Chapter 4 - Identitas dan Masa Lalu

.

Hayy hoo readers ku yang setia. Maafkan aku yang post sebelumnya tanpa pamit hehe. Tapi kali ini untuk permintaan maafku, ku buat cerita yg mungkin memuaskan kalian ya, tapi kalo ga puas juga, ya maafkan lah ya (di timpuk bantal). Yaudah gas aja lah. Oh ya satu lagi, Yuuki minta maaf kalau agak lama post nya, soalnya sempro menanti dan menagih terus hweeee. Mungkin kalo Yuuki udah selesai skripsi bakal bisa banyak nulis cerita.

.

.

.

Wajah mereka memerah dengan apa yang terjadi. Setelah Y/N melepas ciuman di tangannya Chrollo segera duduk dan Y/N juga kembali ke posisi duduknya menghadap ke arah pemandangan yang terhampar.

'AHHHH APA YANG KULAKUKAN?!AKU MALU, SUASANA CANGGUNG APA INI' teriak Y/N dalam batinnya.

"ahh ma..maaf Chrollo-san, aku terbawa suasana"

"ti..tidak apa" Chrollo menutupi semburat di wajahnya dengan bukunya.

Canggung menyelimuti suasana mereka.

"oh ya, karena kau sudah memberitahu identitas aslimu, kurasa aku juga perlu memberitahumu tentang diriku" Y/N menghilangkan suasana canggung.

Untuk membangun kepercayaan, berpikir untuk memberitahukan rahasia pribadi adalah hal yang tepat.

Chrollo POV

"oh ya, karena kau sudah memberitahu identitas aslimu, kurasa aku juga perlu memberitahumu tentang diriku" dia ingin mengungkapkan identitasnya, yang berarti dia juga ingin aku mempercayainya.

"ceritakan padaku!" pintaku.

"baiklah biarku perkenalkan diriku terlebih dahulu. Aku, namaku Y/N Zoldyck. Aku anak ketiga dari Silva Zoldyck dengan…seorang iblis." ucapnya terdengar sedikit ragu.

"teruskan!"

"kau ingat, pertemuan kita pertama kali berada di hutan yang tidak mungkin untuk seseorang biasa tinggali? Sebenarnya aku sudah berada disana 10 tahun, kau juga pasti masih ingat saat aku bilang bahwa aku pernah hidup seperti anak manusia biasa sampai umurku 11 tahun. Itu saat dimana aku masih dirawat oleh keluarga Zoldyck secara tersembunyi. Aku sebenarnya juga tidaklah diakui sebagai bagian dari keluarga itu, hanya saja ayah meminjamkan nama Zoldyck karena itu adalah sebuah syarat."

"syarat apa?"

"perjanjian dengan iblis yang bisa ku sebut ibu. Waktu itu masa kejayaan keluarga Zoldyck mulai pudar setelah ibu tiriku, Kikyou, melahirkan kakak laki-lakiku yang ke dua, dia terlahir lemah dan tidak memiliki kekuatan yang hebat seperti kakak pertama. Kakek dan ayah mulai khawatir dengan keadaan yang seperti itu. Mereka takut anak berikutnya yang akan terlahir menjadi lemah juga, itu akan sangat mempengaruhi bisnis keluarga. Lalu ayah berkelana mencari petunjuk, dan akhirnya mendapat bantuan dari iblis. Iblis itu akan membantunya dengan cara si iblis harus memiliki anak dari ayah untuk menjadi wadah kekuatan keturunan ayah selanjutnya. Ya anak itu adalah aku. Sebenarnya kakek, kakak pertama dan terutama ibu tiri sangat menentang hal itu. Sama saja seperti ayah selingkuh. Setelah aku lahir iblis itu mati dan lenyap. Aku dibawanya dan tinggal di kediaman Zoldyck secara tersembunyi, karena jika ada orang lain yang tahu keberadaaku, mereka akan merasa malu karena telah meminta bantuan iblis dan mendapat anak haram dariny, selain itu karena aku perempuan. Anak keluarga Zoldyck semuanya adalah laki-laki dari moyang terdahulu. Jika terlahir anak perempuan maka dianggap anak aib atau anak pembawa sial. Itulah kenapa aku dianggap aib." dia berhenti sejenak kurasa dia terhanyut dalam perasaannya. Matanya terlihat sedih.

"kau bilang, kau adalah wadah. Tapi kenapa setelah sebelas tahun kemudian, kau dibuang dan ditempat yang sangat berbahaya?" aku bertanya

"di dalam kontrak, iblis itu hanya memberikan sepuluh tahun saja. Jadi setelahnya mereka sudah tidak memerlukanku, dan jika aku mati malahan kekuatanku akan menjadi milik saudara-saudaraku. Jadi dalam waktu sepuluh tahun itu Kikyou setidaknya sudah melahirkan tiga anak yang memiliki kekuatan yang setara bahkan bisa melebihi dari kakak pertama. Yang sudah kulihat anak keempat di keluarga Zoldyck yang kurasa yang akan menjadi kepala keluarga Zoldyck, dia sangat menjanjikan dan akan terus berkembang menjadi kuat" suaranya terdengar bergetar.

Aku menariknya ke bahuku agar dia bisa bersandar untuk sesaat. Tidak lama kemudian dia terdiam, dan kulihat ternyata tertidur. Nafasnya terdengar berat. Tanpa sadar aku malah mengelus kepalanya. Untuk sesaat aku merasa mataku berat dan terlelap ke dalam kegelapan.

Normal Pov

'apa aku tertidur? Sudah berapa lama?' batin Y/N.

Masih dengan setengah sadar Y/N melihat ke sampingnya. Pantas saja bahunya berat, ternyata Chrollo tertidur dengan posisi yang sama dengannya tega melihat Chrollo tidur dengan posisi tidak nyaman tersebut, Y/N perlahan ia memindahkan kepala Chrollo dan memindahkannya ke pahanya sebagai bantalan.

"Tidurlah dengan nyaman, aku akan menjagamu Chrollo-san." Senyum dia beri meski sang lawan bicara tidak dapat melihatnya.

Y/N memancarkan nen nya sejauh 500 meter, untuk berjaga apabila ada seseorang yang mendekat. Kini matahari mulai sedikit menyingsing dari singahsananya, menandakan sudah hampir menjelang sore hari. Chrollo terbangun dari tidurnya, hal pertama yang dia lihat adalah siluet gadis cantik yang tidak lain adalah Y/N yang sedang mendongakkan kepalanya hanya untuk sekedar melihat langit.

"Y/N maaf." Chrollo meminta maaf karena telah tertidur di pangkuan Y/N yang mungkin membuat tubuh h Y/N pegal.

"Ah tidak.. jangan meminta maaf. Aku melakukannya dengan senang hati, lagipula aku yang membuatmu tidur di pangkuanku." Wajah Y/N sedikit memerah.

Chrollo bangkit dari posisinya, dan mengajak Y/N untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali.

.

.

Aku ga tau lagi hweeee… agak kehabisan ide gara" aku lagi kesemsem sama Feita. Maafkan aku readerku tercintah. Mungkin kalian bisa tinggalkan komentar untuk masukan kedepannya. Onegai shimasu.