Chapter sebelumnya...

.

"Maafkan saya Kaisar mengganggu rapat Anda!" ujar prajurit tersebut. "Ada apa?! Apa kau tidak tahu kami sedang sibuk?!" balas A membentak prajurit itu.

"Tenanglah, A. Ada apa prajurit?" tanya Hiruzen menatap serius prajurit tersebut. "Sekumpulan anak muda mengatakan bahwa mereka memiliki informasi titik utama bencana ini terjadi! Dan mereka bilang menemukan Zombie Utama yang membuat bencana ini terjadi!" balas prajurit tersebut membuat semua terkejut.

"Suruh mereka masuk."

"Ha'k!"

Prajurit itu pun pergi untuk memanggil anak-anak muda yang di ucapkan hingga tak lama setelah itu Naruto dan yang lain memasuki ruangan tersebut membuat semua yang ada di sana terkejut.

"Naruto...," kejut Minato. Naruto yang melihat ayahnya tersenyum, "Yo, Tou-chan," sapa Naruto lalu melihat ke arah Hiruzen lalu membungkukkan badannya memberi hormat kepada Hiruzen.

"Konichiwa, Kaisar... Maaf mengganggu rapat Anda, Kaisar. Kami datang kemari ingin membicarakan sesuatu yang penting kepada Anda dan membantu menyiapkan rencana penyerangan untuk menyelesaikan bencana ini," ucap Naruto mewakili yang lainnya, Yasaka yang melihat Naruto datang dan tampak sopan walau kaku tersenyum, begitu juga beberapa pemimpin lainnya

Hiruzen yang melihat dan mendengar itu ikut tersenyum lalu melihat ke arah Ibiki, "Ibiki... Siapkan kursi untuk mereka, mereka akan ikut rapat ini," pinta Hiruzen dan di balas anggukkan olehnya.

"Baik!"

Setelah itu Ibiki pun mencarikan kursi bersama beberapa pasukan untuk Naruto dan yang lainnya karena mereka akan ikut rapat. Beberapa menit berlalu mereka pun mendapat kursi mereka dan duduk bersama para pemimpin lainnya, Hiruzen pun mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya, "Kalau begitu, mari kita mulai rapatnya... Mengenai titik utama bencana ini."

.

.

.

"Shikamaru, apakah benar kau tahu titik utama kejadian ini?" tanya Shikaku kepada putranya dengan ekspresi tidak percaya. "Ha'i, Tou-san... di dalam perjalanan kemari, aku menemukan titik utama kenapa bencana ini terjadi," jawab Shikamaru lalu menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

"Itu juga berkat bantuan teman kami, Issei sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya." Semua yang ada di ruangan mendengar itu terdiam membuat suasana ruangan menjadi hening hingga A membuka suara.

"Kheh! Jadi teman kalian yang sudah mati itu melakukan tugas terakhirnya dengan baik, baguslah kalau begitu karena aku pikir dia mati sia-sia tanpa melakukan apa pun," ujar A membuat teman-teman Naruto menatap tidak suka A karena dia menyinggung tentang Issei, sementara Naruto hanya diam sambil menundukkan kepalanya.

"A! Jaga bicaramu! Kau sudah kelewat batas!" bentak pemimpin perempuan rambut merah maron mulai kesal dengan kelakuan A. "Apa?! Itu memang benar bukan?! Teman mereka telah membantu kita menemukan informasi penting mengenai titik utama bencana ini terjadi?! Jadi kematiannya tidaklah sia-sia?! Dia mati demi menyelamatkan dunia ini?! itu masih bagus?! Dia juga di anggap sebagai pahlawan masyarakat yang akan membantu menyelamatkan dunia ini bukan?! Tapi jika dia tidak melakukan sesuatu untuk membantu menyelamatkan dunia ini?! Dia tidak pantas di sebut pahlawan dan dia pantas mati?!" ujar A, semua yang mendengar itu tidak percaya dengan apa yang di katakan olehnya mereka tidak menyangka akan ada pemimpin sepertinya.

"Tutup mulutmu."

Teman-teman Naruto yang akan membalas ucapan A seketika menegang ketika mendengar suara tersebut, tubuh mereka gemetar serta mengeluarkan keringat dingin, mereka tahu siapa pemilik suara tersebut.

Semua yang ada di ruangan rapat itu langsung menoleh ke sumber suara yang tak lain pemilik suara tersebut adalah Naruto, "Hah? Kau bilang apa bocah?!" tanya A sedikit berteriak.

Teman-teman Naruto yang mendengar itu semakin berkeringat dingin apa lagi mereka bisa merasakan aura mencekam dari Naruto, sama seperti saat dia menyiksa Diodora tanpa ampun.

Naruto yang menundukkan kepalanya pun mengangkat sedikit kepalanya memperlihatkan mata birunya yang berkilat tajam dengan tatapan membunuh yang begitu kuat kepada A, "Aku bilang tutup mulutmu," ucap Naruto kembali.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Dunia Modern, dimana Dunia sudah maju dengan teknologi canggih yang membantu peradaban manusia, namun karena saking canggihnya, para ilmuwan nekat membuat sesuatu yang berbahaya, namun saat melakukan tes terjadi kesalahan besar. Sesuatu yang berbahaya itu menyebar dengan cepat membuat panik orang-orang dan mereka harus melarikan diri untuk bertahan hidup, akankah peradaban manusia musnah sepenuhnya?

This Is The End the World?

Pair :

Naruto x ...

Sasuke x Sakura

Issei ( Dead )

Shikamaru x ...

Genre : Alternative Universe, Adventure, Fantasy, Friendship, Family, Horror, Tragedy, Mystery, Humor, Sci-Fi, Future.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, AU, Multichap, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Smart!Shikamaru, Smart!Sasuke.

" Naruto " berbicara

" Naruto " batin

["Naruto."] bicara melalui walkie talkie

["Naruto."] balasan dari Walkie talkie.

.

Chapter 14 : Day 7 Survivor Part 1

.

Semua yang ada di ruangan rapat melihat tatapan membunuh Naruto ikut menegang, tubuh mereka juga mulai gemetar ketakutan karena ini pertama kalinya mereka melihat tatapan membunuh yang sangat menakutkan dan mengerikan secara langsung.

A yang melihat tatapan membunuh Naruto yang di layangkan ke kepadanya, terdiam seribu bahasa, tatapan membunuh Naruto benar-benar membuat lidahnya terasa kelu untuk membalas ucapannya.

Minato yang melihat tatapan mengerikan Naruto menatap tidak percaya putranya, pertama kalinya dia melihat putranya mengeluarkan ekspresi yang mengerikan dalam seumur hidupnya karena yang ia tahu, putranya adalah orang yang murah senyum.

"Jangan pernah kau mengatakan hal buruk tentang Issei di hadapanku, Sialan," ancam Naruto, "Kau mengatakan jika temanku melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dunia ini bahkan ia sampai kehilangan nyawanya. Lalu kau bilang jika ia tidak melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dunia ini, dia pantas mati? Jangan bercanda, sialan!" lanjut Naruto sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.

"Berarti kau mengatakan masyarakat biasa baik yang melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dunia ataupun yang tidak bisa menyelamatkan dunia pantas mati? Manusia macam apa kau?"

"Kau hanya mementingkan cara untuk menghentikan bencana ini dengan bodoh, dan juga kau sendiri tidak memedulikan nyawa dan kesedihan orang lain," ucap Naruto, "Kau menjadikan kematian temanku sebagai dalih untuk kepentingan dunia, jangan bercanda! Temanku itu bukan benda, aku tidak peduli jika kau siapa, mau kau kuat atau pun pemimpin penting negara ini, tapi jika kau mengatakan sesuatu yang buruk tentang Issei lagi, akan aku pastikan kau merasakan rasa sakit yang sama seperti orang yang telah membunuh temanku," lanjut Naruto mengancam A.

Semua yang ada di sana menatap tidak percaya Naruto bahwa ia memiliki keberanian mengancam A yang merupakan pemimpin negara.

A yang mendengar itu menggeram marah karena Naruto dengan berani mengancamnya lalu menggebrak mejanya dengan keras dan menatap nyalang Naruto, "Kau..."

"Sudah cukup!" semua yang mendengar itu terdiam, mereka menoleh ke arah sang kaisar yaitu Hiruzen yang menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya.

"A-san, aku mohon tolong jangan semakin memperkeruh suasana, saat ini kita sedang sangat serius membahas bagaimana bisa bencana ini terjadi, jadi tolong jangan membuat suasana semakin kacau," pinta Hiruzen menatap serius A.

A yang mendengar itu mengepalkan tangannya dengan kuat dan menggeram pelan ke arah Naruto, jika saja tidak di hentikan Kaisar dia akan menghajar anak itu walau ayahnya ada di sini.

Shikamaru yang ada di samping Naruto pun menepuk pundak sahabatnya itu menyuruhnya untuk tenang, "Naruto, sudah cukup," pinta Shikamaru, Naruto yang mendengar itu hanya diam hingga beberapa saat ia lalu memejamkan matanya membuat tatapan membunuhnya menghilang.

Semua yang melihat tatapan membunuh Naruto telah hilang merasakan ketenangan kembali walau bayangan tatapan membunuh Naruto masih membekas di pikiran mereka dan mampu membuat mereka gemetar pelan setiap mengingatnya.

"Tidak aku sangka anak muda sepertinya memiliki tatapan membunuh yang sangat mengerikan seperti itu," batin pemimpin tua sambil menatap lekat Naruto. "Tatapan yang benar-benar mengerikan, tidak aku sangka anak seusianya memiliki tatapan mengerikan seperti itu," batin pemimpin rambut merah maron.

"Tatapannya mengerikan sekali... Tapi... Itu membuatnya terlihat keren sekali," batin Yasaka dengan pipi merona.

Naruto pun menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan dan membuka matanya kembali, "Maafkan aku mengenai hal tadi, aku hanya tidak bisa diam dan menerima perkataannya terhadap sahabat terbaikku," ucap Naruto sambil tetap menatap tajam ke arah A yang juga menatap tajam dirinya.

Hiruzen yang mendengar itu menganggukkan kepalanya pelan, "Aku mengerti," balas Hiruzen tidak bisa menyalahkan Naruto karena memang perkataan A sudah keterlaluan, jadi wajar saja Naruto marah, "jika aku menjadi dirimu, aku juga pasti akan marah, jadi kau tidak perlu meminta maaf karena kau tidak salah."

Naruto yang mendengar itu tidak membalas ucapan Hiruzen, mata birunya bergulir ke arah sang ayah yang menatap lekat dirinya, Naruto yang tahu kenapa ayahnya menatap lekat dirinya mengalihkan pandangannya.

"E-Ehem! untuk saat ini mari kita lupakan kejadian tadi, dan mari kita lanjutkan rapat kita mengenai bagaimana bisa bencana ini terjadi," ucap Azazel mencairkan suasana yang sempat tegang karena ulah A, "jadi... Namamu Shikamaru-san benar bukan? Bisakah kau lanjutkan?" pinta Azazel kepada Shikamaru

"Um," jawab Shikamaru singkat sambil menganggukkan kepalanya, lalu ia pun mengaktifkan Chipnya hingga memunculkan sebuah hologram berukuran besar, semua yang ada di ruangan itu kecuali Naruto dan teman-temannya pun menatap terkejut dengan apa yang mereka lihat, karena anak muda seperti mereka memiliki teknologi yang tidak di miliki oleh mereka.

"Canggih sekali."

"Kalian, dari mana kalian mendapatkan benda canggih seperti itu?" tanya Shikaku kepada Naruto dan yang lainnya, lalu ia teringat dimana mereka bilang bahwa mereka telah mengambil alat-alat ciptaan Azazel yang akan di umumkan, "Azazel-san, apakah itu salah satu alat ciptaanmu?" lanjut Shikaku bertanya kepada Azazel.

"Alat ini bukanlah ciptaannya Azazel-san, Shikaku-jiisan," jawab Naruto membuat semua melihat ke arahnya, "tetapi alat canggih ini adalah ciptaannya Shikamaru," lanjut Naruto sambil menepuk pundak Shikamaru.

"Dia sendirilah yang membuat alat ini."

Semua kecuali teman-teman Naruto yang mendengar itu kembali terkejut, mereka tidak percaya bahwa alat secanggih itu bisa di buat oleh seorang anak remaja seorang diri.

"Sh-Shikamaru... Apakah yang di katakannya itu benar?" tanya Shikaku kepada anaknya. Shikamaru yang mendengar itu terdiam sesaat lalu menghembuskan nafasnya pelan, "Ya... Apa yang di katakan Naruto Itu memang benar Tou-san, Aku sendiri yang menciptakan alat ini untuk membantu menjalankan tugas kami sebagai Ghost Thief," jawab Shikamaru jujur, Shikaku yang mendengar itu menatap tidak percaya putranya bahwa apa yang di katakan oleh Naruto benar bahwa Shikamaru lah yang menciptakan alat tersebut.

"Hoho, sungguh tidak di percaya, ternyata anakmu sungguh hebat sekali Shikaku-san bisa membuat alat secanggih itu sendirian," puji Azazel sambil mengelus dagunya, "lalu? Apa yang bisa kau lakukan dengan alat itu?" tanya Azazel dengan wajah penasaran

"Dengan alat ini kami bisa merantas file, sistem komputer, CCTV, Nomor Ponsel, Telepon, ATM, persenjataan keamanan kota, satelit, mencari seseorang, lokasi, kendaraan, plat nomor, jalur yang akan di gunakan target, waktu terakhir target, sistem X-Ray, Radar, mengendalikan drone serta remote kontrol dari jauh, meledakkan bom jarak jauh dan merusak sistem kendaraan, tentunya kami menggunakan media untuk merusak kendaraan tersebut," ucap Shikamaru menjelaskan kegunaan alatnya sambil menekan-nekan tombol yang ada di hologramnya.

Hingga di hologram besar tersebut muncullah semua yang di jelaskan oleh Shikamaru. Sebuah File penting, sistem komputer salah satu di ruangan rapat, gambaran sebuah CCTV di salah satu tempat yang aman, sebuah data seseorang dengan data lengkap, bahkan ATM, nomor ponsel, lokasi orang tersebut.

Lalu layar hologram Shikamaru memperlihatkan sebuah gambaran gunung Sijigatake dari satelit, setelah itu gambaran tersebut berubah ke mode X-Ray yang membuat terlihatnya banyak titik berukuran kecil, sedang dan besar berwarna hijau berkumpul serta bergerak di gunung Sijigatake dan setelah itu gambaran menjadi Tactical mode yang membuat gambaran titik-titik hijau di gunung Sijigatake berubah menjadi gambaran utuh berbentuk orang serta benda.

Serta gambaran sebuah map daerah Nagasaki dengan satu titik merah berisikan sebuah data mobil, plat nomor kendaraan tersebut terdapat jalur yang akan di lewati kendaraan tersebut untuk mencapai tujuan ke mana dia akan pergi dan terdapat waktu kendaraan tersebut akan mencapai tujuannya.

Semua orang kecuali teman-teman Naruto yang mendengar apa yang di jelaskan oleh Shikamaru serta melihat kemampuan alat ciptaannya itu pun terkagum. Shikaku yang melihat itu bahkan tidak bisa berkata-kata, ia tidak menyangka bahwa putranya bisa melakukan semua itu dengan alat ciptaannya, pantas saja dia bisa menemukan serta melakukan panggilan darurat pada tempat ini.

"Naruhodo, jadi begitu caranya kalian bisa menemukan tempat ini dan melakukan panggilan darurat kemari," gumam Azazel sambil tersenyum. "Benar sekali, selama 3 hari kami tinggal di kediaman keluarga Namikaze, sambil berlatih menembak untuk bertahan dari bencana ini, mencari keberadaan keluarga kami apakah mereka selamat atau tidak dengan alat ini, serta mencoba membuat vaksin untuk virus ini," balas Shikamaru kembali menjelaskan.

"Butuh waktu cukup lama untuk kami hingga akhirnya bisa menemukan keluarga kami berhasil di selamatkan oleh para tentara dengan pesawat Ark, tapi karena waktu itu jangkauan sinyal kami terbatas kami tidak bisa menemukan jalur ke mana pesawat Ark pergi membawa keluarga kami."

"Beruntungnya ada sebuah menara BTS di dekat kediaman Namikaze-san, jadi kami membuat rencana untuk merentas menara sinyal tersebut untuk mendapatkan sinyal lebih kuat lagi. Tetapi, kami harus merentas sistem menara sinyal tersebut menggunakan sebuah media tertentu, karena itu malam hari saat di hari bencana di mana kami sudah berlindung di kediaman keluarga Namikaze, aku serta Issei mencoba membuat media untuk merentas menara BTS agar bisa mendapatkan sinyal yang kuat, dan selagi menunggu aku serta Issei membuat media untuk berhasil merentas menara sinyal tersebut, kami menggunakan waktu kami untuk berlatih menembak menggunakan senjata Azazel-san yang kami ambil, mempersenjatai kendaraan kami, serta mencoba membuat vaksin untuk mencegah virus ini menyebar jika terkena tubuh kita," lanjut Shikamaru menjelaskan panjang lebar.

"Di malam menjelang hari pertama kami bertahan di kediaman Namikaze-san, alat media untuk merentas menara sinyal telah jadi, tetapi kami harus melakukan uji coba terlebih dahulu untuk memastikan apakah alat yang aku buat dengan Issei berhasil atau tidak."

"Di hari pertama kami bertahan, kami pun melakukan uji coba terhadap alat media yang kami buat dengan menempelkan alat tersebut ke mesin kontrol yang ada di samping menara sinyal, serta mencari sekumpulan bahan untuk membuat mesin papan sasaran bergerak dan yang melakukan tugas tersebut adalah Naruto serta Sasuke," ucap Shikamaru sambil menunjuk Naruto dan Sasuke yang ada di sampingnya.

"Setelah mereka sampai di menara sinyal dan menempelkan alat media untuk perentas ke mesin kontrol yang ada di samping menara sinyal, aku pun mengaktifkan alat itu dari kediaman keluarga Namikaze. Awalnya alatnya bekerja dengan baik, namun itu cuma sesaat karena struktur sistem jaringan menara sinyal berbeda, jadi kami tidak bisa membuat alat yang langsung sempurna bisa merentas menara sinyal," ucap Shikamaru, "tapi karena itu, kami berhasil mendapat gambaran sistem jaringan kabel mesin kontrol yang menyatu dengan menara sinyal beserta perangkat jaringan komputer-komputer yang ada di gedung sebelah menara sinyal BTS," lanjut Shikamaru pun mengotak-atik hologramnya kembali dan memperlihatkan gambaran struktur jaringan menara sinyal yang waktu itu mereka rentas.

"Setelah Naruto dan Sasuke kembali dari menara sinyal, mencari bahan-bahan yang di butuh kan untuk membuat papan sasaran tembak bergerak serta alat untuk mempersenjatai kendaraan yang kami gunakan, aku dan Issei pun melakukan perbaikan pada alat media perentas yang kami buat, sementara Naruto dan Sasuke kembali melatih yang lainnya cara menembak yang benar," ucap Shikamaru, "setelah selesai memperbaiki alat perentas yang kami buat hingga sore, dan mereka juga sudah selesai mengajari yang lainnya cara menembak, kami pun membuat mesin papan sasaran menembak untuk latihan teman-teman kami besok serta akan melakukan uji coba berikutnya pada alat media perentas yang telah aku serta Issei perbaiki."

"Kenapa harus melakukan uji coba berikutnya keesokan harinya? Kenapa tidak saat malam kalian melakukan uji coba berikutnya dengan begitu kalian pasti juga akan lebih cepat menemukan tempat ini dan melakukan panggilan darurat?" tanya pemimpin perempuan rambut merah maron.

"Itu karena saat di malam hari, situasi akan sangat berbahaya jika kita melakukan uji coba," jawab Sasuke, "walaupun alat Shikamaru memiliki kemampuan mode X-Ray serta Tactical Mode yang membuatnya bisa melihat apakah ada Zombie di sekitar kami atau di dalam bangunan dan memberitahu kami melalui Walkie Talkie dari kediaman keluarga Namikaze, tetap saja itu berbahaya karena di malam hari penglihatan kami sangat lah terbatas karena minimnya cahaya walau pun ada lampu sekali pun," lanjut Sasuke memberikan alasan yang logis.

Semua yang mendengar penjelasan Sasuke terdiam, jika di pikir-pikir, apa yang di katakannya ada benarnya, "Hmm, benar juga," gumam Pemimpin perempuan rambut merah.

"Setelah selesai membuat mesin papan sasaran tembak bergerak, malamnya pun kami berkumpul makan malam bersama serta menanyakan hasil pembuatan vaksin menggunakan cairan pembasmi larva yang di lakukan oleh Shizuka-sensei serta Sakura-san, dan seperti yang sudah di katakan oleh Shizuka-sensei sebelumnya, hasilnya tidak ada satu pun yang berhasil," ucap Shikamaru kembali bercerita, "Shizuka-sensei juga sudah mengatakan jika di bakar Larva ini akan mati, tetapi yang kita butuh kan itu adalah vaksin yang aman, jika kita terkena cairan zombie itu dan membakar bagian tubuh kita yang terkena cairan zombie hanya untuk membunuh larva tersebut itu adalah pilihan gila."

"Setelah itu, Naruto pun mendapatkan sebuah ide, 'jika larva ini bisa di bunuh dengan cara di bakar, bagaimana dengan pembekuan'," ucap Shikamaru sambil menunjuk Naruto yang duduk diam di sampingnya, "karena itu kami pun mendapatkan ide untuk membuat vaksin virus dengan campuran cairan Nitrogen, tetapi karena kami tidak memiliki bahan cairan Nitrogen, kami pun berencana mencari cairan Nitrogen besoknya bersamaan setelah melakukan uji coba berikutnya terhadap alat media perentas menara sinyal yang telah di perbaiki."

"Keesokan harinya, kami pun melakukan uji coba selanjutnya beserta mencari cairan Nitrogen yang akan digunakan untuk membuat vaksin virus, dan yang melakukan tugas itu adalah Naruto serta Issei. Sebelum berangkat, Naruto memiliki rencana tambahan yaitu mencari amunisi tambahan serta bahan bakar untuk kendaraan yang akan kami gunakan, walau dengan 500 peluru biasa dan 500 peluru ledak yang kami ambil dari brangkas senjata Azazel-san yang mau di publikasikan saat hari bencana ini terjadi, Naruto sudah memperkirakan bahwa itu tidak akan cukup untuk melindungi diri kami dalam perjalanan ke tempat ini, dan apa yang dia perkirakan ada benarnya karena peluru ledak milik Azazel tidak bisa di gunakan secara sembarangan serta dia juga sudah memperkirakan bahwa tempat aman di mana keluarga kami di amankan pasti akan sangat jauh dan membutuhkan bahan bakar yang sangat banyak, jadi kami tidak memiliki waktu untuk berhenti mengisi bensin di tempat pengisian bensin apa lagi jika tempat tersebut berisi zombie."

"Setelah mencarikan lokasi di mana terdapat penjualan cairan Nitrogen dan lokasi mencari amunisi tambahan, Naruto serta Issei pun berangkat melakukan uji coba ke dua alat media perentas terlebih dahulu. Sayangnya, hasil uji coba ke dua juga tidak berhasil, kemudian, Naruto serta Issei pun melanjutkan tugas mereka yaitu mencari cairan Nitrogen sesuai rencana."

"Setelah mendapatkan cairan Nitrogen dalam jumlah banyak, Naruto serta Issei melanjutkan tugas mereka selanjutnya yaitu mencari bahan bakar kendaraan. Setelah mendapatkan bahan bakar dalam jumlah banyak yang di tempatkan di beberapa botol jirigen kosong yang mereka ambil di sebuah supermarket dekat tempat pengisian bahan bakar, Naruto serta Issei kembali melanjutkan tugas terakhir mereka yaitu mencari amunisi tambahan, dan lokasi untuk mendapatkan amunisi tambahan tersebut adalah di tempat pusat penjualan senjata ilegal di jepang yang di tempati oleh sembilan penjahat dan dari sembilan penjahat tersebut terdapat enam penjahat yang paling di cari, yaitu Kokabiel, Hidan, Kakuzu, Zetsu, Deidara dan Sasori," lanjut Shikamaru mengotak-atik hologramnya sambil menunjukkan enam data penjahat yang dia sebutkan.

Semua kecuali teman-teman Naruto yang mendengar itu kembali terkejut, mereka tentu saja tahu siapa ke enam penjahat tersebut karena pencarian mereka sudah tersebar di seluruh dunia.

"Mereka adalah penjahat kelas tinggi yang paling dicari di dunia, mereka saling mengenal satu sama lain dan berkumpul di tempat itu?" tanya Azazel. Mendengar itu, Shikamaru pun mengangguk saja. Kemudian, ia melanjutkan, "Begitulah ... Karena mereka penjahat, mereka tidak akan membagikan amunisi mereka secara percuma jika kita meminta mereka secara baik-baik, jadi untuk mendapatkan amunisi tambahan, Naruto serta Issei harus melawan mereka terlebih dahulu, " jawab Shikamaru, semua kecuali teman-teman Naruto yang mendengar itu tersentak.

"Apakah kau terluka saat berhadapan dengan mereka Naruto?" tanya Minato dengan ekspresi khawatir. Naruto yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, "Ya, aku tidak terluka sedikit pun, jangan khawatir, Tou-chan," jawab Naruto, Minato yang mendengar itu bernafas lega.

"Syukurlah kalau begitu."

"Setelah sampai di lokasi pusat penjualan senjata ilegal yang di tempati mereka, Naruto serta Issei pun masuk ke dalam melawan mereka dan berhasil membunuh mereka semua kecuali satu orang yaitu Kokabiel," lanjut Shikamaru, "alasan kenapa Kokabiel tidak di bunuh, karena kembali... Naruto sudah memikirkan jika vaksin virus kali ini berhasil, kami membutuhkan kelinci percobaan untuk memastikan serta melihat hasilnya, maka dari itu Naruto berencana menjadikan Kokabiel sebagai kelinci percobaan."

"Setelah mengambil amunisi yang di perlukan dalam jumlah banyak, beberapa senjata ciptaan mereka yang berguna serta mengikat dan membawa Kokabiel untuk uji coba, Naruto serta Issei pun langsung kembali ke kediaman. Setelah sampai Naruto pun memberikan cairan Nitrogen kepada Shizuka-sensei serta Sakura-san untuk segera membuat vaksin dan menurunkan Kolabiel dari gandengan truk yang kami gunakan untuk membawa barang-barang yang kami cari lalu mengikatnya kembali di sebuah pohon yang ada di kediaman keluarga Namikaze agar dia tidak bisa pergi ke mana-mana."

"Setelah itu, Naruto dan Sasuke pun bekerja mempersenjatai kendaraan kami selagi menunggu hasil vaksin yang di buat oleh Shizuka-sensei serta Sakura-san sambil sesekali memantau latihan yang lainnya menembak papan sasaran bergerak, sementara aku serta Issei memperbaiki alat media perentas sinyal kembali."

"Malam hari, Shizuka-sensei serta Sakura-san pun akhirnya berhasil membuat vaksin virus yang sempurna, lalu kami pun berkumpul melakukan percobaan terhadap Kokabiel dengan menyuntikkan cairan virus zombie ke lengannya. Setelah virus mulai menggerogoti tangannya, berikutnya kami pun menyuntikkan cairan vaksin virus setelahnya, dan hasilnya... berhasil. Kokabiel tidak menjadi Zombie... virus yang menggerogoti tangan Kokabiel mati membeku sebelum menyebar lebih luas serta mengambil kesadaran Kokabiel menjadi Zombie lalu mengikis menjadi butiran debu, sementara tangan Kokabiel yang sempat di gerogoti virus kembali seperti semula, karena itu berkat vaksin virus yang kami suntikkan."

"Setelah melihat vaksin virus telah benar-benar sempurna, akhirnya Naruto pun membunuh Kokabiel karena sudah tidak di butuh kan lagi," lanjut Shikamaru menghentikan sesaat ceritanya sambil melirik ke arah Naruto sesaat, semua yang mendengar itu terdiam mendengar cerita Shikamaru tanpa bisa berkata-kata.

Menghembuskan nafasnya perlahan, Shikamaru pun melanjutkan ceritanya.

"Setelah membunuh Kokabiel. Naruto, Aku, Sasuke, Issei serta Chouji pun melanjutkan pekerjaan kami mempersenjatai kendaraan, namun hingga tengah malam pekerjaan kami belum selesai, jadi kami memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan besok."

"Keesokan harinya, kami pun melakukan percobaan kembali terhadap alat media perentas yang telah aku serta Issei perbaiki, dan hasilnya berhasil, setelah berhasil aku pun langsung merentas sistem menara sinyal dan mendapatkan sinyal yang lebih kuat, hingga akhirnya kami bisa menemukan ke mana keluarga kami di bawa ke tempat ini serta melakukan panggilan darurat kemari."

"Setelah selesai melakukan panggilan darurat dan membuat janji lokasi penjemputan dengan kalian, kami pun berniat melanjutkan tugas kami, tetapi beberapa saat akan bekerja... tiba-tiba saja Naruto kehilangan kesadarannya," ucap Shikamaru membuat semua kecuali teman-teman Naruto yang sudah tahu kebingungan.

"Bagaimana bisa?" tanya pemimpin perempuan rambut kuning. "Itu karena tidak di sangka, dia secara diam-diam kembali bekerja seorang diri mempersenjatai kendaraan hingga selesai kemarin malamnya hingga pagi saat kami semua tertidur," jawab Shikamaru membuat semua yang mendengar itu terkejut.

"Hanya dia saja? Sendirian?" tanya Ibiki sambil melihat Naruto dengan tatapan tidak percaya. "Ha'i, itu benar... Naruto-san sendiri yang bekerja mempertebal dan mempersenjatai kendaraan kami waktu itu saat kami semua tertidur," jawab Sona akhirnya angkat bicara sambil menganggukkan kepalanya di ikuti yang lainnya.

"Mungkin kalian sudah melihat bagaimana model kendaraan kami, aku lah yang merancang model tersebut. Akulah yang membuat rancangan itu berjalan sempurna, seperti kataku sebelumnya. Naruto, Aku, Sasuke, Issei serta Chouji, tetapi yang menyelesaikannya adalah Naruto sendiri. Dia memaksakan tubuhnya hingga pagi hari dengan meminum banyak minuman berenergi, untuk menyelesaikan pekerjaan kami yang tertunda dan ingin di lanjutkan esok hari," ucap Shikamaru melanjutkan ceritanya.

"Selama tiga hari, hanya dia lah yang paling banyak bekerja di bandingkan kami semua, mulai dari pagi hari hingga malam. Di saat kami beristirahat, dia justru tetap bekerja tanpa mengenal lelah sedikit pun, dia menutupi rasa lelahnya dengan senyumannya agar tidak membuat yang lainnya khawatir, dia selalu memaksakan dirinya untuk orang lain, padahal kami sudah memberitahunya untuk jangan memaksakan diri, tapi dia orang yang sangat keras kepala dan tetap dengan pendiriannya," lanjut Shikamaru.

"Selama dia beristirahat, kami melanjutkan pekerjaan yang tersisa seperti memasukkan barang-barang yang kami butuh kan serta melakukan pelatihan terakhir untuk pergi ke tempat penjemputan. Di malam hari, dia pun akhirnya terbangun dari istirahatnya, kami pun langsung menceramahinya karena memaksakan dirinya, membentaknya karena membuat kami khawatir, serta berterima kasih padanya karena telah bekerja keras untuk keselamatan dan mementingkan nyawa kami di banding dirinya."

"Lalu kami pun menjelaskan situasi apa saja yang terjadi selama dia beristirahat. Karena terdapat banyak Zombie yang bergerak ke tempat titik penjemputan sesuai janji kita, kami pun membuat rencana untuk melawan para Zombie yang pasti akan mengejar serta menghalangi kami ke tempat penjemputan," lanjut Shikamaru, "Keesokan harinya, kami pun bersiap-siap untuk pergi dari kediaman keluarga Namikaze menuju titik penjemputan, setelah semua siap kami pun berangkat. Di tengah perjalanan, Issei tiba-tiba berkata, 'setiap bencana pasti ada titik utamanya, bukan? Pasti bencana ini juga punya'."

"Kami yang mendengar itu awalnya tidak mengerti kenapa dia berbicara demikian, lalu kami pun bertanya lebih jelas apa maksudnya. Setelah itu dia lalu membahas tentang kejadian di mana sekolah kami kedatangan dua zombie berjubah putih, 'bagaimana bisa mereka menjadi zombie? Pasti ada penyebabnya, mereka pasti telah tergigit zombie lain yang di maksud adalah yang paling pertama menjadi zombie hingga akhirnya menyebar'."

"Kami yang mendengar itu akhirnya mengerti apa yang di katakan oleh Issei, apa yang di katakan oleh Issei ada benarnya, jika hanya dua zombie yang menyerang sekolah kami, bagaimana bisa menyebar begitu cepat bahkan saat sampai di atap sekolah, kami sudah melihat kota Tokyo terjadi kekacauan. Selain itu Zombie yang menyerang sekolah kami memakai jubah ilmuwan, dari situ kami mendapat sebuah kesimpulan bahwa bencana ini terjadi karena kejadian alam, jika kejadian alam seharusnya terdapat sebuah laporan atau berita kejadian alam tersebut tetapi tidak ada berita mengenai hal itu, dengan kata lain bencana ini terjadi karena kecelakaan di tempat ilmuwan sebabkan oleh seseorang," ucap Shikamaru membuat semua terkejut.

"Di ciptakan seseorang?" tanya A dengan wajah serius. "Shikamaru, kau sudah menemukan siapa yang melakukannya?" tanya Naruto dan di balas anggukkan oleh Shikamaru.

"Ya, saat aku melacak lokasi titik utama bencana ini, aku menemukan satu orang yang tidak terinfeksi virus di tempat tersebut beserta sesuatu yang mengerikan," jawab Shikamaru mengotak-atik hologramnya dan seketika layar Hologram Shikamaru menunjukkan sebuah tempat laboratorium dengan titik ukuran cukup besar dan melonjong.

"A-Apa itu?" gumam Ibiki penasaran, Shikamaru pun kembali mengotak-atik hologramnya lalu gambar berubah menjadi tiga dimensi dan memperlihatkan satu orang yang ada di dalam sebuah laboratorium serta seekor monster berukuran besar yang menempel di dinding.

Semua yang melihat wujud monster itu terkejut serta merinding, wujudnya sangat mengerikan di mana kepala nya tumbuh sesuatu yang bulat hingga setengah wajahnya dengan gigi tajam, setengah tubuh Zombie tersebut menyatu dengan dinding, di punggungnya terdapat enam kaki besar yang menempel di atap laboratorium membuatnya terlihat seperti laba-laba, tangan zombie tersebut terbuka lebar ke belakang menembus tembok, dan di belakang tembok terdapat setengah tubuhnya lagi yang berukuran sangat besar hingga tubuhnya tersebut menyatu dengan tabung-tabung besar berisi cairan.

"M-Makhluk mengerikan apa itu?" gumam Shikaku tergagap. "Dia adalah orang yang pertama kali menjadi Zombie, atau bisa kita sebut Induk dari para Zombie. Inilah sumber utama dari virus Zombie yang menyebar ke seluruh Tokyo," ucap Shikamaru membuat semua yang ada di sana sangat terkejut bahwa makhluk mengerikan itu adalah sumber utama bencana ini.

"M-Mengerikan sekali," gumam Hinata sambil menutup mulutnya. "Bentuknya bahkan lebih besar dari pada zombie yang lainnya," gumam Minato sambil meneguk ludahnya.

"D-Dia terlihat seperti Alien yang ada di di film [Alien vs Predator]... Tidak... Dia lebih besar dari itu," gumam Sasuke dengan tubuh sedikit gemetar karena melihat bentuk dari Zombie utama, Naruto yang melihat zombie itu hanya diam tidak bereaksi sedikit pun.

"Setelah sampai di tempat ini, aku langsung mencari informasi lebih dalam bagaimana bisa Zombie itu tercipta, syukurnya beberapa sistem jaringan komputer di tempat tersebut masih aktif jadi aku bisa merentas sistemnya dan mencari informasi," ucap Shikamaru mengotak-atik hologramnya dengan cepat, "setelah berhasil merentas jaringan sistem komputer di tempat itu, aku berhasil mendapatkan seluruh data yang ada di laboratorium tersebut, mulai dari data sampel uji coba, data hasil uji coba, data bahan-bahan untuk uji coba, data penelitian, data penawar, data rekaman uji coba, rekaman CCTV serta data rencana projek laboratorium, dan saat aku melihat data rencana projek mereka, ternyata mereka berencana membuat sebuah obat agar manusia bisa abadi."

"Benar sekali, Itu memang sangat gila. Tapi rencana tersebut sudah sangat lama di buat dan di kerjakan oleh banyak ilmuwan," ucap Shikamaru mengotak-atik hologramnya, hingga terlihat banyak data hasil percobaan, "ini adalah seluruh hasil uji coba rencana tersebut, aku sudah melihat seluruh hasil uji coba ini dan tentu saja tidak ada satu pun yang berhasil," lanjut Shikamaru lalu mengayunkan tangannya ke atas membuat seluruh file bergerak ke atas hingga mencapai file terakhir yang kosong dan tidak terdapat hasil uji coba.

"Seperti yang kalian lihat, mereka berniat melakukan uji coba berikutnya sehari sebelum bencana ini terjadi, tapi file tersebut masih kosong, itu karena terjadi sesuatu pada saat uji coba," ucap Shikamaru, "karena tidak ada filenya sedikit pun, aku pun melakukan peretasan lebih dalam lagi hingga akhirnya... aku berhasil mendapatkan sebuah rekaman saat uji coba di hari itu," lanjut Shikamaru lalu mengotak-atik hologramnya hingga memperlihatkan gambar sebuah rekaman.

Lalu, Shikamaru mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, "kalian semua lihatlah ini... Ini adalah rekaman uji coba di hari itu."

Setelah mengatakan itu, Shikamaru pun mulai memutar rekaman uji coba tersebut. Rekaman pun memperlihatkan ratusan ilmuwan tengah berkumpul sambil melihat satu orang di ikat, satu ilmuwan berpakaian pelindung mulai mendekati orang yang di ikat tersebut lalu menyuntikan sebuah cairan ke tangannya.

Semua yang ada di ruang rapat itu memperhatikan rekaman tersebut secara sesama. Lalu ilmuwan berpakaian pelindung itu pun menjauhi orang tersebut dan mengambil sebuah pistol dan mengarahkannya ke orang yang menjadi uji coba.

Setelah itu ilmuwan berbaju pelindung itu pun menembak orang tersebut sebanyak enam kali membuat semua yang melihat rekaman itu terkejut dengan apa yang mereka lihat kecuali Naruto serta Shikamaru. Namun orang yang di tembak itu tidak merasakan sakit sedikit pun, bahkan ia masih bisa bergerak walau sudah di tembak, beberapa menit berlalu, luka tembak yang di terima orang itu pun menutup dengan sendirinya.

Semua yang melihat rekaman itu kembali terkejut, dan setelah itu terlihat para ilmuwan yang ada di rekaman tersebut saling bersorak senang. Beberapa menit berselang, sesuatu yang aneh terjadi pada orang yang menjadi uji coba, tubuhnya tiba-tiba bergetar dengan kuat, kulitnya juga dengan cepat berubah menjadi pucat, tubuhnya yang kurus berubah menjadi berotot dengan beberapa mata tumbuh di tubuhnya, wajah orang tersebut pun juga mulai berubah menjadi mengerikan dan mengeluarkan sebuah cairan berwarna hijau.

Semua yang melihat terjadi perubahan orang tersebut kembali terkejut. Para ilmuwan mencoba menenangkan orang tersebut bahkan mencoba membunuhnya, tetapi dada orang tersebut seketika terbuka mengeluarkan sesuatu yang menggeliat serta memiliki senjata tajam lalu membunuh satu persatu ilmuwan di sana.

Rekaman yang awalnya tenang saja tiba-tiba berubah menjadi sangat mengerikan.

Semua yang ada melihat itu kecuali Naruto serta Shikamaru, memandang ngeri rekaman tersebut, bahkan beberapa di antara mereka memucat wajahnya. Para perempuan yang tak cukup kuat melihat itu menutup mata mereka serta berusaha menahan rasa mual mereka ketika mereka sempat melihat salah satu ilmuwan terbunuh menjadi dua bagian.

"Seperti yang kalian lihat... Begitulah kejadian bagaimana bisa makhluk mengerikan itu tercipta," ucap Shikamaru sambil menghentikan rekaman tersebut. Semua yang mendengar itu terdiam membuat suasana ruangan rapat itu menjadi sunyi.

"Bagaimana bisa terjadi... padahal project mereka adalah membuat obat agar manusia abadi... tapi... Kenapa project mereka malah berubah monster," gumam Pemimpin perempuan rambut merah maron. "Sebenarnya itu bukanlah salah mereka," ucap Shikamaru membuat semua melihat ke arahnya kembali.

"Seperti yang aku katakan sebelumnya, makhluk ini di ciptakan oleh seseorang. Orang tersebut ada di saat hari percobaan tersebut dan dia ada di dekat Zombie tersebut," ucap Shikamaru menunjuk gambar seseorang yang memandang zombie utama di sebuah ruangan berkaca.

"Dari mana kau tahu? Bisa saja itu adalah salah satu ilmuwan yang selamat dan menunggu bantuan?" tanya pemimpin tua kepada Shikamaru. "Aku juga tadi sempat bilang bahwa, aku bisa merentas seluruh data apa pun itu termasuk rekaman CCTV bukan?" tanya balik Shikamaru dan di balas anggukkan olehnya.

"Kalian dengarkan lah ini baik-baik, aku sengaja tidak menghidupkan suara rekaman ini sebelumnya," lanjut Shikamaru menghidupkan suara rekaman sebelumnya dan melanjutkan memutar video tersebut.

"Tolong! Buka pintunya!"

"Siapa pun tolong!"

["GWAAAAARRGGHHHH!"]

"TIDAK! JANGAN BUNUH AKU!"

"ARRRGHH!"

"SIAL! PINTUNYA TERKUNCI! SIAPA YANG MENGUNCI RUANGAN INI!"

Semua yang mendengar suara rekaman tersebut kembali terdiam, Shikamaru pun menghentikan rekaman tersebut lalu kembali berbicara. "Seperti yang kalian dengar? Pintu ruangan tersebut terkunci, lalu siapa yang mengunci ruangan tersebut?" ucap Shikamaru lalu mengotak-atik hologramnya hingga memunculkan sebuah rekaman CCTV.

"Dialah orangnya," ucap Shikamaru menghidupkan sebuah rekaman CCTV di mana seorang ilmuwan keluar dari ruangan dan mengunci ruangan tersebut lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.

"Tolong! Buka pintunya!"

Beberapa menit kemudian, mereka mendengar suara seperti di rekaman sebelumnya, Shikamaru pun menghentikan sementara rekaman tersebut.

"Ini adalah rekaman CCTV di depan ruangan uji coba tersebut, seperti yang kalian lihat... Dialah yang mengunci ruangan tersebut yang membuat semua ilmuwan di sana terbunuh dan terinfeksi racun hingga akhirnya menyebar seperti sekarang," ucap Shikamaru, "Serta dia lah yang menciptakan Zombie ini," lanjut Shikamaru mengembalikan rekaman sebelumnya dan memperlihatkan orang yang sama ada di ruangan uji coba.

Di rekaman memperlihatkan orang tersebut memunggungi kamera lalu memberikan sebuah cairan ke salah satu ilmuwan. Semua yang melihat itu tersentak, "Ciri-cirinya sangat persis," gumam Minato.

"Setelah melihat ini berkali-kali aku pun langsung melakukan pencarian data tentang orang ini serta mencocokkannya dengan orang yang di dekat Zombie itu dan hasilnya cocok," ucap Shikamaru lalu mengotak-atik hologramnya dengan cepat memperlihatkan sebuah data seseorang.

Ciri-ciri orang tersebut seorang pria berkulit putih dengan wajah menyeringai, memiliki rambut hitam panjang dengan mata berwarna kuning.

Hiruzen yang melihat data orang tersebut seketika terkejut, "Dia... Orochimaru," gumam Hiruzen, semua yang mendengar itu melihat ke arah sang Kaisar. "Melihat ekspresi terkejut Anda... apakah Hiruzen-sama mengenalnya?" tanya Shikamaru.

Hiruzen yang mendengar itu menganggukkan kepalanya pelan, "Ya... Aku mengenalnya. Dia adalah salah satu murid di kelasku saat aku menjadi seorang guru di sebuah Sekolah Menengah Atas," jawab Hiruzen sambil memejamkan matanya.

"Dia adalah murid yang sangat pintar, dia selalu mendapat peringkat pertama di sekolah, dia juga sangat menyukai pelajaran Kimia," lanjut Hiruzen, "Guru Kimia yang mengajar di situ bercerita padaku bahwa Orochimaru sangat ahli dalam melakukan praktek Kimia, dia dengan cepat bisa membuat ramuan-ramuan yang dia suruh buat dengan sekali percobaan, dan hasilnya sangat sempurna."

"Empat tahun semenjak dia sudah lulus, aku pun berhenti menjadi guru di sekolah tersebut, karena aku telah menjadi Kaisar. Lalu beberapa bulan berlalu saat aku mengatur pemerintahan Jepang, aku mendapat sebuah undangan dari sebuah laboratorium bahwa mereka ingin mempublikasikan sebuah penemuan kepadaku."

"Aku yang membaca itu menerima undangan tersebut dan mendatangi tempat itu di hari yang telah di tentukan. Setelah sampai di sana, aku tidak menyangka bahwa yang mengundangku itu adalah muridku dulu, Orochimaru," lanjut Hiruzen, "Setelah lulus dia bekerja di laboratorium tersebut dan setelah satu tahun bekerja, dia di angkat menjadi kepala pemimpin laboratorium tersebut."

"Setelah kami berbincang sesaat, dia pun memulai mempublikasikan penemuannya, dan saat aku melihat penemuannya... Aku sangat terkejut dengan apa yang dia ciptakan."

Semua yang mendengar itu terdiam, serta cukup terkejut karena ternyata Kaisar mereka kenal dengan orang yang menciptakan makhluk mengerikan ini.

"Memangnya apa yang dia ciptakan?" tanya Sasuke mewakili semua yang ada di ruangan tersebut. "Dia... menciptakan seekor monster yang sangat mengerikan. Monster tersebut memiliki bentuk ular putih besar, namun dia memiliki wajah layaknya manusia," jawab Hiruzen membuat semua yang mendengar itu terkejut kecuali Naruto.

"Seperti monster dari mitologi Yunani, Medusa, kah...," gumam Naruto, Shikamaru yang mendengar itu langsung mencarikan foto Ilustrasi Medusa, lalu memperlihatkannya kepada Hiruzen.

"Apakah wujudnya seperti ini, Tenno-sama?" tanya Shikamaru. Hiruzen yang melihat Ilustrasi Medusa menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak... yang dia ciptakan tidak memiliki badan serta tangan seperti yang kalian perlihatkan, dia memiliki bentuk ular seutuhnya namun memiliki kepala manusia," jawab Hiruzen.

"Dia berkata, bahwa ia telah melakukan banyak percobaan serta menggunakan banyak kelinci percobaan untuk menciptakan monster tersebut namun gagal, aku yang mendengar itu tentu terkejut, karena jika ia menciptakan monster dengan wujud seperti itu, itu artinya kelinci percobaannya adalah..."

"Manusia," potong Sona dan di balas anggukkan oleh Hiruzen. "Benar. Aku langsung memarahinya serta bertanya apa tujuannya menciptakan monster tersebut," lanjut Hiruzen bercerita.

"Lalu dia menjawab, ia menciptakan monster itu karena ia menganggap itu adalah sebuah mahakarya, sesuatu yang mengagumkan, dan ia yakin seluruh dunia akan mengagumi monsternya, bahkan ia berkata berniat membuat lebih banyak monster lagi untuk hal itu," ucap Hiruzen, "Aku yang mendengar itu tentu tidak tinggal diam, aku memerintahkan orang-orang yang mengawalku untuk membunuh monster tersebut, serta menangkapnya karena perbuatannya yang tidak manusiawi serta bisa mengancam Dunia jika di biarkan."

"Dia yang mendengar itu tidak terima dengan keputusanku dan berniat membunuhku dengan monsternya itu, para pengawalku yang melihat itu dengan cepat menyelamatkanku dengan membawaku keluar dari laboratorium itu, sementara pengawalku yang lainnya melawan monster ciptaannya serta berusaha menangkap Orochimaru."

"Sesampainya di luar Laboratorium, tempat tersebut seketika meledak dengan sangat dahsyat. Puluhan mobil pemadam pun langsung datang untuk memadamkan api tersebut, tetapi karena apinya sangat besar membuat mereka kesusahan memadamkan api hingga akhirnya tempat tersebut hangus terbakar."

"Setelah api berhasil di padam selama 8 jam, ratusan polisi pun langsung melakukan penyelidikan di laboratorium tersebut, dan hasilnya tidak ada yang selamat. Tubuh Orochimaru serta monsternya juga tidak ada di sana karena di pastikan mereka semua sudah menjadi abu karena kebakaran itu."

"Aku yang mendengar itu sedih karena kematian Orochimaru yang merupakan muridku dulu. Lalu aku pun meminta para pengawalku yang melihat monster itu sebelumnya untuk tidak membeberkan hal tersebut ke media public, karena jika tersebar, kekacauan akan terjadi di mana-mana," lanjut Hiruzen sambil melihat foto Orochimaru, "aku menganggap Orochimaru telah mati karena kebakaran itu, namun tidak aku sangka... dia ternyata masih hidup dan kembali melakukan eksperimen mengerikannya."

Semua yang mendengar cerita Kaisar mereka terdiam membuat suasana rapat semakin hening. Untuk mengembalikan suasana rapat, Shikamaru pun berdehem pelan, "Ehem, baiklah... terima kasih telah berbagi informasi serta bercerita mengenai dirinya pada kami, Tenno-sama."

"Dengan informasi itu, kita bisa mengasumsikan bahwa Orochimaru berhasil melarikan diri sebelum ledakan laboratorium itu terjadi, lalu dia kembali dan melakukan eksperimen mengerikannya setelah bertahun-tahun di anggap mati untuk melakukan balas dendam dengan keputusan Tenno-sama waktu itu," lanjut Shikamaru lalu menghilangkan foto Orochimaru, "baiklah, Itulah seluruh informasi awal mula bagaimana bisa bencana ini terjadi yang kami miliki."

"Sekarang bagaimana ini... Kita memang sudah tahu lokasi orang yang membuat bencana ini serta Zombie utamanya, jika kita mengirim tentara kita ke tempat tersebut mungkin kita bisa saja menyelesaikan bencana ini tetapi, kita tidak tahu kemampuan apa yang di miliki Zombie ini," gumam Minato sambil mengelus dagunya.

"Untuk hal itu mari kita bicarakan bersama-sama, kalian sedang membahas rapat melakukan penyerangan untuk para Zombie itu bukan? Kami akan membantu menyiapkan rencana penyerangan dengan alat ku, apakah kami boleh membantu, Tenno-sama?" ucao Shikamaru menawarkan dirinya serta teman-temannya untuk membantu.

Hiruzen yang mendengar itu terdiam sesaat lalu menganggukkan kepalanya, "Ya, tentu saja." Shikamaru yang mendengar itu lalu mengotak-atik hologramnya hingga layar hologramnya memperlihatkan setengah pulau Jepang dari Kyoto serta Osaka hingga Jepang bagian timur terdapat banyak titik berwarna merah di berbagai tempat.

"Banyak sekali," gumam Minato ketika melihat banyaknya titik-titik merah di layar hologram Shikamaru. "Baiklah, pertama-tama, mari kita membahas situasi di luar sana saat ini terlebih dahulu," ucap Shikamaru memulai topik rapat.

"Seperti yang kalian lihat, bagian timur Jepang dari Prefecture Shiga, Prefecture Fukui, Prefecture Mie, Prefecture Gifu, Prefecture Toyama, Prefecture Shizuoka ( Shizuoka, Hamamatsu ), Prefecture Aichi ( Nagoya ), Prefecture Yamanashi, Prefecture Nagano, Prefecture Gunma, Prefecture Saitama, Tokyo, Prefecture Kanagawa, Prefecture Tochigi, Prefecture Ibaraki, Prefecture Chiba, Prefecture Fukushima, Prefecture Niigata, Prefecture Miyagi, Prefecture Yamagata, Prefecture Iwate, Prefecture Akita, Prefecture Aomori dan Prefecture Hokkaido telah di penuhi oleh ribuan Zombie," ucap Shikamaru sambil menunjuk satu persatu Prefecture yang telah di penuhi banyak Zombie.

"Sementara di tempat kita hingga ke barat Jepang dalam keadaan aman. Saat ini, Ratusan Zombie dari Prefecture Nara dan Shiga tengah berusaha menuju ke tempat ini, tetapi karena tempat ini di lindungi oleh beberapa pegunungan, mereka tidak bisa mendekati tempat ini," lanjut Shikamaru sambil memperlihatkan serta memberi tanda pada ratusan titik yang bergerak berusaha melewati pegunungan yang membatasi kota Kyoto-Osaka dengan Prefecture Nara.

"Lalu di Prefecture Nagoya, saat ini ribuan Zombie berkumpul di dinding pembatas perbatasan Nagoya dan mereka juga berusaha ke tempat ini tetapi karena dinding perbatasan tersebut mereka tidak bisa menuju kemari."

"Sementara di daerah Tokyo dan seterusnya, terdapat ribuan Zombie saat ini tengah berkeliaran sambil mencari orang-orang yang mungkin saja masih hidup tanpa kita ketahui karena mereka tidak sempat menyelamatkan diri mereka serta tidak mengetahui bahwa pasukan JSDF datang menyelamatkan mereka."

"Setelah mereka mendapatkan apa yang mereka cari, tanpa segan akan memakannya untuk memberi mereka nutrisi agar bisa bertahan hidup, dan terkadang mereka pun membawa orang-orang yang mereka dapat ke tempat Zombie utama untuk di makan agar Zombie utama mereka mendapat Nutrisi untuk bertahan hidup bahkan mereka bisa saja saling membunuh satu sama lain ketika masa bertahan hidup mereka di ambang batas."

"Lalu lokasi Zombie utama serta Orochimaru yang menciptakan bencana serta monster ini tengah berada di Kota Shinagawa dan di sana juga terdapat banyak Zombie yang sepertinya melindungi Zombie utama mereka jika terjadi serangan," ucap Shikamaru panjang lebar mengenai situasi di luar, "baiklah, itu semua adalah informasi mengenai keadaan di luar saat ini."

Semua yang mendengar itu hanya bisa terdiam, mereka tidak menyangka Shikamaru bisa menjelaskan situasi di luar dengan alatnya dengan sangat cepat.

"Sekarang, mari kita memulai membuat rencana penyerangan. Tetapi... Pertama, sebelum kami kemari, kami tahu kalian sedang membuat rencana penyerangan, karena itu kami ingin tahu apakah kalian sudah membuat rencana penyerangan? Berapa jumlah pasukan yang akan di kerahkan untuk melakukan penyerangan? Ke tiga bagaimana dengan persenjataan kalian melawan mereka?" tanya Shikamaru dengan wajah serius.

"Untuk pertanyaan pertama, kami memang sudah membuat rencana penyerangan dan itu akan di lakukan 9 hari lagi," jawab Shikaku lalu memberikan sebuah peta kepada Shikamaru yang sudah di beri garis corat-coret mengenai strategi penyerangan, "kami berencana melakukan penyerangan daerah Prefecture Shiga, Mie, Wakayama, Nara, Fukui serta Hokkaido terlebih dahulu dengan membunuh para Zombie yang ada di daerah tersebut."

"Karena setengah pulau kita sudah di penuhi oleh mereka, kita tidak bisa langsung melakukan penyerangan sekaligus dari Prefecture Shiga hingga ke Hokkaido, jadi kami berencana mengamankan Prefecture satu-persatu untuk mempersempit gerakan mereka hingga akhirnya kita bisa melakukan serangan besar-besaran," lanjut Shikaku menjelaskan rencana penyerangannya.

"Jawaban pertanyaan ke dua, jumlah pasukan yang akan kami terjunkan dalam penyerangan di Enam Prefecture tersebut adalah 200.000 pasukan gabungan dari berbagai Negara."

"Negara kita sudah menyiapkan kurang lebih 50.000 pasukan JSDF mulai dari pasukan datar, udara, Air, Medis, 100 Tank Tempur Type 90, 100 Tank Tempur Octopus, 100 Tank tempur Thor, 100 Mobil Infantry Explorer, 100 Tank tempur Destroyer, 80 Mobil tempur jarak jauh Mjolnir, 40 mobil Rover, 10 pesawat Ark, 100 pesawat tempur A-10 Warthog, 120 pesawat jet tempur F-22 Raptor, 120 pesawat jet tempur F-35 lightning, 60 helikopter tempur Hunter, 60 helikopter tempur Kawasaki-OH-1, 70 Helikopter pengangkut pasukan V-22 Osprey, 70 pesawat tempur Boomber Rockwell B-1 Lancer, 40 pesawat tempur Gargoyle, untuk melakukan penyerangan di Prefecture Shiga."

"lalu Negara China, ia telah mengirim 25.000 pasukan miliknya beserta 160 pesawat tempur J-20 menggunakan 8 kapal Induk Shandong, 70 tank tempur Type 99 di kirim menggunakan 30 Kapal Type 071 Amphibious Transport Dock , 40 helikopter tempur CAIC-WZ-10 di kirim dengan menggunakan 1 kapal induk Type 075 Amphibious Assault."

"Berikutnya Negara Rusia mengirim sekitar 25.000 pasukan beserta 35 Tank tempur MBT T-90/menggunakan 20 kapal Ivan Gren Class Landing Ship, 140 Jet tempur Sukhoi SU-35 menggunakan 4 kapal Induk Admiral Kuznetnov, 4 Kapal induk Storm, 5 kapal tempur Pyotr Velikiy."

"Itu semua yang akan menyerang Prefecture Hokkaido," ucap Shikaku menjeda ucapannya sesaat, "sementara Korea Utara mengirim sekitar 15.000 pasukan, beserta 160 pesawat Jet tempur Mikoyan MIG-29 serta 30 Tank Pokpung-Ho 2, karena mereka tidak memiliki kapal induk untuk mengirim pesawat tempur serta Landing Ship untuk mengirim tank, mereka akan bergabung dengan Korea Selatan."

"Untuk Korea Selatan juga mengirim sekitar 15.000 pasukan beserta 140 pesawat tempur F-15K yang akan di kirim bersamaan pesawat tempur Korea Utara dengan menggunakan 12 kapal induk K-CVA, 35 Tank tempur K2 Black Panther yang akan di kirim menggunakan 40 kapal induk ROKS Marado dan itu semua akan kirimkan 4 hari lagi."

"Lalu, Negara Inggris telah mengirim sekitar 20.000 pasukan tempurnya beserta 140 pesawat jet tempur Eurofighter Typhoon, menggunakan 4 kapal Induk HMS Queen Elizabeth, serta 40 Tank Challenger 2 dan 40 Tank Challenger 3 yang akan di kirim menggunakan 12 Kapal Landing Ship HMS Albion, dan mereka akan tiba di sini sekitar 7 hari lagi."

"Berikutnya Negara Thailand, mereka mengirim sekitar 10.000 pasukan tempurnya, beserta 100 pesawat tempur F-16 ADF menggunakan 7 kapal induk HTMS Chakri Naruebet, 40 Tank tempur VT-4, serta 20 mobil amfibi M1126 Stryker ICV menggunakan 10 Kapal Induk Project 071E, dan mereka akan tiba 5 hari lagi."

"Lalu berikutnya Negara Indonesia, mereka mengirim 10.000 pasukan terbaik mereka beserta 150 Pesawat jet tempur SU-35, menggunakan 4 Kapal induk KRI Nationalist Rajawali, 50 tank tempur KMW Leopard 2A4 MTB, 50 Tank tempur KMW Leopard 2RI MTB menggunakan 10 KRI Teluk Bintuni dan akan tiba dalam waktu 6 hari lagi."

"sementara Amerika telah mengirim 30.000 pasukan tempurnya beserta 80 pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon, 80 Pesawat jet tempur F-35 Lightning, 80 Pesawat jet tempur F-22 Raptor, yang akan di antar menggunakan 4 kapal Induk USS Gerald serta 4 kapal induk USS Enterprise, 100 Tank tempur M1A2 Abrams, 50 Truk kargo militer M 35, 50 mobil HMMWV yang akan di kirim menggunakan 6 Kapal USS Arlington ( LPD-24 ) serta 6 USS San Diego ( LPD-22 ), dan 10 pesawat Boieng C-17 Globemaster yang akan mengantarkan separuh dari 30.000 pasukan."

"Untuk yang lainnya, mereka akan tiba dalam waktu 8 hari lagi, sementara mereka akan datang menggunakan pesawat Boeing C-17 Globemaster akan tiba 9 hari di mana mereka akan melakukan penyerangan di udara."

"Waw, banyak juga...," gumam Tsubaki ketika mendengar penjelasan Shikaku mengenai pasukan yang di kirim Negara lain. "Kita seperti mau perang dunia saja," gumam Sona tak habis pikir dengan jumlah pasukan serta alat tempur mereka yang akan di gunakan untuk melawan Zombie di hari penyerangan.

"Lalu jawaban pertanyaan ke tiga, Azazel-san sudah membuat sebuah peluru menggunakan bahan Vibranium untuk mempertajam peluru agar menembus Zombie Cyclpos, Licker dan Tanker. Serta Azazel-san juga menciptakan rudal dengan bahan yang sama dengan tujuan yang sama, tapi itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena itulah kami berencana mengamankan satu persatu daerah Prefecture selagi kita memperbanyak Amunisi untuk serangan besar-besaran di Tokyo."

"Itu semua rencana kami," ucap Shikaku mengakhiri penjelasannya. "200.000 Pasukan ya," gumam Shikamaru sambil menyandarkan punggungnya pada kursinya sambil melihat peta yang ada di hologramnya.

"Itu artinya ada 50.000 pasukan gabungan dari China dan Rusia beserta alat tempur mereka yang akan melakukan penyerangan di daerah Hokkaido, sementara 150.000 Pasukan lagi dari gabungan Negara kita, Amerika, Inggris, Korea Utara, Korea Selatan, Thailand, serta Indonesia dengan alat tempur masing-masing negara akan melakukan penyerangan terhadap enam Prefecture sesuai rencana," gumam Shikamaru sambil melirik ayahnya

"Tidak... dengan 50.000 Pasukan gabungan, 105 Tank tempur yang berbeda, serta 300 jet tempur yang juga berbeda, itu tidak akan cukup untuk mereka membunuh semua Zombie yang ada di sana terlebih mereka tidak memiliki amunisi yang memadai untuk melawan para Muttant, jadi kita akan mengirim 10.000 pasukan bantuan dari negara Kita dengan 4 pesawat Ark kita, beserta 20 Tank destroyer, 20 mobil tempur Mjlonir serta Amunisi ciptaan Azazel untuk membantu mereka."

"Hm...," gumam Shikamaru melipat tangannya di dada sambil memikirkan rencana penyerangan yang di buat oleh mereka apakah rencana itu bagus atau tidak, "tidak buruk... Rencana yang kalian buat cukup bagus," lanjut Shikamaru sambil tersenyum.

"Lalu, apakah kalian sudah membuat strategi penyerangan?"

"Belum, kami baru saja akan memulainya tetapi terhenti karena kedatangan kalian," jawab Azazel dan di jawab gumaman pelan oleh Shikamaru.

"Souka... kalau begitu, sekarang mari kita mulai membuat rencana strategi penyerangan terhadap enam Prefecture," ucap Shikamaru lalu mengubah mapnya menjadi peta tiga dimensi.

"Penyerangan terhadap enam Prefecture akan di lakukan 9 hari lagi, sementara seluruh pasukan bantuan dari berbagai negara akan berkumpul 4 sampai 8 hari lagi. Itu artinya kita memiliki waktu 8 hari untuk bersiap melakukan penyerangan, memperbanyak amunisi persenjataan kita, serta menjelaskan strategi penyerangan kepada pasukan bantuan hingga akhirnya keesokan harinya hari penyerangan tiba," ucap Shikamaru lalu menggerakkan peta tiga dimensinya ke arah Hokkaido.

"Penyerangan Prefecture Hokkaido akan di lakukan oleh China, Rusia serta bantuan dari kita, benar bukan? tetapi karena hari penyerangan 9 hari lagi dan jarak mereka cukup dekat dengan kita, tidak mungkin kita membiarkan mereka mendarat lebih dahulu di Hokkaido, jadi menurut pendapatku akan lebih baik jika China serta pasukan kita memangkal di Rusia terlebih dahulu, lalu saat di malam hari di hari ke 8 kita suruh mereka untuk berangkat ke Hokkaido agar saat di hari ke 9 yaitu hari penyerangan mereka semua sudah ada di posisi untuk melakukan penyerangan" lanjut Shikamaru menjelaskan pendapatnya

"Bagaimana menurutmu Shikaku?" tanya Minato kepada Shikaku meminta pendapatnya. Shikaku yang mendengar itu mengelus dagunya memikirkan perkataan Shikamaru, setelah beberapa menit berpikir dia menganggukkan kepalanya.

"Hm, pendapatmu boleh juga Shikamaru, aku setuju dengan itu," jawab Shikaku menyetujui pendapat Shikamaru.

"Pertama... Ini Strategi penyerangan di Hokkaido dariku, saat hari penyerangan tiba, kita perintahkan 4 pesawat Ark kita untuk melakukan pembersihan di daerah yang akan di gunakan Kapal Landing Ship China serta Rusia untuk mendarat dan akan mengeluarkan seluruh pasukannya. Setelah seluruh pasukan dari Landing Ship, beserta Tank tempur mereka keluar, kita perintahkan Rusia serta China harus mengirim sekitar 50 pesawat tempur mereka untuk melakukan bombardir di beberapa tempat secara acak untuk mengacaukan formasi para Zombie," ucap Shikamaru menjelaskan Strategi penyerangan yang dia buat.

"Setelah seluruh pasukan maju dan membasmi para Zombie dalam jangkauan luas, barulah pasukan kita dari pesawat Ark keluar dan membantu pasukan China serta Rusia. Setelah seluruh pasukan negara kita keluar dari pesawat Ark, mereka membantu pasukan udara China serta Rusia untuk melakukan bombandir di Prefecture Hokkaido."

"Dengan 60.000 Pasukan yang saling bekerja sama, beserta 4 pesawat Ark besar, 125 Tank tempur gabungan, 300 pesawat jet tempur, 20 Mobil tempur Mjlonir serta dengan amunisi ciptaan Azazel yang akan kita berikan pada mereka, itu sudah cukup untuk menyapu bersih seluruh Zombie yang ada di Hokkaido," ucap Shikamaru mengakhiri penjelasan strategi penyerangannya.

"Jadi... Bagaimana menurutmu, Tou-san?" tanya Shikamaru meminta pendapat ayahnya. Shikaku yang mendengar itu memikirkan rencana Shikamaru apakah rencana itu cocok atau tidak.

"Maafkan aku Shikamaru, tapi mengerahkan 50 pesawat Jet tempur itu mungkin sedikit berlebihan, apa lagi kita tidak tahu berapa jumlah amunisi yang akan kita miliki ketika hari penyerangan itu, akan lebih baik jika kita mengirim masing-masing sekitar 30 pesawat jet tempur mereka," ucap Naruto mengenai pendapatnya kepada Shikamaru. "Apa yang di katakan Naruto ada benarnya, Shikamaru. Mengirim 50 pesawat sekaligus itu pemborosan, kita juga tidak tahu berapa jumlah amunisi kita nanti, jadi akan lebih baik kita mengirim sedikit pesawat jet tempur," ucap Shikaku setuju dengan pendapat Naruto, Shikamaru yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya dengan pelan.

"tapi, untuk rencanamu yang lainya, itu sudah sangat bagus, Shikamaru," lanjut Shikaku, Shikamaru yang mendengar itu terdiam sesaat lalu tersenyum tipis karena rencananya di puji oleh ayahnya.

"E-Etto...," gumam Hinata sambil mengangkat tangannya membuat semua melihat ke arahnya. "Kau... putrinya Hyuuga Hiashi, benar?" tanya Shikaku kepada Hinata.

"A-Ah, H-Ha'i... na-namaku Hyuuga Hinata."

"Ada apa? apakah kau ingin menanyakan sesuatu?" tanya Shikaku dengan lembut. "U-Um, i-ini mengenai rencana strategi penyerangan yang akan di lakukan di Hokkaido," jawab Hinata.

"Apakah ada yang salah?"

"Masalahnya, apakah mereka mengetahui strategi penyerangan ini karena mereka tidak berkumpul di tempat ini seperti negara lainnya nanti, jadi bagaimana mereka bisa tahu strategi penyerangan ini?" ucap Hinata ikut menyampaikan pendapatnya.

"Ah, untuk masalah itu tidak perlu khawatir, kita belum mengirim pasukan kita ke Rusia jadi saat rencana ini selesai kita akan memberikannya kepada pasukan kita lalu mereka akan menyampaikan strategi penyerangan ini kepada pasukan Rusia serta China," jawab Shikaku.

"A-Ah, Souka," balas Hinata, sementara itu di depan Meja Hinata, terdapat A yang sejak tadi melihat Hinata, matanya tidak bisa berpaling darinya sedikit pun. Naruto yang kebetulan duduk di samping Hinata mengetahui kalau A sedang menatap lekat Hinata menjadi risih, ia pun mengarahkan telapak tangannya di depan Hinata.

"Na-Naruto-kun?" gumam Hinata sedikit terkejut ketika tiba-tiba Naruto mengarahkan tangannya di hadapannya.

A yang melihat itu melirik ke arah Naruto yang menatap tajam dirinya dengan tatapan intimidasinya kembali, "Aku beri kau peringatan, pak tua! Jauhkan mata mesummu itu darinya atau kau akan tahu akibatnya," ancam Naruto tidak main-main dengan perkataannya.

Dia sudah bersumpah akan menjaga Hinata hingga ia mendapat pasangan yang sesuai untuknya, dia tidak akan membiarkan Hinata jatuh ke tangan yang salah. Jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap Hinata, maka dia bersumpah akan membuat orang tersebut bernasib buruk.

Suasana ruang rapat itu pun kembali menjadi tegang karena ancaman Naruto, Hinata yang mendengar ucapan Naruto terkejut lalu menatap takut ke arah A yang ternyata menatap mesum dirinya. A yang mendengar itu mendecih dalam hatinya lalu mengalihkan pandangannya tanpa membalas ucapan Naruto.

Naruto yang melihat itu pun menarik tangannya dari hadapan Hinata lalu mengelus rambut Indigo Hinata dengan lembut, "Aku sudah bersumpah pada Kiba akan menjagamu, jadi jangan khawatir... Aku akan menjagamu darinya," ucap Naruto sambil tersenyum menatap Hinata dengan serius.

Hinata yang melihat serta mendengar itu merona pipinya, lalu menganggukkan kepalanya dengan pelan sambil menundukkan kepalanya, "A-Arigato, Naruto-kun," balas Hinata.

Naruto pun menurunkan tangannya dari rambut Hinata lalu melihat ke arah Shikamaru kembali, "Kau boleh melanjutkannya, Shikamaru," ucap Naruto, Shikamaru yang mendengar itu menganggukkan kepalanya pelan.

"Baiklah, sekarang kita lanjutkan membuat rencana penyerangan di lima Prefecture tersisa, yaitu Prefecture Shiga, Nara, Fukui, Mie serta Wakayama," ucap Shikamaru sambil menggerakkan peta tiga dimensinya kembali ke arah Kyoto lalu memperlebarnya petanya hingga melingkupi lima Prefecture yang akan di serang.

"Penyerangan Lima Prefecture nanti akan di lakukan 140.000 pasukan gabungan dari Negara kita, Inggris, Amerika, Indonesia, Thailand, Korea Utara serta Korea Utara. Tetapi kita tidak mungkin melakukan penyerangan dengan 140.000 pasukan dari satu Prefecture ke Prefecture lainnya, itu akan menghabiskan banyak waktu, itu artinya kita akan membagi pasukan menjadi lima bagian," lanjut Shikamaru.

"Karena Korea Utara serta Korea Selatan dekat dengan kita serta mereka juga dekat dengan Prefecture Fukui, mereka yang akan melakukan penyerangan di Prefecture Fukui. Sementara Amerika, Indonesia, Inggris serta Thailand, saat mereka sampai di negara kita, kapal induk mereka akan ada di selatan Jepang dekat dengan Prefecture Wakayama, serta Prefecture Mie, jadi aku menyarankan untuk pasukan Indonesia serta Thailand melakukan penyerangan di prefecture Wakayama, sementara Amerika, aku rekomendasikan untuk melakukan penyerangan di Prefecture Nara."

"Berikutnya pasukan Inggris, aku sarankan mereka melakukan penyerangan di Prefecture Mie, sementara kita akan melakukan penyerangan di prefecture Shiga," ucap Shikamaru menjelaskan panjang lebar rencana penyerangan yang dia buat.

"Alasan kenapa aku membuat rencana seperti ini, karena Negara kita serta Negara Amerika memiliki lebih banyak pasukan di antara negara lain, Akan lebih baik posisi kita berada di tengah-tengah karena saat pasukan lain membutuhkan bantuan, negara kita serta Negara Amerika bisa membagi pasukan ke sisi yang membutuhkan."

"Kita memiliki 6 pesawat Ark tersisa, jadi akan sarankan kita membagi pesawat Ark di mana 1 pesawat Ark membantu pasukan Korea Utara serta Selatan melakukan penyerangan di Fukui, 1 membantu pasukan Indonesia serta Thailand melakukan penyerangan di Prefecture Wakayama, 1 membantu pasukan Inggris melakukan penyerangan di prefecture Mie, 3 membantu pasukan kita serta Amerika melakukan penyerangan di Prefecture Shiga serta Nara."

"Selain itu Amerika mengirim sisa pasukan mereka saat hari penyerangan menggunakan 10 pesawat Boeing C-17 Globemaster bukan? Aku sarankan mereka di bagi menjadi 5 kelompok dan berpencar ke lima Prefecture dengan masing-masing kelompok terdapat 2 pesawat Boeing C-17 Globemaster," lanjut Shikamaru.

"rencana saat melakukan penyerangan hampir mirip dengan penyerangan di Hokkaido di mana para pesawat Ark yang ada di Prefecture Fukui, Wakayama serta Mie melakukan pembersihan di daerah yang akan di gunakan para kapal Landing Ship agar bisa mendarat dan menurunkan pasukan, sementara Pesawat Ark yang akan membantu kita serta Amerika membuka serangan dengan membombardir para Zombie untuk mengacaukan formasi mereka terlebih dahulu."

"lalu, pasukan Korea Utara, Korea Selatan, Indonesia, Inggris, Amerika dan Thailand juga mengirim 30 pesawat jet tempur mereka untuk melakukan bombardir membantu pesawat Ark mengacaukan formasi Zombie. Setelah Formasi Para Zombie kacau, pasukan kita sama-sama bergerak membunuh para Zombie di masing-masing prefecture," ucap Shikamaru lalu memperbesar peta tiga dimensinya pada daerah Prefecture Nara, Wakayama dan Shiga.

"Karena di Prefecture Nara, Wakayama serta Shiga terdapat banyak pepohonan, itu akan menjadi Medan pertempuran yang cukup menyulitkan karena penglihatan akan terhalangi pepohonan," ucap Shikamaru lalu melihat data pasukan di mejanya, "karena kita memiliki 120 helikopter tempur, aku sarankan setiap pesawat Ark membawa 20 Helikopter tempur dan membantu pasukan membunuh para Zombie yang ada di daerah tersebut dari udara," lanjut Shikamaru sambil membuat lingkaran di daerah pegunungan serta hutan di Prefecture Wakayama, Mie, Nara, Shiga serta Fukui.

"Dengan rencana seperti ini, aku rasa sudah cukup untuk membersihkan lima Prefecture. Kita tidak perlu menggunakan pesawat Gargoyle, B-1 Lancer, V-22 Osprey serta A-10 Warthog, karena mereka akan lebih baik di gunakan saat penyerangan akhir di Tokyo."

"Ini semua, rencana penyerangan dariku...," ucap Shikamaru mengakhiri penjelasan rencana penyerangan yang dia buat, "jadi... bagaimana pendapat kalian mengenai rencanaku, Tou-san?" tanya Shikamaru meminta pendapat kepada ayahnya.

Shikaku yang mendengar itu kembali kembali memikirkan rencana anaknya apakah rencana itu bagus atau tidak. Naruto yang mendengar rencana Shikamaru terdiam sambil memandang peta tiga dimensi Shikamaru, lalu mata birunya yang tajam mulai terpejam seperti ia tengah memikirkan sesuatu.

"Aku tidak menyangka seluruh rencanamu itu sangat sempurna Shikamaru, kita gunakan rencanamu," ucap Shikaku menyetujui rencana Shikamaru. "Maafkan aku sekali lagi," ucap Naruto membuat semua melihat ke arahnya.

"Tetapi, melakukan bombardir besar-besaran itu aku rasa terlalu berlebihan," ucap Naruto sambil membuka matanya. "Jaa, kita harus bagaimana, Dobe? Apa kau punya rencana lain?" tanya Sasuke kepada Naruto.

"Shikamaru, apakah kau ingat dengan apa yang pernah aku rencanakan terdapat senjata Barrage Tempest?" tanya Naruto sambil melirik sahabatnya. "Kau berencana menggabungkan Energi senjata Barrager Tempest dengan cairan Nitrogen agar saat di tembakan dan mengenai objek serangan itu akan meledak bagaikan bom tapi yang membedakannya adalah ledakan itu membekukan apa pun, dan dengan tambahan energi listrik pada ledakan itu, mereka akan hancur menjadi berkeping-keping dengan cepat," jawab Shikamaru lalu di jawab anggukkan pelan oleh Naruto.

"Memangnya apa hubungannya dengan senjata itu?" tanya Chouji penasaran. "Dari pada kita membunuh mereka menggunakan senjata dengan daya ledak yang bisa merusak apa pun di sekitarnya, kenapa kita tidak menggunakan daya ledak pembeku seperti Barrager Tempest yang daya ledaknya tidak akan merusak apa pun di sekitarnya?" saran Naruto membuat semua tersentak.

"Selain itu, jika kalian ingat, tubuh mereka itu memiliki cairan hijau yang jika tersentuh maka kita juga akan menjadi bagian dari mereka. Jika kita meledakkan mereka atau membunuh mereka, cairan Hijau yang ada di saraf mereka pun akan bercampur dengan darah mereka dan membuat darah mereka yang awalnya merah menjadi hijau, jika saat penyerangan pasukan kita tidak sengaja menginjaknya, mereka akan menjadi bagian dari mereka dan justru akan membuat pasukan kita terpecah belah," ucap Naruto membuat semua terdiam.

"Kau benar... Aku lupa dengan hal itu," gumam Shikamaru sambil menepuk jidatnya. "Bagaimana, Azazel-san? Apa kau bisa membuatnya?" tanya Naruto sambil melirik Azazel

"Apa kau bisa menciptakan peluru ledak yang sama seperti ciptaanmu sebelumnya tetapi dengan bahan berbeda bukan? Kau hanya perlu mengganti daya ledak dari peluru itu agar menciptakan daya ledak pembeku di mana saat terkena Zombie, peluru itu akan meledak tetapi ledakannya tidaklah seperti ledakan sebelumnya tapi membekukan mereka, apa kau bisa membuatnya?"

Azazel yang mendengar itu terdiam sambil menyentuh dagunya memikirkan perkataan Naruto, "Entahlah... Tapi aku akan mencobanya nanti," jawab Azazel dan di jawab anggukkan oleh Naruto. "Lalu Shikamaru, bolehkah aku minta tolong padamu?" ucap Naruto sambil melirik Shikamaru kembali.

"Meminta tolong apa?" tanya Shikamaru dengan sebelah alis terangkat. "Jika tidak salah, kita memiliki 40 mobil Rover bukan? Mobil itu bisa berjalan di Medan pegunungan dan berbatuan seperti mobil Offroad," ucap Naruto.

"Bisakah kau mengambil rancangan Suspension Part mobil tersebut lalu membuatkanku rancangan menggabungkannya dengan mobilku?" pinta Naruto kembali. "Apa yang kau rencanakan?" tanya Ibiki penasaran dengan permintaan Naruto.

"Aku berencana... untuk ikut melakukan penyerangan bersama pasukan lainnya," jawab Naruto dengan serius membuat semua yang ada di ruangan tersebut terkejut. "Tidak! Tidak! Tidak! Kau tidak boleh ikut Naruto! Itu sangat berbahaya!" balas Minato menolak keputusan anaknya untuk ikut.

"Selain itu, kau itu adalah warga sipil! Bukan dari pasukan militer! Walau kau memiliki kemampuan menembak layaknya seorang militer di karena kan kau pernah menjadi Ghost Thief, tapi aku sebagai ayahmu tidak mengizinkanmu untuk ikut! Aku serta Ibumu tidak ingin kehilanganmu lagi!"

Naruto yang mendengar ayahnya melarang dirinya untuk ikut melakukan penyerangan terdiam, Ia memejamkan matanya sambil mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, ia sudah menduga bahwa ayahnya pasti akan melarangnya untuk ikut.

"Maafkan aku... Tou-san...," ucap Naruto meminta maaf kepada ayahnya, "tapi... ini sudah menjadi keputusanku, aku akan tetap ikut melakukan penyerangan bersama pasukan lainnya," lanjut Naruto dengan tegas.

"Naruto... Kau..."

"Tou-san!" potong Naruto membuka matanya lalu menatap ayahnya dengan serius, "aku tahu kau sangat mengkhawatirkan keselamatanku."

"Tapi kau tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja. Lagi pula aku sudah pernah terjebak di Tokyo selama 3 hari dengan kerumunan Zombie seperti mereka, serta melawan para penjahat yang di cari tanpa terluka sedikit pun. Bahkan selama 3 hari di Tokyo, aku masih bisa bertahan bersama teman-temanku dan bisa sampai sini, jadi kau tidak perlu khawatir, Tou-san," lanjut Naruto sambil tersenyum tipis.

Minato yang mendengar perkataan serta melihat raut wajah serius putranya terdiam. Pemimpin perempuan rambut kuning yang melihat keseriusan Naruto saat membalas perkataan ayahnya merona pipinya.

"Hahh... Dasar Dobe," gumam Sasuke sambil menghembuskan nafasnya, "apa boleh buat, jika kau ikut maka aku juga akan ikut denganmu, Dobe," lanjut Sasuke membuat semua yang ada di sana semakin terkejut, terkecuali Naruto.

"Tidak! Kau juga tidak boleh ikut Sasuke-kun! Jika Ayahmu tahu, dia pasti juga akan melarangmu untuk ikut!" ucap Minato juga melarang Sasuke untuk ikut melakukan penyerangan.

"Aku tidak peduli dengan hal itu, Minato-jiisan," jawab Sasuke, "aku juga bisa menjaga diriku, selain itu aku tidak bisa membiarkan orang keras kepala ini sendirian," lanjut Sasuke sambil menunjuk Naruto.

"Mendokusei, padahal aku ingin sekali bersantai setelah sampai di sini, tapi... Karena sahabatku akan ikut berperang, bagaimana bisa aku santai... Kau pasti membutuhkan seseorang untuk melakukan Support kan, Naruto. Aku juga akan ikut denganmu," ucap Shikamaru membuat semua yang ada di sana semakin terkejut.

"Shikamaru! Aku juga melarangmu untuk ikut! Itu terlalu berbahaya!" ucap Shikaku ikut melarang anaknya untuk ikut melakukan penyerangan. "Maafkan aku, Tou-san... Tapi aku tidak bisa membiarkan Naruto serta Sasuke maju melawan para Zombie sementara aku hanya diam di tempat seperti ini," jawab Shikamaru sambil menatap serius ayahnya.

"Selain itu, jika aku tidak di perbolehkan ikut, semua rencana penyerangan ini serta alatku tidak akan aku berikan kepada kalian," lanjut Shikamaru lalu menonaktifkan Chipnya membuat seluruh Hologramnya menghilang, "dengan begitu kalian akan kesulitan untuk membuat rancangan atau pun mengubah strategi."

Shikaku yang mendengar perkataan anaknya di buat ikut terdiam, dirinya tidak menyangka bahwa anaknya juga iberniat untuk ikut melakukan penyerangan.

"Aku juga akan ikut denganmu, Naruto-kun," ucap Arthuria membuat semua yang ada di ruangan tersebut semakin terkejut, "lagi pula, kau sudah mengajariku cara menggunakan senjata, jadi aku akan membantumu."

"Aku juga akan ikut!" ucap Kuroka juga berniat untuk ikut melakukan penyerangan. "Fufufu, tentu saja aku juga akan ikut," ucap Akeno juga berniat untuk ikut.

"Jika terjadi sesuatu pada kalian nanti bisa gawat, jadi aku akan ikut sebagai Tim Medis Khusus untuk kalian!" ujar Sakura sambil tersenyum

"Aku juga akan membantu," ucap Tsubaki sambil tersenyum. "Aku juga," ucap Sona sambil membenarkan letak kaca matanya.

"Aku juga!" timpal Xenovia penuh semangat. "Um! Aku juga akan ikut!" ujar Irina sambil tersenyum

Rias, Hinata, serta Ino yang melihat teman-temannya tanpa takut sedikit pun ingin ikut melakukan penyerangan terdiam. Mereka sebenarnya juga ingin ikut, tetapi Rias tahu orang tuanya akan melarangnya untuk ikut melakukan penyerangan bersama yang lainnya, apa lagi semenjak kematian Issei, orang tuanya pasti akan sangat ketat dengan keselamatannya.

Begitu juga Hinata, ia yakin jika dia ikut melakukan penyerangan, ayahnya akan sangat marah besar padanya. Tetapi mereka tidak bisa membiarkan teman-teman mereka melawan para zombie sementara mereka hanya diam berlindung di tempat ini, mereka tidak ingin kehilangan orang-orang terdekat mereka kembali.

Maka dari itu, mereka pun menetapkan hati mereka untuk ikut bersama mereka walau pun harus melawan orang tua mereka. "Aku juga akan ikut," ucap Rias dengan ekspresi serius.

"Um, aku juga akan ikut bersama kalian!" timpal Hinata. Ino yang mendengar itu terdiam, semua teman-temannya telah membuat keputusan, hanya tinggal dirinya seorang saja yang belum memberikan keputusan apakah ia ikut atau tidak.

Dirinya ragu untuk memilih.

Jika dirinya memilih untuk tidak ikut ia merasa bersalah kepada teman-temannya karena mereka semua melawan bencana ini sementara dirinya hanya diam di tempat ini.

Jika dirinya memilih untuk ikut, ayahnya yang ada di depannya saat ini pasti akan sangat memarahinya serta ada sedikit ketakutan di dalam hatinya semenjak kematian Issei, ia takut jika itu terjadi pada dirinya.

Tapi Ino seketika sadar, dia tidak boleh mementingkan dirinya sendiri, Naruto pernah mengatakan padanya 'Jika Dunia berubah, maka kita juga harus berubah'. Berkat kata-kata itu, dirinya yang awalnya takut serta ragu memegang senjata mulai memberanikan diri.

Selain itu, penyerangan ini tidak di lakukan oleh mereka saja, tapi banyak pasukan, dan juga berkat Naruto dirinya bisa sampai di tempat ini dengan selamat, setidaknya dirinya ingin membalas perbuatan Naruto sebisanya.

"Aku... Juga akan ikut," jawab Ino, dan tentu saja dirinya tahu, ayahnya akan membentaknya. "Ino! Kau juga?!" kejut Inoichi mendengar keputusan anaknya.

"Maafkan aku Tou-chan!" ucap Ino, "tapi aku tidak ingin sendirian di sini, aku juga tidak bisa hanya diam melihat teman-temanku maju melawan monster-monster itu sementara aku hanya diam di sini."

"Selain itu, berkat Naruto juga aku bisa sampai di sini dan berkat dia ketakutanku yang ada di hatiku menjadi sirna, jadi setidaknya... Aku ingin membalas seluruh perbuatannya!" balas Ino.

"Ino...," gumam Inoichi.

"Arigato untuk kebaikan hatimu, Ino, begitu juga kalian semua," ucap Naruto sambil berdiri dari tempat duduknya, "tapi... Kalian tidak perlu ikut, kalian tetaplah di sini... hanya aku sendiri yang akan ikut melakukan penyerangan bersama pasukan lainnya," lanjut Naruto membuat mereka terkejut karena Naruto tidak ingin mereka ikut

Sasuke yang tidak senang dengan perkataan sahabatnya langsung ikut berdiri dan mencengkeram kerah baju Naruto, "Apa kau sudah gila, Naruto! Apa kau pikir kami akan menerima keputusanmu itu!" teriak Sasuke kesal terhadap Naruto. "Itu benar, Naruto! Kami tidak akan membiarkanmu pergi seorang diri!" timpal Shikamaru setuju dengan Sasuke.

"Aku mohon... Kalian tidak perlu ikut," ucap Naruto sambil memejamkan matanya. "Kheh! Aku benci dengan sifatmu ini Naruto!" geram Sasuke berniat meninju Naruto tetapi di tahan oleh Chouji.

"Sasuke! Tenangkan dirimu!"

"Lepaskan aku, Chouji! Biarkan aku sesekali menghajar orang ini!"

"Naruto-kun, kami mohon biarkan kami membantumu," ucap Arthuria memohon kepada Naruto. "Tidak... Kalian tetaplah di sini," jawab Naruto tetap tidak menginginkan mereka ikut.

"Kenapa kami tidak boleh ikut, Naruto-san?" tanya Tsubaki meminta alasannya kepada Naruto. "Benar, padahal Kita sudah pernah melawan mereka bersama, kita pasti bisa melawan mereka lagi," jawab Xenovia.

"KARENA AKU TIDAK INGIN KALIAN MATI!" teriak Naruto membuat suasana rapat seketika hening, "KALIAN SUDAH DENGAR BUKAN?! AKU TIDAK INGIN KALIAN IKUT KARENA AKU TIDAK INGIN KALIAN MATI!" teriak Naruto kembali.

"Aku tidak ingin kehilangan kalian... sudah cukup aku kehilangan sahabat terdekatku... Aku tidak ingin kehilangan kalian juga... Jadi aku mohon... kalian tetaplah di sini," ucap Naruto mengubah nada suaranya kembali.

Semua yang mendengar alasan kenapa Naruto tidak mengizinkan mereka ikut terdiam, jadi itu alasan kenapa Naruto tidak ingin mereka ikut.

Sasuke yang benar-benar tidak tahan pun langsung menarik kerah Naruto dengan kasar, "DASAR DOBE!" teriak Sasuke lalu membenturkan keningnya dengan kening Naruto cukup keras membuat semua terkejut.

"Aku benar-benar benci dengan sifatmu itu, Dobe! Aku benci sifatmu yang selalu mementingkan kami dari pada dirimu sendiri!" ucap Sasuke sambil menatap tajam Naruto, "jika kau memang tidak ingin kehilangan kami! Kami juga tidak ingin kehilangan dirimu tahu!"

Naruto yang mendengar ucapan Sasuke terdiam, Shikamaru yang melihat Sasuke mencoba meyakinkan Naruto pun ikut membantu. "apa yang di katakan Sasuke itu benar, Naruto. Kami tidak bisa membiarkanmu pergi sendirian melawan mereka, kita sudah pernah melawan mereka bersama jadi mari kita lakukan bersama lagi," ucap Shikamaru sambil menepuk pundaknya.

"Bukan hanya kau yang takut kehilangan, Naruto. Kami juga takut, kita sama-sama takut jika terjadi sesuatu seperti Issei, tapi jika kita bersama, kita bisa melindungi satu sama lain dan hal seperti itu tidak akan terjadi lagi."

"Itu benar, Naruto-kun, Izinkan kami untuk ikut denganmu," timpal Arthuria ikut membujuk Naruto. "Kau sudah berjanji tidak akan meninggalkan kami, apa kau akan melanggar janjimu lagi, Naru-kun?" ucap Kuroka sambil menatap lirih Naruto.

"Itu...," gumam Naruto tidak bisa membalas perkataan Kuroka, mata Sapphire nya melihat teman-temannya yang menatap memohon dirinya agar mereka ikut bersamanya.

Melihat itu Naruto melenguh pelan sambil memejamkan matanya. "Baiklah... Kalian boleh ikut," jawab Naruto membuat mereka tersenyum, "tapi... sebelum hari penyerangan tiba berlangsung, kalian akan berlatih dengan keras... jadi bersiaplah," lanjut Naruto sambil membuka matanya dan menatap serius teman-temannya.

"Ha'i!" balas Kuroka, Arthuria, Akeno, Rias, Hinata, Ino, Sona, Tsubaki, Xenovia, serta Irina serempak. "Ya!" balas Shikamaru, Sasuke dan Chouji.

Brak!

"JANGAN BERCANDA KALIAN PARA BOCAH!" teriak A sambil memukul mejanya dengan sangat keras membuat semua melihat ke arahnya kecuali Naruto, "WALAU KALIAN BISA MENGGUNAKAN SENJATA DAN PERNAH MELAWAN MEREKA, BOCAH SEPERTI KALIAN HANYA AKAN MEMPERBURUK SITUASI PENYERANGAN JIKA KALIAN IKUT BERSAMA PASUKAN LAINNYA?!".

Naruto berserta teman-temannya yang mendengar itu terdiam tidak membalas perkataan A. "KAU BAHKAN TIDAK BISA MENYELAMATKAN NYAWA TEMANMU DAN SEKARANG KAU BAHKAN MENGAJAK TEMAN-TEMANMU YANG LAIN IKUT BERSAMAMU LAGI! KAU HANYA AKAN MEMBUAT TEMAN-TEMANMU ITU MATI! SAMA SEPERTI TEMANMU YANG SUDAH MENINGGAL ITU!" teriak A sambil menunjuk Naruto.

Semua yang mendengar itu seketika tersentak, suasana ruangan rapat itu mulai berubah menjadi tegang. Teman-teman Naruto yang tahu apa yang akan terjadi menatap takut Naruto yang menundukkan kepalanya, apa lagi mereka mulai merasakan hawa yang tidak enak di sekitar Naruto.

"Sasuke... Bisa kau lepaskan tanganmu," ucap Naruto dengan suara datar, Sasuke yang mendengar nada datar Naruto berkeringat. Tanpa membalas perkataannya, ia pun melepaskan cengkeramannya pada baju Naruto.

"Kalian semua yang ada di ruangan ini... Jangan ada yang menggangguku," ucap Naruto lalu mengangkat kepalanya sambil menatap A dengan tatapan membunuh, "karena aku akan memberi pria bajingan ini pelajaran."

Sret!

Tanpa banyak bicara, Naruto langsung naik ke atas meja ruang rapat lalu melompat ke arah A sambil mengarahkan sebuah tendangan. A yang melihat itu langsung saja menyimpangkan tangannya untuk menahan tendangan Naruto, dan karena posisinya yang tidak menguntungkan ia harus terdorong ke belakang hingga terjatuh bersama kursinya.

"Naruto! Hentikan!" pinta Minato sambil ingin menghentikan perbuatan Naruto, namun tubuhnya seketika berhenti bergerak ketika Naruto langsung meliriknya dengan tatapan membunuhnya. "Jangan menggangguku... Tou-san," ucap Naruto dengan suara datarnya.

Minato yang melihat tatapan Naruto kembali bergetar, tatapan membunuhnya berbeda dari yang pertama dia tunjukkan. Kali ini, Naruto benar-benar emosi dan ia tidak main-main dengan kata-katanya bahwa ia akan memberi A pelajaran jika menyinggung soal Issei.

"Tenno-sama...," panggil Ibiki meminta perintah dari Hiruzen apa yang harus di lakukan, menghentikan Naruto atau membiarkan Naruto memberi A pelajaran, tapi Hiruzen hanya diam tidak memberi perintah sedikit pun.

Pemimpin yang ada di sekitar A pun langsung bergerak menjauh dari tempat tersebut karena tidak ingin terkena dampak pertarungan mereka.

"Ghh... DASAR ANAK KURANG AJAR!" geram A mulai bangkit dari terjatuhnya sambil menatap tajam Naruto yang mulai turun dari meja rapat dan mendekatinya.

A pun mengepalkan tangannya dengan kuat lalu melayangkan tinjunya ke arah Naruto dan tinju tersebut langsung di balas oleh Naruto tanpa berpikir panjang.

Buagh!

Tinju mereka pun beradu dengan sangat keras, awalnya semua berpikir Naruto akan kalah beradu tinju dengan A karena melihat ukuran tubuh mereka Yang sangat jauh, namun apa yang mereka pikirkan salah.

A yang merasakan sakit pada tangannya yang beradu tinju dengan Naruto menggerang kesakitan dan itu membuat semua terkejut karena A kalah beradu tinju dengan Naruto yang ukuran tubuhnya lebih pendek darinya.

'Ghh... Anak ini... Kuat sekali,' batin A sambil menatap Naruto tidak percaya, matanya seketika melebar ketika Naruto memutar tubuhnya sambil memberikan tendangan menggunakan tumit kaki kirinya.

A pun langsung menahan tendangan Naruto dengan menangkap kakinya, namun secara tak terduga Naruto melompat lalu memberikan sebuah tendangan dengan kaki kanannya.

Duak!

Tendangan Naruto pun berhasil mengenai pipi A hingga membuatnya terpental ke samping. Semua yang melihat itu menatap Naruto terkejut karena tidak menyangka Naruto bisa memberikan serangan seperti itu.

A yang merasakan sakit pada pipinya karena terkena tendangan Naruto mulai marah, Ia menatap nyalang Naruto yang menatap dingin dirinya. A pun kembali menyerang Naruto dengan tinjunya, namun kali ini Naruto menghindari tinju A dengan memiringkan tubuhnya.

Setelah menghindari serangan A, Naruto langsung melayangkan tinju ke dada A hingga membuatnya meringis kesakitan kembali. Tanpa memberi jeda Naruto kembali memberi satu pukulan di dada A lalu melompat dan kembali memberikan tendangan di kepala A.

Namun A kali ini menahan tendangan Naruto dengan tangan kirinya lalu menangkap kaki Naruto. "HRAAAAAHH!" teriak A dengan lantang mengayunkan Naruto ke atas dan berniat membenturkannya ke lantai.

Tapi Naruto langsung menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya tidak berbenturan dengan tanah lalu mengayunkan kaki kirinya hingga mengenai pipi A yang lain.

Dengan cepat Naruto pun mengembalikan posisi tubuhnya ke posisi semula lalu melesat ke arah A untuk memberikan serangan. A yang terkena tendangan dua kali itu pun di ke dua pipinya mulai termakan emosi, melihat Naruto melesat ke arahnya ia pun memberikan serangan tinju secara beruntun ke arah Naruto.

Namun semua serangan beruntun tersebut berhasil di hindari dengan lincah oleh Naruto sambil melangkah mundur. A yang melihat celah terbuka pada Naruto pun langsung melayangkan sebuah tendangan membuat Naruto terkejut dan langsung menyilangkan tangannya menahan tendangan A hingga terdorong ke belakang.

"Naruto-kun!" teriak Akeno dan Kuroka menatap khawatir Naruto yang terkena tendangan A, Semua yang melihat pertarungan Naruto melawan A semakin menegang ketika melihat Naruto terkena tendangan A.

Naruto yang terdorong ke belakang karena tendangan A pun menggunakan tenaga di kakinya untuk menghentikan tubuhnya yang terdorong, setelah berhenti Naruto menurunkan kedua tangannya sambil menghembuskan nafas kasar.

Dengan sekuat tenaga, Naruto mendorong kakinya hingga membuatnya berlari ke arah A. Lalu, Naruto pun mengambil satu kursi yang ada di ruang rapat lalu mengangkatnya dan menendangnya ke arah A.

A yang melihat itu menangkis kursi tersebut dengan meninjunya ke samping, namun secara tak terduga terdapat satu kursi lagi yang mengarah ke arahnya dan akhirnya membentur wajahnya.

Naruto yang masih dalam keadaan melesat ke arah A melihat kursi yang dia tendang berhasil mengenai A pun melompat dan memberikan sebuah tendangan pada dada A hingga membuatnya terdorong sedikit ke belakang, tak sampai di sana Naruto pun menambah serangannya dengan memberikan tinju di wajah A.

Setelah memberi tinju pada wajah A, Naruto pun melakukan Flip lalu memberikan sebuah tendangan di atas kepala A hingga membuatnya membungkuk.

Tanpa memberi A waktu untuk membalas, Naruto kembali menyerang A dengan memberinya sebuah pukulan Upercut tepat di bagian dagunya. Namun setelah terkena pukulan tersebut, A langsung menangkap tangan Naruto lalu memutar tubuh Naruto dan mencekiknya dengan menjepit tangan Naruto bersama tangannya lagi satu di leher Naruto sementara tangannya yang lain memegang tangan Naruto dia angkat dengan kuat

"Naruto-kun!" panik Akeno, Hinata, Kuroka, Rias, Irina dan Arthuria. "G-Gawat," gumam Shikamaru melihat Naruto dalam kondisi tidak menguntungkan.

"KAU BENAR-BENAR SUDAH MEMBUATKU MARAH BOCAH SIALAN! SEKARANG AKAN AKU BUAT KAU MEMBALAS SELURUH PERBUATANMU DENGAN MEMATAHKAN TANGANMU INI" teriak A sambil menarik tangan Naruto, "TIDAK PEDULI AYAHMU ADA DI SINI SERTA TENNO-SAMA MELIHAT INI, AKU AKAN MEMATAHKAN TANGANMU INI!"

Naruto yang di cekik oleh A bergerak berusaha melepaskan cekikan di lehernya serta berusaha menahan rasa sakit pada tangannya yang mulai di tarik A.

"JANGAN BERCANDA!" teriak Naruto dengan lantang lalu mengayunkan kedua kakinya ke atas, setelah itu dengan keras Naruto mengayunkan kedua kakinya ke bawah hingga kedua kakinya dengan keras menginjak kaki A.

"ARRRRGHHHH!" teriak A kesakitan, merasakan cekikan A melonggar, Naruto pun langsung memberikan serangan siku pada dada Naruto hingga membuat tangannya yang di pegang oleh A ikut terlepas.

Setelah itu Naruto kembali memberikan serangan siku menggunakan tangannya yang baru saja terlepas hingga membuat A kembali membungkuk lalu memberikan serangan tambahan menggunakan kepalan tangannya pada wajah A hingga membuatnya bergerak mundur.

Lalu, Naruto menjepit pinggang A menggunakan kedua kakinya lalu bergerak melalui celah kaki A hingga akhirnya dia di belakangnya. "HRAAAAAARRRGHHH!" teriak Naruto sambil mengayunkan kedua tangannya yang terkepal kuat ke arah kepala A.

Buagh!

"AARRRGHHH!" teriak A semakin kesakitan karena serangan Naruto. Dia pun berusaha menjauhkan Naruto dari punggungnya, namun kedua tangannya langsung di tangkap oleh Naruto dengan mudah.

Setelah itu Naruto mengangkat kedua kakinya di punggung A sambil memegang kedua tangannya dan setelah itu dia langsung menekan kepala serta punggung A dengan keras menggunakan kedua kakinya hingga membuat A membentur lantai dengan keras.

"Aku sudah bilang padamu... jangan pernah menyinggung soal sahabatku, atau kau akan menerima akibatnya," ucap Naruto sambil memandang dingin A yang ada di bawahnya, "sekarang kau akan menerima akibatnya," lanjut Naruto lalu langsung melepaskan tangan kiri A dan dengan cepat meninju siku A dengan kuat hingga patah.

"GRAAAAAAAAAAGHHHHH!"

Dengan kasar, A mengayunkan tangan kirinya ke arah Naruto yang ada di atasnya, namun tangannya kembali berhasil di tangkap oleh Naruto. Tanpa segan-segan, Naruto mencengkeram pergelangan A lalu memelintirnya dengan kuat hingga membuat rasa sakit A berlipat ganda.

Setelah itu Naruto turun dari tubuh A lalu menendangnya dengan kuat hingga ia membalikkan tubuhnya, A yang awalnya menunjukkan wajah amarah mulai memucat ketika merasakan sakit yang luar biasa pada tangannya.

Ia menatap takut Naruto yang bergerak ke arahnya, "HRAAARRGHH!" teriak A berusaha menendang Naruto untuk menjauhkannya darinya. Tapi itu adalah pilihan terburuk karena Naruto menangkap kaki kanannya dengan mudah.

"L-Lepaskan! LEPASKAN KAKIKU BOCAH SIALAN!" teriak A memberontak.

Buagh!

"AAAARRRGHHHHHH!" teriak A kesakitan karena Naruto meninju bagian pergelangan kakinya dengan sangat kuat. Tak cukup hanya sekali, Naruto meninju pergelangan Kaki A secara beruntun hingga akhirnya pergelangan kakinya patah.

"AAAAAARRRRRRRRGHHHHHHHHH!"

Semua yang ada di ruangan rapat memandang ngeri apa yang mereka lihat, mereka tidak percaya bahwa Naruto secara tidak segan-segan melakukan hal yang sangat mengerikan.

Terutama teman-teman Naruto, perbuatannya saat ini, lebih mengerikan dari saat Naruto menyiksa Diodora. Minato yang melihat betapa brutalnya Naruto menatap anaknya dengan tatapan tidak percaya, dia seolah tidak melihat Naruto yang biasanya.

Setelah itu, Naruto mulai menaiki tubuh A lalu duduk di atas tubuhnya sambil memandang dingin A yang menangis menahan sakit luar biasa.

Buagh! Buagh! Buagh!

Bagaikan sudah termakan emosi yang sangat dalam, Naruto langsung meninju wajah A secara beruntun seolah tak peduli dengan keadaannya yang sudah buruk.

Sementara Naruto, di dalam pikirannya terlintas masa lalunya bersama Issei, masa-masa sulit serta menyenangkan mereka lalui, hingga terlintas bayangan Issei yang telah mati di depan matanya.

"HRRRAAAAAAAAAAGHHHHH!" teriak Naruto dengan lantang dan berusaha memberikan tinjunya kepada A. "HENTIKAN NARU-KUN!/NARUTO-KUN!/NARUTO-SAN!/NARUTO!" teriak semua teman-teman Naruto langsung menahannya sebelum tinjunya melayang ke arah A yang wajahnya sudah babak belur hingga hidungnya mengeluarkan darah.

"Mou! Sudah cukup! Sudah cukup, Naru-kun!" ucap Kuroka sambil memeluk erat Naruto. "Tolong sadarlah, Naruto-kun!" ucap Akeno mempererat pelukannya.

"Tolong hentikan, Naruto-kun! Ini sudah berlebihan!" pinta Arthuria sambil memeluk erat leher Naruto dari belakang. "Sudah cukup, Naruto! Tenangkan dirimu!" ucap Shikamaru sambil menahan tangan Naruto yang akan meninju A bersama Sasuke.

"Kuso... tadi itu hampir saja..., Jika telat sedikit saja... orang ini pasti sudah mati...," batin Shikamaru sambil melirik Naruto, "karena aku bisa merasakan... Betapa kuatnya tenaga dalam tinju ini."

Naruto yang tersulut oleh emosinya pun perlahan mulai tenang ketika mendengar suara teman-temannya serta merasakan mereka memeluk erat dirinya.

Shikamaru, Chouji serta Sasuke yang merasakan tinju Naruto mulai melemas pun melepaskan tangannya. "Gomen Minna... membuat... kalian khawatir," ucap Naruto meminta maaf sambil melihat teman-temannya serta mengatur nafasnya yang sedikit memburu karena tersulut emosi tadi.

Teman-teman Naruto yang melihatnya sudah tenang tersenyum lalu melepaskan pelukan mereka dari Naruto.

"Ibiki, panggilkan tim medis kemari," perintah Hiruzen. "A-Ah, Ha'i! Tenno-sama!" balas Ibiki menganggukkan kepalanya.

"Emergency! Ada yang terluka, aku ulangi ada yang terluka!" ucap Ibiki melalui microphone di ruang rapat tersebut.

Setelah itu, Naruto pun bangkit dari tubuh A dan menjauh darinya sambil mengatur nafasnya yang masih memburu, tak lama setelah itu, muncul beberapa dokter yang membawa tandu langsung menandu A yang terluka parah ke ruangan pengobatan yang ada di markas tersebut.

Setelah kepergian mereka ruangan rapat pun menjadi sangat hening hingga akhirnya, Naruto angkat bicara. "Maafkan aku mengenai hal tadi," ucap Naruto meminta maaf sambil membelakangi Hiruzen serta beberapa pemimpin lainnya.

"Tidak... dia memang sesekali harus di beri pelajaran untuk menjaga cara bicaranya," ucap Hiruzen tidak mempermasalahkan hal tersebut, Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

"Kembali ke topik utama... Jadi... Apa kalian masih tidak mengizinkan kami untuk ikut melakukan penyerangan?" tanya Naruto tanpa menoleh. Hiruzen, Minato, Shikaku, Inoichi, Azazel, Ibiki serta para pemimpin yang lainnya yang mendengar itu tidak menjawab pertanyaan Naruto.

"Kalau begitu... bagaimana jika kita lakukan test untuk membuktikan kami layak untuk ikut?"

Hiruzen, Shikaku, Ibiki, Minato serta Inoichi yang mendengar itu tersentak, "Test?" tanya Shikaku. "Benar, Testnya adalah pertarungan melawan Pasukan terpilih JSDF... jika aku menang kami boleh ikut melakukan penyerangan, jika tidak maka kami tidak akan ikut melakukan penyerangan," jawab Naruto membuat semua kembali terkejut.

"Oi, Naruto! Jangan bilang kau..."

"Benar sekali, aku sendiri yang akan melakukan test tersebut sekaligus mewakili kalian," jawab Naruto, "aku tidak peduli berapa banyak pasukan JSDF terpilih yang akan menjadi lawanku... berapa pun jumlahnya."

"Bring Them All to fight Me."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Note : Yo! Saya kembali minna-san! Hahahaha. Siapa yang rindu dengan cerita saya ini. Hmmmm hmmmm sepi banget. Aduh rasanya sakit sekali. Hahahaha ok ok tapi It's ok for me.

Well, sudah 2 bulan semenjak saya terakhir kali Up fanfic Lemon saya. Well maaf ya minna-san, saya benar" butuh banyak informasi mengenai penyerangan ini selain itu, Yap jika kalian menganggap 1 Prefecture itu kecil maka kalian salah.

Buka google map, lihatlah satu prefrecture ukuran kota itu seberapa, kecil tapi luas. Maka dari itu saya lama buat apa lagi karena kehidupan RL.

Well jika kalian menganggap otak saya dangkal, ya logikanya gini aja. Bagi siapa yang menganggap buat Fanfic Survival seperti ini, silahkan coba di buat. Ayo mamang silahkan di coba.

Saya mah Santuy aja. Buat apa sih buru-buru. Ok ok balik ke topik chapter kali ini. Seperti yang kalian lihat ada beberapa negara yang mengirim pasukan bantuan ke Jepang, ini juga salah satu kenapa saya lama membuatnya.

Saya harus mencari senjata tempur masing-masing negara, dan di Jepang lah paling banyak. Jika kalian belum pernah mendengar nama-nama senjata tempur yang aku masukan, silahkan cari di google. Ada kok.

Lalu alasan lain saya lama membuatnya, karena memikirkan strategi penyerangannya, selain itu saya juga memperhitungkan hari kedatangan pasukan, terutama Amerika serta Inggris, karena mereka dari barat waktu itu saya membuat kedatangan mereka dalam waktu tiga hari. Tapi karena gak logika banget, jadinya saya tambah menjadi sembilan hari.

Berikutnya tentang penyerangan besar-besaran, Yap. Naruto merekomendasikan mengganti daya ledak yang awalnya penghancur menjadi daya ledak pembeku sama seperti BARRAGER TEMPEST, alasannya seperti yang telah kalian baca di atas.

Lalu, Naruto berserta teman-temannya berniat ikut melakukan penyerangan bersama pasukan lainnya, dan tentu saja hal itu mendapat penolakan keras hingga A kita sebut saja Pria Nigga memprovokasi Naruto dan terjadilah pertarungan di antara mereka.

Bagaimana menurut kalian pertarungannya? Kurang seru? Ya maaf karena saya baru pertama kali membuat pertarungan tanpa kekuatan. Lalu, bagaimana menurut kalian cedera yang di terima oleh A? KhuhuhuGWAHAHAHAHAHA!

UHUK! UHUK!

E-Ehem! Ok mari kita kembali, setelah pertarungan sengit mereka, Naruto pun mengusulkan sebuah test yaitu pertarungan, di mana dia akan melawan pasukan JSDF terpilih seorang diri.

Hoho, bagaimanakah kelanjutannya? Tunggu saja di chapter depan. Btw ada beberapa hal lagi nih yang mau saya sampaikan. Keberatan? Hmmm ini sudah keluar topik dari fic ya, hanya sebuah kebodohan di Fic lemon saya.

Ada orang bernama Naruto no Black yang mengganti namanya dengan Nama Kuro no Mahou. Dia Review, Fic itu untuk siapa? Kalian pasti tahu. Tentu saja untuk kalian para pembaca.

Dia bilang juga dengan fic isinya lemon semua? Sekarang gini, kan sudah ada tulisan kalau itu fic lemon, ya memangnya kenapa? Dia juga nyalahin saya walau saya sudah isi "Anak kecil di ladang masuk!" pasti ada yang masuk dan saya di salahkan berbuat dosa karena meracuni pikiran bocil-bocil. Ok sekarang logikanya gini aja. Kalian semua pasti tahu setiap film pasti ada kriteria umur yang cocok untuk di tonton bukan? Bahkan film dewasa sekali pun bakal di isi peringatan mengenai umur, benar?

Nah jika yang nonton tetap maksa dan menyalahkan film yang sudah isi warning, apakah itu benar? Hahahah tentu saja tidak. Mau di tuntut sekali pun tidsk bakal masuk hukum karena mereka sudah ngasih warning tapi maksa nonton lalu nyalahin pembuat film, ya itu namanya ORANG TOLOL.

Btw, dia juga nyalahin saya membuat Fic lemon, dan asal kalian tahu, dia juga dulu buat Fic lemon tanpa Warning. Nah mana lebih parah? Orang tanpa Warning? Atau orang yang telah memberi warning?

Dia sudah ngehapus ceritanyabkarena takut kena Bully dan ya, salah dia sendiri. Minta di bully habis itu bikin chapter "penulis yang di bully." Bahkan di bionya dia dulu nulis, "sebelum menilai orang, nilailah dirimu sendiri." Nah. Bionya mantep tapi orangnya tolol.

Lalu, berikutnya mengenai FanGay Naruto. Nih para pembaca, banyak yang bilang jika FanGay Naruto yang membuat fanfiction Sepi, karena sering flame cerita yang MC nya bukan Naruto. Hey dude, really? Memangnya buat cerita itu tidak kena Flame? Pasti kena lah. Itu sudah aturan alam. Jika tidak mau kena Flame. JANGAN PERNAH MENJADI SEORANG AUTHOR.

Ok, itu saja dari saya, sampai bertemu di Fic Naruto : The Magical Battle. Adios minna-san, saya 4kagiSetsu undur diri, Jaa na!