Thousand of Tears

Chapter 21 Peserta yang Lulus


Berikutnya selama tujuh hari, Tanjiro terus berusaha bertahan hidup dengan mencari makanan dan minuman di sekitar gunung. Bagi Tanjiro yang sudah biasa tinggal dan mencari makanan di gunung, hal itu bukanlah masalah besar.

Dia hanya bisa beristirahat saat siang hari, karena malam harinya, banyak oni yang muncul dan Tanjiro melawan para oni itu. Tanjiro juga terus berusaha menanyakan pada para oni itu bagaimana caranya mengembalikan oni menjadi manusia. Tapi tak ada satupun dari mereka yang menjawabnya. Begitulah seterusnya hingga tujuh hari.

.

.

.

Menjelang hari ke-delapan, hari dimana seleksi akhir ini selesai, Tanjiro berhasil kembali ke tempat awal dimana bunga wisteria bermekaran. Disana sudah ada tiga orang anak yang tadi dia lihat saat pembukaan seleksi akhir.

Awalnya ada sekitar 20 anak, tapi yang kini ada dihadapannya hanya ada tiga orang, termasuk dirinya jadi ada 4 orang.

Anak yang tadi ditolongnya juga tak ada. Tanjiro menyalahkan dirinya karena saat itu pingsan sehingga tak tahu kemana anak itu pergi.

Kalau tak ada disini, berarti anak itu juga sudah tiada. Sesuai persyratannya. 'bertahan hidup selama tujuh hari'.

.

.

.

Diantara tiga orang itu, Satu anak laki-laki memiliki warna rambut yang mencolok. Dia terus menggumamkan kata 'aku pasti mati' dengan wajah yang terlihat ketakutan.

Satu orang anak laki-laki dengan gaya rambut yang aneh. dia tak berkata apapun tetap diam berdiri.

Satu lagi anak perempuan. Hampir tak ada kotoran maupun tanah yang menempel di tubuhnya. Seekor kupu-kupu hinggap di jarinya.

Tidak lama setelah itu, Dua orang anak yang dulu membuka acara seleksi akhir ini datang.

Kedua anak itu memberikan selamat bagi para peserta yang selamat lulus seleksi akhir itu. Salah satu dari mereka mengatakan kalau yang lulus ada lima orang.

Tapi peserta yang ada disana, hanya ada empat orang. Tanjiro menanyakannya dan ternyata satu orang yang lulus sudah duluan pergi.

Berikutnya anak dengan potongan rambut yang aneh menyela dua anak yang sedang memberikan salam tersebut.

Dia menanyakan tentang katana.

Tapi kedua anak itu meneruskan ucapan mereka secara bergantian dan menjelaskan tentang seragam yang akan didapatkan oleh masing-masing peserta yang lulus. Juga mengenai 10 peringkat pemburu oni.

1. Kinoe

2. Kinoto

3. Hinoe

4. Hinoto

5. Tsuchinoe

6. Tsuchinoto

7. Kinoe

8. Kinoto

9. Mizunoe

10. Mizunoto

Sebagai pemburu oni yang baru lulus ujian, mereka semua berada di tingkat Mizunoto.

Lagi-lagi anak berpotongan rambut itu menyelanya. Dia kembali menanyakan katana.

Kedua anak yang terlihat seperti kembar itu tidak menjawabnya secara langsung. Menurut yang mereka katakan, Katana yang digunakan oleh pemburu iblis harus dibuat dari bijih besi yang dipilih sendiri oleh masing-masing peserta. Setelah memilih bijih besi, Katana tersebut baru selesai dalam waktu 10 hingga 15 hari.

Karena itu, kali ini selain untuk mengukur seragam dan memilih bijih besi, masing-masing dari peserta akan diberikan seekor gagak yang disebut Kasugaigarasu.

Setelah itu, tiga ekor gagak dan seekor burung gereja datang sesuai panggilan salah satu dari dua anak itu yang berambut putih.

Tanjiro, Anak perempuan berkucir dengan ikat rambut kupu-kupu dan anak laki-laki yang tadi terus menanyakan katana itu didekati oleh masing-masing seekor kasugaigarasu.

Sedangkan anak laki-laki dengan rambut berwarna kuning mencolok itu malah mendapatkan seekor burung gereja.

Anak yang berambut hitam menjelaskan fungsi kasugagarasu sebagai gagak yang digunakan untuk komunikasi.

Tapi anak laki-laki dengan potongan rambut aneh itu makah mengusir kasugaigarasu yang mendekatinya. Bukan gagak itu yang dia inginkan. Dia masih tetap bersikeras menginginkan katana yang disebut Nichirin, sampai-samai tega menjambak rambut anak yang berambut putih dan membentaknya.

Tanjiro yang tak suka melihat tingkahnya langsung menghentikannya. Tanjiro memegang tangan yang menjambak rambut anak itu. Dengan mengancam akan mematahkan tangannya, Tanjiro menyuruhnya untuk melepaskannya.

Anak laki-laki itu malah menantang Tanjiro untuk benar-benar mematahkan tangannya. Menanggapi itu, Tanjiro benar-benar mengeraskan pegangannya pada tangannya.

Karena merasa sakit dengan pegangan kuat Tanjiro, anak laki-laki itu melepaskan tangannya dan menjauh dari Tanjiro sambil memegang tangannya yang kesakitan. Tatapan matanya mengatakan kalau dia kesal.

Setelah itu, seperti tak terjadi apa-apa, anak yang berambut hitam melanjutkan penjelasanya dan menyuruh masing-masing peserta untuk memilih bijih besi yang akan digunakan untuk membuat Nichirin mereka.

Dari emat peserta lulus yang ada, Tanjiro memilih duluan. Dia mengandalkan penciumannya untuk memilih bijih besinya. Setelah Tanjiro, berikutnya giliran yang lain hingga semuanya memilih bijih besinya masing-masing.

Satu per satu mereka memberikan ukuran tubuh mereka untuk digunakan sebagai patokan pembuatan seragam mereka. Setelah selesai, mereka diperbolehkan untuk pulang.

.

.

.

Di sebuah rumah bergaya jepang, seorang laki-laki sedang duduk dengan pandangannya yang menatap lurus.

Di tangannya, seekor kasugaigarasu memberitahukan padanya hasil dari seleksi akhir yang baru saja selesai.

Laki-laki itu tersenyum dengan senyuman senang yang bercampur kesedihan. Lima orang telah lulus dalam seleksi akhir, tapi belasan lainnya kehilangan nyawanya.


Tak semua orang memiliki kesempatan kedua.

Bagi sebagian orang,

Kesempatan tersebut hanya datang satu kali.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^