New Author On Fanfiction Present

...

...

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.

...

...

Summary :

Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...

Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan beberapa hal yang dapat menyebabkan mata anda terbakar!

Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.

...

...

#StayAtHome

[Let's start]

...

...

Chapter 2 : Birth of Red Dragon Emperor

...

...

Kuoh Academy

Seorang pemuda saat ini sedang mencoba membolos dengan tidur di ruangan yang ia sebut, The Secret Garden, Walaupun namanya terkesan indah dan juga memiliki sisi misterius namun kenyataannya ialah gudang penyimpanan alat-alat olahraga. Kenapa ia memilih tempat tersebut tak lain dan tak bukan adalah karena adanya sebuah Matras yang sangat empuk.

'Sial.' Setelah pertarungan selama dengan Vali, Dirinya sendiri tertidur dengan lelap sampai ia merasakan kalau semalam ia tidur seperti dalam kondisi meninggal karena tidak merasakan apapun pada tubuhnya.

'Aku akan kalah jika aku tidak menggunakan kekuatan milik Heracles semalam.' Jujur saja, Segala sesuatu yang ia gunakan semalam tidak lebih dan tidak bukan adalah salah satu dari kemampuan milik Sky Insight, Mata miliknya.

Langit sudah ada jauh sekali sebelum bumi beserta isinya di ciptakan dan sudah banyak hal di rekam dan masuk kedalam sejarah. Itulah alasan kenapa dirinya bisa menghancurkan Dragon Armor milik Vali ataupun memanggil Balmung, Itu karena dirinya menggunakan otoritas langit yang merekam sejarah dan mewujudkan sejarah beserta Epic's yang terkandung di dalamnya dengan sihirnya.

Pemanggilan senjata, Pemanggilan roh pahlawan terdahulu dan menggunakan kekuatan mereka semua adalah apa yang dapat di lakukan Sky Insight. Namun, Itu juga harus di bayar atas kelelahan mental dan dalam kasus Naruto adalah kacaunya sirkuit sihir di seluruh tubuhnya membuat dirinya tidak dapat bertarung dalam waktu seminggu. Terlebih Sky Insight bukanlah Sacred Gear melainkan mata khusus yang lahir bersama dengan Naruto ke dunia ini, Jadi ada kasus khusus dimana bayarannya adalah kebutaan.

'Aku tidak akan menjadi apapun. Aku manusia, Aku lahir sebagai Manusia dan aku akan mati sebagai Manusia dan aku bangga.' Pikirannya sendiri sudah kalut karena pelajaran yang sangat ia benci dan sekarang di jam pergantian pelajaran, Dirinya sangat ingin mengistirahatakan tubuhnya setidaknya sampai ia ketahuan Ketua Osis berkacamata yang sangat menyebalkan.

...

...

Hyodou Issei, Dirinya adalah salah satu dari siswa paling mesum di akademi ini. Dan karena ucapan dari Seniornya, Issei sedikit demi sedikit merubah dirinya. Dirinya mulai melakukan perawatan tubuh, Rambutnya ia potong sedikit namun tidak meninggalkan kesan rambut khas karakter kapten tsubasa, dan dengan tabungan yang ia miliki ia membeli motor pabrikan Suzuki yaitu Suzuki KLX 250 karena tabungan miliknya hanya cukup untuk membeli itu.

Trang... Tang... Tang..

Suara knalpot khas dari motor yang dikendarai Issei membuat semua gadis mengalihkan pandangannya. Di pandangan mata mereka, Seorang pemuda dari sekolah ini karena terlihat dari pakaiannya berupa kemeja putih dan juga jas yang diikatkan pada pinggang cukup membuat mereka tahu kalau pemuda itu bersekolah disini.

"Hei, Apa dia murid pindahan?"

"Entahlah, Namun kesan yang diberikan orang itu tampak sangat maskulin. Aku harus mendapatkannya!"

Beberapa gadis mulai saling bergosip dan beberapa bertengkar karena menargetkan pemuda yang datang ke sekolah mengendarai motor tersebut. Namun saat pemuda itu membuka Helm Full-face miliknya, seluruh gadis terdiam bagaikan disambar petir di siang bolong karena pemuda itu adalah Issei. Namun bukannya pergi malah gadis-gadis itu mulai membicarakan penampilan baru Issei yang dikatakan cukup mencuri pandangan dan berjalan Me dekat Issei.

"Wahh... Ini kau,

Hyodou-san?" Ujar salah satu dari gadis-gadis itu dan saat Issei berbicara semua orang terdiam.

"Yah, Ini aku tidak kurang dan tidak lebih. Bisa minggir? Aku harus masuk kelas sebelum Kaichou memarahiku lagi." Dan Issei pun pergi meninggalkan gerombolan gadis yang mendekatinya.

"Hei, Serius itu Issei?"

"Ya, itu memang dia tapi aku merasakan ada yang aneh."

"Ya, Aku juga merasakannya."

"Hyodou-san berbicara dengan kita tanpa memandang dada ataupun wajah mesumnya keluar."

"Kau benar, Aku rasa Hyodou-san mulai berubah."

Di lain tempat yaitu toilet, Issei sedang membasuh wajahnya. Dirinya sendiri menahan Poker-face di wajahnya dengan sekuat tenaga karena gadis-gadis yang mendekatinya itu. Dirinya tidak menyangka jika menjadi pusat perhatian gadis-gadis itu memiliki sensasi tersendiri, sial jika saja ia tidak mengikuti kata-kata seniornya maka ia tidak akan mengalami nasib seperti ini tapi setidaknya ia berterimakasih karena pandangan gadis-gadis terhadap dirinya 'Mungkin' sedikit berubah.

'Entah kau percaya atau tidak, Kau akan bertemu seorang gadis yang akan memintamu menjadi kekasihnya namun sayangnya kau akan tewas karena perempuan tersebut. Tapi entahlah, Aku bukan cenayang namun kuharap kau berhati-hati Issei.' Dirinya kembali mengingat percakapannya dengan seniornya, Tentang dirinya yang tidak lama lagi akan mendapati seorang perempuan yang mau menjadi kekasihnya namun itu akan dibayar dengan nyawanya.

"Heh... Tenang saja, Senior. Aku, Hyodou Issei, Tidak akan pernah tewas di tangan seorang gadis." Ucapnya namun sayangnya, Issei tidak tau jika ucapan sesumbar yang keluar dari mulutnya akan menjadi kenyataan.

...

...

Sudah seminggu berlalu, Pandangan siswa maupun siswi terhadap Issei menjadi lebih baik. Pemuda itu juga mulai melatih dirinya dalam seni beladiri karate yang ia pelajari di satu-satunya dojo di Kuoh dan ternyata Naruto juga merupakan Seniornya di Dojo tersebut dengan sabuk coklat yang melingkar di pinggang seniornya itu.

Dan sekarang, Naruto sedang berjalan ke arah sekolah. Berterimakasihlah kepada motor kesayangannya karena ngambek dan harus ia bawa ke dokter dan Issei sendiri susah berangkat 15 menit yang lalu. Setidaknya Naruto bisa menikmati 'Me Time' sampai dua orang sialan (menurut Naruto) datang dan mengganggunya.

"Senior, Kenapa Issei bisa populer di sekolah! Padahal aku sendiri ingin dekat dengan gadis-gadis." Ujar seorang pemuda yang memiliki gaya rambut plontos dengan senyum mesum yang dikeluarkannya saat dirinya berbicara.

"Ya, Aku juga heran dengan sikap Issei yang menolak ajakan kami untuk mengintip gadis-gadis berganti pakaian! Ini semua salahmu, Senior!" Matsuda sendiri sangat kesal dengan seniornya ini sampai-sampai ia menunjuk wajah Naruto, Sedangkan Naruto hanya diam dan menunjukkan senyum miris kepada kedua pemuda itu.

"Issei susah memilih jalannya sendiri. Ia sudah dewasa dan memutuskan untuk berubah, Seharusnya kalian sebagai temannya menghormati keputusan Issei bukan membencinya..." Ucap Naruto dan melanjutkan perjalanannya. "... Dan bukannya bagus kalau kalian mendapatkan Title Double Pervert of Kuoh Academy?"

Mereka bertiga berjalan bersama menuju akademi tentunya dengan Matsuda dan juga Motohama yang terus menerus berbicara dan mengeluarkan keluh kesahnya ke arah Naruto. Naruto sendiri hanya tersenyum, Kedua pemuda ini pada dasarnya lumayan friendly namun karena sikap mereka yang sangat mesum membuat seluruh gadis kecuali Kiryuu menjauhi mereka. Hiraukan Kiryuu karena gadis itu sendiri tidak normal dan hasilnya seluruh akademi Kuoh menjauhi mereka berdua termasuk siswa didalamnya.

"Yo Senior." Seseorang menyapa Naruto dan membuatnya mengalihkan pandangannya. Yah, Style Issei menurut Naruto sangat sylish setidaknya menurut Naruto karena Naruto sendiri tidak bisa menyangkal kata-kata perempuan jika tentang pakaian. Dan sayangnya di samping Issei ada seorang gadis cantik yang memiliki rambut raven panjang hingga membuat Naruto memandangnya tidak suka untuk sekilas.

'Fallen Angel didepan sarang Demon? Really?' Pikirnya namun pikirannya seketika terhenyak kala Matsuda dan juga Motohama menerobos sampai mencengkram kerah baju milik Issei dan Issei yang diperlakukan sedemikian oleh teman-temannya hanya tertawa saja.

"Kau dari sekolah mana, Gadis cantik? Seingatku di Kuoh tidak ada seragam yang kau kenakan saat ini." Ucap Naruto.

"Ahh... Senior, Perkenalkan dia Amano Yuuma, Dan Yuuma-chan mereka berdua adalah teman-temanku dari kecil lalu ini seniorku di akademi ini. Senior dia adalah murid pindahan dan karenanya ia belum mengenakan pakaian seragam dari sekolah barunya." Jawab Issei dan Naruto hanya mengeluarkan ekspresi yang seolah mengatakan 'Ohhhh'.

"Dan dia ifu, Pa.. Car... Ku." Dan karena ucapan Issei, Matsuda dan juga Motohama mulai berkelahi dengan Naruto sampai membuat Yuuma tertawa kecil.

"Ahh... Amano Yuuma-san, Senang berkenalan denganmu." Ucap Naruto seraya menjulurkan tangannya namun tanpa diketahui siapapun mata Naruto berubah kala Sky Insight aktif di balik Soft Lens miliknya. Tepat, setiap Naruto di akademi dirinya selalu mengenakan Soft Lens yang memiliki warna seperti matanya dan karena Soft Lens tersebutlah dirinya selalu lepas kala mendapatkan perhatian dari dua Heiress yang berkuasa di kota ini.

Melihat tangan Naruto yang mengajaknya berjabat tangan, Yuuma langsung meraih tangan Naruto. Namun kala kulitnya bersentuhan Yuuma dengan cepat menarik paksa tangannya dan menatap Naruto dengan wajah terkejut.

"Yuuma-chan, Kau kenapa?" Issei yang melihat kejadian tersebut langsung mendekati Yuuma dan mencoba menenangkannya sebelum Naruto mencoba menjelaskan.

"Maafkan aku Issei, Mungkin aku terlalu kuat berjabat tangannya. Aku juga tidak tau kalau Amano Yuuma-san memiliki tubuh yang lemah. Dan semoga kalian langgeng..." Narutopun berjalan menjauh dari gerbang sampai ia berhenti melangkah dan memutar tubuhnya. "... Kurasa kalian harus segera masuk karena Shitori-san sudah mulai datang."

"Sial itu Kaichou, Yuuma-chan aku pergi dulu."

'Maafkan aku Issei, Tak lama lagi kau akan terseret kedalam dunia yang tak pernah kau bayangkan. Jika... Jika saja aku tidak berinteraksi denganmu.' Wajah Naruto seketika menjadi lesu karena memikirkan nasib Issei. Jujur saja, Selama 2 minggu ini bersama dengan pemuda itu dirinya sendiri merasa jika ikatannya dengan Issei sudah seperti kakak-adik sampai-sampai membuatnya mengingat kedua adiknya.

'Semoga kalian selalu sehat, Jeanne, Mito.'

...

...

Hari berlalu dengan cepat hari ini dan karena guru-guru yang mengadakan rapat karena hari ini bertepatan dengan awal bulan yang mana artinya gajian, Murid-murid pulang pada siang hari. Beberapa mencoba untuk pergi ke mall, beberapa nongkrong di Cafe-Cafe dan beberapa pulang ke rumah masing-masing. Tentunya Naruto memilih pulang ke rumahnya. Dirinya hari ini hanya lelah dan mencoba untuk nengistirahatkan tubuhnya sebelum pandangan kematian Issei melintas di penglihatannya.

Inilah yang ia benci dari Sky Insight, Penglihatannya ini sangat mengganggu di beberapa waktu dan sering aktif sendiri kala orang-orang terdekatnya dalam bahaya. Langit itu tidak dapat di prediksi namun semua kehidupan bergantung kepada langit dan karenanya Naruto dapat melihat prediksi kehidupan orang-orang. Hampir sama dengan penglihatan masa depan namun bagi Naruto ini hanyalah gangguan karena dirinya sendiri yakin masa depan tidak dapat diprediksi karena masa depan adalah hal yang semu.

Namun rasa khawatir dan firasat yang ia rasakan mengatakan akan ada sesuatu yang akan terjadi membuat Naruto kalut. Dan karena dirinya sendiri kalut ia mulai mengambil sebuah koper dari bawah kasurnya. Koper hitam yang terlihat sangat besar dihiasi beberapa corak aneh yang terlihat seperti aksara sihir.

"In nome di Dio, apri questa valigia." Kata-kata yang keluar dari mulutnya adalah Command Code dalam bahasa Italia yang ia gunakan untuk mengunci koper itu. Dan dengan selesainya Command Code tersebut kunci koper itu terbuka dengan sendirinya menampakkan sepasang pistol yang dimodifikasi dan juga sebuah senapan Blazer R93 berwarna hitam yang harus di pasang bagian per bagian jika ingin digunakan.

Setelah mengambil dua pistol miliknya Naruto berjalan ke arah lemari kayu miliknya dan menarik sebuah penutup yang di bawah lemari itu. Sebuah kotak yang ia buka berisikan pakaian serba hitam dimulai dari kaos, Leater Coat, Leater Gloves, dan sebuah topeng hitam polos yang hanya menunjukkan lubang matanya saja.

Itu adalah pakaian yang ia gunakan saat menjadi Assassin dan dengan Black Snow yang ia gunakan sebagai Code untuk pekerjaannya ia akan melaksanakan seluruh tugas dengan sangat rapih.

Pemuda itu langsung bergegas mengambil Backpack dan mengemas pakaian beserta senjata yang ia perlukan. Dengan mengenakan sepatu kulit yang memiliki Antislip di bagian telapaknya ia berjalan keluar selepas berdoa atas keselamatan Issei, Setidaknya Issei harus tetap hidup sampai ia menemukan keberadaan pemuda itu.

...

...

Hari ini adalah hari yang sangat sangat, Super duper membahagiakan untuk Issei. Kenapa? Karena hari ini dirinya beserta dengan kekasih pertamanya, Amano Yuuma, memutuskan berkenan.

Semua dimulai sehari setelah Issei memutuskan untuk berubah. Sore hari kala ia keluar dari gerbang akademi, Dirinya mendapati seorang gadis cantik sedang menunggu dirinya. Gadis cantik dengan rambut raven dan juga pupil lavender yang sangat cocok untuknya namun Issei sendiri terkejut karena mengetahui maksud dari gadis itu menunggu dirinya di depan gerbang. Dan mulai hari itu, Issei berpacaran.

Sebagaimana orang sedang mabuk asmara, Issei dan Yuuma melakukan Chating sampai larut malam hingga terkadang Issei sering mengigau entah di sekolah ataupun di rumahnya. Pikirannya sendiri tidak fokus saat jam pelajaran hingga membuatnya mendapati teguran dari guru. Namun karena hari ini adalah jadwal guru mendapatkan gaji maka dirinya memutuskan untuk berkencan dan Yuuma sendiri menyutujui ajakan Issei.

Mereka berdua berkencan selayaknya pasangan remaja. Bermain di taman hiburan, Memakan semangkuk es krim bersama dan saat ini Issei sedang menunggu di depan toko pakaian dalam karena permintaan Yuuma, sampai-sampai membuat pikirannya sendiri kalut karena memikirkan kemungkinan jika Yuuma akan mengajaknya ke Love Hotel untuk menunjukkan pakaian dalam yang akan di beli gadis itu.

Sedangkan di dalam toko, Yuuma berbelanja dengan senyum seorang gadis polos sampai ia mendengar suara seseorang dari belakangnya.

"Jadi kau disini, Amano Yuuma-san?" Mendengar namanya dipanggil Yuuma pun terkejut dan mengambil ancang-ancang dengan mengokohkan kuda-kudanya.

"Wow wow wow... Santai saja, Amano Yuuma-san atau harus ku panggil Fallen Angel-san?" Ucap orang itu, Orang yang membuat Yuuma sendiri terkejut karena dapat menggunakan Holy Energy saat berjabat tangan dengannya.

"Siapa kau sebenarnya?"

"Aku? Aku hanyalah manusia biasa yang tenggelam di dalam hiruk pikuk dunia supranatural. Yah, Bisa dibilang aku hanya bertanya-tanya kenapa Fallen Angel sepertimu ini bisa masuk kedalam Demon Teritory."

"Jadi kau sudah tau identitas, ya?" Tanya gadis itu tanpa mengubah ekspresi diwajahnya ataupun mengendurkan kuda-kudanya.

"Secara spesifik aku tidak tau identitasmu, namun secara garis besar aku tau kalau kau adalah Fallen Angel. Aku hanya ingin berbicara denganmu kalau aku ingin kau menjauh dari Issei atau aku akan mempercepat kematianmu, Itu saja. Lagi pula apa kau mau bertarung dan membuat kedua penguasa kota ini turun kemari?" Ucap Naruto dan membuat Yuuma mau tak mau menghela nafasnya. Apa yang dikatakan manusia di hadapannya ini ada benarnya terlebih dirinya sendiri tidak dapat mengukur sejauh mana kekuatan manusia yang sedang menyunggingkan senyumnya.

"Tidak peduli apapun yang kau lakukan, Selama kau tidak menyakiti manusia aku akan membiarkannya namun jika kau melakukannya kau akan ku cari bahkan jika kau bersembunyi di lubang semut sekalipun." Ancam Naruto seraya melennggang dari tempatnya berdiri namun saat Yuuma mengikutinya pemuda itu menghilang tanpa jejak.

Hari menjelang malam dan Yuuma meminta Issei untuk beristirahat di taman, Dua orang itu duduk di bangku taman sampai larut hingga orang-orang tidak ada yang beraktivitas di sekitaran taman itu. Dengan gerak tangan yang dilakukan sehalus mungkin sebuah Barrier tak terlihat tercipta memisahkan kedua insan itu.

"Ne Issei-kun, Apa kau mau mati untukku?" Tanya Yuuma dan Issei yang tidak paham maksudnya berbicara dengan santainya.

"Kau tau Yuuma-chan, Aku akan melindungimu. Aku sungguh mencintaimu karenanya aku sendiri belajar di dojo karate walau masih berada di sabuk putih namun aku berjanji akan selalu menjagamu. Aku siap mengorbankan nyawaku demi dirimu." Dan dengan kata-kata yang terlantar dari mulut Issei, Yuuma tertawa terbahak-bahak.

"Sudah cukup akting ku selama seminggu ini." Ucap gadis itu dan terlihat perubahan pada pakaian Yuuma dimana pakaian yang berupa seragam sekolah berubah menjadi pakaian artis-artis dalam vidio JAV yang sering Issei lihat di genre BDSM, Belum lagi dengan sepasang sayap yang bertengger di punggungnya.

"Matilah dalam damai, Hyodou Issei." Dan dengan demikian sebuah Light Spear tercipta di tangan gadis itu.

Dorr...

Namun sebuah suara letusan dan dapat Issei lihat kalau Amano Yuuma, Kekasihnya berteriak kesakitan dan juga jatuh dari tempatnya duduk di atas patung batu.

"Bukankah sudah ku bilang kalau kau harus menjauhi Issei? Huuuuu..." Sebuah suara menginterupsi pendengaran Issei dari arah bekalangnya dan disana ia melihat seseorang. Seseorang yang sangat ia kenal dan dirinya sendiri mulai menganggapnya kakak beberapa hari yang lalu, Orang yang terkadang menyebalkan namun selalu memberi nasihat yang sekarang merubah hidupnya. Orang itu sedang berdiri dengan mulut yang mengeluarkan asap seperti moncong pistol di tangannya.

"Senior? Ke-"

"Aku tau kau bingung dengan situasi saat ini namun percayalah kalau gadis itu bukan Amano Yuuma yang kau kenal seminggu belakangan ini." Ucap Naruto santai dan berjalan menuju air mancur tempat Yuuma terjatuh. Pemuda itu mengeluarkan sebuah Pump Action Gun yaitu Benneli M4 dan menodongkan senjata itu dengan tangan kanannya.

"Pergilah atau kau ingin mati di tangan manusia?" Kata-kata yang keluar dari mulut Naruto sangat dingin belum lagi ekspresi datar di wajahnya bagaikan pembunuh bengis yang sudah merenggut ribuan nyawa. Dengan memegang pundaknya yang terluka Yuuma pergi dari tempat kejadian.

"Issei, Selamat kau sudah memasuki dunia supranatural dan mengetahui eksistensinya. Kau tau? Gadis yang kau kencani tadi adalah Fallen Angel, Malaikat yang jatuh karena termakan salah satu dari Seven Deadly Sins..." Ucap Naruto dan kemudian pucuk Benneli M4 miliknya mengarah pada kepala Issei. "... Katakan kepadaku, Kau ingin mati sebagai manusia yang mengukir sejarah di dunia supranatural atau kau ingin menjadi salah satu dari Three Bible Faction dan meninggalkan eksistensimu sebagai manusia. Dan kalau kau memilih menanggalkan kemanusiaanmu maka lebih baik kau mati disini."

"Kau harus tau, Kita ada di dalam sebuah kubah pelindung dan diluar kubah ini ada beberapa Demon yang merupakan idola di akademi kita. Kau mau tewas di tempat ini atau membalaskan dendam mu kepada mereka?" Tanya Naruto dan Issei hanya menundukkan kepalanya.

"Haha.. Haha.. Hahahhahahaha... Konyol, Tentu saja aku akan membunuh mereka semua yang menipuku. Senior, Kumohon! Latih aku sampai aku dapat menjaga diriku sendiri. Aku adalah manusia dan aku akan memilih jalanku sendiri tanpa ada yang mengatur diriku! Aku akan mencetak sejarah terbesar didunia ini." Mendengarnya suatu eksistensi terbangun dari tidur panjangnya. Salah satu dari Two Heavenly Dragon dan dengan partner barunya dia akan kembali mengguncang dunia.

Naruto hanya tersenyum dan menurunkan pucuk senapan miliknya. Pemuda di depannya ini, Memiliki ekspresi yang sangat bagus. Dendam dan amarah itu sudah cukup untuk membangunkan eksistensi Sacred Gear dan kenapa dirinya tau kalau ada alat itu di dalam tubuh Issei? Yah, Berterimakasihlah kepada iblis-iblis yang mengintai Issei.

"Kalau begitu mendekatlah..." Kala Issei mendekat, Naruto menyiapkan telapak tangannya dan sebuah api berwarna biru keluar dari ketiadaan.

Bugh...

Dan dengan sekuat tenaga, Naruto menyerang perut Issei hingga pemuda itu memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Namun siapa sangka jika sebuah ledakan besar tercipta bahkan mementalkan Naruto. Energi berwarna merah yang terlihat mengamuk menembus Barrier menusuk langit bagaikan tombak.

"Aku tau kau dapat mengguncang dunia Issei, Tidak Red Dragon Emperor!"

...

...

To Be Continue

...

...

Author's Note

Hai hai hai semuanya, Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu.

Di chapter kali ini, Aku membuat kebangkitan seorang Red Dragon Emperor atau Sekiryutei yang mana ledakan energi berwarna merahnya dapat dilihat dengan mata telanjang oleh manusia.

Lalu, Mungkin kalian akan bertanya kenapa Naruto memilih menggunakan senjata dibanding summon magic weapon dari seluruh sejarah di dunia. Yah, Aku sudah menjelaskannya di atas dan itu sendiri memerlukan bayaran yang dapat membuat matanya menjadi buta.

Dan sekarang mari kita balas Review dari beberapa Reader,

Grayfia Uzumaki : Hehehe Request Xenovia Pairnya dan jangan jadi iblis, Single Pair lebih mantap

Me : Yah, Terimakasih senpai. Akan ku tampung dulu untuk masalah Pair dan aku rencananya ingin menggunakan Single Pair. Dan ini sudah di Update, Terimakasih senpai.

AliveMikasa1 : Op banget kayanya nih haha mantep Thor

Me : Nggak, Naruto itu nggak Op di chapter 2 ini sudah di jelaskan kok. Terima kasih sudah riview.

Anti-weeboo Faction : Konsep yang menarik, Kebanyakan CrossOver DxD dan Naruto cuma cerita yang ujung-ujungnya Naruto jadi iblis, gak beda jauh sama Canon. Ditunggu chapter berikutnya.

Me : Yah, Aku sendiri bosan karena konsep yang dipakai itu itu saja. Jujur saja, entah kenapa aku sendiri jijik melihatnya. Bukan bermaksud memberikan judge kepada senior-senior di FFn namun yah, Ayolah kalian ini Writer apa tidak ada yang pemikiran lain di dalam otak kalian?

Dan tenang saja, senpai. Ini aku sudah Update.

RushifaID : Di tinju aja dah bonyok, Apalagi pake pedang... Next Thor

Me : Yah, Gimana gk bonyok wong yang nonjok pake kekuatan si Hercules. Ya pasti bonyok dah hahha... Dan ini sudah lanjut, Senpai.

Ptr28 : Jarang jarang cerita High School DxD yang nampilin Naruto jadi manusia biasa doang..., Saran untuk pair satu aja Thor jangan Harem dan itu manusia juga

Me : Yah, Memang manusia yang mau saya pilih maka dari itu tolong berikan masukan untuk Pairnya senpai XD

Yup, Hanya beberapa saja yang Review dan aku ucapkan terima kasih kepada senior-senior yang sudah mau Review di lapak saya.

Sekian terima kasih, Saya undur diri

Bye Bye...