Thousand of Tears
Chapter 46 Sarang Laba-Laba
Zenitsu kini duduk sendirian sambil memeluk lutut dan merenung. Dia agak menyesal karena telah mengabaikan ajakan Shirazumi. Dalam hatinya, kalau saja Tanjiro dan Inosuke juga ikut membujuk dirinya agar ikut dengan mereka, dia juga pasti akan ikut dengan mereka. Tapi mereka semua malah meninggalkan Zenitsu sendirian.
Burung pipit milik Zenitsu yang dia panggil Chuntaro menghampiri pemiliknya. Burung itu berkicau pada Zenitsu, mengajaknya untuk menyusul Tanjiro dan yang lainnya. Tapi sayangnya Zenitsu sama sekali tak paham apa yang dikatakan burung itu.
Karena kesal, Chuntaro menggigit punggung tangan Zenitsu. Zenitsu marah karena merasa sakit dan membentak burung pipit itu dengan mengatakan kalau Chuntaro sama sekali tak imut. Dia membandingkan burung pipit itu dengan Nezuko yang menurutnya lebih imut.
Setelah mengucapkan nama Nezuko, dia jadi ingat. Bukan hanya Shirazumi yang mengikuti Tanjiro, Nezuko juga dibawa oleh Tanjiro.
Dengan semangat yang berasal dari keinginannya untuk terus bersama dua gadis itu, Zenitsu tanpa pikir panjang segera bergegas berlari menaiki gunung menyusul dua bidadarinya itu. Chuntaro sambil terus berkicau, terbang mengikuti majikannya.
.
.
.
Tanjiro, Inosuke, Shirazumi dan juga pemburu oni yang memperkenalkan dirinya sebagai Murata itu kini menghindari serangan-serangan dari para pemburu oni yang dikendalikan. Beberapa dari pemburu yang dikendalikan itu bahkan sudah tak bernyawa, sedangkan sisanya tak sadarkan diri karena rasa sakit dari anggota tubuhnya yang dipaksa bergerak diluar batas dan juga tekanan mental karena telah melukai rekannya sendiri.
Tanjiro menyadari kalau para pemburu itu dikendalikan oleh sesuatu karena pergerakan mereka sangat tak normal. Saat Inosuke berniat menebas mereka, Tanjiro menghentikannya karena diantara para pemburu yang dikendalikan itu masih ada yang hidup. Tapi Inosuke malah menyeruduk Tanjiro karena dia menganggap Tanjiro mengganggu kesenangannya dalam bertarung.
"Hentikan babi bodoh!" Shirazumi berteriak kesal pada Inosuke dan memukul Pnggunggnya dengan sarung katana miliknya. Inosuke berniat membalas pukulan Shirazumi, tapi aura gelap yang keluar dari Shirazumi membungkamnya. Bahkan Murata pun sampai berkeringat dingin merasakan 'aura marah seorang kakak' yang keluar dari tubuh Shirazumi. Saat itu, Murata belum menyadari kalau Shirazumi adalah oni.
Shirazumi yang sedang berusaha menghentikan salah seorang pemburu itu tiba-tiba terluka di bagian tangan saat berusaha menekan punggung pemburu itu. Lukanya tipis dan memanjang. Shirazumi tak mengetahui apa yang membuatnya terluka hingga saat dia melihat sesuatu berwarna merah yang membentuk garis panjang seperti benang. warna merah itu adalah darahnya dan darahnya itu menempel pada sesuatu yang tak terlihat.
Tanjiro yang memang sejak tadi mencium bau manis dari belakang para pemburu itu akhirnya menyadari sumber dari bau manis itu. Ternyata ada benang yang menempel pada bagian belakang tubuh para pemburu yang dikendalikan. Dengan Nichirin miliknya, Tanjiro menebas ke udara kosong yang ada di belakang salah satu pemburu itu. Benar saja, orang itu langsung terjatuh seperti kehilangan tumpuan.
Tanjiro memberikan intruksi pada yang lainnya untuk memotong benang tak terlihat yang ada di punggung para pemburu oni itu. Inosuke bertingkah seakan dia sudah tahu itu dan mulai memotong benang-benang itu. Shirazumi dan Murata juga mengikuti intruksi dari tanjiro.
Tapi tak cukup hanya dengan memotong benang-benang itu. Mereka harus mengetahui dimana oni yang mengendalikan benang-benang itu.
Tiba-tiba Shirazumi merasa tangan kanannya tertarik ke atas. Sesuatu menggerakkan tangannya persis seperti para pemburu oni tadi. Tanjiro yang menyadari itu segera memotong benang yang menempel pada lengan Shirazumi.
Kebebasan Shirazumi tak berlangsung lama. Dari daun pohon yang berada tepat di atas Shirazumi, belasan laba-laba putih jatuh tepat mengenai Shirazumi. Laba-laba itu menempelkan banyak sekali benang pada Shirazumi hingga Tanjiro tak sempat memotong semua benang itu.
Tetapi, bukannya bergerak menyerang Tanjiro dan yang lainnya, benang-benang itu menarik Shirazumi menjauh dari yang lainnya. Tanjiro panik dan memanggil Kakaknya yang semakin tak terlihat.
Tanjiro ingin mengejar Shirazumi, tapi para pemburu yang kini telah terpasang benang kembali mulai menyerangnya lagi hingga Tanjiro tak memilik kesempatan untuk mengejar kakaknya.
Sambil menahan emosinya, tanjiro berusaha mencari sumber aroma busuk yang tercium olehnya yang mana menurutnya bau itu berasal dari oni yang mengendalikan laba-laba dan benag-benang itu. Dia berpikir kalau dia bisa menemukan oni itu, dia juga bisa menemukan Shirazumi.
Laba-laba putih itu semakin banyak. Inosuke menyarankan untuk membunuh semua laba-laba itu. Tapi itu akan percuma karena laba-laba putih itu terlalu banyak.
Tanjiro meminta Inosuke untuk melacak keberadaan oni yang mengendalikan benang-benang itu sementara dirinya dan Murata mengurus para pemburu yang dikendalikan.
Tiba-tiba, di atas mereka terlihat seorang oni sedang berdiri di udara. Bukan. Lebih tepatnya berdiri di atas benang. Oni itu memiliki tubuh anak laki-laki. Rambutnya berwarna putih dan memakai kimono putih bercorak sarang laba-laba.
Dengan nada tenang, oni itu berkata pada pemburu oni yang ada di bawahnya.
"jangan menganggu kedamaian keluarga kami. Sebentar lagi aku akan mendapatkan kakak perempuan baru, dan Ibuku akan membunuh kalian semua".
Tanjiro tak mengerti dengan ucapan oni itu dan berdiri mematung. Sedangkan Inosuke malah menggunakan tubuh salah satu pemburu oni yang dikendalikan sebagai pijakan dan melompat tinggi menuju oni itu. Tapi tentu saja lompatan Inosuke tak bisa menyamai tinggi oni itu yang memang berdiri di atas benang yang berada sangat tinggi dari permukaan tanah.
Karena lompatannya tak sampai pada oni itu, Inosuke terjatuh dengan punggung duluan yang menyentuh tanah. Sudah pasti itu terasa sangat sakit, tapi Inosuke sama sekali tak menunjukkan rasa sakit itu.
Setelah mengatakan kalimat tadi, oni itu pergi tak memedulikan Tanjiro dan yang lainnya. Dia muncul seperti hanya ingin mengatakan kalimat tadi sebagai salam pertemuan sekaligus salam perpisahan.
Karena baunya berbeda, tanjiro tahu kalau oni berwujud anak laki-laki itu bukanlah oni yang mengendalikan benang-benang itu. Sebelum Tanjiro kembali meminta Inosuke mencari oni pengendali benang itu, Inosuke lebih dulu bertindak dengan menancapkan kedua katana miliknya ke tanah.
Dengan menggunakan bentuk ketujuh dari pernafasan binatang buas miliknya yaitu Kūkanshiki kaku, Inosuke dapat mendeteksi getaran kecil yang ada di sekelilingnya. Indranya sangat bagus karena tumbuh besar di gunung. lalu dengan teknik pernafasan miliknya sendiri, dia mampu meningkatkan indra perabanya hingga lebih tajam.
Inosuke akhirnya menemukan sumber getaran dari oni yang mengendalikan benang itu.
Dikendalikan oleh benang tak terlihat,
Lebih sakit dibandingkan diperintah dengan kalimat yang kasar.
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
