Thousand of Tears
Chapter 28 Dua Oni yang datang Menolong
Karena keributan yang terjadi, beberapa petugas keamanan datang menghampiri sumber keributan itu. Mereka berusaha memisahkan Tanjiro dengan pria yang berubah menjadi oni itu.
Tanjiro menolak untuk melepaskannya. Kalau saja Tanjiro melepaskannya, pria itu akan mengamuk dan menyerang siapa saja yang dilihatnya. Kalau sampai pria itu membunuh manusia, maka Tanjiro harus memenggalnya. Dia tak ingin itu terjadi.
Sambil terus menghindari tarikan dari para petugas keamanan itu, Tanjiro terus menahan tangan pria itu. Walaupun sudah menjadi oni, Tanjiro masih menganggap pria itu manusia. Bahkan masih menyebutnya sebagai 'orang'.
Ucapan Tanjiro itu terdengar oleh dua orang yang berada di sana. Seorang wanita dan seorang laki-laki remaja. Mereka berdua bukan manusia.
Dengan menggunakan kukunya yang tajam, wanita itu membuat luka goresan di lengannya yang meneteskan darah. Aroma dari darah itu membuat sebuah pola bunga yang menghalangi para petugas itu dari Tanjiro.
Shirazumi dan Tanjiro yang melihat itu mengira bahwa ada serangan dari oni lain yang menggunakan teknik darah oni.
Oni wanita yang menggunakan teknik darah oni tadi mendekati Tanjiro bersama dengan seorang laki-laki yang terlihat masih remaja. Wanita itu menawarkan diri untuk menolong Tanjiro dan Shirazumi. Dirinya memang oni, tapi juga sekalugus seorang dokter. Dia juga mengaku ingin membunuh Kibutsuji.
Dengan menggunakan teknik darah oni miliknya, wanita itu terus menghalangi semua orang hingga tak ada yang bisa mendekat. Dia menyuruh remaja yang bersamanya itu untuk mengambil alih pria yang sedang ditahan oleh Tanjiro. Karena dia juga oni, kekuatannya untuk menahan pria itu lebih kuat dibanding Tanjiro.
Lalu untuk istrinya yang terluka, Wanita itu meminta pertolongan Shirazumi untuk membawanya agar bisa diobati.
Awalnya Tanjiro tak setuju meninggalkan kakaknya dengan dua oni yang baru saja ditemuinya. Tapi kata-kata Wanita itu saat meyakinkan Tanjiro kalau dia tak akan melakukan hal buruk pada Shirazumi itu tak sedikitpun memiliki aroma kebohongan maupun niat jahat. Wanita itu juga berkata ingin berbicara pada Shirazumi mengenai oni yang tak sempurna. Karena itu, Tanjiro membiarkan kakanya membawa wanita yang terluka itu dan pergi bersama dua oni yang menurutnya tak memiliki bau darah seperti oni pada umumnya.
Selama efek teknik darah milik wanita itu masih aktif, Mereka semua pergi dari tempat itu. Termasuk Tanjiro yang kembali ke kedai udon dimana dia meninggalkan Nezuko.
.
.
.
Setelah membawa istri dan anaknya pergi menjauh dari keributan tadi, Kibutsuji Muzan atau yang dalam penyamarannya itu menggunakan nama Tsukihiko itu menyuruh anak dan istrinya pulang duluan dengan alasan ada pekerjaan yang belum selesai dan juga bertanya beberapa hal pada penjaga kemananan. Setelah mengantar keduanya hingga menaiki mobil, Muzan berjalan ke sebuah gang yang sepi. Pikirannya dipenuhi dengan wajah Tanjiro yang menggunakan anting hanafuda dan juga Shirazumi yang dulu gagal dia jadikan oni.
Muzan mengira kalau Shirazumi sudah mati saat itu. Tubuhnya sudah tak bergerak, tak bernafas, dan jantungnya pun sudah berhenti berdetak. Manusia yang punya kekebalan pada darah oni tak akan langsung menjadi oni saat menerima darahnya. Kebanyakan dari mereka mati terlebih dahulu sebelum sempat menjadi oni. Dia pikir, Shirazumi juga mati sebelum sempat berubah.
.
.
.
Pada hari itu dia kecewa karena Shirazumi tak menjadi oni. Karena itu dia menyerang Nezuko dan Rokuta dan berniat merubah Nezuko menjadi oni sebagai gantinya.
Sama seperti Shirazumi, Nezuko juga memiliki kekebalan atas darah oni. Melihat Nezuko yang tak menjadi oni, wajahnya kembali kecewa. Saat itu, Shirazumi sudah hampir kehilangan kesadarannya. Karena itu, Shirazumi tak bisa melihat wajah Muzan yang tersenyum saat menyadari Nezuko mulai berubah menjadi oni walaupun masih tak sadarkan diri.
Manusia yang baru saja berubah menjadi oni, tak akan langsung bisa menyembuhkan lukanya. Justru karena ingin menyembuhkan lukanya itu, para oni menyerang manusia yang ada didekatnya sebagai korban pertama untuk menyembuhkan lukanya.
Muzan yang tersenyum karena berhasil mengubah Nezuko menjadi oni, segera meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Nezuko yang masih tak sadarkan diri. Seharusnya, saat Nezuko sadar dia akan memakan jasad keluarganya yang ditinggalkan oleh Muzan.
Sebelum pergi, Muzan kembali melihat Shirazumi yang terkapar tak sadarkan diri. Gadis itu tak bernafas, jantungnya pun berhenti berdetak. Tubuhnya mulai dingin. Karena itulah, Muzan mengira Shirazumi sudah mati pada hari itu.
Tapi hari ini dia melihatnya. Gadis yang dulu dia berikan darahnya ternyata masih hidup dan menjadi oni tak sempurna.
.
.
.
Selagi berjalan sambil berpikir, Muzan berpapasan dengan tiga orang yang sepertinya habis mabuk-mabukan. Salah satu dari mereka kelihatannya mabuk berat hingga saat berjalan tangannya menabrak Muzan.
Padahal itu kesalahannya, tapi orang yang mabuk itu malah menyalahkan Muzan. Muzan yang sebetulnya sedang tak ingin berurusan dengan hal yang bodoh itu pun meminta maaf. Tapi orang mabuk itu malah membentak marah. Saat orang itu mengatakan kalau wajah Muzan terlihat pucat seperti orang mati, Muzan menjadi geram dan memukul orang itu hingga menabrak tembok. Dia mati seketika.
Satu orang lagi yang tubuhnya tinggi marah pada Muzan atas perlakuannya. Muzan yang sedang kesal langsung menendangnya hingga melayang tanpa mendengarkan sisa ucapannya. Di udara, pria itu memuntahkan darah dan jatuh ketanah dengan keras. Dia juga kehilangan nyawanya.
Tersisa seorang wanita yang sedang gemetar ketakutan. Muzan menanyakan pada wanita itu apakah wajahnya terlihat pucat. Wanita itu menggeleng sambil gemetar hebat.
Dengan menggunakan jari telunjuknya, Muzan menusuk dahi wanita itu dan mengalirkan darahny adalam jumlah yang sangat banyak. Jauh melebihi batas normal dari darah yang bisa mengubah manusia menjadi oni.
Karena tak dapat menahan darah Muzan, tubuh wanita itu mulai berubah menjadi apa yang tak bisa lagi disebut manusia. Sel-sel dalam tubuhnya hancur hingga seluruh tubuhnya hancur dan menjadi debu.
Setelah tubuh wanita itu hancur tak bersisa, Muzan menjentikkan jarinya memanggil dua oni yang bekerja padanya. Satu oni wanita dan satu laki-laki.
Muzan memberikan dua perintah pada mereka.
Yang pertama yaitu untuk membawakan penggalan kepala seorang pemburu oni yang menggunakan anting hanafuda.
yang kedua, membawa oni tak sempurna yang bersama pemburu oni itu ke hadapannya hidup-hidup.
Jika ada orang yang memiliki tujuan yang sama denganmu,
Apakah kau akan bekerja sama dengannya?
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
