Thousand of Tears
Chapter 5 Tangisan Putus Asa
Tanjiro memeluk adiknya sambil menatap laki-laki yang membawa katana. Shirazumi berusaha bangkit dan bergegas menuju adik-adiknya.
Tapi tiba-tiba semua rasa pegal yang tadi menghilang kembali terasa. Andrenalinnya sudah habis. Dia tak bisa perdiri. Dalam posisi duduk, Shirazumi hanya bisa melihat kedua adiknya dan laki-laki itu. Padahal jarak mereka hanya beberapa langkah.
"Kenapa kalian melindunginya?" Tanya laki-laki itu. Tanpa ragu, Tanjiro menjawabnya. "Adik. dia adik kami".
Tiba-tiba Nezuko memberontak dari pelukan Tanjiro. "Nezuko!" Panggil Tanjiro dan Shirazumi hampir bersamaan.
"Makhluk seperti itu kalian sebut manusia?" Ucap laki-laki itu dengan datar.
Shirazumi berusaha merangkak untuk mendekati Tanjiro dan Nezuko. Setelah berhasil, dia berusaha menenangkan Nezuko bersama dengan Tanjiro.
Laki-laki itu tiba-tiba bergerak dengan cepat ke arah tiga bersaudara itu. Secara insting, Tanjiro memeluk Nezuko lebih dalam, dan Shirazumi menghalangi laki-laki itu dengan punggungnya.
Tapi mereka berdua kalah cepat.
Laki-laki itu berhasil mengambil Nezuko.
Kedua tangan Nezuko dipegang di belakang tubuhnya hanya dengan satu tangan milik laki-laki itu. Pegangannya yang sangat kuat sampai Nezuko yang meronta-ronta itu tak ada apa-apanya baginya.
"jangan bergerak!" Ucap laki-laki itu pada Tanjiro yang berniat mengambil kembali Nezuko darinya.
"Tugasku adalah memburu oni. Tentu saja, aku juga akan memenggal kepala adikmu" Ucap Laki-laki itu, lagi-lagi dengan nada datar tanpa emosi.
Wajah Tanjiro dan Shirazumi yang memang sudah pucat, kini bertambah pucat mendengar kalimat itu. Mana mungkin mereka akan diam saja kalau mendengar adiknya akan dibunuh.
"Tunggu dulu! Nezuko bukan pembunuh! Kenapa harus dipenggal?!" Ucap Shirazumi dengan marah. "Itu benar. Orang lain yang melakukannya. Aku mencium bau orang lain yang tak kukenal!" Sambung Tanjiro.
"Aku tahu! Aku melihatnya! Seorang pria tiba-tiba datang tengah malam. Orang itu yang membunuh Ibu dan adik-adikku!" Ucap Shirazumi menjelaskan.
Shirazumi memang melihat pelakunya. Tapi yang bisa dia ingat tentang pria itu hanyalah rambut hitam dan mata merah miliknya. Tengah malam hanya dengan pencahayaan yang minim, Shirazumi tidak bisa melihat jelas wajah pria itu.
"Nee-chan! Kau melihat pelakunya?" Tanya Tanjiro. "Ya. Tapi tak jelas karena gelap. Dia menyerangku lalu menyerang yang lainnya. Dia juga melakukan sesuatu yang aneh padaku dan Nezuko, lalu..." Ucapan Shirazumi berhenti. Akhirnya dia ingat. Harusnya dia terluka parah. Tapi luka-lukanya menghilang.
"Harusnya aku... Pria itu melukaiku tapi..." Ucap Shirazumi terbata-bata sambil memegang bahu dan lengannya yang harusnya terluka. Hanya ada bercak darah dan sobekan pada kimono yang dia kenakan dibalik haori.
"Apa Pria oni itu memberikan darahnya?" Laki-laki dengan katana yang terus mendengarkan dan menatap Shiraumi itu bertanya padanya.
Shirazumi kini menatap pria itu dengan wajah bingung dan menjawab "Tiba-tiba kukunya memanjang dan mencakarku. Setelah itu dia melihatku seperti menunggu sesuatu. Setelah itu wajahnya terlihat kecewa dan menyerang Rokuta dan Nezuko. Setelah itu... Dia melukai tangannya sendiri dan meneteskan darahnya pada luka Nezuko".
"Begitu ya... Memang begitu cara bertambahnya oni si pemakan manusia" Kata laki-laki itu lagi-lagi datar.
Sambil terus memegang Nezuko, dia menjelaskan sesuatu.
"Daya tahan tubuh manusia atas darah oni berbeda-beda. Terkadang walaupun jarang ada manusia yang cukup kebal dengan darah Oni dan bisa terus hidup seperti manusia. Tapi tak ada yang benar-benar kebal".
"Kau. Bersyukurlah kau punya kekebalan yang cukup tinggi atas darah oni. Kalau tidak, kau akan jadi seperti adikmu ini. Tapi tetap saja, darah oni juga mengalir di tubuhmu. Kau bukan lagi manusia" Laki-laki itu menjelaskan singkat tentang Shirazumi.
Shirazumi menatap tak percaya. Dirinya dan Nezuko kini bukan manusia lagi. Tak ada manusia yang bisa menyembuhkan luka separah itu dalam waktu setengah hari. Lagi pula dari mana datangnya semua pegal yang dirasakannya itu. Kalau diperhatikan, Luka-luka yang ada pada tubuh Nezuko juga sudah menghilang.
"Nezuko belum pernah makan manusia! Nee-chan juga! kau lihat sendiri, Nee-chan tak ada bedanya dengan manusia. Bagiku Nee-chan tetap manusia. Nezuko juga sama. Walaupun jadi seperti itu, Nezuko masih adikku!" Bentak Tanjiro.
"Mudah sekali kau bicara. Bukankah kau tadi hampir dimakan!?" Ucap laki-laki itu sambil terus menahan Nezuko. Pijakannya tidak berpindah-pindah sejak tadi.
"kan belum terjadi. Pokoknya aku tak percaya Nezuko adikku akan memakan manusia" Shirazumi ikut membentak.
"Kau tak berhak bicara seperti itu. Oni setengah-setengah!" Laki-laki itu berkata agak menaikkan nada suaranya.
Dalam hati, Tanjiro dan Shirazumi berkata 'Kau juga tak pantas meyebut kata itu, Laki-laki dengan haori setengah-setengah!'. Mereka tak berani mengatakan itu, lagi pula ini bukan saatnya untuk berkata seperti itu.
"Nezuko masih mengenaliku dan Nee-chan. Tak akan kubiarkan dia melukai siapapun. Akan kucari cara untuk mengembalikannya dan Nee-chan menjadi manusia lagi!" Tanjiro berkata berusaha meyakinkan laki-laki yang masih terus memegang Nezuko.
"Tak ada obatnya. Sekali menjadi oni, tak akan bisa kembali jadi manusia". Jawabannya membuatku semakin kehilangan percaya diri, tapi tidak untuk Tanjiro.
"Akan ku cari solusinya! Kumohon jangan bunuh adikku! Dengan petunjuk dari Nee-chan dan bau yang tersisa, akan kucari pelakunya. Semuanya akan kuusahakan. Jadi Kumohon... Kumohon..." Tanjiro memohon dengan sangat agar adiknya tak dibunuh. Shirazumi juga tak ingin lagi melihat pemandangan mengerikan seperti malam itu. Dia tak ingin Nezuko juga mati di depan matanya. Karena itu dia juga ikut memohon.
Tanjiro dan diikuti oleh Shirazumi melakukan dogeza. Mereka masih terus memohon.
Bukannya luluh, laki-laki itu malah marah. Dia menaikkan suaranya dan membentak.
"JANGAN BIARKAN MUSUHMU MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK MEMBUNUHMU!"
Tanjiro dan Shirazumi terkejut dengan bentakan itu. Laki-laki yang sejak tadi berbicara normal dengan nada datar, ternyata bisa mengeluarkan suara membentak yang sangat keras. Terasa sekali aura kemarahannya.
"JANGAN BERSUJUD DENGAN WUJUD MENYEDIHKAN SEPERTI ITU! KALAU SAJA ITU BEKERJA, HANYA DENGAN BERSUJUD BISA MENCEGAH KEMATIAN KELUARGAMU!"
"MEMANGNYA MANUSIA LEMAH YANG TAK BISA MENGAMBIL INISIATIF DI KEADAAN SEPERTI INI BISA MENYEMBUHKAN ADIKNYA ATAU BAHKAN MENEMUKAN MUSUHNYA!? INGIN BALAS DENDAM!? JANGAN MAIN-MAIN!"
Tanjiro dan Shirazumi tersentak mendengar kalimat bertubi-tubi itu. Tapi setelah Shirazumi memikirkan kalimat itu secara singkat, orang ini memang benar. Ada kemungkinan dimana saat Tanjiro dan Shirazumi melakukan Dogeza, orang itu bisa membunuh Nezuko. atau bahkan ikut menebas Shirazumi.
Amarah laki-laki itu masih berlanjut dengan ceramahnya.
"ORANG YANG LEMAH TAK PUNYA HAK UNTUK MEMILIH. SATU-SATUNYA YANG AKAN TERJADI HANYALAH DIKALAHKAN OLEH ORANG YANG KUAT. MUNGKIN PARA ONI TAHU CARA MENGEMBALIKAN MEREKA MENJADI MANUSIA. TAPI JANGAN PIKIR PARA ONI AKAN MENGHORMATI DAN MENDENGARKAN KEINGINANMU ITU! TENTU SAJA, AKU JUGA TAK BISA MEMEDULIKAN KEINGINANMU ITU!"
"KAU! KENAPA KAU MELINDUNGI ADIKMU TAPI MENUNJUKKAN PUNGGUNGMU PADAKU? KAU PIKIR DENGAN CARA BEGITU KAU BISA MELINDUNGI ADIK-ADIKMU?" Ucapnya tertuju pada Shirazumi.
"KAU JUGA! BUKANKAH KAU MEMBAWA KAPAK. KENAPA TAK KAU AYUNKAN KAPAKMU ITU PADAKU!?" Ucapnya tertuju pada Tanjiro.
"KARENA KESALAHAN KALIAN BERDUA ITU, AKU BISA MENANGKAP ADIK KALIAN! AKU BISA SAJA MENUSUK KALIAN BERSAMAAN!"
Ucapannya itu sangat menusuk. Tanjiro dan Shirazumi mengalirkan air mata. Menyadari kebodohan mereka sendiri. Shirazumi sebagai kakak tertua merasa malu. Dia tak tahu cara yang benar untuk melindungi adik-adiknya.
Untuk sesaat tidak ada satupun dari mereka yang bicara. Hanya terderngar suara erangan Nezuko yang berusaha melepaskan dirinya.
Suara nafas yang memburu, suara isak tangis yang tertahan. Hanya itu yang bisa dikeluarkan oleh Shirazumi dan Tanjiro. Mereka benar-benar merasa tak berdaya.
Jangan menangis, jangan putus asa.
Ini bukanlah waktunya.
Hati yang hancur karena kehilangan keluarga.
Saudara tersayang yang menjadi oni.
Rasa sakit yang membuat ingin berteriak.
Tapi waktu tak bisa diputar kembali.
Tak ada yang bisa merubah, apa yang sudah terjadi.
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
