Thousand of Tears
Chapter 23 Nichirin Berwarna Hitam
Shirazumi menceritakan pada tanjiro mengenai Nezuko sejar baru terbangun hingga pulangnya Tanjiro. Termasuk mengenai sugesti yang diberikan Sakonji pada Nezuko dan juga alasannya, dan Tanjiro menerimanya.
Sambil menunggu nichirin milik Tanjiro selesai dibuat yaitu sekitar 15 hari, Tanjiro membacakan jurnal latihannya pada Nezuko yang tentu saja, Nezuko mengabaikan kebanyakan dari ceritanya. Tapi Tanjiro terus membacakan jurnalnya itu setiap hari.
.
.
.
Suatu hari setelah makan malam, Tanjiro menanyakan tentang nichirin putih yang sekarang menjadi milik Shirazumi.
"Nee-chan, jadi saat nee-chan memegang katana ini, warnanya langsung berubah ya?" Tanya Tanjiro pada kakaknya sambil memegang dan mengamati Nichirin berwarna putih itu.
Shirazumi mengangguk menjawab pertanyaan adiknya itu.
"Nichirin milikku nanti, akan berwarna apa ya?" Ucap Tanjiro dengan wajah yang berbinar-binar. Shirazumi tersenyum melihat adiknya yang bersemangat karena penasaran.
Setelah sedikit berpikir, Shirazumi menjawab Tanjiro. "Mungkin merah, atau mungkin hitam".
Ditengah pembicaraan dua orang itu, Sakonji menyela.
"Nichirin berwarna hitam itu sangatlah langka. Kemungkinan Tanjiro mendapatkan warna hitam sangatlah kecil". Ucap Sakonji yang baru saja selesai mengambil kayu bakar untuk ditambahkan ke perapian.
Sakonji menjelaskan bahwa pemburu oni yang mendapatkan Nichirin berwarna hitam itu sangat langka. Saking langkanya dianggap bahwa Nichirin hitam itu hanyalah legenda.
Mendengar penjelasan singkat Sakonji, Shirazumi menunduk sambil menghela nafas.
"Padahal kupikir, warna hitam cocok untuk Tanjiro..." Ucap Shirazumi setelah menghela nafas panjang.
.
.
.
Setelah 15 hari lamanya, akhirnya datang seorang yang mengaku sebagai penempa katana Tanjiro.
Penampilan orang itu cukup unik. Seorang pria memakai topi jerami berbentuk keranhang bambu kecil dengan hiasan lonceng angin transparant di sekeliling topi itu. Orang itu mengaku bernama sebagai Haganezuka.
Tanjiro mempersilahkan orang itu untuk masuk terlebih dahulu, tapi dia tak menghiraukan semua ucapan Tanjiro.
Tanpa masuk terlebih dahulu, orang itu mengeluarkan barang bawaannya yang berupa sebuah kotak kayu yang ditutupi dan diikat dengan sehelai kain. Isi kotak kayu itu tak lain adalah Nichirin milik Tanjiro yang sudah selesai dibuat.
Sambil terus menjelaskan mengenai Nichirin buatannya itu dan juga bahan pembuatannya, Haganezuka terus mengabaikan Tanjiro yang terus mengajak Haganezuka untuk masuk terlebih dahulu.
Di dalam rumah, Sakonji sedang duduk. Sakonji sudah mengenal Haganezuka sejak lama, tapi sifat Haganezuka yang tak mau mendengarkan orang lain itu masih tetap sama hingga sekarang.
Di depan Sakonji, Shirazumi dan Nezuko sedang berlindung dari sinar matahari dengan menutupi tubuh mereka dengan selimut di atas futon. Mereka berdua menutupi tubuh mereka dengan selimut yang sama. Hanya kepala merekalah yang masih sedikit terlihat diluar selimut itu.
Sementara itu, Tanjiro masih terus berusaha beromunikasi dengan Haganezuka hingga akhirnya Haganezuka merespon Tanjiro, walaupun bukan karena kata-katanya.
Tanjiro terkejut saat Haganezuka menatapnya. Ternyata Haganezuka menggunakan topeng hyottoko.
"Ah! Kau anak dari cahaya kan? Sungguh kebetulan sekali" Ucap Haganezuka mendekatkan wajahnya pada Tanjiro.
Tanjiro mengelak dan mengatakan nama ayah dan ibunya. "Bukan. Aku anak dari Tanjuro dan Kie"
Bukan itu yang dimaksud Haganezuka. Haganezuka menjelaskan mengenai makna 'anak dari cahaya'. Jika dalam keluarga yang bekerja dengan banyak menggunakan api lahir seorang anak yang memiliki rambut dan mata berwarna kemerahan, itu dianggap sebuah keberuntungan.
tanjiro baru mendengar tentang 'anak dari cahaya', karena itu dia bingung bagaimana harus merespon Haganezuka yang terus menekankan jari telunjuknya pada pipi Tanjiro. Seperti apa yang diucapkan Haganezuka itu seharusnya sudah diketahui oleh Tanjiro.
Di dalam, Shirazumi yang mendengar percakapan mereka berdua jadi teringat sesuatu. Ayahnya pernah menceritakan padanya sedikit tentang 'anak dari cahaya'. Bagaimanapun ayah mereka juga memiliki rambut dan mata berwarna kemerahan.
Seelah selesai dengan Tanjiro, Haganezuka mengintip ke dalam rumah dan menatap Sakonji. "Mungkin pedangnya akan berwarna merah. Benar kan Urokodaki?". Sakonji menyetujui pemikiran Haganezuka itu.
.
.
.
Setelah beberapa lama, akhirnya Haganezuka bersedia masuk. Tanjiro segera menyiapkan tiga gelas teh untuk disuguhkan. Haganezuka bersemangat ingin melihat warna Nichirin yang dibuatnya itu.
Nichirin yang baru dibuat tak ada bedanya dengan katana biasa. Saat pemiliknya mengeluarkan katana itu dari sarungnya untuk pertama kali, Nichirin akan berubah warna. Setiap Nichirin memiliki warna yang berbeda-beda sesuai dengan pemiliknya. Karena itu, Nichirin disebut juga 'Katana Pengubah Warna'.
Shirazumi melihat Tanjiro dari celah selimut yang menutupinya. Dia juga ingin tahu warna apa yang akan didapatkan Tanjiro.
Perlahan, Tanjiro mengeluarkan Nichirin itu dari sarungnya. Sambil memegang Nichirin itu secara vertikal, Tanjiro, Shirazumi, Sakonji dan Haganezuka memperhatikannya. Menunggu warna apa yang akan mereka lihat.
Dalam beberapa detik, akhirnya Nichirin itu berubah warna. Warna yang seharusnya sangat kecil kemungkinannya untu didapat. Warna hitam.
Tanjiro terkejut setelah melihat waran Nichirin miliknya itu. Shirazumi juga menatap Nichirin itu dengan mata yang berbinar-binar.
"Ternyata hitam ya..." Sakonji berkata dengan tenang. Berkebalikan dengan Sakonji, Haganezuka malah mengamuk karena kecewa. Dia pikir akan melihat Nichirin berwarna merah, tapi yang ada didepan matanya itu malah berwarna hitam.
Haganezuka menyerang Tanjiro seperti anak kecil yang mengamuk. Dia mengunci tubuh Tanjiro dengan kaki dan tangannya mencubiti pipi Tanjiro.
Shirazumi melihat itu seperti melihat adiknya Hanako yang berebut mainan dengan Shigeru waktu mereka masih kecil. Bedanya, yang didepannya ini bukan anak balita. Bahkan Haganezuka mengaku berumur 37 tahun...
Pertarungan kekanak-kanakan antara Tanjiro dan Haganezuka terhenti saat terdengar suara burung gagak. Rupanya itu adalah Kasugaikarasu milik Tanjiro. Gagak itu bahkan bisa bicara bahasa manusia. Kasugaikarasu itu memberitahukan bahwa Tanjiro mendapatkan misi pertamanya.
tanjiro dan Shirazumi yang tak tahu kalau kasugaikarasu itu bisa bicara, menjadi sedikit terkejut. Wajah Shirazumi bahkan sampai agak memucat melihat dan mendengar gagak bisa bicara.
Kasugaikarasu itu menjelaskan tugas pertama Tanjiro, yaitu untuk membasmi oni di arah barat laut. Dimana setiap malam selalu ada anak gadis yang tiba-tiba menghilang. Tanjiro diperintahkan untuk pergi ke tempat itu dan membasmi oni yang menjadi penyebab menghilangnya gadis-gadis itu.
Walaupun kemungkinan itu kecil,
Bukan berarti itu mustahil.
TBC
(Nichirin punya Shirazumi bisa dilihat di versi Wattpad. Aku buat Pakai CorelDraw)
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
