Chapter 3
Saat ini Y/N tengah menyiapkan keperluan yang akan dia bawa untuk melakukan perjalanan bersama Chrollo. Ada beberapa setel pakaian dan sebuah senjata,katana yang akan dia bawa.
"Hmm,kurasa aku akan membawakan bekal perjalanan dari daging kelinci kemarin.",gumamnya sambil menambil barang tersebut.
Keesokan Paginya
"Yoshh…sepertinya tidak ada yang kurang, kalau begitu aku pergi dulu ya rumahku",ucap Y/N yang pergi menuju tempat janjian mereka kemarin.
Sesampainya disana,Y/N sudah melihat Chrollo yang telah menunggunya.
"Sudah menunggu lama?"ucap Y/N.
"Tidak",jawabnya singkat, padat, dan sangat tidak basa-basi.
"Ayo. Karena yang tau tujuannya kau, maka kau yang pimpin jalan."
Chrollo mulai berjalan dengan di ikuti Y/N.
Mereka dalam setengah hari,sudah melewati 4 desa, bisa dibilang kalau mereka berjalan cukup cepat.
Perjalanan mereka hanya di isi dengan keheningan. Chrollo meskipun berjalan tetap saja sambil membaca buku.
"Kau sebegitu sukanya dengan buku ya.",Y/N merasa bosan dengan keheningan yang terjadi berinisiatif membuka percakapan.
"hmm",balas sang lawan bicara.
Y/N yang merasa gagal untuk mengobrol hanya mengembungkan pipinya sebal.
Brukk
"Aduhh, kenapa kau tiba-tiba berhenti Chrollo-san",Y/N mengelus kepalanya yang menabrak tubuh Chrollo yang tiba-tiba berhenti berjalan.
"Kita berisitirahat dulu sebentar di sini." ucap Chrollo.
Y/N dan Chrollo berisitirahat di sebuah pohon rindang di sebuah bukit kecil.
Tidak ada orang lain berada disana kecuali mereka berdua.
Sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan padang bunga di bawah bukit tempat mereka beristirahat.
Y/N mengeluarkan bekal yang ia buat sebelumnya dan membaginya dengan Chrollo. Empat buah onigiri ia berikan kepadanya dan Y/N hanya mengambil sebuah saja.
"Kenapa kau hanya mengambil sebuah saja?" tanya Chrollo.
"Umm, awwu hmnya bwuuwuh mukn….." ucap Y/N terpotong.
"kau telan dulu makananmu".
"aku hanya butuh makan sekali dalam tiga hari, aku sudah tebiasa. Kemarin aku sudah makan jadi aku tidak begitu lapar." jelas Y/N setelah menelan makanan yang ada di mulutnya tadi.
"tapi tetap saja kau bisa saja mudah sakit kalau begitu" Chrollo menyodorkan satu onigirinya.
"benar juga apa yang kau bilang, tapi itu hanya berlaku saat aku tidak dalam kondisi terbaikku." tolak Y/N sambil menyerahkan kembali.
"sudahlah, kau mau makan sendiri atau ku paksa makan mouth to mouth?"
Y/N sedikit terkejut dengan kata-kata Chrollo yang terdengar seperti menggodanya.
"b..ba..baiklah kalau kau memaksa" wajah Y/N sedikit memerah.
Setelah makanannya habis Y/N sedikit berbincang.
"Chrollo-san, kalau boleh tau, kita sebenarnya akan pergi kemana?"
"ke Timur".
"hmm…memang apa yang ingin kau lakukan di Timur?" tanya Y/N penasaran.
"ceritanya cukup panjang, tapi karena kau belum menjadi bagian dari kelompokku maka kurasa tak apa menceritakannya. Jadi sebenarnya ada seseorang pengguna kemampuan yang cukup merepotkan memiliki dendam kepadaku"
"lalu?" mata Y/N berbinar, terlihat antusias mendengar penjelasaan Chrollo.
"Dia adalah pengguna rantai yang berasal dari suku Kurta. Saat itu aku bersama kelompokku sedang memburunya, tapi singkat cerita aku yang malah tertangkap menjadi sandera. Dia menginginkan pertukaran sandera. Temannya dibebaskan oleh anggota kelompokku dan aku juga, tapi sayang, sebelumnya pengguna rantai itu telah menusukkan chain judgement di jantungku sebagai syarat. Sebagai hasil aku tidak bisa menggunakan nen dan juga aku tidak diperbolehkan menghubungi anggota kelompokku. Jika melanggar maka otomatis rantai yang membelenggu jantungku akan membunuhku seketika. Sebelum itu aku mendapat ramalan seratus persen akurat yang mengatakan, aku harus pergi ke Timur dan menemui teman baru" jelas Chrollo panjang.
"ohhh begitu, aku mengerti. Jadi kau mengajakku karena mungkin saja aku akan berguna untuk melindungimu selama kau tidak bisa memakai nen mu?"
"benar". ucap Chrollo.
'jadi apa dia akan merasa dimanfaatkan lalu pergi atau..'batin Chrollo
"kau bilang tadi salah seorang suku Kurta menaruh dendam kepadamu. Yang ku tau suku Kurta sudah musnah karena pembantaian dan mayat mereka ditemukan tanpa kau yang terlibat pembantaian tersebut"
'bocah ini cukup pintar' batin Chrollo.
"dan kau juga bilang 'kelompokku' yang berarti….Genei Ryoudan?! kalau ku tebak kau adalah kepalanya, benar begitu Chrollo-san?" Y/N sedikit terkejut dengan hipotesisnya.
"benar sekali. Semua yang kau ucap memang benar. Jadi apa kau juga ingin memburu diriku setelah mengetahuinya?" wajah Chrollo bertanya dengan tatapan serius.
"mengapa kau bepikir seperti itu? Aku bahkan merasa beruntung dan merasa ini adalah sebuah takdir. Dulu sebelum aku dibuang, aku sering mendengar percakapan ayahku dengan kakak laki-lakiku yang membicarakan bahwa keluarga kami harus sebisa mungkin menghindari kelompok Genei Ryoudan. Dari situ aku berpikir bahwa itu adalah kelompok yang berisi orang-orang yang kuat sehingga bisa membuat ayahku merasa keberatan jika itu pekerjaan yang berhubungan dengan kelompok itu. Aku sangat mengaguminya".
Chrollo seperti tidak percaya bahwa ada orang yang bisa mengatakan seperti itu padahal ia mengetahui bahwa kelompok Genei Ryoudan adalah kelompok kriminal kelas A yang suka merampas dan membunuh para korbannya. Chrollo berdiri.
"lalu apakah kau tetap mau mengikutiku?" tanya Chrollo.
"hahaha, pertanyaan yang sia-sia. Tentu saja aku akan tetap dan akan terus mengikutimu kemanapun kau pergi Chrollo-san" jawab Y/N dengan tersenyum.
"baiklah, kuanggap itu adalah sebuah sumpah. Kau akan terus mengikutiku kemanapun, dan aku tidak akan membiarkanmu meskipun kau memohon untuk membiarkanmu pergi" titah Chrollo dengan menunjukan wajah berwibawanya.
"Yes your highness" ucap Y/N sambil memposisikan dirinya berlutut dengan salah satu tangannya mengambil tangan Chrollo dan menciumnya.
(berikut referensi gambarnya, hanya yg pic1 dibalik aja)
pin/559290847452283747/
pin/326299935511195344/
To be continue…
