New Author On Fanfiction Present

...

...

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.

...

...

Summary :

Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...

Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan You Hate This? Simple, Just Out From This Fiction Story!

Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.

...

...

#StayAtHome

[Let's start]

...

...

Chapter 5 : I'm Back Lil'Shit

...

...

Oslo, Norwey

Ibukota negara Norwegia, Oslo. Disana seorang pemuda sedang terlihat mengemasi barang-barangnya dan beberapa senjata miliknya ia masukkan kedalam Dimensional Space miliknya. Setelah dirasa tidak ada yang tertinggal pemuda itu melangkah ke arah pintu keluar dan memasuki lift menuju lantai bawah.

Mengenakan pakaian berupa kaus berwarna putih berbalut dengan jaket berwarna hitam membuat pemuda itu tampak sangat mempesona. Celana denim panjang dan juga sneakers membuat pemuda itu tampak modis belum lagi dengan backpack dan juga sebuah topi yang menutupi rambutnya yang berwarna kuning.

Setelah berbincang singkat dengan resepsionis, Pemuda itu, Naruto, Keluar dari hotel. Langkahnya sangat pelan seakan-akan menikmati pemandangan kota Oslo ditemani sebatang rokok ditangannya. Namun ekspresi di wajahnya seketika berubah sesaat setelah Sky Insight miliknya aktif secara tiba-tiba. Seseorang sedang mengikutinya! Bukan manusia melainkan Demon karena dari aura yang dikeluarkannya terlihat sangat gelap.

Langkah kakinya menjauh dari kepadatan kota dan berjalan-jalan hingga Naruto menemukan sebuah gedung tidak terpakai. Gedung yang merupakan salah satu dari proyek yang ditinggalkan dan berakhir mangkrak di pinggiran kota Oslo. Dirinya sendiri tau tentang siapa yang mengirim Demon yang mengejarnya, Rias Gremory. Mengabaikan hubungan baik antara Naruto dan juga Sona yang mana berakhir sebagai Seller dan juga Consumen, Rias akan berakhir untuk merekrut dirinya kedalam bidak Demon mengingat Rias sangat keras kepala dan mau menang sendiri. Ada baik dan buruknya membuka identitas sebagai Dark Civilians di depan bangsa Demon, Apalagi dihadapan dua orang yang merupakan adik dari Demon King.

"Ternyata kau disini, Uzumaki Naruto. Melihat dari tempatnya sepertinya kau sudah tau siapa aku dan juga tujuanku, kan?" Ucap sosok itu namun Naruto tampak tidak peduli. Sky Insight miliknya aktif dan di dalam otaknya mulai membuat proyeksi Katana di depan wajahnya. Katana ditangan kanannya dan sebuah Desert Eagle di tangan kirinya, Dirinya siap melawan sosok di belakangnya.

'Dari tebalnya aura, Aku yakin ia bukan sekedar Demon kacangan. Mungkin saja salah satu dari bidak milik Demon King Lucifer? Yah, Tidak menutup kemungkinan kalau Demon ini salah satu dari bidak Lucifer.' Dirinya sendiri mulai waspada terhadap musuh kali ini. Tekanan yang ia rasakan tidak main-main seakan-akan kembali berhadapan dengan masternya, Vasco Strada. Walau jika dibandingkan Demon yang satu ini tidak akan ada gunanya melawan The Gramps.

Saat ia melihat kebelakang seorang pria sedang berdiri dengan Katana yang masih ada di sarungnya. Pria itu tampak sangat santai dan seakan-akan ia tau kalau dirinya akan sangat mendominasi pertarungan kali ini dan Naruto sadar akan hal tersebut.

Sringgg...

Suara gesekan besi memekakkan telinga kala pria itu menarik Katana dari sarungnya dan mulai memperkenalkan dirinya sendiri.

"Namaku adalah Okita Souji, Kapten unit pertama Shinsengumi, Mungkin aku tercatat meninggal karena TBC namun sayangnya itu salah. Aku menjual jiwaku dan menjadi budak dari Lucifer saat ini. Aku sendiri tidak ingin melawan dan menyeret dirimu untuk menghadap Lucifer-sama namun aku tidak punya pilihan lain..." Ucap Okita yang mulai menyiapkan kuda-kudanya. Kuda-kuda yang tampak sangat kokoh cocok untuk orang yang mendapatkan julukan jenius saat masih muda.

Swushhh...

Okita langsung melesat dari tempatnya dan kurang dari sedetik berada tepat dihadapan Naruto yang tidak sempat bereaksi karena kecepatan Okita meninggalkan luka yang lumayan dalam di bahu kanannya.

'Sial, Ku kira siapa ternyata The Strongest Knight. Kalau begitu...'

Melihat Okita yang masih terdiam menunggu respon Naruto, Naruto tidak mau tinggal diam dan memanggil salah seorang pejuang dari tanah Jepang. Seseorang yang berhasil menyatukan Jepang, Spirit dari orang yang dijuluki Demon King of Sixth Heaven, Seseorang yang memiliki kapabilitas dalam menggunakan pedang dan juga pistol. Luka-lukanya mulai sembuh, rambutnya tampak memanjang dan sebuah seringai terpatri di wajah pemuda itu.

"Hoo... Akhirnya kau serius anak muda." Ujar Okita kala melihat perubahan aura pada tubuh Naruto. Dirinya sendiri mulai membuang sikap santainya dan mengambil posisi bersiap, Sebagai seseorang yang disebut sebagai jenius dirinya sendiri tidak pernah merasa berada di posisinya saat ini. Seakan-akan medan perang dari Era Sengoku yang sering ia dengar dulu berada dihadapannya.

"Three Thousand Worlds : Three Line Formation." Bersamaan dengan ucapan Naruto, Muncul ribuan Flintlock yang membentuk sebuah formasi di hadapannya. Itu adalah serangan yang berasal dari anekdot dalam sejarah dimana Nobunaga membuat tiga baris pasukan pemegang Flintlock yang bahkan dapat meruntuhkan pasukan Cavalery milik Keshogunan Takeda. Serangan itu memaksa Okita berada di posisi bertahan dan terus menerus menangkis ratusan bahkan ribuan peluru tiap detiknya.

"Nikmati hadiah kecilku dan selamat tinggal." Ucapnya kala ia melemparkan sebuah tabung berwarna hitam dan berakhir mengeluarkan kilatan cahaya yang membuat mata Okita menjadi buta untuk beberapa saat dan karenanya hujan peluru membanjiri tubuhnya.

"Anak yang sangat berbahaya... Cuih..." Ini adalah pertama kalinya untuk Okita kalah di medan perang terlebih melawan seorang bocah kemarin sore. 'Strategi yang sangat mulus dimana bocah melemparkan Flashbang untuk membuatku buta dan menghujani tubuhku dengan peluru khusus miliknya. Sial, Anak ini bukan anak biasa seakan-akan ia terlahir hanya untuk membunuh. Aku harus melaporkan ini pada Sirzech-sama! Jika anak ini tidak dikendalikan dengan cepat maka ia akan menjadi ancaman paling berbahaya dikemudian hari.'

...

...

Itu bukanlah sebuah daratan, Itu lebih terlihat seperti medan perang kala tumpukan ribuan bahkan mungkin jutaan mayat menghiasi dataran tersebut. Bau khas darah mengambang di udara, Sungai darah terlihat mengalir dimana-mana dan disana berdirilah seorang pemuda. Pemuda itu terlihat hanya berdiri termenung namun kedua matanya tidak pernah berhenti bergerak.

Inilah pelatihan neraka yang dijanjikan Seniornya dan juga sosok naga yang mendiami tubuhnya. Hyodou Issei hanya bisa berdiri dalam diam di tempat itu. Sudah sebulan ini Draig tidak menunjukkan dirinya dan jika diingat dari percakapannya dengan Naruto maka didunia nyata dirinya sudah menghilang selama sepuluh hari atau lebih? Ya, Issei sendiri tidak peduli karena ditempat ini tidak ada sesuatu yang menunjukkan waktu sama sekali. Seniornya berkata kalau ini adalah suatu tempat yang memiliki arus waktu paling lambat di bumi dan cocok untuk berlatih karena dekat dengan celah antar dimensi.

Tap...

Seketika Issei terkejut kala bahunya di sentuh dari belakang dan mengepalkan tinjunya yang seketika terbalut api. Namun itu berhenti kala ia melihat seseorang, Orang yang menyelamatkan dirinya serta menunjukkan kalau eksistensi supernatural itu nyata. Orang yang mengemban harapan seluruh manusia dan orang yang ingin menyuarakan kesetaraan antara manusia dan juga makhluk supernatural.

"Seni... or..." Dengan begitu, Dirinya bisa beristirahat dan pingsan di dekapan seniornya. Dirinya lelah dan dirinya sendiri tidak ingin mati di tempat ini hingga meningkatkan kinerja otaknya untuk tetap terjaga selama sebulan penuh di tempat ini dan akhirnya ia bisa beristirahat.

"Ya, Istirahatlah Issei. Karena kita tidak atau apa yang akan terjadi setelah sepuluh hari kau dan aku menghilang." Ucapnya dan menghilang dari tempat tersebut namun dirinya sendiri tidak tau kalau ada sebuah susunan batu yang bersinar redup saat pemuda tiba di tempat tersebut.

...

...

Today, Kuoh Academy, Kuoh, Japan

Semua berubah namun yang paling mencolok adalah seseorang yang terlihat bergabung dengan Occult Research Club milik Gremory. Yah dirinya sendiri tidak peduli karena setiap manusia memiliki pilihan masing-masing juga memiliki hak untuk memilih.

Hidup itu tentang pilihan

Setiap pilihan yang kau ambil berpengaruh pada kehidupanmu

Dirinya selalu percaya akan hal tersebut. Maka dari itu dirinya sendiri tidak menunjukkan adanya perasaan tidak senang untuk setiap manusia yang menjadi budak Demon, Hanya pandangan kasihan dan juga senyuman miris yang terkadang ia keluarkan kala berbincang dengan salah satunya.

Kali ini Daiki Aomine, Anggota Basket Club, Dan salah satu dari manusia yang berada dibawah pengawasan Naruto. Namun sayangnya kala ia berhadapan dengan tugas tidak seorangpun menggantikan dirinya untuk mengawasi manusia-manusia itu dan satu orang lagi, Asia Argento, Salah seorang hamba tuhan dari Vatican yang diusir karena menyembuhkan Demon. Miris rasanya karena Asia adalah orang yang dekat dengan salah satu adiknya.

Demon tetaplah Demon, Angel tetaplah Angel

Tidak akan ada yang berubah. Kebaikan dan juga keburukan selalu berkesinambungan dan tidak akan pernah terlepas. Semua itu ada didalam manusia, Makhluk yang unik dimana ada kalanya ia memiliki kebaikan yang bahkan membuat Angel iri dan ada kalanya ia memiliki keburukan yang bahkan melebihi Demon.

Arah matanya melirik ke arah bawah kala ia sendiri sedang di Rooftop. Issei, Sedang berjalan ke arah gedung sekolah lama dan melihat itu dirinya sendiri tertawa. Siapa orang bodoh yang ingin mengusik Heavenly Dragon? Jawabannya tidak ada kecuali untuk Demon keras kepala sekelas Rias Gremory.

"Jadi langsung ke intinya saja, Issei kau ingin bergabung dengan kami?" Sungguh Naruto tertawa saat melihat apa yang dilakukan Rias. Menanyakan apakah Issei dan Draig ingin bergabung dengan Demon Pillar adalah hal terkonyol yang pernah ia alami selama ia hidup. Naga adalah makhluk yang paling keras kepala di dunia, Belum lagi harga diri mereka yang sangat tinggi.

"Kau memintaku untuk bergabung dengan kalian?" Kali ini Issei hanya duduk dengan santai, Tidak ada pandangan mata yang jelalatan mencari kesempatan memandang payudara gadis ataupun yang lainnya. Issei yang ini berbeda, Dia serius, Cepat tanggap, dan lugas. Pertarungan demi pertarungan membuat otaknya bekerja 10x lebih cepat daripada manusia biasa dalam memprediksi apa yang akan terjadi. Jika manusia biasa hanya melihat satu kemungkinan di setiap tembakan maka Issei dapat melihat sepuluh kemungkinan pada peluru yang keluar dari sebuah senjata.

"Aku bisa membe-"

"Tidak perlu, Aku sudah memiliki uang. Aku sudah kekuatan dan untuk perempuan siapapun yang mau denganku akan ku pinang setelahku lulus. Dan untuk pertanyaanmu, Aku menolaknya! Aku bangga terlahir sebagai manusia dan aku ingin mati sebagai manusia. Percakapan selesai, Sampai jumpa." Ucapnya namun saat ia mulai mengangkat bokongnya, Sebuah bilah tajam menyentuh lehernya.

"Aku tidak meneri-"

"Ya ya ya, Kau tidak menerima penolakan, bukan? Andai kau tau, Kau salah jika menggunakan kekuatan untuk melawan Red Dragon Emperor!" Seketika pupil di mata Issei berubah menjadi layaknya hewan predator dan hawa intimidasi yang sangat besar menghantam semua orang disana, Bahkan untuk Daiki saja yang menjadi wadah dari Five Dragon King, Kirin, Merasa tertekan saat berhadapan dengan Issei.

"Rias Gremory! Aku, Hyodou Issei, Akan selalu berada di sisi kemanusiaan atau kau akan mendapatkan siksaan yang paling hina dan karenanya kau tidak akan pernah mau hidup! Percayalah kepadaku, Kau mengusikku lagi dan kau akan tau akibatnya." Ucap Issei kala ia berada di daun pintu dan meninggalkan ruangan Rias.

"Heh, Lumayan Issei... Seperti itulah naga yang sebenarnya! Kau dan Draig sudah memiliki koneksi tersendiri. Walaupun Vali, White Dragon Emperor, Adalah Demi-Demon kau tidak akan kalah karena memiliki Dragon Slayer Magic. Siapa yang menyangka jika Draig sudi membiarkanmu menggunakan Dragon Slayer Magic, Setidaknya itu cara naga tsundere itu menunjukkan perhatiannya kepada hostnya." Ujarnya dengan senyuman bangga menghiasi wajah Naruto. Namun senyuman itu menghilang kala merasakan entitas Demon yang berjalan mendekatinya dari arah pintu masuk Rooftop.

"Ada yang bisa ku bantu, Sitri?" Tanyanya kala pintu masuk terbuka dan menampilkan seorang gadis bermata lavender yang diam memandangnya.

"Ada informasi disekitaran Kuoh?" Tanya gadis itu, Jujur saja setelah Naruto pulang dari tugasnya di Norwegia, Sona selalu membeli informasi dari Naruto. Walaupun harganya mahal namun ia tidak pernah mengecewakan pelanggannya.

"Ada satu, Di pesisir timur Kuoh ada sebuah hutan dan disana terdapat monster yang sepertinya meneror warga..." Ucap Naruto kala ia memberikan sebuah foto yang menunjukkan monster tersebut. Monster yang memiliki tubuh besar layaknya beruang namun memiliki ekor seperti kalajengking, dan juga kepalanya seperti kepala banteng. "... Monster itu Chimera, Dari informanku, Monster itu terdiri dari beberapa makhluk hidup. Tubuh beruang, Ekor kalajengking, Kepala banteng, dan Darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah naga. Aku bisa saja melawannya namun itu bukan tugasku, bukan?"

"Hanya itu?"

"Ya hanya itu, Aku tunggu pembayarannya. Sampai jumpa." Ucapnya dan menghilang di tangga sekolah.

...

...

Keesokan harinya, Semua murid berlibur karena hari ini adalah hari pertama Weekend atau hari sabtu. Hanya beberapa murid yang bersekolah karena kegiatan Clubnya termasuk Daiki dan juga Issei yang memiliki kegiatan di Club basket. Yah, Setelah berubah Issei mulai mengikuti Club basket untuk melatih fisiknya dan karena itu juga beberapa siswi terkadang datang hanya untuk menyemangati Issei.

Namun di balik sorak sorai semua orang untuk Issei, Ada seseorang yang hanya diam. Daiki Aomine, Setelah kejadian di ruangan Rias dirinya sendiri tidak bisa untuk berkata-kata. Kekuatan itu, Apa itu sungguh kekuatan manusia yang katanya ras terlemah? Jika benar, Apakah pilihan yang dirinya ambil itu salah?

[Kau tidak akan bisa mengalahkannya, Percaya kepadaku]

Sebuah suara bergema di dalam kepalanya. Kirin, Sang penguasa badai dan juga guntur berani berkata demikian? Dirinya adalah naga dan naga yang mendiami tubuh Issei juga dari ras yang sama kenapa ia harus takut?

[Naga itu adalah naga yang berani mengacau di Great War, Naga yang mencuri prinsip dominasi milik tuhan! Kau pikir dengan kekuatan penuhmu kau dapat melawannya? Tidak! Bahkan dengan mengorbankan eksistensimu sendiri kau tidak akan pernah mengalahkannya. Manusia itu sudah bukan manusia, Dia adalah makhluk yang aneh.]

"Kenapa aku harus takut dengannya, hah!"

[Tataplah matanya dan kau akan tau.] Ucap naga itu. Entah kenapa rasa takut membuat dirinya sendiri terdiam, Seakan-akan dirinya hanyalah manusia dihadapan sebuah monumen yang tingginya tidak main-main. Berada di depan Issei saja membuatnya merasa sangat rendah dan dirinya sendiri tidak terima karena hal tersebut. Daiki memberanikan dirinya menatap mata Issei kala pemuda itu sedang termenung. Namun...

Degg...

Perasaan yang sangat menyesakkan dadanya menghantam. Itu adalah tatapan mata dari predator yang berdiri diatas semua rantai makanan, Tatapan dari manusia biasa yang terkenal sebagai eksistensi terlemah di dunia. Namun kenapa? Kenapa dirinya merasa takut karena hal tersebut? Dirinya adalah Demon belum lagi memakan 4 buah bidak di dalam Evil Piece milik Rias namun saat dirinya melihat Issei, Dirinya sendiri merasa sangat rendah.

"Sial." Hanya mendecih dan mengeluarkan sumpah serapahnya dan meninggalkan lapangan yang dapat Daiki lakukan sekarang. Menjauhi sesuatu yang tidak dapat dilawan adalah hal yang biasa bagi makhluk hidup atau sebut saja suatu insting bertahan hidup.

"Kenapa orang itu?" Bersama dengan Issei, Pemuda itu hanya bertanya-tanya kenapa gelagat yang dikeluarkan Daiki sangat aneh. Seniornya itu, Dalam Club Basket, Sepertinya ketakutan padahal dirinya sendiri hanya ingin hidup damai walau dirinya sendiri tidak ingin mencari gara-gara dengan Demon di sekolah ini kecuali mereka duluan yang memulai.

"Daiki Aomine, Pemegang Sacred Gear The Thunder Emperor, Salah satu dari Five Dragon King. Lalu, Genshirou Saji, Tak kusangka Saji juga memiliki Dragon Type Sacred Gear..." Ucapnya, Dirinya sendiri memiliki tugas dari seniornya, Naruto, Untuk mengawasi manusia-manusia di sekolah ini yang memiliki potensi besar untuk menggetarkan dunia supernatural. Kali ini misi berubah untuk menjadi prekrutan jika target pengawasan tau akan Eksistensi supernatural, Selama itu memiliki darah manusia yang mengalir di nadinya dan memiliki kecintaan terhadap kemanusiaan maka Issei harus merekrut mereka tanpa adanya paksaan kalau menolak. "... Tojou Basara, Nefhilim, Dalam dirinya terdapat darah dari tiga ras, Angel Demon Human. Lalu, Ada Tohsaka Rin dan juga Emiya Shirou, Dua orang yang aku curigai memiliki sihir di dalam tubuh mereka. Dan terakhir, Ada murid pindahan dari Indonesia dengan nama Ryuu. Empat target yang harus aku awasi dan rekrut jika mereka mau."

"Oii Issei sedang memikirkan apa?"

Sebuah suara mengintrupsi pendengaran Issei kala ia sendirian di pinggir lapangan. Seniornya, Uzumaki Naruto, Sedang berdiri dengan senyuman di wajahnya dan juga dua buah botol kopi dingin di tangannya.

"Tidak ada, Hanya tugas yang kau berikan kepadaku saja yang sedang aku pikirkan senior." Jawabnya kala ia mengambil sebotol kopi dingin yang disodorkan kepadanya dan dapat ia lihat kalau seniornya hanya tersenyum tulus. Sangat jarang dirinya melihat seniornya ini tersenyum karena setiap hari yang dipikirkan hanyalah cara agar manusia hidup sejajar dengan makhluk supernatural.

"Jangan terlalu dipikirkan, Santai saja. Aku tidak ingin orang yang sudah ku anggap adik sendiri menjadi sakit karena tugas yang ku berikan haha..." Ucap Naruto yang diakhiri tawa hambarnya. Mendudukan bokongnya pada kursi dan meminum kopi dingin di tangannya, Kedua tangannya dengan telaten menghidupkan rokok untuk menemani kopinya. Ini hari libur dan karenanya gurupun tidak melarang murid untuk merokok di lingkungan sekolah dengan catatan tanpa memakai seragam seolah.

"Kau menganggapku adik mu?"

"Kenapa? Hubungan kita kurasa sudah seperti kakak-adik. Tugas adik adalah mencari masalah buat kakaknya dan tugas kakak adalah menyelesaikan masalah yang dibuat adiknya. Dan kau sebagai seorang Trouble Maker, Cocok untuk peranan tersebut." Ucapnya dan Issei hanya cuek karena pada dasarnya apa yang dikatakan Naruto ada benarnya. Hei, Dirinya sendiri sudah mulai mengatasi masalahnya sendiri semenjak Draig mempercayakan Dragon Slayer Magic kepada dirinya.

"Malam ini ada pertemuan Human Faction di Inggris. Kau mau ikut?" Tanya Naruto dan Issei hanya menatap Naruto dengan wajah bingung. Jujur saja, Apa itu Human Faction dirinya sendiri tidak tau apa itu. Fraksi Manusia? Apa manusia benar bisa melawan makhluk supernatural walau tanpa sihir sekalipun?

"Kau pasti bingung, kan? Yah, Singkatnya Faksi Manusia ini berisi Organisasi-organisasi yang berjuang untuk melawan makhluk supernatural. Baru ada beberapa organisasi di dalamnya dan disana juga terdapat teknologi-teknologi yang tidak ditunjukkan ke muka publik. Jadi bagaimana? kau mau ikut?"

"Tentu saja, Aniki. Kemanapun kau pergi aku akan pergi karena aku adalah adik mu!" Mendengar jawaban spontan Issei membuat Naruto termenung. Adik? Sudah berapa tahun ia tidak bertemu dua orang yang merupakan adik kandungnya? Entahlah dirinya sendiri tidak bisa berkata demikian namun rasanya sangat rindu kepada adiknya, Apalagi The Little Red yang perlu perhatiannya sebagai sosok kakak tertua.

"Adik, kah?"

...

...

Vatikan, At the same time

Vatikan sedang dalam kekacauan kala 3 pecahan Excalibur tercuri dari gereja terbesar di dunia itu. Para Hunter di panggil pulang, Guardian Knight dan juga Palladin pergi mencari info dan akhirnya mereka mendapatkan informasi kalau pecahan Excalibur itu terdampar di Jepang, tepatnya Kuoh.

"Xenovia Quarta, Shidou Irina, Uzumaki Minaka dan juga Uzumaki Mito. Kalian diperintahkan untuk membawa pulang pecahan Excalibur yang dicuri dari gereja. Lokasi terkini mengatakan kalau pecahan Excalibur itu ada di kota Kuoh, Jepang..." Ucap seorang pria tua yang mana merupakan salah satu dari sekian petinggi gereja di Vatican. Pria itu mengenakan pakaian layaknya pendeta biasa dengan menekankan nuansa serba putih bercorak merah di beberapa bagian. Kemudian pria itu melanjutkan kalimatnya dengan membaca sebuah kertas perintah ditangannya. "... Dan sebagai Secondary Mission kalian, Jika kalian bertemu dengan 8173th Heretic kalian diperbolehkan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk membawanya pulang untuk di adili. Paham?"

"Paham, Bapa!"

"Apa gereja tidak punya panggilan lain selain nomor 8173, Hah! Dia adalah kakakku walaupun dia Heretic! Aku yakin ada suatu hal besar yang disembunyikan dan saat aku tau hal tersebut aku akan pergi bersama dengan kakak! Camkan kata-kataku!" Seketika semua orang di ruangan itu menjadi diam kala seorang gadis berusia 15 tahun menatap wajah pria tua di hadapannya seakan-akan sedang menatang mereka semua. Menatang seluruh Vatican dan saat kau menantang Vatican maka kau juga akan menantang seluruh Fraksi Malaikat namun tidak ada ketakutan di mata gadis belia itu.

"Kematian kedua orangtua kami, Kepergian Kakak, dan juga Perasaan aneh tiap kali aku berdoa di gereja. Ada yang aneh dengan dunia ini." Ucap gadis itu dan dia Melangkahkan kakinya keluar dari gereja meninggalkan tiga orang gadis yang masih setia dengan posisi mereka.

"Minaka, Umm... Maksudku Jeanne, Bisa kau tenangkan adikmu? Aku tidak tau apa yang terjadi jika semua Cardinal ataupun Paus mendengar apa yang di ucapkan gadis kecil kita. Dan Jeanne, Kali ini kau yang memimpin. Laksanakan!" Seketika mereka semua pergi dari gereja itu meninggalkan seorang Cardinal yang hanya tersenyum.

"Tak lama lagi, Gereja dan juga Three Faction akan merasakan akibat dari apa yang mereka lakukan."

Kala ketiga cahaya tau akan kegelapan dunia

Kala ketiga cahaya itu bersatu untuk menumpaskan kegelapan

Avalon akan keluar untuk melindungi manusia

Merah dan Putih adalah kunci

The Judgment akan mengadili

The Saintess akan mengasihi

Namun hanya dua diantara ketiganya yang akan bertahan

Saat salah satunya tiada

Sisanya akan mengamuk

Dan saat itulah

Awal baru akan dimulai

Awal dimana hanya ada manusia yang mendominasi dunia

-Old Manuscript of Dark Tide, 1276-

...

...

To Be Continue

...

...

Author's Note

Hallo kembali lagi bersama dengan saya.

Di chapter kali ini, Aku memberikan beberapa Clue dan kalian bisa menebak bagaimana berjalannya story ini.

Mungkin diantara kalian akan ada yang bertanya seperti ini :

"Thor, Kenapa Naruto gk pakai Spirit Okita Souji aja? Jadi Okita lawan Okita, gitu"

Ya, Gw juga maunya gitu tapi entah kenapa malah kepikiran Nobu saat gw buat kerangka nih Fic. Dan gw orangnya terlalu males buat ngubah kerangka berkali-kali dan gw juga yakin kalau kalian semua pada kecewa sama adegan fightnya, kan? Gw Cuma ngasih tau jangan berharap banyak untuk scene fight karena gw sendiri emang kurang buat scene fight aowkaowkaowk.

Dah lah, Kek nya Cuma itu aja...

Sekian terima kasih, Salam Hamba Tuhan.