Thousand of Tears
Chapter 29 Oni yang Berprofesi Sebagai Dokter
Saat Tanjiro kembali ke kedai udon untuk menjemput Nezuko, terlihat sang pemilik kedai sedang menyuruh Nezuko untuk memakan udon buatannya.
Udon itu sebetulnya udon pesanan Tanjiro. Tapi karena takut udon itu keburu mekar, pemilik udon itu menyuruh Nezuko saja yang memakannya. Untuk Tanjiro nanti akan dibuatkannya lagi.
Rupanya pemilik kedai itu adalah orang yang paling benci menyia-nyiakan makanan. Dia akan sangat jengkel kalau ada pelanggannya yang tidak menghabiskan udon buatannya, apalagi tidak dimakan.
Tanjiro mengambil sumpit kayu yang dipegang penjual udon itu dan mengambil semangkuk udon yang ada. Tanpa basa-basi Tanjiro langsung menyeruput habis udon itu beserta kuahnya.
Setelah membayar udon itu dan berterima kasih pada pemilik kedai, Tanjiro menggandeng tangan Nezuko dan mulai berjalan pergi.
Wajah penjual udon itu terlihat sangat senang saat Tanjiro menghabiskan udon buatannya dan mengatakan kalau udon itu sangat enak.
Selama berjalan, Nezuko menatap Tanjiro seperti ingin menanyakan sesuatu. Nezuko ingin menanyakan dimana Shirazumi.
Tanpa mendengar pertanyaan keluar dari mulut Nezuko, Tanjiro sudah tahu apa yang ingin ditanyakan adiknya itu. Tapi saat Tanjiro baru mau menjawab Nezuko, tiba-tiba Nezuko berhenti berjalan. Itu membuat Tanjiro yang sedang menggandeng Nezuko juga ikut berhenti.
Nezuko menggeram. Tatapannya lurus kedepan. Tanjiro mengikuti arah pandangan Nezuko, dan ternyata oni laki-laki yang tadi bersama dengan oni wanita yang mengaku sebagai dokter itu ada disana.
Dia menunggu Tanjiro dan Nezuko untuk membawa mereka ke kediaman mereka dimana Shirazumi juga berada.
Sebetulnya Tanjiro bisa saja mencariny adengan mengikuti bau mereka dan juga Shirazumi. Tapi laki-laki itu menyangkal kalau Tanjiro bisa menemukannya. Itu karena tempat persembunyiannya itu dilindungi oleh sihir. Karena itu walaupun dengan penciuman Tanjiro, tempat itu tak bisa ditemukan.
Karena alasan itulah, dia menjemput tanjiro dan Nezuko.
Seperti rasanya sikap dingin laki-laki itu belum cukup, dia malah mengejek Nezuko sebagai oni yang buruk rupa.
Selama beberapa detik Tanjiro tak mengerti siapa yang dimaksud oni buruk rupa itu. Hingga akhirnya dia menyadari kalau yang diejek itu Nezuko.
Setelah menyadarinya, Tanjiro marah marah dan mengatakan kalau Nezuko itu bukan buruk rupa. Malahan Nezuko adalah gadis paling manis di desa mereka bersama dengan Shirazumi. Dua gadis paling cantik di desa.
Tapi laki-laki itu tak mempedulikan ucapan Tanjiro yang berkata sambil marah-marah. Dia malah terus berjalan.
Walapun masih marah-marah, tanjiro masih terus mengikutinya bersama dengan Nezuko yang tak mengerti apa yang sedang terjadi.
.
.
.
Setelah tak lama berjalan, mereka berhenti di sebuah jalan buntu. Walaupun kelihatannya itu jalan buntu, ternyata dibaliknya terdapat sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal dua oni itu. Sesuai perkataannya, karena menggunakan sihir penyelubung, Rumah itu tak bisa ditemukan. Bahkan bau siapapun yang ada di dalamnya tak bisa tercium dari luar.
Setelah mereka bertiga memasuki wilayah yang tersembunyi itu. Laki-laki itu masih saja terus mengeluh karena sebetuknya dia tak setuju membawa orang luar masuk ke kediamannya. dia hanya melakukannya demi wanita yang dikaguminya itu.
Setelah memasuki rumah, mereka bertiga langsung menuju ke sebuah ruangan dimana isinya terlihat seperti ruang periksa dokter pada umumnya.
Didalamnya terdapat tiga orang.
Seorang wanita yang tadi dilukai suaminya yang berubah menjadi oni. Nampaknya dia sedang tidak sadarkan diri.
Seorang wanita yang tadi menolong Tanjiro dan Shirazumi.
Dan juga Shirazumi yang sedang berdiri bersandar pada tembok.
Saat Nezuko masuk dan melihat Shirazumi, dia langsung berlari dan memeluk shirazumi dengan erat. Shirazumi menanggapinya dengan mengelus rambut adiknya itu dengan lembut.
Tanjiro meminta maaf dan berterima kasih pada wanita itu karena telah menolongnya dan juga karena membiarkan wanita itu menyelesaikan sisa masalahnya.
Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai tamayo, dan oni remaja yang sejak tadi bersikap dingin itu adalah Yushiro. Dia juga menjelaskan mengenai keadaan Wanita yang terluka itu dan juga suaminya.
Walaupun sang istri sudah tidak apa-apa, tapi suaminya terpaksa di kurung di penjara bawah tanah.
"Apakah anda merasa tidak nyaman saat mengobati manusia yang terluka?" Tanjiro tiba-tiba bertanya. Tapi sebelum Tamayo sempat menjawabnya, Yushiro memukul dada Tanjiro dengan cukup keras seperti sedang melampiaskan sebagian kekesalannya.
Yushiro menjelaskan singkat bahwa sebagai oni, mereka harus bisa menahan rasa haus dan lapar akan daging manusia saat mengobati manusia yang terluka.
Tamayo tidak menyukai kekerasan. Karena itu saat Yushiro memukul Tanjiro, dia tak menyukainya. Bahkan Tamayo berharap Tanjiro dan Yushiro bisa akrab.
Tapi baik Tanjiro, Yushiro maupun Shirazumi yang ada di ruangan itu semuanya berpikir kalau itu adalah hal yang hampir mustahil.
Setelah suasana lebih tenang, Tamayo menjelaskan kalau dirinya sudah melakukan banyak percobaan dan manipulasi pada tubuhnya sendiri. Dengan itu, Tamayo bisa bertahan hidup hanya dengan sedikit darah manusia, begitupula dengan Yushiro. Tamayo bahkan telah mengangkat kutukan yang ditanamkan Kibutsuji Muzan padanya.
Sebelum menjelaskan lebih jauh, Tamayo mengajak Tanjiro dan yang lainnya untuk berpindah ruangan. Tidak sopan untuk mengobrol di depan orang yang sedang sakit.
Mereka pindah ke sebuah ruangan beralaskan tatami. Begitu Sirazumi duduk, Nezuko langsung tiduran dengan menggunakan paha Shirazumi sebagai bantal.
Karena itu adalah sikap yang tidak sopan, Tanjiro menegur Nezuko. Tapi rupanya Tamayo tak keberatan dengan itu. Sikap Nezuko benar-benar seperti anak kecil sekarang.
.
.
.
Tamayo kembali melanjutkan pembicaraannya yang tertunda tadi. Dia menjelaskan kalau dirinya dan Yushiro mendapatkan darah dengan cara membeli dari mereka yang kurang mampu dengan alasan untuk tranfusi darah.
Karena Tamayo dan Yushiro mengkonsumsi darah secara tidak langsung dari manusia, bau mereka berbeda dengan oni yang selama ini ditemui oleh Tanjiro.
Setelah mendengarkan kata-kata Tamayo, Tanjiro berpikir kalau hanya sedikit darah, mungkin Shirazumi dan Nezuko juga bisa seperti Tamayo.
Setelah berpikir singkat, Tanjiro melihat ke arah Shirazumi yang sedang memainkan rambut Nezuko.
Sebelum Tajiro sempat berkata apapun, Shirazumi menolaknya dengan tegas.
"Aku kan belum bilang apapun..." Ucap Tanjiro bingung.
"Aku sudah tahu kau mau bilang apa. Sampai kapanpun aku tak mau minum darah". Tanjiro sedikit terkejut dengan kakaknya yang seakan bisa membaca pikirannya itu.
"Aku sudah mengetahui sedikit tentang Shirazumi. Sebelum kau datang kemari, kami sudah sedikit berbicara". Ucap Tamayo.
Sebelum Tanjiro datang ke kediaman tamayo, Tamayo dan Shirazumi sedikit berbincang mengenai keadaan Shirazumi sebagai oni yang tak sempurna.
.
.
.
Setelah membawa wanita yang terluka itu ke kediaman Tamayo, Shirazumi memperkenalkan dirinya, begitu pula Tamayo yang juga memperkenalkan Yushiro pada Shirazumi.
Setelah mengobati wanita itu, Tamayo berbicara pada Shirazumi.
"Sangat jarang sekali, aku bisa bertemu dengan oni yang tak sempurna. Apa aku boleh bertanya beberapa hal padamu?"Tamayo bertanya pada Shirazumi yang berdiri di tempat paling jauh dari wanita yang terluka itu di dalam ruangan.
Sedari tadi Shirazumi sudah menahannya, tapi sekarang dia mulai pusing karena aroma darah.
Sambil berusaha memfokuskan pikirannya pada hal lain, Shirazumi mengangguk tanda menyanggupinya.
Pertanyaan pertama Tamayo ternyata cukup sensitif bagi Shirazumi.
"Apa kau merasa, darah wanita ini terasa harum hingga membuatmu pusing?" Tanya Tamayo.
Mendengar pertanyaan itu, Shirazumi membulatkan matanya. Walaupun itu memang benar, tapi mendengarnya dari orang lain itu rasanya agak aneh.
Bagi Shirazumi, darah manusia memang harum dan menggoda. Tapi akal sehatnya masih tak mau menerima dirinya meminum darah. Karena itu, bagaikan memberikan sugesti pada dirinya sendiri, Shirazumi terus menganggap kalau darah itu sama saja dengan permen manis yang bisa membuat gigi berlubang.
Setelah Shirazumi menjelaskan bagaimana darah bagi dirinya pada Tamayo, Tamayo menanyakan beberapa hal lagi.
Misalnya apa yang dimakan oleh Shirazumi selama ini, dan juga bagaimana perkembangan tubuhnya.
Shirazumi masih bisa memakan makanan manusia selama itu adalah daging. Perubahan Shirazumi yang terakhir adalah saat kuku-kukunya mulai memanjang, dan setiap kali kuku itu dipotong, pasti akan kembali tumbuh dengan cepat.
Ada satu hal yang membuat Shirazumi jengkel dengan pertumbuhan tubuhnya.
Shirazumi dirubah menjadi oni kurang lebih dua tahun yang lalu. Saat itu umurnya 15 tahun. Karena itu sekarang Shirazumi berumur 17 tahun.
tapi sejak dua tahun yang lalu, tubuhnya tak tumbuh tinggi sama sekali. Bahkan kini tingginya tersusul oleh Tanjiro yang merupakan adiknya.
Shirazumi memang berumur 17 tahun, tapi tubuhnya tetap berumur 15 tahun.
Saat menjelaskan itu pada Tamayo, Shirazumi memasang wajah jengkel yang membuat Tamayo sedikit menahan tawanya.
Saat itu Yushiro sedang menjemput Tanjiro dan Nezuko. Karena itu pembicaraan Tamayo dan Shirazumi bagaikan pembicaraan rahasia antar wanita.
Jika kau punya teman yang sering memarahimu,
Bukan berarti dia membencimu.
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
