Thousand of Tears

Chapter 39 Petir yang Tertidur


Setelah terdengar suara dentuman, ruangan kembali berubah. Kini Shirazumi berdiri didepan sebuah shoji. Saat dia membukanya, ternyata shoji itu mengarah ke sebuah lorong berlantaikan tanah. Disana terlihat Shoichi dan Zenitsu yang sedang berlari. Di belakang mereka ada oni yang sedang mengejar dengan merangkak.

Shirazumi mengejar mereka dan berniat mengalahkan oni itu sebelum sempat menyerang Zenitsu dan Kiyoshi.

Zenitsu yang berlari memimpin terus menghindari serangan oni itu yang berupa lidahnya yang panjang dan kuat hingga akhirnya dia dan Kiyoshi menabrak/menerobos sebuah shoji dan memasuki ruangan berikutnya.

Begitu Zenitsu melihat oni itu yang juga ikut memasuki ruangan dimana dirinya berada, dia langsung jatuh pingsan. Bukan. Lebih tepatnya tertidur. Shoichi bingung dengan apa yang terjadi pada Zenitsu.

Shirazumi mengeluarkan nichirin miliknya dan bersiap menyerang oni itu.

Tapi oni itu menyadari gerakan Shirazumi dan menggunakan lidah panjangnya itu untuk menyerang Shirazumi.

Shirazumi terus menghindar dari serangan itu, hingga akhirnya tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi.

Lidah panjang yang hampir saja mengenai tubuh Shirazumi itu tiba-tiba terpotong. Shirazumi tak bisa melihat apa yang membuat lidah itu terpotong. Hingga akhirnya dia mengetahuinya. Zenitsu yang kini berdiri di depannya lah yang telah memotong lidah oni itu.

Shoichi kebingungan. Sejak kapan Zenitsu bangkit dan menyerang? Bukankah tadi dia sedang tertidur karena ketakutan?

Shirazumi pun heran, sejak kapan zenitsu berdiri di depannya? Sejak kapan Zenitsu punya keberanian untuk menghadapi dan menyerang oni?

"Auranya terasa sangat berbeda..." Gumam Shirazumi.

Oni itu kembali berniat menyerang. Tapi sebelum oni itu sempat bertindak, kepalanya terpisah dari tubuhnya. Tidak satupun dari mereka yang ada di ruangan itu menyadari kapan oni itu terpenggal. Kapan Zenitsu bergerak dan memenggal kepalanya. Gerakannya sangat cepat bagaikan kilat menyambar.

Shirazumi terpaku melihat apa yang terjadi. Walaupun dirinya tak bisa mengikuti pergerakan cepat Zenitsu, tapi dia cukup mengerti kalau anak cengeng nan penakut itu sebenarnya memiliki kemampuan yang tertidur. Lebih tepatnya, kemampuanny aktif saat dia tak sadarkan diri.

Shirazumi sejak tadi tak mengubah posisi siap menyerangnya karena saking takjubnya. Karena itu, setelah oni itu terpenggal dan Zenitsu mendapatkan kembali kesadarannya, dia mengira kalau oni itu dikalahkan oleh Shirazumi. Dia terus-terusan memuji dan memuja gadis itu.

Shoichi yang juga masih shock dan juga takjub dengan apa yang telah dilihatnya, tak mampu membenarkan ucapan Zenitsu yang salah paham. Shirazumi juga masih membeku tak bergerak saat Zenitsu memuja-muja kehebatannya yang sebetulnya itu hasil kerja Zenitsu sendiri.

.

.

.

Begitu Tanjiro membuka futsuma itu, terlihat seorang anak laki-laki yangmenggunakan haori berwarna kuning kecoklatan. Anak itu memegang sebuah tsuzumi.

Saat anak laki-laki itu hampir saja memukul tsuzumi yang dipegangnya, Teruko masuk dan memanggilnya 'kakak'. Itu membuat tangan yang hampir memukul tsuzumi itu terhenti.

Rupanya anak laki-laki itulah Kiyoshi, kakak dari Teruko dan Shoichi yang sedang mereka cari.

Tanjiro memperkenalkan dirinya dan mengaku sebagai pemburu oni.

Sesuai pernyataan Teruko dan Shoichi, dia terluka di bagian kaki. Tanjiro memuji Kiyoshi karena telah bertahan dengan baik. Setelah itu dia memeriksa luka di kaki Kiyoshi dan mengeluarkan salep obat buatan Urokodaki yang diakuinya sangat manjur.

Setelah mengoleskan salep itu pada luka Kiyoshi, Tanjiro membalutnya dengan kain putih.

Menurut cerita Kiyoshi, dirinya dibawa kemari oleh seorang oni untuk dimakan. Tapi muncul oni-oni yang lain dan mereka bertengkar untuk memperebutkan hak memakan Kiyoshi.

Salah satu oni yang bertengkar itu memiliki beberapa tsuzumi yang tertanam di tubuhnya. Saat pertengkaran itu, satu tsuzumi itu terlepas dari tubuhnya karena diserang oleh oni yang lain.

Kiyoshi yang mengamati mereka menyadari kalau tsuzumi itu bisa membuat ruangan berubah. Karena itu, dia mengambil tsuzumi itu dan memukulnya hingga membuat dirinya terpisah dari para oni itu.

Para oni itu menyebut Kiyoshi sebagai 'Marechi'.

Tiba-tiba entah dari mana munculnya, Kasugaikarasu milik Tanjiro menjelaskan apa itu marechi. Mendengar ada gagak yang bicara, Teruko dan Kiyoshi terkejut.

Kasugaikarasu itu menjelaskan bahwa Marechi adalah manusia yang memiliki darah langka. Bagi oni itu adalah makanan ang istimewa. Memakan satu Marechi bisa setara dengan memakan lima puluh hingga seratus manusia biasa.

Mendengar penjelasan dari gagak itu, Teruko dan Kiyoshi semakin gemetaran.

Tiba-tiba, Tanjiro menyadari ada oni yang mendekati mereka.

Tanjiro menyuruh Kiyoshi untuk memukul kembali tsuzumi itu begitu Tanjiro keluar dari ruangan itu dan terus memukulnya seperti yang sudah dilakukan oleh Kiyoshi selama ini.

tanjiro berjanji akan kembali, karena itu dia memeritahukan pada dua bersaudara itu kalau dirinya akan memanggil nama mereka saat akan membuka futsuma yang mengarah pada mereka. Tanjiro bisa mengetahui lokasi mereka berdua dengan mengikuti bau mereka. Dengan itu, Teruko dan Kiyoshi bisa mengetahui, apakah yang akan membuka futsuma itu Tanjiro atau bukan.

Sebelum meninggalkan ruangan itu, tanjiro memberikan semangat pada mereka yang ditanggapi positif oleh keduanya. Tanjiro merasa lega mendengar jawaban mereka walaupun hanyalah anggukan.

Begitu oni itu terlihat dari balik futsuma yang terbuka, Tanjiro bergerak dengan cepat menuju oni itu sambil menyuruh Kiyoshi untuk memukul tsuzumi. Karena itu, begitu Tanjiro meninggalkan ruangan itu, lahgi-lagi ruangan berganti dan Teruko maupun Kiyoshi sudah tak ada di sana.

.

.

.

Zenitsu terus saja mengekori Shirazumi sambil berkata kalau Shirazumi adalah penyelamat nyawanya. Dia juga terus berkata dan merayu Shirazumi agar mau menikahinya, menjadi pendamping (pelindung) hidupnya seumur hidup.

Selama mereka berjalan, Shirazumi menemukan topi kainnya di sebuah ruangan. Dia membawa topi itu karena itu sangat penting baginya. Tanpa itu, Shirazumi tak bisa beraktifitas di siang hari.

Shirazumi sudah lelah menanggapi lamaran bodohnya itu. Dia mengabaikannya dan terus berjalan. Rasanya, Zenitsu yang kuat tadi tak pernah ada, dan itu hanyalah mimpi belaka.

Shirazumi ingin meluruskan kesalahpahaman itu, tapi Zenitsu tak memberi ruang baginya untuk bicara. Bahkan Shoichi pun bingung apa yang harus dilakukannya.

Mereka bertiga terus berjalan dengan dipimpin Shirazumi di depan sambil terus menggendong kotak Nezuko, berusaha mencari Tanjiro dan Teruko, dan juga mencari jalan keluar.


Sifat yang setiap hari diperlihatkan seseorang,

Belum tentu itu adalah sifatnya yang sesungguhnya.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^