New Author On Fanfiction Present

...

...

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.

...

...

Summary :

Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...

Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan You Hate This? Simple, Just Out From This Fiction Story!

Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.

...

...

#StayAtHome

[Let's start]

...

...

Human Faction, Sebuah Fraksi manusia yang terdiri dari beberapa organisasi kemanusiaan. Organisasi-organisasi yang membela kemanusiaan dibalik layar dan beberapa di antaranya sudah memiliki ratusan tahun sejarah di baliknya. Mereka bergerak atas dasar kemanusiaan dan mereka mati dengan bangga karena menjadi dasar bagi kemanusiaan, Yang mereka inginkan hanya satu yaitu kesejajaran manusia dengan makhluk-makhluk supranatural lainnya.

"Kita semua sudah berkumpul disini tapi kenapa pertemuan ini belum juga di gelar?"

Di sebuah ruangan yang hanya di terangi temaram cahaya dari lilin yang menempel di dinding, Suara seseorang menginterupsi pendengaran semua manusia di ruangan itu. Suara tua yang berkesan dengan ketidakpuasan karena pertemuan itu belum digelar dan dirinya kesal karena sudah menunggu lebih dari 2 jam di ruangan itu.

"Kumohon untuk bersabar, Mr. Volunga. Aku tau anda tidak sabar karena pertemuan ini membicarakan langkah Human Faction untuk kedepannya tapi kali ini ku beritahu kalau kami semua sedang menunggu seseorang." Ucap seorang pria berusia dua puluhan. Pria itu menggunakan jas miliknya yang berbalut dengan mantel berwarna merah dan seketika orang yang bernama Volunga itu diam menuruti perkataan pemuda tersebut.

Tok... Tok... Tok...

"Lord El-Melloi, Mr. Uzumaki Naruto sudah datang bersama dengan pengawalnya."

Suara ketukan pintu dan juga suara halus seorang perempuan menginterupsi semua manusia yang ada disana. Dan karena keterlambatan dari Naruto, Volunga yang mana merupakan orang yang menjadi perwakilan dari Abbys Shaman menunjukan ekspresi tidak suka. Ayolah, Seseorang yang tidak memiliki tempat duduk di ruangan ini berani datang terlambat hanya untuk memberikan informasi? Dirinya sendiri tidak terima akan hal itu.

Kriiieeettt...

Suara pintu terbuka dan menampilkan tiga orang muda-mudi yang berjalan mendekati tempat duduk. Salah seorang dari mereka berpisah dan berdiri di samping seorang pria yang tersenyum melihat seorang pemuda berambut pirang.

"Apa kabar semuanya?" Ucap pemuda itu kala ia mendudukan bokongnya di kursi yang sudah dipersiapkan untuk dirinya. Namun tanpa di duga semua orang menjawab pertanyaan pemuda itu dengan semangat dan juga penuh antusias.

"Kami baik-baik saja, Mr. Namikaze!" Ucap semua orang yang seketika membuat Volunga terdiam dengan beberapa pertanyaan berakar di benaknya. Siapa pemuda itu? Kenapa semua orang menghormati pemuda itu? Pria itu terdiam karena tidak tau apa-apa karena ini adalah kali pertama dia menjadi perwakilan dari Abbys Shaman di pertemuan Human Faction.

"Jadi, Bisa kita mulai?" Tanya Naruto dan kala ia melihat semua orang menganggukkan kepalanya, Naruto tersenyum lalu berbicara dengan lantang.

"Pertama-tama, Aku mengucapkan salam kepada kalian semua dan terima kasih karena menanggapi Humanity Order. Aku sendiri yang akan memimpin pertemuan kali ini. Baik mari kit-" Sebelum Naruto menyelesaikan ucapannya, Seseorang memotong dan seketika menggebrak meja di depannya. Orang itu adalah perwakilan dari Abbys Shaman, Volunga, Seorang pria botak yang tampak perkasa dengan tubuh berisi yah belum lagi dengan kulit yang tampak hitam kecoklatan itu menjadi primadona tersendiri.

"Kenapa orang-orang diruangan ini hanya diam? Dia itu hanyalah pemuda biasa, kan? Sedangkan kita ini petinggi di organisasi ini!" Ujar pria itu dan Naruto hanya diam saja menanggapi perwakilan dari Abbys Shaman tersebut. Hey, Siapa yang tidak kesal jika seorang pemuda memasuki pertemuan yang mempertaruhkan nasib miliaran umat manusia dan pemuda yang tidak beradab tersebut langsung mengambil alih pertemuan!

"Sebelumnya aku minta maaf, Sir. Namun untuk saat ini aku masih merahasiakan siapa diriku ini. Orang-orang yang tau akan identitasku pun dapat dihitung dengan jari di ruangan ini dan santai saja, Sudah saatnya kaum pemuda mengambil alih tampuk kekuasaan para orangtua." Mendengar penjelasan Naruto membuat Volunga sangat marah namun kali ini dirinya hanya diam. Volunga adalah orang yang tempramental namun ia tidak bodoh untuk memahami situasi di sekitarnya. Kala ia melihat orang-orang diruangan ini hanya diam, Seketika dirinya tau kalau pemuda di hadapannya ini bukan sekedar pemuda biasa yang mengetahui eksistensi supranatural namun seorang pemuda dengan latar belakang yang sangat hebat.

"Baik, Karena suasana sudah tenang biarkan aku memperkenalkan seseorang..." Ucap pemuda itu kala ia melirik ke arah sampingnya dimana seorang pemuda berambut coklat sedang berdiri dengan gagah perkasa. Pemuda yang beberapa waktu lalu adalah pemuda yang terkenal akan kemesumannya sekarang berubah menjadi seorang pemuda yang gagah karena didikan Naruto. "... Dia adalah Hyodou Issei, Adik angkatku, Mungkin kalian mengenalnya dengan sebutan Red Dragon Emperor. Issei, Perkenalkan dirimu."

"Salam kenal Tuan-tuan, Namaku Hyodou Issei, Semoga kita bisa bekerjasama kali ini." Singkat, Padat dan Jelas, Itulah yang dapat diambil dari perkenalan yang diberikan Issei. Naruto juga tersenyum karena hal tersebut mengingat ia sudah memperkenalkan Issei sebagai Red Dragon Emperor maka tidak perlu lagi ia memperkenalkan gelarannya.

"Wah wah wah, Salam kenal nak. Namaku Nick Fury, Aku adalah kepala dari kesatuan S.H.I.E.L.D. Mampirlah ke markas kami, Aku ingin mengetesmu." Ucap seorang pria berkulit kehitaman yang salah satu matanya memiliki Eyepatch berwarna hitam. Pakaian yang dikenakan berwarna serba hitam dan jangan lupakan sejenis jas yang terlihat terbuat dari jenis kulit yang berwarna hitam juga.

"Tampang seperti orang mesum, Tubuh yang tegap seperti seorang tentara dan juga tekanan otot itu seperti berada di bawah peliharaan Naruto-chan. Kau Muridnya?" Tanya seorang wanita yang berpakaian serba hijau. Wanita itu juga mengenakan beberapa perhiasan di tubuhnya yang makin menambah kecantikannya. "... Ahh, Maafkan aku namaku adalah Kumala Dewi, Perwakilan dari Trinity, Salam kenal Issei-kun."

"Salam kenal, Kumala-san. Apa yang anda katakan benar adanya, Aniki adalah sosok yang melindungiku dan mengajarkanku menjadi aku yang sekarang ini." Jawab Issei dan semua orang langsung memandang Naruto. Mereka semua kecuali Volunga yang baru pertama kali menjadi perwakilan, Tau akan kecakapan Naruto. Seorang pemuda yang teramat kuat untuk ukuran manusia biasa dan sayangnya pemuda itu juga lumayan mesum, Sebut saja karena kebiasaan yang terbawa karena didikan dari kakek kandungnya.

"Karena kau anggota baru di perkumpulan ini biarkan aku memberikanmu sesuatu..." Kali ini seorang wanita berambut hitam mengambil perhatian Issei kala wanita itu mengeluarkan sebuah kotak hitam dan membukanya. "... Ini adalah Exctraction Device, Secara singkat itu adalah alat yang dapat digunakan untuk mengakses informasi yang ada di dalam Humanity Database. Bukan bermaksud apa, Namun karena kau adalah anak didik Naruto-chan berarti kau juga adikku. Panggil saja aku, Chifuyu-nee, Okey?"

"Dia adalah Orimura Chifuyu, Dia memang orang Jepang, Namun karena suatu alasan keluarganya pindah ke Jerman dan menjadi petinggi di organisasi Infinite Stratos. Ahh... Sepertinya Ichika juga seumuran denganmu, Issei." Mendengar penjelasan Naruto, Issei menjadi salah sangka. Dari namanya Ichika terdengar seperti seorang gadis cantik namun...

"Jangan banyak berhayal, Ichika adalah laki-laki sama sepertimu. Kau bukan pengikut bendera pelangi, kan?" Ucapan sarkas yang keluar dari mulut Naruto membuat semua orang di ruangan itu tertawa. Mereka juga tau akan sifat Naruto yang memang terkenal akan kejahilannya yang tidak memandang siapapun, Tua maupun muda, Akan menjadi korban kalau Naruto mau.

"Baiklah, Aku mendapat berita dari Black Squad kalau salah seorang Cadre Fallen Angel akan menyerang kota Kuoh berserta dengan bala tentaranya. Crow, Mengirimiku pesan kalau akan ada 10.000 pasukan yang terdiri dari Fallen Angel yang memiliki sepasang sayap sampai empat pasang sayap." Seketika kondisi ruangan itu menjadi sunyi senyap. Mereka, Yang menjadi perwakilan, Adalah orang-orang hebat dan tidak bodoh untuk mengerti apa yang katakan Naruto.

"Tunggu dulu, Kalau Cadre Fallen Angel menyerang Kuoh maka tidak lain dan tidak bukan alasannya adalah menyerang keluarga Gremory dan juga Sitri yang berarti..." Tanpa menunggu semua orang, Issei menginterupsi dan mengeluarkan apa yang ada di dalam pikirannya. Jika saja, Rias dan juga Sona menjadi korban, Maka sejarah yang sama akan terulang untuk kedua kalinya dan Issei tidak menginginkan hal tersebut. Dirinya memang terbilang sudah kuat, Namun jika dibandingkan dengan eksistensi kuat di dunia supranatural maka Issei tidak lebih daripada kerikil dipinggiran jalan. Dragon Slayer Magic ataupun kekuatan dari Red Dragon Emperor belum sepenuhnya ia kuasai dan dirinya sadar akan hal tersebut maka dari itu ia menyuarakan pendapatnya.

"Kau benar Issei, Second Great War akan terjadi dan kala itu terjadi manusia akan menjadi korban. Aku mengajukan Voting, Menyelamatkan Kuoh dan menunjukan eksistensi Human Faction atau membiarkan ribuan penduduk Kuoh mengalami kematian?" Tanya Naruto. Kedua pilihan itu memiliki resiko yang sangat besar, Keberadaan Human Faction akan terlihat atau berpaling dari masalah dan membiarkan orang-orang di kota Kuoh menjadi korban adalah resiko yang dimiliki atas kedua pilihan tersebut. Namun...

"Atau pilihan ketiga, Mengirimku dan membiarkanku menanggung semua yang terjadi di kota Kuoh."

Hening...

Ruangan itu seketika hening, Semua orang berkutat dengan pikirannya. Naruto adalah pilar yang menopang Human Faction dan kali ini, Ia akan pergi melawan sepuluh ribu pasukan yang terkenal akan kekuatannya dalam Great War terdahulu?

"Aniki, Kau tidak akan pergi sendiri. Aku akan bersama denganmu. Jadi mari mulai votingnya." Ucap Issei dan semua orang mulai mengambil keputusannya masing-masing. Infinite Stratos, Trinity dan juga S.H.I.E.L.D melarang Naruto untuk pergi dan Abbys Shaman, Pandora, Hundred menyetujui keputusan Naruto. Namun Tower tidak menyetujui ataupun melarang dan karenanya voting suara berakhir imbang namun...

"Aku, Menyetujui Uzumaki Naruto untuk pergi melindungi kota Kuoh." Uzumaki Naruto mengangkat tangannya dan memberikan suara untuk mengirim Uzumaki Naruto ke medan perang.

"KAU BODOH!"

"KAU ADALAH PILAR DI ORGANISASI INI"

Semua orang yang melarang Naruto untuk pergi mengamuk dan karenanya Naruto hanya diam tanpa ekspresi. Bukan karena apa, Namun Naruto adalah orang yang sangat membenci makhluk supranatural tanpa terkecuali karena merekalah yang merenggut kebahagiannya.

"Tunggu dulu, Aniki. Anggap saja kita datang dan berhasil menghentikan invasi maka akan ada sesuatu yang akan terjadi. Menurut prediksiku, Pemimpin Fallen Angel sekarang akan mengadakan pertemuan yang mana dia akan mengatakan kalau anak buahnya bertindak atas keinginannya. Dan pertemuan itu akan berjalan dengan sangat panas hingga..."

"Hingga mereka semua menyetujui perjanjian aliansi ataupun deklarasi perang! Kau jenius Issei! Dan itulah panggung yang sempurna untuk Human Faction muncul. Langsung saja kita ambil voting untuk kali ini." Ucap Naruto dan semua orang menganggukkan kepalanya menyetujui pendapat tersebut. Dengan atau tanpa Naruto, Mereka harus tetap memikul mimpi dan harapan umat manusia. Manusia adalah makhluk yang berkuasa atas bumi karena bumi diciptakan untuk manusia, tidak untuk makhluk lain. "... Operasi tersebut akan dikenal dengan sebutan Human Declaration."

...

...

Beberapa jam sebelum pertemuan Human Faction, Kuoh.

"Uzumaki Naruto adalah Kakakku! Namaku adalah Uzumaki Minaka, Inkarnasi dari Saint Jeanne D'Arc! Yang berambut biru disana adalah Xenovia Quarta, dan disebelahnya adalah Shidou Irina. Dan yang membantai kedua naga itu adalah adikku, Uzumaki Mito. Kami ingin mengetahui informasi mengenai keluarga kami. Maka dari itu berikan informasinya, Gremory."

Pada saat itu akhirnya Rias sadar. Kelicikan dan juga kecerdasan yang dimiliki gadis dihadapannya ini, Sama dengan Uzumaki Naruto.

'Sial, Semuanya hancur! Tak kusangka kalau dirinya adalah adik Naruto! Sial, Sial, Sial!' Pikiran Rias menjadi kalut karena hal tersebut. Anggota Peerage-nya menjadi bulan-bulanan Exorcist dan lagi dirinya terjerat Soul Contract yang membuat dirinya mau tidak mau mematuhi isi kontrak tersebut.

"Uzumaki Naruto, Siswa Kuoh Academy, Pemuda itu sekelas denganku. Keberadaannya sangat sulit dilacak kecuali kau datang kesekolah di Rooftop pada waktu istirahat makan siang. Bertindak selayaknya pemuda pada umumnya namun disatu sisi ia adalah informan terpercaya bagi kami penguasa kota Kuoh walau kami harus membayar biaya yang tidak main untuk informasi miliknya. Hanya itu saja yang aku tau, Selebihnya aku tidak tau." Ujar Rias dengan wajah yang sangat kesal sampai-sampai wajahnya memerah.

"Baiklah, Terimakasih atas kerjasama dari anda. Kami akan pergi, Sampai jumpa." Ucapnya dan pergi dari hadapan Rias bersama dengan anggota timnya. Jeanne sendiri tersenyum mendengar penjelasan dari Demon tersebut, Siapa sangka jika kakaknya, Yang menurut laporan adalah orang yang sangat berbahaya memilih menyembunyikan identitasnya sebagai informan bagi Demon di kota ini.

Setelah kepergian rombongan Exorcist gereja, Rias dan Sona berserta anggotanya memulai diskusi yang membahas tentang keluarga Uzumaki namun hasilnya nihil karena yang mereka dapati hanyalah file yang mengatakan kalau Klan Uzumaki hanyalah Klan yang terbiasa melakukan kegiatan Exorcistme dengan media kertas segel untuk menghentikan Paranormal Activity selain itu tidak ada file yang mengatakan kalau anggota Uzumaki adalah orang-orang yang kuat dalam ilmu beladiri.

"Mungkin saja, Ada orang hebat yang melatih tiga bersaudara itu." Ucap Daiki. Dirinya sendiri tidak menyangka jika dapat di kalahkan, Ralat dipermaikan oleh gadis berusia 15 tahun. Dirinya sendiri adalah Demon yang memiliki masa depan cerah namun dengan kekalahan ini maka harga dirinya memberontak.

"Kalau yang dikatakan Daiki benar maka tidak salah jika mereka semua sangat kuat. Terlebih kita juga tidak tau batas kekuatan seorang Uzumaki Naruto, kan? Namun pertanyaannya saat ini adalah..." Sona yang paham apa yang Daiki maksud langsung mengambil alih pembicaraan. Tidak menutup kemungkinan kalau orang yang melatih kedua adik Naruto dan juga anggota timnya adalah orang yang hebat hingga dapat mempermainkan dua Dragon King. "... Siapa yang melatih mereka?"

Benar, Apa yang Sona tanyakan adalah apa yang tidak dapat mereka jawab. Sosok-sosok orang kuat di dalam gereja menang dapat dihitung dengan jari jemari namun kekuatan mereka bukan main, Sebut saja seorang kakek yang pada masa mudanya sangat ditakuti bagi Supranatural Exitence. Atau, Naruto sendiri yang melatih mereka semua?

"Jadi Sona apa yang akan kita lakukan?" Tanya Rias, Gadis itu sendiri kebingungan karena peristiwa ini. Setelah mengetahui kalau adik dari Uzumaki Naruto memiliki kekuatan yang sangat hebat bagaimana dengan kakaknya? Setidaknya, Untuk saat ini, Naruto masih bersikap netral karena mereka semua masih bisa membeli informasi dari pemuda itu namun jika saja mereka semua membuat kesalahan mungkin mereka akan dijadikan musuh.

"Tidak ada yang bisa kita lakukan, Rias. Kita sudah kalah dan itu harus kita terima dan lagi kita tidak bisa memberitahukan kejadian ini kepada kakak kita karena Soul Contract akan menghapuskan eksistensimu dari dunia ini." Ucap Sona namun sebuah ide melintas di pikirannya, Jika saja mereka memiliki informasi tentang menghapuskan sistem Soul Contract maka mereka dapat memberitahu kakak mereka dan tidak ada orang yang dapat mereka hubungi kecuali...

"Aku akan menghubungi Naruto, Kurasa dia memiliki informasi tentang Soul Contract ini."

...

...

Hari-hari berlangsung seperti biasa setelah pertemuan Human Faction. Dimulai untuk Naruto, Pemuda itu hidup seperti biasa layaknya siswa pada umumnya tanpa mengetahui jikalau adiknya mencari informasi keberadaannya. Naruto selalu bersikap seperti biasa, Santai dan menjaga jarak dari Demon, Dan bersikap layaknya tokoh sampingan di Kuoh Academy.

Issei sendiri sedang kebingungan karena makin hari makin banyak gadis-gadis yang mendekati dirinya. Yah, Dirinya sendiri berterimakasih kepada Draig jika saja tidak ada eksistensi bernama Draig di dalam tubuhnya maka semua ini tidak akan terjadi separah sekarang. Karena itulah dirinya sendiri bersikap biasa saja setelah mengetahui kalau daya tarik dari ras naga yang dapat menarik perhatian lawan jenis mau apapun ras-nya.

"Huffft..." Kepulan asap rokok terlihat keluar dari mulut seorang pemuda yang tampak mengawasi keadaan terus menerus. Jujur saja, Dirinya sendiri tidak mau merokok di lingkungan sekolah namun karena ini istirahat makan siang dan dirinya sudah makan, Maka kadar asam di mulutnya meningkat menuntut nikotin yang setiap hari dirinya hisap. Selintas ingatan hingga di benaknya, Ingatan tentang seorang gadis yang selalu melarangnya kala ia menghisap lintingan tembakau tersebut. Gadis yang saat ini sedang berada di Vatikan, Jauh dibenua tetangga. "... Minaka, Entah kenapa rasa bersalah meninggalkan dirimu berserta dengan Mito menggerogoti hatiku lagi."

Minaka, Sebuah nama yang terlahir dari pergabungan nama kedua orangtuanya, Minato dan Kushina. Gadis yang ceria dan juga sosok yang mirip seperti mending ibunya, Bukan Naruto yang menjadi tempat bernaung bagi saudari-saudari nya melainkan Minaka lah yang menjadi tempat tersebut. Sosok yang memiliki sifat keibuan yang bahkan bisa mengerti kerasnya sifat Xenovia.

"Kak, Ternyata selama ini kau disini?"

Ya, Suara itu. Dirinya ingin sekali mendengarnya. Suara yang halus dan juga lemah lembut kala memperhatikan kakak dan adiknya. Suara yang tampak indah bagaikan penyanyi bersuara merdu yang tiada duanya. Dirinya sangat bodoh meninggalkan adiknya disana namun itu adalah pilihan yang tepat karena kedua adiknya tidak mengetahui fakta kalau tuhan sudah tiada. Mungkin saja, Jika kedua adiknya yang menjadi hamba tuhan yang paling taat mengetahui fakta tersebut akan ada kemungkinan rusaknya mental yang dapat membuat mereka menjadi gila dan Naruto tidak menginginkan hal tersebut.

"Sekali saja aku ingin mendengar suaramu, Minaka. Memanggilku dengan sebutan kakak dan memarahiku lagi saat aku sedang merokok tapi kau sangat jauh di Vatikan dan walau aku pergi ke Vatikan sekarang maka darah akan mewarnai pelataran Vatikan, Sial."

"Mouuu, Kau itu tetap kakakku tau. Mau sejauh apapun jaraknya kau tetap Kakakku, Brother."

"Kenapa suaramu sangat dekat, Minaka. Entahlah, Aku rasa ini hanyalah halusinasi karena aku merasakan kalau suaramu ada dibelakangku." Ucapnya, Dirinya sendiri tidak menyangka kalau Minaka, Adiknya sendiri, Ada di belakangnya. Gadis itu sedang tersenyum melihat tingkah laku kakaknya yang sedang termenung dan bergumam sendirian.

Brakk...

"OII ANIKI, BANTU AKU MENGERJAKAN TUGAS INI."

Teriakan Issei dari arah belakang membuat Naruto menolehkan kepalanya dan disitulah ia. Kedua mata berwarna Blue Shaphire itu saling bertatapan menghiraukan Issei yang dirinya sendiri kebingungan.

Siapa gadis itu?

Apa hubungannya dengan Aniki?

Kenapa mereka sangat identik satu sama lain?

Semua itu adalah pertanyaan yang bertumpuk di kepalanya. Dirinya sendiri bingung namun kenapa dirinya merasakan tali keluarga yang sangat erat antar keduanya? Siapa sosok gadis itu?

"Hallo, Kak."

Greb...

Tanpa Issei duga, Naruto memeluk gadis itu saat ia mendengar gadis tersebut menyebutnya kakak. Jadi, Dia adalah adiknya Naruto? Sungguh?

"Kenapa kau disini, Idiot! Kau meninggalkan adik kita hanya demi menyusulku, hah?" Issei dibuat terkejut karena saat Naruto melepaskan pelukannya, Pemuda itu mencengkram kedua bahu adiknya dan berteriak dengan keras di depan wajahnya. Jadi, Mereka berdua masih memiliki adik lagi? Jadi Tiga bersaudara Uzumaki?

"Tidak kak, Mito bersama dengan 'Kami' disini. Aku dan juga Squad ku sedang menjalankan misi di kota ini. Aku hanya ingin menemuimu untuk saat ini."

"Untuk saat ini?" Tanya Naruto, Wajah pemuda itu memandang adiknya penuh dengan telisik. Ada yang aneh dari kata-kata yang keluar dari mulut adiknya itu. Untuk saat ini mereka hanya ingin menemuinya?

"Jadi para tetua bajingan itu memerintahkan kalian untuk menangkapku?" Tanya Naruto dan pemuda itu semakin bertambah marah kala adiknya menganggukkan kepalanya. Issei sendiri bingung, Kenapa Anikinya bisa sampai marah seperti itu hingga Sky Insight miliknya aktif dengan sendirinya. "... Misi yang diberikan adalah menangkap pencuri Excalibur, kan?"

"Ba-bagaimana kau tau, Kak? Ini adalah misi rahasia yang bahkan project Excalibur pun sangat rahasia hanya Exorcist terpilih saja yang mengetahuinya!"

Sekarang Issei paham, Gadis itu, Adik dari Naruto, Sedang Menjalankan misi dimana dia dan juga anggota timnya harus mengambil kembali pedang Excalibur yang dicuri dari organisasi Exorcist. Lalu untuk secondary mission nya adalah menangkap kembali Naruto dan membawanya kembali ke organisasi tersebut. Namun ada beberapa hal yang mengganjal pikiran Issei, Yah sebut saja Organisasi apa itu? Kejahatan apa yang dilakukan oleh Aniki nya itu? Dan apakah Excalibur itu nyata? Dirinya sendiri tidak paham karena ia pun masih baru di dunia supranatural ini namun jika itu tentang Anikinya, Issei bersumpah akan mengorbankan nyawanya.

"Ku beritahu satu hal, Pencuri itu bukan tandingan kalian. Akan kuberitahu saja clue ini, Gagak dengan lima pasang sayap berserta pasukannya, Kalau kamu paham pulanglah." Ucap Naruto.

Mendengar itu, Minaka sadar siapa yang akan ia hadapi. Salah satu dari empat Cadre Fallen Angel yang merupakan veteran dalam Great War. Dirinya sadar itu bukan levelnya walaupun mereka memiliki tiga pecahan Excalibur dan juga Mito yang memiliki Chain of Seal mereka tidak dapat menghadapi mereka. Berapa banyak pasukannya juga ia tidak tau dan yang paling ia pikirkan adalah nasib orang-orang di kota Kuoh.

Kesedihan seorang ibu saat anak-anak tewas, Seorang janda yang kehilangan suaminya, Dan seorang ayah yang menguburkan jasad anaknya. Itu bukanlah pemandangan yang indah melainkan pemandangan Medan perang, Dan kali ini Medan perangnya adalah kota Kuoh yang penuh dengan manusia.

"Pesanku larilah selagi kau bisa, Minaka." Ucapan terakhir Naruto tampaknya membuat Minaka tersentak. Kakaknya adalah pemilik Sky Insight dan karenanya ia sadar jika kakaknya dapat melihat aliran waktu namun bukan waktu maju melainkan waktu mundur yang menjadi sejarah. Tapi prediksi yang keluar dari mulut kakaknya itu memiliki keakuratan 80% yang berarti hanya memiliki kemungkinan kecil untuk meleset tapi prediksi hanyalah prediksi dan dirinya optimis dapat menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.

...

...

Kekacauan

Kehancuran

Dan semuanya luluh lantah rata dengan tanah

Kota Kuoh sudah hancur dan menjadi lautan api. Langit kelam menjadi saksi bisu dan bumi menjadi lantai dengan darah yang berceceran.

Gagal, Dirinya sendiri sudah gagal menjalankan tugasnya. Dengan bantuan dari Gremory dan juga Sitri, Dirinya tidak dapat menghadapi pasukan tersebut. Pasukan yang berisi ribuan tentara bersayap hitam yang menutupi langit dengan Light Spear melawan Demon yang tidak kompeten dan juga empat orang Exorcist dari Vatikan, Gagal menjalankan tugasnya untuk melindungi kota tersebut.

'Andai saja... Andai saja aku menuruti perkataannya!'

Kemelut pikiran menyerang sosok gadis itu. Perkataan dari sang kakak yang mengatakan kalau dirinya tidak dapat menghadapi pasukan tersebut benar adanya.

'Andai saja aku tidak bersikap sombong!'

Kesombongan yang menyerang dirinya membuatnya tidak dapat berfikir jernih. Inkarnasi Jeanne D'Arc, Excalibur User, dan juga Red Devil tidak dapat menghadapi mereka. Kesombongan akan kekuatan menjadi momok yang menakutkan dan dirinya sadar akan kesalahannya.

"Bukankah sudah ku bilang untuk pergi selagi masih sempat, Idiot."

Tapak kaki yang menjejakkan diri di medan perang memasuki netra penglihatannya. Seorang kakak yang selalu melindungi adiknya, Seorang pemuda biasa yang selalu di cerca di dalam Klan, Dan seorang anak yang memikul beban kelangsungan hidup umat manusia. Dengan sebuah tablet aneh yang terbuat dari batu ia menyerukan kekuasaan umat manusia.

Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa

Lamun kalah ring gurun

Ring Seran

Tanjung Pura

Ring haru

Ring pahag

Ring Dompo

Ring Bali

Ring Sunda

Ring Palembang

Ring Tumasik

Samana Isun amukti Palapa

"Patih Gajah Mada : Oath of Palapa!"

Dan kala itu sebuah keanehan terjadi.

Kala munculnya ribuan pasukan yang memiliki tekanan kekuatan yang sangat besar

Kala munculnya pasukan dari kerajaan yang sangat terkenal karena menyatukan sebuah negara

Dan kala kedua pasukan saling bentrok

Maka saat itulah, Sebuah peperangan akan terjadi.

...

...

CHAPTER 7 : HERO OF HUMANITY

...

...

Author's Note :

Yuhuuu... Apa kabar semuanya?

Di chapter kali ini aku memberikan cerita yang berbelit bukan? Dimulai dari pertemuan yang tidak selayaknya pertemuan, dan juga kedatangan Minaka/Jeanne yang menemui Naruto.

Haaaahhhh... Intinya aku sudah memaksimalkan apa yang aku bisa. Sungguh!

Dan untuk bagian terakhir, Pada awalnya aku ingin menggunakan Ioniai Hetaroi milik Iskandar namun entah kenapa aku sendiri malah kepikiran sumpah palapa yang mengeluarkan pasukan dari Majapahit.

Aku tidak bisa berjanji banyak untuk membuat scene, Fallen Angel vs Human, Di chapter selanjutnya namun aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bacaan kepada kalian.

Sekiranya itu saja,

Salam dari New Author On Fanfiction

...

...