New Author On Fanfiction Present

...

...

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.

...

...

Summary :

Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!... Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan beberapa hal yang dapat menyebabkan mata anda terbakar! (Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.)

...

...

#StayAtHome

[Let's start]

...

...

Chapter 1 : Give Me Job

...

...

Vatikan, Five Years Ago

Di sebuah gerbang yang memisahkan antara negara Vatikan dan juga Italia terlihat seorang pemuda sedang berjalan keluar. Di tengah hujan yang turun pada malam hari pemuda itu berjalan menghiraukan isak tangis dari orang-orang yang menangisi kepergiannya.

"Nii-chan, kenapa? Apa harus kau meninggalkan kami?"

Langkah pemuda itu terhenti tak kala mendengar suara dari belakangnya. Memutar tubuhnya dan ia mendapati seorang gadis yang menangis. Tubuh gadis itu bergetar menahan idaman dari mulutnya saat sang kakak mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.

"Kau tidak akan mengerti apa yang aku lakukan, oh adikku Jeanne..." Ucapnya dengan nada halus diselingi senyum di wajahnya. "... Akan ada masa dimana kau tau apa yang tidak boleh kau tau dan kau harus mempersiapkan dirimu kala mengetahui apa yang tak boleh kau ketahui."

"Senior! Mengapa kau pergi! Kau selalu berkata kalau kami tidak boleh meninggalkan tuhan dan kau berkata kalau kami tidak boleh sekalipun melanggar ketentuan-'Nya'. Lalu kenapa kau meninggalkan-'Nya'! Jawab aku, Senior!" Dibelakang gadis yang merupakan adik dari pemuda tersebut berdiri seorang gadis berambut biru yang memandang pemuda tersebut dengan mata yang penuh amarah.

"Aku tidak meninggalkan kepercayaanku kepada tuhan, Aku bangga menjadi manusia dan karenanya aku berterimakasih kepada tuhan karena sudah menciptakanku tanpa adanya kekurangan. Tumbuh kuatlah Xenovia jika waktunya tiba dan kau ingin membunuhku aku akan membiarkan nyawaku berada di bawah pedang milikmu. Sampai jumpa." Ujar pemuda itu lalu melangkah pergi dari gerbang hingga ia bertemu dengan seorang pria tua yang tampak sangat kuat.

"Terima kasih sudah mendidikku dan membuatku menjadi seperti sekarang ini. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu dan juga tidak akan pernah melupakan dirimu, Master. Kau yang memungut kami bertiga dan mendidik kami atas nama orangtua kami, Walaupun kau hanyalah ayah baptis bagi kami namun keberadaanmu lebih daripada itu. Kumohon jaga adik-adikku terutama The Little Red." Pemuda itu berjalan mendekati orangtua itu dan memeluknya dengan air mata yang keluar dari pelupuk matanya.

Setelah dirasa cukup pemuda itu melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh keluar dari gerbang menuju negara Italia di depan matanya. Mengenakan kalung salib yang terbuat dari perak dan mengenakan backpack yang akan menemani perjalanannya kali ini.

"DENGAR INI, UZUMAKI NARUTO! KAU ADALAH ORANG YANG KUAT, JALAN YANG KAU LALUI AKAN PENUH DENGAN DARAH DAN AIR MATA! NAMUN INGATLAH, JANGAN MENINGGALKAN IMAN MU KEPADA TUHAN! TUHAN MAHA HADIR, TUHAN MAHA ADA, DAN TUHAN MAHA TAHU AKAN APA YANG ADA DI DALAM HATI HAMBANYA!"

Dan dengan begitulah, Kisah seorang pemuda yang mengetahui suatu rahasia terbesar dan memilih jalannya sendiri. Tanpa aturan dan tanpa bergabung dengan suatu fraksi di tengah-tengah karut marut dunia supranatural.

...

...

Present Day, Kuoh, Japan.

Kuoh Academy, Sebuah sekolah yang dulunya dikhususkan untuk para perempuan. Namun beberapa tahun terakhir, Petinggi dari akademi ini mengubah kebijakan sekolah dimana menjadi akademi terbuka untuk laki-laki walau rasio antara kedua sisi masih sangat parah dimana memiliki perbandingan 7 : 3, Tentunya angka 7 diberikan untuk gadis jadi jangan heran jika melihat beberapa pemuda yang menjadi bubur dihadapan puluhan gadis saat mencoba mengintip mereka berganti pakaian.

Di sekolah ini juga ada beberapa eksistensi yang sangat menonjol sebagai seorang idola ataupun maskot dari sekolah, sebut saja dua orang yang mendapatkan gelar Two Great Big Sister, Rias Gremory dan juga Akeno Himejima lalu di lanjutkan Two Ice Princess dimana kedua orang itu memiliki wajah dan juga aura yang sedingin es yang membuat lawan jenis menjauhi mereka, Ada juga Prince of Kuoh Academy dan juga School Mascot siapa lagi kalau bukan Yutto Kuba dan juga Koneko Tojou. Dan di antara semua orang yang menonjol ada seseorang yang bisa dibilang menjadi karakter sampingan dengan nama Uzumaki Naruto.

Setelah mengundurkan diri dari kesatuan Exorcist dan juga keluar dari Vatikan, Naruto menjadi target buruan para Exorcist yang mana para tetua memasukkan dirinya di dalam daftar Heretic. Namun semua Hunter yang mengejar dirinya terbunuh karena dirinya sendiri merasa dirinya adalah manusia terkuat kedua setelah Vasco Strada, Tentunya dia menyatakan dirinya terkuat kedua setelah Vasco Strada menjadi tua jika saja Vasco Strada di zaman keemasannya dirinya tidak berani berfikir demikian dan untuk menangkapnya mungkin perlu orang-orang hebat dari gereja seperti Suster Griselda ataupun sang pemilik Zanith Tempest.

Banyak yang sudah ia lalui karena keluar dari Kesatuan Exorcist dan karenanya ia sendiri harus terus bertahan hidup. Dan untuk bertahan hidup dari menjadi seorang Assassin yang melakukan pekerjaan kotor demi uang entah menyelidiki aktivitas supranatural ataupun menjadi agen pemerintah untuk membunuh pejabat korup. Dan karenanya, Beberapa manusia tau tentang eksistensi supranatural dimana Naruto selalu membawa kepala buruannya sebagai barang bukti jika ia sudah melakukan tugasnya.

Saat ini, Naruto sedang berbaring di bawah pohon memandang langit kebiruan dengan sebuah kalung salib di tangan kanannya. Pandangannya menyendu kala mengingat puluhan bahkan ratusan Hunter yang ia bunuh, Hunter itu tidak lain dan tak bukan adalah orang-orang yang ia anggap keluarga karena di besarkan di fasilitas yang sama namun karena intrik tetua bajingan di balik layar Vatikan, Semua Hunter itu menjadi korban.

"Bukankah sudah ku katakan kalau aku tidak akan membuang imanku?" Gumamnya. Iman, Suatu kepercayaan akan sesuatu sebut saja begitu, Adalah apa yang orang-orang lakukan kala mengingat anugerah yang diterima setiap harinya.

Disela keheningan yang ia dapati di lapangan tersebut, Beberapa pemuda berjalan dengan gerak gerik mencurigakan yang menusuk matanya sendiri. Hyodou Issei, Matsuda dan juga Motohama, Orang-orang yang dikenal dengan Trik Pervert di akademi ini. Tiga orang yang memiliki eksistensi tersendiri di akademi ini tentunya sebagai pemuda mesum yang suka mengintip gadis-gadis yang sedang berganti pakaian di ruang ganti.

"Hahhh... Mereka lagi, Apa yang akan terjadi dengan dunia ini jika semua laki-laki memiliki sikap seperti mereka." Gumamnya lalu beranjak dari tempatnya bersantai dan mengikuti Trio Pervert menuju bagian belakang ruang ganti dari Kendo Club.

"Hey, Geser sedikit botak! Aku tidak bisa melihat mereka!" Ujar Issei yang sedang kesulitan mengintip karena kehalangan kepala dari kedua temannya.

"Diamlah Issei, Kalau tidak kita akan menjadi bubur seperti waktu itu."

"Ya Issei diamlah, Bodoh!"

Walaupun terkesan benar bagi Naruto itu hal yang wajar, Mengingat mereka sedang berada di dalam puncak pubertas dari remaja. Namun sayangnya, Karena mereka bertiga itu sedang mengintip Naruto tidak bisa tinggal diam karena dirinya sendiri adalah Senior daripada anak-anak yang belajar di akademi ini.

"Oii Issei-kun kau mengintip lagi yah?" Walaupun tidak terkesan seperti sedang berteriak cukup untuk membuat semua gadis di ruang ganti terkejut karena hal tersebut, yah Naruto sendiri berterimakasih kepada suara bariton khas miliknya.

"Issei? Hah, Mereka mengintip lagi!" Dengan seseorang yang mendengar suara di Naruto, Issei dan teman-temannya ketahuan mengintip dari celah ventilasi yang ada di ruang ganti.

"Senior, Kenapa kau berteriak!!" Ujar Issei yang tampak terkejut kala teman-temannya sudah berlari tunggang langgang meninggalkan dirinya.

"Issei, Aku tau kalau kau memang bernafsu dan juga itu wajar untuk remaja seperti kita namun aku tidak bisa membiarkanmu mengintip mereka. Terlebih aku suka melihat kalian dipukuli." Ucap Naruto dengan senyum di kalimat terakhirnya dan karena percakapan tersebut membuat orang-orang dari Kendo Club sudah sampai di belakang Naruto.

"Ahh... Maaf gadis-gadis, Aku tau kalau Issei sudah keterlaluan namun kali ini dia tidak melihat apapun. Ia dihalangi kedua temannya sampai ia tidak bisa mengintip sama sekali. Aku bersumpah atas namaku, Kali ini Issei tidak bersalah." Ucap Naruto dan karenanya orang-orang dari Kendo Club hanya diam dan mulai berlari mencari Matsuda dan Motohama seraya mengucapkan terimakasih kepada Naruto karena sudah memberitahu kelakuan Trio Pervert.

"Senior?"

"Dengar, Aku tidak melakukan ini tanpa imbalan. Aku ingin kau meminjamkan DVD JAV yang kau beli beberapa hari yang lalu dan jika kau bertanya dari mana aku tau sebut saja kalau aku mendengar sekilas percakapan kalian bertiga." Ujar Naruto dan Issei hanya menganggukkan kepalanya. Naruto akui walaupun Issei ini bodoh, Namun Issei tidak pernah lupa membalas kebaikan orang-orang dan karena itu juga Naruto sedikit khawatir karena jika saja Issei menjadi target Demon dan dengan intrik yang ada maka Issei akan menjadi budak ideal terutama untuk anggota keluarga Gremory, Budak ideal dan keluarga yang terkenal memperlakukan budaknya dengan baik pasti akan menjadi opsi yang sangat meresahkan.

'Menjadi karakter sampingan dan hanya bermain dengan tangan karena aku tidak ingin terlalu menghamburkan uang di tempat pelacuran, Hidup yang indah.' Pikir Naruto kala ia berjalan menjauh meninggalkan Issei yang terdiam karena mengetahui sisi lain dari Seniornya, Yaitu Seniornya ini lumayan mesum.

...

...

At Occult Research Club, Kuoh Academy

Occult Research Club, Seperti namanya ini adalah club yang mencari aktivitas makhluk halus walaupun tidak sesuai dengan namanya karena penghuni dari club itu isinya adalah Demon terlebih salah satu dari 72 Demon Lord yang menjawab panggilan Solomon.

Dan disinilah mereka, Dua Heiress dari masing-masing keluarga besar yaitu Sitri dan juga Gremory. Kedua orang yang merupakan penguasa kota Kuoh karena beberapa alasan yang mereka sendiri tidak tahu hal tersebut karena saat ditanya para tetua hanya berkata "Jangan banyak tanya dan jalankan saja tugasmu, Little Demon!"

"Terima kasih, Akeno." Ucap gadis Bob style yang mengenakan kacamata kala ia menerima secangkir teh dari Queen milik sahabatnya.

"Sama-sama, Sona-sama." Ujar Akeno, Gadis yang sedang duduk di hadapannya adalah Sona Sitri atau bisa dipanggil Sona Shitori yang mana merupakan nama penyamaran yang ia gunakan kala mencampur budaya Jepang. Tentunya berbeda dari temannya yang memiliki rambut merah di hadapannya.

Rias Gremory, Tentu berbeda dengan Sona yang bermain aman dan juga menggunakan budaya Jepang untuk menutupi identitasnya, Sahabatnya ini menggunakan namanya secara frontal seakan-akan memancing eksistensi supranatural untuk mencarinya.

"Jadi, Kau sudah mendapatkan Budak barumu, Sona?" Tanya gadis berambut merah itu dan untuk Sona, Ia hanya menanggapi dengan anggukkan kepala dan menyesap pelan teh di tangannya.

"Ya, Aku baru mendapatkan anggota baru dan dari aura yang keluar sepertinya ia memiliki Dragon Type Sacred Gear. Saji juga memakan 4 bidak Pawn milikku, Tentunya aku berharap jika Uzumaki Naruto mau menjadi anggota keluargaku." Ujar Sona, Jujur dirinya sendiri merupakan orang yang praktis dan hanya berbicara panjang lebar kala ia berada di dalam suasana serius.

"Ahh... Begitu, kah? Aku malah tertarik dengan Hyodou Issei. Walaupun pemuda itu mesum namun dari penyidikan Keneko, Pemuda itu sepertinya memiliki Dragon Type Sacred Gear juga. Ahh... Dan jika Uzumaki Naruto tidak mau bergabung dengan keluargamu maka aku akan berusaha mendapatkannya." Ujar Rias.

Kedua orang itu terus menerus mengobrol tanpa tahu kalau di bawah meja tempat mereka duduk ada sebuah alat sadap yang sengaja Naruto pasang disana. Kala orang-orang tiada di dalam ruangan itu, Ia masuk dan menaruh penyadap, dan karena dirinya manusia tulen maka tidak ada jejak energi sihir yang tertinggal disana.

'Demon tetaplah Demon, Seberapa bagus wajah mereka tetap saja mereka adalah eksistensi busuk di dunia ini. Genshirou-kun sudah pergi ke sisi lain dan hanya tinggal Hyodou-kun yang belum di ambil... Sial, Kenapa aku harus berurusan dengan mereka, hufft!'

...

...

Istirahat makan siang, Orang-orang sedang berada di dalam kelasnya. Tak terkecuali Naruto yang kedatangan Issei di kelasnya, kelas 3-3, Naruto sendiri tidak menyangka jika Juniornya ini akan menemuinya di kelas padahal dirinya sendiri ingin tidur.

"Jadi ada apa Issei?" Tanya pemuda itu dan Issei sendiri hanya menundukkan kepalanya meminta maaf dan juga berterimakasih karena tanpa diri Naruto, Dia akan menjadi bubur dihadapan puluhan gadis.

"Yah, Santai saja... Aku tidak membela siapapun tapi aku juga melarangmu untuk melakukan hal tersebut. Aku sendiri memiliki sisi lain tapi aku tau tempat dimana aku mengeluarkannya. Jangan lakukan lagi dan cobalah untuk berubah. Kuberitahu kau bisa mendapatkan pasangan bahkan di sekolah ini, kuncinya hanya berubah menjadi lebih baik, hilangkan wajah mesum mi dan terakhir bersikap layaknya siswa biasa." Ucap Naruto namun tiba-tiba pemuda itu terdiam dan memegangi keningnya.

"Entah kau percaya atau tidak, Kau akan bertemu seorang gadis yang akan memintamu menjadi kekasihnya namun sayangnya kau akan tewas karena perempuan tersebut. Tapi entahlah, Aku bukan cenayang namun kuharap kau berhati-hati Issei."

...

...

Selepas sekolah Naruto bekerja sebagai pelayan sebuah kafe, Walaupun dibayar perjam dan lagi karena ia masihlah pelajar gaji yang ia dapat sedikit lebih kecil daripada orang-orang yang memang masuk kedalam usia kerja. Petang bertemu dengan malam dan malam sekarang sudah menghiasi langit, Pemuda itu berjalan dengan santai melewati sebuah jembatan kala ia melihat seseorang yang masih memancing. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 namun dirinya sendiri merasakan aura aneh yang mirip dengan sesuatu yang ia kenal.

' Fallen Angel?' Pikirnya dan pemuda itu berjalan mendekati pria tersebut. Seorang pria yang memiliki tampang pengangguran khas dengan brewok tipis dan juga gaya rambut aneh dimana memiliki bagian pirang di poni nya.

"Hoo... Ada manusia? Silahkan kemari, Anak Adam." Ujar pria itu tak kala menepuk tanah disamping tempat ia duduk.

"Maaf, Mendengar kau berbicara demikian apakah kau bukan manusia?" Tanya Naruto dan Pria itu hanya tersenyum menanggapinya.

"Bisa kau tebak sendiri siapa aku, bukan?"

"Fallen Angel?" Ujarnya kala mendudukkan pantatnya di samping pria itu. Menanggapi jawaban Naruto, Pria itu hanya tertawa kecil.

"Kau benar, Aku adalah malaikat pertama yang mengajarkan manusia tentang sihir. Kau pasti tau siapa aku, bukan?" Ucap Pria itu dan Naruto hanya melebarkan matanya.

"Azazel? Salah satu dari malaikat jatuh pertama yang prihatin dengan umat manusia dan mengajarkan sihir kepada kami. Apa aku benar?" Pria itu tertawa kembali dan kemudian tersenyum.

"Aku adalah Azazel, Malaikat yang terusir dari surga. Aku yang mengajarkan manusia tentang sihir dan juga ilmu pengetahuan lainnya. Kau yang mantan Exorcist ini pasti tau kenapa aku berbuat demikian, bukan?"

"Kematian tuhan?" Tanya Pemuda itu dan Azazel hanya menganggukkan kepalanya.

"Bisa kau bayangkan bagaimana kacaunya dunia jika tuhan dari suatu kepercayaan tertentu dinyatakan telah tiada?" Ujar Azazel kala tangannya menyodorkan sebungkus rokok kepada pemuda itu dan Naruto mengambil sebatang rokok beserta dengan koreknya.

"Ya, Aku sendiri membayangkan hal tersebut. Kekacauan dan kehancuran yang akan ada di dunia ini, mungkin juga akan berimbas kepada eksistensi supranatural." Ucapnya dengan mulut yang mengeluarkan asap.

"Kami eksistensi dari kitab injil akan hilang, Eksistensi kami tidak lebih dari sekedar dewa-dewi yang ada di dunia ini. Ambil contoh saja Olympian dan juga dewa dewi dari mitologi Nordik. Kedua mitologi itu menjadi lemah karena tidak adanya orang yang mempercayai keberadaan mereka, Mereka tidak akan menghilang namun dapat dibunuh. Bagi kami penghuni dunia supranatural tidak bisa mendapatkan gelar God Slayer namun ada satu makhluk yang memiliki potensi tersendiri. Kau tau maksudku?"

"Huusshht... Hufft.." Asap keluar dari mulutnya dan pemuda itu kembali berucap. "... Manusia, bukan? Aku tidak memungkiri jika manusia itu lemah namun dibalik kelemahannya manusia memiliki potensi tersendiri. Banyak manusia yang mencetak sejarahnya sendiri..." Ujarnya dan tanpa banyak basa basi ia mematikan rokok yang sudah habis separuh dan beranjak dari tempat duduknya sebelum seorang pemuda berambut silver datang.

"Ternyata kau disini, Uzumaki Naruto, Seluruh Vatikan mencarimu." Ujar pemuda itu dan mendengarnya terjadi perubahan besar-besaran pada Naruto. Tekanan yang dikeluarkan pemuda itu sangatlah besar hingga membuat Azazel tertarik kepadanya. Dengan kepada yang tertunduk karena menahan amarahnya, Naruto berucap..

"Sudah cukup aku mendengar itu, Vatikan ini lah Vatikan itu lah sampai-sampai aku muak mendengarnya jika saja bukan karena ' Sister Angel' yang mengajariku tentang kasih sayang mungkin aku sudah menghancurkan negara kecil itu. Jadi aku minta tolong kepadamu untuk menutup mulutmu dan..." Naruto kemudian mengangkat kepalanya dan terlihat matanya berubah menjadi putih dan bagian pupilnya berbentuk bunga berwarna biru. "... Enyahlah dari hadapanku!"

Mata itu adalah salah satu dari Magic Eye terkuat di dunia. Mata yang melambangkan luasnya langit yang memberikan dia wawasan yang sangat luas. Dengan mata itu, Ia dapat melihat apapun bahkan aliran waktu yang bahkan dewa sendiripun tidak dapat melihatnya.

"Heh.." Dengus Pemuda itu dan kemudian Full Armor berbentuk naga membungkus tubuh pemuda berambut silver tadi. "... Namaku Vali, Aku adalah White Dragon Emperor, Pemilik dari Divine Dividing yang menampung jiwa dari Heavenly Dragon, Albion. Bertarunglah denganku dan kita lihat siapa yang kuat di antara kita, Manusia dengan World Insight atau aku yang merupakan White Dragon Emperor ini." Sebuah tantangan pertarungan keluar dari mulut Vali. Bagi Vali, Menantang orang yang sangat-sangat unik seperti mantan Exorcist di depannya ini menjadi tantangan tertentu dan pengalaman yang dapati dari pertarungan dari seluruh pertarungan dapat ia gunakan untuk membunuh iblis tua yang mana adalah kakeknya sendiri.

Sringgg...

Sebuah proyeksi sihir tercipta di depan Naruto dan membentuk sebuah pedang. Pedang yang digunakan seorang pahlawan dizaman dulu kala yang sudah membunuh seekor naga, Naga yang gila akan harga yang menurut Naruto sendiri miliki kehidupan yang sangat miris dimana Naga itu adalah manusia yang dikutuk menjadi naga. Pedang yang telah bermandikan darah naga, Balmung, sekarang akan menebas White Dragon Emperor.

[Vali, Pedang itu bukan pedang biasa. Itu adalah Dragon Slayer Sword, Hati-hati karena rasa sakitnya melebihi rasa sakit saat kau terkena tombak suci milik malaikat dulu.] Suara khas orangtua keluar entah darimana namun dapat dilihat jika sayap dari Armor Vali mengeluarkan cahaya yang redup-terang saat suara itu keluar.

"Salamku untuk mu, Heavenly Dragon Albion, Maafkan aku jika pedang ini akan melukai tubuh astralmu di dalam Sacred Gear ataupun melukai Partner mu." Ujar Naruto, Pemuda itu sedikit menundukkan kepalanya bukan kepada Vali melainkan eksistensi yang mendiami tubuh Vali.

[Pemuda yang menarik, Kau memiliki sikap ksatria yang sangat jarang kutemui di hiruk pikuk dunia supranatural ini. Aku menaruh kesukaanku kepadamu, Nak.] Ucap Albion dan itu juga sukses membuat Azazel terdiam bagaikan patung di tepi sungai.

'Serius? Albion, yang mana merupakan salah satu dari dua Heavenly Dragon, yang mengacau saat Great War dulu, Menaruh minat kepada Manusia? Dunia ini sudah mulai rusak.' Pikir Azazel, Kenapa? Dirinya sendiri tau, Karena Naga adalah suatu eksistensi yang memiliki harga diri seluas langit. Tidak ada seorangpun yang bisa mendapatkan Respect dari seekor naga bahkan dalam catatan sejarah, Saint Martha hanya menjinakkan naga namun tidak mendapatkan Respect dari naga-naga itu. Namun, Lihat pemuda berusia 18 tahun ini, Dia mendapatkan Respect dari naga kelas surgawi ini?

"Terimakasih." Dan dengan berakhirnya percakapan antara Naruto dan juga Albion, Vali langsung melesat dengan cepat ke arah pemuda itu dan memberikan pukulan mentah ke arah Ulu hati pemuda itu namun Vali harus terkejut karena Naruto tidak menerima sakit apapun. Namun...

Buagh... Prank...

Sebuah bogem mentah datang dari arah kanan, Sebuah tinju yang dapat Vali rasakan seperti tertabrak truk. Dan karena tinju itu, Armor yang melindungi wajah Vali hancur separuh menampilkan wajah Vali yang mana bagian pipinya memerah.

' Tinju yang sangat kuat sekali sampai-sampai membuat Armor milik Albion hancur.' Pikir Vali, Dragon Armor milik Vali sangat berbeda karena susah melewati penguatan atas upaya Albion dan sudah melewati ratusan pertarungan melawan makhluk-makhluk supranatural. Namun tinju dari orang di hadapannya dapat menghancurkan Armor ini? Hei, Disini siapa yang bercanda?

[Menyerahlah, Vali.]

"Albion? Apa maksudmu, Albion?" Mendengar suara Albion yang masuk ke kepalanya membuat dirinya sendiri merasa sangat marah, Terlebih Albion terdengar seperti meremehkan dirinya.

"Sial sial sial! Akan aku buktikan kalau aku bisa melawan Sky Insight yang membuat dunia supranatural bergidik!" Karena amarah yang memuncak, Vali menyerang Naruto dengan membabi buta. Namun sayangnya, Tidak ada satupun serangan yang mengenai pemuda itu. Jika dilihat seperti Naruto dapat melihat masa depan namun sayangnya salah, Naruto tidak bisa melihat menuju masa depan, Namun dengan Sky Insight dirinya bisa melihat pola pernapasan otot milik Vali dan memprediksi kemana serangan akan dilancarkan.

"Kau hanya bisa menghindari seranganku kah, Sialan!" Namun tanpa aba-aba Naruto berada di hadapan Vali dan melancarkan tinju ke arah perut membuat Vali memuntahkan air liur dari mulutnya. Hingga membuat Vali pingsan.

"Maafkan aku, Albion."

[Jangan hiraukan, Nak. Partnerku ini memang seperti ini namun aku berterimakasih karena kau tidak menggunakan pedang di tanganmu itu melainkan kau hanya menggunakan kekuatan dari salah satu jiwa yang terekam di Library of the Sky. Terimakasih dan sekarang aku yakin kalau kau adalah ksatria yang sangat hebat, maka dari itu ambil lah ini...] Dari ketiadaan muncul sebuah lingkaran sihir berwarna putih dan mengeluarkan sebuah kristal oval. [... Ambillah itu, Nak. Anggap saja hadiah dariku ini.]

"Terima kasih..." Kristal itu mendekat ke arah Naruto dan dengan sigap Naruto memasukkan kristal itu kedalam lingkaran sihir miliknya. "... Karena aku sudah mengalahkan Partnemu, Aku undur diri, Albion. Hari makin larut dan aku harus bersekolah besok. Sampai jumpa."

Dan begitulah, Duel seorang mantan Exorcist dengan Magic Eye miliknya melawan White Dragon Emperor yang jatuh pingsan sampai-sampai membuat Azazel, Salah satu dari Four Carde of Fallen Angel, Terdiam karena kekuatan dari Sky Insight.

...

...

To be Continue

...

...

Hallo, Semuanya.

Pertama-tama, Saya ucapkan terimakasih karena mau mampir ke lapak saya. Hahahaha... Review dong, senpai.

Baiklah, Sebagaimana nama Akun FFn saya, Saya memanglah seorang Newbie di Fanfiction dan saya minta bimbingan senpai sekalian hehe...

Saya susah lama ingin menulis dan yang menjadi motivasiku untuk menulis adalah pensiunnya, Author SetsunaZ1. Padahal saya sendiri menunggu kelanjutan Fic Useless miliknya, Hufft...

Oke, Mari menuju pembahasan,

Disini Naruto adalah Mantan Exorcist, Meninggalkan kedua adiknya yang mana salah satunya adalah adik kembarnya. Naruto juga 100% manusia namun dengan silsilah keluarga yang memang terkenal hingga membuat keluarganya dibantai.

Kedua, Untuk kekuatan Naruto aku akan sedikit menjelaskannya di chapter depan hehe...

Dan untuk Vali yang terkesan lemah, Memang sengaja aku buat lemah di hadapan Naruto. Dan pembahasannya akan ada di chapter depan.

Lalu, Masalah Pair? Aku sendiri belum memikirkannya. Aku sendiri bingung, Bisa bantu?

Yah, Ku rasa itu saja yang ingin ku ucapkan.