Thousand of Tears
Chapter 24 Tugas Pertama
Setelah memberitahukan tugas pertama Tanjiro, Kasugaikarasu itu terbang pergi. Tak lama setelah itu juga Haganezuk berpamitan untuk pulang. Tapi sebelum itu, Haganezuka menekankan pada Tanjiro bahwa jika Tanjiro merusak katana buatannya, dia akan membunuh Tanjiro.
Sebutir keringat mengalir di kepala Tanjiro karena mendengar ancaman yang terdengar serius namun sekaligus jenaka.
.
.
.
Tanjiro segera mengeluarkan seragam pemburu oni miliknya yang sudah selesai dan dikirim padanya tiga hari yang lalu.
Seragam itu terbuat dari bahan khusus yang tahan terhadap serangan oni yang lemah hingga tidak mudah sobek. Bentuknya mirip gakuran.
Setelah memakai seragam itu, Tanjiro tetap menggunakan haori kotak-kotak yang biasa dipakainya.
Shirazumi dan Nezuko yang berada di ruangan sebelah mengintip dari celah shoji yang terbuka. Mata Nezuko berbinar melihat penampilan baru Tanjiro. Dia terlihat lebih dewasa dari biasanya.
Shirazumi juga mengagumi penampilan baru adik laki-lakinya itu. Baik Shirazumi maupun keluarganya sangat jarang melihat orang dengan gaya busana gaya barat seperti Gakuran. Pertama kali tiga bersaudara ini melihat gakuran adalah saat mereka bertemu dengan Giyuu.
.
.
.
Sebetulnya Sakonji sudah membujuk Tanjiro untuk meninggalkan saja dua saudarinya itu di tempatnya. Sakonji berjanji akan menjaga dan merawat mereka berdua. Tapi Shirazumi yang ada disana saat itu menolaknya. Nezuko juga ikut mengangguk tanda setuju dengan Shirazumi. Tanjiro juga tak ingin berpisah dengan mereka, karena itu diputuskan bahwa Nezuko dan Shirazumi kan ikut dengan Tanjiro menunaikan tugas pemburu oni.
Sakonji memberikan Tanjiro sebuah kotak kayu untuk membawa Nezuko di siang hari. Kotak kayu itu terbuat dari pohohn cemara awan kabut yang kayunya terkenal ringan. Denagn melapisi bagian luarnya dengan cat batu agar lebih kuat.
Untuk Shirazumi, Sakonji memberikan topi dengan kain yang mirip dengan yang sebelumnya digunakan Shirazumi. Hanya saja, yang baru ini lebih bagus dan lebih kuat. Kainnya pun lebih tebal dari sebelumnya. Tentu saja, itu tak bisa dibandingkan dengan topi kain yang mendadak dibuat dan hanya dijahit menggunakan jerami...
Sakonji menjelaskan asumsinya mengenai Nezuko yang memulihkan kembali tubuhnya dengan tidur dan tak makan atau minum darah manusia. Juga tentang Shirazumi yang hingga saat ini masih belum terlihat lagi perubahannya. Terakhir kalinya itu saat kuku-kukunya memanjang. walaupun kuku-kuku itu dipotong, dalam waktu hitungan jam akan kembali tumbuh.
Karena itu, selain tak boleh terkena sinar matahari dan juga mata dan kukunya yang berubah, Shirazumi masih terlihat dan berlaku layaknya manusia. Tapi Tanjiro juga harus waspada kalau perkembangan Shirazumi terjadi lagi. Sakonji menyuruh Tanjiro untuk terus membawa bambu yang sama dengan yang dipakai Nezuko. Dulu Giyuu yang memberikan bambu itu padanya.
Seperti pesan Tomioka pada Tanjiro, Tanjiro harus memasangkan bambu itu pada kakaknya kalau dia mulai tumbuh taring dan ingin makan manusia, sebagai pencegahan agar tidak langsung menerkam manusia.
.
.
.
Semua persiapan sudah selesai, Shirazumi juga sudah nengenakan topi kainnya yang baru. Tinggal membujuk Nezuko untuk masuk kedalam kotak kayu yang diberikan Sakonji.
Awalnya Nezuko ragu untu masuk ke dalam kotak itu, tapi Shirazumi dan Tanjro terus membujuknya hingga akhirnya Nezuko mau masuk kedalam kotak itu, yang tentu saja dengan wujud kecilnya.
Sebelum Tanjiro menutup pintu kotak itu, Tanjiro berkata pada Nezuko kalau mereka bertiga akan selalu bersama.
.
.
.
Hari sudah hampir sore, sebentar lagi oni yang menjadi target Tanjiro akan segera aktif. Oleh karena itu, Tanjiro bergegas untuk pergi. Tentu saja mereka berpamitan terlebih dahulu dengan Sakonji.
Saat berpamitan, Sakonji mendekati Tanjiro dan merapihkan seragamnya yang agak kusut, setelah itu mereka saling mengangguk tanpa mengatakan sepatah katapun.
Dari balik kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya, Shirazumi melihat apa yang dilakukan dua orang laki-laki itu dan dia tak mengerti apa yang membuat mereka berdua saling mengangguk.
Setelah Tanjiro, kini Sakonji mendekati Shirazumi dan mengelus kepalanya yang tertutupi topi lebar itu. Saat itu Shirazumi tahu apa arti anggukan mereka berdua.
'Berusahalah dan berhati-hatilah' Itulah arti dari kalimat tak terucap dari Sakonji pada mereka.
Setelah sekali lagi berpamitan, mereka bertiga pergi menuju tempat yang ditunjukkan Kasugaikarasu. Tanjiro memegang tangan kakaknya sambil menuntunnya berjalan karena pandangan Shirazumi terbatas dikarenakan kain putih yang menutupinya. Walaupun masih bisa melihat, tapi pandangan Shirazumi jadi terbatas.
.
.
.
Akhirnya Tanjiro dan Shirazumi sampai di kota yang ditunjukkan oleh Kasugaikarasu. Kota yang sangat hidup, besar dan ramai. Beda sekali dengan desa diaman Tanjiro dan Shirazumi biasa menjual arang. Orang-orang yang lewat di dekat Tanjiro dan Shirazumi beberaoa ada yang sesekali melihat Shirazumi karena penampilannya yang tidak biasa.
Diantara orang-orang yang berlalu lalang, Tanjiro dan Shirazumi menyadari seorang laki-laki berjalan terhuyung-huyung dan memiliki beberapa luka lebam di wajahnya.
Beberapa wanita dan pria di sekitar membicarakan laki-laki itu. Dari pembicaraan mereka, lak-laki itu bernama Kazumi, dan korban gadis hilang yang terakhir adalah tunangannya.
Tanjiro dan Shirazumi yang mendengar pembicaraan itu kini saling menatap satu sama lain dan tanpa mengatakan apapun mereka kompak untuk mengikuti Kazumi.
Setelah menghampiri Kazumi, tanpa basa-basi Tanjiro mengatakan bahwa dia ingin mendengar ceritanya tentang hilangnya tunangannya yang bernama Satoko.
Setelah berbincang singkat, Tanjiro berkata kalau dia ingin melihat tempat dimana Satoko menghilang. Kazumi menyanggupinya dan mereka bertiga (termasuk Nezuko jadi berempat) pergi ketempat dimana Satoko mendadak menghilang.
Tempat itu adalah sebuah jalan yang sepi. Sepertinya kalau malam hari jarang sekali ada orang yang lewat. Tempat yang cocok bagi oni untuk menangkap mangsanya.
Tanjiro memeriksa berbagai sudut tempat itu sambil mencari sisa-sisa bau oni yang tertinggal. Selama Tanjiro melakukan itu, Shirazumi mencoba berbicara dengan Kazumi.
"Kazumi-san. Ada apa dengan luka lebam diwajahmu?" Tanya Shirazumi pada Kazumi.
Kazumi agak terkejut saat Shirazumi menanyakan itu. Sambil menunduk dia menjawab dengan suara yang agak parau.
"Ini... Ayahnya Satoko-san marah padaku dan..." Kazumi berkata terpotong potong. Tanpa perlu mendengar lanjutan ucapan Kazumi, Shirazumi sudah tahu kelanjutannya. Krena itu dia menghentikan Kazumi dan meminta maaf padanya.
"Anu... Kalian sebenarnya siapa? Kenapa kalian percaya dengan ceritaku... dimana orang lain tak ada yang percaya?" Kali ini Kazumi yang bertanya pada Shirazumi.
"Namaku Kamado Shirazumi, dan itu adikku Kamado Tanjiro, dan ini memang tugas adikku sebagai pemburu oni. Aku hanya menemaninya". Jawab Shirazumi.
Kazumi hendak menanyakan sesuatu, tapi terhenti oleh teriakan Tanjiro.
"KUTEMUKAN!"
Setelah mengatakan kata itu, Tanjiro melesat pergi mengikuti bau yang ditemukannya. Shirazumi dan Kazumi bergegas mengikuti Tanjiro.
Sambil mengikuti bau oni itu, tak terasa matahari sudah hampir tenggelam. bau oni itu tercium semakin kuat.
Saat matahari tenggelam dan tergantikan oleh bulan purnama, Tanjiro menemukan sumber bau oni itu. Baunya berasal dari tanah.
Dengan menggunakan Nichirinnya, Tanjiro menusuk tanah dimana bau oni itu paling tercium kuat.
Saat tanjiro menusuk tanah itu, terdengar suara teriakan kesakitan. Noda hitam seperti air yang kotor muncul dari permukaan tanah. Dari noda hitam itu terlihat mengambang seorang gadis yang tengah tak sadarkan diri. Sebuah tangan menggenggam kimono yang dikenakan gadis itu.
Dengan cepat, Tanjiro mengambil dan menggendong gadis itu dan menjauh dari noda hitam itu hingga bagian kimono yang dipegang oleh tangan itu robek.
Dari dalam noda hitam itu, pemilik tangan itu muncul ke permukaan. Oni dengan rambut panjang dan memiliki tiga buah tanduk di dahinya.
Oni pengguna teknik darah oni muncul di tugas Tanjiro yang pertama.
Jangan lengah pada malam hari.
Apalagi jika berada di tempat yang sepi.
Karena tempat yang gelap dan sepi,
Adalah ladang berburu para oni.
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
