New Author On Fanfiction Present

...

...

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang dan saya hanya meminjam tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.

...

...

Summary :

Dia hanyalah manusia biasa, Dia yang ingin hidup dengan damai bersama dengan orang-orang yang berharga baginya, dan Dia yang selalu menjunjung nilai kemanusiaan. Ini bukanlah kisah seorang ninja, ini bukanlah kisah seorang pria mesum yang menjadi iblis namun ini adalah kisah, Dimana seorang manusia yang hanya ingin menunjukkan bahwa Manusia itu masih ada! Manusia bukanlah ternak! Dan manusia masih bisa melawan!...

Warning : Human!Naru, Weak to Strong, Human!Issei, NoHarem!, Typo, Kalimat Rancu, dan You Hate This? Simple, Just Out From This Fiction Story!

Catatan : Seluruh teori yang ada hanyalah pemikiran Fantasi liar dari penulis ataupun dari sumber-sumber luar seperti Anime, DongHua, Light Novel, ManHwa, ManHua, Atau apapun yang dapat digunakan sebagai Reverensi.

...

...

#StayAtHome

[Let's start]

...

...

Takdir, Sebuah kata yang selalu melekat dalam kehidupan setiap makhluk hidup. Dan bagi manusia, Mempercayai sebuah takdir adalah suatu keharusan. Namun, Apakah takdir kali ini sedang bermain dengan sang pahlawan? Begitulah isi pikiran setiap orang yang ada di rumah sakit tersebut. Pahlawan yang amat sangat menderita karena memikul beban untuk menyelamatkan manusia yang ada di kota ini harus menderita untuk kedua kalinya.

Bukankah seharusnya ia bisa tersenyum bahagia saat melihat ribuan orang yang ia selamatkan dengan mempertaruhkan nyawa-nya berkumpul menunggu ia sadar? Bukankah seharusnya ia bisa bahagia karena telah memenuhi tugasnya sebagai kakak yang melindungi adik-adiknya? Dan bukankah, Ia berhak untuk mendapatkan sorak sorai dan juga perlakuan layaknya seorang pahlawan?

Namun kenapa? Kenapa takdir bermain dengan pemuda berumur 18 tahun ini dengan menghilangkan semua ingatannya? Bahkan untuk sekedar mengingat namanya saja pemuda itu tidak bisa! Kejam! Bahkan takdir sekalipun tidak memilih untuk mempermainkan seorang pahlawan!

"Sebelumnya bisakah keluarga dari Eiyuu-kunmengikuti ku?" Ucap seorang dokter yang memegang berkas berwarna coklat di tangannya. Mereka semua tau apa isi berkas tersebut karena mau bagaimanapun setidaknya semua orang yang ada di kota ini tidak terlalu bodoh untuk mengetahui isi berkas tersebut.

Minaka, Mito dan juga Issei berjalan mendekati dokter tersebut. Tidak ada keraguan di mata mereka bahkan untuk Minaka yang mana saudara sedarah Naruto, Tidak keberatan dengan adanya Issei yang ingin mengetahui isi laporan tersebut. Berjalan meninggalkan ruangan tersebut tanpa adanya suara hingga mereka berempat sampai di sebuah ruangan dan dokter tersebut mulai angkat bicara,

"Aku tidak tau harus berbicara apa namun ini tampak seperti sebuah mukjizat jika kakak kalian masih dapat hidup. Jika di lihat seluruh tubuhnya memang mulai membaik namun tidak dengan cidera internal yang di alaminya."

"Maksud anda?"

"seluruh sistem otot yang berada di tubuhnya robek, Tulang kering dan juga tulang paha mengalami keretakan, Gendang telinga kanan pecah begitu juga dengan mata miliknya. Lalu yang paling parah dari semua itu, Otak kanan nya rusak seperti terbakar entah karena apa. Dengan kata lain, Lebih baik dia mati daripada hidup dengan keadaan tersebut..." Dengan kata-kata yang keluar dari mulut dokter tersebut berakhir, Sebuah rantai dengan ujung yang lancip terhunus tepat di tenggorokannya. Dokter itu tidak bisa apa-apa bahkan untuk bernafas saja susah! Bukan karena rantai tersebut namun karena hawa intimidasi aneh dari seorang pemuda berambut coklat yang menghentikan laju rantai tersebut dengan tangan kosong. "... Aku tau ini hanyalah hasil analisa dokter namun karena kalian tau tentang 'Apa itu sihir' mungkin masih ada cara untuk menyembuhkannya."

"Aku mengerti, Kalau begitu maafkan tindakan gadis ini. Kami permisi." Ucap Issei yang keluar bersama dengan Minaka dan juga Mito yang mengikutinya dengan nafsu membunuh yang sangat besar. Kecewa dengan dirinya sendiri karena semua luka itu di alami oleh orang yang berpengaruh besar terhadap kehidupannya itulah apa yang Issei rasakan.

'Sial... Sial... Sial... Kenapa aku begitu lemah!'

...

...

"Jadi, Naruto-kun menang melawan Kokabiel namun di lain sisi dia mengalami amnesia, kah?" Ucap seorang wanita yang saat memegang sebuah kertas di tangannya. Di hadapan wanita itu beberapa orang sedang duduk di kursinya masing-masing, Berjejer rapih membuat sebuah jalan ke arah wanita yang merupakan inkarnasi dari penguasa Southern Sea.

'Ratu, Sekarang apa yang harus kita lakukan? Menurut laporan dari pangeran yang saat ini menyamar menggunakan nama Ryu kalau kondisi di kota Kuoh sedang tidak memungkinkan untuk melakukan komunikasi. Sebuah kubah pelindung yang mengurung semua orang menahan komunikasi namun karena Future Insight milik Ryu, Kita bisa mengetahui situasi disana." Ucap salah seorang di antara orang-orang tersebut. Seorang pria yang memakai perhiasan dari zaman kerajaan kuno di Asia tenggara dan juga sebuah senjata kuno tersemat di pinggangnya.

"Kita tidak dapat bertindak saat ini selama keturunan Namikaze tidak mengetahui jati dirinya sendiri. Kau seharusnya tau kenapa ratusan tahun lalu Human Faction berdiri, kan?" Tanya Ratu tersebut dan semua orang yang ada disana menganggukkan kepalanya seolah tau apa yang dimaksud ratu mereka.

"Sejarah tentang peperangan mempertaruhkan kedudukan manusia di bumi ini. Perang yang di pimpin 4 keluarga besar yang merupakan orang-orang yang hampir mengetahui eksistensi dari inti dunia. Jika dalam sains inti dunia adalah genangan besi panas namun berbeda dengan inti dunia supranatural dan karena perang tersebutlah 3 dari 4 keluarga tersebut terhapuskan, Meninggalkan keluarga Namikaze." Ucap seorang pria tua dengan rambut putih yang menunjukkan kalau ia merupakan seorang sesepuh di antara orang-orang tersebut. Lalu pria itu melanjutkan, "Selama Namikaze Naruto masih melupakan siapa dirinya, Kita tidak dapat bertindak. Karena selama Namikaze Naruto menjadi pewaris keluarga Namikaze, Human Faction akan selalu berada di jalur yang benar! Jalur yang terjal untuk membuktikan kalau manusia bukan ternak!"

Semua orang merasa setuju dengan apa yang dikatakan salah satu raja yang pernah berkuasa di Asia. Mereka semua ada untuk tujuan yang paling mulia bagi dunia ini dan tidak ada yang perlu mereka khawatirkan. Perang dan juga semua perselisihan yang terjadi, Hanyalah sebuah sejarah yang terjalin erat dengan leluhur mereka dan itu semua tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka saat ini.

Sementara itu di Clock Tower, Seorang pria berambut hitam panjang sedang duduk di depan meja kerjanya. Di samping pria itu seorang gadis berusia 15 tahun sedang berdiri dengan sebuah hoodie yang menutupi wajahnya.

"Gray, Apakah semua yang terjadi saat ini sudah cukup?" Tanya pria itu dengan pandangan yang sulit di artikan. "241 orang tewas dalam penyerangan Kokabiel dan itu hanyalah korban yang terlaporkan Shirou lalu bagaimana dengan orang yang tertimpa reruntuhan dan yang belum di temukan?" Tanya nya lagi. Sedangkan Gray yang sedari tadi ada di sampingnya hanya bisa diam. Dirinya sendiri tau kenapa Master ataupun guru nya saat ini bersikap demikian terlebih setelah perang yang memperebutkan cawan suci sebelum cawan suci tersebut hilang dan bersemayam di tubuh seorang vampir. Tidak dapat di pungkiri kalau mental dari masternya ini sedikit tergeser walaupun ia masih mencoba untuk melupakan dan menghiraukan apa yang sudah terjadi.

"Terlebih saat ini, Namikaze Naruto, Melupakan siapa dirinya sendiri."

"Maaf master, Bukan melupakan namun dia kehilangan ingatan."

"Bukankah itu sama saja? Dirinya kehilangan ingatan yang mana melupakan jati dirinya sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab atas semua ini?" Gadis itu hanya bisa diam karena tidak mengerti apa yang di bicarakan masternya namun ia tetap diam sebelum masternya mencoba untuk menjelaskan. Pria itu, Lord El-Melloi, Berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan ke arah luar ruang kerjanya. Berjalan dan terus berjalan melewati semua ruangan yang ada di dalam Clock Tower hingga mereka sampai di sebuah ruangan yang penuh dengan buku-buku tua.

"Beratus tahun yang lalu, Seorang pemuda datang dan memberikan sebuah catatan dalam sebuah buku. Kertas dari buku tersebut adalah kertas yang sangat bagus seperti kertas yang digunakan saat ini dan karena itu juga 13 kepala keluarga magus menyimpulkan kalau pemuda tersebut berasal dari masa depan. Dari kertas tersebut, 13 keluarga magus mulai membentuk organisasi Human Faction untuk melindungi umat manusia dari gangguan makhluk supranatural dan dengan berjalannya waktu organisasi yang di catat di dalam catatan tersebut muncul."

"Dan pemuda tersebut adalah pemuda yang sedang lupa ingatan di Jepang. Dia adalah Pionner yang membangun sejarah di dunia ini, Walau secara tidak langsung merusak masa depan adalah hal tabu untuk sebagian besar makhluk hidup."

Mendengar itu semua membuat Gray membelalakan matanya. Dirinya sungguh terkejut dengan rahasia terbesar yang di sembunyikan Clock Tower yang mana merupakan pendiri dari Human Faction. Dirinya sendiri selalu berfikir kenapa seorang Lord El-melloi memperlakukan seorang pemuda yang memiliki umur tak jauh dengannya dengan rasa hormat melebihi apapun dan kenapa orang tersebut bisa dengan mudah keluar masuk Clock Tower dan bertindak sesuka hati tanpa diketahui dewan, Sekarang ia tau jawabannya. Selama ini yang ia tau hanyalah Namikaze Naruto yang bersembunyi dengan menggunakan nama 'Uzumaki' namun kali ini lebih daripada itu.

'Tabir kabut mulai terbuka.'

...

...

Setelah berbincang dengan dokter dan juga semua yang terjadi sebelumnya, Issei dapat tersenyum melihat keadaan kakaknya saat ini. Seakan-akan semua beban dan rasa sakit yang ia terima sudah menghilang saat melihat senyuman cerah di wajah pemuda itu.

Canda tawa bersama dengan seorang gadis berambut biru membuat dirinya sangat bahagia. Walau dengan membohongi kalau gadis tersebut adalah kekasih dari kakaknya namun setidaknya melihat senyum itu kembali sudah cukup baginya. Kebohongan yang membawa kebahagiaan, Walau sedikit kurang beradab namun ia tetap bahagia.

"Kau saat ini tidak dapat bergerak sama sekali, Naruto! Jadi kamu harus tetap di kasur rumah sakit ini sampai sembuh, Paham?" Ucap Gadis tersebut. Xenovia, Ia tau nama gadis itu dari Jeanne walau gadis itu masih enggan berbicara dengannya karena menyalahkan semua yang terjadi kepada dirinya.

"Umm... Sebenarnya aku tidak tau apa yang kau katakan... Mmm, Bisakah kau mengatakannya dengan keras?" Ucap Naruto, Yah Xenovia tidak tau apa yang di alami Naruto. Gendang telinga kanannya yang pecah tidak dapat di beritahukan bersamaan dengan seluruh rasa sakit yang di derita kakaknya itu. Dari cerita yang Issei dengar dari Jeanne, Xenovia adalah orang yang mencintai Naruto dari pertama kali mereka berdua bertemu.

"KAMU TIDAK BOLEH KEMANA-MANA!" Teriakan Xenovia membuat semua orang disana tertawa karena gadis itu berteriak dengan wajah memerah. Yah, Sebuah kebagiaan yang hadir di lubang mala petaka, Sebuah cahaya yang hadir di dalam kegelapan, Bagi mereka semua itu adalah obat untuk selalu mengingat masa depan dan melupakan masa lalu.

Dan dari kejauhan seorang wanita berambut putih sedang menonton. Menonton kebersamaan manusia yang ada di dalam ruangan tersebut. Sungguh, Dari dulu sampai sekarang ia tidak pernah mengerti apa itu manusia. Dirinya adalah suatu makhluk yang bukan manusia dan dia tidak pernah dapat memahami emosi tersebut. Untuk makhluk yang selalu bertahan hidup dari mengkonsumsi emosi manusia, Dirinya tidak pernah tau apa yang di rasakannya. Dirinya selalu meramal apa yang akan terjadi untuk orang-orang yang ia layani namun ia tidak pernah memberitahukannya dan karena hal tersebut juga, Dirinya tidak pernah memaafkan kesalahan yang telah ia perbuat! Kesalahan atas kematian seorang raja, Raja yang ideal untuk menampuk semua penderitaan manusia di bahunya, King Arthur.

Dan kali ini, Untuk kedua kalinya, Dirinya menyesal. Jika saja, Ia memberi tahu apa yang akan terjadi maka semua ini tidak akan terjadi. Penderitaan yang di derita pemuda itu harusnya tidak pernah ia terima jika dirinya memberi tahu apa yang akan terjadi.

'Tidak perlu menyalahkan dirimu, Merlin. Sudah cukup penebusan yang kau lakukan atas kematian Arthur dan kali ini aku yang mewarisi warisannya tidak akan pernah mau melihat dirimu selalu sedih. Tersenyumlah, Kau sangat cantik saat tersenyum bagaikan mawar merah yang sangat sulit untuk di petik.'

Suara itu adalah suara Naruto namun bukan Naruto sendiri yang mengatakannya melainkan sebuah penglihatan yang ia lihat kali ini. Di sebuah kota yang kosong tanpa adanya manusia, Terjadi perang antara manusia melawan kekuatan aliansi dari tiga fraksi injil. Dirinya tidak tau namun, Iblis yang dirinya selamatkanpun tidak luput dari perang tersebut dimana mereka membela ras mereka. Perang itu akan terjadi cepat atau lambat dan entah karena apa, Dirinya melihat Naruto tertusuk pedang melindungi seorang perempuan.

Menghiraukan penglihatannya, Dirinya hanya bisa diam dan pergi meninggalkan pintu masuk ruang perawatan Naruto. Dirinya hanya menunggu, Menunggu bantuan bagi manusia yang ada di sini. Identitas para Demon yang ia tutupi untuk meredakan suasana di kawasan ini dan dirinya juga tau kalau ada beberapa manusia yang seumuran dengan Red Dragon Emperor membantu membasmi pasukan batuan di pinggiran kota. Seorang pemuda yang dapat mematerialisasikan senjata selama ia tau material penyusun bersama seorang gadis yang dapat menggunakan sihir menggunakan batu kristal sebagai katalis dan juga seorang manusia yang dapat menggunakan Inner Spirit yang bahkan dapat memutar balik kan hukum dunia ini.

"Salam kami untuk grand magus. Sebuah kehormatan dapat bertemu dengan anda, Merlin-sama." Ucap seorang pemuda berambut merah marun yang berdiri berdampingan dengan seorang gadis manis berambut hitam. Sepasang kekasih yang saling menguatkan di medan perang dihadapan seorang Legenda yang tau apa arti dari 'Medan perang' yang sesungguhnya.

"Terima kasih karena sudah membantu mengamankan daerah sekitar sini, Kepala keluarga Tohsaka dan juga penerus nama Emiya. Dan sampaikan salam ku pada penguasa 'Southern Sea', Pangeran." Ucap Merlin.

Setidaknya untuk sekarang biarkanlah semua terjadi dengan apa adanya. Karena mau bagaimanapun sebelum badai bergemuruh, Lautan akan menjadi sangat tenang. Bahkan untuk ukuran bencana alam sekalipun pasti ada yang namanya bencana susulan, bukan?

...

...

To Be Continue

...

...