New Author On Fanfiction Present
...
...
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.
...
...
Summary :
Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...
Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan You Hate This? Simple, Just Out From This Fiction Story!
Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.
...
...
#StayAtHome
[Let's start]
...
...
Crashh... Crashh... Sreet...
Di pekarangan Kuoh Academy, Terjadi sebuah pertarungan, Bukan! Itu bukan pertarungan, menghadapi seribu pasukan Fallen Angel bukanlah suatu pertarungan melainkan pertempuran. Suara daging dan juga cipratan darah terdengar dimana-mana saat seorang pemuda mengibaskan pedang miliknya.
Pedang suci itu masih tetap memancarkan aura yang penuh akan kemuliaan walaupun bilahnya dibaluri darah. Pedang yang berisi harapan umat manusia akan kemenangan akan selalu suci selama manusia itu ada. Eksistensi yang ada karena manusia dan digunakan untuk melindungi manusia, Bagaimana dapat kehilangan kemuliaannya.
Di tangan seorang pemuda yang terus menerus bergerak tanpa tahu kapan harus berhenti. Ekspresi wajahnya sangat kosong tanpa adanya cahaya dari kedua matanya seakan-akan pemuda itu sudah tenggelam di dalam lautan darah. Rambutnya yang berwarna kuning bagaikan sinar mentari sekarang terbalur darah berwarna merah.
Dalam kegelapan, Jauh di dalam alam bawah sadar pemuda itu, Dirinya sedang terduduk dengan ekspresi kosong. Dihadapannya terdiri ratusan bahkan mungkin ribuan orang yang berada di dalam sejarah, Yang bersedia meminjamkan Kekuatan, Harta, Senjata bahkan tubuh mereka untuk pemuda itu.
'Aku tidak peduli apa yang dikatakan oleh mereka. Monster, Iblis, Ashura, Yaksha, Atau apapun itu. Aku hanya ingin melindungi adik-adik ku.'
Ya, Mereka selalu melihat kesadaran pemuda itu seperti ini setiap kali ia mengatakan akan melindungi umat manusia. Mereka tau kalau tindakan yang di ambil pemuda ini hanyalah Ego semata bukan berdasarkan kemanusiaan, Itulah alasan ia berkata kalau ia tidak peduli di panggil apa. Di kegelapan alam bawah sadarnya ini, Hanya ada secuil cahaya, Cahaya yang teramat kecil di lautan kegelapan. Bayangan akan sosok Minaka dan juga Mito adalah sumber dari cahaya itu dan jika cahaya itu hilang, Mereka semua tidak tau, Para pahlawan itu tidak tau apa yang akan di lakukan pemuda ini. Dengan segala kekuatan, senjata, dan juga sejarah yang ada, Mereka tidak tau Kehancuran apa yang akan di ciptakan pemuda ini.
"Yah, Aku harap gadis itu akan datang secepatnya untuk menenangkan pemuda ini."
Secuil suara yang teramat kecil itu berkata demikian dan semua orang yang ada di sana hanya menganggukkan kepala mereka. Bahkan untuk seorang pemuda dengan ribuan tatto di tubuhnya, Tatto yang berisi segala kejahatan dunia, Menganggukkan kepalanya. Karena dirinya sendiri tau, Jika ia dapat mengendalikan manusia dengan menjadi lambang kejahatan maka pemuda ini dapat mengendalikan seluruh alam semesta dengan menjadi lambang Kehancuran total.
...
...
At Avalon
"Kau bisa simpan senjata itu, Tou-san." Ucap seorang pemuda berambut coklat kepada ayah nya yang sedang memegang pistol. Pemuda itu adalah Issei, Dia sudah melaksanakan tugasnya untuk mengevakuasi semua warga bersama dengan petugas keamanan kota ini ke dalam perlindungan Avalon.
"Akan aku simpan saat semua monster itu sudah mati, Nak." Ucap sang ayah. Issei sendiri bingung kenapa ayahnya bisa mendapatkan pistol tersebut lagipula ayahnya bukanlah tipe orang paranoid jadi tidak ada alasan untuk menyimpan senjata ilegal di rumah mereka.
Melihat tingkah ayahnya, Issei hanya bisa menghela nafasnya dan berucap, "Kau aman disini, Tou-san. Tidak ada satupun Fallen Angel di luar sana yang dapat masuk ke dalam Avalon. Dan lagi, Peluru buatan manusia tidak berpengaruh kepada mereka."
Apa yang Issei katakan adalah kenyataan. Peluru biasa tidak dapat berpengaruh kepada Fallen Angel di luar sana kecuali peluru itu adalah peluru khusus yang di buat Naruto, Anikinya dan juga persenjataan dari S.H.I.E.L.D yang memang memiliki tingkat yang berbeda dari senjata militer biasa.
Mendengar perkataan Issei, Pria tua itu hanya mengalihkan pandangannya ke arah seorang wanita yang sedang tertidur di lantai dingin. Wanita itu adalah ibunya. Kenapa? Dari semua orang? Kenapa ibu nya harus menderita juga? Namun seperti itulah kenyataannya. Issei tidak bisa memperikan perlakuan khusus kepada kedua orangtua-nya karena ia bukan pemilik menara ini. Fakta bahwa kedua orangtua-nya tidak tidur di luar Avalon, Di hamparan bunga-bunga saja sudah membuat Issei senang. Namun kenapa? Dari sekian banyak orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, Wanita yang sudah melahirkannya harus mengalami nasib ini.
Menara yang sangat indah dengan semua warna putih itu dan juga hiasan berupa hamparan bunga di sekeliling menara tersebut. Oasis terakhir umat manusia, Tidak lain dan tidak bukan adalah Menara ini.
Dirinya tidak tau tapi menurut Draig, Ini adalah Menara yang berada di tempat tinggalnya dulu. Sebuah dunia yang berbeda dengan dunia manusia dan juga Underworld ataupun Heaven. Dan dirinya sendiri tau, Kalau menara itu adalah menara yang harus di bangun seorang raja dan karena raja itu dirinya dan juga Albion harus terbangun. Dan jika saja Raja itu tidak memanggil seorang gadis sebagai tumbal maka dirinya tidak akan bangun.
"Ara~ kenapa kau melamun Issei-kun?" Suara seorang perempuan memasuki gendang telinga Issei dan berhasil membangunkan dirinya dari lamunannya.
Dihadapannya ada seorang gadis berambut putih dengan gaya rambut Bob. Pakaian yang serba putih di hiasi corak seperti bunga dan juga sebuah bunga terselip di telinga nya. Sosok eksentrik yang harus ia hindari menurut perkataan Anikinya, Namun bukan sosok eksentrik melainkan sosok yang sangat berwibawa dan juga santai di hadapannya inilah yang menyambutnya.
"Tidak ada apapun yang ku lamunkan, Merlin."
Ya, Merlin sang penyihir dalam kisah legenda tentang raja Arthur yang sangat terkenal. Mentor dan juga guru dalam perjalanan seorang Arthur dari seseorang yang bukan siapa-siapa menjadi seorang raja yang menyatukan Britania raya. Dikatakan dia adalah seorang pria berjenggot panjang dengan tongkat dan juga pakaian serba putih namun saat Issei pertama kali sampai di Avalon, Dia terdiam dengan mulut menganga saat orang di hadapannya ini memperkenalkan dirinya sebagai Merlin.
Boom... Boom... Boom...
Suara dentuman dan juga ledakan terdengar di Avalon bukan tanpa sebab namun karena artilery yang di kirimkan S.H.I.E.L.D untuk membantu Anikinya. Persenjataan berupa Anti-Aircraft yang menembakkan laser dia pasang di beberapa tempat dan jika artilery itu tertembus maka ada sling-sling baja yang ia untai dari gedung ke gedung lainnya.
"Penyusunan yang sangat hebat, Issei-kun..." Issei menolehkan kepalanya saat Merlin berbicara. Yah, Ini semua bukan karena dirinya seorang. Titik dan juga lokasi strategis untuk menaruh sistem pertahanan tak lain karena kerja keras Anikinya untuk memikirkan hal tersebut, Dirinya hanya memasangnya. "... Orang yang menyusun instalasi persenjataan itu pasti sangat hebat karena aku sendiri tidak dapat menemukan kelemahannya."
Yah, Issei sudah memikirkan hal tersebut. Ini adalah perangkap satu arah, Entah kau sampai tujuanmu atau kau akan terbunuh di tengah-tengah nya. Bagaikan seekor tikus yang masuk ke dalam perangkap dan tidak dapat melakukan apapun selain mati adalah penggambaran yang cukup tepat untuk Fallen Angel tersebut.
"Aku tidak tau apa yang terjadi di luar tapi aku berharap kalau orang yang menggunakan Excalibur dapat selamat di luar sana."
"Mer... Lin?"
"Orang itu mengorbankan dirinya sendiri demi manusia. Orang itu mengorbankan semua hal yang penting untuknya demi mencegah jatuhnya air mata seorang ibu dan orang itu juga yang menghapuskan peraturan dimana seorang ayah mengulurkan jasad anaknya. Hufft... Sudah lama aku tidak melihat ini tapi aku harus katakan kalau dia adalah seorang pahlawan! Pahlawan yang mengorbankan hidupnya dan menumbalkan tubuhnya hanya untuk manusia yang tidak tau siapa dirinya..." Issei terdiam mendengar perkataan Merlin karena apa yang dikatakan wanita itu benar adanya. Naruto yang mengorbankan dirinya sendiri, Naruto yang mencegah semua hal buruk bagi manusia, dan Naruto yang menumbalkan tubuhnya, Yah... Dia adalah seorang pahlawan. Pahlawan yang akan selalu di ingat di ujung usia dari dunia ini.
"... Dengan wewenangku sebagai pengawas manusia, Aku memberikan mu sebuah gelar Uzumaki Naruto! Hero of Humanity! Menggema lah nama mu, Harum lah julukan mu, Karena semua orang tidak akan pernah melupakan apa yang kau lakukan!" Kata-kata yang di ucapkan Merlin dengan lantang terdengar ke seluru penjuru dunia namun entah kenapa di dalam hati kecil seorang Hyodou Issei dirinya merasakan suatu perasaan tidak enak. Entah kenapa perkataan seorang Merlin seperti pesan untuk menunjukkan apa yang di lakukan Uzumaki Naruto dan harus di kenang.
Deg...
"Mer... Lin... Ja... Jangan katakan kalau..."
"Dia sudah mengambil jalan nya Issei-kun." Ucap wanita itu dan saat mendengar jawaban tersebut. Issei, Sekiryutei, Melarikan diri keluar dari perlindungan Avalon. Apa yang di pikirkannya dan apa yang ia lakukan! Dirinya sudah bersumpah untuk menggunakan jiwa dan raga nya untuk membalas segala hal yang sudah di lakukan pemuda itu. Pemuda yang mengakuinya, Pemuda yang membawanya dari lubang kesendirian, Pemuda yang membantunya, dan pemuda yang melindunginya sampai ia bisa melindungi dirinya sendiri. Pada dasarnya naga bukanlah makhluk yang dapat diperintah namun naga adalah makhluk yang tidak pernah lupa akan kebaikan yang ia terima, Begitu juga Issei.
Namun langkah kakinya terhenti saat melihat ribuan manusia tanpa pakaian yang menutupi badan nya dan hanya menggunakan secarik kain untuk menutup area pinggang kebawah. Dirinya tidak tau siapa mereka namun hanya dengan melihat para Demon dan juga Minaka, Adik dari Naruto, Dapat dipastikan kalau pasukan itu adalah hasil dari materialisasi sejarah.
"Dimana... Dimana Aniki?" Tanya pemuda itu dengan wajah penuh ketakutan. Dirinya takut kalau pasukan itu membawa Aniki nya yang sedang dalam keadaan terluka dan dirinya ingin selalu berada di samping pemuda itu.
"Tuanku Gajah Mada, Menerintahkan kami untuk menyelamatkan semua manusia yang ada di dalam kota ini tanpa terkecuali. Dan dirinya memerintahkan kami untuk meninggalkan beliau di medan pe..."
"TIDAK BERGUNA! KALIAN ADA PASUKANNYA, KAN!" Ucap Issei yang langsung berlari meninggalkan pasukan itu. Dirinya gagal, Issei gagal memenuhi sumpahnya sendiri.
'Draig... Jika sampai terjadi sesuatu terimalah tubuhku dan mengamuklah sesuka hatimu, sobat.'
[...]
Issei berlari tanpa memperdulikan ekspresi yang dikeluarkan pasukan itu. Ekspresi dimana hanya ada kemarahan yang terukir di wajah mereka. Namun apa mau dikata, Junjungan mereka, Tuan mereka, Sudah memberikan titah bahwa mereka semua harus melindungi orang-orang yang ada di Avalon.
"Anda memiliki anak yang hebat, Hyodou-san." Ucap Merlin kala ia mendekati seorang pria yang sedang duduk di samping istrinya yang tertidur.
"Ya, Dia memang selalu seperti itu sejak dulu. Walaupun bodoh, Anak itu memiliki rasa kemanusiaan yang lumayan besar." Ucap Pria itu dengan wajah tersenyum saat ia membelai wajah istrinya dengan penuh kasih.
"Kau tidak takut kalau anakmu akan menjadi korban?" Tanya Merlin dan apa yang ia dapat adalah sebuah senyuman. Senyuman yang sangat tulus namun menyimpan sebuah makna tersendiri.
"Walaupun ia menjadi korban dan membuatku juga ibunya menangis tapi aku bangga..." Ucap Pria itu dengan senyum di wajahnya walau jika dilihat di pelupuk matanya secerca cairan bening terbendung dan hampir mengalir keluar. "... Aku bangga karena ia berhasil membuat ribuan ibu disini tidak meneteskan air mata mereka untuk menangisi jasad anaknya."
Mendengar ucapan pria itu membuat Merlin mau tak mau tertegun mendengarnya. Inilah yang ia bingung dari eksistensi bernama manusia, Ia tidak dapat mengerti isi pikiran mereka dan itulah alasan ia menarik suatu garis pembatas untuk menunjukkan kalau ia makhluk yang berbeda dari manusia.
...
...
"Ma-Matilah kau!"
Swush... Jlebb... Crash...
Sebuah Light Spear terlepas dari tangan seorang Fallen Angel dan tepat mengenai bahu kanan Naruto sedangkan pemuda itu berhasil memenggal kepala Fallen Angel tersebut hingga membuat sang Fallen Angel berubah menjadi abu dan menghilang di tiup angin meninggalkan sayap-sayap hitam yang di terbangkan angin.
Dirinya sudah lelah dengan semua pertarungan ini namun dirinya berterimakasih karena seorang King Arthur bersedia memasuki dirinya. Tubuhnya bukan lagi tubuh manusia melainkan tubuh yang memiliki unsur seekor naga jadi tanpa sihir atau senjata yang berbau Dragon Slayer dirinya tidak akan pernah bisa melihat kematian. Tentu saja, Materialisasi itu hanya sementara bukan selamanya dan itu akan sangat berefek pada matanya.
"Wah wah wah... Namikaze yang masih tersisa tinggal disini untuk melindungi umat manusia."
Sebuah suara bagaikan sambaran petir di siang hari memasuki gendang telinga Naruto. Ia tau jika cepat atau lambat dirinya akan berhadapan dengan pemilik suara tersebut namun bukankah ini terlalu cepat? Dirinya saat ini sangat kelelahan dan jika ia melepaskan jiwa King Arthur maka resiko terburuknya adalah pingsan ataupun penglihatannya yang tidak berfungsi 100%.
Dan disana, Kokabiel's Legion sedang berdiri. 9.000 Fallen Angel menutupi langit malam dengan Light Spear di tangan mereka. Ribuan Fallen Angel dengan sepasang sayap berada tepat dihadapannya. Jika saja ini adalah waktu terakhir ia bernafas, Ingin sekali ia berkata kepada Issei kalau pemuda itu harus melindungi kedua adiknya menggantikan dirinya ini.
'Heh...' Sunggingan senyum penuh kesombongan menghiasi wajahnya. Mengejek isi pikirannya sendiri. Ini adalah jalan yang ia pilih, Ia tidak punya jalan kembali sekarang. Walaupun ia mati akan muncul hero lain dari golongan manusia. Dalam pikirannya, Naruto membayangkan keadaan dimana dirinya berada dalam sebuah Epic's. Epic's tentang seorang manusia yang melawan Legiun seorang diri tanpa gentar.
"Ayo kita akhiri ini, Kokab.."
[Boosted Gear Over Booster]
[Dragon Breath!]
Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, Sebuah suara mekanik dan juga gelombang api yang teramat besar memasuki penglihatannya dan membakar Fallen Angel di garda terdepan.
"Kau tidak sendiri, Aniki..." Ucap seseorang di belakangnya dan benar saja, Seperti yang ia pikirkan. Suara itu adalah milik Issei yang datang kemari untuk membantunya namun ia tidak sendiri, Ada seribu orang di belakangnya yang memegang berbagai macam senjata, Mulai dari senjata api bahkan sampai senjata tumpul mereka bawa. Tak peduli siapa mereka dan juga umur mereka, Mereka datang ke medan perang dengan kemauan sendiri. "... Manusia yang kau lindungi dengan darahmu, Datang membalas budi kepadamu!"
Naruto sendiri tampak tertegun mendengar perkataan pemuda itu. Dirinya tidak dapat berkata apa-apa lagi karena berdiri saja sudah susah untuknya.
"Bodoh..." Naruto berkata demikian namun Issei tau Kakak angkat-nya itu sedang tersenyum walaupun tidak dapat ia lihat karena orang itu menundukkan kepalanya. "... Issei, Aku akan melepaskan Hero's Fusion dan kumohon beri aku waktu sepuluh menit. Lindungi aku dan seluruh orang disini sampai aku memulihkan stamina ku." Ucap pelan Naruto dan Issei hanya tersenyum dan berkata, "Serahkan kepada ku!"
Naruto melompat mundur dan berlari ke arah manusia di belakang Issei meninggalkan pemuda itu sendirian menghadapi Kokabiel's Legion. Naruto sendiri tidak bisa percaya sepenuhnya kepada Issei karena Issei sendiri masih tergolong muda dan Light Spear juga masih dapat melukai tubuh Issei.
"Aku sudah lama menunggu ini..." Jika dilihat sepintas dari mata orang biasa, Issei hanya berbicara sendiri namun mereka tidak tau kalau Gaunlet yang ada di lengan kiri Issei memiliki penunggu di dalamnya.
[Ingat mau bagaimanapun keselamatan kita nomor satu, Paham?] Gaunlet bertahtakan kristal hijau itu memiliki eksistensi di dalamnya. Setiap kata seorang pria yang menggema di udara terdengar, Kristal itu mengeluarkan cahaya hijau yang berkedip beberapa kali.
[Welsh Dragon Over Booster]
[Semi Armor Welsh Dragonoid]
Kristal itu mulai bercahaya terang saat setiap kata yang terdengar mulai berhenti. Sangking terangnya semua orang yang ada di sana bahkan untuk Fallen Angel yang menyukai perang, Yang menunggu apa yang akan di lakukan Issei, Mengangkat tangan mereka untuk menangkis cahaya itu.
Saat cahaya itu menghilang, Mereka mendapati seorang pemuda dengan armor naga berwarna merah yang hanya melindungi lengan sebatas siku dan armor yang sama juga melindungi kaki Issei sebatas lututnya. Itu bukanlah Balance Breaker hanya sebuah armor yang memiliki kekuatan setara 30%dari kekuatan Balance Breaker dari Boosted Gear.
"K-K-Kau bercanda, hah!"
Swush... Swush... Swush...
Ratusan bahkan ribuan Light Spear di luncurkan dari tangan Fallen Angel dengan sepasang sayap. Walaupun mereka hanya berada di strata bawah Fallen Angel namun mereka sudah menyaksikan Great War dan mereka juga korban selamat dari peristiwa terburuk itu. Mereka adalah Veteran! Namun saat melihat apa yang Issei keluarkan, Harga diri mereka menggila karena menganggap Issei mempermainkan mereka semua dan saat itu terjadi, Hujan Light Spear menghujani Issei.
Tap... Tap... Beshhh...
Kaki kanan meregang ke arah kanan dan membentuk kuda-kuda yang tampak biasa saja, Namun mulut Issei mengeluarkan asap layaknya seorang perokok. Itu bukanlah asap rokok yang mengandung nikotin namun itu adalah asap dari serangan yang menjadi terror dari sosok paling kuat dan tidak boleh di ganggu.
[Boost... Boost... Boost...]
Penguatan sebanyak tiga kali menggema di tempat itu dan sayangnya mereka semua tidak tau. Jika, Jika saja mereka tau apa yang akan mereka lakukan?
Jika mereka tau Dragon Slayer Magic saja dapat mengancam kehidupan seekor naga dan kali ini diberikan Booster sebanyak tiga kali lipat maka apa yang akan terjadi?
"Breath's of Dragon..." Kata-kata yang keluar dari mulut Issei terdengar sangat kecil mirip seperti bisikan namun seketika bisikan itu berubah menjadi teriakan lantang di sertai dengan nafas api yang membakar semua Fallen Angel untuk kedua kalinya. "... EMPEROR!"
Gelombang api yang sangat hebat melibas semua Fallen Angel dihadapan Issei. Membakar semua yang ada dihadapannya sampai berubah menjadi abu bahkan sisa-sisa berupa bulu hitam yang menjadi ciri khas Fallen Angel tidak ada di tempat tersebut. Gelombang api yang memecahkan formasi Fallen Angel.
Naruto dan para manusia terdiam tak terkecuali Kokabiel dan juga semua pasukannya. Kedua kubu itu tidak dapat berkata apa-apa, Seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Nyawa ratusan Fallen Angel hilang dalam sekali serang.
"HWAAAARRGGHHH!"
Teriakan Issei menggema di seluruh kota Kuoh seakan-akan dirinya menunjukkan kalau ia adalah penguasa kota ini, Menunjukkan kalau kota ini adalah sarang yang harus ia lindungi. Dan bagi Naruto yang mendengarnya, Teriakan itu layaknya auman hewan liar yang dijuluki si Raja hutan.
Set... Bratshh... Swush...
Tanpa aba-aba Issei mengambil ancang-ancang dimana dia menaruh kedua tangannya di atas tanah tampak seperti seekor harimau yang siap menerkam mangsanya. Namun tanpa di duga siapapun sepasang sayap termaterialisasikan dengan sendirinya dan membawa Issei ke arah Fallen Angel yang masih terdiam di tempat mereka.
"DIA DATANG!" Teriakan seorang Fallen Angel membuat semua pasukan garda depan menjadi sadar dan kembali waspada namun itu tidak dapat menghentikan Issei untuk menerobos ke dalam jantung formasi lawan.
Buagh... Crash... Jlebb...
Pukulan, Cakaran dan juga tusukan saat Issei menyatukan semua jarinya membuat cipratan darah yang turun bagaikan hujan. Dan saat beberapa Fallen Angel tidak dapat bertahan lagi, Mereka semua tewas dan berubah menjadi abu.
"Le-Lemparkan Light Spear ke arahnya!" Mendengar pemimpin garda depan yang memiliki dua pasang sayap memberikan perintah, Semua Fallen Angel membuat Light Spear secara bersamaan dan melemparkannya dengan asal. Alhasil...
Jleb... Jleb... Jleb...
Issei hanya perlu menghindar walaupun beberapa masih mengenai tubuhnya tapi ia menghiraukan itu! Boost adalah kemampuan dari Boosted Gear dimana kemampuan itu menaikkan kemampuan tubuh seseorang sampai batasnya dan karena itu juga Issei tidak merasakan rasa sakit saat tertusuk Light Spear.
"Fire Dragon..."
Mendengar suara yang dikeluarkan Issei, Semua Fallen Angel bergerak mundur dan menjauh. Mereka tidak ingin menjadi abu di hadapan nafas naga namun sayangnya mereka semua salah.
"... Punch Line!"
Walau penamaannya terkesan ampas, Namun serangannya bukan main. Sebuah tinju yang menciptakan sebuah lintasan api yang menembus tubuh Fallen Angel dengan mudah. Semua yang berada di lintasan itu terbakar dan tewas meninggalkan abu yang menghilang di tiup angin.
"Menjauh! Hujani dia dengan Light Spear tanpa henti!" Perintah dari atasan mereka turun. Tidak lama semua Fallen Angel menjauh dari tempat Issei melayang dan membuat sebuah lingkaran dimana Issei berada di tengah-tengahnya. Tak lama, Ratusan, Ribuan, Light Spear terbentuk di tangan mereka untuk kesekian kalinya. Target mereka bukanlah Issei melainkan yang paling lemah di antara yang lemah!
Manusia!
Swush... Swush... Swush...
Issei yang melihat hujan Light Spear itu tidak dapat berbuat apa-apa karena meninggalkan punggungnya di medan perang sama saja dengan mendekati kematian. Bagaikan menyambut teman yang sudah lama tidak bertemu, Ribuan Light Spear itu melesat mendekati Naruto dan juga manusia dibelakangnya.
Naruto sudah lemah, Ia tidak bisa mematerialisasikan sejarah dalam waktu singkat dan harus istirahat dalam jangka waktu tertentu. Jadi semua Fallen Angel itu yakin kalau serangan mereka akan membunuh semua manusia di bawah itu dan mengalihkan perhatian mereka kepada Issei yang mulai mengamuk membunuh Fallen Angel di depannya.
"The Pl-Place... That's cure... All Wou-Wounds.. And... Dissolves All Haterd... O-Our home... Sits here!"
Namun sayangnya mereka semua tidak menyangka apa yang akan terjadi. Cahaya terang benderang menelan segala kegepalan di langit malam kala itu. Bumi mulai berguncang dan kala itu terjadi, Dinding-dinding berwarna putih yang amat terkenal karena kisahnya.
"Lord Camelot!"
Sebelumnya, Issei memang berniat untuk menyelamatkan mereka semua dengan pertarungan nyawa-nya. Namun saat melihat Naruto menganggukkan kepalanya, Issei memilih bertahan di tempatnya dan saat itulah sebuah materilisasi terbentuk. Jika Excalibur adalah taring dari Camelot maka Perisai ini adalah simbol dari pelindung Camelot.
Issei bertarung dengan sekuat tenaganya mengulur waktu untuk Naruto demi memulihkan stamina milik kakak-nya itu. Dan Naruto membangun benteng Camelot untuk melindungi manusia di belakangnya.
Ombak pertama berhasil dipecahkan pemecah ombak
Namun
Ombak lainnya muncul
Pertarungan akan terus berlangsung di kota Kuoh
...
...
History, Dragon and Fallen Angel
...
...
