Kamis, 30 Juli 2056

Kediaman Naruto

06.00 AM

.

Di waktu pagi matahari terbit, di sebuah kamar terdapat seorang perempuan yang tertidur bersama teman-temannya mulai bangun dengan perlahan tanpa membangunkan yang lainnya, ia melihat sekitarnya memastikan teman-temannya masih tertidur.

Setelah itu dia pun berjalan keluar kamar secara perlahan lalu melihat ke arah ruang tamu yang ada di lantai bawah, di sana ia bisa melihat Shikamaru, Chouji, Issei dan Sasuke yang tertidur nyenyak di sofa, melihat mereka yang tertidur lelap, perempuan itu pun melangkahkan kakinya ke kamar lain,

"Apa yang kau rencanakan, Teke-onna?" langkah perempuan itu seketika terhenti dan melihat ke arah kamar dia tempati, ia bisa melihat seorang perempuan berambut hitam menatapnya tidak suka.

"Ara, maaf membangunkanmu, Neko-onna. Aku hanya ingin ke kamar kekasihku dan membangunkannya," jawab perempuan yang tak lain adalah Akeno sambil tersenyum, perempuan yang di panggil Neko-onna yang tak lain adalah Kuroka mendengar itu berkedut alisnya.

"Dia itu bukan kekasihmu Teke-onna! Dia adalah kekasihku! Akulah yang akan membangunkannya!" ujar Kuroka melangkahkan kakinya ke kamar Naruto tapi di tahan oleh Akeno. "Dia juga bukan kekasihmu, Neko-onna! Aku lah yang akan membangunkannya lebih dulu!" balas Akeno, mereka pun sama-sama melempar tatapan tajam menandakan mereka sama-sama tidak mau mengalah.

"Lepaskan aku! Aku yang akan membangunkan Naruto-kun!"

"Akulah yang akan membangunkannya!"

Mereka berdua pun bersaing sambil saling menahan satu sama lain untuk pergi ke kamar Naruto, "Lepaskan aku! Teke-onna!" ujar Kuroka berusaha melepaskan tangan Akeno yang menahannya. "Justru kau lah yang melepaskanku, Neko-onna!" balas Akeno.

"Kau sebaiknya jangan berisik karena akan membangunkan yang lainnya!"

"Kau lah yang harusnya jangan berisik!"

Mereka terus bersaing dan berdebat hingga mereka sama-sama sampai di depan kamar Naruto, lalu secara bersamaan mereka pun membuka pintu Naruto dan persaingan mereka terhenti karena kamar itu kosong tidak ada siapa pun.

"Tidak ada orang...," gumam mereka sambil melihat sekitar kamar Naruto yang benar-benar tidak ada siapa pun di sana, "di mana Naruto-kun?" gumam Akeno dengan wajah kecewa karena tidak melihat Naruto di kamarnya.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" mereka berdua seketika terkejut ketika suara tiba-tiba terdengar di belakang mereka. Mereka berdua pun melihat sang pemilik suara yang tak lain adalah Naruto sendiri.

"Naruto-kun, kau sudah bangun."

"Tentu saja, aku tadi hanya berolahraga ringan saja di luar, sudah lama sekali aku tidak berolah raga," jawab Naruto membuat mereka terdiam karena apa yang di katakannya berbeda dengan keadaan tubuhnya yang kotor. "Tapi keadaan badanmu berbeda dengan apa yang kau bilang Naru-kun," balas Kuroka tidak percaya dengan perkataan Naruto.

"Ah, ini karena kemarin aku tidak membersihkan tubuhku, aku tidur di garasi setelah selesai memperbarui truk kita kemarin malam," jawab Naruto membuat mereka memasang wajah khawatir. "Apa kau bisa tidur di sana? Kenapa kau tidak langsung membersihkan badanmu dan tidur di sini?" tanya Akeno mendapat gelengan pelan darinya.

"Kau mau aku tidak bisa tidur? Karena dinginnya air di pagi subuh? Apa lagi aku sudah sangat kelelahan semalam," jawab Naruto, "maa sudahlah, sebaiknya kalian mandi dan membangunkan yang lainnya untuk membuat sarapan, aku juga akan membersihkan badanku dulu."

"Jika begitu kami..."

"Tidak," balas Naruto cepat lalu menutup pintunya dan menguncinya membuat kedua perempuan tersebut mengembungkan pipinya.

Naruto yang sudah sampai kamar mandinya membasuh wajahnya yang kotor lalu melihat ke arah cermin sambil berpegangan pada wastafelnya, kakinya bergetar pelan begitu juga tangannya, wajahnya juga tampak pucat dengan sedikit kantung mata, nafasnya juga tampak memburu.

"Hah... Hah... Tidak boleh... Aku tidak boleh tumbang sekarang... Masih ada yang harus aku kerjakan... Bertahanlah sedikit lagi, diriku," batin Naruto lalu membuka pakaiannya dan membersihkan tubuhnya.

Beberapa menit berlalu Naruto yang telah selesai mandi menuruni tangga dengan perlahan lalu berjalan ke arah dapur di mana ternyata terdapat Irina, Sakura dan Arthuria yang tengah memasak sarapan.

"Ah, Naruto-kun, Ohayo!" sapa Arthuria sambil tersenyum dan di balas anggukkan pelan dari Naruto, ia berjalan ke arah kulkas dan mengambil sebuah minuman lalu membukanya dan meminumnya hingga habis.

"Bagaimana pekerjaan kalian kemarin?" tanya Irina memulai topik pembicaraan dengan Naruto. "Fuah... Selesai sampai subuh, benar-benar melelahkan sekali," jawab Naruto meremas tempat minumannya hingga penyok lalu membuangnya ke tempat sampah.

"Benarkah? Kalau begitu terima kasih atas kerja kerasnya," ucap Arthuria dan di balas anggukan olehnya, Naruto pun melangkahkan kakinya pelan ke arah ruang tamu lalu membangunkan Shikamaru yang masih tertidur di sofa bersama yang lainnya

"Bangun, Shikamaru."

"H-Hah? Ada apa?" tanya Shikamaru setengah sadar. "Berikan alatmu, sudah saatnya kita memasangnya agar kita dengan cepat bisa menemukan di mana semuanya berada," ucap Naruto membuat Shikamaru yang setengah sadar menguap lalu mengucek matanya.

"Se pagi ini?"

"Ini sudah setengah tujuh, baka. Lebih cepat lebih baik bukan."

Shikamaru yang mendengar itu menguap kembali lalu mengambil alatnya yang ada di sakunya dan memberikannya kepada Naruto, "Apa kau akan pergi sendiri?" tanya Shikamaru sambil mengaktifkan chipnya hingga memperlihatkan layar hologramnya. "Ya... aku akan pergi sendiri, lagi pula ini hanya tinggal memasangnya saja dan kita tidak membutuhkan apa pun lagi," jawab Naruto sambil memasukkan alatnya ke sakunya.

"Kalian juga ayo bangun, ini sudah pagi!" ucap Naruto memukul Sofanya hingga membuat Sasuke, Chouji dan Issei terbangun dari tidur mereka. "Hnggghhh... Ada apa?" tanya Issei sambil mengucek matanya.

"Ini sudah pagi dan akan jam sarapan, ayo bangun dan bersihkan tubuh kalian," ucap Naruto sambil mematikan Barrier rumahnya lalu berjalan keluar menuju gerbangnya. "Kau mau ke mana, Dobe?" tanya Sasuke yang sudah mendapat kesadaran dari bangun tidurnya.

"Memasang alat Shikamaru sendirian, tidak perlu khawatir, lagi pula setelah memasang ini aku akan kembali," jawab Naruto sambil terus melanjutkan langkahnya keluar ke arah gerbang rumahnya lalu membukanya, setelah itu Naruto berjalan ke arah mobil dodgenya yang sudah selesai di perbarui kemarin dan menyalakan mesinnya.

Bruum!

Mesin mobil Naruto pun menyala dan langsung melaju ke arah menara BTS yang biasa ia cari, Shikamaru yang melihat Naruto sudah keluar pun menyuruh Chouji untuk menghidupkan Barrier rumah Naruto kembali lalu memantau Naruto serta bersiap untuk mengaktifkan alatnya.

Beralih ke arah Naruto, saat ini dia menjalankan mobilnya dengan tenang serta mengatur nafasnya yang memburu, ia menggelengkan kepalanya pelan lalu menyentuh kepalanya yang terasa berat.

"Masih belum... Bertahanlah sedikit lagi, diriku... Kau tidak boleh tumbang sekarang."

.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Dunia Modern, dimana Dunia sudah maju dengan teknologi canggih yang membantu peradaban manusia, namun karena saking canggihnya, para ilmuwan nekat membuat sesuatu yang berbahaya, namun saat melakukan tes terjadi kesalahan besar. Sesuatu yang berbahaya itu menyebar dengan cepat membuat panik orang-orang dan mereka harus melarikan diri untuk bertahan hidup, akankah peradaban manusia musnah sepenuhnya?

This Is The End the World?

Pair :

Naruto x ...

Sasuke x Sakura

Issei x Rias

Shikamaru x ...

Genre : Alternative Universe, Adventure, Fantasy, Horror, Tragedy, Mystery, Humor, Sci-Fi, Ecchi, Future.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, AU, Multichap, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru.

" Naruto " berbicara

" Naruto " batin

["Naruto."] bicara melalui walkie talkie

["Naruto."] balasan dari Walkie talkie.

.

Chapter 10 : Day 3 Survivor Part 1 .

.

.

.

Setelah beberapa menit perjalanan, Naruto pun sampai di tempat menara BTS dan menyiapkan alat Shikamaru pada pistol yang biasa dia gunakan untuk menembakkan alat Shikamaru yang bisa mematikan kendaraan polisi. Setelah siap dia pun keluar dan menuju mesin kontrol menara BTS dan menembakkan alat Shikamaru hingga menempel dan aktif.

["Sudah terpasang, Shikamaru."]

Beralih ke kediaman Naruto, Shikamaru pun langsung mengaktifkan alatnya dan terlihat gambaran komputer-komputer yang ada di gedung di samping menara BTS mulai pada tersambung, ["Aku sudah tersambung Naruto, kau kembalilah sekarang,"] ucap Shikamaru lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

Issei dan Chouji yang melihat itu tersenyum senang karena alat Shikamaru telah bekerja, sementara Sasuke saat ini tengah membersihkan tubuhnya duluan, semua yang ada di rumah Naruto pun juga langsung merapat ke arah Shikamaru karena dia berkata alatnya telah berhasil tersambung.

"Shikamaru, apakah benar ini tersambung?" tanya Sakura dan di jawab anggukkan olehnya. "Ya, dengan begini kita bisa menemukan tempat di mana keluarga kita berada," jawab Shikamaru membuat mereka tersenyum senang serta bernafas lega.

Komputer-komputer yang ada di dalam gedung pun langsung aktif dan layar mereka memunculkan kode-kode yang sangat aneh dalam jumlah banyak. Naruto yang mendengar itu tersenyum senang lalu berjalan ke mobilnya lalu memutar balik menuju rumahnya.

"Baiklah... Saatnya mencari di mana kalian berada," gumam Shikamaru mengotak-atik hologramnya kembali. Sistem hacking Shikamaru yang hanya bisa sebatas kota Tokyo pun langsung meluas dengan cepat hingga mendapat sinyal tambahan dari Chiba, Nagoya, Nagano dan terus meluas hingga akhirnya sampai ke seluruh Jepang.

Setelah itu Shikamaru pun kembali mengotak-atik hologramnya dengan cepat hingga rekaman waktu itu di mana pesawat Ark menghilang karena jaringan terbatas pun berlanjut dan mereka berhenti di sebuah pegunungan yang ada di Kyoto.

"Pegunungan Sajikigatake? Jadi mereka di sana," gumam Shikamaru lalu mencoba melakukan X-Ray Object miliknya dan benar saja banyak sekali orang di pegunungan tersebut, "ternyata mereka benar-benar ada di sini."

["Shikamaru, bisakah kau mematikan barriernya, aku sudah sampai."]

Shikamaru yang melupakan Naruto menepuk jidatnya sesaat, ["Ah, Gomen Naruto... Aku terlalu fokus mencari lokasi di mana keluarga kita berada tadi,"] ucap Shikamaru lalu memberi kode untuk mematikan barrier agar Naruto bisa masuk.

Issei pun mematikan sistem Barrier rumah Naruto membuatnya bisa masuk ke dalam lalu menutup gerbang rumahnya dan berjalan ke dalam rumah dengan pelan di sertai nafas memburu, setelah Naruto masuk Issei kembali mengaktifkan barriernya kaku duduk kembali di Sofanya.

"Jadi bagaimana?" tanya Naruto yang sudah masuk ke dalam, semua pun memberinya ruang agar bisa duduk di samping Shikamaru. "Sudah ketemu, dan mereka ada di gunung Sajikigatake, Kyoto," jawab Shikamaru menunjukkan gambaran di mana semua masyarakat berkumpul.

"Kyoto ya...," gumam Naruto.

"Sekarang aku akan mengakses jaringan mereka untuk memberitahu mereka bahwa masih ada yang selamat di kota Tokyo," ucap Shikamaru menekan-nekan tombol hologramnya dengan cepat.

.

Kyoto, Mount Sajikigatake

.

Sementara itu di dalam gunung Sajikigatake, Minato tengah mengatur pasukan terpilihnya dari ribuan pasukan JSDF, serta Shikaku yang melakukan persiapan penyerangan karena Alat Azazel telah berhasil di mana dia membuat peluru ledak seperti yang dia buat sebelumnya tetapi dengan bahan yang lebih kuat seperti sebuah pedang yang dia buat sebelumnya di mana pedang tersebut bisa membelah baja terkuat sekalipun.

Inoichi yang ada di sistem pengirim pesan serta akan mengirimkan kode sandi pada setiap pasukan tersentak ketika mendengar sebuah pesan kode.

"Shikaku! Kita mendapat pesan S.O.S dari Tokyo!" ujar Inoichi membuat semua tersentak karena mereka sudah mendapat kabar bahwa Tokyo sudah lumpuh dan di penuhi Zombie jika ada pesan tersebut itu artinya masih ada yang hidup.

"Dari siapa?!" tanya Shikaku sambil mendekatinya. "Kode ini dari... Ghost Thief?!" jawab Inoichi kembali membuat semua terkejut, pencuri yang di anggap penyelamat oleh masyarakat masih ada di Tokyo. "dan mereka saat ini menghubungi kita," lanjut Inoichi mengatur mesin komputer di depannya dan tak lama setelah itu layar di sana pun memperlihatkan gambaran Shikamaru, Naruto dan yang lainnya.

["Ho, akhirnya tersambung juga,"]

Semua yang melihat itu tentu terkejut, bahwa pesan S.O.S serta panggilan dari Ghost Thief merupakan kumpulan anak-anak muda, mereka bagaikan mendengar sebuah lelucon.

"Sh-Shikamaru!" kejut Shikaku, Inoichi yang melihat putrinya juga ada di sana terkejut. "I-Ino," gumam Inoichi.

["Yo, Tou-san, bagaimana kabarmu?"] tanya Shikamaru membuat Shikaku menitikkan air matanya. "Tentu saja aku baik-baik saja!" jawab Shikaku setengah berteriak.

"Ternyata kalian masih selamat, syukurlah."

"I-Ino," gumam Inoichi ketika melihat putrinya baik-baik saja. "O-Ohayo, Tou-chan," sapa Ino sambil tersenyum lirih kepada ayahnya.

"Apa maksudnya ini? Kenapa Ghost Thief hanyalah kumpulan anak muda? Ini pasti lelucon bukan?" ucap salah satu tentara yang ikut di bagian navigasi bersama Inoichi. ["Tidak... Ini bukanlah, lelucon,"] jawab Naruto sambil menunjukkan topeng Fox yang dia selalu gunakan untuk bertugas.

"I-Itu..."

"Topeng yang selalu di gunakan Ghost Thief."

"Salah satu dari kalian cepat panggilkan Minato!" ucap Shikaku namun di tahan oleh Naruto. ["Tunggu sebentar, Shikaku-jii-san,"] cegat Naruto membuat mereka melihat ke arahnya.

["Apakah para pemimpin termasuk Presiden ada di sana?"]

"Ya, semuanya ada di sini," jawab Shikaku dan di balas anggukkan oleh Naruto. ["Jika begitu, bisakah kau kumpulkan semuanya? Mulai dari dokter, ilmuwan pasukan-pasukan tertinggi, serta polisi-plosi dengan jabatan tinggi, kami memiliki informasi penting untuk mengatasi bencana ini."]

.

.

Tap! Tap!

Di sisi Minato, saat ini dia berlari secepat mungkin bersama pasukan terpilihnya ke sebuah tempat yang luas di mana seluruh pasukan JSDF yang tidak bertugas di kumpulkan, di sertai para ilmuwan serta dokter-dokter. Para pemimpin juga sudah berkumpul di tempat khusus mereka.

Minato yang sudah sampai depan melihat ke arah Shikaku, Azazel dan Inoichi yang berdiri di samping tempat para pemimpin Jepang langsung mendekati mereka, "Shikaku, kau bilang Naruto mengirim pesan S.O.S serta menghubungi kemari, apa itu benar?" tanya Minato sambil mengguncang bahu Shikaku pelan.

"Ya, itu benar... Dan apa kau sudah tahu bahwa putramu itu adalah salah satu dari Ghost Thief?" tanya Shikaku membuat Minato terkejut. "A-Apa?! A-Aku tidak tahu soal itu?!" jawab Minato tidak percaya bahwa putranya ternyata adalah si Ghost Thief.

"Aku juga tidak percaya," balas Shikaku lalu menyerahkan Mic Wireless berbentuk Headset kepada Minato, "gunakan itu agar kau juga bisa berbicara dengan putramu."

"Kenapa kalian mengumpulkan orang sebanyak ini?" tanya A kepada Shikaku dan Inoichi. "Kami mendapat pesan S.O.S di Kota Tokyo serta panggilan dari kelompok yang terkenal di akhir-akhir ini, dan mereka adalah Ghost Thief, mereka meminta kami mengumpulkan kalian karena memiliki informasi dan akan membagikannya dengan kita," ucap Shikaku membuat keadaan ricuh karena tidak menyangka masih ada yang bertahan di Tokyo terlebih itu adalah Ghost Thief yang terkenal.

Hiruzen yang mendengar itu pun melirik ke arah Shikaku, "Sambungkan, Shikaku-san." Shikaku yang mendengar itu pun mengangguk lalu meminta operator untuk menyambungkannya. Tak lama setelah itu layar besar di depan mereka pun memunculkan gambaran Naruto dan yang lainnya.

Semua yang melihat itu tentu terkejut karena Ghost Thief merupakan kumpulan anak-anak muda. ["Wow, cukup banyak juga ya,"] gumam Naruto ketika melihat banyaknya orang di depan layarnya.

Minato yang melihat putranya baik-baik saja meneteskan air matanya, ["Naruto... Kau baik-baik saja nak?"] tanya Minato membuat semua semakin terkejut karena putra Minato adalah salah satu dari Ghost Thief.

["Ya... Aku baik-baik saja, Tou-chan,"] jawab Naruto sambil tersenyum, para perempuan mau itu tentara, polisi, dokter dan ilmuwan merona memerah bahkan berteriak gaje ketika melihat senyuman Naruto, beberapa lelaki di sana yang melihat itu ada yang mengumpat sekaligus kagum bahwa anak seumuran Naruto berani membuat sesuatu yang nekat seperti mencuri uang-uang beberapa pemerintah.

"Waw, aku tidak menyangka putramu itu benar-benar memiliki nyali yang besar, Minato-san," ucap Azazel, ["Sungguh tidak di sangka seorang pencuri yang di anggap sebagai penjahat oleh beberapa pemimpin dan di anggap pahlawan oleh masyarakat adalah kumpulan anak kecil dengan nyali yang luar biasa, aku sangat tersanjung bisa berhadapan dengan kalian secara langsung,"] ucap Azazel sambil membungkukkan badannya sesaat.

["Kau... Azazel sang pencipta senjata terhebat itu?!"] seru Shikamaru membuat Azazel mengangkat badannya. ["Benar sekali,"] jawab Azazel.

["Kami juga sangat tersanjung bisa berhadapan dengan anda, Azazel-san... Dan kami ingin mengucapkan terima kasih sekaligus maaf kepada anda karena saat ini senjata-senjata yang akan ada Publikasikan berada di tangan kami,"] ucap Naruto menunjukkan pistol di tangannya membuat semua tidak percaya dengan hal tersebut, bahkan Azazel sekali pun.

["Tapi brangkas senjata itu tidak bisa di buka sedikit pun karena sistem keamanannya yang susah?"]

["Jika tidak bisa di buka, maka harus di buka paksa bukan?"] Azazel yang mendengar itu menggumam pelan dan mengangguk pelan karena Naruto ada benarnya.

Brak!

["Lelucon macam apa ini?! Kenapa kumpulan Ghost Thief hanyalah anak-anak kecil?! Jangan bercanda?!"] ujar A kesal sambil memukul meja di depannya, situasi seketika hening begitu mendengar amarah A. Naruto pun menghembuskan nafasnya lalu menunjukkan topeng Fox nya kembali yang membuat suasana semakin ricuh karena bukti dari topeng tersebut.

["Apakah ini sudah menjadi bukti? Atau Anda mau bukti lainnya?"] tanya Naruto bersikap santai, ["Jika kalian menganggap kami semua adalah Ghost Thief, Anda salah... hanya kami berempatlah yang menjadi Ghost Thief,"] lanjut Naruto sambil menunjuk dirinya, Shikamaru, Sasuke dan Issei.

Fugaku yang ada di sana terkejut bukan main bahwa putranya ternyata adalah salah satu dari Ghost Thief, di saat dia sibuk mencari mereka ternyata mereka sudah ada di dekatnya bahkan di sampingnya.

["Ghhh... Lelucon macam apa ini... Kalian pasti berbohong."]

Tak lama setelah itu salah satu pasukan datang dan memberikan laporan kepada Inoichi, ["Dia tidak berbohong, dari analisis penyesuaian topeng, topengnya itu memang asli yang selalu di gunakan oleh Fox dari Ghost Thief,"] ucap Inoichi menunjukkan kertas di tangannya bahwa analisisnya sama dan cocok.

Semua yang mendengar itu tidak tahu harus terkejut berapa kali, ternyata Ghost Thief memanglah kumpulan anak muda dengan nyali yang benar-benar gila. "Hmmm, anak muda yang menarik," gumam Perempuan berambut kuning yang duduk bersama pemimpin lain sambil menjilati bibirnya.

["Baiklah kita hentikan pembahasan itu saat ini, jadi Informasi apa yang ingin kalian beritahu kepada kami?"] tanya Hiruzen membuat Naruto dan yang lain terdiam sesaat lalu membungkukkan badan mereka. ["Sebelum itu, kami meminta Maaf atas ketidaksopan kami dari awal, tuan President,"] ucap Naruto mewakili dirinya serta teman-temannya.

["Kami sampai lupa bahwa kami tengah berbicara di depan Anda, kami benar-benar minta maaf... begitu juga kami meminta maaf atas perbuatan yang kami lakukan selama ini."]

Semua di buat terdiam dengan hal itu, mereka mungkin anak-anak tapi mereka masih mengingat sopan santun, sangat jarang ada anak seperti mereka.

Sang President yang mendengar itu menghembuskan nafasnya pelan, ["Tidak apa... Aku sudah tahu kenapa kalian melakukan itu, aku justru berterima kasih kepada kalian, wahai pahlawan masyarakat."]

Naruto, Shikamaru, Issei dan Sasuke yang mendengar itu pun mengangkat badan mereka kembali, ["Lalu laporan kalian?"] tanya Hiruzen kembali.

["Baiklah, pertama kami akan memberitahukan secara detail mengenai Zombie-zombie yang akan kita hadapi,"] ucap Naruto lalu melirik ke arah Shikamaru.["Kami sudah membagi setiap Zombie yang ada, di mana mereka memiliki dua Kategori, yang pertama adalah Zombie Biasa dan juga Mutant Zombie... Kami juga sudah memberikan nama kepada mereka agar kalian bisa memberikan peringatan satu sama lain dengan mudah,"]ucap Shikamaru melanjutkan pembicaraan.

["Mutant Zombie?"] tanya salah satu pemimpin perempuan bertanya dengan tatapan kebingungan.["Mutant Zombie adalah mereka yang memiliki bentuk-bentuk aneh, pertama adalah Tenta Z mereka adalah Zombie dengan tentakel yang keluar dari mulut mereka serta punggung mereka, setiap tentakel yang mereka miliki adalah versi mereka jika tentakel mereka ada empat maka mereka adalah Versi ke empat, berikutnya Wennoz, Zombie yang memiliki senjata di tangan mereka mulai dari berbentuk senjata tajam maupun cakar yang panjang,"] ucap Shikamaru sambil memberikan gambaran bentuk zombie serta namanya.

["Berikutnya Charge, mereka memiliki bentuk tubuh besar dengan satu lengan besar, kemampuan Zombie ini adalah menyeruduk lalu membanting targetnya hingga mati, selanjutnya Spritter, Zombie ini memiliki ukuran seperti Zombie biasa tapi mulutnya terbuka lebar dengan cairan Hijau selalu keluar dari mulutnya, berikutnya adalah Bomber, Zombie berbadan gendut yang bisa meledakkan cairan Hijau yang merupakan masalah utama bencana ini, jika kalian menemui Zombie ini serta Spritter, bunuh mereka dari jauh,"] ucap Naruto melanjutkan penjelasan Shikamaru.

["Lalu, Tanker...,"] gantung Naruto memperlihatkan gambaran Zombie Tanker["Zombie ini berbentuk seperti kingkong, dia sangat susah di bunuh karena memiliki ketebalan tubuh yang luar biasa, saya sempat membunuh Zombie ini menggunakan sistem keamanan kota yaitu senjata tebakan serbu serta meriam yang di tembak secara berkali-kali."]

["Maaf menyela, tapi dari laporan beberapa tentara Zombie ini masih bisa bergerak walau jika di tembaki RPG bahkan dengan peluru tank sekali pun,"] ucap Ibiki memberikan laporan yang dia dapat. ["Souka? Jadi dia sudah semakin kuat ya, jika begitu kita gunakan laporan kalian mengenai Zombie ini,"] jawab Shikamaru karena memang data mengenai Zombie ini sudah lewat beberapa hari, jika memang ada laporan yang berbeda pasti kekuatan mereka meningkat.

["Berikutnya adalah Cyclops, Zombie berbentuk mengerikan ini tidak bisa di bunuh dengan mudah karena memiliki insting menyerang serta bertahan, dan terakhir adalah Licker, zombie berbentuk kadal ini sama seperti Cyclops, namun ketebalan tubuhnya lebih besar di banding Cyclops,"] ucap Naruto mengakhiri penjelasannya.

["Saya akan mengirimkan data-data zombie ini kepada kalian,"] ucap Shikamaru lalu mengirimkan data para Zombie kepada markas, ["kalian pasti sudah tahu tentang cara membunuh Zombie-zombie ini bukan?"]

["Ya, kami sudah tahu caranya Shikamaru, tetapi yang menjadi masalah adalah tiga zombie itu,"] jawab Shikaku yang di balas anggukkan pelan oleh Shikamaru. ["Berikutnya adalah masalah cairan hijau serta serangga yang ada di setiap Mutant zombie, kalian juga sudah tahu mengenai itu?"] tanya Shikamaru kembali dan di balas anggukkan oleh mereka.

["Jangan pernah sekali pun bersentuhan dengan cairan hijau itu atau pun tergigit oleh serangga yang keluar dari Mutant zombie, jika kalian terkena atau pun tergigit oleh mereka, maka kalian akan menjadi bagian dari mereka,"] peringat Shikamaru kembali, ["selain itu kami sudah mendapat informasi mengenai cairan hijau ini serta membuat obat pencegah ketika terkena cairan hijau ini."]

Semua yang mendengar itu semakin terkejut karena anak-anak muda seperti mereka berhasil menemukan obat pencegah ya ketika terkena cairan hijau mereka, salah satu pemimpin yang tampak tua mendengar itu memastikan kembali, ["Benarkah, anak muda?"] tanyanya dan di balas anggukkan oleh Shikamaru.

["Untuk lebih jelasnya, kami akan membiarkan guru UKS kami yang menemukan obat penawarnya menjelaskannya kepada kalian,"] ucap Shikamaru menyingkir lalu membiarkan Shikamaru berbicara kepada mereka semua. ["Nama saya, Marikawa Shizuka, guru UKS mereka, salam kenal,"] ucap Shizuka memperkenalkan dirinya dengan sopan.

Semua tentara yang melihat Marikawa bersiul-siul dan membuatnya menjadi gelagapan, Hiruzen yang mendengar keributan di belakang pun menyuruh mereka untuk tenang.

["E-Etto, saya akan langsung saja, cairan hijau ini terdapat larva-larva kecil yang ukurannya lebih kecil dari mikroba, satu tetesan saja sudah terdapat ribuan bahkan jutaan larva yang berbeda dari larva-larva lainnya, mereka tidak bisa di bunuh dengan cairan pembersih larva sedikit pun karena mereka masih bisa bertahan, jika membunuh larva-larva ini dengan biasa, di bakar adalah cara paling ampuh, tetapi kita tidak mungkin membakar diri kita sendiri karena mereka akan terus hidup di tubuh kita jika otak kita masih aktif, karena mereka adalah makhluk yang hidup dengan membutuhkan induk serta wadah untuk bertahan hidup,"] jelas Shizuka panjang lebar.

["Lalu, obat seperti apa yang kau buat?"] tanya A terdengar menuntut untuk cepat di jawab. ["Kami membuat obat pencegahnya menggunakan 60 persen dari Cairan Nitrogen 20 persen cairan pembasmi larva yang cocok jika di injeksikan ke tubuh, serta 20 persen cairan jeruk nipis serta lemon yang di campur,"] jawab Shizuka menjelaskan komposisi obat yang dia buat, semua kembali menjadi ricuh karena tidak menyangka seorang guru UKS mampu menemukan obatnya dengan cepat.

["Sungguh tidak di duga bahwa guru UKS seperti Anda bisa menemukan obatnya dengan cepat, Anda bagaikan seorang dokter dan ilmuwan di waktu bersamaan,"] puji Azazel membuat Shizuka tertawa canggung.

["Sebenarnya saya memang dulu ikuti sekolah kedokteran serta ilmuwan juga sih selama beberapa tahun, tapi saya berhenti dan lebih memilih menjadi guru saja,"] jawab Shizuka lalu melihat ke arah Naruto yang duduk di sampingnya, ["selain itu, yang membantuku mendapatkan obat ini adalah anak ini, Namikaze Naruto dia benar-benar sangat genius sekali."]

Semua benar-benar kembali di buat terkejut dengan itu, suasana seketika hening beberapa saat hingga seorang prajurit memberikan tepuk tangan lalu di susul oleh yang lainnya hingga akhirnya tempat tersebut di penuhi suara tepuk tangan, mereka memberikan tepuk tangan kepada Naruto karena pemuda seumurannya membantu menyelamatkan dunia dari bencana besar.

["Ah aku hampir kelupaan, saya akan menjelaskan cara kerja Cairan Hijau ini begitu terkena tubuh kita, seperti kata Shizuka-sensei... Cairan Hijau ini terdapat semacam larva berukuran kecil bahkan satu tetesnya bisa ratusan bahkan ribuan sekalipun, begitu cairan ini mengenai kita mereka akan menggerogoti tubuh kita dan menggantinya dengan sel baru yang sejenis mereka, mereka juga langsung masuk melalui saraf dan mengambil alih otak kita karena mereka membutuhkan tubuh serta insting bertahan hidup,"] ucap Naruto menjelaskan tentang cara kerja cairan hijau yang menjadi masalah utama.

["Lalu untuk yang memiliki serangga, mereka adalah zombie-zombie yang di gigit oleh Zombie Mutant di mana ia akan mengirimkan sebuah telur dai mulut ke mulut dan begitu telur sampai di kerongkongan mereka akan menetas dan melahirkan seekor serangga, serangga-serangga ini juga akan mengambil alih setiap saraf dan meletakkannya di bokong mereka... jika kalian menembak leher serta otaknya maka dia akan keluar karena mereka bertahan hidup membutuhkan otak, dan mencari tempat lain dan begitu mereka keluar cepat bunuh mereka,"] lanjut Naruto panjang lebar membuat semua paham tentang cara mereka berkembang dan bertahan hidup.

["Kami semua berterima kasih kepada kalian karena telah membagikan informasi penting ini kepada kami, dengan begini kita bisa mempersiapkan serangan besar-besaran untuk menyelesaikan bencana ini,"] ucap Hiruzen berterima kasih kepada mereka, ["kami juga akan mengirim jemputan dengan pesawat Ark ke tempat kalian jadi bersabarlah."]

["Maafkan saya, jika boleh tahu apakah penyelamatan di seluruh Prefecture Tokyo sudah semuanya?"] tanya Naruto membuat mereka kebingungan kenapa Naruto menanyakan itu. ["Penjemputan pesawat Ark di Prefecture Tokyo adalah besok di Hachioji, ada apa dengan itu?"] jawab Ibiki lalu bertanya kembali.

["Jika seperti Itu, maka Anda tidak perlu mengirim jemputan kemari, Tuan President,"] ucap Naruto membuat mereka kebingungan sekaligus. ["Kenapa, Naruto?"] tanya Minato penasaran karena putranya tidak mau di jemput

["Jika kalian mengirim pesawat Ark menjemput kami, para Zombie yang sudah menjauh akan berkumpul kembali, dan jumlah mereka lebih dari ribuan,"] ucap Shikamaru ketika melihat layar hologramnya berapa banyak Zombie yang ada di daerah mereka. ["Lagi pula kami sudah menyiapkan kendaraan untuk pergi dari tempat ini dan jika tempat penjemputan terakhir besok ada di Hachioji maka kami akan ke sana,"] lanjut Naruto.

"AKU TIDAK SETUJU DENGAN ITU?!" semua seketika menoleh ke sumber teriakan dan mereka melihat seorang wanita berambut merah tengah menatap ke arah layar dengan ekspresi sedih. ["Kaa-chan...,"] gumam Naruto ketika melihat Ibunya yang terlihat baik-baik saja namun saat ia sudah mendekat ia terkejut ketika melihat kondisi ibunya yang mengkhawatirkan.

Kushina yang sudah di samping Minato mengambil mic yang dia gunakan lalu bertanya kepada putranya, ["Kenapa kau tidak mau di jemput! Jika seperti itu kau akan sampai di sini dengan selamat bukan?! Aku mohon jangan pergi ke tempat berbahaya Naruto-kun?! Aku tidak ingin berpisah lagi denganmu?! Sudah cukup tiga hari aku kehilanganmu dan tidak mendengar kabarmu! Aku tidak mau itu kembali terjadi!"] ucap Kushina di selingi tangisan kesedihan karena tidak mau kehilangan anaknya lagi, dia sudah hampir gila karena tidak pernah mendengar kabar putranya karena bencana ini.

Semua yang mendengar itu juga tanpa sadar meneteskan air mata mereka karena mereka juga bisa merasakan kesedihan Kushina, Minato pun yang ada di samping Kushina pun menjaga dia agar tidak terjatuh serta menenangkannya.

Naruto yang sejak tadi terdiam juga perlahan meneteskan air matanya, ["Kaa-chan...,"] lirih Naruto sambil mengepalkan tangannya, semua yang melihat Naruto menahan perasaannya mengelus punggungnya dengan lembut agar Naruto tidak menahan perasaannya itu. "Jangan di tahan... Naruto... Katakan saja," ujar Shikamaru mendukung Naruto untuk melepaskan perasaannya.

["Aku... Aku... Aku juga tidak ingin berpisah darimu Kaa-chan... Aku merindukan kasih sayang Kaa-chan... Aku merindukan pelukan Kaa-chan... Aku merindukan masakan Kaa-chan... Aku ingin bertemu dengan Kaa-chan... Aku merindukanmu, Kaa-chan...,"] ucap Naruto di selingi tangisan, ["Tapi maaf... Kaa-chan harus bersabar sebentar lagi... Karena aku janji... Aku janji pasti akan sampai di sana dengan selamat, jadi... aku mohon... Jaga kesehatan Kaa-chan, aku akan marah jika saat aku sampai Kaa-chan sakit loh,"] lanjut Naruto sedikit berusaha menghibur ibunya.

Kushina yang mendengar itu hanya bisa menangis di pelukan Minato, semua yang mendengar itu juga meneteskan air matanya ketika melihat ketegaran Naruto untuk melewati bahaya agar bisa bertemu dengan keluarganya kembali.

Shizuka yang ada di samping Naruto memeluk Naruto dengan erat serta mengelus punggungnya dengan lembut, Shikamaru yang juga sempat menangis menghapus air matanya, ["Seperti kata ketua kami, besok kami akan ke penjemputan terakhir yang ada di Hachioji dengan kendaraan kami, kira-kira kapan waktu lepas landas mereka?"] tanya Shikamaru.

["Di perkirakan jam tiga sore."]

["Baiklah, kami akan usahakan sampai sebelum lepas landas,"] jawab Shikamaru dan berniat mematikan hubungan mereka karena tidak ada yang perlu dilaporkan kembali untuk saat ini karena mereka semua pasti tengah sibuk, ["baiklah... Kami tidak memiliki laporan lagi untuk kalian, jadi aku rasa sampai di..."]

["Tunggu, Shikamaru...,"] cegat Naruto yang menundukkan kepalanya, ["Tou-chan... Tolong jaga Kaa-chan... Aku menyayangi kalian."]

Minato yang mendengar itu pun mengambil micnya yang terjatuh lalu menjawab ucapan Naruto, ["Kami juga menyayangi mu, Naruto."]

["Kau boleh mematikannya, Shikamaru."]

["... Baiklah, sampai jumpa besok di Hachioji."]

Layar itu pun mati menjadi gelap, semua pasukan menjadi ricuh karena itu, Hiruzen pun berdiri dari kursinya lalu menghadap ke seluruh orang di belakangnya, "Untuk semua orang yang ada di sini, dengarkan aku!" teriak Hiruzen dengan tegas membuat suasana langsung hening

"Di luar sana! terdapat kumpulan anak muda yang akan melewati sebuah neraka untuk mencapai tempat yang aman! Dan di sana akan banyak rintangan yang menghalangi mereka! Mereka berusaha melewati neraka tersebut untuk bertemu orang tercinta mereka! Tapi mereka membutuhkan bantuan untuk mencapainya!" ujar Hiruzen sambil menatap semuanya dengan serius.

"Semua yang ada di sini! Apakah kalian akan membiarkan mereka melewati neraka di depan mereka dengan usaha mereka sendiri! Atau kalian siap bahkan rela mengorbankan nyawa serta tubuh kalian membantu mereka melewati neraka di depan mereka!?"

"HUWWWWWOOOOO!" teriak seluru pasukan penuh semangat di sertai kepalan tinju ke atas, "KAMI SIAP MEMBANTU MEREKA PERGI DARI TEMPAT ITU?!"

"HEY! KALIAN! SIAPA YANG IKUT DENGANKU MENYEKAMATKANNYA!"

"TENTU SAJA KAMI IKUT!"

"AKU JUGA AKAN MEMBANTU!"

Para pemimpin yang melihat teriakan seluruh pasukan benar-benar tidak percaya bahwa banyak sekali yang ingin menyelamatkan Naruto, dan teman-temannya. "Sepertinya, anak itu berhasil menarik perhatian semua orang," gumam pemimpin berambut merah sambil tersenyum tipis.

"Fufu, kau benar-benar menarik sekali, Namikaze Naruto-kun," gumam Perempuan berambut kuning sambil tertawa halus.

"KAMI TIDAK BISA MEMBIARKAN PAHLAWAN KITA MATI LEBIH AWAL?!"

"TUAN PRESIDEN BERIKAN PERINTAHMU?!"

"BAGI SIAPA PUN YANG ADA DI SINI?! SIAPA YANG BERSEDIA MEMBANTU MEREKA MELEWATI BENCANA INI AGAR BISA SAMPAI DI SINI?!" tanya Hiruzen kembali dan seluruh pasukan langsung mengangkat senjata mereka.

"KAMI SEMUA SIAP UNTUK MEMBANTU MEREKA?!"

Minato dan Kushina yang mendengar itu menatap tidak percaya ribuan pasukan JSDF yang berkumpul siap memberikan bantuan untuk menyelamatkan Naruto dan yang lainnya, "Kalian semua...," lirih Minato lalu membungkuk kepada semuanya hingga membuat mereka terkejut, "Terima kasih... Aku sangat berterima kasih kepada kalian yang rela menyelamatkan putraku?!"

Hiruzen langsung membantu Minato untuk berdiri dan menggeleng pelan, "Justru Kamilah yang berterima kasih karena putramu, bencana ini akan selesai dengan cepat," ucap Hiruzen lalu menghadap ke semua orang yang ada di sana.

"BAGI PARA DOKTER DAN ILMUWAN! CEPAT BUAT OBAT SEBANYAK MUNGKIN BERDASARKAN RESEP MARIKAWA-SAN! PARA POLISI DAN JSDF YANG BERSEDIA MEMBANTU MEREKA BERSIAPLAH UNTUK MENJEMPUT MEREKA BESOK!"

"SIAP! TUAN PRESIDENT!"

.

.

Kediaman Naruto

.

Beralih ke tempat Naruto dan yang lain saat ini situasinya menjadi hening sambil menenangkan Naruto yang masih menundukkan kepalanya, Shikamaru juga sudah memberikan tanda bahwa di Hachioji tepat jam tiga sore pesawat Ark terakhir akan lepas landas.

"Kita sudah mendapat tempat penerbangan terakhir pesawat Ark, dengan begini besok kita langsung berangkat," gumam Shikamaru lalu melihat ke arah Naruto yang masih menundukkan kepalanya.

Naruto yang sudah tenang pun mulai berdiri dengan lemas, "Baiklah... Jika begitu mari kita lanjutkan lati..."

Deg!

Perkataan Naruto terhenti karena secara tiba-tiba ia kehilangan kesadarannya membuat semua terkejut, "S-Sial... Jadi sudah batasku ya...," batin Naruto hingga akhirnya kehilangan kesadarannya sepenuhnya dan akan terjatuh membentur lantai, untungnya dengan refleks Arthuria langsung menggunakan tubuhnya sebagai penahan Naruto agar tidak jatuh, tapi tentu saja kepala Naruto membentur buah dadanya membuatnya melenguh pelan.

"Na-Naruto-kun... Kau tidak...," perkataan Arthuria terhenti ketika melihat wajah pucat Naruto serta nafas yang memburu, "Na-Naruto-kun! Kau tidak apa?! Naruto-kun?!"

.

.

Kamar Naruto

09.00 AM

.

Semua saat ini berkumpul di kamar Naruto sambil menatap khawatir Naruto yang saat ini di periksa oleh Shizuka, perlahan Shizuka juga mulai menyuntikan vitamin ke dalam tubuh Naruto. Setelah selesai ia pun menghembuskan nafasnya, "Jangan khawatir, dia hanya kelelahan saja... Rasa lelah dan rasa sedihnya menjadi satu hingga membebani pikirannya, jadi wajar saja dia kehilangan kesadarannya dan pingsan," ucap Shizuka sambil mengelus rambut Naruto dengan lembut.

"Naruto-kun/Naru-kun," gumam Akeno sambil menggenggam tangan Naruto dengan lembut.

"Dasar Dobe...," gumam Sasuke lalu mendapat tepukan di bahunya. "Kita tidak bisa menyalahkannya, hal wajar dia selalu memikirkan keluarganya, begitu juga dengan kita bukan," ucap Shikamaru sambil menatap Naruto yang tertidur karena kelelahan serta sudah mencapai batasnya.

"Sekarang ayo kita lanjutkan pekerjaan kita memereteli truk agar besok kita sudah bisa langsung pergi," ajak Shikamaru bersiap keluar dari ruangan namun suara Arthuria menghentikan langkah mereka.

"Tapi... kata Naruto-kun pekerjaan kalian sudah selesai, jadi mana yang benar?" tanya Arthuria mereka berempat pun langsung menoleh dengan wajah kebingungan.

"Sudah selesai?" tanya mereka.

"Ya, Naruto-san bilang bahwa pekerjaan kalian sudah selesai, jadi mana yang benar?" tanya Irina juga kebingungan. Sasuke, Chouji, Issei dan Shikamaru pun langsung berlari keluar rumah menuju truk mereka di ikuti yang lainnya meninggalkan Naruto seorang diri yang tertidur dan betapa terkejutnya mereka terutama Sasuke, Chouji, Issei dan shikamaru ketika Truk mereka ternyata sudah selesai di perbarui.

Bagian depan truk yang sudah di pertebal dengan truk lain serta terdapat bagian runcing yang biasanya di gunakan membersihkan salju yang menumpuk, bagian gandeng truk yang sudah di pertebal juga dan terdapat pintu samping dengan jendela serta gandengan kecil yang akan menjadi alas pukul untuk palu Sakura, bagian samping gandengan truk juga terdapat lempengan besi berbentuk segitiga runcing yang akan menjadi pelindung tambahan serta pemotong zombie jika dekat dengan truk mereka.

"Truknya... Sudah selesai...," gumam Issei tidak percaya, Shikamaru dan yang lain melihat itu juga tidak percaya karena mereka ingat truk di depan mereka ini belum selesai di perbarui tapi sekarang truk mereka sudah jadi.

"Apa yang di katakan Naruto itu benar bukan?" tanya Akeno dan mendapat gelengan dari Issei. "T-Tidak, kemari. Truk ini belum selesai sedikit pun, bagaimana bisa sudah selesai secepat ini?!" balas Issei dan melihat ke arah truk kembali dengan ekspresi kebingungan

Shikamaru berjalan menelusuri sekitar truk dan truk itu benar-benar sudah selesai di kerjakan, Shikamaru yang tak sengaja melihat sebuah tutup botol minuman pun mengambilnya dan mencium baunya, "Ini... Minuman berenergi," batin Shikamaru lalu melihat sekitarnya dan ia melihat sebuah plastik hitam di pedal gas badan bus sekolah yang sudah tidak di gunakan lagi karena badannya sudah di ambil.

Ia pun mengambil plastik dan membukanya, saat terbuka betapa terkejutnya dia melihat isi plastik itu.

"I-Ini...," kejut Shikamaru, semua yang melihat Shikamaru terkejut pun mendekatinya. "Ada apa, Shikamaru-san?" tanya Sona dan ia menunjukkan plastik tersebut di penuhi oleh minuman botol kosong minuman berenergi

"I-Itu semua minuman berenergi?!" kejut Rossweisse tidak percaya. "Ini hanya spekulasiku saja atau ini memanglah faktanya... Bahwa Naruto."

.

.

"Yang telah menyelesaikan semua ini semalam."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Note : Yo! Saya kembali Update Minna-san?!

Bagaimana menurut kalian? Aku harap kalian benar-benar puas, seperti yang kalian lihat, di sini hanyalah percakapan antara kelompok Naruto dan Markas utama. Kenapa mereka tidak ingin ada yang menjemput mereka? Bisa kalian bayangkan jika satu pesawat Ark masuk ke dalam di mana tempat yang awalnya area kosong tiba-tiba penuh kembali karena di ikuti banyak Zombie yang sudah bergerak keluar, maka mereka lebih memilih pergi bagaikan sebuah pasukan yang terperangkap berusaha menerobos dinding hingga bebas.

Lalu semoga kalian ngena sama adegan Naruto sama Kushina ya, saya yang ngetik entah kenapa nangis tapi entah kalian bagaimana ^_^.

Berikutnya Naruto yang tak sadarkan diri karena ternyata dialah yang menyelesaikan tugas memperbarui truk seorang diri dengan terjaga menggunakan minuman berenergi, saya memang berencana membuat Naruto bekerja paling banyak hingga tiga hari berturut-turut hingga akhirnya dia pingsan.

Ok, itu saja dari saya, sampai bertemu di Chapter berikutnya, btw kalian minta saya Fast Update? Serta kalian yang hanya bisa bilang next, apakah jari kalian berat? Atau apa? Mengkritik cerita tidak bisa tapi ribut di Madsos bisa? Dasar kalian manusia gak ada akhlak.

Dah lah, sampai berjumpa di Chapter berikutnya, Jaa na!

4kagiSetsu Out