Thousand of Tears

Chapter 57 Hashira


Shirazumi memegangi bahunya yang terluka dan berusaha berdiri, tetapi tiba-tiba tubuhnya roboh.

Shirazumi merasakan rasa sakit yang melebihi dari rasa sakit dari luka di bahu dan punggungnya itu pada pinggangnya. Saat pemburu oni dengan pedang yang bentuknya sangat ramping itu mengejarnya, dia sempat menolehkan 2 buah luka goresan pada pinggangnya.

Awalnya Shirazumi mengabaikan luka gores yang tak dalam itu. Tapi kini luka kecil itu memberikan rasa sakit yang amat sangat baginya.

Warna kulit Shirazumi semakin pucat, bercak berwarna ungu terlihat di beberapa bagian tubuhnya. Luka kecil di pinggangnya itu mengandung racun yang mematikan bagi oni.

Nezuko yang melihat ketidak berdayaan kedua kakaknya itu terlihat sangat khawatir. Tetapi, teriakan Shirazumi yang menyuruh Nezuko untuk berlari dan menyelamatkan diri membuat Nezuko berpaling dan berlari.

Kanao yang melihat Nezuko kabur, memprioritaskan dirinya untuk mengejar Nezuko karena merasa Shirazumi yang telah terkena racun dari Shinobu tak akan bisa melakukan apapun dan tak akan bertahan lama.

.

.

.

Saat Kanao sedang mengejar Nezuko yang sedang berlari dengan tubuhnya yang mengecil, Pemberitahuan dari Kasugaikarasu untuk membawa Tanjiro, Shirazumi dan Nezuko diumumkan. Kanao mengenali Nezuko dari bambu yang ada di mulutnya. Karena itu, dia berhenti menyerangnya.

Sementara, Shinobu dan Giyuu segera mencari Tanjiro dan Shirazumi. Terutama Shirazumi karena Shinobu harus memberikan penawar racun wisteria pada Shirazumi yang sudah terkena serangan Nichirin beracun miliknya.

Saat mereka menemukan dua dari 3 bersaudara itu, kondisi Shirazumi sudah agak parah walaupun dia masih sadar. Sedangkan Tanjiro tengah tak sadarkan diri karena tendangan Kanao.

Shirazumi terlihat sangat pucat dan sangat berkeringat. Dia juga terlihat mulai sulit bernafas.

"Waah... Hebat... Kau masih bertahan hidup. Tapi syukurlah kalau kau masih hidup" Ucap Shinobu sambil mengeluarkan sebuah suntikan yang diisi dengan cairan berwarna agak keruh.

Shirazumi berusaha menjauhi Shinobu, tapi tubuhnya sudah sangat lemah.

"Tenang saja. Ini penawar untuk racun yang ada pada tubuhmu. Kami harus membawa kalian ke hadapan Oyakata-sama hidup-hidup". Ucap Shinobu sambil tersenyum.

Shirazumi tak mempercayai ucapan Shinobu, hanya saja dengan keadaannya yang sekarang, dia tak bisa melakukan apapun.

Shinobu berhasil menyuntikkan cairan penawar racun itu pada lengan Shirazumi. Setelah beberapa detik, penawar racun itu mulai bekerja. Bercak-bercak ungu di tubuh Shirazumi mulai memudar. Hanya saja, tiba-tiba Shirazumi memuntahkan darah lalu tak sadarkan diri.

"Shinobu. Yang kau berikan itu racun atau penaewar racun?" Ucap Giyuu datar pada Shinobu.

"Itu penawarnya kok. Yang dia muntahkan itu darah beracun. Tapi harusnya tak sampai hilang kesadaran begini..." Jawab Shinobu sambil memeriksa Shirazumi.

Setelah diperiksa oleh Shinobu, Shirazumi ternyata memang hanya pingsan. Mungkin karena kelelahan atau tak bisa menahan rasa sakit.

Setelah memeriksa Shirazumi, Shinobu juga memeriksa Tanjiro yang masih pingsan. Kedua bersaudara itu tidak dalam kondisi yang mengancam nyawa.

Berikutnya Kanao datang menghampiri Shinobu bersama Nezuko di sampingnya. Nezuko tak lari ataupun menyerang dan mengikuti Kanao.

Begitu melihat kedua kakaknya, Nezuko langsung menghampiri mereka.

"Kami harus membawa kalian ke hadapan Oyakata-sama. Kuharap kau tak melawan" Giyuu berkata dengan nada datarnya yang khas.

Nezuko menatap wajah Giyuu beberapa detik, kemudian arah pandangannya melihat kesana kemari seperti sedang mencari sesuatu.

Ternyata Nezuko sedang mencari kotak kayu yang biasanya menjadi tempat berteduhnya selama digendong oleh Tanjiro.

Setelah menemukan apa yang dicarinya, dia mengambil kotak itu dan membawanya ke hadapan Shinobu dan Giyuu.

Nezuko membuka kotak kayu itu, tapi dia tak memasukinya. Dia menunjuk ke arah Shirazumi, lalu menunjuk ke arah kotak kayu itu sambil memandang Giyuu dan SHinobu bergantian.

"Dia tak akan muat masuk ke dalam kotak itu. Tenang saja, akan kami sediakan sesuatu untuknya agar aman sampai kediaman Oyakata-sama". Giyuu seakan mengerti arti gerakan yang ditunjukkan oleh Nezuko.

Setelah itu, Nezuko masuk ke dalam kotak kayu itu dan menutup pintunya.

Tak lama kemudian, datang beberapa orang kakushi. Dua orang diantara mereka membawa tali dan mengikat Tanjiro yang masih pingsan.

Empat orang lainnya dengan lihai dan cepat membuat sebuah peti kayu yang entah alat-alatnya mereka dapatkan dari mana. Peti kayu itu digunakan untuk membawa Shirazumi.

Sedangkan seorang lagi membawa Nezuko yang berada di dalam kotak kayunya.

Jumlah Kakushi yang datang ke Gunung Natagumo itu jumlahnya cukup banyak. Selain untuk mengobati para pemburu oni yang terluka dan membawa mereka ke rumah kupu-kupu tempat mereka yang terluka akan dirawat, mereka juga merapihkan dan membersihkan sisa-sisa pertarungan yang terjadi. Termasuk membawa jenazah rekan mereka yang telah gugur untuk dimakamkan.

Tanjiro, Shirazumi dan Nezuko dibawa menuju kediaman pemimpin para pemburu oni.

.

.

.

Keesokan harinya, Tanjiro dan kedua saudarinya sudah berada di kediaman pemimpin pemburu oni, Ubuyashiki Kagaya.

Tanjiro masih tak sadarkan diri, sedangkan Shirazumi dan Nezuko berada di dalam kotak kayu yang berbeda dan tak bisa keluar karena matahari sedang bersinar terang.

Saat tersadar, tanjiro dihadapkan dengan orang-orang yang belum pernah dilihatnya sebelumnya, kecuali Shinobu dan Giyuu yang berdiri agak jauh dari yang lainnya.

Pikiran pertama yang terlintas dalam benak tanjiro adalah kedua saudarinya. Sorot matanya berkeliling mencari Shirazumi dan Nezuko.

Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari atas pohon. Rupanya ada satu orang lagi yang sedang duduk santai di atas pohon dengan seekor ular putih yang melingkar di lehernya.

Totalnya, ada 9 orang. Belum termasuk kakushi yang hadir juga disana. Ke-9 orang itu adalah para Hashira, para pemburu oni dengan peringkat paling tinggi.

Mereka semua menunggu penjelasan Tanjiro yang sebagai pemburu oni tapi malah berkelana bersama dua oni.

Selain Giyuu yang dari tadi diam dan tak mengatakan apapun, Shinobu yang ingin mendengar penjelasan dari Tanjiro terlebih dahulu, seorang gadis berkepang tiga bernama kanroji Mitsuri yang terus tersipu dan ragu, dan seorang anak laki-laki yang terlihat berumur 14 tahun dengan pandangan hampa bernama Tokitou Muichiro, Semua hashira tak menyukai apa yang dilakukan Tanjiro. Itu tak aneh melihat pekerjaan mereka yang memang bertugas menghabisi para oni.

Tanjiro ingin mengatakan sesuatu, tertapi tenggorokannya terasa sangat sakit.

Shinobu memberikan air yang dicampur obat pereda rasa sakit pada Tanjiro, dan dia meminumnya perlahan.

Begitu Tanjiro bisa mengeluarkan suara, dia langsung menjelaskan mengenai Shirazumi dan Nezuko yang dibuah menjadi oni tetapi belum pernah menyakiti maupun memakan manusia.

Perbedaan pendapat terus terlontar antara Tanjiro dan para Hashira. Tanjiro terus berusaha meyakinkan mereka kalau Shirazumi maupun Nezuko tak akan menyerang manusia, dan mereka bisa bertarung bersama.

Tetapi, suasana berubah saat seorang hashira berambut putih dengan tubuh penuh bekas luka bernama Shinazugawa Sanemi memegang kotak yang berisi Nezuko.

Kotak yang berisi Nezuko dan juga Shirazumi sebetulnya dititipkan oleh Shinobu pada para kakushi untuk dijaga. Tapi para kakushi itu tak bisa membantah maupun melakukan apapun saat Sanemi mengambil kotak yang lebih kecil dan berisi Nezuko.

Sepertinya diantara para Hashira yang tak setuju dengan pendapat dan kata-kata Tanjiro, Sanemi lah yang paling tak menyukainya.

Sanemi menarik Nichirin miliknya dari sarungnya dan menusuk kotak Nezuko hingga tembus ke bagian belakang kotak itu. Tentu saja Nezuko yang berada di dalam kotak itu terkena tusukan itu hingga mengeluarkan darah.

Melihat adiknya dilukai di depan matanya, Tanjiro langsung bergerak cepat menyerang Sanemi. Sanemi juga mengayunkan katana yang dipegangnya pada Tanjiro, tapi Tanjiro berhasil menghindarinya dan menyerang sanemi dengan sundulan mautnya yang mendarat pada wajah Sanemi.

Keduanya terkapar di atas tanah berbatu pasca serangan Tanjiro yang tepat sasaran.

Sementara itu, Kotak kayu yang berisi Shirazumi tiba-tiba terbuka dengan keras, membuat tutupnya melayang sebentar di udara sebelum terjatuh ke atas tanah. Shirazumi yang sudah sajar sejak tadi mendengar percakapan mereka, dan tentu saja emosinya meluap saat mendengar rintihan Nezuko yang ditusuk oleh Sanemi.

Shirazumi bergerak secepat mungkin dan memeluk kotak yang berisi adik perempuannya tersebut tanpa mempedulikan tubuhnya yang terbakar karena sinar matahari.

Begitu dia mendapatkan adiknya, Shirazumi langsung bergerak menuju tempat yang paling teduh dari sinar matahari, ruangan rumah Ubuyashiki yang berada tepat di hadapannya. Dia meringkuk sambil memeluk kotak Nezuko di pojok ruangan itu sambil meringis kesakitan karena tubuhnya yang sempat terbakar matahari itu belum sembuh sama sekali.

Tak ada yang menyangka kalau ada oni yang nekat bergerak di bawah sinar matahari, karena itu tak ada seorang pun yang sempat bertindak saat melihat apa yang dilakukan oleh Shirazumi.

Tiba-tiba seorang anak perempuan mengumumkan kalau Oyakata-sama, Ubuyashiki Kagaya telah hadir. Tanpa mempedulikan Shirazumi yang tengah meringkuk di pojok ruangan itu, Ubuyashiki Kagaya beserta kedua putrinya berjalan menuju engawa, dimana dihadapannya para Hashira kini telah berlutut dengan sopan menyambut kedatangan orang yang paling mereka hormati.


Saat ingin melindungi sesuatu yang berharga,

Terkadang tubuh bergerak tanpa beripikir.


TBC

Ada kritik & saran?

Aku tunggu ^_^