New Author On Fanfiction Present

...

...

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.

...

...

Summary :

Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...

Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan beberapa hal yang dapat menyebabkan mata anda terbakar!

Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.

...

...

#StayAtHome

[Let's start]

...

...

Chapter 3 : New Life, New Journey, And It's Me

...

...

Issei pernah bermimpi. Dirinya berkencan dengan seorang gadis. Gadis yang sangat cantik dengan tubuh proporsional, Hari-hari yang mereka lalui dan semua kenangan indah itu selalu diakhiri dengan dirinya yang mengamuk dan kemudian dia terbangun karena suara pecahan kaca.

Mimpi itu dimulai dua hari yang lalu dan semua kehidupannya berubah. Dirinya yang dulu hanya memiliki tubuh yang standar manusia kantoran, Sekarang memiliki tubuh yang proporsional untuk dibandingkan dengan anak-anak dari club basket. Bukan itu saja, Lawan jenis pun selalu memandang dirinya dengan tatapan lapar seakan-akan dirinya ini adalah pizza dan puncak itu semua adalah adik kelas, yang mana merupakan maskot sekolah, Koneko Toujou, Sering terlihat mengawasi dirinya tampak seperti stalker.

Mungkin dirinya hari ini akan bertemu dengan seniornya dan menanyai tentang mimpinya karena dengan saran Naruto pula lah Issei dapat menjadi pusat perhatian gadis-gadis selain Yuuto Kiba.

Beranjak dari tempat tidurnya san kemudian melakukan aktivitas pagi seperti biasanya. Dirinya sendiri tampak mengikuti mode orang-orang dewasa dimana dirinya sendiri lebih suka menikmati kopi di pagi dan malam hari, Entah karena apa namun setiap kali ia meminum minuman yang dibuat dari ekstrak biji kopi itu, Semangatnya akan selalu berada di atas rata-rata. Mungkin inilah yang disebut The power of Coffe oleh sebagian orang-orang.

Mengenakan pakaian seragam Kuoh akademi dan langsung bergegas menaiki motor miliknya dengan selembar roti di mulutnya. Motor miliknya sendiri sudah ia modifikasi sedikit dibagian warna body dimana yang awalnya hijau sekarang menjadi hitam menampilkan kesan yang maskulin, misterius dan juga gahar disaat yang bersamaan.

'Tunggu aku, Senior dan kuharap kau dapat menjelaskan makna dari mimpiku ini.'

...

...

Kuoh Academy

Kuoh memiliki beberapa akademi di kota itu namun yang menjadi primadona adalah Kuoh akademi, Tentunya setelah akademi itu berubah menjadi akademi campuran. Disinilah Naruto bersekolah dan mencoba untuk menjadi karakter sampingan yang tidak terlalu mencolok dengan bertindak sebagai siswa biasa. Dirinya sendiri terus menerus mengawasi manusia yang ada di sekolah tersebut, Hitung-hitung menghilangkan bosan.

Ttiititititititiiti...

Suara handphone miliknya memasuki pendengaran kala sebuah telpon masuk. Mengeluarkan ponsel miliknya dan melihat kalau itu adalah kontak nomor terenskripsi yang berarti sebuah pekerjaan memanggil.

Dirinya adalah memasang iklan di Deep Web dimana ia hanya meminta bayaran 1 coin setiap pekerjaan yang ia ambil. Beberapa pelanggannya puas atas kerjanya belum lagi bukan sekedar bukti berupa foto dimana seluruh kliennya akan mendapatkan kepala target di atas meja mereka.

Meninggalkan kelas yang mana sedang dalam waktu pergantian mata pelajaran, Pemuda itu berjalan menuju Roof Top dari Kuoh Akademi disana ia mengangkat telepon dan mulai berbicara kala ia mengatur suaranya.

"Hallo?" Suaranya kali ini mirip seperti seorang lelaki tua yang mana merupakan identitasnya sebagai seseorang yang dijuluki Black Snow.

"Black Snow? Aku memiliki tugas untukmu, Aku sudah menaruh seluruh catatan dan juga informasi targetmu. Aku menaruh seluruh file tersebut di dalam loker yang ada di salah satu Subway di kota Berlin, Jerman. Temui aku di sebuah hotel di Korea saat kau sudah menyelesaikan tugasmu. Sampai jumpa." Dan dengan begitu panggilan itu berakhir. Setelah panggilan itu berakhir, Naruto membuka casing belakang ponsel miliknya dan mematahkan Sim Card miliknya. Tidak ada gunanya menyimpan info nomornya lagi, Karena jika ia tidak melakukan hal tersebut maka banyak yang akan mencari dirinya.

Cleck...

Pintu Roof Top itu terbuka kala Naruto menghela nafasnya mengingat tugas yang ia dapati dan kala ia mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk seseorang hanya diam memandang dirinya. Seseorang yang memiliki wajah yang sedikit lebih baik daripada saat pertama kali pemuda itu masuk ke dalam akademi ini.

"Senior, Aku ingin menanyakan ses-" Kata-kata Issei terhenti kala Naruto memotongnya. Naruto hanya menatap dirinya dengan ekspresi serius saat berbicara dengan dirinya dan lagi atmosfer yang dikeluarkan seniornya itu sangat berbeda.

"Mimpi mu? Akan ku beri petunjuk, Itu bukan mimpi..." Ujar Naruto yang melangkahkan kaki mendekati dirinya dan berhenti di samping Issei. Memegang pundak pemuda itu dan berbisik sangat kecil dimana Naruto membuat Issei memandang dirinya tidak percaya.

"Senior?"

"Jika perkiraanku benar, Maka akan ada seseorang yang datang ke kelasmu dan saat itu kamu hanya memiliki dua pilihan. Mengikutinya atau menolaknya dan jika kau mengikutinya maka kau akan mendapatkan titik terang yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Jaga dirimu Issei karena mulai akhir pekan aku tidak akan ada di Kuoh." Melenggang dengan santai, Naruto meninggalkan Issei yang terdiam dan mencerna setiap perkataan yang terlontar dari mulut seniornya itu. Beberapa pikiran dan juga pertanyaan timbul di otaknya dan satu pertanyaan yang pasti harus ia ketahui adalah Apa Seniornya itu sudah tau akan ini semua?

...

...

Malam hari di kota kuoh, Issei berjalan sendirian mencari toko penjual makanan yang masih buka. Dirinya sungguh kesal kepada perutnya sendiri karena tidak bisa di ajak berkompromi belum lagi saat ia mencari makanan dingin di lemari pendingin tidak ada apapun, Sial.

Tanpa banyak basa-basi dirinya mengambil jaket miliknya yang mana memiliki warna hitam merah kehitaman yang terlihat seperti merah hati ayam? Yah, Begitulah kata yang diucapkan Matsuda dan juga Motohama kala ia membeli jaket ini beberapa tahun silam. Namun sayangnya sebuah fenomena aneh menusuk matanya dimana langit berubah menjadi keunguan dan seorang pria yang memakai setelan jas beserta topi fendora berdiri di atas tiang lampu penerangan beserta sepasang sayap hitam bagaikan burung gagak yang sangat menggangunya.

"Ugh..." Lenguhan kecil keluar dari mulut Issei kala ia melihat wujud makhluk dihadapkannya ini. Sepertinya ia pernah melihat apa yang ada dihadapannya ini, namun dimana?

"Hoo... Mangsa yang mudah untuk dibunuh, Selamat tinggal Boy." Dengan begitu partikel-partikel cahaya mulai berkumpul ditangan kanan makhluk itu yang tersenyum dengan bengis ke arah Issei.

Swushh... Blarr... Dorr... Arggghhh...

Makhluk itu mulai membentuk sebuah tombak dan melemparkan tombak tersebut ke arah Issei yang terlihat pasrah namun sayangnya sebuah pelindung yang terbuat dari lapis demi lapis kelopak bunga melindungi. Perisai yang bahkan menghancurkan Light Spear yang menyerangnya dan suara letusan senjata api memasuki gendang telinganya, Suara yang berasal dari belakangnya.

"Siapa itu, Hah!" Makhluk itu terlihat sangat marah saat memegang tulang selangkanya yang tepat berada di bawah pundaknya. Luka tembak itu mengeluarkan asap yang membuat makhluk itu meringis kesakitan.

Tap... Tap... Tap...

"Namaku tidaklah penting tapi kau harus tau kalau manusia bisa melawan kalian..." Suara langkah kaki dan juga suara seseorang menginterupsi pendengaran Issei. Seseorang dengan pakaian serba hitam dengan topeng hitam polos tanpa corak apapun menutupi identitasnya yang mencolok hanyalah rambut berwarna Yellow-Orange. Orang itu menodongkan pistolnya seraya berjalan dan berhenti di samping Issei. "... Kurasa kau harus pergi, Fallen Angel."

"Tak semudah itu, Bajingan!" Makhluk itu menghiraukan rasa sakit dari lukanya dan kembali menciptakan sebuah tombak dari partikel-partikel cahaya dan melemparkannya ke arah manusia berpakaian serba hitam itu. Namun sesuatu yang ajaib muncul, Sebuah proyeksi mengambang di udara dan kemudian membentuk sebuah perisai berwarna hitam dengan empat sisi yang seakan-akan mengarah kepada 4 penjuru mata angin.

Melihat serangan pertamanya sia-sia, Makhluk itu terus mengeluarkan puluhan bahkan mencapai ratusan Light Spear namun itu percuma. Kala ratusan Light Spear itu menyentuh perisai berwarna hitam tidak ada serangan yang menembusnya bahkan untuk sekedar menggoresnya pun tidak bisa.

"Kau orang itu, kan? Arc Heretic From Vatican City, The Black Snow, Epic's History User, Uzumaki Naru-"

Dorrrr...

Ucapan makhluk itu tidak terselaikan kala Naruto dengan tiba-tiba muncul di hadapan makhluk itu dan dengan tiba-tiba menembakkan senapan Benelli M4 miliknya tepat ke arah kepala makhluk itu hingga meninggalkan seperempat dari keseluruhan kepala. Issei sendiri terdiam kala melihat itu dan akhirnya tubuh makhluk itu mengurai menjadi abu dan meninggalkan sisa berupa sayap-sayap berwarna hitam yang terbang tertiup angin. Bersamaan dengan hilangnya makhluk yang memiliki sayap gagak itu, Kedua perisai yang melindungi Issei dan juga Naruto menghilang tertiup angin.

"Seni-" Belum selesai mengeluarkan kata-kata yang ingin dia keluarkan, Mulutnya langsung di bekap sosok itu kala sebuah lingkaran sihir yang memancarkan cahaya merah tampil di hadapan kedua manusia itu. Lingkaran sihir yang mengeluarkan beberapa orang yang Issei kenal dan juga berisikan orang-orang dari strata atas di Kuoh Akademi.

"Cih, Demon itu datang terlalu cepat." Demon? Maksudnya iblis yang menguasai neraka? Hei, Senior mereka bukan Iblis. Ingin rasanya Issei menyuarakan isi pikirannya namun karena hal barusan dan juga mimpinya beberapa hari belakangan sekarang ia percaya kalau dunia supranatural itu ada.

"Namaku Rias Gremory! Ada apa sampai-sampai Hunter terkenal memasuki wilayah ini?" Ucapan Rias bukan hanya sekedar kata-kata belaka, Karena gadis itu tahu kalau lawannya ini adalah seorang manusia maka dari itu ia menanamkan sihir Charm yang dikombinasikan dengan Confusion untuk memikat The Black Snow.

"Pfft... Hahahaha Wilayahmu? Sejak kapan manusia menumpang hidup bagaikan benalu di wilayah iblis?" Ucap sosok berpakaian serba hitam itu yang mana kira tahu pasti kalau ia adalah Naruto. Jujur saja, Untuk Naruto apa yang ia ucapkan itu benar adanya. Bumi ini diberikan kepada keturunan Adam dan Hawa sebagai penjaga bumi dan bangsa iblis seenaknya mengklaim demikian? "Jangan bercanda!" Ucap Naruto dengan nada dingin seraya menodongkan Benelli M4 dengan tangan kanannya dan sebuah pistol di tangan kirinya.

Rias sendiri menunjukkan raut wajah terkejut, Dirinya sendiri tidak dapat menyangka jika sihir miliknya yang sudah ia tingkatkan dimana menggabungkan Confusion dan juga Charm tidak dapat digunakan untuk memengaruhi manusia di depannya ini. Rias kemudian tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah kedua manusia itu namun...

Dorr...

Sebuah tembakan langsung memperingati Rias dan membuat gadis itu menghentikan langkahnya. Letusan peluru yang menyebar dari Pump Action Gun membuat jalan di depan rias terlihat sedikit hancur dengan lubang-lubang kecil menggali jalan tersebut. Kiba yang melihat tuannya di serang mencoba untuk maju dan menciptakan sebuah pedang dari ketiadaan.

Dorr...

"Arrggghhhh..." Sayangnya, Kecepatan milik Knight Gremory itu tidak dapat melampaui kecepatan dari letusan sebuah peluru dan karena itu Kiba terluka pada bagian tulang keringnya saat terkena letusan peluru kaliber 9mm.

"Yuuto!" Semua orang mendekati Kiba yang memegangi kakinya. Luka itu serasa seperti terbakar, Belum lagi luka akibat peluru itu mengeluarkan asap yang mereka semua tau apa yang menyebabkan asap tersebut.

'Holy Water!' Semua orang memandang Hunter itu. Black Snow, Orang itu tau bagaimana cara menangani ras Demon! Apa dia adalah Demon Slayer? Dan dengan emosi yang membuncah semua orang menyiapkan serangan mereka. Dimulai dari Rias dan Akeno yang membuat lingkaran sihir, Juga Koneko yang menyerang guna memberikan waktu untuk kedua orang dibelakangnya untuk menyelesaikan sihir mereka.

Namun Koneko terhenti kala sebuah proyeksi yang membentuk sebuah pedang yang memiliki aura suci terbentuk di depan wajah Hunter itu. Pedang yang berada di dalam sejarah dunia supranatural, Pedang yang dimiliki oleh salah satu dari sekian anggota Knight of Round Table, Pedang yang dikatakan kembaran dari Excalibur yang sudah terpecah menjadi 7 bagian. Dan dengan munculnya pedang itu, Langit malam tiba-tiba berubah menjadi siang hari.

Orang itu memegang pedang di depannya dan tanpa di duga bilah pedang itu terbakar.

"This Sword is Reflection of the Sun! Excalibur..." Hunter itu menarik pedangnya dari gerakannya, Terlihat ia akan menebas dalam gerakan horizontal hingga membuat Koneko mundur karena King maupun Queen telah menyelesaikan mantranya. "... Galatine!"

Gelombang api dan juga sihir berwarna merah bercampur dengan percikan petir terlepas. Gelombang api itu membakar semua orang di hadapannya namun sihir merah itu terhenti kala menghancurkan dua kelopak bunga pada perisai yang tercipta di depan Naruto.

"Dengar ini, Demon! Manusia bukanlah makhluk lemah! Manusia bukan hewan ternak! Kami juga bisa melawan! Suatu saat, Disaat manusia bergerak di dalam satu panji, Kami dapat menghancurkan satu fraksi tanpa memperdulikan sebanyak apa korban jiwa selama kami berhasil membalaskan dendam kami. Saat emosi manusia memuncak maka kami dapat bertindak kejam melebihi apapun yang ada di dunia ini. Camkan kata-kata ku!" Dan dengan begitu, Hunter itu pergi menggunakan lingkaran sihir khas penyihir manusia namun mereka tau, kalau itu adalah lingkaran sihir teleportasi yang diajarkan kepada mayoritas Exorcist di Vatikan.

...

...

Rias Gremory, Siapa yang tidak kenal dirinya, Yah setidaknya dibumi dia tidak terkenal. Namun di Underworld, Dirinya adalah sosok putri yang sangat di pandang. Putri dari Zeoticus Gremory dan juga Venelana Bael dan Adik dari Demon King Lucifer. Dan sekarang, Ada seseorang yang berani melukainya seperti sekarang ini?

Luka bakar yang sangat menyengat di seluruh kulitnya diakibatkan pertukaran serangan dengan sesosok manusia yang memiliki pedang suci. Terlebih itu adalah Excalibur Galatine! Dirinya dendam tapi tidak kepikiran untuk membunuhnya. Mungkin ia akan meminta kakaknya untuk mengirim The Strongest Knight untuk melacak dan menangkapnya lalu merubah paksa orang itu menjadi Demon di bawah kekuasaannya.

"Tunggu saja kau, Black Hunter! Aku akan mengubahmu menjadi milikku. Ya, Kau adalah milikku." Ucap gadis itu di serta senyuman. Bukan senyuman bahagia melainkan sebuah senyum yang menunjukkan arogansi dan juga kelicikan yang dimilikinya. Dirinya adalah salah satu dari sekian banyak Demon yang berada di dunia atas dan dirinya sendiri tidak memungkiri jika kelicikan adalah salah satu sifat alami Demon.

"Rias-sama, Kami mendapatkan hasil dari pengobatan Yuuto Kiba." Ucap seseorang yang mengenakan setelan suster. Ya, Rias dan anggota Peerage miliknya sedang berada di rumah sakit milik keluarga Gremory dan semua orang yang bekerja ditempat ini adalah Demon.

"Katakan."

"Peluru yang bersarang di kaki Yuuto Kuba sudah berhasil kaki keluarkan. Peluru itu bukan peluru biasa yang dipakai kebanyakan manusia, Peluru itu adalah peluru khusus. Jika Exorcist menggunakan peluru perak maka peluru ini lebih kuat 10x lipat karena berbahan dasar Platina. Peluru itu juga di rendam di dalam Holy Water yang dicampurkan dengan ekstrak bawang putih dan yang paling parah adalah pada peluru itu terukir bentuk salib." Jelas suster.

"Kesimpulannya adalah orang ini terspesialisasi dalam membunuh, Rias-sama. Vampir, Werewolf, Demon, Fallen Angel, dan masih banyak Eksistensi supranatural yang akan tewas karena peluru ini. Dan sayangnya, Kami tidak bisa melakukan penelitian bagaimana menangani peluru itu. Karena berada di dekatnya saja kami melemah seperti bayi yang baru lahir." Rias yang mendengar itu tersenyum senang. Hasratnya untuk mendapatkan Black Hunter itu semakin besar setelah mengetahui hal tersebut. Manusia yang sangat kuat, Manusia yang dapat mewujudkan senjata dalam sejarah, dan manusia yang dapat membunuh setiap makhluk yang ada di dunia ini.

"Aku akan menghubungi Ajuka Nii-sama dan memintanya untuk meneliti peluru itu. Kirimkan kepadanya."

"Laksanakan, Rias-sama."

Dan begitulah, Eksistensi seorang Black Snow mulai keluar dari kedalaman jurang kegelapan. Black Snow, Red Dragon Emperor, Dan pastinya masih banyak orang yang ada di sisi mereka. Rias tau harus berbuat apa dan dirinya tau harus kemana untuk meminta bantuan namun sayangnya, Dirinya sendiri tidak tau. Tidak tau kalau kakaknya, Demon King Lucifer, Sirzech Lucifer, Merupakan Klien tetap daripada Black Snow.

...

...

Selepas berpindah tempat menggunakan lingkaran sihir teleportasi, Naruto beserta Issei saat ini sedang berada di tengah hutan. Dirinya sendiri mulai memberitahu semua yang ia ketahui tentang Eksistensi supranatural itu pada dasarnya memang nyata.

"Dan untuk mimpimu itu, Itu semua nyata." Ucap Naruto seraya memberikan sebuah ponsel kepada Issei. Di layar ponsel itu tercetak sebuah cahaya berwarna merah yang menjulang ke langit dengan tagline berbunyi "Cahaya merah yang menjadi jalan masuk alien?". "... Itu berasal dari Web yang mencari-cari tentang keberadaan alien. Aku sendiri menyimpan halaman itu dalam data offline dan mengamankannya berharga-jaga kalau pemerintah mencoba menutupi hal tersebut. Dan itu adalah saat kau bangkit."

"Saat aku bangkit?" Gumam Issei.

"Ya, Kau adalah salah satu dari sedikitnya orang-orang beruntung yang mendapatkan anugerah dari tuhan. Apa ingatan terakhirmu saat itu?" Tanya Naruto dan dapat pemuda itu lihat jika Issei sedikit bingung mencerna semua hal yang terjadi di dekatnya. Mulai dari makhluk bersayap hitam yang disebut Fallen Angel, lalu seniornya di akademi adalah Demon, dan Seniornya yang ia anggap sebagai kakak ini adalah Mantan Exorcist dari Vatikan di bawah kuasa Angel Faction.

"Ingatan terakhirku adalah lengan kanan yang mengenakan semacam sarung tangan yang mirip seperti sisik-sisik naga. Lalu apa hubungannya dengan itu?" Tanya Issei dan Naruto memandang wajah pemuda dj hadapannya dengan serius.

"Cih, Sial... Oii Draig! Kau tidak memberitahu partnermu ini tentang Eksistensi mu?" Tidak ada tanggapan. Nihil tanpa hasil. Hingga beberapa menit menunggu membuat Naruto naik pitam dan mengaktifkan Sky Insight miliknya. "Dengar ini naga tua! Keluar dan tunjukkan dirimu atau aku akan menjinakan dirimu seperti seluruh rasmu yang pernah di jinakan Saint Martha! Keluarlah Woii Naga Tua Sialan!" Dengan selesainya ucapan Naruto, Suatu kekuatan aneh merasuki dirinya dan mengeluarkan tekanan energi yang membuat sebuah cahaya berwarna hijau keluar dari ketiadaan sampai-sampai Issei menutup matanya.

'Kuat.' Pikir Issei kala cahaya hijau itu mulai meredup dan dirinya mendapatkan suatu energi aneh yang membuat darahnya mengalir berkali-kali lipat lebih cepat! Penglihatannya semakin menajam dan juga sesuatu yang aneh dimana dirinya sendiri merasakan suatu hasrat yang mana mengatakan kalau dirinya ingin berada di puncak dan menjadi yang terkuat.

Dan saat cahaya itu padam dapat Issei lihat sebuah sarung tangan naga berwarna merah crimson bertahtakan berlian hijau berada di lengan kanannya. ["Hah, Sialan! Tak kusangka kalu memiliki berkat seperti Saint sialan itu."] Suara berat yang tampak menunjukkan kebijaksanaan keluar saat berlian hijau di sarung tangan itu mengeluarkan cahaya kerap-kerlip.

"Hoo... Kalau begitu pilih, Mau hidup sesukamu dan berinteraksi dengan bebas bersama partnermu yang pada dasarnya memiliki ambisi yang sama dengan dirimu atau menjadi boneka yang selalu menuruti keinginanku. Kalau kau memilih opsi terakhir, Aku akan mengubah nama mu menjadi Pochi, Yah lumayan memiliki anjing yan-"

["Bocah sialan! Tentu saja aku memilih opsi pertama, bodoh! Bukannya aku takut kepadamu tapi sepertinya menjadi mentor dari makhluk mesum yang berotakkan gumpalan nafsu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan."] Ucap Draig lalu naga itu berbicara kembali dan kali ini ia berbicara kepada Issei selaku Host dari tempat yang ia tinggal sekarang ini.

["Bocah, Namaku adalah Draig, Salah satu dari Heavenly Dragon. Yah kau sudah mendengar tentang Great War kan? Singkat cerita aku sedang gabut dan mencoba menghibur diri dengan bertarung dengan temanku dan kemudian aku terperangkap di Sacred Gear ini. Sacred Gear milikku memiliki kemampuan untuk menggandakan kekuatan fisikmu setiap sepuluh detik sekali namun ada beberapa faktor sebut saja amarah yang dapat memicu kebangkitan dirimu ini, Pervert Boy."] Mendengarnya sendiri dapat membuat Issei membayangkan sesuatu. Dengan Draig pasti dirinya akan berada di puncak dunia dan-

"Kau pasti berfikir dengan kekuatan Draig kau dapat berdiri di puncak dunia, bukan? Perlu kau ingat kalau setiap kekuatan memiliki ganjaran yang setimpal dalam kasusmu, Beban yang diterima tubuh akan sangat besar dan memakan stamina. Namun tenang saja, Draig akan menjadi mentor mu mulai saat ini. Mendekatlah..." Dan saat Issei mendekat sesuatu seperti aksara sihir membelenggu dirinya. Tubuhnya menjadi lebih berat dari biasanya, Rasanya seperti ada beban seberat 50 kilogram berada di pundaknya. "... Sekarang, Kau harus belajar meningkatkan kekuatan dan juga staminamu. Tubuhmu akan beradaptasi dengan sendirinya karena aku memperbesar efek grafitasi pada tubuhmu. Aku mendapati sesuatu tempat yang memiliki aliran waktu yang berjalan 3x lebih lambat daripada seharusnya, Jadi berlatihlah..." Naruto membuka sihir penyimpanannya dan mengeluarkan sebuah perbekalan sebelum Draig terkejut karena energi yang keluar dari dimensi penyimpanan Naruto membuatnya terhenyak.

"Perbekalan ini cukup untuk 3 hari jadi sampai jumpa tiga hari kemudian, sampai jumpa." Dengan begitu, Sebuah lingkaran sihir menelan Issei sedangkan Naruto pergi meninggalkan tempat tersebut.

'Sampai jumpa dan kuharap kemampuanmu meningkat Issei.'

...

...

Keesokan harinya, Akademi kuoh berjalan seperti biasanya. Orang-orang belajar seperti biasa tak terkecuali Naruto. Namun kala pemuda itu berjalan ke arah keluar kelas, Seorang gadis berambut putih atau silver mencegah dirinya. Dari aura yang dikeluarkan gadis itu Naruto tahu jika gadis itu adalah Iblis dan karena Peerage Gremory hanya berjumlah 4 orang berarti dia berasal dari Peerage Sitri milik ketua osis.

"Apa kau Uzumaki Naruto-senpai?" Ujar gadis itu dan Naruto hanya tersenyum hingga membuat gadis itu blushing.

"Ya, Aku satu-satunya di akademi ini yang memiliki nama seperti itu." Ucap Naruto dan gadis itu kembali ke wajahnya yang datar walaupun di kedua pipinya terlihat bercak merah karena melihat senyuman Naruto.

"Bisa kau ikut aku, Senpai? Kaichou menunggu anda di ruang Osis." Gadis itu berkata demikian namun Naruto hanya diam dan berpura-pura berpikir hingga ia mengeluarkan ekspresi tidak senang.

"Ada apa dengan Kaichou? Aku tidak pernah melanggar peraturan sekolah, Aku tidak pernah bolos, Aku tidak pernah telat ataupun melanggar ketentuan di akademi ini. Untuk apa aku mengikuti mu?" Tanyanya dan sayangnya, Gadis itu menunjukkan wajah tidak suka terhadap dirinya.

"Aku tidak tau apa yang ingin dibicarakan Kaichou tapi ku harap anda bisa mengikutiku, Senpai. Suka atau tidak suka." Ucap gadis itu dan kemudian gadis itu menarik tangan Naruto. Memaksa atau lebih terlihat seperti menyeret Naruto menuju hadapan tuannya.

Saar sampai di ruang Osis, Naruto dapat melihat Ketua Osis, Sona Shitori atau Sona Sitri, duduk di kursi kebanggannya. Naruto sendiri hanya duduk dengan santai tanpa memperhatikan ekspresi wajah orang-orang yang ada di dalam ruangan itu.

"Jadi, Apa yang ingin kau bicarakan denganku Shitori?" Suara yang Naruto keluarkan menunjukkan kalau ia tidak suka dengan apa yang Sona lakukan. Sungguh itu memangkas waktunya, Seharusnya ia sedang bekerja di Cafe dan mendapatkan uang jajan tambahan dari pekerjaannya.

"Bisa kita menunggu Rias, Uzumaki-kun?" Tanya Sona dan ekspresi di wajah Naruto bertambah gelap.

"Asal kau tau aku selalu mencintai waktu. Ku beri waktu lima menit atau aku, senang atau tidak senang, akan memaksa keluar dari ruangan ini dengan cara apapun." Ancaman Naruto membuat Sona meneteskan keringat dingin dan pandangan tidak suka keluar dari seluruh anak buahnya, Jika saja Sona tidak memberikan tanda dari bawah meja mungkin mereka akan menyerang Naruto.

"Maaf membuatmu menunggu, Uzumaki-kun, Sona." Seorang gadis montok berambut merah darah memasuki ruangan tersebut diikuti beberapa sosok manusia dibelakangnya.

"Hufft... Aku tidak paham dengan cara berfikir manusia zaman sekarang, Sungguh! Kalian memaksaku untuk datang ke ruangan ini lalu membuatku menunggu tiga menit empat puluh detik untuk menunggu Gremory datang. Jika saja kau tidak memaksaku datang keempat ini, Aku sudah mulai bekerja." Kata-kata yang keluar dari mulut Naruto sangat tajam dan mengindikasikan ketidaksukaannya kepada semua orang yang ada di dalam ruangan ini.

"... Yah, Pertama dimulai dari gadis berambut putih itu, Jika saja kau langsung memaksaku kemari tanpa blushing layaknya gadis biasa maka kau akan menghemat waktuku sebanyak sepuluh detik. Lalu kedua, Pembicaraan yang tidak perlu memakan waktu tiga puluh detik dan terakhir yang paling memakan banyak waktu adalah datangnya Gremory ke ruangan ini. Sungguh, Apakah kau dan Himejima kesulitan berjalan karena ukuran dada kalian yang tidak normal? Cih! Hentikan masturbasi kalian atau kalian akan mendapati dada kalian tumbuh lebih besar lagi." Dan itulah yang terjadi kala mengundang Uzumaki Naruto menemui gerombolan iblis di ruang Osis.

"Ka-Kalau begitu bisa kita mulai pembicaraannya?" Kali ini Rias yang memulai pembicaraannya dan ekspresi Naruto langsung berubah menjadi sedikit lebih cerah.

"Ini yang aku tunggu sedari tadi. Lain kali jangan berbelit dan langsung To The Point." Mendengar jawaban Naruto yang antusias, Tsubaki Shinra, Yang merupakan wakil ketua Osis mencoba untuk menjamu tamunya namun itu tidak lepas dari observasi Naruto. "... Jangan repot-repot menjamu diriku ini, Shinra. Aku hanya harus tau kita akan membicarakan apa dan aku juga tidak memiliki niatan untuk berlama-lama ditempat ini."

"Ahh... Baiklah, kalau begitu bisa kau beri tahu dimana keberadaan Hyidiu Issei?" Tanya Rias dan Naruto mengeluarkan ekspresi seperti orang keheranan.

"Jujur saja aku tidak tau ala hubunganmu dengan Issei namun sampai-sampai membuat dirimu bertanya tentang keberadaan Issei? Kau pikir aku ini orangtuanya?" Walau untuk Naruto itu terdengar biasa saja namun setiap orang di ruangan itu mengeraskan wajahnya karena ucapan sarkas Naruto.

"Sudah cukup!"

"Rias! Diamlah dan biarkan aku berbicara." Mendengar Sona sampai meninggikan suaranya, Rias paham akan situasi dimana Sona sendiri kesal dan lumayan bijak untuk menyerahkan semuanya kepada orang yang memiliki kecakapan kepada ahlinya.

"Seperti yang dikatakan Rias, Issei Hyodou sudah tidak terlihat selama dua hari bahkan keberadaannya terlihat seperti ditelan bumi. Dan orang yang terlihat berbicara dengannya adalah dirimu saat pergantian jam pelajaran di Roof Top. Jadi apa kau tau kemana Hyodou-kun?" Kala Sona berbicara Naruto tampak marah dan tidak ada tanda-tanda akan bekerja sama.

"Kalian menuduhku, Hah? Aku memang berbicara dengan Issei di Roof Top tapi aku tidak bertemu dengannya bahkan saat istirahat makan siang! Aku pergi bekerja di Cafe selepas pulang sekolah dan beristirahat sebagaimana remaja pada umumnya dan kalian menuduhku, Hah! Lagi pula aku juga tidak peduli dengan ada atau tidaknya Issei, paham?" Amarah Naruto sangat tidak bisa dibendung lagi dan pemuda itu meluapkannya.

Brakkk!

"Susah cukup, Kau harus tau batasan mu!" Dengan meja yang digebrak, Seorang pemuda melancarkan tinju ke arah Naruto. Itu hanyalah tinju biasa, Tinju seorang amatiran bahkan jika dibandingkan dengan Issei orang ini kalah telak yah walau harus ia akui itu tertolong karena pemuda itu sudah menjadi seorang iblis.

Tap... Buagh!

Semua orang terlihat terkejut kala Naruto menangkap kepalan tangan Saji dengan mudahnya bahkan tanpa terdorong sedikitpun dari tempat duduknya. Dan tanpa memberi waktu lagi, Naruto melancarkan serangan ke arah rahang bawah membuat Saji terjengkang ke belakang.

"Apa maksudnya ini? Percakapan kita selesai disini, Gremory, Shitori." Ucap Naruto dan kemudian tanpa penjelasan berarti Naruto berjalan ke arah pintu keluar ruangan Osis dan membukanya namun langkahnya terhenti dan pemuda itu mulai berbicara.

"Asal kalian tau manusia itu tidak lemah! Kami memiliki kemampuan untuk terus bertahan dan berkembang! Dan karenanya, Aku nyatakan kalau manusia bukanlah ternak, Paham? Little Devil?" Dengan kata-kata yang keluar dari mulut Naruto semua orang di ruangan itu mengeluarkan semua apa yang mereka tahan, Amarah dari ras Demon kala mereka dihina dan dipermalukan manusia.

"Wah wah wah... Kalian semua langsung membuka kartu kalian?" Ucapnya dan Sona dengan ekspresi yang tetap tenang mulai berbicara kala Naruto menutup pintu dengan ekspresi yang sangat sombong.

"Jadi kau tau siapa kami sebenarnya, Uzumaki-kun?" Tanya gadis itu dan Naruto hanya tertawa lepas mendengarnya. Sungguh siapa yang bisa membohongi Sky Insight miliknya? Tidak ada!

"Mataku ini sedikit spesial. Kedua mataku dapet membaca aura yang keluar dari setiap makhluk dan aura dari tubuh kalian sangat gelap tanpa bisa di tolong dengan secuil cahaya sekalipun. Dan saat aku bertanya kepada seorang cenayang, Dia berkata kalau makhluk yang memiki aura seperti itu hanyalah Demon dan mulai hari itu aku tau kalau teman yang seangkatan dengan diriku adalah Demon." Ucapnya menjawab pertanyaan dari Sona.

"Jadi, Siapa dirimu yang sebenarnya Uzumaki-kun?" Tanya Sona dan Naruto hanya menjawab dengan kata-kata sarkas yang keluar dari mulutnya.

"Hei? Kau tidak dapat melihat siapa aku? Aku adalah manusia, bodoh!"

Twich...

Sebuah perempatan muncul di kening Sona, Jujur saja sarkas yang keluar dari mulut orang di hadapannya ini sangat tajam. Seakan-akan jika dirinya sendiri selalu menari di telapak tangan pemuda itu.

"Lalu kau berada di fraksi mana?"

"Aku hanyalah manusia biasa, Aku juga terkadang bekerja sebagai Merchenary dengan bayaran satu coin tiap pekerjaannya. Aku bergerak secara Independen, Tanpa aturan karena akulah aturannya! Ahh... Bisakah kalian lebih kompeten? Kau tau akhir-akhir ini aku mendapatkan tugas dari kepolisian untuk menyelidiki tentang kasus kematian di kota Kuoh dan karena aku ini dermawan aku hanya memasang bandrol sepuluh ribu yen tiap pekerjaannya dan Bisakah kalian lebih kompeten dalam menjaga kota ini? Kau tau melelahkan untuk memburu Demon Demon yang lepas dari pengawasan kalian setiap malam." Ujarnya dan kali ini Rias melepaskan sebuah tembakan sihir berwarna merah ke arah Naruto namun pemuda itu hanya menggerakkan lehernya hingga serangan itu tidak dapat mengenai kepalanya.

"Rias! Biarkan saja! Dia adalah warga yang meninta pertanggungjawaban dari kita dan menyampaikan keluh kesahnya." Sona yang melihat serangan Rias tampak sangat waswas karena dirinya sendiri tidak mengetahui sejauh apa kemampuan yang di miliki Uzumaki Naruto ini. "Maafkan aku tentang apa yang dilakukan Rias barusan, Apa kau bekerja secara independen?"

"Yah, Ku rasa aku tidak bisa berbicara lebih banyak. Informasi adalah hal yang paling berharga di dunia ini. Karena kurangnya tapal kuda, Seorang kurir tidak dapat pergi memberikan surat dan berakhir dengan kehancuran. Paham yang aku maksud?" Sona menganggukkan kepalanya dan membuat Naruto tersenyum senang.

"Berapa yang kau mau?"

"Yah, Satu coin setiap informasi yang aku berikan kepada kalian." Ucapnya dan Sona mengangguk mengerti untuk kedua kalinya. Seperti seseorang yang bekerja dan memegang peranan penting dalam jalur keluar-masuk informasi di dunia supranatural, Sona harus diam dan mengikuti permainan yang sudah terlanjur ia mainkan setidaknya jika ia mempunyai masalah dirinya memiliki tentara yang terjamin kualitasnya dari jaringan informasi yang dimiliki Naruto.

"Kalau begitu berikan nomor rekening milikmu dan mulai hitung setiap pertanyaan yang aku tanyakan." Naruto mulai menuliskan nomor rekening miliknya namun bukan bank biasa yang ada di Jepang melainkan bank besar yang ada di negara jauh.

"Union Bank of Switzerland? Baiklah, Sekarang kau pernah bekerja untuk siapa saja?" Tanya Sona.

"Banyak sekali klien yang menggunakan jasaku, Pemerintah beberapa negara, Fallen Angel Azazel, Demon King Lucifer, Seraph Uriel dan masih banyak lagi. Terkadang Goddess of Love dan juga Goddess of Moon meminta jasaku." Jelas Naruto yang sontak membuat Sona terkejut bukan kepalang karena dirinya sendiri tau siapa dua eksistensi diakhir penjelasan Naruto. Goddess of Love, Aphrodite dan juga Goddess of Moon, Artemis, Menyewa jasa pelayanan Naruto? Bahkan kakaknya Rias, Demon King Lucifer, Menyewa jasanya?

"Baik, Lalu kenapa kau sebegitu marahnya kepada kami?" Tanya Sona karena gadis itu sendiri tidak habis pikir kenapa pemuda di depannya ini sangat marah.

"Kau tau? Kasus kematian karena serangan Stray Demon meningkat akhir-akhir ini. Walaupun aku cukup kaya namun dapat aku pastikan jika semakin banyak Stray Devil yang keluar maka semakin banyak aku mengeluarkan dana untuk membeli bahan-bahan amunisi ku. Namun Bisakah pemimpin kalian mengirim Demon yang lebih kompeten daripada kalian?" Yah, Naruto hanya berbicara dengan santai menghiraukan tatapan penuh amarah yang mengarah kepadanya.

"Baiklah, pertanyaan terakhir! Apa kau mau bergabung dengan kami?" Tanya Sona dan Naruto hanya menatap datar gadis itu.

"Aku bangga terlahir menjadi manusia, Aku bangga tumbuh dewasa sebagai manusia dan aku bangga jika aku nanti meninggal dalam tubuh manusia. Tidak terbesit sekalipun kalau aku ingin menjadi bagian dari Three Bible Faction. Karena ini adalah pertanyaan terakhir, Aku undur diri. Akan kutunggu uang milikku, Shitori."

...

...

To Be Continue

...

...

Author's Note :

Hallo semuanya, sehat? Ok, sepertinya disini ada sesuatu yang membuat teman-teman semua bingung tentang kekuatan Naruto.

Jadi gini, Langit itu ada jauh sebelum bumi tercipta dan jadi saksi bisu peristiwa-peristiwa kemanusiaan. Dan disini Naruto sebagai pemilik Sky Insight, Wawasan Langit, Dapat menggunakan seluruh sejarah yang direkam langit untuk ia gunakan. Sejarah disini nggak serta merta harus manusia, Selama itu masuk kedalam sejarah dan maka itu dapat ia gunakan.

Ambil contoh aja Supernova, Ledakan awal yang menciptakan sistem tata surya matahari. Dengan mengandalkan sejarah tersebut Naruto bisa menciptakan ledakan Supernova untuk kedua kalinya namun untuk saat ini Naruto cuma bisa menggunakan sejarah manusia dan sejarah senjata-senjata yang direkam langit dari awal penciptaan.

Entah kalian paham atau tidak aku sendiri bingung bagaimana menyampaikannya. Ku harap kalian semua paham, Ok?

Baiklah sekarang mari ke balasan Review,

Ari Putra Bakati : Semoga Gabriel bisa masuk pair Naruto... Kalo bisa jangan sampai Jeanne atau Mito jadi Harem Issei.

Me : Maafkan aku senpai, Sayangnya aku sendiri sudah memutuskan kalau di Fic ini tidak akan memakai Gabriel sebagai Heroine dan untuk Jeanne atau Mito yang jadi Harem Issei hmm.. Masih saya pikirkan untuk Issei ini.

FF. Agus-kun : Bagus dan kata-katanya juga nyaman dibaca. Lalu ciri-ciri Naruto seperti apa? Rambut kuning atau merah? Untuk saran pair Gabriel? Soalnya Naruto benci iblis jadi saran Malaikat, Segitu aja karena mood lagi kacau. Lanjut ya.

Me : Oya oya oya... Senior ada yang Review disini. Oke senpai, Pada chapter ini kita dapat melihat kalau Naruto memiliki rambut berwarna campuran antara kuning dan orange. Lalu saran pair Gabriel? Maaf senpai, tapi saya tidak menggunakan malaikat itu untuk Fic ini.

Grayfia Uzumaki : Kekuatan Naruto itu Reinkarnasi Heracles ya? Hem Hem konsep yang menarik, Apakah Naruto dan Issei bakalan gabung Hero Faction mengingat mereka sesama manusia yang benci Iblis?

Me : Jadi gini senpai, Naruto itu 100% Manusia dan dengan Sky Insight dia bisa menggunakan seluruh kemampuan manusia-manusia yang sejarahnya terekam oleh dunia. Bahkan nanti ada kalanya saya memakai kekuatan Adam, The First Human, Dengan kekuatan yang ada di dalam manga Record of Ragnarok. Untuk Pair akan aku pikirkan, Mungkin aku akan menjodohkan Naruto dengan Mito hahaha...

Mrheza26 : Next Thor

Me : Kata-kata legend yang terkadang saya sendiri sering pakai. Ya senpai, Ini sudah Update kok terima kasih sudah mau mampir.

Aulshi : Gabriel

Me : Hmm... Maafkan saya senpai, Pair Naruto disini akan saya pilih sebagai manusia.

Sekiranya itu saja yang dapat saya sampaikan,

See you in the Next Chap!

...

...