New Author On Fanfiction Present
...
...
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.
...
...
Summary :
Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...
Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan You Hate This? Simple, Just Out From This Fiction Story!
Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.
...
...
#StayAtHome
[Let's start]
...
...
Mimpi.
Ini adalah sebuah mimpi.
Mimpi tentang ingatan lama yang ingin ia kubur.
Ingatan tentang dirinya yang hidup selayaknya sampah dalam sebuah Klan yang sangat di takuti oleh makhluk supranatural.
Namikaze adalah nama Klan tersebut
Klan yang dapat mengubah sejarah dengan kembali ke masa lalu dan kemampuan itulah yang menjadi alasan di balik semua perlakuan keluarganya
Hanya adik kembarnya yang selalu menjaganya
Aneh? Ya! Dirinya menganggap itu keanehan
Tugas kakak adalah melindungi adiknya namun kenapa ini berbeda!
Dirinya malu! Malu karena nasibnya yang selalu diemban oleh bahu rapuh adiknya
Namun, Siapa sangka semua itu berubah
Kala keberadaannya menghilang dari sisi adiknya!
Siksaan, Cercaan, Dan juga serangan yang membuat psikisnya hancur hingga sesuatu muncul dari dalam dirinya
Sky Insight! Mata yang merekam seluruh sejarah dunia, Mata yang dapat melihat arus waktu mundur, Dan mata yang dapat mematerialisasikan sejarah sebagai kekuatan, Muncul sebagai jawaban atas semua permohonannya
Namun saat itu juga serangan makhluk supranatural pecah di pemukiman Klan Namikaze
Dirinya tidak peduli apapun, Dirinya tidak memperdulikan keselamatan orangtuanya karena ia yakin mereka dapat melindungi dirinya
Merodach, Sebuah pedang yang menjadi asal muasal dari Gram maupun Excalibur ada di tangannya. Pedang pertama yang dapat ia meterialisasikan dan pedang pertama yang menjadi saksi pembunuhan terhadap makhluk supranatural berada ditangannya kala itu. Dirinya tidak dapat berfikir apapun yang ia fikiran hanyalah keselamatan adik kembarnya dan juga adiknya yang masih berumur dua tahun dan demi melindunginya ia rela menjadi pembunuh.
Pembantaian dibalas Pembantaian, Mayat anggota Klan Namikaze dan Sisa sisa abu dari menghilangnya makhluk supranatural tersebar di pemukiman Klannya. Rambutnya yang berwarna kuning bagaikan sinar matahari bermandikan darah merah kehitaman musuhnya.
Psikisnya hancur, Ekspesinya menunjukkan kalau ia senang menjadi pembunuh dan karenanya ia melakukan Pembantaian tersebut. Seorang anak berusia lima tahun membantai lebih dari dua puluh delapan ribu pasukan makhluk supranatural dan kala ia di temukan, Ia menodongkan Merodach melindungi kedua adiknya yang pingsan.
Tidak pernah dicintai, Tidak pernah diajarkan mencintai dan tidak kenal apa itu cinta. Dirinya buta akan kata yang menyenangkan semua manusia itu namun dirinya tau, Anugerah yang ia terima sebatas untuk menunjukkan kalau dirinyalah yang mengemban semua sejarah umat manusia. Sejarah tentang peperangan, Sejarah tentang semua penemuan, Bahkan sejarah tentang terbentuknya tata surya yang menopang kehidupan manusia.
Dan saat itulah, Sebuah pikiran aneh memasuki kepalanya. Jika saja makhluk supranatural tidak ada! Jika saja semua makhluk dapat berdiri sejajar! Dan jika saja, Manusia berdiri di puncak!
Apakah semua ini terjadi?
Kebencian!
Amarah!
Dendam!
Dirinya membawa semua itu kedalam hatinya. Bukan kelabu dimana ia berdiri atas prinsip hidupnya dan bersikap cuek ataupun tidak peduli dimana dirinya berdiri. Namun yang ada hanya kegelapan semata
Kegelapan yang membalut cahaya kecil di dalam hatinya!
Cahaya yang teramat terang di dalam kegelapan tersebut.
Minaka dan Mito, Kedua cahaya miliknya.
Jika saja masih ada yang mencoba untuk mengambil cahaya-nya
Ia tidak segan walaupun seluruh makhluk supranatural hilang
Ia tidak segan walaupun keseimbangan alam terganggu
Ia tidak segan walaupun Sister Angel, Sosok yang mengajarkan dirinya tentang kasih, Kecewa akan tindakannya
Ia tidak segan!
Ia juga tidak peduli!
Dirinya tidak peduli walau satu dunia membencinya
...
...
Dirinya saat ini sedang membuat simulasi. Ratusan bahkan ribuan simulasi tercipta di dalam otaknya untuk menghadapi sepuluh ribu pasukan yang berisi veteran perang. Dirinya sendiri sadar, Dalam perang semua kemungkinan dapat merubah arus peperangan dan karenanya ia mencoba mencari celah sekecil apapun itu, Memprediksi apa yang akan terjadi, Dan mencoba untuk menutup celah tersebut.
Otak manusia terkadang berjalan dengan sangat cepat kala ia fokus dalam berfikir. Dua kali lebih cepat kala orang itu sedang fokus namun dalam kasus Naruto tidak dapat dikatakan jika itu hanya dua atau tiga kali lebih cepat dari kebanyakan manusia. Waktu, Ia tidak punya waktu karenanya ia mengerahkan semua yang ia punya dan memasuki kondisi Transendece, Sebuah kondisi yang tidak dapat dimasuki manusia biasa. Hingga...
"Aniki, Mereka semua datang."
Suara seorang pemuda membuat dirinya sadar. Perang akan dimulai pada malam hari tidak peduli apa yang akan terjadi namun ia bisa memprediksi kalau ratusan manusia akan menjadi korban dalam penyerangan pertama.
"Issei, Semua persiapan sudah kau lakukan?"
"Ya, Aku sudah melakukan semua yang kau perintahkan. Tanpa ada kesalahan, Tanpa ada celah, Tanpa ada jejak!"
Naruto menghela nafasnya saat mendengar ucapan Issei. Dirinya memberi perintah kepada pemuda itu untuk membuat sebuah perangkap di daerah perkotaan. Sling Baja yang melintang dari gedung ke gedung, Ranjau darat yang memuntahkan proyektil berupa kelereng baja, Dan juga beberapa Anti-Aircraft dari S.H.I.E.L.D dipasang di tempat-tempat strategis. Setidaknya semua itu dapat menahan pasukan Kokabiel.
"Issei, Setelah pertempuranku dengan pasukan Kokabiel terjadi. Kau harus mengevakuasi semua warga bersama dengan petugas keamanan di kota ini. Bawa mereka ke puncak bukit dan masuklah kesebuah menara dan aku beritahu, Hiraukan makhluk eksentrik yang menyambutmu di menara tersebut." Ucapnya dan Issei menganggukkan kepalanya menandakan kalau ia paham. Membiarkan Issei bersiap Naruto meninggalkan pemuda itu di dalam apartemennya dan pergi menuju ke arah bukit belakang. Tidak ada yang dapat melindungi manusia kecuali manusia itu bekerjasama untuk saling melindungi dan ada seseorang yang memiliki setengah darah manusia yang sangat mencintai manusia ingin membantu. Menyediakan sebuah Oasis berlatarkan hamparan bunga-bunga demi kelangsungan hidup umat manusia.
Seseorang yang akan dikorbankan hanya demi membangun fondasi sebuah menara. Seseorang yang menyatakan kalau ada dua naga merah-putih yang tertidur di dalam danau yang menyebabkan fondasi menara tersebut tidak dapat dibangun. Seseorang yang mencintai manusia. Seseorang yang menjadi mentor dari seorang pahlawan yang amat terkenal karena tindakan heroiknya.
Dari sebuah lingkaran sihir, Benda berbentuk oval berwarna putih keluar dan sebuah tabung dengan cairan merah berada di tangannya. Menuangkan cairan itu dan mulutnya mulai membacakan sebuah mantra ritual. Mantra yang tercetak di dalam monumen batu yang ia lihat di monumen Stonehege di Inggris.
Dengan darah si 'Merah' dan sisik si 'Putih'
Oasis terakhir manusia akan muncul
Muncul dari kedalaman bumi
Tunjukkan kisah para raja itu nyata
Surga Dunia, Utopia umat Manusia, Dengarlah suaraku
Kisahmu akan berjaya dan penuh akan berkat umat manusia
Biarkan para makhluk kotor mengetahui kisah lama ini
Terbukalah!
Avalon!
Gemuruh terdengar dari semua penjuru, Cahaya menyilaukan membelah langit malam berhiaskan bintang dan puncak bukit itu mulai mengeluarkan sebuah menara. Menara indah berwarna putih penuh akan kesucian, Menara yang teramat indah untuk disampaikan melalui kata-kata dan Menara yang akan menjadi tempat terakhir berlindungnya umat manusia.
Bukan tuhan yang akan menyelamatkan manusia, Tidak untuk kedua kalinya tuhan ingin membuat pengorbanan. Manusia sudah ditinggalkan sendirian dan sekaranglah saatnya manusia hidup dengan kekuatannya sendiri. Manusia itu bodoh namun ada nilai dari semua alat dan sejarah yang mereka tinggalkan.
Untuk semua manusia dan sejarah yang mereka wariskan untuk generasi mendatang
Untuk semua manusia yang mengorbankan Darah, Keringat dan juga Segala daya dan upaya mereka
Sekarang tugas generasi yang baru untuk melanjutkan segala harapan mereka
...
...
"Tuan Kokabiel, Panggung sudah siap. Anak-anak Demon, Exorcist, dan Kita, Fallen Angel, Para lakon sudah bersiap. Kami tinggal menunggu titah anda sebagai maestro dalam pertunjukan kali ini." Ucap seorang Fallen Angel dengan empat pasang sayap di samping seseorang bernama Kokabiel.
Kokabiel tersenyum menampilkan deretan gigi tajam miliknya yang tampak seperti seekor hiu, Rambut panjangnya yang berwarna hitam bagaikan langit malam tak berbintang, dan lima pasang sayap miliknya menandakan kalau ia memiliki kekuatan yang bukan main.
Dirinya selalu percaya kepada 'Ayah' kalau apa yang ia lakukan benar. Manusia adalah makhluk yang rapuh dan juga makhluk terlemah yang pernah tercipta. Dirinya ingin melindungi mereka semua, Rasa cinta kepada manusia milik sang 'Ayah' sekarang akan ia lanjutkan dan saat semuanya sudah berjalan sebagaimana mestinya, Manusia akan menjadi makhluk terakhir yang akan bertahan. Kelangsungan hidup manusia adalah yang terpenting namun untuk menyelamatkan beberapa manusia, Ia harus membuat pengorbanan, Pengorbanan atas nyawa ribuan manusia dikota ini. Perang akan terjadi namun perang kali ini, Second Great War, Akan ia bawa ke Underworld tanpa melibatkan manusia.
Sekarang ini, Sepuluh ribu pasukan miliknya sudah ada di balik awan langit kota Kuoh. Dirinya membagi pasukannya menjadi sepuluh batalyon yang dipimpin oleh satu Fallen Angel dengan empat pasang sayap. Dirinya tidak peduli berapa banyak manusia yang akan ia korbankan hanya untuk memulai rencananya karena ia yakin pasti ada sepasang ataupun lebih manusia yang akan selamat dan terus melanjutkan sejarah manusia.
Sringgg...
Serpihan demi serpihan cahaya mulai terkumpul di ujung telapak tangannya. Cahaya yang kecil bagaikan kunang-kunang mulai menyatu dan membentuk sebuah tombak. Light Spear adalah musuh alami dari ras Demon dan karenanya menghujani akademi kecil dibawahnya dengan tombak ini tidak akan menjadi masalah.
Boom... Boom... Boom...
Dentuman dan ledakan kala Light Spear menghantam tanah terdengar dari segala penjuru kota Kuoh. Bagi manusia yang melihatnya, Serangan itu layaknya penghukuman yang dijatuhkan surga karena manusia sudah lalai namun bagi mereka yang tau, itu adalah deklarasi perang. Bangsa Fallen Angel, Deklarasi yang diserukan atas nama Fallen Angel dan mereka jugalah yang menjadi penyebab kehancuran kota yang damai tersebut. Dan karenanya, Minaka dan Squadnya berserta dengan Demon penguasa Kuoh keluar dari Academy mereka setelah melakukan pertemuan kecil namun apa yang mereka lihat hanyalah kehancuran dan seorang Pria tua dengan seribu Fallen Angel di belakangnya.
Pria itu tampak tersenyum dan menampakkan jajaran gigi tajamnya dan membungkukkan tubuhnya, Tidak terlalu rendah untuk dibilang tunduk namun hanya sebatas penghormatan kepada musuhnya. "Salam, Aku adalah Kokabiel, Angel of Stars, Malaikat yang mengajarkan manusia tentang ilmu Astronomi..." Dia kembali menegaskan tubuhnya dan berkata "... Aku yakin kalian tahu siapa aku, kan?"
Siapa yang tidak tau dirinya, Kokabiel, Salah satu dari empat abdi yang berdiri bersama dengan Frist Fallen Angel, Belial. Perkenalan yang tampak biasa saja namun perkataannya seakan membuat mereka semua menjadi patung batu. Mereka tau siapa yang mereka lawan dan mereka tau batas kemampuan mereka, Mereka tidak tampak seperti binatang yang memilih untuk diam karena tau apa yang harus mereka hadapi. Namun diantara semua yang tampak berdiri dengan ketakutan, Seorang gadis berusia lima belas tahun melangkah ke depan dan dari belakang tubuhnya rantai-rantai dengan ujung runcing mengarah kepada Kokabiel.
"Atas wewenang Vatikan, Aku akan membunuhmu karena sudah mencuri pecahan Excalibur." Gadis kecil itu berbicara dengan lantang. Ancaman dari mulutnya terdengar dengan jelas seakan-akan dirinya sadar jika sosok di depannya ini bukanlah tandingannya, Namun ia menelan bulat-bulat rasa takutnya karena ia tahu mau bagaimapun jika ia sedang dalam bahaya, Kakak laki-laki nya akan selalu menyelamatkannya.
"Ahhh... Santai saja, Little girl. Kedatanganku karena aku ingin mengembalikan ini." Prankk...
Kokabiel melemparkan tiga benda berbalut kain ke arah Mito. Tiga benda yang selama ini mereka cari jatuh tepat di hadapannya. Excalibur Nightmare, Excalibur Blessing, Excalibur Transparency. Tiga pedang yang para Exorcist cari ada dihadapannya.
'Untuk apa ia mencuri Excalibur kalau hanya untuk dikembalikan semudah ini? Apa yang ia rencakan? Dan kenapa aku merasakan kalau ada yang aneh dari ini semua?' Badai berkemelut di dalam pikiran Mito. Dirinya sendiri tidak menyangka jika misi yang ia jalani bersama dengan kakaknya dan juga anggota timnya akan berjalan dengan sangat mudah. Kalau lawannya adalah Kokabiel, Yang mencuri pecahan Excalibur, Maka ia yakin kalau salah satu dari mereka pasti akan pulang dengan kondisi tubuh tidak lengkap atau yang paling parah mereka semua tidak dapat pulang ke Vatikan dan harus menutup usia mereka di negara Jepang.
"Aku mengembalikannya hanya untuk membawa Exorcist Vatikan datang kemari. Itu saja, tidak ada alasan lain." Jawaban Kokabiel seakan-akan membuat seorang Minaka dan juga Sona tersambar petir. Sebuah arus pikiran yang berisi beberapa kemungkinan tergambarkan di hadapan kedua gadis itu.
"Kau..."
"SEMUANYA BERSIAP!..." Semua orang terkejut kala Minaka, Sang titisan Jeanne D'Arc, Berteriak dengan wajah ketakutan. Bahkan untuk anggota tim nya, begitu juga Mito, tidak pernah melihat Minaka mengeluarkan ekspresi ketakutan seperti itu. "...ALASAN KOKABIEL ADALAH UNTUK MELETUSKAN PERANG TIGA FRAKSI UNTUK KEDUA KALINYA.."
"...DENGAN KEMATIAN SITRI DAN GREMORY, APALAGI ADANYA EXORCIST GEREJA DI KOTA INI, SUDAH CUKUP UNTUK MELETUSKAN PERANG! BERSIAP! LINDUNGI SITRI DAN GREMORY!"
Semua orang tertegun. Kenapa mereka tidak berfikir demikian? Kakak dari Sona dan Rias terkenal seantero dunia supranatural sebagai seseorang yang Sangat-Amat-Teramat Menyayangi adiknya. Jika saja adiknya tewas sudah cukup untuk membuat kedua Demon itu menyatakan perang!
"Kau cukup pintar untuk ukuran seorang manusia..." Kokabiel tersenyum menanggapi teriakan gadis Exorcist berambut kuning yang mengepang rambutnya "... Lucifer dan Leviathan, Sudah menjadi hal yang lumrah kalau kedua Demon ini sangat menyayangi adiknya. Sekarang bayangkan jika kedua adik yang mereka sayangi mati dengan Excalibur menancap di dada mereka, Tubuh Exorcist di sekelilingnya, Dan bulu hitam berterbangan. Apa yang akan terjadi? Siapa targetnya?"
Kokabiel tersenyum lebar dan membentangkan kedua tangannya dengan bangga, "Gereja, Heaven, Grigory, Aku. Dengan pasukan mereka, Leviathan akan menyerang Vatican lalu Lucifer akan menyerang Grigory dan Heaven akan turun tangan seperti kejadian yang terdahulu. Lalu untuk kedua kalinya, Great War akan terjadi."
"Namaku adalah Kokabiel, Angel of the Stars." Dia berkata dengan suara yang lantang. Tidak ada getaran keraguan dalam suara pria itu dan karenanya Kokabiel tersenyum lebar. "Hari ini, Malam ini, Aku adalah Pemimpin kalian. Bersama, Kita akan memulai sesuatu yang sangat luar biasa. Lepaskan semua emosi kalian! Perkosa, Bunuh, Dan bakar semua yang kalian mau sampai rata dengan tanah! Lakukan semua hal yang ingin kalian lakukan! Tidak ada yang dapat menghentikan kita! Tidak ada!"
Bersama, Semua pasukan dari Kokabiel's Legion mulai meluncur. Bagaikan hujan, Bagaikan komet, Mereka jatuh di berbagai arah kota ini. Tidak lama, Teriakan mulai terdengar. Api mulai.
"Perang sudah dimulai. Sitri, Gremory, Exorcist, Akan ku beritahu satu fakta mengingat keadaan kalian yang saat ini." Ucapnya. Senyum Kokabiel berubah menjadi sebuah seringai dan kemudian...
"Tuhan sudah tiada!"
Deg...
"Itulah faktanya! Kalian sudah dibodohi tetua gereja itu! Kalian tidak lebih dari alat dengan mengatasnamakan pengabdian kalian kepada tuhan! Seraph Michael, Dia mengatur sistem surga agar tidak ada hamba-Nya yang mengalami nasib buruk. Ingatlah ini, Tuhan sudah tiada!"
Apa maksudnya ini?
Tuhan sudah tidak ada?
"Jangan bercanda!" Teriakan seorang gadis berambut biru dengan sebuah pedang di tangannya membuat semua orang tersadar. Gadis itu melesat menuju Kokabiel hanya untuk terlempar dan menabrak permukaan tanah dengan keras meninggalkan debu yang berterbangan.
"Xe... No... Via..." Ucapan terbata-bata dari mulut Jeanne membuat Xenovia sadar. Dirinya, Pedangnya, Tidak ada apa-apa dihadapan makhluk itu. Semua orang hanya dapat diam dan bersimpuh di tanah, Mental mereka terganggu, dan kebingungan melanda mereka semua. Bahkan untuk ukuran Demon sekalipun mereka tidak dapat menerima fakta tersebut.
"Aku akan meninggalkan kalian disini tapi sebelum itu..." Sebuah Light Spear berukuran raksasa sebesar bus Kokabiel lemparkan tepat di tengah-tengah. Aneh rasanya jika langsung menamatkan sebuah game kala kalian baru saja memulainya, Dan karenanya Kokabiel juga sama. Ledakan besar yang menghempaskan semua makhluk di halaman Kuoh Academy terjadi dan saat Jeanne melihat ke langit, Keberadaan dari Kokabiel sudah hilang.
Keberadaan Kokabiel memang sudah menghilang namun tidak dengan pasukannya. Mereka berjalan mendekat dan memandang mereka semua selayaknya predator yang bertemu dengan mangsa nya. Dalam pikirannya, Ia yakin akan diperkosa para Fallen Angel itu terlebih mayoritas yang ada disini adalah gadis kecuali dua Dragon King yang tidak berguna disana.
"Bukankah sudah ku bilang untuk pergi selagi masih sempat, Idiot."
Tapak kaki yang menjejakkan diri di medan perang memasuki netra penglihatannya. Seorang kakak yang selalu melindungi adiknya, Seorang pemuda biasa yang selalu di cerca di dalam Klan, Dan seorang anak yang memikul beban kelangsungan hidup umat manusia. Di tangannya tersemat sebuah tablet aneh yang terbuat dari batu dengan ukiran aksara aneh.
Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa
Lamun kalah ring gurun
Ring Seran
Tanjung Pura
Ring haru
Ring pahag
Ring Dompo
Ring Bali
Ring Sunda
Ring Palembang
Ring Tumasik
Samana Isun amukti Palapa
Kakaknya itu membawa tablet batu itu dihadapannya. Suaranya yang lantang kala ia membaca tulisan itu membuat dirinya yakin kalau kakaknya akan selalu ada untuk melindunginya. Ia tidak tau bahasa apa itu tapi ia yakin kalau itu adalah sebuah sumpah. Sumpah yang teramat berat, Yang dibuat oleh orang terdahulu.
Dan kala itu, Sebuah keanehan terjadi. Distorsi ruang terjadi dibelakang kakaknya, Beberapa orang muncul dan terus menerus bertambah tanpa tau kapan harus berhenti. Orang-orang itu hanya mengenakan kain sebagai penutup bagian pinggang kebawa tanpa mengenakan atasan menampilkan otot-otot yang memberikan kesan gagah. Dan saat nama sejarah yang kakaknya ucapkan dengan lantang terdengar, Jeanne sadar!
Tenang sebuah negara yang memiliki ribuan pulau yang dipisahkan oleh lautan. Tentang ambisi seorang jenderal yang ingin menyatukan negara tersebut dibawah panji kerajaannya. Tentang kebanggaan orang-orang yang teramat hebat bahkan dapat menggetarkan langit dan bumi. Dan saat itu, Ia melihat kembali sejarah tersebut. Ia melihat kembali, Orang-orang yang menjadi saksi dari terbentuknya sejarah itu.
"Patih Gajah Mada : Oath of Palapa!"
Ribuan orang berada di belakang kakaknya. Hanya ia yang sadar dapat melihat kejadian itu karena semua orang pingsan akibat ledakan besar tadi. Melihat saat orang-orang menundukkan kepalanya dengan hormat ke arah kakaknya membuat Jeanne menangis. Kakaknya adalah orang yang sangat tersiksa, Ia tidak ingin kejadian itu terulang untuk kedua kalinya. Monster, Iblis, Ashura, Ia tidak dapat mengatakan apapun saat kakaknya mengamuk karena saat kakaknya mengamuk ia tau kalau alam semesta akan ada dalam bahaya.
...
...
"Tuan ku, Kami datang menjawab panggilan anda." Mendengar suara dari arah belakangnya membuatnya sadar kalau pilihan yang ia ambil tidaklah salah.
Majapahit, Kerajaan yang sangat kuat sampai-sampai dapat menyatukan sebuah negara dengan ribuan pulau yang dipisahkan dengan lautan. Pasukan yang berisi orang-orang hebat, Bukan dengan Mana namun dengan semacam kekuatan magis yang disebut Inner Power atau tenaga dalam, Semacam Fighting Spirit yang dapat dilatih dan terus menerus berkembang.
Dengan kekuatan tersebut mereka dapat menyerang dengan serangan tidak terlihat, Terbang tanpa aksara sihir, Orang-orang yang paling hebat walau terkesan dengan peradaban yang sedikit terbelakang namun mereka adalah orang-orang yang disegani hingga saat ini.
"Fallen Angel!" Bisikan-bisikan yang penuh dengan kebencian terdengar dari arah belakangnya namun Naruto tau mereka tidak dapat menyuarakan keinginan mereka karena junjungan mereka tidak memberikan perintah untuk berperang.
"Selamatkan semua orang yang ada!"
Hening...
Semua prajurit itu terdiam mendengar perintah tuan mereka. Kenapa dirinya ingin mereka menyelamatkan manusia? Bukankah manusia dapat bersanding setara dengan makhluk-makhluk supranatural? Namun tidak ada kalimat penjelasan atau apapun keluar dari mulutnya dan karenanya mereka semua melaksanakan perintah itu.
Sringgg...
Sebuah cahaya keluar dari lingkaran sihir di hadapan Naruto. Materilisasi dari pedang bersejarah, Pedang yang menjadi harapan umat manusia akan kemenangan, Pedang yang di tempa oleh inti dari dunia ini, Sebuah Divine Construct. Sekali lagi, Pedang yang hancur karena Great War sekali lagi di tunjukkan dalam perang demi umat manusia.
"I-itu..."
Semua Fallen Angel tidak dapat berkata apa-apa kala melihat pedang tersebut. Hanya dengan cahaya yang di keluarkan benda itu saja sudah menunjukkan kalau dirinya adalah salah satu benda paling murni yang pernah ada. Bagi mereka yang menginginkannya itu adalah pedang yang menjanjikan kemenangan namun bagi mereka yang tidak menginginkannya pedang itu tidak akan pernah ada dan itu adalah alasan di balik hancur nya Excalibur.
Ya, Pedang itu adalah Excalibur. Sword of Sword, Pedang yang nama nya selalu di dengar di seluruh dunia berbeda dengan pedang-pedang yang menjadi Prototype dari Excalibur yang tidak diketahui oleh sebagian besar orang. Namun siapa di dunia ini yang tidak mengetahui Epic's tentang King Arthur yang menyatukan Britania? Tidak ada yang tidak tau cerita tersebut.
"Sekali lagi, Aku akan masuk ke medan perang."
"Sekali lagi, Diriku akan bermandikan darah."
"Namun, Sekarang bukan hanya kedua adik ku."
"Namun seluruh umat manusia berada di bahu ku."
"Dan walaupun peperangan ini tidak di ketahui siapapun."
"Tapi aku yakin, Diriku akan menjadi Heroic Spirit seperti pahlawan-pahlawan terdahulu."
...
...
Declare of War
...
...
