New Author On Fanfiction Present
...
...
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.
...
...
Summary :
Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...
Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan You Hate This? Simple, Just Out From This Fiction Story!
Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.
...
...
#StayAtHome
[Let's start]
...
...
Chapter 4 :
...
...
Dragon atau Naga, Eksistensi khusus di dunia ini dimana kekuatannya dapat setara dengan penciptanya. Kemampuan tumbuh dengan cepat akan terus meningkat seiring bertambahnya usia mereka, Belum lagi karena usia mereka yang sangat panjang membuat beberapa naga dapat disejajarkan dengan dewa dewi suatu mitologi tertentu.
Disinilah Issei, Tempat antah berantah yang dirinya sendiri tidak tau dimana letaknya. Belum lagi dengan kondisi lingkungan yang sangat memberatkan tubuhnya. Bagaimana tidak? Dirinya sendiri kesusahan bernafas saat berada disini menandakan kalau kadar oksigen yang ada di tempat ini sangat sedikit, Lalu beban yang ada di tubuhnya semakin hari terasa semakin berat, dan yang paling meresahkan adalah munculnya sejumlah portal yang mengeluarkan monster-monster liar yang selalu menyerangnya.
"Draig, Bisa kau katakan kita ada dimana? Aku merasa sudah ada ditempat ini selama sebulan!" Ucapnya dan Draig hanya terkekeh sebelum menjawab pertanyaan Issei.
["Hei Partner, Kenapa kau mengeluh? Bukannya ini menyenangkan kala nyawamu di pertaruhkan tiap detiknya?"]
"Apanya yang menyenangkan bodoh! Kau dan Senior sama saja tidak ada bedanya!" Hei siapa yang tidak panik jika dibelakangnya terdapat ratusan bahkan ribuan monster yang memiliki bentuk seperti seekor serigala mengejarnya! Gerombolan monster itu mengejar Issei dan menutupi daratan dengan jumlah mereka yang terus bertambah seakan-akan mengingatkan kita seperti ombak yang menggulung pantai.
["Kau tau? Saat aku melawan 'God of Bible' saat itu masih berusia 300 tahun dan itu adalah masa-masa kenakalan bagi ras naga dan saat itu aku mendapati sebuah terobosan yang sangat penting! Kuncinya, Kalau kau ingin kuat kau harus menembus batasanmu! Paham? Mungkin itu juga alasan dibalik pelatihan neraka yang orang itu berikan kepadamu."] Mendengar kata-kata Draig, Issei kembali tersadar. Alasan kenapa dirinya ingin pergi ke tempat ini. Benar, Berdiri di puncak dunia dan menunjukkan supremasi dari ras manusia dihadapan seluruh Eksistensi supranatural yang akan ia temui nanti.
"Draig, Gandakan seluruh kekuatan sampai batas tubuhku. Percaya padaku, Aku punya rencana." Ujarnya dan dengan perintah yang ia berikan suara mekanik menggema sebanyak tiga kali dan ia memberhentikan langkahnya. Memutar tubuhnya kala ia melihat makhluk-makhluk itu, Jumlahnya yang banyak membuat Issei sedikit gentar namun...
Buagh... Buagh... Sreet... Tarr...
Kedua tangannya tidak berhenti menyerang, Kedua kakinya tidak berhenti bergerak dan instingnya terasa semakin tajam. Kedua matanya terus menari ke setiap arah untuk menjaga sisi-sisinya agar tetap hidup.
Semangat, tekad dan juga sedikit pencerahan. Itulah yang membuat Issei menjadi dirinya yang sekarang ini dan setelah mengetahui fakta yang terjadi di dunia supranatural membuat dirinya murka. Gerakannya semakin cepat seakan-akan insting naga menuntunnya untuk mendominasi pertempuran hingga...
Syuuuttt... Blarrrr...
Tanpa sengaja ia melepaskan seluruh tenaga yang Draig tingkatkan dalam satu pukulan. Tenaga yang sangat besar dan membuat sebuah ledakan yang terlihat seperti ledakan bom atom di film-film aksi ataupun film dokumenter yang pernah Issei lihat.
'Aku tidak tau sampai kapan pelatihan ini akan selesai tapi jika aku membuat sebuah film bukannya akan bagus? Dragon VS Everybody? Sepertinya seru!'
...
...
Oslo, Norwey
Norwegia, Salah satu dari sekian banyak negara yang menyandang predikat sebagai negara dengan rakyat paling bahagia di dunia. Negara yang menyimpan banyak keindahan alam yang sangat disayangkan jika di tinggalkan saat berkunjung ke negara ini.
Dan disinilah, seorang pemuda yang sedang berada di dalam lift berfikir sejenak. Tugas kali ini sangat menyebalkan karena berkas yang ia terima kurang spesifik. Kenapa dirinya menaiki lift? Tentu saja untuk mencapai Roof top dari gedung ini. Bukan tanpa alasan melainkan untuk melakukan survey karena apa yang ia dapati dari sesama manusia yang bekerja di bidang yang sama, yang ia temui di Deep Web, Mengatakan kalau targetnya akan datang menemui beberapa klien untuk melakukan rapat tidak resmi.
Dan sampailah ia di Roof top, Mengeluarkan sebuah Binocular Telescopic dari dimensi penyimpanannya. Kenapa ia repot-repot menggunakan teropong buatan manusia? Yah, Dirinya sendiri tidak ingin terlalu menggunakan Sky Insight. Tentunya karena beberapa insiden kemarin matanya sedikit berair karena efek samping.
"Hmm... Peter K Hendric, Seorang penyelundup dan penjual senjata ilegal yang memiliki koneksi dan dengan koneksinya itu memilih untuk menjadi anggota dewan di negara ini." Menghela nafasnya lelah, Ia lalu berjalan pergi meninggalkan roof top. 3D Blueprint sudah ia dapati dan puluhan bahkan ratusan rencana mulai tersimulasi di dalam otaknya.
Melangkahkan kakinya ke gedung sebelah yang mana salah satu ruangannya di pesan atas nama seorang Peter K Hendric, Naruto menyamar sebagai seorang petugas kebersihan dan membersihkan ruangan tersebut. Gerakan yang ia lakukan terlihat sangat luwes bahkan setiap kali ia menaruh alat penyadap ataupun menaruh pistol-pistol itu tidak terlihat oleh kamera keamanan.
'Mungkin kali ini adalah tugas terakhirku? Aku akan pergi dan bergabung dengan Human Faction bersama Issei jika dia mau.'
Siang berganti malam, Sebuah siklus duniawi yang selalu berputar seperti biasanya. Siang untuk bekerja dan malam untuk istirahat namun beberapa manusia memilih kebaikannya bahkan ada beberapa yang tidak istirahat sama sekali selama 24 jam. Tak terkecuali untuk Naruto, Dirinya sudah bersiap dengan pakaiannya yang berwarna serba hitam tak terkecuali sebuah topeng yang menutupi identitasnya. Pakaian hitam adalah kodenya, Kode yang ia ambil untuk menunjukkan kalau ia adalah seseorang Assassin, pembunuh bayaran!
Click... Click... Click...
Bunyi klik kala ia memasukkan satu per satu peluru berkaliber 7.62Mm yang dirinya masukkan kedalam Magazine dari senjatanya. Senjata pabrikan Jerman yang ia beli dari salah seorang penjual senjata legal di Amerika.
Click... Creck...
Menaruh Magazine itu ke dalam slot dan menarik kongkang tanpa memindahkan Safety System ke dalam kondisi Fire. Di depannya juga terlihat dua buah senjata berjenis pistol dan juga sebuah Pump Action Gun yang ia cintai. Peluru yang ia gunakan peluru biasa bukan peluru khusus yang ia gunakan untuk memburu eksistensi supranatural.
Tap... Tap... Tap...
Memasukkan semua senjata itu ke dalam box yang berbentuk sebuah gitar dan membawanya menggunakan tas gitar, Ia memulai pekerjaannya. Sudah lelah rasanya ia seperti ini, Puluhan bahkan ratusan manusia ia habisi dan ribuan Eksistensi supranatural ia bantai. Tangannya sudah berbalut darah dan tubuhnya bermandikan darah korban namun ia tidak pernah lupa apa yang ia lakukan.
Berjalan dengan santai dengan tujuan berbaur dengan sekitarnya, Ia membawa peralatannya menuju Roof Top. Mengeluarkan sebuah Hook Gun, Pemuda itu menembakkannya membuat tali sling baja terbentang dengan indahnya. Semua persiapan sudah selesai dan ia mengeluarkan topeng miliknya kala semua peralatan bertengger di tubuhnya. Menarik stock dari Blazer R93 ke bahunya, Ia mulai membidik kepala seorang pria. Seorang pria yang tampak biasa saja dengan wajah polosnya belum lagi kepalanya yang botak.
"Goodbye Peter, Goodbye Oslo and Goodbye Black Snow"
Dorrr...
...
...
Daiki Aomine tidak menyangka jika dirinya tewas tertabrak mobil setelah kelelahan bermain basket. Namun dirinya tidak menyangka jika ia dapat hidup kembali setelah salah seorang seniornya menghidupkannya kembali, Bukan sebagai zombie namun sebagai Demon. Daiki sendiri tidak paham dengan apa yang dimaksudkan! DEMON? Makhluk supranatural yang ditakdirkan terus menerus untuk menggoda dan menjerumuskan umat manusia kedalam neraka sampai Judgment Day terkumandang bagi manusia.
Setelah hidup kembali sebagai iblis terjadi perubahan besar-besaran pada tubuhnya. Matanya semakin menajam lebih tajam dari biasanya, Staminanya meningkat drastis belum lagi kekuatannya bahkan dapat menghancurkan keranjang saat melakukan Dunk dan karena itulah muncul sesuatu, Sesuatu yang lumrah bagi sebagian besar iblis, Salah satu dari Seven Deadly Sins, Pride. Dan kesombongan itu semakin tumbuh kala ia mengetahui jika didalam tubuhnya bersemayam suatu senjata, Senjata yang memuat jiwa dari naga penguasa angin, petir dan juga badai, Sacred Gear nama alat tersebut dan Kirin adalah jiwa naga yang bersemayam di dalamnya.
Akhirnya ia memiliki kekuatan! Dan sekarang ia bisa bertindak layaknya pahlawan guna mendapatkan hati gadis-gadis di akademi ini. Jika saja salah seorang dari Trio Pervert mengintip gadis-gadis yang berganti pakaian maka ia akan membantai mereka semua. Dirinya bersumpah walau tidak harus menggunakan kekuatannya sebagai Demon namun bermodalkan kekuatan fisik dari ras Demon membuat dirinya percaya diri, Belum lagi dengan bergabung di pihak Gremory maka kecil kemungkinannya kalau Kaichou akan memarahinya.
"Rias, Kau yakin dengan orang itu? Kesombongan yang ia miliki sangat tinggi Rias! Manusia yang mengandalkan insting layaknya binatang seperti dia hanya akan mendatangkan keburukan bagi kelompok kita!"
Di markas dari Peerage Gremory, Akeno Himejima dan juga Rias Gremory sedang berdebat. Gadis berambut merah itu susah meminta kakaknya untuk mengirim The Strongest Knight untuk memburu Black Snow, Lalu membayar beberapa kelompok manusia tertentu dari kedalaman Deep Web untuk mencari Issei Hyodou. Dirinya masih memiliki sisa 4 Pawn, 2 Bishop, dan masing-masing 1 Rook dan juga Knight, Dirinya sendiri berharap jika Black Snow maupun Red Dragon Emperor cocok dengan semua bidak yang tersisa.
"Dan terlalu dini baginya untuk mengikuti Rating Game, Jangankan Rating Game dirinya sendiri tidak cukup untuk membantu kelompok ini membatalkan pertunanganmu dengan Raiser!" Ucap Akeno dan secara teknis apa yang Akeno katakan ada benarnya. Rias menghidupkan Daiki Aomine karena dirinya merasakan kekuatan yang sangat besar menguar dsri tubuh pemuda itu namun sayangnya semenjak dibangkitkan Aomine tampak sangat arogan namun itu di tutupi dengan kemampuannya sebagai pemegang Kirin yang berperan sebagai Damage Dealer ataupun Support dalam perburuan mereka.
Swush... Sringgg...
Angin bertiup di dalam ruangan Rias dan sebuah lingkaran sihir berwarna putih bersinar terang menerangi seluruh ruangan tersebut. Lingkaran sihir yang indah bagaikan salju dan menampakkan seorang wanita berambut putih yang tampak sangat sexy.
"Grayfia?" Gumaman kecil keluar dari mulut Rias kala melihat seorang yang merupakan kakak iparnya, atau bisa dibilang istri dari kakaknya.
"Maafkan saya tapi Raiser-sama ingin menemui anda dalam kunjungannya ke dunia atas." Ucap Grayfia dan karenanya itu membuat Rias maupun Akeno terkejut. Raiser Phenex, Seseorang yang dijadwalkan menjadi tunangan Rias akan berkunjung kemari. Sungguh! Rias sangat membenci iblis itu.
...
...
Di suatu tempat yang tidak diketahui apa tempat itu, Seseorang sedang duduk di antara tumpukan makhluk-makhluk yang memiliki penampilan seperti serigala itu. Pemuda itu duduk disana memakan daging salah satu dari mereka semua. Perbekalan yang ia bawa susah habis dan juga semua yang ia lakukan disini sangat penting untuk dirinya jadi selama ia bisa makan ia akan makan dan dirinya sendiri meminum darah dari makhluk-makhluk itu.
[Partner, Kau pernah mendengar tentang 'Dragon Slayer Magic'?] Di tangan kanannya, Sebuah sarung tangan bertengger dengan indah. Berlian hijau yang bersinar redup kala Eksistensi di dalamnya berbicara tampak menjadi suatu penerangan di tempat itu.
"Aku tidak tau apa itu tapi dari namanya bukankah itu sihir untuk membunuh naga? Lalu apa hubungannya, Draig?" Ucap Issei. Issei sendiri tidaklah pintar namun juga tidak bodoh dalam hal akademis tapi sayangnya itu di tutupi dengan ekspresi bodohnya juga karena ia sendiri terhanyut kenakanalan remaja.
[Itu adalah sihir yang diajarkan para naga untuk manusia. Naga adalah makhluk yang berdiri dipuncak rantai kehidupan dan karenanya mereka memiliki banyak musuh tak terkecuali untuk sesama naga. Kau tau? Naga itu memiliki harga diri dan juga iri hati yang lebih parah daripada 'Demon' dan karenanya kami memerlukan seorang agen. Jadi-]
"Jadi pada dasarnya, Para pengguna Dragon Slayer Magic adalah agen yang diajarkan sihir untuk membunuh saingan-saingan naga terdahulu? Kalau begitu kenapa tidak ada satupun Dragon Slayer Magic User yang terlihat saat ini?" Tanyanya. Issei sendiri berfikir apa yang terjadi dengan para Dragon Slayer dan juga kenapa naga-naga masa kini tidak ada yang mau mengajarkan manusia lagi? Bukan bermaksud apa namun dengan Dragon Slayer Magic, Manusia bisa bertahan hidup di dunia yang sekarang ini.
[Jawaban dari pertanyaanmu sangat mudah, Partner. Kapasitas, Itulah jawabannya! Manusia sekarang ini menjadi manusia yang sangat lemah, Lebih lemah dari zamanku hidup. Pada zamanku hidup manusia sangat hebat namun selepas 'Age of God', Kualitas manusia menurun jika manusia zaman dulu itu memiliki nilai 10 maka yang sekarang lebih rendah dari angka 0. Namun untuk senior mu, Dia sangat spesial.]
"Spesial?"
[Ya! Spesial! Dia tidak lemah, Dia juga menyadari potensi manusia dan Dia sadar dengan apa yang terjadi jika manusia tidak ada di dunia ini. Dirinya sangat spesial sampai-sampai Albion, Rivalku, Memberikan sebuah kunci kepadanya. Entah dia sadar atau tidak, Namun kunci itu dapat membuka suatu 'Hidden Utopia' untuk umat manusia dan dia memerlukan kunci terakhir untuk membuka 'Utopia' tersebut.]
Akhirnya Issei sadar, Kenapa Seniornya selalu terdiam dan juga terlihat seperti orang bodoh saat ia melamun. Beban yang dipikul Seniornya itu sangat berat! Bukan satu atau dua manusia namun seluruh eksistensi bernama manusia. Dirinya sendiri tidak paham, Namun ia percaya kalau dengan usaha yang dilakukan Seniornya dapat menunjukkan kalau Kemanusiaan itu masih ada.
"Ya, Itu benar! Humanity Still Exist! Aku yang akan berada di atas semua makhluk di dunia ini akan menggunakan kekuatanku untuk menjadi pelindung kemanusiaan. Selama aku ada aku tidak akan membiarkan kemanusiaan runtuh dan untuk itu Draig..." Kedua mata Issei melirik kearah tangan kanannya. "... Aku sadar aku masih lemah! Aku sadar aku bukan Partner yang hebat! Aku mesum, Aku bodoh, Aku juga memiliki banyak impian namun aksi yang kuambil sangat sedikit namun itu semua karena aku lemah! Aku bersedih, Aku marah dan aku kecewa bahkan aku kecewa kepada tuhan saat mengetahui kalau manusia dieksploitasi makhluk supranatural, namun setelah aku mengetahui hal tersebut aku ingin membalas! Membalas semua perlakuan yang manusia terima! Karena itu, Kumohon! Kumohon bantulah aku! Bantu aku menjadi yang terkuat! Aku bersumpah selama aku masih bisa bergerak dan selama aku masih bisa bernafas, Aku tidak akan membiarkan kemanusiaan jatuh karena 'mereka', Bantulah aku wahai kau Red Dragon Emperor!" Dapat dilihat kalau dari kedua mata pemuda itu sebuah cairan bening keluar. Cairan yang menandakan kelemahan dan dirinya sendiri marah karena ia lemah bahkan semua yang ia katakan dapat membuat sebuah Eksistensi sekelas naga surgawi terdiam.
[Hei Bocah...] Issei terdiam kala mendengar suara itu. Suara yang berat dan juga penuh akan kebijaksanaan. [... Aku tau kalau kau lemah! Kalau begitu tinggal buang saja 'Mindset' dimana mengatakan kalau kau itu lemah. Kalau kau ingin balas dendam kirimkan mereka balas dendam yang bahkan membuat dewa gentar. Ingat! Kau itu laki-laki, Kau sama sepertiku yang memiliki takdir sebagai seorang pemimpin. Jangan menangis bodoh! Aku membencimu!] Seketika gaunlet itu menghilang namun meninggalkan sebuah kristal berwarna merah disana.
[Kau ingin kuat, bukan? Latihlah tubuhmu tanpa kekuatanku! Patahkan seluruh tulangmu, Hancurkan seluruh organmu, Kuras kering darahmu, dan kemudian dengan usahamu sendiri kau akan menjadi seseorang yang berdiri di atas dunia!] Dan dengan begitu, Draig menghilang meninggalkan Issei sendirian. Sendirian di tempat antah berantah bermodalkan kekuatan murni sebagai manusia. Dia tidak bisa keluar tanpa dikeluarkan Naruto, Dirinya sendiri harus selamat dan harus bisa tetap hidup sampai Seniornya itu membuka pintu keluar.
"Sekarang atau tidak sama sekali."
...
...
Author's Note :
Yo, Apa kabar semuanya? Sehat? Ku harap seperti itu.
Dan di chapter ini, Naruto mulai menunjukkan tanda-tanda kalau dirinya sendiri akan pensiun sebagai Assassin. Dirinya juga akan bergabung dengan Human Faction dan apa itu Human Faction? Lihat saja di beberapa chapter yang akan datang.
Lalu Issei, Si Sangeryutei satu ini mulai melakukan latihan-latihan berat dan untuk apa yang dikatakan Draig, Itu hanyalah kiasan dimana ia harus berlatih lebih keras dari siapapun atau haruskah aku membiarkan Issei sampai berdarah-darah dalam pelatihannya?
Dan di Peerage Gremory, Daiki Aomine yang akan menggantikan Issei dari Canonnya. Chara dari Kuroko no Basket ini memiliki sacred gear dari Five Dragon King, Kirin.
Sepertinya hanya itu saja? Maaa... Ayo kita bahas Review kali ini.
Anti-Weeabok Faction : Next Thor... Legend emang nih kalimat XD... Moving On, Chapter 2 dan 3 sangat menarik, Disini juga dijelaskan kalau Naruto gak terlalu bergantung dengan Sky Insigjt miliknya. Ditunggu chapter berikutnya.
Me : Hahahaha... Memang begitu, Senpai. Yah ini sudah dilanjut, Memang aku sendiri tidak terlalu mengandalkan kekuatan yang ku berikan selaku Author tapi terima kasih senpai.
Alexander Nicholas : Jujur, Frist Impression-kun adalah 'Kok Mirip'? Jujur, Saat aku baca chapter 1, banyak yang mirip dengan salah satu FF yang aku buat. Tapi aku nggak marah, Bagaimanapun kesamaan yang ada di FF ini dengan punyaku adalah Masa lalu Naruto dan beberapa alur dialog. Tapi jujur saja pembawaan Ceritamu lebih bagus daripada punyaku jadi... Lanjutkan bro! Lanjutkan karyamu. Tidak masalah jika kau terinspirasi, Selama kau tidak plagiat, It's okay to you. Lanjutkan sampai tamat
Me : Hei hei hei... Senior yang lumayan terkenal di dunia Fanfiksi mampir dong haha. Yah, Saat aku baca Fic mu yang berjudul Child of Gilgamesh, Aku sendiri berfikir 'Kok bisa cokkk!' Yah, mau bagaimanapun fanfic ini bukan plagiat ataupun terinspirasi. Tapi yah, Aku sendiri heran karena bisa sama. Tapi terimakasih atas semangatnya senpai, Kalau aku sendiri tidak memiliki kesibukan aku akan update terus sampai tamat. Sekali lagi, Terimakasih.
Yonopo : Kalau manusia, Lavinia aja thor
Me : Lavinia kah? Onee-san Handy idola gw nih. Mungkin bakal gw ambil dah kalau gw minat tapi gw liat dulu hasil Review buat Heroine sebagai voting. Tapi Thanks masukannya, Senpai.
Ari Putra Bakati : Di tunggu ficnya Thor, Semangat nulis nya
Me : Ya udh update nih, Senpai. Thanks dah update.
Aulshi : Nah kan gini Nari yang Badass mantul kan. Cuman diantara setan, Lebih suka cara berfikir Sona yang lebih rasional daripada si dada melon Rias. Kalo dari Fraksi Manusia boleh dong kasih Mayumi Saegusa, Cantik tuh hihi.
Me : Nah saya juga setuju dengan senpai. Dan untuk Mayumi mungkin nanti aku masukan di bagian Human Faction sebagai asisten Naruto? Ya, Aku sendiri belum memikirkannya.
Xenovia Uzumaki : Wahh... Semakin lama semakin terbuka tentang identitas dan hal yang menyangkut Naruto. Dan ini sedikit terinspirasi dari Author Riesa gk ya, Soalnya kakak Riesa semua ceritanya nolak jadi bagian supranatural. Tetap saran pair Xenovia hahha... Next Kakak.
Me : Ya begitulah senpai. Terinspirasi ya memang sedikit tapi dia lebih bagus senpai berbeda dari Author kacangan seperti saya Hiks... Hiks... Hikss..
Guest Account : Pekerjaan jadi assensi tidak pandang bulu targetnya maupun iblis malaikat jatuh dewa vampir
Me : Ya, Maaf senpai. Disini Naruto jadi Assassin, Mungkin anda typo :V tapi Terima kasih sudah mau Review disini
Karena terlalu bahyak Review saya sendiri cape membalas semua Review nya, Tapi terima kasih sudah memberikan masukan dan untuk voting heroine mari kita lihat.
Xenovia : 3
Lavinia Reni : 3
Sekian terima kasih, Salam dari saya
See You in Next Chapter
...
...
