New Author On Fanfiction Present

...

...

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.

...

...

Summary :

Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...

Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan You Hate This? Simple, Just Out From This Fiction Story!

Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.

...

...

#StayAtHome

[Let's start]

...

...

Chapter 6 :

London, We Are Coming!

I am Uzumaki Naruto's Sister!

...

...

Lilith, Underworld

Underworld atau Neraka, Dalam alkitab di kepercayaan apapun, Neraka adalah tempat dimana api berkobar siang dan malam tiada henti, Tempat yang selalu berisi tatapan dan juga penyesalan setiap manusia. Namun, Dalam Story fiksi ini, Neraka adalah sebuah benua tak jauh di bandingkan benua di bumi yang selalu menjadi tempat manusia saling berkumpul dan bersama-sama membangun peradaban.

Kota yang terdiri dari rumah-rumah, Mansion milik 72 Demon Pillar, Dan masih banyak fasilitas-fasilitas yang tak ubahnya di dunia manusia. Disinilah wilayah kekuasaan para Demon dan juga Fallen Angel yang tidak memiliki tempat baik di langit dan juga di bumi.

Di sebuah ruangan berdiri seorang pria. Pria berambut merah yang menyandang gelar Demon King Lucifer salah satu dari 4 Demon King di Underworld. Sirzech Lucifer sedang berdiri membelakangi seorang Okita Souji yang tubuhnya penuh dengan balutan peran.

"Terkonfirmasi, Uzumaki Naruto adalah The Black Snow. Walaupun anda termasuk Costumer nya namun saat anda mengetahui hal ini apa yang ingin ada lakukan, Tuan?" Tanya Okita. Okita sendiri kaget kala mengetahui bahwa peluru yang digunakan oleh Naruto sama dengan peluru yang digunakan Black Snow untuk melukai Muridnya, Ratusan peluru bersarang di tubuhnya dan karena hal itu pula sirkuit sihir di tubuhnya mengalami kerusakan. Namun entah kenapa, Berbeda dengan kasus Yuuto yang mana dapat disembuhkan namun kali ini sirkuit sihir dan semua organ dalamnya sangat sulit untuk disembuhkan bahkan dengan peralatan yang dimiliki Rumah Sakit keluarga Sitri.

"Lord Lucifer, Apakah ada cara untuk melawannya? Jika saja ia tidak mau menjadi bagian dari Demon Faction maka mengharuskan untuk mengeliminasinya, bukan begitu?" Ucap Okita namun dirinya sendiri mendapati sesuatu. Suatu pandangan yang tidak dapat ia mengerti dari 'King'-nya. Kenapa orang yang memiliki gelar Super Demon yang setara dengan Lucifer terdahulu membuat wajah seperti itu?

"Tidak ada yang bisa di lakukan. Kekuatannya berasal dari sejarah yang direkam langit, Kau pikir berapa banyak sejarah yang dapat ia wujudkan?" Akibat pertanyaan dari pemimpinnya, Akhirnya Okita sadar. Dirinya sadar jika terlalu banyak sejarah yang terekam langit dan apa yang terjadi jika Supernova terwujud untuk kedua kalinya? Jika dibumi mungkin akan terjadi kiamat instan namun jika terjadi di Underworld? Mungkin lebih dari setengah Underworld akan hancur.

"Namun, Dia adalah manusia. Manusia memiliki terlalu banyak kelemahan dan salah satunya adalah stamina. Mungkin setiap sejarah yang terwujud atas kehendaknya akan memakan stamina miliknya..." Tepat sekali, Okita tersenyum karenanya. Stamina manusia itu tidak sebesar eksistensi supranatural bahkan jika dibandingkan dengan ras terlemah sekalipun mereka tidak ada bandingannya. Kemudian Sirzefh melanjutkan lagi "... Stamina, Umur atau mungkin kebutaan pada mata miliknya. Tidak mungkin setiap sejarah yang dia wujudkan tidak memiliki efek samping, bukan?"

"Kalau begitu..."

"Kalau begitu biarkan saja dia bertindak sesuka hati sampai saatnya tiba dia akan menerima kita."

Pada hari itu Okita sadar jika 'King'-nya sangat licik. Namun sayangnya ia tidak menyadari jika dirinya juga termasuk orang-orang yang terseret di dalam konspirasi bangsa iblis.

...

...

Di pinggiran kota Kuoh nampak seorang pemuda yang sedang terkapar. Kondisi pemuda itu tampak sangat memprihatinkan dengan beberapa luka bakar dan juga yang paling parah adalah sebuah luka tebasan yang melintang dari bahu sampai pinggangnya. Berbeda dengan pemuda yang sedang terkapar, Seorang pemuda lagi sedang berdiri dengan gagah perkasa bersama dengan sebuah perang di tangannya.

"Hahh... Aku tidak menyangka jika kau memiliki sihir api sekuat itu, Aniki."

"Kau sudah mengetahui dunia supranatural dan pelajaran pertama yang harus kau ambil adalah Tidak ada salahnya memiliki lebih dari satu kartu 'As'. Kau paham Issei-kun?"

Kedua orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Naruto dan juga Issei. Keduanya saat ini baru saja menyelesaikan sparing walau bisa dibayangkan yang ada hanya sebuah pembullyan seorang senior kepada Juniornya. Naruto dengan Balmung yang mana merupakan Dragon Slayer Sword melawan Issei yang pada dasarnya adalah Red Dragon Emperor, Belum lagi dengan begitu banyak pengalaman pertarungan dalam kehidupan Naruto maka tidak ada kesempatan sedikitpun untuk Issei melawannya.

'Setidaknya kau saat ini masihlah lemah Issei. Namun suatu hari nanti jika aku tiada, Kau akan menjadi pilar manusia menggantikan diriku. Dragon Slayer Magic ditambah dengan [Boost] dari Boosted Gear, Dan hingga saat itu tiba tetaplah menjadi Issei yang konyol untuk ku dan jika saatnya tiba jagalah adik-adikku.' Pikiran Naruto sendiri berisi jutaan rencana untuk kemanusiaan, Sebuah rencana yang terus menerus bercabang demi menutupi kekurangan dan juga membuat antisipasi jika saja rencana yang ia buat tidak berjalan mulus.

"Ya, Aku tau... Aku juga merahasiakan Dragon Slayer Magic ini. Draig berbicara kepadaku kalau The White One mengetahui aku memiliki Magic Dragon Slayer maka pertarungan antara kedua kaisar akan terjadi lebih cepat. Aku tentu saja ingin bertarung dengan musuh-musuh yang kuat untuk mengetahui batasanku namun aku tidak ingin menjalani pertarungan hidup dan mati terlebih dahulu." Ucapnya dan Naruto hanya memandang Issei dengan wajah seakan-akan bertanya 'Kenapa?'

"Yah, Aku tidak ingin mati sebelum memberikan warisan terbaik untuk meninggalkan jejak ku di sejarah manusia." Mendengar penjelasan Issei Naruto tersenyum hangat. Issei sudah sangat berubah semenjak bersama dirinya. Pemuda yang bodoh, Pemuda yang hanya memandang Oppai dan juga pemuda yang selalu terpancing emosinya sudah tidak ada lagi, Sekarang adalah Issei yang baru. Issei yang memiliki kecerdasan rata-rata peringkat 10 besar di kelas, Issei yang selalu menghormati wanita walau masih mesum, Dan Issei yang selalu bisa mengontrol emosinya.

Sekarang sosok adik angkatnya ini ingin meninggalkan jejak pada sejarah manusia. Manusia yang meninggalkan jejak pada catatan sejarah adalah Manusia yang hebat sebut saja Einstein, Tesla, dan masih banyak lagi orang-orang yang meninggalkan sejarah di bidang pengetahuan.

"Itu bagus Issei, Aku bangga kepadamu. Orang yang meninggalkan jejaknya pada sejarah adalah orang yang hebat dan aku bangga kepadamu karena kau adalah adikku. Mungkin saja aku bisa memproyeksikan Boosted Gear saat kau sudah tiada hahahaha..."

"Bukan seperti itu, Kuso Aniki! Maksudku membuat keturunan! Kau paham kan? Hei, Siapa juga yang ingin mati dalam keadaan perjaka?"

Seketika pandangan Naruto berubah! Dirinya langsung memandang Issei dengan wajah kecewa seakan-akan ia melihat Issei seperti sampah diantara sampah. Pemuda dihadapannya ini menghancurkan ekspetasinya dan membuat Naruto sangat kesal sampai membuat dirinya menghela nafasnya dengan kasar.

"Issei tetaplah Issei. Sudahlah, Sepertinya luka pada tubuhmu jadi pulang dan bersiaplah. Kita akan pergi ke pertemuan Human Faction dan kuberitahu jangan menggoda gadis-gadis yang akan kau temui disana..." Ucap Naruto dan Issei menganggukkan kepalanya menandakan kalau ia paham. "... Dan yang terpenting jangan buat dirimu malu, Kau adalah Red Dragon Emperor. Pilar masa depan, Ujung tombak manusia, Kau jangan memperlakukan dirimu."

Malam telah berlalu dan matahari menggantikan rembulan. Burung-burung berkicau memperingati hari baru dan juga orang-orang mulai bersiap menuju tempat kerjanya. Dan disinilah mereka, Naruto dan Issei, Di depan salah satu bandara internasional Jepang dengan sebuah Backpack di punggung mereka.

"Ambil ini." Ucap Naruto seraya mengulurkan tangannya. Sebuah kertas yang menunjukkan tujuan mereka berdua terpampang di atasnya. Itu adalah tiket penerbangan satu arah dari Jepang menuju Inggris, Sebuah negara yang paling terkenal dengan kisah King Arthur dan juga pedang Excalibur miliknya.

Naruto sendiri tidak banyak ambil pusing karena dirinya merasa sedang diikuti. Menggunakan Sky Insight hanya akan membuat orang-orang curiga karena matanya berubah secara tiba-tiba dan lagi Sky Insight juga tidak aktif otomatis berarti yang mengikutinya hanyalah mata-mata yang dikirim untuk mengawasinya tanpa ada niat permusuhan.

Menuju Boarding Pass dan membuat Passport, Naruto dan Issei kemudian melanjutkan perjalanan ke arah pintu masuk pesawat. Yah, Jika dilihat mereka nampak seperti manusia pada umumnya dan jika diingat mereka juga adalah manusia. Duduk ditempat duduk yang terpisah, Mereka berdua terlihat sangat menikmati perjalanan kali ini dan untuk Issei, Sepertinya dia sangat senang karena ini pertama kalinya ia pergi keluar negara Jepang.

Perjalanan Jepang-Inggris memakan waktu yang tidak sebentar dan karenanya Issei maupun Naruto memilih tidur. Mereka berdua tampak sangat lelap tertidur dapat dilihat dari Issei yang meneteskan air liur dari mulutnya.

"Kepada setiap penumpang dihadapkan untuk bersiap karena kita akan mendarat. Terima kasih sudah memilih maskapai kami dalam penerbangan kalian dan semoga menikmati perjalanan kali ini."

Suara dari Kokpit membuat Naruto terbangun dari mimpinya berbeda dengan Issei yang harus dibangunkan dan diberi informasi untuk kedua kalinya kalau pesawat akan mendarat.

Pendaratan pesawat berakhir dengan selamat. Para penumpang mulai keluar dari pesawat tak berbeda dengan Issei dan Naruto. Menunggu Backpack mereka yang keluar dari konveyer berjalan, Keduanya nampak meminum minuman yang dibeli dari restoran bandara.

"Umm... Jadi ada berapa banyak organisasi yang ikut dalam pertemuan ini, Aniki?" Dalam kehikmatan keduanya, Issei bertanya kepada Naruto. Issei sendiri bingung karena Aniki nya ini pernah berbicara kalau Human Faction itu terdiri dari organisasi-organisasi dan dirinya sendiri sangat penasaran karenanya.

"Hmm... Pertama ada Infinite Stratos, Organisasi ini berasal dari Jerman. Lalu ada Pandora, Yang terdiri dari tiga negara Italia, Perancis, Dan juga sekitaran Yunani. Trinity dari Asia Tenggara, Lalu ada Abbys Shaman dari Persatuan negara-negara di Benua Afrika, Ada juga S.H.I.E.L.D dari Amerika lalu Hundred dari Kanada, Dan terakhir ada Tower dari Inggris. Yahhh... Sebut saja Tower adalah Pionner yang menjadi penggagas dalam Human Faction. Dan harus kau tau, Di Human Faction juga tidak ada istilah ketua atau apapun itu namun mereka menggunakan sistem Voting untuk memutuskan sesuatu dan Aku sendiri memiliki hak satu suara." Mendengar penjelasan Naruto membuat Issei sangat kebingungan. Akan kah ia bisa bersikap sebagaimana mestinya tanpa mempermalikan dirinya sendiri? Persetan dengan harga dirinya, Dia hanya tidak ingin untuk mempermalukan Anikinya ini.

"Yah, Tenang saja... Tidak perlu takut atau gugup, Kau datang bersamaku dan karenanya kau adalah tanggung jawabku..." Melihat jika Backpack-nya sudah keluar Naruto mengambilnya dan berjalan meninggalkan Issei yang masih menunggu. "... Ayo pergi."

...

...

"Jadi, apa maksud kedatangan kalian semua kemari, Utusan Gereja?"

Di Kuoh Academy sekarang sedang terjadi pertemuan antara kedua belah pihak yang saling bersebrangan. Rias dan Sona berserta Peerage-nya berhadapan dengan 4 orang yang sedang duduk bertamu di markas Rias.

"Kami sedang menjalankan perintah penyidikan dari Vatikan. Seorang Informan berbicara kalau apa yang harus kami selidiki berada di kota ini." Ucap seorang gadis yang sangat cantik bahkan untuk Rias dan juga Akeno merasa jika gadis itu mengalahkan kecantikan mereka berdua.

"Apakah kau tidak tau kalau ini akan membuat situasi kedua faksi akan bersitenggang?" Tanya Rias dengan wajah yang seakan-akan mengejek gadis tersebut. Rias sendiri sedang menunjukkan kepada gadis tersebut kalau mereka tidak memiliki kecapakan dalam pertemuan kali ini dan berusaha untuk menekannya.

"Oii.." Perhatian Rias beralih kepada seorang gadis berusia 15 tahunan yang memiliki Short hair style untuk rambutnya dan juga rambutnya tampak tidak berbeda dari Rias. "... Jangan berfikir untuk mencoba menekan kami. Atasan kami sudah mengurus perizinan dengan atasan kalian dan kalian tau? Aku bisa mengalahkan setiap orang yang ada di dalam ruangan ini bahkan mengalahkan dua orang pewaris Dragon King sangat mudah untuk saat ini. Namun sayangnya, Itu akan membuat kita masuk ke Great War..."

'Tunggu dulu, Apa yang terjadi disini? Pecahan Excalibur dicuri, Kuoh yang merupakan Demon Teritory, Dan tidak adanya keikutsertaan Fallen Angel Faction. Ada yang aneh disini."

"Kau! Loli durjana! Jaga mulutmu!"

Kata-kata kasar itu keluar dari mulut seorang pemuda dibelakang Rias. Aomine Daiki, Dirinya sendiri menjadi merah karena mendengar hal tersebut. Mengalahkan dua orang pemegang Dragon King dengan mudah? Dia tidak percaya!

"Aku menantangmu saat ini juga! Oii Saji, Kau ingin ikut kan? Kita sudah dipermalukan bocah ini!"

"Ya, Ayo kita tunjukkan kekuatan dari Dragon King kepadanya!"

Brakk...

"Aku juga ingin menantang pemegang Excalibur itu!"

Keadaan makin tidak terkendali. Semua dimulai dari seorang gadis Exorcist yang mencoba melawan penekanan Rias dan membual karenanya, Lalu Daiki dan juga Saji yang terpancing emosi dan mencari keributan. Belum lagi dengan datangnya Knight of Gremory yang beberapa hari yang lalu menghilang entah kemana dan saat datang menantang pemegang Excalibur.

"Apa yang akan anda lakukan, Gremory?" Tanya gadis yang memimpin keempat orang itu. Mereka berempat tidak dapat bergerak karena pada dasarnya yang memulai pertikaian adalah salah seorang dari pihak mereka jadi sebagai pemimpin, Gadis itu mengalihkan tanggung jawab kepada Rias selaku tuan rumah.

"Lakukan apapun yang kalian mau, Anggap saja ini sebagai sparing." Jawab Rias dan kala ia mendengarnya gadis itu hanya tersenyum. Orang di depannya ini pasti akan membuat masalah bertambah runyam jika saja kelompoknya kalah dalam pertarungan dan karenanya...

"Baiklah aku mengerti dan Ku harap kau bisa menandatangani ini..." Ucap gadis itu dan dari ketiadaan sebuah cahaya terkumpul hingga membentuk sebuah gulungan. Gulungan itu sangat cantik dengan hiasan berupa rumbai-rumbai yang tampak terbuat dari emas. "... Itu adalah Soul Contract, Singkatnya itu adalah kontrak yang dibuat untuk mengikat jiwa dua orang. Jika salah satu dari orang yang menandatangani ini melakukan pelanggaran sesuai ketentuan kontrak maka hukuman akan berlaku."

"Baik, Aku akan menandatanganinya. Kalau kelompokku menang, Aku akan meminta salah satu dari kalian menjadi bagian Peerage-ku dan jika kelompokku kalah aku akan memenuhi permintaan dari kelompok yang menjadi pemenang kalau aku melanggar maka musnahlah eksistensiku." Setiap kata yang keluar dari mulut Rias mulai tertulis dengan sendirinya di dalam perkamen tersebut. Begitu pula kata-kata yang diucapkan oleh gadis tersebut.

"Jikalau timku kalah, Aku akan mengorbankan diriku sendiri untuk memenuhi tuntutan dan jika timku menang aku akan meminta sebuah permintaan untuk kedua kalinya jikalau aku melanggar kata-kataku maka jauhkan aku dari Firdaus."

Setiap orang yang ada di ruangan itu, Terutama dari bangsa Demon, Memandang gadis tersebut dengan wajah yang sangat marah. Kontrak itu hanya menguntungkan sebelah pihak dan jika kelompok Exorcist itu memenangkan pertarungan kali ini maka mereka akan memiliki 2 permintaan yang harus Rias turuti. Dia merasa sudah dibodohi namun sebuah pikiran licik memasuki otaknya. Dengan kuasa kakaknya, Demon King Lucifer, Dia harus memberitahukan kekalahan Peerage-nya dan menuduh pihak Exorcist mencari gara-gara duluan. Dengan begitu, Dia tetap mendapatkan salah satu dari mereka karena tuntutan pihak Demon kepada pihak gereja.

"Kalau begitu silahkan pergi keluar..."

Semua orang sudah berada diluar dan saling berhadapan antar kedua belah pihak. Rias, Sona, Berserta dengan Peerage mereka membelakangi gedung sekolah lama yang menjadi markas dari Peerage Gremory sedangkan untuk para Exorcist berada dihadapan mereka semua.

Swush...

Daiki yang sedari tadi menahan amarahnya langsung melesat dari tempatnya berdiri. Tubuhnya teraliri petir yang membuatnya bergerak begitu cepat layaknya bidak Knight. Incarannya adalah seorang Loli berambut merah yang berdiri namun saat ia sudah berada di hadapannya Loli itu menghilang.

"Terlalu lambat, Bahkan untuk menyamai kecepatan Big Brother saja ku rasa butuh waktu seratus tahun untuk apalagi melawanku saat ini?" Gadis itu sekarang berada di atas gedung sekolah, Duduk di pinggiran pembatas dan mengayunkan kakinya. Pandangannya kemudian teralihkan ke arah Rias. "Kau tau? Aku kecewa dengan pemilik jiwa Dragon King Kirin. Alih-alih menggunakannya dengan baik dan tumbuh dengan cepat malah dia seakan-akan melambat dibawah pengawasanmu, Gremory."

Swush... Swush... Swush

Tiba-tiba sulur berwarna hitam mendekat ke arahnya. Sukur-sukur itu tampak seperti tali namun sayangnya saat hampir mencapai targetnya...

Cing... Tang

Bunyi gemerincing besi memasuki pendengaran semua orang dan dapat mereka lihat. Tiga buah rantai meliuk-liuk dengan benda setelah menepis sulur-sulur yang dilepaskan Saji.

"Tidak berguna! Balance Breaker : Thunder Emperor!"

Bumm...

"Hoo.."

Petir menyambar tanah kala Daiki berteriak dengan sangat keras. Petir itu menyambar dirinya dan perubahan bentuk terlihat di tubuh Demon itu. Tubuhnya terselimuti semacam Armor berwarna biru kehitaman dengan kepala naga yang berada di bahu kanannya. Kepalanya tidak tertutup helm namun semacam armor melindungi leher dan merambat sampai menutupi pipinya.

Swush... Brak... Bugh... Boomm!

Melihat perubahan yang terjadi pada tubuh Daiki, Loli Exorcist itu langsung melesat meninggalkan tempatnya. Sebuah tinju mendarat di pipi Daiki, Tinju yang tidak ia sangka dapat menghancurkan armor naga dan juga membuatnya merasakan rasa sakit seakan-akan tertabrak mobil dengan berton-ton muatan. Tinjuan yang dapat membuat seorang Demon melesat jauh meninggalkan tempatnya dan menghantam dinding sekolah lama.

Tanpa banyak basa basi, Loli itu lanjut melesat meninggalkan tempatnya. Langkah kaki yang diambilnya mengarah kepada Saji yang masih terdiam saat mengetahui kekuatan musuhnya.

Bugh... Bugh... Bugh...

Tinju pada lambung, lalu beralih ke arah ulu hati membuat Saji memuntahkan air liur dari mulutnya. Saat tubuhnya membungkuk sebuah tinju lagi bersarang pada pipinya sampai membuat pemuda itu tersungkur di tanah.

"Good Night, Hansome!"

Buagh... Boom!

Sebuah ledakan kecil tercipta ditempat Saji tersungkur. Dan dalam penglihatan Saji, Dapat ia lihat jika sebuah tapak sepatu menghantam wajahnya hingga ia terlelap karena pingsan. Apa yang akan terjadi jika kelima Dragon King mengetahui kalau Host dari Vvitra kalah dari seorang gadis berusia 15 tahun? Pasti mereka akan menertawakan Vvitra.

"Selesai."

Boom!

Selepas pertarungan Loli Exorcist dengan 2 Dragon King, Sekarang beralih ke pinggiran lapangan Kuoh Academy. Seorang pengguna Greatsword yang menekankan pada aspek kekuatan melawan seorang pengguna Longsword yang menggunakan gaya kecepatan dan juga tehnik namun dapat dilihat jika pertarungan kali ini berat sebelah.

Swush... Tap... Tap... Bumm! Buagh..

Seorang gadis berambut biru melesat ke arah Knight Gremory yang sudah memasuki fase difensif. Gadis itu terlalu banyak mengulur waktu karena ia tau jika melawan pengguna kecepatan maka tinggal menunggu waktu sampai stamina lawannya habis dan itulah saat ia menyerang. Sisi tajam Greatsword itu menghantam badan pedang dan dapat dilihat semua orang kalau pedang itu langsung hancur sangking kuatnya hempasan pedang perempuan itu sebuah kawah kecil tercipta. Dan karenanya, Sebuah tendangan berhasil mendarat di ulu hati seorang Yuuto Kiba.

"Pertandingan sudah selesai karena pihak musuh tidak dapat melanjutkan pertarungan lagi..." Suara dari gadis yang merupakan pemimpin regu Exorcist itu menginterupsi semua orang. Mereka tidak bisa untuk memprotes atau apapun karena mereka juga melihat dengan kepala dan mata mereka sendiri kalau kekuatan dari masing-masing personel ini teramat kuat.

Sedangkan untuk Rias, Dirinya sedang kalut memikirkan apa yang akan dipinta Exorcist ini. Dua permintaan yang mana jika ia menolaknya maka eksistensinya akan terhapuskan dari dunia ini, Sejarahnya akan lenyap. "... Nah Gremory, Permintaan pertama. Pertama, Aku tidak ingin siapapun mengetahui apa yang terjadi malam ini tanpa terkecuali. Dan yang kedua, Berikan semua informasi yang kau ketahui tentang Uzumaki Naruto!"

Untuk permintaan yang pertama, Rias tidak bisa untuk menyangkalnya dan rencana yang ia buat menjadi hancur berantakan. Dua orang dari Peerage-nya menjadi korban dan ia tidak bisa memberikan informasi kepada kakaknya untuk mengakhiri ini dan membawa salah seorang dari mereka untuk bergabung dengan Peerage miliknya namun yang paling membuat dirinya bertanya-tanya adalah Kenapa mereka semua tau tentang Naruto?

Uzumaki Naruto, Bagi Rias dan Sona, Pemuda itu adalah informan yang memiliki tingkat keakuratan yang sangat tinggi. Dan bagi Rias, Pemuda itu adalah aset tersendiri untuknya. Dan sekarang mereka menanyakan informasi tentang Naruto yang mana harus ia jawab? Sial, Rias tidak berfikir sampai kesana saat membuat kesepakatan dalam Soul Contract.

"Uzumaki Naruto adalah Kakakku! Namaku adalah Uzumaki Minaka, Seseorang yang merupakan Inkarnasi dari Saint Jeanne D'Arc! Yang berambut biru disana adalah Xenovia Quarta, dan disebelahnya adalah Shidou Irina. Dan yang membantai kedua naga itu adalah adikku, Uzumaki Mito. Kami ingin mengetahui informasi mengenai keluarga kami. Maka dari itu berikan informasinya, Gremory."

...

...

The Tower, London

Tower adalah organisasi kemanusiaan pertama yang bergerak dalam bayang-bayang. Mereka bergerak untuk memburu Vampire, Werewolf, dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya, Orang-orang yang mengetahui kalau eksistensi dunia supranatural itu nyata membuat organisasi mereka sendiri mengikuti prinsip dasar dari The Tower.

Disinilah mereka, Dibawah monumen paling ikonik di Inggris, Semua orang berkumpul. Hanya beberapa saja yang merupakan perwakilan dari masing-masing anggota Human Faction.

"Mayu-chan?"

"Naru-kun?"

Grep!

Sebuah pelukan hangat kala kedua orang, Pemuda dan pemudi, saling bertemu. Seakan meresapi pertemuan mereka, Keduanya memejamkan mata tanpa memperdulikan seseorang yang ada dibelakang mereka.

"Hmm.. Dia siapa, Naru-kun?" Tanya sang gadis, Gadis itu penasaran dengan sosok pemuda yang dibawa oleh sahabatnya itu. Dia sudah hafal setiap perwakilan dan juga penjaganya namun ia tidak pernah melihat pemuda itu. Jadi siapa dia?

"Ahh... Perkenalkan dia adalah adik angkatku. Hyodou Issei, Red Dragon Emperor, Dan dia adalah muridku saat ini."

"Ahh... Begitu yah? Baiklah! Perkenalkan namaku Saegusa Mayumi, Aku dan Naru-kun adalah sahabat dari kecil jadi jauhkan pikiran kalau kami itu sepasang kekasih, Ok? Kau juga bisa memanggilku New-san jika kau mau?" Saegusa Mayumi, Gadis berambut hitam dengan kulit putih bagaikan salju sedang tersenyum ke arah Issei. Senyuman yang teramat manis sampai-sampai membuat wajah pengawal disana memerah.

"Baik, Aneki. Ahh... Maafkan aku, Aku memanggil Naruto-san dengan panggilan Aniki jadi tidak apa kan aku memanggilmu Aneki?" Tanya Issei, Walaupun wajahnya memerah ia terus mencoba untuk menutupinya agar ia tidak tergagap karena ucapannya sendiri.

"Tidak apa, Jadi karena semua orang sudah ada di dalam ayo masuk!"

Dan begitulah, Uzumaki Naruto, Seseorang yang memiliki Sky Insight dan juga Hyodou Issei, Seseorang yang memiliki jiwa Heavenly Dragon Draig di dalam tubuhnya memasuki ruangan. Human Faction Meeting akan digelar dan agenda kali ini akan membahas tentang tindakan yang harus diambil demi menunjukkan kalau manusia tidak bisa untuk terus di injak-injak! Bahkan Kerbau sekalipun masih bisa menanduk dan mengusir seekor Singa walaupun harus berdarah-darah sekalipun!

Karena itulah mereka harus melakukannya!

HUMAN ORDER

Sebuah tindakan yang harus dilakukan untuk menunjukkan kalau manusia bukanlah makhluk yang lemah! Manusia dapat terus berkembang!

Dan karenanya! Mereka semua siap mempertaruhkan jiwa dan raga mereka!

Perang antara Human melawan Supranatural Exitence akan terjadi

Perang yang akan menggetarkan langit dan bumi

Dan saat itu terjadi

Avalon akan menunjukkan taringnya

Sebuah Oasis untuk manusia

...

...

To Be Continue

...

...

Author's Note :

Hallo Guys? Apa kabar kalian? Ku harap masih sehat wal'afiat karena Corona Virus masih berkeliaran

Yah, Akhirnya aku update New chapter dan untuk chapter kali ini aku menyuguhkan beberapa teka teki dan yang paling mencolok adalah bagian terakhir.

Di chapter depan kita akan mulai membahas apa yang harus para perwakilan lakukan dan perdebatan yang sangat panjang harus di lakukan! Entahlah, Aku tidak tau harus apa namun aku tidak bisa memikirkan strategi-strategi yang sangat berbelit-belit.

Kalian tau? Aku hanya membuat kerangka saja dimana kerangka tersebut hanya berupa potongan-potongan apa yang harus di laiukan di chap-chap selanjutnya. Tidak ada yang spesial.

Dan ada reviewer yang mengatakan untuk memasukkan tokoh dari Marvel Cinematic Universe dan aku hanya mengambil S.H.I.E.L.D untuk bagian MCU, Terima kasih masukannya.

Yah,Infinite Stratos ini dari anime nya sendiri and say hello to Houki Shinonon.

Pandora itu hanya karanganku saja dan berisi pasukan pengguna relik, Jika kalian membaca Manhwa (Komik Korea) dengan judul King of excavation (Tomb Raider King) maka kalian paham maksudku.

Trinity, Dari Asia Tenggara, Yah Isinya pasti Dukun-Dukun pedalaman gitu dah and say to Rawarontek!

Nah, Untuk Abbys Shaman, Aku sendiri bingung siapa yang menjadi perwakilannya! Ada saran? Yah, Aku sendiri bingung intinya mereka menggunakan sihir Voodoo gitu dah.

Hundred nih dari Anime Hundred dan kalian pasti tau isinya. Emilia dan beberapa LonT di dalam anime itu.

Nah, Untuk Tower tuh, Apa yah namanya lupa gw! Clock Tower? Yah, Intinya ini Asosiasi Magus di Nasuverse dah.

Gw juga bingung soalnya konsep dunia di Nasuverse tuh paling sulit dipahami dibanding film Fantasy Hollywood ataupun film-film lainnya. Dan gw kasih contoh aja, Dunia ini ada berlapis-lapis dan manusia itu ada di lapisan yang namanya Human Order, Nah yang mengikat lapisan-lapisan di dunia ini itu Tombak Rongonimyad. Bingung kan? Sama gw juga!

Yah, Gw rasa itu doang dah. Gw ucapin terima kasih sama kalian yang mau repot-repot Review nih Fic cacat. Dan jangan minta update kilat, Gw nulis Cuma untuk happy happy aja mengisi waktu luang.

And The Last Word, Good Bye

Semoga kita tetep bisa survive di tengah pandemi ini walau Dana Bansos dimakan sama siluman Batubara yang minta keringanan penjara.