Thousand of Tears
Chapter 41 Untuk Memercayai Seseorang
Zenitsu akhirnya terbangun setelah berkali-kali dipanggil oleh Shoichi. Dia belum menyadari kalau kepalanya terluka saat terjatuh tadi. Begitu Zenitsu memegang bagian belakang kepalanya dan menyadari ada darah disana, barulah dia menyadari lukanya itu dan berteriak histeris.
Shirazumi juga segera menghampiri Zenitsu, tapi tiba-tiba firasat buruknya menjadi kenyataan.
Seseorang membuka pintu rumah itu dengan paksa dengan cara mendorongnya sekuat tenaga menggunakan kepalanya. Seorang laki-laki yang hanya mengenatan celana panjang dan berkepala babi membuka pintu itu hingga rusak.
Selama sesaat, orang itu mengingatkan Shirazumi pada Nezuko yang sering merusak pintu rumah Urokodaki.
Shirazumi terkejut melihat lagi orang yang pernah menyerangnya saat masih di dalam rumah itu.
Setelah mendengar suaranya, Zenitsu akhirnya mengenali laki-laki bertopeng babi itu. Dia adalah orang kelima yang lulus seleksi akhir bersama dengan Tanjiro da Zenitsu. Si pemarah yang paling cepat naik gunung dan turun gunung saat seleksi itu dilangsungkan.
Orang itu berteriak dengan suara keras bahwa dia menemukan hawa keberadaan oni. Otomatis itu membuat Shirazumi tersentak.
Tanpa basa-basi, laki-laki itu menerjang Shirazumi dengan katana ganda miliknya. Shirazumi terus menghindar sambil terus melindungi Nezuko yang digendongnya. Sayangnya gerakan orang itu terlau cepat, bahkan Shirazumi tak memiliki kesempatan untuk menarik katana miliknya dari sarungnya. Beberapa kali katana miliknya itu melukai Shirazumi.
Saat laki-laki itu hampir saja bisa menebas Shirazumi, Zenitsu menghalangi dengan berdiri diantara mereka berdua sambil membentangkan tangannya. Shirazumi terkejut melihat apa yang dilakukan Zenitsu.
Dengan wajah yang pucat dan suara yang agak terbata-bata Zenitsu berkata padanya.
"Tak akan kubiarkan kau melukai Shirazumi-chan. A...aku akan melindunginya"
Luka-luka yang disebabkan oleh Nichirin itu tak juga kunjung membaik. Malah luka-luka itu terasa lebih sakit seperti ada yang menaburkan garam pada lukanya. Darah keluar dari luka-luka itu, membuat kimono dan kain yang menutupi tubuhnya itu ternodai bercak darah. Shirazumi berlutut sambil memegangi lukanya di bawah pohon dimana dia bisa berteduh dari sinar matahari.
Untungnya, serangan-serangan yang dilancarkan oleh pemburu bertopeng babi itu tidak sampai merusak topi kain miliknya hingga parah. Hanya beberapa sobekan yang tidak banyak mengizinkan cahaya matahari masuk.
"APA YANG KAU LAKUKAN?! WANITA ITU ADALAH ONI. KOTAK YANG DIBAWANYA JUGA BERISI ONI!"
Laki-laki itu membentak Zenitsu.
"AKU SUDAH TAHU ITU SEJAK AWAL!"
Kali ini Zenitsu yang berkata dengan suara keras. Rupanya Zenitsu sudah tahu sejak awal kalau Shirazumi bukan manusia. Begitu pula dengan Nezuko yang ada dalam kotaknya itu.
Zenitsu dengan pendengarannya yang sangat kuat bisa membedakan 'suara' manusia dan oni. 'Suara' keduanya sangatlah berbeda. Karena itu, sejak awal mereka bertemu, Zenitsu sudah mengetahui jati diri Shirazumi sebagai oni.
Tapi karena 'suara' milik Tanjiro sangatlah lembut hingga membuatnya terharu, Zenitsu bisa mengetahui dan mengambil keputusan bahwa Shirazumi dan oni yang berada di kotak yang dianggap berharga oleh Tanjiro itu bukanlah sesuatu yang mengancam. Zenitsu tahu, kalau Tanjiro sebagai pemburu oni berkelana bersama oni, pasti dia punya alasan yang sangat kuat.
Dengan berkonsentrasi mendengarkan suara nafas, detak jantung dan aliran darah, Zenitsu bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh seseorang. Walaupun begitu, dirinya tetap saja ditipu oleh orang lain. Selama ini Zenitsu hanya mempercayai orang yang ingin dia percayai.
Karena itu, kali ini pun dia ingin mempercayai Tanjiro dan Shirazumi. Dia ingin menanyakan itu langsung pada mereka berdua. Hanya saja, dia belum menemukan waktu yang tepat untuk itu.
Merasa kesal dengan kekeras kepalaan Zenitsu. laki-laki itu menghajar Zenitsu, berusaha menyingkirkannya yang sedang berusaha melindungi Shirazumi.
Merasa memiliki kesempatan, Shirazumi mengeluarkan nichirin miliknya. Dia bermaksud menyerang laki-laki itu. Tapi baru saja katana mereka saling menghantam satu sama lain, Katana milik Shirazumi dihempaskan olehnya. Kekuatan mereka sangat berbeda, lagipula Shirazumi sedang menahan rasa sakit yang amat sangat dari semua lukanya.
.
.
.
Setelah oni yang dilawan Tanjiro menghilang seutuhnya, Tanjiro segera mencari Teruko dan Kiyoshi yang tadi dia tinggalkan.
Sambil terus membuka semua futsuma dan shoji yang dilihatnya, Tanjiro memanggil nama kedua anak itu.
Saat tanjiro membuka sebuah futsuma, dia terkejut dengan adanya lemparan barang-barang yang mengenai tubuhnya. Rupanya yang melempar barang-barang itu adalah Teruko dan Kiyoshi yang sedang ketakutan.
Rupanya begitu oni tsuzumi itu hancur menjadi demu, tsuzumi yang dipegang Kiyoshi juga ikut menghilang. Karena itulah mereka menjadi panik karena sudah tak memiliki alat untuk bersembunyi.
.
.
.
Karena sudah tak ada lagi tsuzumi yang bisa mengubah posisi ruangan, semua susunan rumah itu sudah kembali normal. Sambil menggendong Kiyoshi karena kakinya terluka, Tanjiro dan Teruko berjalan menuju pintu keluar. Tanjiro misa mencium bau Zenitsu, Shoichi dan Shirazumi. Mereka bertiga bersama Nezuko sudah berada di luar.
Tapi selain bau mereka, Tanjiro juga mencium bau darah.
Begitu sampai di luar. Tanjiro terkejut dan marah melihat Zenitsu terkapar dengan tubuh penuh luka. Disampingnya, pemburu oni bertopeng babi yang tadi dilihatnya itu sedang mengangkat salah satu katananya tinggi-tinggi dan terlihat siap menusuk Shirazumi yang sedang telungkup di atas tanah. Nezuko dan kotaknya masih setia digendongnya. Laki-laki itu ingin menusuk mereka bersamaan.
Tak salah untuk mempercayai seseorang.
Tapi kau harus ingat,
Tak semua orang yang bisa kau percayai itu,
Memiliki maksud yang baik.
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
