"Kembali ke topik utama... Jadi... Apa kalian masih tidak mengizinkan kami untuk ikut melakukan penyerangan?" tanya Naruto tanpa menoleh. Hiruzen, Minato, Shikaku, Inoichi, Azazel, Ibiki serta para pemimpin yang lainnya yang mendengar itu tidak menjawab pertanyaan Naruto.

"Kalau begitu... bagaimana jika kita lakukan test untuk membuktikan kami layak untuk ikut?"

Hiruzen, Shikaku, Ibiki, Minato serta Inoichi yang mendengar itu tersentak, "Test?" tanya Shikaku. "Benar, Testnya adalah pertarungan melawan Pasukan terpilih JSDF... jika aku menang kami boleh ikut melakukan penyerangan, jika tidak maka kami tidak akan ikut melakukan penyerangan," jawab Naruto membuat semua kembali terkejut.

"Oi, Naruto! Jangan bilang kau..."

"Benar sekali, aku sendiri yang akan melakukan test tersebut sekaligus mewakili kalian," jawab Naruto, "aku tidak peduli berapa banyak pasukan JSDF terpilih yang akan menjadi lawanku... berapa pun jumlahnya."

"Bring Them All to fight Me."

.

.

.

.

Setelah kejadian di ruangan rapat, di sebuah tempat yang bernama Arpon Area, sebuah tempat yang biasanya di gunakan untuk tempat Pesawat Ark, saat ini terdapat banyak sekali pasukan tentara yang berkumpul membentuk lingkaran besar, dan di antara para tentara yang membentuk barisan lingkaran, terdapat Naruto serta kelompoknya serta sisi lainnya terdapat Minato yang tengah berbincang dengan beberapa tentara elite.

Di atas Arpon Area pesawat Ark, terdapat Kaisar serta beberapa pemimpin yang juga berkumpul sambil melihat ke arah kumpulan tentara di bawah mereka.

"Tenno-sama, apa Anda yakin mengenai hal ini? Menerima tantangannya dengan dia harus bertarung melawan beberapa pasukan JSDF?" tanya Ibiki memastikan keputusan sang Kaisar, karena sang Kaisar menerima tantangan Naruto di mana dia akan melawan para tentara Elite JSDF untuk menentukan apakah Naruto serta akan mewakili kelompoknya layak ikut melakukan penyerangan atau tidak.

"Ya...," jawab Hiruzen sambil menganggukkan kepalanya, "kita tidak ada pilihan lain selain menerima tantangannya, jika dia kalah dalam tantangan ini, itu artinya mereka tidak akan ikut dalam pertempuran, tapi jika dia menang... kita tidak punya pilihan lain membiarkan mereka ikut bertempur."

"Apakah Anda yakin? Mengingat teman-temannya mengatakan bahwa dia itu keras kepala, bisa saja jika dia kalah dalam tantangan ini, mereka akan ikut bertempur secara diam-diam," ucap seorang pria bertumbuh kerdil kepada Hiruzen.

"Itu mungkin saja, Onoki-san...," gumam Hiruzen setuju dengan pemikiran pria bernama Onoki.

.

Para tentara JSDF yang membentuk lingkaran besar saling berbincang satu sama lain karena mereka di perintahkan untuk berkumpul di tempat ini karena ada sesuatu.

"Sebenarnya ada apa kita di kumpulkan di sini? Apakah terjadi sesuatu?" gumam seorang tentara berambut hitam dengan rambut raven dengan wajah penasaran. "Entahlah, Obito... Aku juga tidak tahu," balas seorang tentara berambut silver kepada temannya yang bernama Obito.

"Memangnya kau tidak di beritahu, Kakashi-senpai?" tanya seorang tentara berambut cokelat dan di jawab gelengan pelan oleh pria bernama Kakashi itu. "Tidak, Yamato," balas Kakashi.

"Apa terjadi sesuatu yang buruk di luar sana?" gumam seorang tentara pria dengan tubuh berotot. "Mungkin saja, Sairaorg-san," balas Kakashi kepada pria berotot yang bernama Sairaorg.

"Hm? Bukankah itu, putra Minato-taichou?" tanya perempuan rambut cokelat sambil menunjuk ke arah sisi lain yaitu di depan mereka di mana terdapat Naruto serta kelompoknya.

"Kau benar, itu memang dia... Apa yang mereka lakukan di sini?" balas Obito semakin penasaran. Dua tentara perempuan yang juga ikut di barisan Kakashi, Obito dan Rin melihat Naruto ada di seberang mereka merona, apa lagi ketika melihat wajah serius Naruto yang membuatnya semakin tampan di mata mereka.

"Sasuke... Kenapa dia ada di sini?" gumam seorang tentara muda sambil menatap pemuda rambut Raven yang tak lain adalah Sasuke dengan wajah penasaran. "Apa mungkin terjadi sesuatu dengan mereka semua, Itachi?" gumam pelan tentara yang sedikit lebih tua dari tentara muda di sampingnya yang tak lain adalah Itachi.

"Entahlah, Shisui-san."

"Hohoho! Apakah markas telah memiliki strategi untuk melakukan penyerangan! Woh! Aku tidak sabar!" gumam tentara dengan rambut hitam klimis penuh semangat. "Jangan bodoh, Guy... Kita semua belum siap melakukan penyerangan karena bahan kita terbatas jadi itu tidak mungkin," balas tentara pria dengan jenggot.

"Aku setuju dengan apa yang di katakan oleh, Asuma-kun," balas seorang tentara wanita dengan rambut hitam, menimpali perkataan, pria berjenggot yang tak lain adalah Asuma. "Jadi kira-kira, apa alasan kita di kumpulkan di sini, Kurenai-san?" gumam seorang tentara perempuan rambut ungu dengan wajah penasaran kepada wanita rambut hitam bernama Kurenai.

"Entahlah, Yugao-san," balas Kurenai kepada tentara perempuan bernama Yugao sambil menggelengkan kepalanya pelan.

"Aku akan memberitahukan alasan kalian berkumpul di sini." Mereka yang mendengar menoleh ke sumber suara dan mereka melihat seorang pria rambut kuning jambrik. "Kolonel Minato!" gumam Kakashi serta yang lainnya lalu berdiri tegak dan memberi hormat kepada orang yang tak lain adalah Minato.

Minato lalu membalas hormat mereka dan menurunkan tangannya di ikuti oleh mereka, "Sebenarnya ada apa kami semua di kumpulkan di sini, Kolonel?" tanya Kakashi mewakili semuanya.

"Kakashi, Obito, Rin, Jeanne, Gabriel, Guy, Yamato, Asuma, Kurenai, Shisui, Itachi, Sairaorg, Yugao!" panggil Minato membuat mereka di panggil langsung bersiap.

"Ha'k!"

"Aku ingin kalian, bertarung melawan putraku," ucap Minato dan tentu saja itu membuat mereka semua terkejut, Mereka berpikir apakah mereka tidak salah dengar. "Tu-Tunggu sebentar, Kolonel. Ka-kami tidak salah dengar bukan? Me-melawan putra Anda? Ke-Kenapa?" tanya Obito meminta kepastian apakah yang di katakan Minato bukan sebuah candaan.

"Kalian tidak salah dengar," jawab Minato membuat mereka semua terdiam. "Kenapa?" tanya Jeanne ingin tahu alasannya.

"Alasan kenapa aku meminta kalian melawan putraku adalah untuk menghentikannya serta kelompoknya agar tidak bisa ikut bertempur saat hari penyerangan," jawab Minato membuat Obito menggaruk belakang kepalanya kebingungan.

"Maksud Kolonel?"

"Tadi aku, beberapa pemimpin, beberapa orang penting dan Kaisar mengadakan rapat mengenai penyerangan yang akan kita lakukan, lalu saat akan memulai rapat putraku serta kelompoknya ikut tersebut karena mereka membawa informasi penting."

"Setelah perbincangan cukup lama, dan keputusan hari penyerangan telah bulat, putraku serta kelompoknya ingin ikut serta dalam penyerangan tersebut, dan terjadi keributan saat rapat tersebut dengan salah satu pemimpin hingga akhirnya sebuah perkelahian terjadi antara Putraku serta pemimpin tersebut dan akhirnya membuat pemimpin itu cedera parah."

Semua yang mendengar itu terkejut, seorang anak muda dengan berani berkelahi melawan salah satu pemimpin bahkan hingga membuatnya cedera parah, itu pun saat rapat di mana kaisar juga ada. Kakashi yang mendengar itu melihat ke atas dan apa yang di katakan Minato ada benarnya, ia tidak melihat salah satu pemimpin di antara para pemimpin yang berkumpul.

"Bukankah itu sedikit berlebihan, masyarakat biasa berkelahi dengan salah satu pemimpin bahkan membuatnya cedera parah?" tanya Kurenai dan di balas anggukkan oleh Minato.

"Aku tahu... tapi memang salah satu pemimpin itu yang membuat masalah lebih dahulu, dan juga Kaisar tidak menghentikan perkelahian mereka," balas Minato membuat mereka terdiam. "Jadi... Apakah kami akan melawan putra Anda saja atau beserta kelompoknya?" tanya Guy.

"Kalian hanya akan melawan putraku," Jawab Minato membuat mereka saling memandang satu sama lain. "Minato-jii-san, apakah kau tidak bercanda? Satu melawan tiga belas? Bukankah itu berlebihan?" tanya Itachi.

"Hanya inilah cara agar dia gagal ikut penyerangan, mungkin kalian berpikir kalian bisa mengatasinya, tapi percayalah... Kekuatannya setara dengan kalian jika dia mau," jawab Minato membuat mereka terdiam.

"Maafkan saya, Kolonel. Tapi saya tidak akan bertarung dengan putra Anda," jawab Jeannne sambil mengambil langkah mundur. "Maafkan aku juga, Kolonel. Aku juga sama tidak ingin bertarung dengan putra Anda," ucap Gabriel sambil ikut mengambil langkah mundur.

Jeanne yang melihat Gabriel ikut mundur menyipitkan matanya, alasan kenapa dirinya tidak ingin bertarung dengan Naruto karena tidak ingin membuat orang yang menjadi pujaan hatinya terluka, lalu apa alasan Gabriel juga tidak ikut bertarung sepertinya.

"Kenapa kau juga tidak ikut bertarung, Gabriel?" tanya Jeanne dengan nada yang di kecilkan, Gabriel yang mendengar itu mendengus pelan. "Aku punya alasan tersendiri, Jeanne," jawab Gabriel membuat Jeanne menatap tajam Gabriel, dirinya bisa menduga bahwa dia juga memiliki perasaan terhadap Naruto.

Begitu juga sebaliknya, Gabriel juga tahu bahwa Jeanne memiliki perasaan terhadap Naruto, maka dari itu dia tidak akan membiarkan Jeanne mendahuluinya.

"Apa alasan kalian?"

Jeanne serta Gabriel yang mendengar itu terdiam sesaat lalu tersenyum tipis bersama, "Maafkan saya, Kolonel. Tapi... Itu adalah Rahasia," jawab mereka kompak.

Mendengar mereka sama-sama berbicara secara kompak, mereka saling melempar tatapan tajam satu sama lain membuat Minato serta yang lain sweatdrop.

"Jadi... Artinya 1 melawan 11, apakah anda yakin... Kolonel?"

Minato yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.

.

.

.

.

"Oi, Naruto... Apa kau serius? Yang akan kau lawan itu adalah pasukan JSDF Elite yang di pilih oleh Ayahmu, kau tidak mungkin bisa menang melawan mereka seorang diri," ucap Sasuke kepada sahabatnya. Naruto yang mendengar itu melirik ke arah Sasuke, "Kau meragukan ku?"

"Tentu saja?! Perbandingan kekuatannya sangat berbanding jauh, mereka secara kelompok dan kau seorang diri, kekuatan mereka berkali lipat darimu," balas Sasuke, namun Naruto hanya mendengus pelan.

"Jangan khawatir, aku akan mengatasi mereka," ucap Naruto sambil bersiap, namun saat akan melangkah maju, ia merasakan kedua tangannya di tarik membuatnya menoleh dan ia bisa melihat Kuroka serta Akeno yang menatap khawatir dirinya.

Melihat itu Naruto terdiam sesaat lalu tersenyum tipis dan mengelus rambut mereka berdua. "Jangan khawatir... aku akan baik-baik saja," ucap Naruto lalu melirik ke arah Shikamaru, "Shikamaru... aku punya permintaan padamu."

"Permintaan apa?"

"Bisakah kau memutarkan sebuah lagu kesukaanku untuk pertarunganku melawan mereka? Anggap saja itu sebagai kekuatan tambahan untukku."

Shikamaru yang mendengar itu terdiam sesaat lalu menghembuskan nafasnya pelan, "Baiklah-baiklah, aku akan memutarkannya untukmu," jawab Shikamaru. "Arigato," balas Naruto lalu menoleh ke para tentara yang di pilih oleh ayahnya mulai maju ke tengah menandakan mereka telah siap.

"Satte to... Mari kita mulai," gumam Naruto sambil meregangkan badannya sesaat dan seketika pandangan Naruto berubah menjadi serius.

.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Dunia Modern, dimana Dunia sudah maju dengan teknologi canggih yang membantu peradaban manusia, namun karena saking canggihnya, para ilmuwan nekat membuat sesuatu yang berbahaya, namun saat melakukan tes terjadi kesalahan besar. Sesuatu yang berbahaya itu menyebar dengan cepat membuat panik orang-orang dan mereka harus melarikan diri untuk bertahan hidup, akankah peradaban manusia musnah sepenuhnya?

This Is The End the World?

Pair :

Naruto x ...

Sasuke x Sakura

Issei ( Dead )

Shikamaru x ...

Genre : Alternative Universe, Adventure, Fantasy, Friendship, Family, Horror, Tragedy, Mystery, Humor, Sci-Fi, Future.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, AU, Multichap, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Smart!Shikamaru, Smart!Sasuke.

" Naruto " berbicara

" Naruto " batin

["Naruto."] bicara melalui walkie talkie

["Naruto."] balasan dari Walkie talkie.

.

Chapter 15 : Day 7 Survivor Part 2

.

Shikamaru yang melihat Naruto telah bersiap pun menghidupkan chip miliknya hingga memunculkan hologram berukuran sedang, lalu merentas jaringan sistem Sound yang ada di lapangan tersebut lalu menghidupkan lagu kesukaan Naruto.

CDK & Shuriken255 - Imitation

Semua yang mendengar sebuah lagu yang cukup keras di tempat tersebut tersentak dan menatap sekitar mereka mencari tahu siapa yang memutar lagu tersebut.

Naruto yang telah mendengar lagu kesukaannya di hidup kan tersenyum lalu melangkah maju ke tempat para tentara yang akan dia lawan sambil membuka bajunya hingga dirinya setengah telanjang serta memperlihatkan lekuk tubuhnya yang cukup berotot untuk anak seumurannya.

Semua yang melihat lekuk tubuh Naruto terkejut bahkan para tentara perempuan yang melihat itu berteriak dengan wajah memerah kecuali Gabriel serta Jeanne. Mereka hanya diam dengan wajah merona karena melihat penampilan Naruto yang sangat memukau di mata mereka.

Obito yang melihat Naruto maju menatap teman-temannya, "Minna, aku rasa kita tidak perlu melakukannya dengan cara kekerasan, biar aku coba berbicara secara baik-baik dengannya," ucap Obito dengan percaya diri lalu maju ke depan.

"Hei, Nak, Namamu itu Naruto bukan? namaku Uchiha Obito," ucap Obito memperkenalkan dirinya namun Naruto tidak membalas perkenalan Obito dan terus maju, "Dengar nak, kita tidak perlu melakukannya dengan kekerasan, Ok? Bagaimana kalau kita membicarakannya dengan baik-baik, Ok?"

Namun yang di dapatkan Obito bukanlah jawaban dari mulut Naruto, melainkan di mana pemuda di hadapannya begitu sudah sangat dekat dengannya ia mengambil kuda-kuda bertarung lalu melayangkan sebuah tinju dengan sangat cepat ke dagunya hingga membuatnya mundur beberapa langkah.

Setelah itu Naruto dengan cepat melakukan gerakan memutar dan memberikan tendangan kaki kiri pada dada Obito hingga membuatnya semakin melangkah mundur.

Obito yang tahu bujukannya tidak bekerja menatap tajam Naruto lalu menghentikan tubuhnya yang mundur karena tendangan Naruto, lalu melakukan gerakan menghindari serangan Naruto yang mencoba memberikan tendangan dari atas dan mencoba memberikan serangan balasan pada Naruto dengan melayangkan sebuah pukulan.

Namun Naruto dengan sangat refleks memundurkan tubuhnya membuat Obito melebarkan matanya dan ia harus terkejut serta terbatuk karena Naruto kembali menendang dadanya dengan sangat kuat hingga membuatnya mundur beberapa langkah sambil menyentuh dadanya yang sakit.

Setelah memberikan tendangan pada Obito, Naruto melakukan gerakan salto ke belakang lalu berlari ke arah Obito dengan cepat, Kakashi yang melihat itu dengan cepat mengeluarkan Air Soft Gunnya dan menembak Naruto.

Namun seluruh tembakan Kakashi berhasil di baca oleh Naruto dan membuatnya menghindari setiap tembakan Kakashi dengan mudah lalu memberikan sebuah pukulan pada pipi Obito.

Setelah memberikan serangan pada Obito, Naruto tersentak karena Shisui serta Itachi datang dari belakang Obito sambil memberikan tendangan padanya, dan tendangan mereka berhasil mengenai dadanya hingga membuatnya terpental ke belakang.

Naruto dengan cepat mengendalikan tubuhnya dengan melakukan gerakan salto lalu memiringkan tubuhnya ketika Shisui melayangkan sebuah pukulan ke wajahnya, lalu menundukkan tubuhnya karena merasakan Itachi memberikan sebuah tendangan padanya.

Naruto yang merasakan Shisui kali ini memberikan sebuah tendangan dari sisi kirinya menahannya dengan tangan kirinya lalu memundurkan kepalanya karena Itachi melayangkan sebuah pukulan ke wajahnya dan mendorongnya dengan sangat kuat menggunakan tangan kanannya hingga membuat pukulan Itachi mengenai Shisui.

Itachi yang melihat itu melebarkan matanya begitu juga Shisui yang terkena serangan temannya sendiri, namun mereka tak menyerah dan memberikan serangan balasan dengan memberikan tendangan berputar kepada Naruto hingga mengenai dadanya kembali dan membuatnya jatuh ke tanah.

Minato yang melihat itu senang dalam hatinya karena Naruto akan kalah dan dia tidak akan bisa ikut serta di hari penyerangan, untuk teman-teman Naruto yang melihat Naruto terjatuh menatap khawatir kecuali Shikamaru serta Sasuke.

Itachi serta Shisui yang melihat Naruto terjatuh berniat mengunci gerakan Naruto, namun dengan gerakan cepat Naruto memutar tubuhnya di lantai serta menendang kedua kaki mereka hingga membuat mereka terjungkal ke depan, dan setelah itu Naruto memberikan tendangan dengan ke dua kakinya di dada Itachi serta Shisui hingga membuat mereka terpental sambil memegangi dada mereka.

"Ku-Kuso... Sa-Sakit sekali," batin Shisui sambil merintih kesakitan. Guy yang melihat Shisui serta Itachi tidak kuat bertarung memasang kuda-kuda nuncaku miliknya lalu melesat ke arah Naruto.

Naruto yang telah berdiri kembali dan melihat Guy ke arahnya mengelus sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah lalu melakukan gerakan menghindar setiap serangan Nuncaku Guy serta tendangan Guy.

"Berhentilah melawan Anak Muda! Sebelum kau merasakan akibatnya!" teriak Guy terus memberikan serangan membabi buta kepada Naruto namun tetap saja semua serangannya berhasil di hindari.

Guy yang melihat celah besar untuk memberikan serangan Naruto memberikan sebuah tendangan, namun berhasil di hindari oleh Naruto. Akan tetapi bukan itu celah yang di lihat oleh Guy melainkan serangan tadi untuk membuka peluang memberikan serangan pada Naruto.

Setelah melakukan tendangan tadi, Guy memutar tubuhnya serta mengayunkan nuncakunya. Naruto yang melihat itu menyeringai lalu menendang salah satu kaki Guy hingga membuatnya kehilangan keseimbangan lalu menangkap Nuncaku Guy.

Lalu Naruto menarik tangan Guy yang memegang Nuncaku dan memberikan sebuah pukulan dari bawah dagu Guy ke wajahnya hingga membuatnya mundur, setelah itu Naruto memutar tangan Guy yang memegang Nuncaku serta memelintirnya sedikit keras hingga pegangan pada Nuncakunya terlepas.

Lalu tangan Kiri Naruto menempelkan dua jarinya di dada Guy lalu mengepalkan tangannya dan memberikan sebuah Bogeman hingga membuatnya jatuh ke tanah.

Naruto yang mendengar suara tembakan memiringkan kepalanya lalu mengangkat Nuncaku di bawahnya dengan kakinya lalu menggunakan Nuncaku Guy untuk menangkis peluru yang mengarah padanya.

Mata biru Naruto menatap tajam ke arah Rin yang mengarahkan Air Soft Gun berisi peluru karet. Pandangan Naruto langsung menajam ketika merasakan serangan dari sampingnya yang membuatnya langsung memundurkan tubuhnya dan ia melihat Asuma melakukan serangan kembali padanya dengan sebuah senjata Prosnekel di tangannya.

Melihat itu Naruto memutar Nuncakunya sesaat, lalu kembali melakukan gerakan menghindar ketika Asuma melayangkan tinju bertubi-tubi ke arahnya.

"Kau boleh juga anak muda!" ucap Asuma sambil tersenyum kepada Naruto yang selalu berhasil menghindari setiap serangannya, "tapi sampai di sini saja!" ucap Asuma lalu menginjak kaki Naruto dengan kuat dan melayangkan sebuah tinju kepada Naruto.

Naruto yang melihat itu memiringkan tubuhnya dengan sangat rendah membuat semua yang melihat itu melebarkan mata mereka karena kelenturan tubuh Naruto.

Melihat kedua kaki Asuma terbuka, Naruto menyeringai mengerikan lalu mengayunkan Nuncakunya di antara kedua kaki Asuma yang terbuka.

Buagh!

"WOHOOOO!" teriak para tentara Laki-laki dengan wajah meringis serta menyentuh bagian 'itu' mereka karena melihat Asuma yang terkena serangan pada area itu nya. Padahal mereka hanya menonton tapi mereka juga bisa merasakan rasa sakit yang di terima Asuma.

Asuma yang terkena serangan bagian itunya tentu memucat wajahnya membuatnya mundur beberapa langkah sambil menyentuh bagian itunya. Melihat Asuma membuka peluang baginya langsung saja memberikan serangan pada wajah Asuma hingga membuatnya oleng lalu menangkap tangan kanan Asuma yang telapak tangannya terbuka lalu menarik salah satu Prosnekel nya hingga terlepas.

Asuma yang melihat Naruto berada di dekatnya mencoba memberikan serangan dengan tangan kirinya sambil menahan sakit pada area 'itu'nya. Nun Naruto tentu saja berhasil menangkisnya dengan mudah lalu memutar tangan Asuma dan bergerak ke belakangnya dengan menarik tangan Asuma yang dia putar tadi lalu melepaskan Prosnekel tersisa dari tangan Asuma.

Naruto yang mendengar suara tembakan berlindung di belakang tubuh Asuma lalu mengintip dari belakang kepala Asuma dan ia bisa melihat Kurenai yang mengarahkan pistol ke arahnya serta Asuma.

Melihat itu Naruto langsung mendorong tubuh Asuma menjadi tamengnya membuat Kurenai tidak berani menembakkan pistolnya ke arah Asuma.

Begitu jaraknya hampir dekat dengan Kurenai, dari belakang Asuma keluar sebuah Smoke Grenade lalu meledakkan asap tebal yang membuat Kurenai tertutupi asap tebal. Kurenai yang berada dalam kumpulan Asap menahan nafasnya sambil menatap siaga ke segala arah karena tidak bisa melihat Naruto.

Dirinya seketika tersentak ketika salah satu kakinya yang menginjak tanah di tendang hingga membuatnya sedikit membungkuk, Kurenai semakin tersentak ketika tangannya yang memegang pistol di genggam oleh seseorang lalu memelintirnya hingga membuatnya melepaskan pistolnya lalu menerima sebuah tendangan hingga membuatnya terpental ke belakang dan keluar dari kumpulan asap.

Namun dengan cepat Kurenai berdiri, lalu dari kumpulan asap keluar sosok Naruto yang bersiap melayangkan sebuah pukulan padanya. Melihat itu Kurenai juga membalasnya dengan memberikan sebuah tendangan berputar pada Naruto, namun secara tak terduga Naruto mengentakkan salah satu kakinya membuatnya berhenti lalu memundurkan badannya membuatnya berhasil menghindari serangan Kurenai.

Lalu Naruto menangkap kaki Kurenai yang dia gunakan untuk menyerangnya lalu menendang kakinya lagi satu hingga membuatnya terjatuh ke bawah, tentu saja Kurenai meringis kesakitan karena punggung serta kakinya membentur lantai yang keras, lalu setelah itu Naruto menarik Karenai dan melemparnya ke samping hingga berguling beberapa kali.

Buagh!

Setelah melempar Kurenai, dari samping Naruto menerima sebuah pukulan yang membuatnya sedikit terhuyung ke samping hingga jatuh ke tanah.

Mata biru Naruto langsung bergulir tajam ke arah sang pemukul yang merupakan Yamato, melihat Naruto terjatuh Yamato bergerak cepat untuk melumpuhkan Naruto.

Namun Naruto langsung memutar tubuhnya sambil mengayunkan sebuah tendangan kuat ke kaki Yamato hingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh ke arahnya.

Lalu, Naruto mengaitkan kedua kakinya ke leher Yamato dan menarik dengan kuat hingga posisi mereka tertukar di mana saat ini Yamato di bawah dengan posisi tengkurap sementara Naruto duduk di punggung Yamato dengan kedua kaki mengikat leher Yamato.

Lalu Naruto langsung meninju belang kepala Yamato dengan keras hingga membuat wajahnya membentur lantai dengan keras hingga tak sadarkan diri.

Naruto yang mendengar suara tembakan lagi, memiringkan kepalanya sambil melirik ke arah Rin lalu menendang sesuatu yang ada di bawahnya yang merupakan Flashbang yang telah dia jatuhkan saat mengentakkan kakinya, Rin serta Kakashi yang melihat itu tersentak, lalu seketika Flashbang tersebut meledak dan membuat pandangan Rin serta Kakashi terganggu karena tidak sempat melindungi mata mereka.

Dengan gerakan cepat Naruto langsung bergerak ke arah Rin serta Kakashi lalu menendang mereka berdua dengan ke dua kaki terbuka lebar, lalu memelintir tangan Rin yang memegang pistol hingga terlepas lalu menendang kedua kaki Rin hingga membuatnya terjatuh ke belakang dengan keras.

Naruto yang akan menyerang Rin seketika memiringkan kepalanya karena merasakan sebuah serangan dan benar saja, sebuah pedang kayu terayun di samping kepalanya.

Lalu dia pun melompat salto mundur sambil menyiapkan Nuncaku milik Guy yang dia ambil dari Guy, setelah dirinya berdiri tegak kembali ia pun mengayunkan Nuncaku di tangannya menahan sebuah serangan menggunakan pedang kayu yang di lakukan oleh Yugao.

Dengan sengit, Yugao mencoba memberikan serangan membabi buta serta cepat dengan pedang kayu di tangannya, namun Naruto selalu berhasil menangkisnya dengan Nuncaku milik Guy.

Yugao yang melihat sebuah celah di leher Naruto berniat mengayunkan pedangnya ke celah tersebut, namun Naruto lebih dahulu menyerangnya dengan membuat pandangannya terganggu dengan melemparkan sebuah pin dari Flashbang atau Smoke Grenade yang telah dia gunakan dengan menggunakan jempolnya, namun ia tetap mengayunkan pedangnya walau pandangannya terganggu.

Naruto yang melihat serangannya berhasil mengganggu pandangan Yugao tetapi dia tetap melakukan serangan, langsung menangkis tangan Yugao lalu memutarnya dan mengambil pedang kayu Yugao, lalu memukul perut Yugao dengan telapak tangannya dengan kuat hingga membuatnya terdorong ke belakang hingga terjatuh.

Buagh!

Naruto yang menerima sebuah serangan di pipinya tersentak, namun dengan cepat dia mengendalikan dirinya lalu menangkis sebuah tendangan yang mengarah padanya dan ia melihat Obito lah dalang yang memberikan serangan itu.

Naruto yang akan membalas Obito harus menerima sebuah tendangan dari sampingnya membuatnya terjungkal ke samping namun Naruto langsung mengendalikan tubuhnya hingga membuatnya salto.

Setelah berhenti dari saltonya, Naruto lalu membenturkan Sikunya dengan lutut kaki kanannya yang terangkat di sisi kanan nya menahan sebuah tendangan yang di layangkan oleh Itachi.

Selagi saat dirinya salto, dirinya melihat Itachi berlari ke sisinya dan bersiap melayangkan sebuah tendangan, maka dari itu dia dengan cepat melakukan pertahanan untuk menahan serangan Itachi.

Mata biru Naruto langsung bergulir dengan cepat ke depannya karena Obito juga telah di depannya dan bersiap melayangkan sebuah pukulan kembali ke wajahnya.

Dengan cepat ia menangkap kaki Itachi lalu mengayunkannya ke arah Obito, namun Itachi menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan serangan pada dada Naruto dengan menendangnya menggunakan kakinya lagi satu hingga membuatnya melepaskan kakinya yang dia ayunkan.

Namun tetap saja, dirinya menabrak Obito. Naruto yang terdorong karena tendangan Itachi mengendalikan tubuhnya kembali, lalu mata birunya dengan cepat bergulir ke belakang lalu melakukan gerakan menghindar karena Shisui telah di belakangnya dan berniat memberikan sebuah pukulan.

Naruto yang merasakan Obito serta Itachi juga menyerangnya dari sisi lain langsung melompat lalu menendang mereka bertiga secara bergantian hingga terjungkal ke belakang karena tidak siap menahan serangan tak terduga itu.

Obito yang terjatuh harus terkejut ketika sebuah tangan mencengkeram kepalanya lalu membenturkannya sedikit keras ke tanah hingga membuatnya kesakitan, dan orang yang melakukan itu tak lain adalah Naruto sendiri.

Naruto yang fokus ke Obito harus menerima sebuah pukulan pada pipi kirinya dengan sangat keras hingga membuatnya terdorong ke belakang dengan sangat keras hingga beberapa kali berguling di tanah.

Pelaku serangan itu kali ini adalah Sairaorg, dia menunggu kesempatan yang tepat untuk memberikan serangan tersebut dan kali ini adalah kesempatannya. Melihat Naruto terguling dengan cepat Sairaorg mengejar Naruto dan berniat memberikan serangan kembali.

Namun secara tak terduga kembali, Naruto yang terguling ke tanah mengendalikan tubuhnya hingga berdiri kembali dan menyiapkan kepalan tangannya yang di lapisi Prosnekel Asuma.

Deg!

Tubuh Sairaorg semakin tersentak ketika matanya secara tak sengaja melihat tatapan membunuh Naruto yang di layangkan ke arahnya. Melihat itu Sairaorg menggeram lalu melayangkan tinjunya, Naruto yang melihat itu tentu saja membalas serangan Sairaorg.

Buagh!

Tinju Naruto serta Sairaorg pun berbenturan dengan sangat keras, awalnya Sairaorg berharap tinjunya berhasil membuat tangan Naruto kesakitan walau dirinya juga akan kesakitan karena beradu dengan Prosnekel di tangan Naruto.

Namun dugaannya salah, Naruto justru tidak kesakitan sama sekali begitu tinju mereka beradu. Tetapi, Sairaorg tidak menyerah begitu saja, dia melayangkan serangan kembali menggunakan tangan kirinya ke arah perut Naruto namun berhasil di hindari olehnya.

Menggunakan kesempatan tersebut, Sairaorg memberikan sebuah tendangan menggunakan lututnya hingga mengenai dagu Naruto, lalu menendang dadanya hingga membuatnya terdorong ke belakang.

Namun Sairaorg tak membiarkan hal tersebut, ia menginjak kaki Naruto dengan keras lalu melayangkan tinju bertubi-tubi ke arah Naruto. Namun Naruto berhasil menahan tinju tersebut dengan menjadikan kedua tangannya tameng.

Naruto menahan tinju Sairaorg, hanya diam dan tak memberikan serangan balasan, hingga ketika dia merasakan sebuah tempo serangan Sairaorg melambat, ia langsung menundukkan tubuhnya lalu memberikan serangan Upercut ke otot bawah tangan kiri Sairaorg hingga membuatnya kesakitan.

Kali ini, Naruto lah yang memberikan serangan kepada Sairaorg dengan menjambak rambut Sairaorg lalu menariknya dengan kuat sambil melompat dan memberikan sebuah tendangan menggunakan lututnya hingga mengenai wajah Sairaorg.

Lalu ia menendang salah satu lutut Sairaorg hingga membuatnya berlutut, lalu memberikan sebuah pukulan pada dada Sairaorg dengan tangan kirinya hingga membuatnya akan terjatuh, namun Naruto menangkap ke dua tangan Sairaorg lalu menarik nya dan membenturkan kepalanya ke wajah Sairaorg hingga membuatnya mengaduh kesakitan.

Tak sampai di sana kali ini Naruto lah yang memberikan serangan bertubi-tubi ke wajah Sairaorg hingga membuatnya mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya karena tinju Naruto menggunakan Prosnekel yang terbuat dari besi, dan terakhir ia memberikan sebuah tendangan pada wajah Sairaorg hingga membuatnya kali ini terjatuh.

Secara tak terduga, begitu Sairaorg terjatuh, dari belakang Sairaorg muncul Kakashi yang langsung memberikan sebuah serangan tendangan ke dada Naruto hingga membuatnya terdorong ke belakang.

Lalu, Kakashi melayangkan sebuah pukulan ke arah wajah Naruto, namun serangan tersebut berhasil di tangkis. Naruto pun membalas serangan Kakashi dengan melayangkan tinjunya juga dan serangannya juga berhasil di tangkis oleh Kakashi.

Dengan gerakan cepat Kakashi memutar tubuhnya sambil memberikan sebuah tendangan pada dada Naruto dengan kaki kanannya hingga membuatnya kembali terdorong ke belakang.

Tak sampai di sana, Kakashi melayangkan sebuah tinju kembali ke pipi kiri Naruto hingga membuatnya semakin mundur lalu memberikan sebuah serangan ke dagu Naruto hingga membuat kepalanya terangkat.

Namun, Naruto langsung menangkap kerah baju Kakashi lalu membenturkan dahinya ke hidung Kakashi hingga membuatnya kesakitan. Lalu Naruto langsung memberikan sebuah tinju yang sangat kuat pada dada Kakashi l, tak sampai di sana Naruto kembali melayangkan sebuah serangan siku lalu memberikan sebuah bogeman setelah dia menyiku dada Kakashi.

Selanjutnya Naruto memutar tubuhnya ke arah kiri lalu menendang paha Kakashi dengan kaki kirinya hingga membuatnya membungkuk, lalu melanjutkan serangannya dengan memberikan sebuah tendangan menggunakan lututnya pada dagu Kakashi dan berikutnya ia menendang dada Kakashi serta menggunakannya sebagai pijakan untuk salto ke belakang.

Kakashi yang di tendang oleh Naruto pun tersungkur sambil menahan rasa sakit di dada serta hidungnya. Naruto yang masih salto ke belakang pun menghentikan saltonya dengan posisi berlutut sambil tangan kanannya meninju tanah.

Semua yang melihat itu menatap tidak percaya Naruto. Sebelas pasukan JSDF Elite terpilih bisa di kalahkan oleh pemuda 18 tahun dari kalangan masyarakat.

Rin yang telah bangkit dari tadi pun langsung membantu Kakashi untuk berdiri sementara Obito di bantu berdiri oleh Itachi, untuk Asuma dia di bantu oleh Kurenai yang juga sudah berdiri dari tadi dan membawa Yamato yang masih tak sadarkan diri, tapi tidak menyerang Naruto karena senjatanya telah di ambil oleh Naruto.

Sementara Shisui membantu Sairaorg yang terbaring untuk berdiri kembali bersama Guy, lalu mereka berkumpul dan menatap tajam Naruto yang perlahan mulai berdiri dari berlututnya.

"Kuso! Tidak aku sangka dia cukup kuat," gumam Sairaorg sambil menyentuh pipinya yang terasa sakit karena pukulan Naruto. "Ternyata perkataan Kolonel benar, dia tidak main-main jika sudah serius," gumam Guy menyetujui perkataan Minato sebelumnya, yang lainnya juga menyetujui hal itu.

"Selain itu, dari mana dia mendapatkan Flashbang serta Smoke Grenade itu?" tanya Kurenai sambil melirik teman-temannya. "Mungkin saja, saat dia serta teman-temannya ada di kota Tokyo, dia membawa beberapa Flashbang serta Smoke Grenade di sakunya dan tidak menyerahkannya saat kita mengumpulkan senjatanya serta teman-temannya," jawab Itachi membuat Kurenai menghembuskan nafas berat.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Yugao sambil melirik Kakashi yang hidungnya masih di obati oleh Rin. "Tidak ada pilihan lain... Kita akan menyerangnya bersama," jawab Kakashi dan di balas anggukkan setuju oleh mereka.

Naruto yang telah berdiri mengelus pipinya yang terkena pukulan Kakashi sebelumnya serta mengelus sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Lalu Naruto pun kembali melangkah maju sambil menarik kedua pistol yang dia ambil dari Rin dan Kurenai lalu mengisi megazine yang berisi peluru karet yang dia ambil dari Kurenai dan Rin.

Setelah mengisinya, Naruto pun meletakkannya di masing-masing sakunya, lalu melirik ke sekitarnya karena Kakashi serta yang lainnya mengepungnya dan dirinya tahu mereka pasti akan menyerangnya bersama.

Setelah berhenti di tengah mereka, Naruto mengambil nafas dalam-dalam menghembuskannya perlahan, setelah itu Naruto menyeringai lalu mengambil kuda-kuda bertarung kembali.

"Bring in on!" teriak Naruto dengan penuh semangat, Kakashi dan yang lainnya mendengar itu langsung saja secara bersamaan menyerang Naruto.

Naruto yang melihat itu pun langsung melesat ke arah Kakashi lalu melayangkan sebuah tinju ke wajah Kakashi namun berhasil di tangkis oleh Kakashi dan melayangkan serangan balasan ke arah Naruto.

Bersamaan dengan itu, Obito juga menyerang Naruto dari belakang. Namun Naruto dengan cepat membalas Obito dengan melayangkan tendangan serta tangan kirinya menangkis serangan Kakashi.

Dengan gerakan cepat Naruto mengayunkan tangan kanannya ke sisi kanan Obito namun serangannya juga berhasil di tangkis oleh Obito. Merasakan Asuma serta Guy menyerangnya dari dua sisi, Naruto lalu melompat ke arah Guy dan mengarahkan sebuah tendangan kepada Guy namun berhasil di tangkis juga oleh Guy.

Tetapi bukan itu tujuan Naruto, melainkan ia menggunakan Guy sebagai pijakan lalu mengarahkan tendangan lain ke arah Asuma yang tidak siap hingga terjatuh kembali. Saat memberikan tendangan pada Asuma, ia juga menjadikannya sebagai pijakan lalu berputar dan memberikan tendangan kaki melebar ke arah Kakashi serta Obito hingga mengenai wajah mereka hingga terjungkal.

Setelah itu, Naruto mengatupkan kedua tangannya lalu mengayunkannya ke arah Guy hingga membuatnya sedikit membungkuk karena menahan pukulan Naruto. Namun ia tak sempat kembali membuat pertahanan karena Naruto dengan cepat melakukan serangan lanjutan berupa Upercut hingga membuatnya terjungkal dan jatuh.

Naruto yang terfokus pada Guy harus menerima sebuah tendangan dari samping yang di lakukan oleh Shisui dan menerima tendangan kembali dari Itachi yang menyerangnya dari sisi lain hingga dirinya terdorong ke belakang dengan tubuh menyamping ke kiri.

Mata biru Naruto bergulir dengan tajam ke sampingnya ketika mendengar derap langkah kaki, dirinya melihat Kurenai berlari ke arahnya berniat memberinya sebuah pukulan, namun dengan cepat Naruto menarik pistol di saku kirinya lalu mengarahkannya kepada Kurenai lalu menembaknya hingga pelurunya.

Awalnya Kurenai berhasil menghindari peluru Naruto berdasarkan insting, namun salah satu peluru berhasil mengenai Keningnya beberapa kali hingga membuatnya berhenti dan mundur beberapa langkah.

Mata biru Naruto kembali bergulir tajam ketika melihat Sairaorg berlari ke arahnya dari sisi lain sambil melayangkan sebuah tinju ke arahnya. Dengan cepat Naruto pun membenturkan siku kanan dan lutut kanannya untuk menahan tinju Sairaorg, setelah itu ia menggenggam tangan Sairaorg lalu menariknya dengan sangat kuat hingga membuatnya mendekat ke arahnya lalu membenturkan keningnya ke hidung Sairaorg hingga membuatnya mundur.

Naruto yang melihat Shisui melesat dari sisi kanannya menarik Nuncaku yang dia selipkan di pinggang kanannya lalu mengayunkannya dari atas membuat Shisui menghentikan langkahnya lalu memiringkan tubuhnya menghindari serangan Naruto.

Melihat itu dengan cepat Naruto memutar tubuhnya sambil mengayunkan Nuncaku di tangannya ke sisi kanan Shisui dan berhasil di tangkis oleh Shisui. Namun tanpa di duga, Naruto memutar tubuhnya kembali melawan arah dan menendang wajah Shisui dengan kaki kirinya.

Dari belakang Shisui, muncul Itachi yang melompat ke arah Naruto sambil memberikan sebuah tendangan menggunakan lutut kanannya di dada Naruto lalu menendang perut Naruto hingga ia terjatuh ke tanah.

Naruto yang terjatuh dengan cepat melakukan gerakan memutar membuat Itachi yang baru menginjakkan tanah kehilangan keseimbangan lalu Naruto melakukan lompatan sambil menendang wajah Itachi dengan kedua kakinya hingga ia berdiri kembali.

"HOAAAAA!" teriak Obito melayangkan sebuah tinju hingga mengenai pipi Naruto yang baru saja berdiri lalu berikutnya, Yugao memberikan serangan tambahan dari belakang Naruto dengan memberikannya sebuah tendangan dan berniat mengambil pedang kayunya yang di selipkan oleh Naruto di lubang sabuk belakangnya.

Namun Naruto lebih cepat mengambilnya dan ia tersentak ketika mata biru Naruto menatap tajam dirinya. Naruto pun membalas serangan Yugao dengan menyiku perut Yugao lalu menarik pedang kayu di tangannya dan mengayunkannya ke pinggang Obito dengan keras.

Duagh!

"Argh!" teriak Obito kesakitan pada bagian pinggangnya, namun teriakan kesakitannya hanya sesaat karena Naruto memberikan serangan lanjutan pada dagunya dengan pedang kayunya lalu menendangnya dan menghantam kepalanya dengan pedang kayu di tangannya hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Boom!

Setelah jatuhnya Obito tak sadarkan diri, terjadi ledakan Asap di bawah Naruto membuatnya terselubung di dalam Asap yang berasal dari smoke Grenade. Saat Naruto menerima serangan Obito, dirinya dengan cepat mengambil smoke Grenade di saku kanannya dan saat dia menerima serangan Yugao, dia menyelipkan smoke Grenade yang belum di tarik PINnya dengan gagang pedang kayu Yugao.

Saat dirinya memberikan serangan pada pinggang Obito, dia menggunakan kesempatan itu untuk menarik pin smoke Grenade lalu saat dirinya menghantam kepala Obito, Smoke Grenade itu pun ia jatuhkan dan meledakkan asap di bawahnya.

Guy yang berniat memasuki kumpulan asap harus terkejut ketika Naruto keluar sambil melompat berputar serta mengayunkan Nuncaku hingga mengenai dagunya, lalu setelah itu Naruto mengayunkan nuncakunya ke atas kepala Guy hingga membuatnya membungkuk sambil memegangi kepalanya.

Naruto yang melihat Asuma menerobos kumpulan Asap dan berniat mengayunkan tinju ke arahnya melempar Nuncaku di tangan kirinya hingga mengenai kaki Asuma lalu ia mengayunkan pedang kayu di tangannya hingga mengenai sisi kepala Asuma.

Naruto yang melihat Sairaorg muncul dari belakang Asuma berniat memberikannya serangan Upercut memundurkan tubuhnya membuat serangan Sairaorg meleset.

Naruto yang mendengar suara tembakan merendahkan tubuhnya membuat tembakan tersebut mengenai kepala Sairaorg, menggunakan kesempatan tersebut Naruto mengayunkan pedang kayu di tangannya ke tulang kering serta area intim Sairaorg hingga membuatnya terjatuh dan memegangi area intimnya.

Naruto yang mendengar suara tembakan melompat ke samping lalu melompat ke depan mengambil Nuncaku yang dia gunakan untuk menyerang kaki Asuma lalu membalikkan badannya.

Baru saja dirinya membalikkan badan, Kakashi telah di depannya sambil mengayunkan tinju ke arahnya, namun Naruto dengan cepat menyilangkan tangannya menangkis tinju Kakashi setelah itu di bantu oleh Guy yang memberikannya tendangan pada perutnya hingga membuatnya terseret ke belakang.

Kurenai yang berniat menyerang dari belakang harus terbalak ketika Naruto memberikan sebuah tendangan kepadanya tanpa melihat, Kurenai dengan cepat menggunakan kedua tangannya untuk tameng dan menerima serangan Naruto hingga dirinya terjatuh.

Itachi yang ada di belakang Kakashi melesat ke sisi kiri Naruto saat Kurenai menyerang Naruto dari belakang, namun dirinya terkejut ketika Naruto menyadari keberadaan Kurenai dan memberikannya serangan lebih dulu.

Karena keterkejutannyanya Itachi harus menerima serangan dari Naruto hingga berupa pukulan pada pipinya membuatnya terdorong ke belakang hingga jatuh. Lalu Naruto berputar ke arah kiri dan memberikan sebuah tendangan dengan kaki kirinya pada Shisui yang menyerangnya dari sisi kanan hingga membuatnya juga terdorong ke belakang.

Guy yang melihat itu berlari cepat ke arah Naruto. Menyadari Guy berlari ke arahnya, Naruto juga berlari ke arah Guy sambil mengayunkan Nuncaku di tangan kirinya dan tentu saja Nuncaku itu langsung di tangkap oleh Guy.

Tanpa di duga Naruto memutar tubuhnya ke arah Kanan sambil mengayunkan pedang kayu di tangannya hingga mengenai dagu Guy dan membuatnya mundur beberapa langkah.

Saat Naruto berputar dan menyadari Asuma serta Yugao berniat menyerangnya dari belakang membalikkan tubuhnya dengan cepat, lalu melempar sesuatu menggunakan tangan kanannya.

Asuma yang melihat itu langsung saja menangkap apa yang di lempar Naruto, dan ternyata yang di lempar Naruto adalah sebuah Flashbang yang dia keluarkan dari saku kanannya saat memberikan sebuah tendangan pada Shisui.

Asuma yang menangkap sebuah Flashbang tentu saja terkejut dan detik berikutnya Flashbang itu meledakkan cahaya terang yang membuat pandangan Asuma terganggu dan setelah itu dia menerima sebuah benturan pada kepalanya karena di lempar Nuncaku oleh Naruto serta Yugao yang menerima benturan keras karena di lempar pedang kayunya kembali.

Setelah melempar Nuncaku, Naruto mengayunkan sebuah tendangan ke belakang hingga mengenai Guy lalu memutar tubuhnya dan menarik dua pistol di sakunya dan menembak tubuh Guy beberapa kali .

Naruto yang tahu Itachi kembali menyerangnya dari samping kanannya memutar tubuhnya ke kanan sambil merendahkan tubuhnya membuat serangan Itachi meleset.

Lalu Naruto mengayunkan sebuah tinju ke dada Itachi dengan sengat keras hingga membuat tubuhnya melengkung dengan mata melebar, tak sampai di sana Naruto melanjutkan serangannya dengan memberikan Upercut pada dagu Itachi lalu melompat berputar dan memberikan tendangan belakang kepada Itachi membuat terjatuh sambil memegangi dadanya.

Naruto yang melihat Shisui datang dari sisi kirinya langsung melompat ke arah Shisui laku berguling di tanah sambil berputar dan memberikan sebuah tendangan pada kaki kiri Shisui yang berlari hingga membuatnya terjatuh ke depan.

Melihat itu Naruto memberikan sebuah tendangan pada wajah Shisui dengan kakinya lagi satu hingga membuatnya terjungkal ke belakang dan belakang kepalanya membentur tanah.

Lalu Naruto dengan cepat berdiri dan berlari ke arah Kakashi serta Rin yang tersisa. Kakashi yang melihat Naruto berlari ke arahnya ikut berlari dan melayangkan tendangan berputar, namun sangat tidak di sangka Naruto melompat berguling di bawahnya menghindari serangannya karena ternyata dia mengincar Rin.

Melihat Naruto datang ke arahnya, Rin menembakkan pistolnya kembali, namun megazine senjata di tangannya yang dia dapat dari Kakashi habis membuatnya menerima pukulan Naruto pada perutnya lalu setelah itu Naruto menembakkan pistolnya ke tubuh Rin membuatnya menyilangkan tangannya menahan sakit tembakan peluru karet Naruto.

Lalu Naruto membalikkan tubuhnya dan memberikan sebuah tendangan belakang kepada Rin hingga membuatnya terbaring di tanah, setelah urusannya dengan Rin selesai, Naruto melesat dengan cepat ke arah Kakashi yang tersisa seorang diri.

Kakashi yang melihat dirinya yang tersisa menggeram pelan lalu mengarahkan sebuah tinju kepada Naruto. Namun tentu saja Naruto sudah membaca serangan tersebut menundukkan tubuhnyamembuat serangan Kakashi meleset, lalu Naruto langsung memberikan sebuah tinju kepada pipi Kakashi hingga membuatnya oleng.

Tak sampai di sana, Naruto memberikan sebuah Upercut dengan tangan kirinya membuat Kakashi terhuyung ke belakang, setelah itu Naruto menendang kaki Kakashi hingga membuat tubuhnya merendah dan setelah itu Naruto melepas Prosnekel di kedua tangannya lalu memberikan sebuah tinju beruntun pada wajah Kakashi dan memberikan sebuah serangan terakhir berupa pukulan kuat pada dada Kakashi hingga membuatnya terdorong ke belakang sebelum akhirnya jatuh terbaring di tanah, dengan wajah lebam.

Bersamaan itu pula, lagu yang diputar Shikamaru terhenti, dan membuat keadaan tempat itu menjadi sunyi karena Semua yang ada di tempat tersebut terdiam dengan wajah terkejut.

Bagaimana tidak terkejut karena Naruto yang merupakan seorang warga sipil berhasil mengalahkan 11 pasukan JSDF Elite yang kemampuannya seharusnya jauh di atasnya.

"Ti-Tidak mungkin," gumam Minato menatap tidak percaya putranya mampu mengalahkan pasukan JSDF yang dia pilih. "D-Dia bisa mengalahkan mereka," gumam Sasuke tergagap karena tidak percaya bahwa Naruto bisa mengalahkan mereka seorang diri.

Padahal dirinya berpikir bahwa Naruto akan dikalahkan dengan mudah karena status lawan Naruto adalah pasukan JSDF, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

"He-Hebat," gumam Sona menatap kagum serta tidak percaya Naruto mampu mengalahkan pasukan JSDF seorang diri. Akeno, Kuroka, Arthuria, Hinata serta Rias yang melihat Naruto berhasil mengalahkan para Pasukan JSDF tersenyum senang dengan pipi merona karena bisa melihat kehebatan Naruto.

Jeanne serta Gabriel yang melihat Naruto berhasil mengalahkan teman-teman mereka menatap kagum Naruto dengan pipi merona, "Naruto-kun, Sugoii!" batin mereka dalam hati kompak.

"Ti-Tidak mungkin! Mereka itu pasukan JSDF Elite loh?!" kejut Shikaku yang melihat dari atas bersama Kaisar dan pemimpin lainnya yang juga tampak terkejut dengan kemampuan Naruto. "Dia benar-benar hebat," gumam Yasaka sambil tersenyum dan menatap Naruto lekat.

Naruto yang melihat Kakashi tidak sanggup bertarung dengannya menatap tentara yang lainnya sambil mengatur pernafasannya yang memburu, dirinya bisa melihat para tentara yang dia lawan saat ini tengah terbaring serta tengkurap menahan rasa sakit yang mereka terima karena serangannya.

Melihat mereka semua sudah tidak sanggup bertarung dengannya, Naruto memasang posisi santai lalu tersenyum puas. "Kheh... Kalian boleh juga," gumam Naruto sambil mengusap kasar sudut bibirnya yang terdapat bekas darah.

Minato yang tidak terima dengan kemenangan putranya mengepalkan tangannya, "PASUKAN BARISAN DEPAN! BERSIAP UNTUK BERTARUNG?! INI PERINTAH?!" teriak Minato membuat para Tentara yang ada di barisan depan tersentak.

"HA-HA'K!" Para Pasukan barisan depan pun seketika bersiap untuk bertarung melawan Naruto. Teman-teman Naruto yang melihat itu terkejut, padahal Naruto sudah memenangkan pertarungan dan seharusnya mendapat persetujuan bahwa mereka bisa ikut di hari penyerangan, tetapi Naruto harus bertarung kembali dengan kondisi yang tidak memungkinkan.

Naruto yang melihat itu menatap para tentara yang akan bertarung selanjutnya dengan datar lalu memasang posisi bertarungnya kembali, "Well... If you all want fight with me... It's ok, I can do this All day," ucap Naruto.

Puk!

"Baka! Kau tidak perlu sombong dengan keadaanmu sekarang ini?!" Naruto yang merasakan benturan di punggungnya melirik ke belakang dan ia bisa melihat Shikamaru serta Sasuke telah di belakangnya dengan posisi saling membelakangi.

"Kenapa kalian di sini? Bukankah sudah aku bilang bahwa, aku bisa mengatasi mereka," ucap Naruto membuat Sasuke menggeram pelan. "Dan membiarkanmu terbaring dengan luka lebih parah dari saat ini?! Jangan bodoh?!" balas Sasuke.

"Kondisimu saat ini tidak memungkinkan untuk melawan mereka seorang diri, Naruto. Maka dari itu kita akan melawan mereka bersama," timpal Shikamaru membuat Naruto terdiam sesaat lalu tersenyum.

"Heh... Jika kalian ikut cedera itu bukan salahku," balas Naruto bersiap untuk menyerang. "SUDAH CUKUP?!" semua yang mendengar nada lantang dari sang kaisar mereka menoleh ke atas.

"Hentikan pertarungan ini, Minato-kun." Minato yang mendengar itu melebarkan matanya, "dia sudah memenangkan pertarungan dan sesuai perjanjian... dia serta teman-temannya mendapat izin untuk ikut di hari penyerangan."

"Tapi..."

"Ini perintah."

Minato yang mendengar itu terdiam lalu menundukkan kepalanya dengan ekspresi murung karena gagal menghentikan putranya. "Baiklah, jika itu perintah Anda, Tenno-sama," balas Minato. Para tentara barisan depan pun langsung ke posisi awal dan beberapa tentara menggotong tubuh 11 pasukan JSDF yang di lawan Naruto ke ruang kesehatan.

Melihat mereka tidak jadi bertarung, Naruto, Sasuke serta Shikamaru memasang posisi santai mereka. "Naruto-kun!/Naru-kun!/Naruto-nii!" Naruto yang mendengar suara Akeno, Kuroka serta Koneko memanggilnya menoleh, seketika ia pun langsung tersentak karena mereka sudah di dekatnya dan langsung memeluknya dengan erat.

Gabriel serta Jeanne yang melihat itu dari jauh menyipitkan mata mereka dengan tatapan tidak suka ketika melihat mereka memeluk Naruto.

"Syukurlah kau baik-baik saja Naruto-nii!"

"Kau tadi benar-benar membuat kami khawatir tahu!"

Naruto yang mendengar itu tertawa pelan sambil menahan rasa sakit di tubuhnya karena pertarungan tadi, "Su-Sudah aku bilang bukan... aku akan baik-baik saja," balas Naruto lalu menoleh ke arah teman-temannya yang telah di dekatnya.

"Jujur saja, aku tidak menyangka kau bisa mengalahkan mereka seorang diri, Naruto. Apakah ini berkat lagu kesukaanmu, atau memang kekuatanmu saja yang melebihi mereka?" ucap Shikamaru lalu memasang pose berpikir.

"Tadi itu luar biasa sekali, Naruto-san," puji Sona dan di balas anggukkan yang lainnya. "Kau benar-benar hebat dan kuat bisa mengatasi mereka seorang diri," ucap Arthuria juga memuji Naruto.

"Arigato... Ittette," rintih Naruto merasakan sakit pada dadanya karena pelukan erat Akeno, Kuroka dan Koneko. "Ah! Naruto-kun?!/Naruto-nii?!/Naru-kun?!" panik Akeno, Kuroka serta Koneko sambil menatap Naruto khawatir.

"A-Aku tidak apa... hanya saja... Bisa kalian longgarkan sedikit pelukan kalian?"

Akeno, Kuroka serta Koneko yang mendengar itu pun melonggarkan pelukan mereka terhadap Naruto, dan mereka bisa melihat beberapa luka lebam di tubuh Naruto.

"Ah! Go-Gomen, Naru-kun!" ucap Kuroka meminta maaf karena dirinya terlalu bersemangat memeluk Naruto, ia sampai lupa jika tubuh Naruto pasti terdapat beberapa luka lebam karena menerima serangan saat pertarungan tadi.

"Tidak apa-apa, Kuroka-chan," balas Naruto sambil tersenyum, Kuroka yang melihat wajah Naruto tetap tampan walau terdapat luka lebam di pipinya merona.

"Ehem!" Naruto serta yang lainnya mendengar suara interupsi menoleh dan mereka melihat Kaisar serta beberapa pemimpin lainnya telah di belakang mereka.

"Aku ucapkan, selamat atas kemenanganmu, Namikaze Naruto. Seperti yang aku katakan tadi, sesuai perjanjian kalian semua mendapat izin untuk ikut bersama para pasukan JSDF melakukan penyerangan memberantas para Zombie di luar sana," ucap Hiruzen membuat Naruto tersenyum puas.

"Tidak akan ada penahanan secara paksa agar kami tidak ikut melakukan penyerangan?" tanya Naruto memastikan, pasalnya bisa saja mereka akan di tahan agar tidak ikut melakukan penyerangan.

"Tidak akan ada," jawab Hiruzen membuat Naruto menghembuskan nafas lega. "Baguslah kalau begitu. Arigato, Tenno-sama," balas Naruto lalu berterima kasih kepada sang Kaisar.

Hiruzen yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, "Jika begitu. Mulai besok kalian semua bersiaplah untuk latihan bersama para Pasukan JSDF hingga hari penyerangan tiba, dan ingat jangan terlalu memaksakan diri kalian karena jika kalian kelelahan atau membuat kesalahan saat hari penyerangan akan mengakibatkan fatal."

"Kami mengerti, tapi kami tidak akan melakukan latihan bersama para Pasukan JSDF, kami akan melakukan latihan dengan metode kami sendiri," balas Naruto dan kembali di balas anggukkan oleh Hiruzen.

"Baiklah, kalau begitu sebaiknya saat ini kau mengobati luka di tubuhmu itu. Walau kau menerima luka seperti itu, kau mampu tetap melawan mereka hingga akhir, kau benar-benar hebat."

Naruto yang mendengar itu tersenyum, "Arigato atas pujiannya, Tenno-sama," ucap Naruto sambil membungkukkan badannya sesaat lalu melirik ke arah Ayahnya yang berdiri diam dengan wajah murung.

Melihat itu Naruto terdiam beberapa saat sambil memejamkan matanya lalu melangkah pergi dari tempat tersebut di bantu teman-temannya menuju sebuah ruang perawatan yang ada di tempat tersebut.

Minato yang masih merasa bersalah karena tidak bisa menghentikan putranya tersentak ketika merasakan sebuah tepukan di pundaknya, mata birunya melihat siapa yang menepuk pundaknya dan yang menepuk pundaknya adalah sang Kaisar.

"Jangan khawatir, Minato-kun," ucap Hiruzen dengan wajah meyakinkan, "kau harus percaya terhadap putramu itu, kau sudah melihat sendiri kemampuannya bukan?" lanjut Hiruzen.

"Tapi... Tetap saja... Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terhadap putraku nanti," balas Minato membuat Hiruzen terdiam beberapa saat lalu menghembuskan nafasnya. "Aku mengerti perasaanmu itu sebagai seorang ayah, Minato-kun. Tapi, Putramu itu sudah lama menghadapi segala macam bahaya selama ini, dari melawan para penjahat hingga Zombie, bahkan dia sendiri juga menemukan kelemahan mereka bersama teman-temannya dan dia masih selamat hingga saat ini," ucap Hiruzen mencoba membujuk Minato.

"Putramu adalah orang yang hebat, Minato-kun. Kau harus mempercayainya juga kali ini bahwa dia akan selamat," lanjut Hiruzen membuat Minato terdiam.

.

.

Kushina Side

.

Beralih ke sisi lain markas, saat ini tampak seorang wanita berambut merah yang tak lain adalah Kushina tengah melihat sekelilingnya seperti mencari seseorang.

"Naruto-kun... Kau di mana... Kenapa kau lama sekali?" gumam Kushina dengan perasaan khawatir, hingga tanpa sengaja Kushina melihat Naruto tengah berjalan ke sisi lain dari posisinya bersama teman-temannya.

Dengan cepat Kushina langsung mengejar Naruto sambil memanggil putranya, "Naruto-kun!". Setelah sampai di depan putranya, Kushina melebarkan matanya ketika melihat tubuh serta wajah putranya terdapat beberapa luka lebam seperti habis menerima sebuah pukulan yang kuat

Melihat itu wajah Kushina menjadi sangat khawatir, "Astaga, Naruto-kun... Apa yang terjadi denganmu?!" tanya Kushina sambil menyentuh wajah putranya dengan lembut agar tidak membuatnya kesakitan. Naruto yang melihat kekhawatiran ibunya tersenyum tipis, "Aku akan menceritakannya, Kaa-chan... Tapi sebelum itu kita ke ruang perawatan terlebih dahulu."

.

Setelah sampai di ruang perawatan, Naruto mendudukkan dirinya di sisi kasur ruang perawatan dengan Kuroka, Akeno, Arthuria, Hinata serta Kushina yang mengobati luka di tubuhnya, serta wajahnya.

Akeno mengobati tangan kiri Naruto, Kuroka mengobati tangan kanan Naruto, Arthuria mengobati bagian dada Naruto, Hinata mengobati bagian punggung Naruto, dan Kushina yang mengobati wajah Naruto.

"Ittette...," rintih Naruto ketika Kushina menempelkan sebuah kapas berisi alkohol di pipinya, "Ah!" lanjut Naruto merintih karena merasakan sakit di punggungnya.

"Go-Gomen, Naruto-kun!" ucap Hinata meminta maaf. "A-Ah... Bu-Bukan apa-aparhh!" ucapan Naruto seketika terganggu ketika ia merasakan sakit yang bersamaan di kedua tangannya.

"Pe-Pelan-pelan, Akeno-chan... Kuroka-chan."

Sasuke, serta Shikamaru yang duduk tak jauh dari posisi Naruto melihat Naruto tengah di obati oleh empat perempuan terdiam dengan sebelah alis mereka yang berkedut.

"Sialan kan Naruto! Kenapa kau selalu dapat yang enak-enak?!" batin mereka kompak. "Jadi... Kenapa kau bisa seperti ini, Naruto-kun?" tanya Kushina dengan wajah menuntut jawaban dari Naruto.

Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat dengan mata birunya yang melihat ke bawah. Shikamaru yang ingin menjawab pertanyaan itu terhenti karena Naruto menahannya, "Biar aku saja, Shikamaru," ucap Naruto membuat Shikamaru terdiam lalu menganggukkan kepalanya pelan.

Naruto kembali terdiam beberapa saat lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, setelah itu ia pun menatap ibunya dengan ekspresi serius.

"Kaa-chan... Aku... Serta yang lainnya... Akan ikut melakukan penyerangan bersama Pasukan JSDF."

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Note : YO! MINNA-SAN! BAGAIMANA KABARNYA NIH?!

Bagaimana dengan puasa kalian lancar jaya kah? Atau ada yang bolong nih puasa kalian? Waduh... Kalau bolong ingat harus di perbaiki tuh yang bolong ye.

Okay! Kembali ke topik pembahasan mini di chapter kali ini. Seperti yang kalian lihat, di Chapter kali ini saya membuat Naruto melawan 11 dari 13 pasukan JSDF yang di pilih Minato seorang diri. Mungkin menurut kalian ini di luar logika, tapi... Hey bisa saja di luar sana ada orang yang bisa mengalahkan pasukan tentara seorang diri.

Selain itu awal-awalnya mereka hanya menyerang Naruto satu persatu, tapi akhirnya mereka harus bekerja sama melawan Naruto tapi tetap saja kalah. Kalian juga pasti bertanya-tanya Smoke Grenade serta Flashbang yang di gunakan oleh Naruto dapat dari mana, seperti di dialog Kakashi.

Naruto menyimpan Smoke Grenade serta Flashbang yang dia dapat selama bertahan di Tokyo di kantong celananya.

Nuncaku, Pedang kayu, Pistol Air Soft serta Prosnekel yang di bawa oleh pasukan JSDF juga perintah dari Minato untuk menjadi senjata ke dua untuk melawan Naruto karena dia juga tahu bahwa Putranya sangat kuat, terlihat bagaimana Naruto mengalahkan A yang lebih besar darinya.

Lalu sekarang, Naruto menjelaskan kepada sang ibu yaitu Kushina bahwa dia akan ikut berperang bersama pasukan JSDF lainnya, bagaimana kah reaksinya selanjutnya? Tunggu saja di chapter depan mendatang.

Okey itu saja yang bisa saya bahas di chapter kali ini, sampai bertemu di Cerita Naruto : The Magical Battle, Jaa na!

FCI. 4kagiSetsu Out!