuatkan kami sesuatu yang langsung bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan efektif! Kau sudah tahu tentang dia bukan?! Kenapa kau bertanya lagi? Kau juga merupakan mantan dari JSDF yang hebatkan? Kenapa otakmu sungguh lambat memikirkan itu," jawab salah satu pemimpin membuat alis Inoichi berkedut kesal.
"Hey! Hey! Apa-apaan ini? Apakah ini cara meminta tolong? Kalian meminta bantuanku atau memaksaku bekerja untuk kalian?" tanya Azazel yang merasa tersinggung.
"Tolong jaga bahasamu, A-san!" ujar Hiruzen membentak sang pemimpin berbadan besar berotot dengan kulit hitam. Pemimpin bernama A yang mendengar itu melihat ke arah Hiruzen, "Tapi..."
"Kita saat ini berada dalam rapat, dan orang yang ada di depanmu adalah harapan terakhir kita, jadi jaga ucapanmu." A yang mendengar itu menggeram pelan sesaat lalu menenangkan dirinya, "maafkan atas ucapannya Inoichi-san, Azazel-san, dia memang seperti itu," ucap Hiruzen meminta maaf.
"Hah... Baiklah," jawab singkat Inoichi. "Aku bisa saja membuatkan kalian senjata untuk melawan mereka tapi aku sama sekali tidak tahu keterangan kemampuan serta kelemahan mereka, jika aku membuatnya sembarangan tanpa mengetahui kemampuan dan kelemahan mereka aku hanya akan membuang-buang tenaga," jawab Azazel sambil menyandarkan dirinya di kursi yang dia duduki
"Apa yang membuat kalian meminta Azazel-san untuk membuat alat? Apakah mereka tidak bisa di bunuh dengan senjata biasa?" tanya Shikaku.
"Dari laporan yang aku dapat ada beberapa Zombie yang bisa di bunuh, tetapi ada juga yang tidak, mereka memiliki bentuk yang sangat aneh, bahkan juga memiliki insting bertahan hidup dan menyerang," jawab Ibiki membuat semua melihat ke arahnya, "bahkan ada yang tidak bisa di bunuh walau sudah menggunakan Laser Plasma, Rocket Launcher, di bombardir oleh pesawat, bahkan di timpa reruntuhan," lanjut Ibiki.
"Salah satu pasukan dari divisi Falcon mengatakan bahwa ada tiga zombie yang tidak mempan dengan senjata-senjata itu, pertama Zombie dengan bentuk seperti kadal, mereka hanya bisa di lukai di kaki saja, dia tidak bisa di bunuh sedikit pun menggunakan senjata-senjata yang aku sebutkan karena memiliki sistem pertahanan tubuh yang kuat, kita hanya bisa melukai kakinya saja, tidak dengan kepala dan badannya," ucap Ibiki membaca data di tangannya.
"Lalu Zombie yang memiliki otot lengan yang besar dengan kekebalan tubuh yang luar biasa, walau zombie ini tertimpa reruntuhan sekalipun ia masih bisa hidup, tapi dari laporan pasukan lain yang menggunakan senjata iplasma, ia bisa di bunuh dengan menggunakan senjata itu, sementara senjata lain tidak," lanjut Ibiki lalu mengganti kertas di tangannya, "yang terakhir adalah Zombie yang memiliki mata satu di tengah kepala dengan enam tentakel yang bisa di gunakan menyerang serta melindungi kepalanya, zombie ini hampir mirip dengan seperti yang kadal serta zombie yang memiliki otot besar di lengannya, dan ia tak bisa di lukai dengan senjata-senjata yang aku sebutkan tadi."
"Yang benar saja," gumam Minato tidak percaya dengan laporan yang dia dengar, di timpa reruntuhan mereka masih bertahan? Makhluk macam apa itu. "Ternyata ada saja sesuatu yang merepotkan ya," gumam Shikaku sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Jadi ada beberapa dari mereka yang memiliki ketebalan melebihi tank baja ya, bahkan sampai ledakan Rocket Launcher, plasma tidak bisa melukai mereka, hmmm...," gumam Azazel sambil memikirkan alat apa yang harus dia buat jika begitu.
"Lalu apakah kalian sudah menemukan kelemahan atau apa pun dari mereka?" tanya Shikaku, "jika kalian ingin menyelesaikan masalah ini dan juga membunuh makhluk-makhluk itu, kita harus tahu dulu kelemahannya."
"Mengenai itu kami dapat beberapa keterangan bahwa beberapa Zombie jika tubuh mereka di tembaki akan pulih kembali, kecuali jika kita tembaki kepala mereka tepatnya di bagian otak maka mereka akan mati, lalu keterangan lainnya beberapa Zombie berbentuk aneh selalu mengeluarkan cairan hijau dan jika terkena cairan itu kita sudah menjadi bagian mereka dalam hitungan detik, berikutnya beberapa Zombie berbentuk aneh di bunuh, mereka mengeluarkan serangga dari mulut mereka dan mencari inang baru, bisa di bilang serangga-serangga ini adalah masalah utama bencana ini," jawab Ibiki membuat Shikaku mengelus dagunya.
"Apakah hanya zombie-zombie aneh saja yang mengeluarkan serangga itu?" tanya Shikaku kembali dan di jawab anggukkan oleh Ibiki, ia yang mendapat jawaban itu mengelus dagunya dan memikirkan informasi yang di berikan Ibiki kepada mereka, "aku rasa masalah utamanya bukan karena serangga itu."
"Apa maksud Anda, Shikaku-san?" tanya wanita berambut kuning panjang meminta penjelasan. "Bisa di bilang Virus ini merambat dengan 3 Cara, pertama melalui gigitan mereka, kedua serangga yang ada di mulut mereka serta cairan hijau yang keluar dari tubuh mereka. Masalah utama yang menyebabkan bencana ini adalah cairan hijau mereka, serangga yang ada di mulut mereka mengeluarkan cairan hijau yang langsung melapisi gigi mereka yang jika terkena gigitan maka kita akan menjadi bagian dari mereka begitu juga jika kita terkena cairan hijau itu sedikit pun," jawab Shikaku menjelaskan maksudnya bahwa masalah utama dari bencana ini adalah serangga serta cairan hijau yang di keluarkan ya.
"Walau serangga di dalam mereka di bunuh masih ada cairan hijau yang akan menyebarkan virus, sekarang kita hanya perlu mencari vaksin untuk mengetahui cairan hijau itu berisi apa dan cara mengatasi cairan hijau itu saat mengenai tubuh kita," lanjut Shikaku. "Souka... Kau benar sekali, jika hanya serangga mereka masih bisa di bunuh tetapi cairan hijau itu adalah masalah utamanya, karena jika terkena sedikit penyebarannya sudah seperti berkali lipat," gumam Minato menyetujui pemikiran Shikaku.
"Jadi sekarang kita harus mencari sampel cairan itu ya, tapi bagaimana caranya?" tanya salah satu pimpinan lain. "Kita hanya perlu membunuh satu zombie lalu mengambil semua cairan hijau di tubuhnya untuk di teliti, kita tidak boleh membawanya kemari karena bisa saja ada yang macam-macam dengan tubuhnya," jawab Shikaku membuat mereka mengangguk paham.
"Bagaimana Azazel? Apa kau sudah menemukan alat apa yang akan kau buat untuk membunuh mereka?" tanya salah satu pemimpin berambut cokelat bertanya pada Azazel yang masih terlihat berpikir. "ini cukup sulit, mereka memiliki ketebalan tubuh melebihi tank sekalipun, aku pernah membuat senjata dengan peluru ledak dan bisa menembus tank sekalipun, tapi aku tidak yakin itu bisa membunuh mereka," jawab Azazel sambil terus berpikir.
"Ka-Kau membuat senjata seperti itu? Luar biasa sekali, Azazel-san," kagum Minato. "Azazel bukankah kau pernah mendemonstrasikan senjatamu yang bisa membelah Baja sekali pun, bagaimana jika kau menggunakan material dari benda itu yang kau gabungkan dengan peluru ledakmu?" tanya Hiruzen membuat Azazel terdiam sesaat.
"Itu mungkin bisa di coba, tapi aku tidak bisa langsung membuat dalam jumlah banyak karena harus melakukan uji coba terlebih dahulu apakah berhasil atau tidak," jawab Azazel membuat Hiruzen mengangguk. "Baiklah, sekarang aku akan membagikan tugas untuk kalian berempat, Minato aku memberimu tugas untuk memilih beberapa pasukan terpilih yang akan menjadi penyerang khusus dengan senjata ciptaan Azazel, Shikaku kau akan menjadi pemimpin penyerangan pasukan yang di pilih oleh Minato, Inoichi kau akan menjadi pembawa pesan kepada seluruh pasukan khusus, sementara Azazel kau lakukan lah tugasmu, aku juga akan mengerahkan beberapa pasukan untuk mengambil sampel cairan mereka dan mengerahkan beberapa dokter serta ilmuwan terpilih untuk mencarikan vaksin."
"Apa kalian paham?" mereka berempat pun mengangguk paham, "Sampai semuanya siap, yang bisa kita lakukan hanya lah menahan mereka saja terlebih dahulu," lanjut Hiruzen lalu berdiri.
"Dengan begini rapat di tutup, pergilah dan lakukan tugas kalian!".
"Siap!"
Mereka berempat pun langsung bangun dan pergi dari ruangan tersebut, "Kau! Antarkan dia ke tempat khususnya!" ujar Ibiki menunjuk salah satu bawahannya untuk mengantarkan Azazel ke tempat khususnya.
"Siap! Komandan!" balasnya lalu menuntun Azazel ke arah yang berbeda, sementara Minato, Inoichi dan Shikaku mengikuti Ibiki. "Minato, ini adalah seluruh data Pasukan JSDF yang ada, pilihlah yang menurutmu terbaik," ujar Ibiki memberikan data pasukan kepada Ibiki.
"Ya, serahkan padaku," jawab Minato menerima data tersebut, "ayo kita selesaikan bencana ini bersama."
.
.
.
Naruto and Issei Side
10.00 AM
.
Kembali ke sisi, Naruto dan Issei, mereka saat ini tengah duduk di dalam mobil sambil bersiap untuk ke tujuan berikutnya, mereka telah selesai memasukkan sekitar 30 tabung cairan Nitrogen berukuran sedang serta 10 tabung Nitrogen Gas ke dalam gandengan truk yang ada di belakang mobil.
Naruto yang membawa Dual Vector serta Dual Revolvernya saat ini mengisi Equipment pada Dual Vectornya di mana dia memasang ia memasang Dual Tactical Scope, Suppresor, dengan Extended Mag dengan peluru biasa, sementara Issei dia menunggu Naruto karena ia sudah memasang Equipment pada senjatanya dengan M203, Scope Biometric Object Analyser ( BOA ) 3, Suppresor dan Extended Mag.
Setelah selesai, Naruto meletakkan senjatanya lalu menghembuskan nafasnya pelan, "Kau siap?" tanya Naruto dan mendapat anggukan kaku oleh Issei. "Ya... Aku siap," jawab Issei.
["Naruto, Issei aku membawa kabar untuk kalian."] Naruto dan Issei yang mendengar itu langsung merespons, ["Kabar apa?"] tanya Naruto.
["Aku baru saja selesai melakukan kombinasi program X-Ray Scaner Object Map ku dengan sistem Tactical Mode dan Thermal yang ada di salah satu Scope lalu aku masukkan program tersebut ke satelit, dengan begitu aku bisa melihat objek lebih jelas lagi dari sebelumnya,"] ujar Shikamaru membuat Naruto dan Issei terkejut.
["Benarkah?"] tanya Naruto. ["Yap, lalu kabar lainnya, aku tidak tahu apakah ini terdengar bagus untuk kalian atau tidak... tapi menurutku ini kabar tidak baik untuk kalian,"] jawab Shikamaru membuat Naruto menghembuskan nafasnya.
["Katakan saja."]
["Baiklah... Dengar, tempat penjualan senjata ilegal yang kalian tuju ternyata merupakan pusat penjualannya, lalu karena berkat bantuan Tactical Mode dan Thermal Mode aku bisa melihat bahwa yang menempati tempat tersebut adalah manusia-manusia biasa, dan orang-orang yang menempati tempat itu saat ini merupakan penjahat serta penjual ilegal yang paling di cari,"] ujar Shikamaru sambil terus mengotak atik hologramnya hingga memperlihatkan beberapa data orang.
["Deidara, dia adalah penjual ilegal paling di cari karena rakitan bomnya yang luar biasa membahayakan, dia menjual rakitan bomnya hampir ke seluruh dunia begitu juga para penjahat dunia, benar-benar kriminal yang di cari karena belum ada yang bisa menandingi rakitan bomnya. Berikutnya Sasori, penjual ilegal seperti Deidara namun yang dia rakit adalah senjata tembak, semua rakitan senjatanya tidak ada di dunia sekali pun dan di anggap mematikan, salah satu senjata buatannya berhasil di amankan di mana senjatanya menggunakan pasir besi berisi racun, sungguh gila...,"] gumam Shikamaru ketika membaca data orang-orang yang menempati tempat penjualan senjata ilegal yang akan di kunjungi Naruto dan Issei nanti.
["Berikutnya adalah Kakuzu, dia adalah penjahat yang bekerja sama dengan mereka, dia adalah penjahat paling di cari karena membunuh orang-orang terkenal dan mencari organnya lalu menjualnya dengan harga mahal, selanjutnya adalah Hidan, penjahat kelas atas yang sama seperti Kakuzu, dan ternyata mereka berdua adalah partner."]
["Berikutnya Kokabiel, penjahat paling di cari dengan banyak catatan kriminal di dunia, dia adalah penjahat yang menggunakan senjata-senjata ciptaan orang sebelumnya bisa di bilang dia mendemonstrasikannya kepada semua penjahat untuk membeli senjata-senjata itu, dia selalu berhasil kabur dari kejaran polisi karena ternyata mereka memiliki jalur gelap untuk melarikan diri. Yang terakhir adalah Zetsu, penjual senjata rakitan sama seperti Sasori dan ia juga yang bertugas mengantarkan serta mempromosikan kepada para penjahat dan orang yang menginginkan senjata mereka,"] lanjut Shikamaru sambil menyandarkan dirinya.
["Sementara tiga lagi adalah anak buah mereka dengan catatan kriminal kelas menengah."]
"Astaga... Bagaimana ini Naruto, mereka bukanlah orang sembarangan," gumam Issei dengan nyali makin ciut ketika mendengar itu. ["Arigato untuk informasinya, Shikamaru,"] ucap Naruto lalu menyalakan mobilnya dan pergi ke tempat tujuan tanpa perubahan rencana.
"O-Oi! Naruto?! Kau serius ingin melawan mereka?!" tanya Issei tidak percaya dengan Naruto karena dia benar-benar berani melawan penjahat kelas atas. "Ya, kau tidak perlu khawatir, aku sudah memiliki cara untuk menghadapi mereka," jawab Naruto lalu membelokkan mobilnya ke arah kanan. Setelah itu Naruto menambah kecepatan mobilnya sambil melewati berbagai mobil yang telah hancur karena bencana ini.
.
Sementara itu di tempat penjualan senjata Ilegal tepatnya di bagian bawah tanahnya, terlihat sembilan orang saat ini tengah bekerja merakit senjata, ada yang tengah santai menghitung uang dan ada juga yang tengah tiduran di sebuah sofa.
Di ruangan tersebut juga terdapat banyak senjata serta peluru-pelurunya, seorang pria dengan rambut merah yang merakit senjata menghentikan kegiatannya sesaat sambil tersenyum, "Aku tidak sabar senjata-senjata kita akan laku di tangan pemerintah karena bencana ini," gumamnya, "karyaku memang hebat."
"Justru karyaku lah yang akan paling di beli banyak, hm," balas pria berambut kuning tengah fokus merakit sebuah bom dengan bantuan seseorang di depannya, "karena karyaku lebih baik dari punyamu, Sasori, hm."
"Urusai, Deidara! Senjatamu itu hanya sekali pakai! Dasar maniac bom!" balas pria bernama Sasori tak mau kalah saing. "Kalian berdua diamlah sebelum aku bunuh!" bentak pria berambut klimis yang merasa terganggu dengan mereka.
"Ayo maju sini kau?!" teriak Deidara dan Sasori kompak sambil menyiapkan senjata mereka. "Kalian tenanglah begitu juga denganmu Hidan, senjata kalian pasti akan laku semua dengan harga mahal, dan akan selalu begitu," balas pria bercadar dengan sok bijak membuat pria di sampingnya bernama Hidan kesal.
"Itu karena kau hanya memikirkan uangnya saja kan rentenir?! Kau tidak memperdulikan kerja keras kami!"
"Uang is my life," balas Kakuzu lalu mencium uang di tangannya membuat mereka semua Sweatdrop. "Apa benar senjata-senjata kita ini akan laku? Mengingat catatan kriminal kita justru akan di tangkap," balas pria berambut hijau sambil melirik pria berambut hitam panjang yang tengah duduk sambil menyeringai kecil.
"Tentu saja mereka akan menginginkannya, mereka membutuhkan senjata yang di luar akal untuk mengatasi bencana ini, dengan begitu catatan kriminal kita juga akan di lepaskan dan kita akan mendapat kepercayaan dari President, dengan begitu kita bisa membunuhnya dari belakang dan dengan begitu, negeri ini akan menjadi milik kita," balas pria berambut tersebut.
"Pikiranmu jahat juga, Kokabiel-sama, tapi aku cukup ragu itu akan berhasil," gumam Pria berambut hijau membuatnya mendengus pelan. "Kita tidak akan tahu sebelum mencobanya, Zetsu."
.
Setelah beberapa menit perjalanan Naruto dan Issei pun sampai namun mereka sedikit menjauhkan mobil mereka dari lokasi penjualan senjata ilegal, "Sekarang bantu aku keluarkan empat tabung Gas Nitrogen serta satu yang cair dan ingat jangan menimbulkan suara," ucap Naruto sambil keluar dari mobil di ikuti Issei.
Issei pun bergerak ke gandengan truk yang mereka bawa dan mengeluarkan empat tabung gas nitrogen serta satu tabung cairan nitrogen sementara Naruto dia menyiapkan beberapa tabung gas pengusir serangga yang dia bawa, ["Shikamaru, berikan kami situasinya,"] pinta Naruto sambil melihat sekitar.
["Mereka semua masih di bawah tanah dan sepertinya mereka tengah membuat sesuatu, cara masuk ke lantai bawah saat kalian masuk dinding di depan kalian terdapat pintu rahasia, mungkin dengan sekali tembakan sudah cukup menghancurkannya,"] ucap Shikamaru melihat struktur bangunan tempat penjualan senjata ilegal itu.
["Dan Naruto ada 4 kamera CCTV masih aktif di sana, hancurkan semuanya."]
["Baiklah, terima kasih infonya Shikamaru,"] jawab Naruto singkat lalu membantu Issei membawa tambung gas Nitrogen serta cairan nitrogen ke dalam tempat penjualan senjata Ilegal, setelah masuk beberapa langkah, Naruto menyuruh Issei diam di belakangnya.
Ia langsung mengeluarkan satu pistol Revolvernya lalu menembak empat CCTV yang ada di sana lalu mengisi satu peluru ledak pada senjatanya, tak menunggu lama ia langsung saja menembak dinding yang di katakan oleh Shikamaru hingga meledak.
.
Kembali di bagian bawah tanah, mereka menghentikan kegiatan mereka ketika mendengar suara ledakan di sertai sebuah guncangan pelan, mereka pun saling memandang satu sama lain.
"Kau mendengar itu?" tanya Zetsu sambil menatap teman-temannya, "apakah ada yang datang?"
"Di situasi begini? Aku rasa mustahil... Itu paling hanya ledakan dari bom yang di lakukan oleh pasukan JSDF," balas Hidan, Kokabiel pun langsung mengotak-atik komputer di depannya dan terlihat gambaran buram saja.
"Hey, kau! Coba cek keluar apakah benar tempat ini terkena bom dari JSDF!" ujar Kokabiel memerintahkan satu anak buahnya untuk mengecek keluar, salah satu anak buah pun mengangguk lalu keluar dari ruangan tersebut sambil membawa sebuah senjata.
Begitu ia menutup pintu ruangan itu, ia perlahan berjalan ke ujung pintu keluar sambil menodongkan senjatanya, hingga sampai di tangga ia di kejutkan dengan Naruto yang tiba-tiba muncul.
Ia baru saja akan menembak Naruto, namun sayang Naruto lebih cepat menembaknya hingga membuatnya melayang karena tanpa ampun Naruto menembak bagian kepala serta dadanya. ["Aku ucapkan terima kasih lagi, Shikamaru,"] ucap Naruto lalu mengambil tabung-tabung gas nitrogennya, saat ia berhasil membuka pintu rahasia, ia mendapat laporan ada yang mendekati mereka. Tentu saja mereka langsung sembunyi dan Naruto juga memperhatikan gerakan orang tadi dengan menggunakan Tactical Scopenya.
Naruto dan Issei pun masuk secara perlahan ke dalam dan tak lupa ia juga menembak CCTV yang ada di sana, Naruto terus memantau menggunakan Scope senjatanya sambil berjalan perlahan dan tidak menimbulkan suara, saat sampai di depan pintu ia membuka satu tabung gas Nitrogen hingga mengeluarkan asap lalu mengarahkannya ke pintu.
Semua yang ada di ruangan melihat asap langsung terkejut, "Asap apa ini?!" kejut Zetsu sambil melihat ke arah pintu. "Ada yang datang! Semua siapkan senjata kalian!" perintah Kokabiel juga mengambil senjata M134 yang berukuran 2 kali lipat.
Sementara di luar Naruto mulai membuka tiga tabung gas hingga kumpulan asap semakin banyak, setelah itu Naruto pun mengambil sesuatu dari sakunya yang rupanya adalah flashbang, ia pun menarik pin benda tersebut lalu membuka pintunya dengan cepat sambil melempar flashbangnya.
Menggunakan pantulan dinding, Flashbang pun meledakkan cahaya sebelum mereka menembak membuat mereka menutup mata mereka karena silau, tak melewatkan kesempatan, Naruto melempar empat tabung gas pengusir serangga ke arah yang berbeda lalu menembaknya menggunakan Dual Vectornya.
Ke empat tabung gas pengusir serangga itu pun terkena peluru Naruto dan meledak membuat mereka menerima luka bakar, tak sampai di sana, Naruto dan Issei mendorong tiga tabung gas Nitrogen ke dalam hingga membuat suhu di dalam semakin dingin dan masuk ke dalam ruangan tersebut sambil bersembunyi di salah satu meja
"Issei, sesuai aba-abaku, lempar tabung cairan nitrogen ke arah mereka," ucap Naruto membuat Issei mengangguk dan menyiapkan cairan nitrogennya.
"K-Kuso!" teriak Kokabiel lalu menembak secara sembarangan ke arah pintu dan dinding, mereka berdua yang sembunyi hanya diam sambil melihat tembakan beruntun yang di arahkan ke pintu padahal mereka tidak ada di sana.
"Aku penasaran bagaimana bisa mereka menjadi penjahat yang paling di cari, jika mereka memang hebat harusnya mereka tidak mudah di kalahkan seperti ini," batin Naruto menyiapkan Flashbang kembali lalu menggelindingkannya melalui bawah meja.
Ting!
Kembali Flashbang tak terduga membutakan mereka, Naruto yang tahu itu berhasil memberi kode Issei, "Sekarang Issei!" ujar Naruto membuat Issei melempar tabung cairan nitrogen ke arah mereka, Naruto pun langsung keluar dan menembaknya bersama Issei.
Bhaatsh!
Tabung itu pun mengeluarkan cairan Nitrogennya hingga mengenai kulit, mata serta mulut mereka, "Aarrgh! Mataku!" teriak Zetsu.
"Phuwah! Apa ini!" teriak Hidan sambil meludahkan air nitrogen yang masuk ke mulutnya. "Kuso! Aku tak bisa melihat!" umpat Hidan sambil terus mengucek matanya.
"Uangku! Di mana uangku!" teriak Kakuzu sambil terus ke sana kemari. Naruto yang melihat itu sempat sweatdrop tapi ia langsung fokus lalu membunuh mereka satu persatu dengan Dual Vectornya, namun Kokabiel yang menyadari keberadaan mereka langsung menembaki tempat mereka.
"Issei! Menghindar!" perintah Naruto mendorong Issei menghindar sementara dirinya juga melompat ke sisi lain. Issei yang terdorong hingga jatuh ke lantai langsung menembak Kokabiel menggunakan M203 miliknya hingga berhasil membuat luka punggungnya.
Naruto yang melompat menggunakan dinding sebagai pijakan pun menembak Kokabiel dengan Dual Vectornya hingga mengenai tangan dan kakinya, "AARRRGHH!" teriak Kokabiel terjatuh karena merasakan sakit pada tangan dan kakinya, tak membiarkan dia melakukan serangan kembali, Naruto langsung menghajar tengkuknya hingga membuatnya pingsan.
"Maaf Oyaji, aku tidak akan membunuhmu karena aku membutuhkanmu," ucap Naruto mengisi ulang peluru senjatanya sambil melihat ke arah Hidan, Sasori, Deidara, Zetsu, Kakuzu, serta dua anak buah yang lainnya yang telah tergeletak tak bernyawa.
"Huft... Tidak aku sangka kita bisa selamat setelah melawan mereka," gumam Issei bernafas lega karena berpikir nyawanya akan melayang melawan penjahat-penjahat yang paling di cari. "Aku sudah bilang untuk tenang bukan," ucap Naruto lalu memeriksa sebuah brangkas yang ada di sana dan membukanya, di sana terlihat banyak cadangan peluru serta senjata tembak yang cukup aneh.
"Benar-benar pusat penjualan senjata Ilegal ya," gumam Naruto mencoba mengecek alat-alat di sana bersama Issei, ia yang melihat sebuah panah lipat di gantung mencoba mengambilnya dan mengayunkannya sedikit hingga panah tersebut mengembang.
Ia menatap teliti panah tersebut seperti panah biasanya, tapi kelenturan panah tersebut lebih mengerikan dari panah biasanya, ia pun melihat anak-anak panah yang di sediakan di samping panah dan terlihat sebuah panah dengan runcing yang sedikit lebih tebal, ia pun mencoba menggunakan satu anak panah tersebut dengan memanahnya keluar begitu anak panah tersebut membentur dinding, anak panah itu pun meledak.
"Hm, cukup menarik... Aku rasa anak panah ini sangat cocok untuk Koneko-chan," batin Naruto menatap anak panah di tangannya lalu melipatnya kembali, ia pun kembali mengecek senjata-senjata di sana hingga sebuah tabung kecil menarik perhatiannya dan di tempat kumpulan alat tersebut tertera nama Trip Mine.
["Shikamaru, apa kau tahu tentang Trip Mine?"] tanya Naruto melalui walkie talkienya. ["Trip Mine itu adalah sebuah bom tempel seperti C4 tapi benda itu menggunakan sensor yang jika ada yang mendekati benda itu akan meledakkan bomnya ke udara dalam jarak lingkup cukup luas,"] jawab Shikamaru membuat Naruto menggumam pelan.
"Issei, apa di sana ada sesuatu yang menarik?" tanya Naruto dan Issei menunjukkan dua buah bom di tangannya."Aku menemukan dua bom yang aneh, yang ini di beri nama Sticky Bom, sementara ini Cluster Grenade," ujar Issei sambil melihat dua benda di tangannya.
["Sticky Bom adalah Bom C4 tempel yang di lengkapi sensor begitu menempel, itu adalah Bom yang bagus di banding C4 lain yang masih menggunakan tombol. Sementara Cluster Grenade terlihat seperti Grenade biasanya, tetapi saat dia meledak dia akan mengeluarkan Grenade lain berukuran lebih kecil dan meledak kembali, jadi bisa di bilang itu adalah Grenade yang meledak secara berkali-kali."]
Naruto yang mendengar itu pun menatap benda di tangan Issei sesaat lalu ke kumpulan Bom yang ada di sebuah kardus berukuran sedang, "Yosh kita bawa ke tiga benda ini serta seluruh peluru yang kita butuhkan dan juga orang itu," ucap Naruto meletakkan Trip Mine di tangannya ke sebuah kardus yang berisi trip mine lainnya.
"Apa yang ingin kau lakukan padanya?" tanya Issei dan mendapat seringai dari Naruto yang membuat Issei merinding. "Tentu saja menjadikannya kelinci percobaan," jawab Naruto lalu melangkah keluar membawa benda-benda yang mereka cari.
Setelah butuh waktu cukup lama, semua peluru yang mereka butuh kan pun telah masuk ke dalam truk, tiga kardus besar berisi peluru Assault Riffle, tiga kardus besar berisi peluru senjata Sub Manchine Gun, tiga kardus besar berisi peluru Light Manchine Gun, tiga kardus besar berisi peluru Shotgun, serta membawa benda tambahan di antaranya dua puluh tas anak panah ledak serta panah biasa, tiga buah panah lipat, dua kardus sedang berisi Sticky Bom, dua kardus sedang berisi Trip Mine, dua kardus sedang berisi Cluster Grenade serta Kokabiel yang akan di jadikan kelinci percobaan.
Setelah semua masuk, mereka pun menguncinya pintu gandengan truk tersebut lalu masuk ke dalam mobil bersiap untuk kembali ke home base, setelah masuk Naruto pun menyalakan mobilnya lalu menjalankannya dengan tenang.
Issei yang sudah melewati sesuatu yang ia takutkan menghembuskan nafasnya, Naruto yang melihat itu sesaat membuka suaranya, "Kau lihat? Semua berjalan lancar bukan?" tanya Naruto membuat Issei meliriknya.
"Ya, kau benar... Kita berhasil, maaf aku meragukanmu padahal kita sudah sering bertugas," jawab Issei melihat ke arah lain, dirinya tidak menyangka bahwa semua rencana gila yang Naruto miliki membuahkan hasil yang sempurna, ia berpikir mereka akan mati, tapi ternyata tidak.
"Tidak masalah, bagi kalian ide-ideku itu di luar akal sehat jadi wajar saja kalian meragukannya," jawab Naruto santai. "Jadi... Kokabiel itu, akan kau jadikan kelinci percobaan apa?" tanya Issei tidak tahu rencana gila apa lagi yang akan di lakukan Naruto.
"kelinci percobaan untuk obat vaksin kita," jawab Naruto sambil terus melihat ke arah jalan, "setelah Shizuka-sensei menemukan hasil yang sempurna ada saatnya kita mencobanya saat kita terkena cairan hijau itu dan tentunya kita membutuhkan subjek percobaan, jadi yang harus menjadi kelinci percobaannya adalah dia."
Issei yang mendengar itu langsung paham, memang benar apa yang dia katakan, walau hasilnya sudah di temukan harus ada yang menjadi subjek percobaan apakah benar-benar telah sangat sempurna, dan tentu mereka tidak mau menjadi subjek percobaan karena bisa saja gagal dan berhasil, jadi yang mereka butuh kan adalah subjek percobaan.
Dan ternyata Naruto sudah menemukannya, ternyata apa yang Shikamaru katakan memang benar bahwa Naruto itu benar-benar orang yang sudah mempersiapkan segalanya.
Selama lima belas menit perjalanan, mereka pun sampai di rumah kembali dengan selamat, semua yanglihat itu menghentikan kegiatan mereka dan mendekati mobil Naruto yang membawa sesuatu kembali, Shikamaru yang sudah mengaktifkan Barrier kembali pun juga keluar dari rumah Naruto untuk melihat keadaan temannya itu.
Naruto yang baru saja keluar melihat Shikamaru mendekatinya langsung memeluk temannya itu dengan singkat, sebuah pelukan persahabatan yang erat. "Syukurlah kau baik-baik saja, Naruto," ucap Shikamaru sambil melihat Naruto dari atas sampai bawah yang tidak menerima luka sedikit pun.
"Aku sudah bilang bahwa aku akan kembali dengan selamat bukan? Aku pasti akan menepatinya," balas Naruto sambil tersenyum, setelah mengatakan itu harus tersentak ketika Kuroka dan Akeno tiba-tiba menerjangnya hingga membuatnya bersandar di mobilnya
"Naru-kun! Kau tidak apa bukan?"
"Apa ada yang terluka?"
"Apa kau terkena gigit zombie?"
"H-Hey, kalian tenang lah, aku baik-baik saja, aku tidak terluka atau pun melawan zombie kok, tenang saja," balas Naruto membuat mereka bernafas lega lalu memeluk Naruto erat, "tapi sebenarnya kami tadi melawan penjahat sih, tapi untungnya kami baik-baik saja."
"H-Huh?! Penjahat?!" kejut Semuanya, kecuali Shikamaru yang sudah tahu dan Issei yang ikut terlibat. "Kau benar-benar tidak terluka kan? Kau tidak terkena tembakan kan?!" panik Akeno dan Kuroka sambil mengecek setiap tubuh Naruto.
"N-Naruto-nii berhadapan dengan penjahat?! Apa Naruto-nii terluka?!" tanya Koneko mulai mendekati Naruto di ikuti Shizuka dan Arthruia. "Ka-Kau tidak apa-apa kan Naruto-kun? Apa ada yang terkena tembakan?" tanya Shizuka juga ikut mengecek tubuh Naruto.
"Apa kau baik-baik saja, Naruto-kun?" tanya Arthuria dengan wajah serius, sementara Naruto yang di kelilingi mereka merona memerah apa lagi merasakan setiap sentuhan mereka pada tubuhnya.
"A-Aku sudah bilang bahwa aku baik-baik saja, aku sudah lama bertugas jadi ghost Thief jadi tidak perlu khawatir," balas Naruto membuat mereka kembali menghembuskan nafasnya lega.
"Syukurlah kalau begitu."
"Shizuka-sensei, Sakura-chan aku sudah membawakan apa yang kalian butuh kan, dan aku membawakan kalian kelinci percobaan," ucap Naruto membuat semua yang di sana mengeluarkan tanda tanya besar. "Kelinci percobaan?" beo semuanya kecuali Issei.
.
Bruk!
Dengan sedikit kasar, Naruto menjatuhkan Kokabiel hingga tersadar dari pingsannya lalu menyeretnya dan menyandarkannya di dinding halaman, semua yang melihat itu tentu terkejut karena Naruto membawa seseorang di dalam gandengan truk dalam keadaan luka, apakah ini kelinci percobaannya itulah pikir mereka ketika melihat Kokabiel.
"Dia... Kokabiel!" gumam Sasuke dengan ekspresi terkejut.
"U-Ughh... I-Ini di mana?" lenguh Kokabiel
"Kalian bisa menggunakannya sebagai kelinci percobaan untuk obat kalian, dia adalah salah satu penjahat yang aku lawan bersama Issei, jadi lakukan lah sesuka kalian, tidak perlu sungkan," ujar Naruto membuat semua yang mendengar itu terkejut.
"Ka-Kau...," geram Kokabiel kepada Naruto, "akan aku buat kau membayar semua perbuatanmu itu!"
Dor!
Kokabiel seketika terdiam dengan wajah pucat ketiak di sampingnya terdapat sebuah lubang bekas tembakan, "Ara, maafkan aku... Aku tidak sengaja menekan pelatuk senjataku," ucap Arthuria dengan senyum manisnya di sertai Snipernya yang tertodong ke arahnya.
"Heh... Jadi orang ini yang ingin melukai Naruto-kun," gumam Akeno menyiapkan pistolnya. "Kau sepertinya mencari mati ya, Onsan?" tanya Kuroka menyiapkan Swordfish nya, Kokabiel yang melihat itu langsung ketakutan karena di matanya ia bisa melihat aura mengerikan dari mereka berdua.
"Apa kau ingin bertemu Shinigami?" tanya mereka berdua dan langsung mendapat pukulan pelan di kepala mereka. "Kalian jangan membunuhnya, kita masih membutuhkannya sebagai kelinci percobaan," ucap Naruto membentak ke dua temannya.
Akeno dan Kuroka yang di tahan tampak tidak suka padahal mereka berniat memberikan hukuman padanya, "Jika sudah selesai, terserah kalian mau di apa kan, aku tidak akan menahan kalian." Mendengar itu mereka berdua kembali menyeringai. "Fufufu, tidak sabarnya," gumam mereka kompak dengan mata menyala yang membuat Kokabiel semakin ketakutan.
"Lalu, Bagaimana hasil latihannya?" tanya Naruto sambil melihat ke arah Sasuke, dan yang lainnya. "Kami semua sudah mendapat bagian, dan kali ini kami berlatih menembak sasaran yang kecepatannya berbeda dari sebelumnya," jawab Sona mewakili semuanya.
"Ho, bagaimana denganmu, Arthuria-senpai?" tanya Naruto sambil melihat ke arah Arthuria. "Aku juga sudah selesai hingga papan sasarannya yang bergerak," jawab Arthuria membuat Naruto tersenyum. "Hoho, cukup cepat juga ya, kerja bagus Arthuria-senpai!" ucap Naruto sambil memberi jempol kepada Arthuria membuat pipinya merona.
"Lalu untuk Koneko-chan, aku punya sesuatu untukmu," ucap Naruto melempar panah lipat yang dia bawa ke arah Koneko dan langsung di tangkap olehnya, "mulai sekarang itu adalah Senjatamu, latihlah dirimu dengan itu dan ini adalah busur-busurmu," ucap Naruto sambil memberikan satu tas berisi anak panah kepada Koneko.
"Wahhh! Arigato Naruto-nii!" ujar Koneko sambil memeluk Naruto erat. "Untuk yang lainnya juga kerja bagus, lanjutkan latihan kalian sampai jam 1 Siang lalu beristirahatlah, karena setelah itu papan sasaran kalian kecepatannya akan lebih cepat lagi."
"Baik!"
Mereka pun melanjutkan latihan mereka menembak papan sasaran yang semakin cepat gerakannya dari sebelumnya, Naruto dan Issei mengeluarkan satu tabung cairan Nitrogen dan membawanya ke garasi di mana Sakura, dan Shizuka bekerja tentunya dengan bantuan Rossweisse, setelah itu lalu memindahkan semua barang yang mereka bawa ke garasi juga.
Sementara Shikamaru kembali memperbaiki alatnya untuk yang ke terakhir kalinya karena besok ia sudah bisa mengakses komputer di pusat menara BTS. Setelah semua barang di pindahkan Naruto pun kembali melanjutkan pemantauan latihannya serta mengajarkan Arthuria menembak dari ketinggian yang berbeda, sementara Issei telah tumbang beristirahat karena lelahnya memindahkan banyak barang sejak dari tempat penjualan senjata ilegal.
Setelah berjam-jam latihan akhirnya mereka pun beristirahat, dan selagi beristirahat Naruto menjelaskan papan sasaran yang akan mereka pelajari berikutnya serta kecepatannya yang berbeda dari yang mereka latih tadi dan kecepatan yang paling cepat adalah papan sasaran yang berbentuk Licker.
Kokabiel sebenarnya ingin sekali pergi tapi dari tempat itu, tapi ia sudah di ikat di pohon dan yang ia bisa lakukan hanyalah memberontak agar bisa kabur, tapi tetap saja hasilnya nihil.
Setelah cukup mengumpulkan energi, mereka pun melanjutkan latihan mereka dengan papan sasaran berbentuk Licker hingga membutuhkan waktu berjam-jam untuk berhasil mengatasi papan sasaran itu, selama berjam-jam itu juga Shizuka berusaha membuat formula yang pas untuk membunuh larva-larva ini terkadang di bantu Rossweisse kadang juga di bantu oleh Sakura jika latihannya dia sudah selesai.
Hari pun menjelang sore, dan mereka menghentikan latihan mereka, Shikamaru juga sudah selesai dengan urusan alatnya dan mereka saat ini sama-sama memereteli truk yang mereka curi saat mencari senjata serta bus sekolah.
Bagian pembersih salju pada truk di ambil dan di pasang di mobil Naruto dengan model di perbarui yaitu di tambahkan paku-paku runcing yang akan menghancurkan para Zombie begitu di tabrak, sementara bagian badan truk di ambil dan di tambali di truk yang lagi satu dengan kata lain mempertebal bagian badannya menjadi dua lapis.
Di bagian gandengan truk yang di mobil Naruto pun juga di pereteli dengan menyisakan bagian kecil yang berisi empat roda Double, mereka membuat itu untuk alas pemukul senjata Sakura jika para Zombie sudah dekat. Sementara sisanya di gabung dengan bagian gandengan truk lain sama seperti sebelumnya yaitu mempertebalnya.
Setelah bagian itu selesai, mereka pun memutuskan memberhentikan pekerjaan mereka dahulu, dan memutuskan untuk melanjutkannya nanti malam tentunya hanya para lelaki saja yang melanjutkan sisanya.
Para perempuan membersihkan tubuh mereka yang kotor karena membantu Naruto dan yang lain memereteli truk dan bus yang akan mereka bawa pergi nanti, sementara para lelaki tengah berkumpul di luar sambil memperhatikan truk yang hampir setengah jadi dari perbaruannya.
"Naruto, kau yakin memasang benda itu di mobilmu? Bukankah itu membuatnya menjadi berat?" tanya Chouji membuat Naruto mendengus pelan. "Mobilku sangat kuat karena bertenaga 8000 kuda, jadi mengangkat benda seperti itu bukanlah masalah," jawab Naruto sambil memandang mobil dodgenya yang semakin mengerikan dengan bagian depan berbentuk runcing karena benda yang biasanya di gunakan untuk membelah salju.
"Dengan begini apa pun yang menghalangi akan tersapu bersih."
"Besok aku sudah bisa merentas sistem komputer pusat menara BTS dan dengan begitu aku bisa mencari sinyal-sinyal menara yang aktif serta mencari tempat di mana semuanya berkumpul," gumam Shikamaru sambil menatap alat yang ada di tangannya lalu memasukkannya ke dalam saku.
"Hahh... Tidak sabarnya aku keluar dari neraka ini," gumam Issei sambil menghembuskan nafasnya, yang mereka perlukan saat ini hanya lah bersabar sedikit lagi. "Hn, bukan hanya kau Issei, tapi kita semua," timpal Sasuke sambil menatap datar truk mereka.
"Hoi! Kalian bocah brengsek!" teriak Kokabiel membuat mereka melihat ke arahnya, "cepat lepaskan aku dari ikatan ini?! Agar aku bisa membunuh kalian?!"
"Kau pikir kami mau melakukan itu? Mana ada orang melepaskan penjahat yang berniat membunuhnya?" balas Naruto sambil mendekati Kokabiel bersama yang lain. "Ghhh, kalian hanyalah membuat sesuatu yang sia-sia anak-anak seumuran kalian tidak akan bisa pergi dari tempat ini?! Kalian hanyalah akan menyetor nyawa kalian menjadi bagian dari mereka?!" balas Kokabiel membuatnya mendapat tendangan dari Sasuke.
"Kau terlalu berisik Oyaji, bukankan kau harusnya menyadari ucapanmu itu?" ucap Sasuke dengan wajah datar sambil menekan kepala Kokabiel menggunakan kakinya.
"Huh?! Apa kau bilang Gaki?!"
"Hah... Dengarkan aku Kokabiel-san," jeda Naruto sambil merendahkan tubuhnya, "kau bilang kami tidak bisa pergi dari tempat ini? Lalu bagaimana cara kami masih bisa bertahan sampai sekarang? Bahkan orang sepertimu kalah melawan anak kecil," lanjut Naruto membuat Kokabiel menggeram pelan.
"Naru-kun! Minna-san! Kalian sudah bisa membersihkan tubuh kalian, lalu ayo kita makan malam bersama!" ujar Kuroka keluar dari rumah Naruto hanya demi memberi kabar itu. "Kami hanya akan makan malam saja! Karena setelah itu kami akan melanjutkan pekerjaan kami, kalau begitu sampai jumpa, Kokabiel-san... Sebaiknya kau bersiap saja menjadi kelinci percobaan kami," balas Naruto lalu pergi meninggalkan Kokabiel di ikuti yang lainnya.
Kokabiel yang mendengar itu terdiam beberapa menit lalu menggeram marah karena merasa di permalukan oleh seorang yang lebih muda darinya. Naruto, Shikamaru, Chouji, Sasuke dan Issei yang sudah masuk ke dalam pun ikut makan malam bersama yang lain tapi tentu saja mereka duduk di tempat yang berbeda agar tidak membuat kotor para perempuan yang sudah bersih.
Tapi berbeda dengan Kuroka dan Akeno, mereka duduk di samping Naruto dan menyuapinya makan, tentu saja hal tersebut ternyata menjadi ajang mendapatkan hati Naruto, mereka dari awal berdebat siapa yang berhak menyuapinya hingga akhirnya ia memutuskan menerima suapan mereka berdua, dia tidak ingin teman masa kecilnya saling bermusuhan karena mereka sama-sama mencintai dirinya, jadi yang bisa ia lakukan adalah memperlakukan mereka dengan adil sambil menumbuhkan perasaannya apakah dia mencintai Akeno atau Kuroka atau keduanya.
Sambil menerima suapan mereka, Naruto pun mulai bertanya, "Bagaimana, Shizuka-sensei? Apakah kau sudah menemukan hasilnya?" tanya Naruto dan mendapatkan anggukkan pelan dari Shizuka. "Tinggal sedikit lagi, tinggal sedikit lagi hasilnya benar-benar sempurna, Naruto-kun," jawab Shizuka dengan senyum senang karena akhirnya masalah larva ini terselesaikan sebentar lagi.
"untuk saat ini masih ada tanda-tanda larva yang bertahan tapi tidak seperti sebelumnya, setelah ini aku akan menyempurnakannya."
"Arigato, Shizuka-sensei, mohon bantuannya," balas Naruto berterima kasih karena akhirnya vaksin untuk mengatasi larva-larva ini akan di dapat, "jika sudah, kau boleh melakukan percobaan dengan tubuh Kokabiel-san."
"Etto... Apakah itu tidak berlebihan?"
"Dia itu seorang penjahat yang paling di cari, kira tidsk bisa memberinya ampun karena bisa saja dia membunuh kita nanti, jadi lakukan saja," jawab Naruto dan di balas anggukkan kaku oleh Shizuka.
"Setelah ini, kalian beristirahatlah... Istirahatkan tubuh kalian, sementara kami akan melanjutkan pekerjaan kami hingga selesai," lanjut Naruto memberi arahan, "jika obatnya sudah di temukan panggil kami karena kami juga ingin melihat hasilnya."
"Naruto-san... Bukankah kau terlalu memaksakan dirimu?" tanya Irina menatap khawatir Naruto karena dia tahu Naruto lebih banyak mengeluarkan tenaga di banding yang lainnya dan seharusnya dia juga beristirahat dan bisa melanjutkannya besok. "Apa yang di katakannya benar Naruto-san, kau harusnya beristirahat," timpal Xenovia, walau pun baru mengenalnya beberapa hari tentu saja Xenovia khawatir dengan keadaannya sebagai sesama manusia.
"Pekerjaan itu bisa di kerjakan besok Naruto-san, sebaiknya kau mengistirahatkan tubuhmu itu," ujar Sona dan di balas anggukan oleh Tsubaki. "Na-Naruto-kun, beristirahatlah," pinta Hinata menatap khawatir Naruto.
"Hah... Terima kasih untuk kekhawatiran, tapi aku baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir," jawab Naruto sambil tersenyum, namun semua yang melihat itu sebenarnya masih khawatir dengan keadaannya.
.
Setelah selesai makan, para lelaki pun melanjutkan tugas mereka. Mereka mulai memereteli bagian badan bus, bagian badan bus kecuali bagian bawahnya di potong lalu di sambungkan dengan bagian gandengan truk, sebelum di las sepenuhnya, mereka memotong kembali bagian gandengan truk sesuai kaca jendela yang ada di bus bermaksud agar mereka yang ada di gandengan truk bisa melihat sekitarnya serta memasang pintu lain di sisi truk gandeng untuk memudahkan mereka masuk serta menjadi jalur darurat untuk kabur jika para Zombie menerobos pintu utama, setelah selesai barulah mereka mengelas bagian bus.
Para perempuan sebenarnya mau saja membantu, mereka tidak masalah jika harus kotor lagi karena mereka masih bisa membersihkan tubuh mereka serta pakaian mereka juga masih banyak, tapi para lelaki melarang mereka untuk ikut, jadi mereka hanya bisa melihat mereka dari belakang.
Baru satu jam bekerja mereka pun langsung mendapat panggilan dari Rossweisse yang mendatangi mereka, "Minna-san, Shizuka-sensei sudah menemukan hasilnya," ucap Rossweisse membuat semua langsung bergerak ke arah garasi, sementara Naruto ia menyeret Kokabiel ke arah Garasi untuk menjadi percobaan.
Dengan kasar ia pun melempar Kokabiel seperti benda lalu menyiapkan revolver hitamnya seandainya dia menjadi seorang zombie, "Lakukanlah, Shizuka-sensei," ucap Naruto dan di balas anggukkan olehnya yang menyiapkan suntikan berisi obat untuk membunuh larva-larva ini sementara Sakura memegang suntikan berisi cairan Hijau.
Kokabiel berusaha memberontak untuk kabur namun ia langsung di tahan oleh Naruto dan Sasuke yang menginjak tubuhnya, "Semuanya jaga jarak," ucap Naruto membuat semua mundur beberapa langkah memberi jarak. Sakura pun langsung menyuntikkan cairan hijau hingga mengenai kulit Kokabiel, bersamaan dengan itu Shizuka langsung menyuntikkan obat penemuannya hingga habis, Shizuka dan Sakuran pun langsung menjauh sementara Naruto menodongkan senjatanya ke arah kepala Kokabiel.
Semua terdiam sambil menunggu apa yang terjadi berikutnya, beberapa detik berikutnya cairan hijau yang ada di kulit Kokabiel berubah menjadi biru lalu mengikis kembali seperti semula, mereka masih menunggu apakah Kokabiel masih memiliki kesadaran manusianya atau tidak.
"Sasuke, pancing dia."
"Hoi! Oyaji! Kau masih hidup kan?" ujar Sasuke sambil menekan-nekan kepala Kokabiel dengan kakinya. "Gh! SINGKIRKAN KAKIMU DARI KEPALAKU GAKI?!" teriak Kokabiel marah.
Semua yang melihat itu tersenyum, ternyata obatnya bekerja, mereka pun langsung bersorak senang karena dengan begini mereka akan baik-baik saja jika terkena cairan hijau itu.
"Huft... Akhirnya selesai juga," gumam Shizuka bernafas lega. "Dengan begini... obat sudah selesai kita dapatkan, senjata juga sudah siap, kendaraan hampir siap dan yang terakhir kita butuh kan adalah informasi di mana semuanya berada," ucap Naruto ikut merasa senang karena sebentar lagi hari mereka bertahan akan selesai.
"Terima kasih atas bantuan kecilmu, Kokabiel-san... Tapi sayang sekali kau tidak akan ikut bersama kami," ucap Naruto menatap datar ke arah Kokabiel yang terus memberontak, "Shizuka-sensei, Rossweisse-sensei dan Sakura-chan kalian bisa beristirahat dengan tenang sekarang, kalian semua juga beristirahatlah," ucap lanjut Naruto sambil menyeret Kokabiel keluar dari garasinya lalu meletakkannya di mesin truk yang tak ada badan.
"Shikamaru, Sasuke buka gerbangnya, Issei matikan barriernya."
"Kau mau apa kan dia?" tanya Sasuke membuat Naruto meliriknya sesaat. "Memberinya sebuah pemakaman yang layak," jawab Naruto membuat Sasuke paham dengan maksud Naruto lalu membuka gerbangnya di bantu Shikamaru, Barrier rumahnya juga sudah di matikan oleh Issei.
Naruto pun menyalakan mesin truk tersebut lalu membawanya keluar, setelah keluar ia pun mengambil sebuah batu besar dan menatap datar ke arah Kokabiel, "Ne Kokabiel-san," panggil Naruto membuat Kokabiel menatap marah dirinya, tapi Naruto tidak takut dengan tatapan marah tersebut.
"Selamat tinggal," lanjut Naruto lalu menahan pedal gas truk tersebut dengan batu yang dia ambil membuat truk tersebut terus melaju hingga akhirnya menabrak sebuah rumah dan setelah di tabrak, Naruto menembaknya dengan Revolver Hitam membuat truk tersebut meledak dengan dahsyat bersama Kokabiel.
Naruto yang melihat itu hanya diam dengan ekspresi datarnya, "Wahai api... ku persembahkan jiwa yang kotor kepadamu, bakarlah tubuhnya dan tuntun jiwanya ke api yang lebih panas lagi, buat dia membalas segala dosa yang dia perbuat," ucap Naruto sambil menurunkan senjatanya.
"Latom."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Note : YEAAAAHHH! Saya kembali lagi?! Bagaimana menurut kalian cerita kali ini? Lebih banyak dari sebelumnya? Ini benar-benar di luar perkiraan saya.
Ok langsung saja, seperti yang kalian lihat di sini semua persiapan hampir siap dan mereka hanya tinggal membutuhkan informasi di mana semua berada. Lalu para penjahatnya mungkin terlihat absurd melawan Naruto, tapi Naruto lebih ahli di banding mereka karena dia sudah lebih banyak melawan orang-orang jahat jadi wajar saja.
Lalu di markas, empat orang terpilih sudah mendapatkan tugas mereka masing-masing, Minato bertugas memilih tentara yang menurutnya bagus untuk menjadi pasukan khusus pembunuh Zombie, Shikaku bertugas mengendalikan semua pasukan, Inoichi sebagai pembantu Shikaku menyampaikan arahan dan Azazel yang membuatkan senjata untuk pasukan pilih Naruto.
Siapa saja kah yang terpilih? Hoho lihat saja nanti.
Lalu alat Shikamaru, di hari ke tiga Chapter depan alat tersebut akhirnya dapat berfungsi penuh, apakah mereka akan meminta bantuan untuk datang ke tempat mereka atau mereka kesepakatan bertemu di satu tempat yaitu tempat penjemputan terakhir di Prefecture Tokyo, tentu saja mereka akan meminta tempat penjemputan di tempat lain dan mereka akan ke tempat tersebut dengan kendaraan yang sudah di perbarui.
Mereka hanya akan pergi menggunakan dua kendaraan, yaitu Satu mobil Naruto serta satu buah Truk yang di gunakan saat membawa barang-barang dari mall. Lalu senjata bom yang baru di miliki team Naruto, alat-alat itu akan berguna nanti, seperti apa? Hoho lihat saja nanti.
Berikutnya Tactical Scope sebuah Scope yang bisa menembus benda apa pun mau itu dinding atau apa pun itu, sementara Thermal adalah scope yang di gunakan untuk melihat suhu panas tubuh manusia.
Hmmm itu saja sih, saya tidak pandai banyak bicara jadi semoga kalian terhibur, sesuai perkataan saya, saya akan terus mengupdate fic ini hingga Ch 12, jaa~ saya 4kagiSetsu undur diri Jaa~ na!
4kagiSetsu Out
